cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 24776521     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Online ISSN : 2477-6521 is a journal published three times a year in February, June and October containing unpublished health disciplines anywhere in the field of health science development and to apply some community-based research results in enhancing community participation and independence for healthy living. Any manuscripts submitted through an online process and reviewed by a fellow partner will determine the manuscripts contained in this journal. Jurnal Endurance published by Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X.
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kinerja Tenaga Kesehatan Di Rawat INAP RSUD Batusangkar Handayani, Sri; Fannya, Puteri; Nazofah, Putri
Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.054 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i3.3005

Abstract

Based on data from the Indonesia Ministry of Health in 2015, In Indonesia, new professional nurses were just 2% of the total nurses. This figure was much lower than the Philippines which has reached 40% with bachelor and master level as their education. The purpose of this study was to determine the relationship between age, and leadership with the performance of health personnel. The design of this research was analytical research with Cross Sectional Study. The population in this study was all nurses and doctors who served in the internal room, children, surgery and midwifery. Sampling using total sampling by questionnaires. The data was processed by univariate and bivariate analysis using Chi-square test. The result showed that 57,8% nurses had poor performance, 56,3% doctors had poor performance, 64,4% nurses had average age 26-35 years, 56,2% doctors had average age  36-45 years, 64.4% nurses have poor leadership, and 50.0% of doctors have less good leadership. There is a relationship between age and leadership with the performance of health personnel. Berdasarkan data kemenkes RI tahun 2015 jumlah tenaga kesehatan terbanyak yaitu perawat sebanyak 147.264 orang (45,65%). Di Indonesia, perawat profesional baru mencapai 2% dari total perawat yang ada. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan Filipina yang sudah mencapai 40% dengan pendidikan strata satu dan dua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara umur, kepemimpinan dengan kinerja tenaga kesehatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan Cross Sectional Study. Populasi pada penelitian ini adalah semua perawat dan dokter. Pengambilan sampel dengan menggunakan Total Sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Data diolah dengan analisis univariat menggunakan statistik deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian didapatkan 57,8% perawat memiliki kinerja kurang baik, 56,3% dokter memiliki kinerja kurang baik, 64,4% perawat memiliki umur rata-rata 26-35 tahun 64,4%, 56,2% dokter memiliki umur rata-rata 36-45 tahun, 64,4% perawat memiliki kepemimpinan kurang baik, 50,0% dokter memiliki kepemimpinan kurang baik. Terdapat hubungan antara umur dan kepemimpinan dengan kinerja tenaga kesehatan.
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS DI RUANG RAWAT INAP RSUD DR. RASIDIN PADANG Mailani, Fitri; Fitri, Nera
Jurnal Endurance Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.288 KB) | DOI: 10.22216/jen.v2i2.1882

Abstract

Perilaku caring perawat sangat penting dalam memenuhi kepuasan pasien, hal ini menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan di sebuah rumah sakit.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien BPJS di ruang rawat inap RSUD.dr. Rasidin Padang.Desain penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study.Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Agustus 2015 sampai Juli 2016.Populasi dalam penelitian ini  sebanyak507 orang, sampel diambil secara purposive sampling dengan batasan waktu 2 minggu sampel sebanyak 84 orang. Data dianalisis secara distribusi frekuensi dan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%.Hasil penelitian didapatkan sebagian besar 39 (46,4%) perilaku caring perawat buruk, lebih dari separuh 50 (59,5%) responden tidak  puas dengan perilaku caring perawat, terdapat hubungan bermakna antara perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pada pasien BPJS (p value = 0,002).Dapat disimpulkan bahwa semakin baik perilaku caring perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien maka tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan akan semakin baik juga. Disarankan bagi Intansi RSUD dr. Rasidin Padang untuk meningkatkan perilaku caring perawat dengan  mengadakan pelatihan atau seminar tentang perilaku caring perawat sehingga perawat dapat menerapkan perilaku caring terhadap pasien.Nurses caring behavior is critical in fulfilling patient satisfaction, it is becoming one of the indicators of quality of care in a hospital. More than half of that 60% patients have complained to the nurse caring behavior, said patients are not satisfied with the nurse caring behaviors. The purpose of this study was to determine the relationship with the nurse caring behavior BPJS level of patient satisfaction in inpatient of RSUD. dr. Rasidin Padang. This research was conducted in August 2015 until July 2016. The population in this study were 507 people, samples were taken by purposive sampling with a 2 week time limit sample of 84 people. Data were analyzed using frequency distribution and chi-square test with a significance level of 95%. The result showed most of the 39 (46.4%) nurses caring behavior worse, more than half of the 50 (59.5%) of respondents are not satisfied with the nurse caring behavior, there is a significant relationship between nurse caring behaviors with a level of satisfaction in patients BPJS (p value = 0.002).Can be concluded that the better behavior of caring nurse in giving  nursing services to patients, the level of patient satisfaction with nursing care will be better too.
FAKTOR PENYEBAB PERILAKU LAKI-LAKI SUKA BERHUBUNGAN SEKS DENGAN LAKI- LAKI (LSL) DI KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2016 Darmayanti. Y, Darmayanti; Sumitri, Sumitri
Jurnal Endurance Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.97 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i2.2784

Abstract

West Sumatera ranked 13thout of 33 provinces of HIV/AIDS cases in Indonesia by 2003. Bukittinggi occupied the second highest rank after Padang.HIV/AIDS cases  are dominated by the age of 20-29 years. In 2014, 188 case of HIV/AIDS recorded, in West Sumatera, 156 people died, 73people from Padang, 15 people from Bukittinggi, and 11 people from Agam Regency. This study aims to determine the factor wich cause Male sex behavior with another man(LSL) in Bukittinggi by 2016. This is a qualitative research. Informant consisted of 2 LSL men, 7 conselours, and 8 LSL.The data was gained from the in-depth interviews focus group discussion. The cause of LSL from parental upbringing using the three parenting patterns, authoritarian, permissi, and democratic. From the aspect of psychodynamics, they were closer to the older siter. The role of father in effective, lack of love, violence, to the were looking for father figure outside the house. Mother would prefer a daughter and impose her child to behave like a women. From social sexual aspects, the experience being sexualy a bused by the same sex in yunior and senior high school and also teacher. The cause of LSL from parental upbringing,  psychodynamics and sexual aspects.Pada tahun 2013 Provinsi Sumatra Barat menduduki rangking ke 13 dari 33 propinsi di Indonesia.  Kota Bukittinggi menduduki rangking kedua terbanyak kasus HIV/AIDS setelah kota Padang.  Kasus HIV/AIDS didominasi usia 20- 29 tahun. Pada tahun 2014  tercatat 188 kasus. Jumlah  HIV/AIDS  yang meninggal di Sumbar 156 orang  yang berasal dari Padang 73 orang, Bukittinggi 15 orang, Kabupaten Agam 11 orang.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab perilaku laki-laki suka berhubungan seks dengan laki-laki(LSL) di Kota Bukittinggi Tahun 2016. Metode penelitian adalah penelitian  kualitatif. Informan  adalah 2 orang laki-laki yang suka berhubungan seks dengan laki-laki  (LSL) 7 orang konselor, 8 orang LSL.  Tekhnik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam  dan diskusi kelompok terarah. Penyebab LSLdari pola asuh orangtua  menggunakan ketiga pola asuh yaitu otoriter, permisif dan demokratis. Dari aspek dinamika psikologis,lebih dekat kepada kakak perempuan. Peran ayah tidak efektif, kurang kasih sayang, kekerasan, sehingga mencari sosok ayah diluar rumah.Ibu lebih menginginkan anak perempuan dan  memberlakukan anaknya  seperti perempuan. Aspek pengalaman seksual, informan pernah mengalami kekerasan seksual dengan jenis kelamin sama waktu masih sekolah SMP,SMA serta guru. Penyebab perilaku laki-laki suka berhubungan seks dengan laki-laki adalah faktor pola asuh orangtua, dinamika psikologis dan pengalaman seksual.
HUBUNGAN HDK DENGAN ANGKA KEJADIAN BBLR DIWILAYAH KERJA DI RSUD INDRASARI RENGAT TAHUN 2015 Julia, Julia; Riswiyanti, Veny; Jaelani, Abdul Khodir
Jurnal Endurance Vol 1, No 2 (2016): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.006 KB) | DOI: 10.22216/jen.v1i2.821

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu penyabab terjadinya angka kematian bayi di Indonesia. BBLR dapat disebabkan oleh Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK). Pada kasus HDK tekanan darah meningkat sehingga sirkulasi darah ke janin menurun akibatnya janin kekurangan oksigen dan nutrisi. Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat dan menifestasi BBLR. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan hipertensi dalam kehamilan (HDK) dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di RSUD Indrasari Rengat. Jenis penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan crossectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif (dari data rekamedis ruangan kebidanan RSUD Indrasari Rengat tahun 2014-2015). Analisis data menggunakan uji korelasi Chi Square dan Risiko Prevalensi (RP). Hasil penelitian diperoleh Sebagian besar ibu hamil yang mengalami hipertensi yaitu pada umur <20 tahun 61,68%, primigravida 54,20%, kehamilan aterm (37-42 minggu) 69, 13%  dan ada hubungan yang bermakna antara hipertensi dalam kehamilan (HDK) dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di RSUD Indrasari Rengat tahun 2015. Dari uji statistic Chi-square di peroleh nilai p value < 0,05 (P=0,000) maka Ha diterima. Low birth weight (LBW) is one of the different causes of infant mortality in Indonesia. LBW can be caused by Hypertension In Pregnancy (HIP). In case HDK blood pressure increases so that blood circulation to the fetus decreased fetal consequently deprived of oxygen and nutrients. This can lead to growth retardation and low birth weight manifestation. The aim of research to determine the relationship of hypertension in pregnancy (HIP) and the incidence of low birth weight (LBW) in hospitals Indrasari Rengat. This research is an analytic observational with cross sectional approach. Data were collected retrospectively (from the data rekamedis obstetrics hospital room Indrasari Rengat years 2014-2015). Analysis of the data in this study using univarit and bivariate analysis. The results were obtained majority of women who have hypertension are at age <20 years of 61.68%, 54.20% primigravidae, pregnancy at term (37-42 weeks) 69, 13%, and there was a significant association between hypertension in pregnancy (HIP ) and the incidence of low birth weight (LBW) in hospitals Indrasari Rengat 2015. From the statistical test Chi-square was obtained p value <0.05 (P = 0.000), the Ha accepted.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dengan Keputusan Waktu Penyapihan Desmariyenti, Desmariyenti; Sarlis, Nelfi; Fitriani, Rima
Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.839 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i3.3141

Abstract

Good weaning time is done at the age of the child reaches 2 years. Weaning at less than 2 years of age can cause problems in children such as incidence of infectious diseases, especially increased diarrhea, nutritional effects that lead to malnutrition in children and cause the relationship of children and mothers is reduced closeness because bounding attachment process is disrupted. This study aims to determine the relationship between knowledge  and  attitude  of  the  mother  with  the  decision  of  weaning  time  in Tangkerang Timur Work Area Puskesmas Tenayan Raya. This research was conducted in Mei-Juni 2017 and this research using research type is quantitative data with research design  using  cross  sectional.  Sampling  technique  using  Stratified  random  sampling, population in this study amounted to 368 people and samples 184 people in East Tangkerang Village. The analysis used is univariate and bivariate. The result of this research is can be concluded that there is significant relation between knowledge with time weaning (p-value 0,000 <0,05), there is significant relation between attitude with time weaning (p-value 0,000 <0,05). Mothers exclusively breastfeed to their babies until 6 months of age and and continue with breastfeeding until 24 months of age. Waktu penyapihan yang baik dilakukan pada usia anak mencapai 2 tahun. Penyapihan yang dilakukan pada usia kurang dari 2 tahun dapat menyebabkan masalah pada anak seperti insiden penyakit infeksi terutama diare meningkat, pengaruh gizi yang mengakibatkan malnutrisi  pada  anak  dan  menyebabkan  hubungan  anak  dan  ibu  berkurang  keeratannya karena proses bounding attachment terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan keputusan waktu penyapihan di Keluraan Tangkerang Timur Wilayah Kerja Puskesmas Tenayan Raya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni tahum 2017 dan penelitian ini menggunakan jenis penelitian adalah data kuantitatif dengan  desain penelitian menggunakan  cross sectional. Teknik sampling menggunakan Stratified random sampling, Populasi dalam penelitian ini berjumlah 368 orang dan sampel 184 orang di Kelurahan Tangkerang Timur. Analisa yang diunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan waktu penyapihan (p-value 0,000< 0,05), ada   hubungan   bermakna   antara   sikap   dengan   waktu   penyapihan   (p-value   0,000   <0,05). Diharapkan ibu memberikan ASI eksklusif pada bayinya sampai usia 6 bulan dan dan dilanjutkan dengan MPASI sampai usia 24 bulan.
HUBUNGAN KETERPAPARAN MEDIA MASSA, PERAN TEMAN SEBAYA TERHADAP TINDAKAN SEKSUAL DI SMA AN-NAAS Istawati, Rika
Jurnal Endurance Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.494 KB) | DOI: 10.22216/jen.v2i2.1695

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan antara tahap anak dan dewasa dimana pada masa ini mereka sangat rentan terpapar informasi dari media massa dan teman sebaya terutama seks bebas. Data SKRRI mempunyai teman yang pernah berhubungan seksual pada usia 14-19 tahun dengan persentasi perempuan 37,7% dan laki-laki 30,9% dan Kementerian Komunikasi dan Informasi menyebut 62,1% siswa mengaku penah melakukan hubungan seks. Observasi yang di lakukan oleh peneliti di SMA AN-NAAS Pekanbaru diketahui adanya 2 siswa  yang tertangkap menyimpan dan menonton video porno di handphone dan melalui wawancara peneliti dengan 8 siswi mereka mengatakan adanya 1 siswi yang hamil diluar nikah dan 2 siswi diantaranya mengaku sering datang ketempat yang berisiko terhadap tindakan seksual. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan keterpaparan media massa dan peran teman sebaya terhadap tindakan seksual. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas SMA AN-NAAS Pekanbaru yaitu 123 responden. Sampel penelitian 94 orang dengan teknik stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah angket, data diolah menggunakan computer. Hasil penelitian didapatkan uji statistik menunjukkan adanya hubungan keterpaparan media massa dengan tindakan seksual dimana nilai p value 0,000, terdapat hubungan yang bermakna antara peran teman sebaya dengan tindakan seksual, dimana p value  0,001. Adolescence transition  between child and adult  this phase they are very vulnerable exposed to information from media and peers especially free sex. SKRRI  have adolescents who ever sexual intercourse on the ages’ 14-19 years, women consist 37,7% and men 30,9% and the Minister Information and Communication said that almost 62,1%  student recognize sexual intercourse. Based on,the researcher observation who conducts SMA AN-NAAS Pekanbaru. It finds 2 student caught saving and watching videos in the hand phone and trough interviews with 8 students , they said that there is  1 females’ student  pregnant under marriage and 2females’ students admitted rottenly comes to place high risk to sexual intercourse. The aim for this research is to find-out the correlation between mass media exposure and the role of peers sexual on sexual behavior in SMA AN-NAAS Pekanbaru. Research design used  cross sectional, population  this research all the students at SMA AN-NAAS Pekanbaru consist of 123 respondents. Sample  this research consist 94 people using stratified random sampling technique.Instrument this research is questionnaire, data analyze by using computer. Result this research statistic test shows there is any significantcorrelation between media exposure and sexual behavior where is p value 0,000, there is any significant correlation between Role of Peers sexual on sexual behavior where is p value 0,001
ANALISIS HIGIENE SANITASI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI SEKITAR UNIVERSITAS ISLAM RIAU Mairizki, Fitri
Jurnal Endurance Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.986 KB) | DOI: 10.22216/jen.v2i3.2428

Abstract

The existence of Drinking Water Refill Depot (DAMIU) continues to increase appropriate with the dynamics of community needs for drinking water that has good quality and safe for consumption. Although it had a low price, not all DAMIU product guaranteed safety. DAMIU  as  an alternative choice to fulfill the community needs for drinking water becomes a risk that harmful to health if consumers did  not pay attention in DAMIU hygiene and sanitation. Therefore, the purpose of this study was to analyze hygiene and sanitation of  DAMIU building, equipment and operator. The type of this research was descriptive research.The data obtained in this study was primary data in the form of observation using checklist sheet. The data was presented in tabular form and discussed descriptively. In general, hygiene and sanitation of DAMIU building and equipment were good but the sanitation facilities still minimals, the wash basin for operators and its tools were not available. There were  several of operators hygiene must be considered. All operators did not using special uniform for work, did not conducting periodic medical examinations and did not have sertificate of hygiene sanitation course.
EXPERIENCE OF NURSE ASSOSIATE TO IMPLEMENT TRIAGE IN EMERGENCY ROOM INSTALLATION Febrina, Wiwit; Sholehat, Indah Okzana
Jurnal Endurance Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.776 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i1.2579

Abstract

Triageis a system of in the Emergency Room aims to select or classify all patients who need the help and assign priority handling. A study on the phenomena that occur on experience in performing triage nurse. Researchers use qualitative research design with phenomenology approach. The research was conducted at Emergency Installation of Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Population and sample in this research is numbered 3 participants, the study was obtained by purposive sampling.. Instrument Participant of the research is the nurse in the room of the Emergency Room Installation, the research in this research is the researcher himself. The study of 3 participants gained six themes, namely: (1) skill Technically nurse triage, (2) the principle of triage, (3) the ability of sorting patients is still not effective, (4) infrastructure, (5) the impact of doing mistakes triage and (6) solutions for patient safety. Hospital and emergency room is recommended to add special training triage nurse triage, is expected to provide motivation for the triage nurse and triage nurse are expected to be in the room triage to be able to do sorting.Triage adalah suatu proses yang dilakukan di Instalasi Gawat Darurat . Tujuan Triage adalah mengelompokkan atau mengkategorikan semua pasien yang butuh pertolongan untuk menetapkan prioritas penanganannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui fenomena-fenomena yang terjadi mengenai pengalaman perawat dalam melaksanakan triage. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dilakukan di Instalasi Gawat Darurat  RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Populasi dan sampel dalam penelitian ini yaitu berjumlah 3 orang partisipan, penelitian tersebut diperoleh dengan teknik purposive sampling.. Instrumen Partisipan penelitian adalah perawat pelaksana diruangan Instalasi Gawat Darurat, penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Hasil penelitian terhadap 3 partisipan diperoleh 6 tema, yaitu: (1) keterampilan teknikal perawat triage, (2) prinsip triage, (3) kemampuan dalam pemilahan pasien masih belum efektif, (4) sarana prasarana, (5) dampak dalam melakukan kesalahan triage, dan (6) solusi untuk keselamatan pasien. Rumah sakit dan Instalasi Gawat Darurat disarankan untuk menambahkan pelatihan khusus triage bagi perawat triage, di harapkan dapat memberikam motivasi bagi para perawat triage, serta  perawat triage diharapkan dapat selalu berada di ruang triage untuk dapat melakukan pemilahan.   
AKUPRESUR EFEKTIF MENINGKATKAN NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX PADA DIABETISI Surya, Defrima Oka; Rekawati, Etty; Widyatuti, Widyatuti
Jurnal Endurance Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.771 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i2.2705

Abstract

Peripheral vascular disease is a complication of Diabetes Mellitus (DM) that causes changes in blood vessel walls. Changes in blood vessel walls result in decreased blood flow (perfusion) to the lower extremities marked by decreased ankle brachial index (ABI). Decreased of ABI is a complication that often occurs in Diabetes Mellitus Patients. Acupressure therapy stimulating the flow of energy in the body so that the bodys circulatory flow touch ups. This study aimed to determine the effect of acupressure to ABI in Diabetes Mellitus patients. This study designed was quasi-experimental with pre-post test design at 64 responden. The intervention group received acupressure therapy for 7 sessions, each 2 days for 10 minutes. Acupressure done in acupoint LR3, K13, SP6, SP10 and ST36. The results of analysis statistics showed there were a significant difference in ABI between before and after acupressure therapy (p= 0.001). It was concluded that acupressure effectively increases the value of ABI in people with diabetes. Acupressure can be used as an alternative therapy that can be applied by nurses in the community to prevent complications in Diabetes Mellitus patients as a vulnerable group. Penyakit vaskuler perifer merupakan komplikasi Diabetes Melitus (DM) yang menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah. Perubahan pada dinding pembuluh darah menyebabkan penurunan aliran darah (perfusi) ke ekstremitas bawah yang ditandai dengan penurunan ankle brachial index (ABI). Penurunan  nilai ABI adalah komplikasi yang sering terjadi pada Diabetisi. Terapi akupresur bermanfaat dalam menstimulasi aliran energi dalam tubuh sehingga memperbaiki aliran sirkulasi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh akupresur terhadap ABI Diabetisi. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pre-post test design pada 64 responden. Kelompok intervensi diberikan terapi akupresur selama 7 sesi, 2 hari sekali selama 10 menit. Akupresur dilakukan pada titik akupunktur LR3, K13, SP6, SP10 dan ST36. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan nilai ABI yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan terapi akupresur (p= 0,001). Disimpulkan bahwa akupresur efektif meningkatkan nilai ABI pada diabetisi. Akupresur dapat dijadikan salah satu alternatif terapi yang dapat diterapkan perawat di masyarakat untuk mencegah terjadinya komplikasi lanjut pada Diabetisi sebagai kelompok rentan.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Latihan Range of Motion (ROM) Terhadap Keterampilan Keluarga Dalam Melakukan ROM Pada Pasien Stroke Di Bangsal Syaraf RSUP Dr M.Jamil Padang Tahun 2013 Agonwardi, Agonwardi; Budi, Hendri
Jurnal Endurance Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.539 KB) | DOI: 10.22216/jen.v1i1.1030

Abstract

Pasien stroke membutuhkan latihan ROM akibat kelemahan atau kelumpuhan yang dialami. Dari survei awal 10 orang keluarga pasien stroke yang di wawancarai di bangsal bedah saraf, (100%) mengatakan tidak bisa melakukan ROM. Hasil  wawancarai 3 dari  5 perawat didapatkan bahwa perawat mengajarkan keluarga hanya dalam tahap mobilisasi miring kiri dan kanan.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang ROM  terhadap ketrampilan keluarga dalam melakukan latihan ROM di bangsal saraf RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2013. Penelitian dimulai bulan Mei sampai November 2013 menggunakan desain quasi-eksperimen rancangan one group pre-post test dengan intervensi pendidikan kesehatan tentang latihan ROM. Populasi  seluruh keluarga pasien stroke. Sampel berjumlah 15 orang. Analisis data secara univariat dan bivariat, analisis secara  bivariat menggunakan uji Wilcoxon..  Hasil penelitian keterampilan rata-rata sebelum melakukan pendidikan ROM mempunyai skor 16,27. Setelah dilakukan skor menjadi 77,67. Pendidikan kesehatan tentang latihan ROM  berpengaruh terhadap keterampilan keluarga yang dilakukan di RSUP Dr.Mdjamil tahun 2013 ( nilai P = 0,001) . Disarankan kepada kepala ruangan rawat inap bangsal saraf  RSUP Dr.Mdjamil Padang dapat menjadikan pendidikan latihan ROM sebagai salah satu intervensi didalam pemberian pelyanan asuhan keperawatan dan pendidikan kesehatan tentang ROM sebagai protap dan standar asuhan keperawatan pasien stroke dan keluarganya.Stroke patients require ROM exercises due to weakness or paralysis experienced. From the initial survey of 10 family members of stroke patients who are interviewed in the neurosurgery ward, (100%) said they could not do the ROM. Results interviewed 3 of 5 nurses showed that nurses teach families just in the stage of mobilization tilt left and right. Purpose research to determine the effect of health education on the ROM to the family skill in doing ROM exercises in neurological wards Hospital Dr. M. Djamil Padang 2013. Using a quasi-experimental design of one group pre-post test with health education interventions on exercise ROM. Population whole families of stroke patients. Samples numbered 15 people. The analysis of univariate and bivariate data, bivariate analysis using the Wilcoxon test . The results of the research skills of the average before the education ROM has a score of 16.27. After the score to 77.67. Health education about ROM exercises influence on family skills conducted at Dr Dr.M Djamil in 2013 (P = 0.001). It is suggested to the head of the room inpatient wards nerve Dr.M. Djamil Padang Hospital ROM exercises can make education as one of the interventions in the provision.

Page 10 of 21 | Total Record : 203