cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 24776521     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Online ISSN : 2477-6521 is a journal published three times a year in February, June and October containing unpublished health disciplines anywhere in the field of health science development and to apply some community-based research results in enhancing community participation and independence for healthy living. Any manuscripts submitted through an online process and reviewed by a fellow partner will determine the manuscripts contained in this journal. Jurnal Endurance published by Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X.
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERTUMBUHAN BAYI 6-12 BULAN DI PUSKESMAS SIMPANG BARU Herlina, Sara
Jurnal Endurance Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.808 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i2.3089

Abstract

Growth can also be defined as increasing size and number of cells in all parts of the body that can be quantitatively measured, such as height, weight, and head circumference. Growth is very closely related to the nutritional status of children. Riskesdass results from 2007 to 2013 show an alarming fact that underweight increased from 18.4% to 19.6%, stunting also increased from 36.8% to 37.2%, while wasting decreased from 13.6 % to 12.1%. This study aims to determine the factors associated with baby growth. The design of this study was cross sectional with a large sample of 151 people. Sampling method used systematically random sampling. The data were analyzed by univariate, bivariate and multivariate. The results obtained normal growth as many as 90 people (59.6%). The results of multivariate analysis of variables related to infant growth were inclusive ASI Pvalue 0,002 (OR: 3,324), maternal knowledge Pvalue <0,000  (OR: 3.912), maternal occupations Pvalue 0,037 (OR: 2,311). The conclusions in this study are factors related to infant growth of 6-12 months in Puskesmas Simpang Baru is exclusive breastfeeding, mother knowledge, and mother jo.  It is recommended that health workers need to conduct counseling, counseling, especially pregnant women on the importance of exclusive breastfeeding and the impact on infant growth. There should also be a support group of ASI in the community. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai bertambahnya ukuran dan jumlah sel di seluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur, seperti tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala. Pertumbuhan sangat erat kaitannya dengan pemberian ASI eksklusif karena ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi dan mengandung antibodi sehingga bayi jarang sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pertumbuhan bayi. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan besar sampel 151 orang. Metode sampling yang digunakan systematis random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian diperoleh pertumbuhan normal sebanyak 90 orang (59,6%). Hasil analisis multivariat variabel yang berhubungan dengan pertumbuhan bayi adalah variabel ASI esklusif Pvalue 0,002 (OR: 3,324), pengetahuan ibu Pvalue <0,000   (OR: 3,912), pekerjaan ibu Pvalue 0,037  (OR: 2,311). Kesimpulan pada penelitian ini adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan pertumbuhan bayi 6-12 bulan di Puskesmas Simpang Baru adalah ASI Eksklusif, pengetahuan ibu, dan pekerjaan ibu. ASI eksklusif dan dampak terhadap pertumbuhan bayi. Perlu juga dibentuk kelompok pendukung ASI dimasyarakat.
RELATIONSHIP CHARACTERISTICS, KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF COMMUNICATION WITH NURSES IN THE THERAPEUTIC INPATIENT Widiawati, Susi; Yan, Loriza Sativa; Endah, Endah
Jurnal Endurance Vol 1, No 3 (2016): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.843 KB) | DOI: 10.22216/jen.v1i3.989

Abstract

Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yang bertujuan untuk terapi guna mempercepat proses penyembuhan klien, adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran dan hubungan antara karakteristik, pengetahuan, sikap perawat dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan jumlah sampel 50 perawat pelaksanan. Teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrument yang digunakan kuesioner, dan lembar observasi dengan uji Spearman Correlation. Hasil analisis univariate didapatkan 42 (84%) usia perawat 25-35 tahun (dewasa awal), 30 (60%) perawat yang bekerja ≥ 5 tahun. 27 (54%) perawat memiliki pengetahuan baik, 33 (66%) sikap perawat positif dan sebanyak 30 (60%) perawat melaksanakan komunikasi terapeutik dengan baik. Hasil uji korelasi Spearman menyatakan tidak terdapat korelasi hubungan antara umur dengan p-value 0,221 (>0,50), terdapat korelasi hubungan yang lemah antara lama kerja dengan p-value 0,040 (<0,50), terdapat korelasi hubungan antara pengetahuan dengan p-value 0,45 (<0,50), dan terdapat korelasi hubungan yang sangat kuat antara sikap dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik dengan p-value 0,00 (<0,50). Therapeutic communication is a communication that aims to therapy in order to accelerate the healing process of patients, as for the purpose of this research is to get an overview and the relationship between the characteristics, knowledge, attitude communicates with the implementation of therapeutic nurse. This study used cross sectional design. with a sample size of 50 nurses conduct. The technique of taking sampil simple random sampling. Instrument used questionnaires and observation sheets with Spearman Correlation test. The results of the univariate analysis found 42 (84%) of nurses aged 25-35 years (young adult), 30 (60%) of nurses who work ≥ 5 years. 27 (54%) of nurses had good knowledge, 33 (66%) positive attitude of nurses and 30 (60%) of nurses carry out therapeutic communication well. Spearman correlation test results stating there is no correlation between age and the p-value 0.221 (> 0.50), there is a weak correlation between long relationship working with a p-value of 0.040 (<0.50), there is a correlation between knowledge with p Value-0.45 (<0.50), and there is a very strong correlation between attitude to the implementation of therapeutic communication with a p-value of 0.00 (<0.50).
Analisis Hubungan Perkembangan Emosional Anak Umur 8 – 12 Tahun Terhadap Kejadian Sibling Rivalry Merianti, Liza; Nuine, Elsa Abel
Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.034 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i3.3242

Abstract

Sibling rivalry is a competition or rivalry, jealousy and anger between siblings Sibling rivalry is seen at 3-5 years of age (preschool) and will recur when 8-12 years (school age). The incidence of sibling rivalry in school age is quite high  55%.This study aims to analysis the relationship between emotional developmentand with sibling rivalry in children aged 8-12 years. The type of research is descriptive correlation with cross sectional approach. The population in this study is all children aged 8-12 years with a sample of 68 respondents. Sampling in this study was done in total sampling. Data collection using sibling rivalry questionnaire and GSS EAS.The statistical test used is Spearman Rho. The statistical test used is Spearman Rho. The results showed that there was a low correlation between emotional development with sibling rivalry where p value = 0.001 with r -0.378. So it can be concluded that there is a relationship between the emotional development of children at  8-12 years old with sibling rivalry. Suggested to the school and parents can give attention by using a counseling approach in helping children to improve their emotional development, especially in children who have sibling rivalry.Sibling rivalry merupakan kompetisi atau persaingan, kecemburuan serta kemarahan antar saudara. Sibling rivalry terlihat ketika usia 3-5 tahun (prasekolah) dan akan timbul kembali ketika 8-12 tahun (usia sekolah). Angka kejadian sibling rivalry di usia sekolah cukup banyak yakni 55%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara perkembangan emosional dan pola asuh orang tua dengan sibling rivalry pada anak usia 8-12 tahun. Jenis penelitian adalah deskriptif korelasi. Populasi pada penelitian ini sebanyak 68 responden (total sampling). Pengumpulan data menggunakan kuesioner sibling rivalry, dan UNIT GSS EAS. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang rendah antara perkembangan emosional dengan sibling rivalry dimana nilai p value = 0,001 dengan nilai r -0,378. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara perkembangan emosional anak umur 8 – 12 tahun dengan sibling rivalry. Disarankan kepada sekolah dan orang tua dapat memberi perhatian dengan menggunakan pendekatan konseling dalam membantu anak meningkatkan perkembangan emosinya khususnya pada anak yang mengalami sibling rivalry.
FAKTOR -FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STIGMA TERHADAP ORANG DENGAN HIV DAN AIDS (ODHA) Maharani, Febrianti
Jurnal Endurance Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.385 KB) | DOI: 10.22216/jen.v2i2.1300

Abstract

Stigma terkait AIDS adalah segala prasangka, penghinaan dan diskriminasi yang ditujukan kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) serta individu, kelompok atau komunitas yang berhubungan dengan ODHA tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stigma terhadap ODHA di kalangan remaja SMA. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi seluruh siswa-siswi kelas I dan 2 di SMA Se kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru dengan jumlah 1701, sampel berjumlah 212 orang. dengan systematic random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data meliputi analisis univariat, bivariat dengan uji chi square, multivariat dengan uji regresi logistic ganda. Hasil penelitian diperoleh proporsi remaja yang memiliki stigma berat terhadap ODHA berjumlah 148 (69,8%), ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan (POR: 2,180; CI 95% ; 1,119-4,250), Persepsi (POR: 2,071; CI 95%: 1,059-4,049), Interaksi dengan ODHA (POR : 3,841; CI 95%: 1,275-11,569) Status ekonomi keluarga (POR: 2,025; CI 95%: 1,068-3,841) dengan stigma pada ODHA. Kesimpulan dalam penelitian ini ada kecenderungan pengetahuan rendah, persepsi negatif, tidak pernah berinteraksi dengan ODHA dan status ekonomi keluarga rendah memiliki stigma berat terhadap ODHA. Saran agar remaja menambah wawasan tentang HIV/AIDS, aktif dalam organisasi (PIK) Pusat Informasi Konseling Remaja, tenaga kesehatan dan orang tua agar tidak memberikan stigma terhadap ODHA.  AIDS-related stigma is any prejudice, humiliation and discrimination directed at people living with HIV / AIDS (PLWHA) as well as individuals, groups or communities associated with these PLWHA. The aim of research to determine the factors associated with stigma against people living with HIV among high school teenagers. Type of analytical research withdesign. cross sectionalThe population of the entire students of class I and 2 in high school Senapelan Pekanbaru City Se districts with the number in 1701, totaling 212 samples. by systematic randomsampling.Methods of data collection using questionnaires. Analysis of the data include univariate, bivariate with chi squaretest,multivariateregression. logistic multipleThe results obtained by the proportion of teenagers who have severe stigma against people living with HIV amounted to 148 (69.8%), there was a significant relationship between knowledge (POR: 2.180; CI 95%; 1.119 to 4.250), Perception (POR: 2.071; 95% CI: 1.059 to 4.049), interaction with PLHA (POR: 3.841; 95% CI: 1.275 to 11.569) family economic status (POR: 2.025; 95% CI: 1.068 to 3.841) with the stigma on people living with HIV. The conclusion in this study there was a trend of knowledge is low, negative perceptions, never interacting with people with HIV and low economic status has a heavy stigma against people living with HIV. Suggestions for teens add knowledge about HIV / AIDS, is active in the organization (PIK) Youth Counseling Center, health professionals and parents to not leave the stigma against people living with HIV.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMERIKSAAN DINI KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR Rikandi, Meta; Rita, Nova
Jurnal Endurance Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.556 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i1.2459

Abstract

Based on cancer data in 13 laboratory pathology centers, cervical cancer is a type of cancer that has the largest number of patients in Indonesia, which is as many as 36% of patients. Data from Lubuk Buaya Community Health Center were obtained that performed IVA examination as many as 50 people (0,4%) from 14,199 target. This study aims to determine factors related to visual inspection of Acetic Acid on Women of Infertile Age in the Work Area of Lubuk Buaya Community Health Center in 2017. The study employed the survey deskriptif analitik ,the data analis used chi squre, population is 384 people fertile age women, the research sampel were 384 stratified random sampling. The result showed that 60.9% of women of childbearing age had never done cervical cancer early testing by IVA method, 45.6% knowledge was low, 50% negative attitude, 77,9% did not get husband support, 38,8% did not get health promotion . There was a significant relationship between knowledge (P = 0,000), attitude (P = 0,000), husband support (P = 0,000), promotion (P = 0,000) health with early cervical cancer screening by IVA method. Lubuk Buaya Community Health Center and local officers should pay more attention to the success of early cervical cancer screening program IVA method with the formation of cadres in each Urban Village so that the information can be given thoroughly. Berdasarkan data kanker di 13 pusat laboratorium patologi, kanker serviks merupakan jenis kanker yang memiliki jumlah penderita terbanyak di Indonesia, yaitu sebanyak 36% penderita. Data dari Puskesmas Lubuk Buaya didapatkan yang melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 50 orang (0,4%) dari 14.199 sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya tahun 2017. Metode yang digunakan deskriptif analitik dengan analisis data chi square, populasi adalah wanita usia subur yang berjumlah 384 orang. Pengambilan sampel yaitu stratified random sampling sebanyak 384. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada pasien dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat. Hasil Penelitian didapatkan 60,9% wanita usia subur belum pernah melakukan pemeriksaan dini kanker serviks dengan metode IVA, 45,6% pengetahuan rendah, 50% sikap negatif, 77,9% tidak mendapat dukungan suami, 38,8% tidak mendapat promosi kesehatan. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan(P=0,000 ), sikap(P=0,000), dukungan suami(P=0,000), promosi (P=0,000) kesehatan dengan pemeriksaan dini kanker serviks dengan  metode IVA. Pihak Puskesmas Lubuk Buaya Padang serta petugas setempat harus lebih memperhatikan keberhasilan program pemeriksaan dini kanker serviks metode IVA dengan adanya pembentukkan kader pada setiap kelurahan sehingga pemberian informasi dapat diberikan secara menyuluruh.
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DAN TINDAKAN 3M PLUS TERHADAP KEJADIAN DBD Hadriyati, Armini; Marisdayana, Rara; Ajizah, Ajizah
Jurnal Endurance Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.241 KB) | DOI: 10.22216/jen.v1i1.601

Abstract

Sejak tahun 1968 sampai tahun 2012 World Health Organization (WHO) mencatat negara Indonesia sebagai negara dengan kasus demam berdarah dengue yang tertinggi di Asia Tenggara. Pada tahun 2015 kasus DBD terus meningkat di Wilayah kerja puskesmas Kenali Besar, hal ini menyebabkan beberapa kelurahan yang berada di wilayah kerja puskesmas kenali besar termasuk daerah endemis DBD. Jenis Penelitian yaitu Penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sesuai dengan kaedah proportional random sampling yaitu sebanyak 95 responden. Hasil analisis terdapat hubungan yang signifikan antara tempat penampungan air bersih dengan kejadian demam berdarah dengue diwilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar (p value = 0,006 p≤ 0,05). terdapat hubungan yang signifikan antara Penyediaan tempat pembuangan sampah dengan kejadian demam berdarah dengue diwilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar (p value = 0,002 p≤ 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara tindakan 3M Plus dengan kejadian demam berdarah dengue diwilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar (p value = 0,048 p≤ 0,05). Ada hubungan antara sarana air bersih, penyediaan tempat sampah dan tindakan 3M Plus dengan kejadian DBD diwilayah Kerja Puskesmas Kenali Besar.From 1968 until 2012 the World Health Organization (WHO) noted the state of Indonesia as a country with cases of dengue fever were the highest in Southeast Asia. In 2015, dengue cases continue to rise in the working area of the health center Kenali Besar, this led some villages in the area of workplace health centers recognize the great including dengue endemic area. Type of research is quantitative research with cross sectional method. Samples taken in this study correspond to proportional random sampling as many as 95 respondents.The results of the analysis of a significant relationship between the clean water reservoirs with the incidence of dengue fever in the region  health centers Kenali Besar (p value = 0.006 p≤ 0.05). There is a significant relationship between the provision of private trash with the incidence of dengue fever in the region health centers Kenali Besar (p value = 0.002 p≤ 0.05). There is a significant relationship between the actions of 3M Plus with the incidence of dengue fever in the region health centers Kenali Besar (p value = 0.048 p≤ 0.05).There is a relationship between the water infrastructure, the provision of personal trash and acts 3M Plus the incidence of dengue in the region health centers Kenali Besar Recognize the Great.
Efektivitas Ekstrak Umbi Gadung (Dioscorea Hispida Dents) Dalam Pengendalian Larva Aedes Aegypti Dan Aedes Albopictus Dewi, Ratna Sari
Jurnal Endurance Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.828 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i3.3426

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever is one of the diseases that disease quickly and can cause death in a short time. One of the natural insecticides in killing Aedes aegypti larvae and Aedes alboipictus is by using tuber bulbs extract.The purpose of this research is to know the difference of various concentrations of tuber bulbs extract on the death of Aedes aegypti larva and Aedes alboipictus. This design of research is experimental research and Anova analysis. The number of population in this study as many as 780 larvae. The concentration used in this research is 0.02%, 0.05%, 0.10%, 0.15%, 0.20%. The results showed that the average deaths of the two different test larvae for the lowest concentrations of 0.02% the average death of the test larvae were 5.80 deaths in the Aedes aegypti larvae and 4.80 deaths in the Aedes albopictus larvae. The conclusion of this research is the difference of concentration 0,02%, 0,05%, 0,10%, 15%, and 0,20% Gadung Umbi extract to Aedes aegypti and Aedes albopictus larvae mortality and concentration correlation 0,02 %, 0.05%, 0.10%, 0.15%, and 0.20% of Gadung Tuber extract on the death of Aedes aegypti and Aedes albopictus larvae. Demam Berdarah  Dengue  merupakan salah satu penyakit yang perjalanan penyakitnya cepat dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Salah satu insektisida alami dalam membunuh larva Aedes aegypti dan Aedes alboipictus adalah dengan menggunakan ekstrak umbi gadung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan berbagai konsentrasi ekstrak umbi gadung terhadap kematian larva Aedes aegypti dan Aedes alboipictus. Jenis penelitian ini merupakan penelitian ekperimen dengan menggunakan rancangan penelitian Posttest Only Control Group. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 780 ekor larva. Konsentrasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu 0,02%, 0,05%, 0,10%, 0,15%, 0,20%. Penelitian ini menggungakan analisis Anova satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kematian kedua larva uji yang berbeda untuk konsentrasi terendah 0,02% rata-rata kematian  larva uji sebesar 5,80 kematian pada larva nyamuk Aedes aegypti dan 4,80 kematian pada larva nyamuk Aedes albopictus. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah adanya perbedaan konsentrasi 0,02%, 0,05%, 0,10%, 15%, dan 0,20% ekstrak Umbi Gadung terhadap kematian larva Aedes aegypti dan Aedes albopictus serta adanya hubungan konsentrasi 0,02%, 0,05%, 0,10%, 0,15%, dan 0,20% ekstrak Umbi Gadung terhadap kematian larva Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
POLA KOMUNIKASI KELUARGA DAN TINGKAT DEPRESI PADA USIA LANJUT Yan, Loriza Sativa; Megawati, Megawati
Jurnal Endurance Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v2i1.1618

Abstract

Depression is the most mental disorder occurss in elderly. Previous research have investigated how vulnerable is depression within symptoms of mild to moderate between 50% -75%. Symptoms of depression were not treated promptly influencing of quality of life expectancy and physical function. For families who lived with elderly depressive symptoms had to fight in maintaining their health. The aim of the study was to identify the correlation of family communication patterns at the depression level among elderly people. This study method employed a quantitative correlation approach. Seventy-seven elderly people participated in this study that collects in purposive sampling. Questionnaires were applied to collect data of demographic, family communication pattern and depression level. Data were analyzed by Spearman’s rho. The results of study showed that most of elders, men were more susceptible to mild depression level. There is a significant correlation of family communication patterns at depression levels among elderly people. Depression level in elderly people affected by dysfunctional family communication patterns. The further study recommended emotional change’s assessment to detect early depression sign among elderly people.Depresi merupakan ganguan mental yang sangat rentan terjadi pada usia lanjut. Data penelitian memperlihatkan gejala depresi ringan sampai sedang antara 50%-75%. Gejala depresi yang tidak ditangani segera mempengaruhi kualitas harapan hidup dan kemunduran fisik. Penerapan pola komunikasi yang baik antara keluarga dan lansia akan memperkecil dampak buruk dari depresi.. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi korelasi antara pola komunikasi keluarga dengan tingkat depresi pada usia lanjut di Kota Jambi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Tujuh puluh tujuh orang yang berusia lebih dari 60 tahun terlibat dalam penelitian yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner tentang data demografi, pola komunikasi keluarga dan tingkat depresi lansia. Uji korelasi Spearman’s rho diaplikasikan untuk menganalisa ada tidaknya hubungan antara kedua variabel, kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Dari analisis diketahui bahwa sebagian besar laki-laki yang telah berusia lanjut lebih rentan mengalami gejala depresi tingkat ringan. Terdapat korelasi antara pola komunikasi keluarga dengan tingkat depresi usia lanjut. Tingkat depresi pada usia lanjut dipengaruhi adanya pola komunikasi disfungsional dalam keluarga yang tinggal dengan usia lanjut. Oleh karenanya, perlu dilakukan pengkajian perubahan emosional pada usia lanjut untuk mendeteksi gelaja awal depresi.
TECHNIQUES OF PAIN REDUCTION IN THE NORMAL LABOR PROCESS : SYSTEMATIC REVIEW Anita, Wan
Jurnal Endurance Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.768 KB) | DOI: 10.22216/jen.v2i3.2357

Abstract

Pain during labor is a physiological condition commonly experienced by most maternity mothers. Labor pain is a subjective experience caused by uterine muscle ischemia, withdrawal and traction of uterine ligaments, ovarian traction, fallopian tubes and lower uterine distension, pelvic floor muscles and perineum. The pain in labor arises from psychic responses and physical reflexes. The purpose of this Systematic review is to look at effective methods for reducing pain in the labor process so that it can be used as an alternative method of reducing pain in patients who will give birth. This review systematic review of the published artike through google scholar site with 17 journals reviewed. In an effort to reduce labor pain there are various methods that can be used in providing midwifery care in the process of childbirth. Based on this systematic review it can be concluded that many methods of pain reduction that can be used in reducing labor pain are counter pressure and abdominal lifting, hypnobirthing, religious and murottal music, classical music and local music, relaxation, compress, warm ginger drink, acupressur , TENS, account and aromatherapy.
HUBUNGAN KONSELING DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN IBU HAMIL MENGKONSUMSI TABLET Fe Juwita, Ratna
Jurnal Endurance Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.699 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i1.2383

Abstract

The Nutritional problem that many occur in the pregnant women was anemia. When the mother was not pregnant, iron needed, could be fullfil from a healthy and balanced diet, But in a state of pregnancy, iron supply from food was still insufficient, So it took the supplements of tablets plus blood/iron 90 tablets during pregnancy. The incidence of anemia in Sikijang Public Health Center increased. While the distribution of Fe3 tablets in pregnant women has reached 100%.The purpose of this research is to know the relationship Counseling and family support for maternity compliance consuming Fe tabletsIn the working area of Sikijang Community Health Center 2015.The type of this research is analytic with cross sectional approach.The sample in this study was 70 pregnant women. The sampling technique was done by proportional random sampling. The data were analyzed by univariate and bivariate using Chi Square test. The results showed that there was a significant relationship between counseling with adherence level of pregnant women who consuming Fe tablet with p value 0.034. There was a significant relationship between the family support and compliance rate of pregnant women who consuming Fe tablets with p value 0.029. Masalah gizi yang banyak terjadi pada ibu hamil adalah anemia. Saat keadaan tidak hamil, kebutuhan zat besi biasanya dapat dipenuhi dari menu makanan sehat dan seimbang.Tetapi dalam keadaan hamil, suplai zat besi dari makanan masih belum mencukupi sehingga dibutuhkan suplemen berupa tablet tambah darah/zat besi 90 tablet selama kehamilan. Kejadian anemia di Puskesmas Sikijang mengalami peningkatan. Sedangkan pendistribusian pemberian tablet Fe3 pada ibu hamil sudah mencapai target. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konseling dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe di wilayah kerja puskesmas Sikijang Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan crossectional. Sampel pada penelitian ini adalah 70 orang ibu hamil. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara proportional random sampling. Data dianalisa secara Univariat dan bivariate dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara konseling dengan tingkat kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe dengan p value 0,034. Terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe dengan p value 0,029.