cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 24776521     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Online ISSN : 2477-6521 is a journal published three times a year in February, June and October containing unpublished health disciplines anywhere in the field of health science development and to apply some community-based research results in enhancing community participation and independence for healthy living. Any manuscripts submitted through an online process and reviewed by a fellow partner will determine the manuscripts contained in this journal. Jurnal Endurance published by Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X.
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
EFEKTIFITAS TERAPI ASMAUL HUSNA TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN FRAKTUR DI RSUD PROVINSI RIAU Wulandini, Putri; Roza, Andalia; Safitri, Santi Riska
Jurnal Endurance Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.882 KB) | DOI: 10.22216/jen.v3i2.3116

Abstract

Fracture in Indonesia becomes the third rank death causing under the coronary heart attack and tuberculosis. Fracture is dissolution of the bone continuality which is caused by suddenly or more spirit, causing the according to licking, bending destruction, twisting and pulling. The research aims to determine effectivity of the Asmaul Husna therapy on the fracture patient in the dahlia room of Arifin Achmad general hospital of riau province. The research was operated on 01 March until 26 March. The research design was quasy experiment by pre test design and post test design with control. Sample in this research is as many as 30 peoples, 15 peoples for the experiment group and 15 peoples for the control group. The used measurement equipment was observation sheet and given the Asmaul Husna therapy for the experiment group. The use analisys was univariate and bivariate by T-test . Outcome of the T-test showed that there is the difference of asmaul husna therapy average on p = 0,000 / p > 5 % (0,05), then it can be concluded than Ho rejected. The research outcome shows that the Asmaul Husna therapy is effective to reduce the pai scale on the fracture patient. Based on the research outcome, hopefully the nurse teaches the Asmaul Husna therapy for the patient and applies for the fracture patient.Fraktur di Indonesia menjadi penyebab kematian terbesar ketiga di bawah penyakit jantung koroner dan tuberkulosis. Fraktur  adalah terputusnya kontinuitas tulang yang disebabkan oleh kekuatan yang tiba-tiba dan berlebihan, yang dapat berupa pemukulan, penghancuran penekukan, pemuntiran atau penarikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi Asmaul Husna pada pasien fraktur di ruangan Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 01 Maret sampai 26 Maret Desain penelitian ini quasy eksperiment dengan rancangan pre test and post test design with control. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 orang, 15 orang sampel untuk kelompok eksperimen dan 15 orang untuk kelompok kontrol. Alat ukur yang digunakan adalah lembaran observasi dan diberikan terapi asmaul husna pada kelompok eksperimen. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji T-test. Hasil uji T-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata terapi Asmaul Husna dengan nilai p=0,000 / p<5 % (0,05). Jadi dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi Asmaul Husna efektif untuk mengurangi skala nyeri pada pasien fraktur. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan perawat mengajarkan penggunaan terapi asmaul husna pada pasien dan menerapkannya pada pasien fraktur.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SHALAT TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA Yuldeni, Yuldeni; Awaluddin, Awaluddin
Jurnal Endurance Vol 1, No 3 (2016): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.403 KB) | DOI: 10.22216/jen.v1i3.1533

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah yang cukup dominan di dunia, baik di negara-negara maju maupun di negara-negara berkembang. Tekanan darah secara alami cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan shalat terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Khusnul Khotimah Pekanbaru.Jenis penelitian ini adalah kuantitatifdengan pendekatan rancangan cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini adalah 40lansia hipertensi dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dan tensimeter. Data dianalisa menggunakan uji statistik Kolmogorov smirnov.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan p value=0,029dan shalat denganp value=0,004 terhadap tekanan darah pada lansia hipertensi di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Khusnul Khotimah Pekanbaru. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkanlansia hipertensi di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Khusnul Khotimah Pekanbaru untuk dapat mencari informasi yang lebih banyak tentang hipertensi dan lebih taat melaksanakan shalat.   Hypertension is one of the problems are quite dominant in the world, both of develope countries and developing countries. Blood pressure naturally tends to increase with age. This study aimed to determine the relationship of knowledge and prayer toward blood pressure in hypertensive elderly at Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Khusnul Khotimah Pekanbaru. The type of this research is quantitative with cross sectional approach. Total of the sample of this study were 40 hypertensive elderly and sampling techniques were using total sampling. Measuring instruments used are questionnaires and tensimeter. Data were analyzed with Kolmogorov smirnov test. The results that there were  relationship between knowledge with p value= 0,029 and prayer with p value= 0,004 toward blood pressure on the hypertension elderly at Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Khusnul Khotimah Pekanbaru. Based on these results, hypertension in the elderly is expected to Balai Pelayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Khusnul Khotimah Pekanbaru to be able to seek more information about hypertension and more devount on prayers.
HUBUNGAN SUPERVISI DAN MOTIVASI DENGAN PEMBERIAN CAIRAN INFUS SESUAI SPO OLEH PERAWAT PELAKSANA Widiawati, Susi; Apriana, Ona; Merdekawati, Diah
Jurnal Endurance Vol 2, No 3 (2017): Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.494 KB) | DOI: 10.22216/jen.v2i3.1708

Abstract

Intravenous therapy (VI) is the therapy frequently used on medical care. More than 60% of clients treated at hospital applied the therapy.  The problem found was inappropriate standard operational procedure in applying Intravenous therapy. The purpose of this study was to know the correlation of supervision and motivation in  applying Intravenous therapy based on standard operational procedure  done by nurse at inpatient care facility of Siloam Hospital, Jambi.Populations were all nurses worked at the hospital. The samples were 51 nurses; it was a total sampling. The result of univariate analysis revealed that the number of respondents who had a good supervision was 30 nurses (58.9%). Meanwhile, the respondents having high motivation were 26 (51%), and the respondents who applied intravenous therapy based on standard operational procedure were 43 nurses (64.3%). The biavariate showed that there was a significant correlation between supervision and applying intravenous therapy based on standard operational procedure (p-value 0.034<0.05) and there was a significant correlation between motivation and applying intravenous therapy based on standard operational procedure (p-value 0.018<0.05). In summary, there was a significant correlation of supervision and motivation in  applying Intravenous therapy based on standard operational procedure  done by nurse at inpatient care facility of Siloam Hospital Jambi.
Uji Bioaktivitas Ekstrak Daun Tawa Ndokulo (Kleinnhovia hospita Linn) Terhadap Bakteri Enteropatogenik Yunus, Reni; Malik, Nurhayu
Jurnal Endurance Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.757 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i1.3163

Abstract

Biodiversity in Indonesia  stored potential nutritious plants that can be used for the treatment and its potential further development. One plant in southeast Sulawesi, which is an endemic plant is tawa ndokulo (Kleinnhovia hospita L) has been studied. This plant containing chemical compound saponin,cardenolin, bufadienol and anthraquinone. This study aimed to determine the effectiveness of  tawa ndakulo leaf extract (Kleinnhovia hospita L) against enteropathogenic bacteria. This was an experimental laboratory, to design a one-shot case study is a design study with the treatment of the variables followed by observation or measurement of the independent variables. Test bioactivity tawa ndokulo leaf extract showed levels Minimal inhibitory tawa ndokulo leaf extracts against E.coli is at a concentration of 35%. While the minimal inhibitory concentration tawa ndokulo leaf extract  against  Salmonella thypu  bacteria are at a concentration of 55%. Based on Test bioactivity, tawa ndokulo  leaf extracts showed antibacterial activity against  E. coli and Salmonella thypi.  Biodiversitas di Indonesia tersimpan potensi tumbuhan berkhasiat yang dapat dimanfaatkan potensinya untuk pengobatan dan pengembangan lebih lanjut. Salah satu tanaman di Sulawesi tenggara yang merupakan tanaman endemik adalah tawa ndokulo ( Kleinnhovia hospita L). Tanaman ini telah diteliti mengandung senyawa kimia saponin, cardenolinn, bufadienol dan antrakinon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun tawa ndakulo (Kleinnhovia hospita L) terhadap bakteri enteropatogenik.Penelitian  ini  merupakan eksperimental laboratory, dengan desain one-shot case study yaitu suatu desain penelitian dengan perlakukan terhadap variabel yang diikuti dengan pengamatan atau pengukuran terhadap variabel independen. Uji bioaktivitas ekstrak daun tawa ndokulo menunjukkan Kadar Hambat Minimal ekstrak daun tawa ndokulo terhadap bakteri E.coli adalah pada konsentrasi 35 %. Sedangkan kadar  hambat minimal ekstrak daun tawa ndokulo terhadap bakteri Salmonella thypi adalah pada konsentrasi 55 %. Berdasarkan uji bioaktivitas ini, diketahui bahwa bahwa ekstrak daun tawa ndokulo efektif sebagai  antibakteri terhadap bakteri E.coli maupun bakteri Salmonella thypi.
Hubungan Pemeriksaan Kehamilan K4 dengan Kejadian Kehamilan Resiko Tinggi pada Ibu Hamil Trimester III Bukit, Rosmeri
Jurnal Endurance Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.572 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i1.2101

Abstract

A high-risk pregnancy is a pathological pregnancy that can affect the general state of the mother and baby. Early detection can be done on antenatal care service is by increasing coverage of antenatal care especially pregnancy examination ≥ 4 times or K4. The purpose of this study is to determine the relationship of pregnancy examination K4 with high risk of third trimester pregnancy at Harapan Raya Pekanbaru Health Center in 2014. The research quantitative type with analytical method, using cross sectional approach. Population of all pregnant women in the third trimester who conducted pregnancy checkup at the Puskesmas Harapan Raya total of 50 people. The sample size was 50 people with Total Sampling and statistical test using Chi square test. The results showed that obtained P value 0.001 where P value ≤ 0.005 Ho in rejection means there is a significant relationship. The conclusion of this study is that there is a relationship between the examination of pregnancy K4 with the incidence of high risk pregnancy trimester III.Kehamilan resiko tinggi merupakan kehamilan patologi yang dapat mempengaruhi keadaan umum ibu dan bayi. Cara deteksi dini dapat dilakukan pada pelayanan antenatal care yaitu dengan peningkatan cakupan pelayanan antenatal khususnya pemeriksaan kehamilan ≥4 kali atau K4. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemeriksaan kehamilan K4 dengan resiko tinggi kehamilan trimester III di Puskesmas Harapan  Raya Pekanbaru tahun 2014. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil trimester III yang  melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Harapan Raya  jumlah 50 orang. Jumlah sampel  50 orang   dengan Total Sampling dan uji statistik menggunakan  uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh P value 0,001 dimana P value ≤ 0,005 Ho di tolak artinya ada hubungan yang signifikan. Simpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara pemeriksaan kehamilan K4 dengan  kejadian kehamilan resiko tinggi trimester III.
Korelasi Lama Menjalani Hemodialisa Dengan Pruritus Pada Pasien Hemodialisa Wahyuni, Aria; Lawati, Uzia Zaida; Gusti, Eka
Jurnal Endurance Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.56 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i1.3845

Abstract

Dialysis is a process that aims to remove fluid and waste products from the body when kidney function is unable to carry out the process. One complication that is often experienced by patients is pruritus. This study aims to determine the long-standing relationship of undergoing hemodialysis with pruritus in patients with chronic renal failure. The design of the study was descriptive analytic with a cross sectional approach. The population of this study was all patients who underwent hemodialysis amounted to 83 people and all populations taken as samples with the technique used was total sampling. Data analysis used was univariate analysis and bivariate analysis using correlation test. The results showed that the average length of patients undergoing hemodialysis was 20.58 months with minimum and maximum values of 1 month and 98 months. The average score of patients who experience pruritus is 9.40 with a minimum and maximum value of 0 and 19. Relationship analysis showed a long association with hemodialysis with pruritus (p Value 0.023, r = 1). It is expected that nurses can modify the provision of nursing care by providing understanding to patients the importance of maintaining skin to prevent further pruritus by applying prutitus management in the hemodialysis room. Dialisis merupakan proses yang bertujuan untuk mengeluarkan cairan dan produk limbah dari dalam tubuh ketika fungsi ginjal tidak mampu melaksanakan proses tersebut. Salah satu komplikasi yang sering dialami pasien adalah pruritus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisa dengan pruritus pada pasien gagal ginjal kronik. Desain penelitiannya adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua pasien yang menjalani hemodialisa berjumlah 83 orang dan semua populasi diambil sebagai sampel dengan teknik yang digunakan adalah adalah total sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian didapatkan rata-rata lama pasien yang menjalani hemodialysis adalah 20,58 bulan dengan nilai minimum dan maksimum adalah 1 bulan dan 98 bulan. Rata-rata skor pasien yang mengalami pruritus adalah 9.40 dengan  dengan nilai minimum dan maksimum adalah 0 dan 19. Analisis hubungan menunjukkan adanya hubungan lama menjalani hemodialisa dengan pruritus (p Value 0.023, r = 1). Diharapkan perawat dapat memodifikasi pemberian asuhan keperawatan dengan memberikan pemahaman kepada pasien pentingnya menjaga kulit untuk mencegah pruritus lebih lanjut dengan menerapkan manajemen prutitus di ruang hemodialisa.
Analisis Pelaksanaan Pengodean Tindakan Medis Pasien JKN di RSI Siti Rahmah Padang Mardiawati, Dewi; Leonard, Devid
Jurnal Endurance Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.947 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i1.2541

Abstract

Claim process proposed by a hospital, there were still returned claim documents verification of BPJS, in which medical treatment codes were not corrected. The problem was that in implementation of coding application could influence the health cost service. A goal of the research was to expose the problem of coding application in medical treatment through analysis process of input and output factors. A kind of the research was qualitative with case study approach. This research was conducted at Islamic Hospital of Siti Rahmah of Padang from February to July 2017. The research informants were about 6 persons taken with a technique of purpose sampling. The analysis of result data were from detailed interview sourced from coding data reduction to be transcription. Category of providing data, interpretation. The research result showed that  medical treatment disturbance of coding  implementation was not clearness of doctor’s writing as icon of medical diagnose and incomplete resume sent. Computer coding system  was not maximal because of the new  medical record officers. Hospital officer added the strength in policy regulation  in human resources through increasing life skill such as training. The policy strength must be fixed regulation rewards and sanction for medical recorder not fulfilling the un accurate data. Besides, socialization from medical record unit about importance of medical diagnose treatment furthermore it relates with an implementation of SOP through regular watch.Pada proses pengajuan klaim di rumah sakit masih terdapat berkas yang dikembalikan verifikator BPJS, salah satu penyebab dikarenakan kode tindakan medis tidak tepat. Permasalahan pelaksanaan tindakan pengodean dan tindakan medis dapat mempengaruhi tarif pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi permasalahan pelaksanaan pengodean tindakan medis dengan menganalisis faktor input, proses dan output. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di RSI Siti Rahmah Padang dari bulan Februari sampai Juli 2017. Informan peneltian ini berjumlah 6 orang diambil dengan teknik purposive sampling, Analisis data hasil wawancara mendalam dengan tahap transkripsi, reduksi, coding, kategori, penyajian dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan yang menghambat kelancaran pelaksanaan pengodean tindakan medis adalah ketidak jelasan tulisan dokter sebagai penegak diagnosa dan tindakan medis serta ketidak lengkapan pengisian resume. Pengodean disistem komputerisasi belum maksimal karena petugas koding masih baru. Sebaiknya rumah sakit melakukan penguatan input, dibidang SDM dengan meningkatkan keterampilan melalui pelatihan. Penguatan kebijakan melalui regulasi dan sanksi tegas bagi SDM yang tidak mengisi rekam medis dengan baik dan benar, serta perlu sosialisasi tentang pentingnya pengisian diagnosa tindakan medis sesuai kaidah ICD 9 CM dan Penguatan fungsi manajemen dalam pelaksanaan pengodean tindakan medis terutama berkaitan dengan SOP pelaksanaan melalui kegiatan pengawasan secara berkala.
Determinan Kejadian Campak Pada Anak Usia Balita di Kota Bukittinggi Harisnal, Harisnal; Ediana, Dina
Jurnal Endurance Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.586 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i1.3326

Abstract

The incidence of measles in the city of Bukittinggi has increased in 2016, namely 77 cases, 40 cases (51.9%) among them in infants. The initial survey of 10 samples found that 40% experienced measles, 50% never had measles immunization, 70% said they did not give exclusive breastfeeding when they were babies. The aim of the study was to determine the factors associated with measles in children under five. Analytical research method with case control design. The population of all children under five, suffering from measles in 2016 was 40 people. Samples were taken by total sampling, and control samples were taken matching. Data was collected through guided interviews and observations, and data was processed computerically with chi-square statistical tests. The results of univariate analysis revealed that 66.7% of the samples were in the control group (66.7%), measles immunization, 73.3%, exclusive breastfeeding, and 57.5% had densely populated homes. Bivariate results, there was a relationship between immunization status ( p = 0,000 and OR = 10.7), exclusive breastfeeding (p = 0.034 and OR = 2.667) and occupancy density (p = 0.003 and OR = 3.807). It was concluded that the factors associated with the incidence of measles were immunization status, exclusive breastfeeding and occupancy density. There needs to be counseling about the disease, continuity from the officers so that the community understands and is aware of the importance of efforts to prevent measles. Kejadian penyakit campak di Kota Bukittinggi mengalami peningkatan pada tahun 2016, yaitu 77 kasus, 40 kasus (51,9 %) diantaranya pada balita. Survei awal terhadap 10 sampel, didapatkan bahwa 40% mengalami kejadian campak, 50% tidak pernah melakukan imunisasi campak, 70% mengatakan tidak memberikan ASI eksklusif saat bayi, Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian campak pada anak usia balita. Metode penelitian analitik dengan desain case control. Populasi seluruh anak usia balita, menderita penyakit campak pada tahun 2016 sebanyak 40 orang. Sampel diambil secara total sampling, dan sampel kontrol diambil secara matching. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin dan observasi, dan data diolah secara komputerisasi dengan uji statistik chi-square. Hasil analisis univariat diketahui 66,7 % sampel merupakan kelompok kontrol, (66,7 %),  imunisasi  campak, 73,3 %, ASI eksklusif , dan 57,5 % memiliki rumah padat penghuni.Hasil bivariat, adanya hubungan antara status imunisasi (p=0,000dan OR =10,7), pemberian ASI eksklusif (p=0,034dan OR =2,667) dan kepadatan hunian (p=0,003dan OR =3,807). Disimpulkan faktor yang berhubungan dengan kejadian campak adalah status imunisasi, pemberian ASI eksklusif dan kepadatan hunian.Perlu adanya penyuluhan tentang penyakit, berkesinambungan dari petugas sehingga masyarakat lebih memahami serta menyadari tentang pentingnya upaya pencegahan penyakit campak.
Efektivitas Teknik Relaksasi Progresif Dalam Mengurangi Kesulitan Tidur Pada Remaja Mariyana, Rina
Jurnal Endurance Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.998 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i1.3589

Abstract

Sleep deprivation Sleep can cause mood disorders, lack of concentration, emotions and lazy interests. There are several ways to classify sleep, one with a relaxation technique that is done by using non-pharmacological techniques in relaxing the muscles, where it mixes with sleep. Loud with the brain and muscles using the parasympective nervous system with relaxation techniques. will go to sleep. This study aims to provide relaxation techniques to stimulate a simple nervous system in adolescents in Modern Diniyah Princess Dormitory. Quantitative research that uses the Comparative Intack Group Pre-Experiment design with interview methods and relaxation techniques for one group but two groups, namely half groups for experimentation (and not for treatment). The research subjects were adolescents who were asleep with a total of 20 respondents. The results of my research were 10 control groups without the help of relaxation techniques with heavy sleep as much as 2 people and 10 groups with no one having severe sleep difficulties. Giving up 20 minutes of progressive relaxation techniques can reduce the people experienced by adolescents in the modern early days.Kekurangan tidur dapat menyebabkan gangguan mood, kurang konsentrasi, emosi dan  menimbulkan malas. Ada beberapa cara untuk mengatasi kesulitan tidur, salah satunya dengan teknik relaksasi progresif Teknik relaksasi progresif merupakan terapi non farmakologis dalam merilekskan otot, dimana ketika mengalami gangguan tidur maka ada ketegangan pada otak dan otot sehingga dengan mengaktifkan saraf parasimpatif dengan teknik relaksasi ketegangan otot akan berkurang dan akan masuk ke kondisi tidur . Penelitian ini bertujuan untuk memberikan teknik relaksasi progresif dalam menstimulasi turunnya sistem saraf simpatis sehingga otot menjadi rileks pada remaja di Asrama Putri Diniyah Moderen. Penelitian kuantitatif yang menggunakan desain Pre-Eksperiment Intack Group Comparison dengan metode wawancara dan teknik relaksasi terdapat satu kelompok tetapi dibagi dua, yaitu setengah kelompok untuk eksperimen (yang diberi perlakuan) dan setengah untuk kelompok kontrol (yang tidak diberi perlakuan). Subyek penelitian adalah anak remaja yang mengalami kesulitan tidur dengan jumlah responden sebanyak 20. Hasil penelitian yang saya lakukan 10 orang kelompok kontrol tanpa pemberian teknik relaksasi progresif dengan kesulitan tidur berat sebanyak 2 orang dan 10 orang kelompok dengan pemberian teknik relaksasi progresif tidak ada yang mengalami kesulitan tidur tingkat berat. Pemberia n Teknik relaksasi progresif selama 20 menit dapat menurunkan kesulitan tidur yang dialami oleh remaja puti di diniyah moderen.
Nyeri Punggung Bawah pada Pegawai Bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau Ningsih, Kursiah Warti
Jurnal Endurance Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.932 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i1.3634

Abstract

Low back pain is a painful condition that is felt in the lower back region, can be local pain, or radicular pain, or both. Some of the causes are sitting position and long sitting. This study aims to determine the factors associated with the incidence of low back pain in employees in the Bina Marga in the Public Works Department. An initial survey conducted on 30 employees, it is known that 21 employees (70%) said they had experienced lower back pain. This type of research is quantitative analytic with cross sectional design. This research was conducted on employees of the clan sector in the Public Works Department of Riau Province on August 4 to 24, 2014. The sample in this study amounted to 50 people, the sampling technique used was accidental sampling technique. Data collection using the RULA Employee Assessment Worksheet and questionnaire. Data analysis using frequency distribution and chi square test with α 0.05. The results showed that the four variables that were significantly related were sitting position ( 0.001), sitting length (0.004), age ( 0.001) and sex ( 0.001). Based on the results of this study it can be seen that the factor of sitting position, length of sitting, age and sex affects lower back pain in employees of the Community Development Division in the Public Works Department of Riau Province.Nyeri punggung bawah adalah kondisi nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, dapat berupa nyeri lokal, maupun nyeri radikuler, maupun keduanya. Beberapa penyebabnyayaitu posisi duduk dan lama duduk. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian nyeri punggung bawah pada pegawai  bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum. Survey awal yang dilakukan pada 30 pegawai, diketahui bahwa 21 orang pegawai (70%) mengatakan  pernah mengalami nyeri punggung bawah. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan  pada pegawai bidang bina marga di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau  pada  tangal 4 s/d 24 Agustus  2014. Sampel dalam penelitian ini  berjumlah  50  orang, teknik pengambilan sampel mengunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data  mengunakanRULA Employee Assesment Worksheet dan kuesioner. Analisa data mengunakan  distribusi  frekuensi dan uji chi square dengan  α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan keempat variabel yang berhubungan secara signifikan adalah posisi duduk (pvalue = 0.001),  lama duduk (pvalue = 0.004), umur (pvalue = 0.001) dan jenis kelamin (pvalue = 0.001). Berdasarkan hasil penelitian ini terlihat bahwa factor posisi duduk, lama duduk, umur dan jenis kelamin mempengaruhi nyeri punggung bawah pada pegawai Bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau.