cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 24776521     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Online ISSN : 2477-6521 is a journal published three times a year in February, June and October containing unpublished health disciplines anywhere in the field of health science development and to apply some community-based research results in enhancing community participation and independence for healthy living. Any manuscripts submitted through an online process and reviewed by a fellow partner will determine the manuscripts contained in this journal. Jurnal Endurance published by Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X.
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
Self Management Menentukan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Luthfa, Iskim; Fadhilah, Nurul
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.996 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.4026

Abstract

People with diabetes mellitus are at risk of developing complications, so that it affects the quality of life. These complications can be minimized through self-care management. This study aims to determine the relationship between self management with the quality of life for people with diabetes mellitus. This research is a kind of quantitative research with correlation study. This research used cross sectional design. The sampling technique uses non probability with estimation consecutive sampling. The number of respondents in this research are 118 respondents. Instrument for measuring self management used diabetes self management questionnaire (DSMQ), and instruments to measure quality of life used quality of life WHOQOL-BREEF. The data obtained were processed statistically by using spearman rank test formula and p value of 0,000 There is a significant relationship of self management with the quality of life of people with diabetes mellitus. Penderita Diabetes mellitus beresiko mengalami komplikasi yang dapat mempengaruhi kualitas hidupnya. Komplikasi tersebut dapat diminimalkan melalui manajemen perawatan diri (self management). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self management dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan pendekatan consecutive sampling. Jumlah sampel sebanyak 118 responden. Instrumen penelitian untuk mengukur self management menggunakan diabetes self management questionnaire (DSMQ), dan instrumen untuk mengukur kualitas hidup menggunakan quality of life WHOQOL-BREEF. Analisis data menggunakan spearman rank dan didapatkan hasil nilai p value 0,000 dan r 0,394.Terdapat hubungan antara self management dengan kualitas hidup pasien diabetes mellitus dengan arah korelasi positif.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Dukungan Keluarga Penderita TB Paru Sari, Dian
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.732 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.3476

Abstract

Pulmonary Tuberculosis is one of the infectious diseases that become the main problem of Indonesian society. Based on a survey conducted at Andalas Public Health Centre obtained PMO (supervisor taking medicine) TB Lungless provide support to the patient of Pulmonary TB.. This study aims to determine the relationship of knowledge and attitude with the support of family as the PMO of Pulmonary TB patients. The study was conducted at the Andalas Public Health Centre Padang in 2017. The type of descriptive analytic research using a cross-sectional approach with a sample of 59 people taken from a population of 145 people PMO using simple random sampling systematic techniques. The results showed that 27.1% of PMO was not good at providing support, 32.2% knowledge was low, and 37.3% had a negative attitude. Chi-square test concluded that there is a significant correlation between knowledge (p = 0,036), and attitude (p = 0,000), with family support as PMO in Public health centre working area Andalas Padang of the year 2017. The result of this research can be used as a reference in improving TB program Lung so it can reduce the incidence of Pulmonary TB in Public health centre working area Andalas Padang. Tuberkulosis Paru merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah utama masyarakat Indonesia. Berdasarkan survei yang dilakukan di Puskesmas Andalas Kota Padang didapatkan sebahagian PMO (pengawas minum obat) TB Paru kurang memberikan dukungan kepada penderita TB Paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan dukungan keluarga sebagai PMO penderita TB Paru.Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang Tahun 2017. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectionaldengan sampel sebanyak 59 orang yang diambil dari populasi 145 orang PMO menggunakan teknik sistematik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan 27,1% PMO kurang baik dalam memberikan dukungan, 32,2% pengetahuan rendah, dan 37,3% mempunyai sikap negatif. Uji chi-square disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p= 0,036), dan sikap (p=0,000), dengan dukungan keluarga sebagai PMO di Wilayah kerja Puskesmas Andalas Padang Tahun 2017. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam meningkatkan program TB Paru sehingga dapat menurunkan angka kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang
Studi Fenomenology Pelaksanaan Handover Dengan Komunikasi SBAR Dewi, Ratna; Rezkiki, Fitrianola; Lazdia, Wenny
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.346 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.2773

Abstract

Handover with SBAR communication is one step in achievement Patient Safety is very important implemented to reduce the incidence of accidents patient. One of Bukittinggi Hospital own patient safety program to ensure patient safety in the hospital and has been showcased in the Standard Operating Procedures (SOPs) based communications SBAR patient safety. This study aims to explore the perception of nurses in the implementation of the handover to the SBAR communication. The method used is qualitative research with phenomenological approach. Participants were a total of 11 people made up of nurses, chief nursing room and head with purposive sampling technique. Result of research showed are differences in perceptions; Socialization  is optimal; Motivation in implementing the Optimally yet; The positive impact of the implementation SBAR Handover and non-performance risk SBAR handover Recommendations from this study are expected so that the structural management of the hospital can increase supervision to control the implementation of Handover with SBAR communication, and make Standard Operating Procedures for implementing Handover with SBAR CommunicationHandover dengan Komunikasi SBAR merupakan salah satu langkah dalam pencapaian Patient Safety yang sangat penting dilaksanakan untuk menurunkan insiden kecelakaan pasien. RS Kota Bukittinggi sudah memiliki program patient safety  untuk menjamin keselamatan pasien di rumah sakit dan telah di tuangkan dalam Standar Prosedur Operasional (SPO) patient safety komunikasi berbasis SBAR. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi persepsi perawat dalam pelaksanaan Handover dengan komunikasi SBAR. Metode Penelitian yang digunakan  ialah  kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan berjumlah 11 orang terdiri dari perawat, kepala ruangan dan kepala bidang keperawatan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini memunculkan lima tema yaitu Perbedaan persepsi, Sosialisasi yang optimal; Motivasi belum optimal; Adanya dampak positif pelaksanaan SBAR dan resiko tidak terlaksananya SBAR saat Handover. Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan agar manajemen struktural rumah sakit dapat meningkatkan supervisi untuk mengontrol pelaksanaan Handover dengan komunikasi SBAR, serta membuat Standar Operasional Prosedur pelaksanaan Handover dengan Komunikasi SBAR.
Metode Storytelling Efektif Sebagai Media Edukasi Untuk Meningkatkan Kepatuhan Gosok Gigi Malam Khasanah, Nopi Nur; Satriyo, Panji
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.272 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.4078

Abstract

Dental and oral problems in Indonesia mostly experienced by school age children. One of the most fundamental cause is the lack of parents’ awareness who don’t treat their children to brush their teeth at the right time. Whereas, nnhealthy condition of the dental and oral will result broad impact and affect the condition of the body. Therefore, night toothbrushing is important to prevent the development of bacteria that damage the teeth. The aim of this research was to determine the effectiveness of health education using storytelling method on night toothbrushing in school age children. The methods of this research used pre-experimental quantitative method with one group pretest-posttest design. The data were collected by giving checklist sheet of night toothbrushing habit. The number of sample in this study were 142 respondents selected by stratified sampling and purposive sampling technique. The data was analyzed by Wilcoxon test. The result of data showed that from 142 respondents most characteristic aged 11 years old were 20,4% respondents and the respondents in grade 6 were 22,5% respondents. The study showed that 35,9% respondents didn’t doing night toothbrushing before giving treatment, and 20,4% respondents were did night tootbrushing after intervention. Wilcoxon test showed p-value of  0,000 (p-value <0,05). Researcher conclude that health education with storytelling method was effective to build up the night toothbrushing habit in school age children. Permasalahan gigi dan mulut di Indonesia paling banyak dialami oleh anak usia sekolah. Salah satu penyebab paling mendasar adalah kurangnya kesadaran dari orang tua dalam membiasakan anak untuk menyikat gigi pada waktu yang tepat. Padahal, kondisi gigi dan mulut yang tidak sehat akan berdampak luas dan mempengaruhi kondisi tubuh. Oleh karena itu, gosok gigi malam penting untuk mencegah perkembangan bakteri yang merusak gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan dengan metode storytelling terhadap kepatuhan gosok gigi malam pada anak usia sekolah. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif pre eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar checklist tindakan gosok gigi malam. Jumlah responden sebanyak 142 siswa yang diambil dengan teknik stratified sampling kemudian dilanjutkan dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian diolah secara statistik menggunakan uji  Wilcoxon. Hasil analisa diperoleh bahwa dari 142 siswa sebagian besar memiliki karakteristik usia 11 tahun sebanyak 20,4% dengan tingkat pendidikan sebagian besar kelas 6 yaitu 22.5%. Hasil penelitian menunjukkan 35,9% responden tidak pernah melakukan gosok gigi malam sebelum diberikan pendidikan kesehatan, dan 20,4% responden melakukan gosok gigi malam setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil Uji Wilcoxon diperoleh nilai p atau p-value 0,000 (p-value <0,05). Peneliti menyimpulkan bahwa edukasi dengan metode storytelling efektif untuk menumbuhkan perilaku gosok gigi malam pada anak.
Pengaruh Terapi Psikoreligi Terhadap Mekanisme Koping Klien Skizofrenia Sutinah, Sutinah
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.394 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.3953

Abstract

Skizofrenia yaitu gangguan jiwa ditandai dengan keterbatasan komunikasi, aktivitas, tidak sesuai realita, tidak berespon dan ketidakmampuan berfikir peran serta individu dan dukungan dari keluarga diperlukan untuk meningkatkan mekanisme koping sehingga tercapai mekanisme koping adaptif. Berbagai terapi dapat dilakukan meningkatkan mekanisme koping diantaranya terapi psikoreligi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi psikoreligi terhadap mekanisme koping klien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif quasi experimental, pre-test and post –test one group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh klien skizofrenia sebanyak 161 orang dengan jumlah sampel sebanyak 24 orang adapun tehnik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dari hasil uji statistik univariat diketahui sebanyak 100%  mengalami koping maladaptif. Hasil uji statistik bivariat menunjukkan ada pengaruh terapi psikoreligi terhadap mekanisme koping dengan p-value 0.000 (< 0.05). Penelitian ini menunjukkan bahwa klien sebaiknya melakukan terapi psikoreligi (seperti melakukan ibadah) pada saat mengalami koping maladaptif.Schizophrenia is a mental disorder characterized by limited communication, activity, not in accordance with reality, not responding and the inability to think of individual participation and support from the family is needed to improve the coping mechanism so that an adaptive coping mechanism is achieved. The Various therapies can be done to improve coping mechanisms including psychotherapy. The purpose of this study was to determine the effect of psychiatric therapy on coping mechanisms of schizophrenic clients at the Jambi Provincial Mental Hospital. The type of research used is quasi-experimental quantitative, pre-test and post-test one group design. The populations in this study were all schizophrenic clients as many as 161 peoples with a total sample of 24 people.Tthe sampling technique was purposive sampling. The data collection using a questionnaire.The data analysis used univariate and bivariate test. The results of univariate statistical tests it was found that 100% experienced maladaptive coping. The results of bivariate statistical tests showed that there was an effect of psychiatric therapy on coping mechanisms with p-value 0.000 (<0.05). This research shows that clients should do psycho-therapy (such as performing worship) when experiencing maladaptive coping.
Pengalaman Lansia dengan Demensia Ringan-Sedang Dalam Melakukan Komunikasi dengan Pelaku Rawat: Systematic Review Malikal Balqis, Ummi; Sahar, Junaiti
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.135 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.4046

Abstract

Dementia is a progressive decline in cognitive abilities that characterized by memory loss that affects everyday abilities. One of the most common problems in elderly with dementia is communication problem. The purpose of this systematic review is to explore the experience of elderly with mild-moderate dementia in communicating with caregivers. This article uses the systematic review method to all selected articles. Through this systematic review approach, six selected themes in phenomenology journals explain that elderly with mild-moderate dementia can describe the symptoms of dementia experienced, feelings of loss and stress caused of dementia, negative stigma towards elderly dementia, loss of control and desire to make their own decisions, and problems in interpersonal relationships. The ability of elderly with mild-moderate dementia in communicating their experiences when interacting with caregivers can be a consideration for caregivers in making decisions related to the condition of their experience in elderly with dementia Demensia merupakan penurunan secara progresif pada kemampuan kognitif yang ditandai dengan kehilangan memori yang mempengaruhi kemampuan sehari-hari. Salah satu masalah yang cukup dominan dirasa pada lansia demensia yaitu masalah di dalam komunikasi. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk melihat pengalaman lansia dengan demensia ringan-sedang dalam melakukan komunikasi dengan pelaku rawat. Artikel ini menggunakan metode penulisan systematic review terhadap artikel terpilih. Melalui pendekatan systematic review ini, enam jurnal fenomenologi terpilih menyebutkan bahwa tema-tema yang muncul saat lansia dengan demensia ringan-sedang melakukan komunikasi dengan pelaku rawat, diantaranya lansia mampu untuk menceritakan gejala demensia yang dialami, perasaan kehilangan dan tertekan, stigma negatif orang lain, kehilangan kendali dan keinginan untuk mengambil keputusan sendiri, serta masalah di dalam hubungan interpersonal. Kemampuan lansia dengan demensia ringan-sedang dalam mengungkapkan pengalamannya ketika berinteraksi dengan pelaku rawat dapat menjadi pertimbangan bagi pelaku rawat dalam menentukan keputusan pemberian pelayanan berkaitan dengan kondisi demensia yang dialaminya
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Partisipasi Ibu Balita ke Posyandu di Jorong Tarantang Nurdin, Nurdin; Ediana, Dina; Dwi Martya Ningsih, Nila Sari
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.699 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.3626

Abstract

Posyandu serves to facilitate the community in knowing or checking health, especially for pregnant women and children under five. in Dharmasraya the achievement of weighing D / S on toddlers is in the 12th rank out of 19 regencies / cities in West Sumatra with an achievement of 73.5%, this figure shows lower achievement if in 2013 it was 82.9%. This study aims to determine the relationship between knowledge, work, motivation and the role of cadres with the participation of mothers of toddlers visiting posyandu. The research design was descriptive analytic withdesign cross sectional. The population of this study was 108 mothers of toddlers in Tarantang Jorong. The sampling technique is simple random sampling, the sample size is 85 respondents. Data collection techniques through observation, interviews and distribution of questionnaires to respondents. Data analysis usingtest chi square. The results showed that among 85 known samples who did not participate in Keposyandu visit 55.3% (47 respondents from the analysis there was a relationship between knowledge (Pvalue = 0.021, OR = 3.098), work (Pvalue = 0.014, OR = 3.467), motivation (Pvalue = 0.003, OR = 4.332), the role of cadres (Pvalue= 0.027, OR = 2.971) participation of mother's visit to posyandu. The conclusion of the study is that there is a relationship between knowledge, work, motivation, the role of cadres and the participation of mothers of toddlers to posyandu Motivate and invite mothers to toddlers to always go to posyandu every once a month.Posyandu  berfungsi  untuk  memudahkan  masyarakat  dalam  mengetahui atau memeriksakan kesehatan terutama untuk ibu hamil dan anak balita. di Dharmasraya pencapaian penimbangan D/S pada balita berada pada rangking ke-12 dari 19 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat dengan pencapaian 73,5%, angka ini menunjukan pencapaian lebih rendah jika dari pada tahun 2013 yaitu 82,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pekerjaan, motivasi dan peran kader dengan partisipasi kunjungan ibu balita ke posyandu. Desain penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 108 ibu balita di jorong tarantang. Teknik Pengambilan  sampel secara simple  random  sampling, besar sampel 85 responden. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan pembagian kuesioner kepada responden. Analisis data dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 85 sampel diketahui yang tidak partisipasi dalam kunjungan  keposyandu  55,3%  (47 responden dari hasil analisis terdapat hubungan antara pengetahuan  (Pvalue= 0,021, OR =3,098), pekerjaan (Pvalue=0,014, OR=3,467), motivasi (Pvalue=0,003,OR=4,332), peran kader (Pvalue=0,027,OR=2,971) partisipasi kunjungan ibu balita ke posyandu.Kesimpulan penelitian diketahui ada hubungan antara pengetahuan, pekerjaan, motivasi, peran kader dengan partisipasi kunjungan ibu balita ke posyandu. Memberikan motivasi serta mengajak ibu balita untuk selalu ke posyandu setiap satu bulan sekali.
Pengetahuan Remaja Putri Tentang Konsumsi Tablet FE Pada Saat Menstruasi Pengan Anemia Angrainy, Rizka; Fitri, Lidia; Wulandari, Vipit
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.666 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.4100

Abstract

Anemia is a public health problem in the world. According to the World Health Organization (WHO), anemia cases occur 24.8% of the population and an estimated 50-80% of anemia is caused by iron deficiency. Anemia most often occurs in adolescents during menstruation and can be prevented by consuming Fe tablets. Initial survey of 10 female students showed most do not know about consuming Fe tablets during menstruation and 3 of them have Hb below 12 g%. The purpose of research to know the relationship of the adolescent knowledge about consuming fe tablets when menstrual with anemia in Junior High School 20 Pekanbaru 2018. The research design is quantitative Analitic with Cross Sectional approach.The population in this research amounted to 148 people with sampling using technique is purposive sampling as many as 86 people. The data obtained from the questionnaire and Hb measurements on the respondents.The statistical analysis used chi-square. The result of univariate analysis showed that most of the respondents (59,3%) had good knowledge about consuming Fe tablets during menstruation and the majority of respondents (84,3%) is not anemic. Test result obtained P Value < α (0,001<0,05), and it can be concluded that there is a significant relationship between of the adolescent knowledge about consuming Fe tablets when menstrual with anemia.Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat diseluruh dunia. Menurut World Health Organization (WHO), kasus anemia terjadi 24,8% dari populasi dan diperkirakan sekitar 50-80% anemia disebabkan oleh defisiensi besi. Anemia paling sering terjadi pada remaja saat menstruasi dan dapat dicegah dengan mengonsumsi tablet Fe. Survei awal terhadap 10 siswi menunjukkan sebagian besar tidak mengetahui tentang konsumsi tablet Fe pada saat menstruasi dan 3 diantaranya memiliki Hb dibawah 12 gr%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri tentang  konsumsi tablet Fe pada saat menstruasi dengan anemia di SMP Negeri 20 Pekanbaru. Jenis penelitian Analitik Kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Populasi sebanyak 148 orang dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 86 orang. Data penelitian diperoleh dari kuesioner dan pengukuran Hb. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian sebagian besar responden 59,3% memiliki pengetahuan baik tentang mengonsumsi tablet Fe pada saat menstruasi dan mayoritas responden 84,3% tidak anemia. Hasil uji diperoleh Pvalue  < α (0,001<0,05) dan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan remaja putri tentang konsumsi tablet Fe pada saat menstruasi dengan anemia.
Relationship of Workload and Double Role With Work Fatigue on Batik Craftsmen Herdianti, Herdianti; Maryana, Tatik
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.407 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.4013

Abstract

Background: In Batik Mawar, almost all work is done manually using the hands and upper arms on a continuous basis combined with the rigor of work and the use of traditional tools. The work has a heavy workload because all the work process is done by the same craftsman causing fatigue besides that the worker also have double role. The purpose of this study is to determine the relationship between workload and dual role with feelings of fatigue on craftsmen batik roses.Method: This research is Quantitative research with Cross Sectional research design. The population in this study are all artisans in Batik Mawar. Sampling in this study using total sampling technique with the number of research samples as many as 40 respondents. Data analysis used by Univariat and Bivariat.Result: Result of data analysis using Chi-Square test for work load got value p-Value = 0,001. The result of data analysis using Chi-square test for double role got p-value = 0,031. Thus it is concluded that there is a meaningful relationship between workload and dual role with feeling tired. We recommend that craftsmen wash clothes 2 times a day, cook ready meals, other than together in completing the work at homeDi Batik Mawar, hampir semua pekerjaan dikerjakan secara manual menggunakan tangan dan lengan atas secara berkesinambungan yang dikombinasi dengan ketelitian kerja dan penggunaan alat-alat tradisional. Pekerjaan mempunyai beban kerja yang berat dikarenakan semua proses kerja dilakukan oleh pengrajin yang sama sehingga menimbulkan kelelahan disamping itu pekerjanya juga memiliki peran ganda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dan peran ganda dengan perasaan lelah pada pengrajin batik mawar.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengrajin di Batik Mawar. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 40 responden. Analisis data yang digunakan Univariat dan Bivariat.Hasil: Hasil analisis data yang menggunakan uji Chi-Square untuk beban kerja didapatkan nilai p-Value = 0,001. Hasil analisis data yang menggunakan uji Chi-square untuk peran ganda didapatkan nilai p-value= 0,031. Dengan demikian  disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara beban kerja dan peran ganda dengan perasaan lelah.Sebaiknya pengrajin mencuci pakaian 2 kali sehari, memasak makanan siap saji, selain itu dengan cara bersama-sama dalam menyelesaikan pekerjaan dirumah.
Analisis Pengalaman Keluarga Merawat Pasien Skizofrenia dengan Masalah Halusinasi Pendengaran Pasca Hospitalisasi Harkomah, Isti
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.835 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.3844

Abstract

Clients with hallucinations really need continuous family support both internal and external families. Reduced external family support will cause a heavy burden on the internal family in caring for hallucinatory clients. The reason families bring to the hospital is the inability to treat patient hallucinations at home after hospitalization because hallucinations pose a burden on the family. The purpose of this study was to find out in-depth information about family experience in treating schizophrenic patients who experience auditory hallucinations after hospitalization. This research is qualitative research, the phenomenology approach uses the method of collecting data by in-depth interviews and document review. Data were obtained by in-depth interviews with six participants. The results of the study are two main themes, namely family understanding of recognizing hallucinatory problems after hospitalization and family experience in treating schizophrenic patients with hallucinatory problems.It is hoped that health services will further improve the quality of health services in providing health education to families about how to properly care for hallucinatory patients and families are expected to be able to treat hallucinogenic patients well.Klien dengan halusinasi sangat membutuhkan dukungan dari keluarga secara terus menerus baik keluarga internal maupun eksternal. Berkurangnya dukungan keluarga eksternal akan menimbulkan beban yang berat bagi keluarga internal dalam merawat klien halusinasi. Alasan keluarga membawa ke RSJ adalah ketidakmampuan merawat halusinasi pasien dirumah pasca rawat inap karena halusinasi menimbulkan beban bagi keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi mendalam tentang pengalaman keluarga dalam merawat pasien skizofrenia yang mengalami masalah halusinasi pendengaran pasca hospitalisasi. Penelitian ini merupahkan penelitian kualitatif, pendekatan fenomenologi menggunakan metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan telaah dokumen. Data didapatkan dengan wawancara mendalam terhadap enam partisipan. Hasil wawancara dianalisis dengan menggunakan metode Collaizi. Hasil penelitian yaitu terdapat 2 utama tema yaitu pemahaman keluarga tentang mengenal masalah halusinasi pasca hospitalisasi dan pengalaman keluarga dalam merawat pasien skizofrenia dengan masalah halusinasi.Diharapkan bagi pelayanan kesehatan agar lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga tentang cara merawat pasien halusinasi yang benar dan keluarga diharapkan dapat merawat pasien halusinasi dengan baik.