cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 24776521     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Online ISSN : 2477-6521 is a journal published three times a year in February, June and October containing unpublished health disciplines anywhere in the field of health science development and to apply some community-based research results in enhancing community participation and independence for healthy living. Any manuscripts submitted through an online process and reviewed by a fellow partner will determine the manuscripts contained in this journal. Jurnal Endurance published by Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X.
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
Pengalaman Menjalani Hemodialisa Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Juwita, Lisavina; Kartika, Imelda Rahmayunia
Jurnal Endurance Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.564 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i1.3707

Abstract

The number of patients undergoing hemodialysis regularly increases every year. In 2013 as many as 670 thousand people underwent routine HD while 2014 increased to 703 thousand people. Patients who undergo routine HD as much as 25% of HD patients stop doing hemodialysis without information. This study aim to explore the experience of patients who undergo hemodialysis in order to continue to routinely perform hemodialysis. The number of participants in data collection by interviewing as many as 6 people. Taking participants in this study begins with purposive sampling. The results of the study found 4 research themes, namely (1) experiences during HD, (2) obstacles during HD, (3) motivation and (4) expectations. Patients undergoing hemodialysis have several experiences that are different from the condition before illness. Patients also get obstacles during HD but this can be minimized by the motivation of the patientin order to stay healthy. The hope of patients, especially to families, is to be able to always accompany and provide support during HD. Hopefully this study can be a reference especially for people with CRF and families to increase motivation support for people who undergoing hemodialysis so that they can achieve a good quality of life.Indonesia Renal Registrasi menyebutkan jumlah penderita yang menjalani hemodialisa secara rutin meningkat tiap tahun. Tahun 2013 sebanyak 670 ribu orang menjalani HD rutin sedangkan 2014 meningkat menjadi 703 ribu orang. Dari penderita GGK yang menjalani HD rutin sebanyak 25% pasien HD berhenti melakukan hemodialisa tanpa keterangan. Penelitian ini bertujuan menggali pengalaman penderita GGK yang menjalani hemodialisa agar dapat terus rutin melakukan hemodialisa. Jumlah partisipan dalam pengumpulan data dengan wawancara sebanyak 6 orang. Pengambilan partisipan dalam penelitian ini diawali dengan purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di rumah sakit Achmad Moechtar Bukittinggi pada bulan Mei sampai bulan Agustus 2018. Hasil penelitian didapatkan 4 tema penelitian yaitu (1) pengalaman selama HD, (2) hambatan selama HD, (3) motivasi dan (4) harapan pasien HD. Pasien yang menjalani hemodialisa mempunyai beberapa pengalaman yang berbeda dari keadaan sebelum sakit. Pasien juga mendapat hambatan selama HD tetapi ini dapat diminimalkan dengan adanya motivasi dari keluarga dan diri sendiri yang memiliki keinginan untuk tetap sehat. Harapan pasien terutama kepada keluarga adalah untuk dapat selalu mendampingi dan memberikan dukungan selama HD. Semoga hasil penelitian ini dapat menjadi referensi khususnya bagi penderita GGK dan keluarga agar meningkatkan motivasi,dukungan bagi penderita GGK dalam menjalani hemodialisa sehingga dapat mencapai kualitas hidup yang baik.
Komunikasi Interpersonal dan Motivasi Terhadap Produktivitas Kerja Bidan Puskesmas Jatinegara Wati, Yesi Septina
Jurnal Endurance Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.525 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i1.1584

Abstract

The midwife have sustainable contact with a patient so that the role of service obstetrics is the part most important things in the service puskesmas who is imagery and be his heart puskesmas to increase productivity work midwives of the means of increasing welfare puskesmas.The purpose of this research to know the influence of communication interpersonal and motivation, to labor productivity a midwife in puskesmas jatinegara 2016.The kind of research used is quantitative with the design research cross sectional.The sample were 45 people.The research results show 13.42 percent communication interpersonal and 9.12 percent motivation memepengaruhi labor productivity a midwife in puskesmas jatinegara, east jakarta.Influence between communication interpersonal and motivation show results have had a positive impact and significant with the t = 12.57.Expected puskesmas jatinegara make the program award these achievements.Bidan mempunyai kontak yang berkelanjutan dengan pasien sehingga peran pelayanan kebidanan merupakan bagian yang terpenting dalam proses pelayanan puskesmas yang akan membentuk citra dan menjadi jantungnya puskesmas untuk meningkatkan produktifitas kerja bidan berarti meningkatkan kesejahteraan puskesmas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komunikasi interpersonal danmotivasi, terhadap produktivitas kerja bidan di Puskesmas Jatinegara Jakarta Timur tahun 2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian crosssectional. Sampel penelitian berjumlah 45 orang. Hasil penelitian menunjukkan13.42 persen komunikasi interpersonal dan 9.12 persentase motivasi memepengaruhi produktivitas kerja bidan di Puskesmas Jatinegara, Jakarta Timur. Pengaruh antara komunikasi interpersonal dan motivasi menunjukkan hasil penelitian diperoleh variabel Motivasi Kerja yang merupakan variabel paling berpengaruh positif, dengan T-statistik sebesar 9,12%. Diharapkan Puskesmas Jatinegara Jakarta Timur membuat program penghargaan atas prestasi kerja bidan disertai dengan membuat kebijakan insentif yang adil sehingga bidan lebih termotivasi dalam meningkatkan produktivitas kerjanya.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menstrual Hygiene (PMH) Terhadap Sikap Remaja Putri dalam Menjaga Kebersihan Diri Selama Menstruasi Meinarisa, Meinarisa
Jurnal Endurance Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.988 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i1.3542

Abstract

WHO reported that the women mortality and morbidity due to reproductive system disorders increased in last decade. One of the cause the reproductive tract infection is unhygiene during menstruation. This study aims to examine the effect of Menstrual Hygiene (PMH) health education on the attitudes of adolescent girls in maintaining personal hygiene during menstruation and this research is a quasi-experiment with pre-test and post-test with control group. 98 adolescent girls from junior high school has participate in this research, 48 respondents in intervention group  have been given the Menstrual Hygiene Education through lectures, direct demonstration using phantom, booklet and self-report filling during menstruation. The questionnaire that used is Adolescent Menstrual Attitude Questionnaire to measure the attitude of adolescent girls. The results showed Menstrual Hygiene Education (MHE) there was  influence  of adolescent girls in monitoring personal hygiene during menstruation p=0,001 (95% CI 223,38 – 234,17). MHE improved the attitude of adolescent girls and helps the adolescents to understand personal hygiene during menstruation. This research recommend MHE can use by nurses for health education in school health unit.Angka kematian dan kecacatan pada wanita karena gangguan sistem reproduksi semakin meningkat. Salah satu penyebabnya adalah infeksi organ reproduksi dan infeksi organ perkemihan. Penyakit infeksi disistem reproduksi dapat disebabkan karena kebersihan yang kurang dari wanita saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Pendidikan kesehatan Menstrual Hygiene (PMH) terhadap sikap remaja putri dalam menjaga kebersihan diri selama menstruasi dan merupakan penelitian quasi-experiment dengan pretest and posttest with control group. Sejumlah 98 remaja putri dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) N 24 dan 3 kota Jambi berpartisipasi dalam penelitian, 48 orang pada kelompok intervensi diberikan Pendidikan kesehatan Menstrual Hygiene (PMH) melalui ceramah, demostrasi langsung menggunakan phantom dan pemberian booklet. Serta pengisian self-report selama menstruasi.  Kuesioner yang digunakan adalah Adolescent Menstrual Attitude Questionnaire untuk mengukur sikap remaja putri. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh PMH terhadap sikap remaja putri dalam menjaga kebersihan diri selama menstruasi p=0,001 (95% CI 223,38 – 234,17). PMH meningkatkan sikap remaja putri dan membantu remaja untuk memahami kebersihan diri selama menstruasi. Penelitian ini merekomendasikan PMH digunakan oleh perawat dalam penyuluhan kesehatan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Pengalaman Pasien DM TIPE 2 dalam Melakukan Perawatan Ulkusdiabetik Secara Mandiri Basri, Muh Hasan
Jurnal Endurance Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.596 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i1.3066

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is often also called silent killer where its prevalence from year to year is increasing. In the world in 2000 showed there were 171 million people with diabetes and is projected to increase to 366 million by 2030. The purpose of this study was to obtain deep understanding about themeaning of patients experience with type 2 Diabetes Mellitus in self diabetic ulcer traetment at home. This reseacrh employs qualitative methodology with phenomenology approach with sample of participants three. The data analysis revealed three temes as follow  : the treament of diabetic ulcer, hopes to services and changes in activity.  The results of the study participants have not been obidient in the diet, health control, therapy and exercise. Conclusion the lack of health education and lack of resources that exist in health care can make the reason participants did not obey. Advice needed better service improvement, especially in terms of health education and access to information, making leaflets given to patients and families during treatment and continuing medical education to the communityDiabetes Mellitus (DM) sering juga disebut silent killer dimana prevalensinya dari tahun ke tahun semakin meningkat. Didunia pada tahun 2000 menunjukkan ada 171 juta orang penyandang diabetes dan diproyeksikan akan meningkat menjadi 366 juta pada tahun 2030. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang arti dan makna pengalaman pasien Diabetes Melitus tipe 2 dalam melakukan perawatan secara mandiri di rumah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi dengan sampel tiga partisipan. Hasil analisa data teridentifikasi tiga tema yaitu perawatan ulkus diabetik, harapan terhadap pelayanandan perubahan aktivitas. Hasil penelitian partisipan belum patuh dalam pengaturan diet, kontrol kesehatan, terapi dan olah raga. Kesimpulan kurangnya pendidikan kesehatan dan minimnya sumber informasi yang ada di pelayanan kesehatan dapat menjadikan alasan partisipan tidak patuh. Saran diperlukan peningkatan pelayanan yang lebih baik terutama dalam hal pendidikan kesehatan dan akses informasi, membuat leaflet yang diberikan pada pasien dan keluarga saat berobat dan pendidikan kesehatan yang berkelanjutan sampai ke lingkungan masyarakat.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Membaca Label Informasi Gizi Sinaga, Christoper; Simanungkalit, Sintha Fransiske
Jurnal Endurance Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.756 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i1.3890

Abstract

Nutritional information labels have an important role in the selection of healthy foods (Signal, 2007). BPKN of year 2013 states the behavior of reading nutrition information labels in indonesia only 7,9%. This study was conducted to determine the factors associated with reading nutritional information label behavior in Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi Harapan Massa Depok of year 2018. This study used a cross sectional study design. Sample amounted to 98 respondents taken data with stratified random sampling methode. Bivariate results showed that there were a significant relationship between reading behavior of nutrition information label with gender (p-value: 0,019) and attitude (p-value: 0,019). While the employment status of father (p-value: 0,521) and knowledge of nutrition information label (p-value: 0,172) was not significant. Gender and student attitude related to nutritional information label reading behavior. The suggestion from this study was this school can be given counseling through printed media, lectures, and discussions related to the benefits of reading nutrition information labels Label informasi gizi memiliki peranan penting dalam pemilihan makanan yang sehat (Signal, 2007). BPKN (Badan Perlindungan Konsumen Nasional) tahun 2013 menyatakan perilaku membaca label informasi gizi di Indonesia hanya sebesar 7,9%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku membaca label informasi gizi di Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi Harapan Massa Depok tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif analitik. Sampel berjumlah 98 responden dengan penarikan sampel menggunakan metode stratified random sampling. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku membaca label informasi gizi dengan jenis kelamin (p-value: 0,019) dan sikap (p-value: 0,019). Sementara itu status pekerjaan ayah (p-value: 0,521) dan pengetahuan label informasi gizi (p-value: 0,172) tidak bermakna. Jenis kelamin dan sikap siswa/i berhubungan dengan perilaku membaca label informasi gizi. Kesimpulan  peneliti sekolah perlu diberikan penyuluhan media cetak, ceramah, dan diskusi terkait manfaat dan pentingnya membaca label infromasi gizi.
Determinan Kejadian Composite Index of Anthropometric Failure (CIAF) di Kabupaten Lima Puluh Kota, Solok Selatan, Kota Solok dan Padang Tamaella, Septiana Nadia; Sulung, Neila; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Endurance Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.854 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i1.3777

Abstract

According to previous studies done in Lima Puluh Kota Regency, South Solok, Solok City, and Padang in 2018 to fifteen mom’s toddlers,researchers got that toddlers who experienced anthropometric failure are caused by their mom who did not give many varieties of food, incomplete immunization and inclusive breastfeeding. The research aims to know the determinant of Composite Index of Anthropometric Failure (CIAF) occurrence. This is a quantitative research with Sectional Cross approach using Simple Random Sampling technique.This research was conducted in around May – July. The data were processed and analysed till multivariate stage with Chi Square statistic experiment. In research result of bivariate analysis, there is an influence between varieties of food and CIAF occurrence with p value = 0.000 and OR = 3.632, between immunization status and CIAF occurrence with p value = 0.000 and OR = 7.009 and between exclusive breastfeeding and CIAF occurrence with p value = 0.000 and OR = 13.565. Based on the research’s result, it can be concluded that there is a profound influence of kinds of food, immunization status and exclusive breastfeeding toward Composite Index of Anthropometric Failure (CIAF) occurrence.Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Kabupaten Lima Puluh Kota, Solok Selatan, Kota Solok dan Padang tahun 2018 pada 15 ibu balita didapatkan bahwa balita yang mengalami kegagalan antropometri dikarenakan sang ibu tidak memberikan keragaman makanan pada balita, imunisasi tidak lengkap dan pemberian ASI tidak Eksklusif. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan kejadian Composite Index of Anthropometric Failure (CIAF). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan Cross Sectional, menggunakan teknik Simple Random Sampling. Penelitian ini dilakukan dalam rentang waktu bulan Mei – Juli. Data diolah kemudian dianalisis sampai tahap multivariate dengan uji statistik Chi_Square. Hasil penelitian pada analisis bivariat terdapat pengaruh antara keragaman makanan terhadap kejadian CIAF dengan nilai p value = 0.000 dan OR = 3.632, terdapat pengaruh antara status imunisasi terhadap kejadian CIAF dengan nilai p value = 0.000 dan OR = 7.099 dan terdapat pengaruh antara pemberian ASI Ekslusif terhadap kejadian CIAF dengan nilai p value = 0.000 dan OR 13.565. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang bermakna antara keragaman makanan, status imunisasi dan ASI Ekslusif dengan kejadian CIAF
Faktor Risiko Kematian Neonatal di Kabupaten Kepulauan Mentawai Bangun, Imelda Ferawati; Abdiana, Abdiana; Edison, Edison
Jurnal Endurance Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.045 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i1.3641

Abstract

Neonatal death rate for the most horrific death of an infant born alive in terms of age 0 until 28 the day. Indonesia th stage 77 the infant mortality in the world , with the death neonatal 14 per 1000 live births, while the purpose of sdgs is decreased the value of the death of neonatal until 12 per 1000 live births in years 2030. West sumatra rank the fifteenth neonatal mortality and kepulauan mentawai ranked ten. Mentawai island regency ranked ten in west. The purpose of this research is knew risk factors cause of the accident death neonatal in the island mentawai. This research use design case control .Sample case was mother with death neonatal in seribu island mentawai 2017 which consisted of 19 people .Sample control is mother with live births diwilayah island regency mentawai 2017 which consisted of 38 people .The research was done in analysis univariat and bivariat by test statistics chi-square .The results of the studies there are a significant relation exists the distance pregnancy ( p = 0,022 ), antenatal care ( p = 0,011 ), asphyxia ( p = 0,003 ), of his body weight of low birth ( p = 0,000 ) with the death of the neonatal . There was no correlation significant ( for p = 0,624 ), education ( 0,222 ), of parity ( 0,073 ), living to health facilities ( p = 0,255 ), culture ( p = 0,153 ). There was no correlation between the ages of significant, education, parity, living to health facilities, culture. There is a significant relation exists between the pregnancy, antenatal care, asphyxia, low birth weight.Angka kematian neonatal adalah kematian bayi lahir hidup dalam  usia 0 sampai  28 hari. Indonesia menduduki peringkat ke 77 Angka Kematian bayi di dunia, dengan angka kematian neonatal 14 per 1000 Kelahiran Hidup, sedangkan tujuan SDGs adalah menurunkan angka kematian neonatal hingga 12 per 1000 Kelahiran Hidup pada tahun 2030. Sumatera Barat peringkat kelima belas angka kematian neonatal dan Kabupaten Kepulauan Mentawai menduduki peringkat sepuluh. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya faktor risiko penyebab kejadian kematian Neonatal di Wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Penelitian ini mengunakan desain case control. Sampel kasus adalah ibu dengan kematian neonatal di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun 2017 yang berjumlah 19 orang. Sampel kontrol adalah ibu dengan kelahiran hidup diwilayah kabupaten kepulauan Mentawai tahun 2017 yang berjumlah 38 orang. Analisis penelitian dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan jarak kehamilan (p=0,022), antenatal care (p=0,011), asfiksia (p=0,003), BBLR (p=0,000) dengan kematian neonatal.  Tidak terdapat hubungan yang signifikan umur (p=0,624), pendidikan (0,222), paritas (0,073), jarak rumah ke fasilitas kesehatan (p=0,255), budaya (p=0,153). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan, paritas, jarak rumah ke fasilitas kesehatan, budaya. Terdapat hubungan yang signifikan antara jarak kehamilan, antenatal care, asfiksia, berat badan lahir rendah.
Pengalaman Jatuh dan Kejadian Imobilitas Pada Kelompok Lanjut Usia Yan, Loriza Sativa; Octavia, Dian; Suweno, Wide
Jurnal Endurance Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.017 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i1.3430

Abstract

Indonesia have been structurezed by old pyramid people.Its was a slighthy number thats effect to a nationality burden. One of case called as immobility and recurent of falls. Falls experienced among older people to limit their activities optimally. Amount of 80% of elders Indonesian who aged more than 65 years old forced it, they were more likely to be patient but they were not to be aware during their daily activities in this case.The previous studies showed that falling into risk factors that are closely related to the incidence of immobilization.This study aimed to identify the relationship between falls’ experience and immobility incidence among older people. The research approach used a cross-sectional design and the number of samples of 95 people selected by accidental sampling. Data were analyzed by Spearman Rank correlation test.The results showed that 88.4% of respondents had no experience of fall and 48.4% of respondents in the category of high immobility events.This study was identified that a significantly relathionship between falls’ experience among older people as an internal factor against immobility events. Based on the results of study,it is suggested that further research needs to investigate the risk factors of immobility and the fall prevention program for elderly.Indonesia termasuk negara yang berstruktur piramida penduduk tua. Tingginya peningkatan usia tua menambah beban pembangunan kesehatan nasional. Salah satu masalah kesehatan ini dikenal sebagai imobilitas dan jatuh yang berulang. Pengalaman jatuh yang dialami membuat lansia membatasi aktifitasnya secara optimal. Di Indonesia hampir 80% kelompok usia lanjut terutama usia 65 tahun keatas menjadikan imobilitas sebagai masalah yang mudah ditemukan tetapi sering tidak disadari efeknya oleh lansia dalam kesehariannya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa jatuh menjadi faktor resiko yang sangat erat kaitannya dengan kejadian imobilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengalaman jatuh dengan kejadian imobilitas pada kelompok lanjut usia. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 95 orang dipilih secara accidental sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 88,4% responden tidak mempunyai pengalaman jatuh dan sebnayak 48,4% responden dalam kategori kejadian imobilitas yang tinggi. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa terdapat hubungan yang signifikan pengalaman jatuh sebagai faktor internal terhadap kejadian imobilitas yang dialami lansia. Hal yang dapat disarankan berdasarkan hasil penelitian adalah perlunya penelitian lebih lanjut terhadap faktor-faktor resiko imobilitas dan intervensi keperawatan dalam pencegahan kejadian jatuh yang dialami lansia.
Hubungan Teknik Nafas Dalam Terhadap Pengurangan Intensitas Nyeri Kala I Fase Aktif di Klinik Pratama Jambu Mawar Fitri, Lidia; Nova, Silvia; Nurbaya, Rusti
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.796 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.4122

Abstract

Delivery pain is a matter of physiology experienced by the mother. Most of delivery (90%) is accompanied by pain. One of non-pharmacological efforts to reduce delivery pain is a deep breathing technique. Deep breathing techniques carried out during contraction will release the hormon endorphin as a natural pain reliever in the body. The purpose of the research was to determine the relationship of deep breathing techniques to reducing pain intensity during the active phase. This research is quantitative analysis with quasi experiment approach. Population was mothers giving birth from November 2018 to January 2019. Sample using non random assignment technique consist of control and intervention group . Analysis is univariat and bivariat, data test is done by parametric statistic using “t” test to measure pain scale before and after treatment. The results research in the intervention group showed average intensity of labor pain before treatment was 5,40 and after treatment was 4,07. The different value is 1,33 with standar deviation of 1,163.The statistical test results obtained p value of 0,000 <0,05, so Ho was rejected. There is a relationship of deep breathing techniques to reducing pain intensity during the active phase, the Ha was acceptedNyeri persalinan merupakan proses alamiah yang dirasakan ibu yang akan melahirkan. Sebagian besar (90%) persalinan disertai rasa nyeri. Salah satu upaya non-farmakologi untuk mengurangi nyeri persalinan dengan teknik nafas  dalam. Teknik nafas dalam yang dilakukan pada saat kontraksi akan mengeluarkan hormon endorphin sebagai penghilang rasa sakit alami didalam tubuh. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan teknik nafas dalam terhadap pengurangan intensitas nyeri kala I fase aktif. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperiment. Populasi seluruh ibu bersalin periode November 2018 sampai Januari 2019. Sampel dengan teknik non random assignment yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan intervensi. Analisis data secara univariat dan bivariat, pengujian data menggunakan uji t untuk mengukur skala nyeri sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil penelitian pada kelompok intervensi menunjukkan rata-rata intensitas nyeri persalinan sebelum diberikan perlakuan adalah 5,40 dan setelah diberikan perlakuan adalah 4,07. Terlihat nilai perbedaan adalah 1,33 dengan standar deviasi 1,163. Hasil uji statistik didapatkan nilai p 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak. Kesimpulan : terdapat hubungan antara teknik nafas dalam terhadap pengurangan intensitas nyeri kala I fase aktif, maka Ha diterima
Permainan Ular Tangga Sebagai Media Edukasi Seksualitas Remaja Edi, Edi; Taufik, M
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.977 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.4280

Abstract

The age of adolescence is a period of transition from children to adulthood, where at this time there is a process of development and change both physically, emotionally and intellectually which is experienced as preparation for entering adulthood.  The lack of understanding of sexuality information directed will cause adolescents to take high risk actions for their own health.  One method that can be applied is sexuality education using the snake ladder game. One method that can be applied is sexuality education using the snake ladder game. The purpose of this study was to determine the effectiveness through the game of snakes and ladders as an educational media for adolescent sexuality in Hidayatul Muslimin 1 Kubu Raya Madrasah Ulya. This research is a quantitative research with pre-experimental design with one group pre and post test design approach. The number of samples are 120 respondents.  The sampling technique is purposive sampling.  Data were obtained using a questionnaire and analyzed by paired t test.  The results of the study showed that it was increasing in knowledge and attitudes towards the results of statistical analysis of knowledge which obtained a value of p = 0,000 <0,05.  As for the results of the attitude statistical analysis the value of p = 0,000 <0,05 was obtained. There is a significant relationship between the knowledge and attitudes of students with snake ladder sexuality media in Hidayatul Muslimin 1 Kubu Raya Madrasah Ulya.  Thus the snake ladder game can be used as an effective health education tool in changing knowledge and attitudesUsia remaja adalah masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa, dimana pada masa ini terjadi proses perkembangan dan perubahan baik fisik, emosional maupun intelektual yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa. Kurangnya pemahaman informasi seksualitas yang terarah maka akan menyebabkan remaja untuk melakukan tindakan berisiko bagi kesehatan mereka sendiri semakin meningkat. Salah satu metode yang bisa diterapkan adalah edukasi seksualitas menggunakan permainan ular tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas melalui permainan ular tangga sebagai media edukasi seksusalitas remaja di Madrasah Ulya Hidayatul Muslimin 1 Kubu Raya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra eksperimen dengan pendekatan one group pre dan post test design. Jumlah sampel yaitu 120 responden. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap hasil analisis statistik terhadap pegetahuan yang diperoleh nilai p = 0,000 <0,05. Sedangkan untuk hasil analisis statistik sikap diperoleh nilai p = 0,000 <0,05. Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap siswa dengan media ular tangga seksualitas di Madrasah Ulya Hidayatul Muslimin 1 Kubu Raya. Dengan demikian permaian ular tangga dapat digunakan sebagai sarana edukasi kesehatan efektif dalam perubahan pengetahuan dan sikap