cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 24776521     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan Online ISSN : 2477-6521 is a journal published three times a year in February, June and October containing unpublished health disciplines anywhere in the field of health science development and to apply some community-based research results in enhancing community participation and independence for healthy living. Any manuscripts submitted through an online process and reviewed by a fellow partner will determine the manuscripts contained in this journal. Jurnal Endurance published by Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X.
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
PENGUMPUL SAMPAH PERLU MENDAPATKAN PELAYANAN KESEHATAN KERJA : LITERATUR REVIEW Mulyanasari, Fertin; Mulyono, Sigit
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.498 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.4161

Abstract

Waste pickers are a group of workers who are at risk of accidents and work-related diseases because they are exposed to sources of disease from rubbish piles. Various diseases and work accidents occur in waste pickers in various countries. To describe occupational health and safety problems that occur in waste pickers as well as efforts that can be made to improve occupational health and safety of waste pickers. Literature search through online databases on ScienceDirect, Wiley Online, and ProQuest with the keywords used "occupational health service", "occupational health nursing", "waste picker", and "scavenger" obtained a total of 3,624 articles, carried out reviews resulting in 17 selected articles. Health problems and workplace accidents of waste pickers range from respiratory problems, musculoskeletal problems, communicable and non communicable diseases, mental health problems and other problems to impacting their families and causing death. Policies are needed to regulate the health and work safety of waste pickers as well as to improve knowledge of occupational health and safety, providing Persolan Protective Equipment (PPE) and improving waste picker obedience to use PPE by health care program.  Pengumpul sampah merupakan kelompok pekerja yang berisiko terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja karena terpapar sumber penyakit dari tumpukan sampah. Berbagai penyakit dan kecelakaan kerja terjadi pada pengumpul sampah diberbagai negara. Untuk mendeskripsikan masalah kesehatan dan keselamatan kerja yang terjadi pada pengumpul sampah serta upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja pengumpul sampah. Pencarian literatur melalui online database  pada ScienceDirect,  Wiley Online, dan ProQuest dengan kata kunci yang digunakan yaitu “occupational health service”, “occupational health nursing”, “waste picker”, dan “scavenger” didapatkan total 3.624 artikel, dilakukan review sehingga dihasilkan 17 artikel terpilih. Masalah kesehatan dan kecelakaan kerja pengumpul sampah beragam mulai dari masalah pernapasan, masalah muskuloskeletal, penyakit menular dan tidak menular, masalah mental dan masalah lainnya hingga berdampak pada keluarga mereka dan menyebabkan kemantian. Diperlukan kebijakan yang mengatur kesehatan dan keselamatan kerja pengumpul sampah serta peningkatan pengetahuan kesehatan dan keselamatan kerja, pengadaan alat pelindung diri dan meningkatkan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri oleh pengumpul sampah melalui peran pelayanan kesehatan.
Analisis Faktor Perilaku Berisiko terhadap Kejadian Obesitas pada Anak Usia 9-12 Tahun di SD Harapan 1 Medan Agustina, Lisa; T. Maas, Linda; Zulfendri, Zulfendri
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.184 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.4051

Abstract

Obesity in children has become a global health problem throughout the world, either in the developed and developing countries. As for the prevalence of obesity in children is continuously increasing each year so that it becomes serious, complicated, and multicultural health problem. Children who are overweight and obese tend to remain obese when adults  and are likely to develop non-communicable diseases such as diabetes and cardiovascular disease at a younger (WHO, 2012). The objective of the research was to analyze the risk factor for the incidence of obesity in 9-12 year-old children at Harapan 1 Elementary School, Medan, in 2018. The research used analytic method with cross-sectional study with 59 samples. The sampling method was proportional random sampling. The data were gathered by conducting interviews, questionnaires, and direct observation and analyzed by using Chi-Square test and logistic regression test with an SPSS 24. The result of the research showed that 54.2% of the respondents were obese, and 45.8% of the respondents were not with the significant correlation of p=0.05. The risk factors of the incidence of obesity in school-aged children were   eating behavior (p=0.003 < 0.05), physical activity (p=0.008 < 0.05), exposure to television advertisements (p=0.015 < 0.05), and pocket money (p=0.0001 < 0.05). The result of logistic regression test showed that the variable which had the most dominant influence on the incidence of obesity was pocket money at Exp (β)=25.200. The variables of eating behavior, physical activity, exposure to television advertisements, and pocket money had the influence of 80.5% on the incidence of obesity. It is recommended that the school to monitor nutritional status of children through UKS (School Health Unit) in early detection of obesityObesitas pada anak telah menjadi masalah kesehatan global di seluruh dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang. Adapun prevalensi obesitas pada anak terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga obesitas pada anak menjadi salah satu tantangan paling serius di bidang kesehatan masyarakat. Masalah obesitas pada anak merupakan masalah yang kompleks dengan penyebab multifaktorial. Anak yang mengalami overweight dan obesitas cenderung tetap mengalami obesitas ketika dewasa dan kemungkinan akan berkembang menjadi penyakit tidak menular, seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular pada usia yang lebih muda (WHO, 2012). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor perilaku berisiko terhadap kejadian obesitas pada anak usia 9 – 12 tahun di SD Harapan 1 Medan tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 59 responden. Teknik pengambilan sampel adalah Proportional random sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan observasi langsung. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan uji Regresi Logistik Berganda menggunakan Software SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan responden yang mengalami obesitas sebanyak 54,2% dan sebanyak 45,8% responden yang tidak mengalami obesitas. Faktor yang secara bermakna berhubungan (p<0,05) dan menjadi faktor risiko terjadinya obesitas pada anak usia sekolah adalah kebiasaan makan p (0,003 <0,05), aktivitas fisik p (0,008 <0,05), paparan iklan televisi p (0,015 <0,05),  dan uang jajan p (0,0001 <0,05). Hasil uji regresi logistik berganda diperoleh variabel yang paling dominan mempengaruhi kejadian obesitas adalah uang jajan dengan nilai Exp(B)= 25,200. Kebiasaan makan, aktivitas fisik, paparan iklan televisi dan uang jajan mempunyai pengaruh sebesar 80,5% terhadap kejadian obesitas. Selanjutnya, diharapkan pihak sekolah untuk memonitoring pertumbuhan dan perkembangan status gizi anak sekolah melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang telah ada sehingga dapat mendeteksi adanya obesitas sejak dini
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Suami Terhadap Pemilihan Kontrasepsi Tubektomi Hidayah, Nurul; Lubis, Nurhabibah
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.889 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.2989

Abstract

Indonesia is still facing the problem of relatively high population growth rate. One way to reduce the population by promoting Family Planning (KB) program. In the Family Planning Program, one of the problems faced today is the low use of the Long Term Contraception Method, which is tubectomy contraception. Based on Indonesia Demographic Health Survey (SDKI) in 2007 tubectomy KB participants only 3%. The choice of contraceptives can be influenced by several factors including husband's knowledge and support. This study aims to determine the relationship of knowledge and support of the husband to Tuberculosis Contraceptive Selection at Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru in 2016. This research type is quantitative with cross sectional design. Sampling technique using accidental sampling, the population in this study amounted to 111 people and the sample amounted to 87 people. Data collection using primary data using questionnaire sheet. The analysis used is univariate and bivariate with chi square test. The results obtained Knowledge (Pvalue = 0.021) and husband support (Pvalue = 0,000). These results indicate a relationship of knowledge and support of the husband to tuberculosis contraceptive selection. In the hope for the health center to increase promotion, counseling and health education to improve knowledge of mother and husband about tubectomy contraception.Indonesia masih menghadapi masalah laju pertumbuhan penduduk yang relatif masih tinggi. Salah satu cara untuk menekan jumlah penduduk dengan menggalakkan program Keluarga Berencana (KB). Dalam program KB, salah satu masalah yang dihadapi saat ini adalah masih rendahnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, yaitu kontrasepsi tubektomi. Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 peserta KB tubektomi hanya 3% saja. Pemilihan alat kontrasepsi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pengetahuan dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami terhadap Pemilihan Kontrasepsi tubektomi di Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan accidental sampling, populasi dalam penelitian ini berjumlah 111 orang dan sampel berjumlah 87 orang. Pengumpulan data menggunakan data primer dengan menggunakan lembar kuesioner. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh Pengetahuan (Pvalue =0,021) dan dukungan suami (Pvalue=0,000). Hasil ini menunjukkan ada hubungan pengetahuan dan dukungan suami terhadap pemilihan kontrasepsi tubektomi. Di harapkan  bagi pihak Puskesmas untuk meningkatkan promosi, konseling dan penyuluhan kesehatan guna meningkatkan pengetahuan ibu dan suami tentang kontrasepsi tubektomi.
Kepemilikan Jaminan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien di Puskesmas Jetis 1 Bantul, Yogyakarta Zogara, Aprianus Umbu
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.737 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.3255

Abstract

Quality of service is an important thing that must be considered by every facility of health services in providing service to patients. Quality of service is closely linked with comprehensive and systematic services to provide excellent service without distinguishing any patients either public or health-care users. The purpose of this study to determine the relationship between the ownership of health insurance with patient satisfaction in Puskesmas Jetis 1 Bantul, Yogyakarta. This research is a quantitative research with cross- sectional design. Samples in this study were patients who came to visit or seek treatment and enrolled in Puskesmas Jetis 1 Bantul as many as 97 people taken by accidental sampling technique. Data were analyzed using chi-square analysis. The results showed most of the respondents who have collateral such as Askes, JKN, Jamkesda, and Jamkesmas (67%) were satisfied with the services provided. The result of chi-square correlation test shows that there is correlation between assurance ownership and patients satisfaction at Puskesmas Jetis 1 Bantul, Yogyakarta which is shown by Sig value. of 0.00 (Sig <0.05). This study can be concluded that there is a significant relationship between guarantee ownership and patient satisfaction with the majority of patients who have more satisfied health insurance.Kualitas pelayanan merupakan suatu hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan terhadap pasien.Kualitas pelayanan berhubungan erat dengan pelayanan yang komprehensif dan sistematis untuk memberikan pelayan yang prima tanpa membedakan setiap pasien baik umum maupun pengguna jaminan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kepemilikan jaminan kesehatan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Jetis 1 Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang datang berkunjung atau berobat dan terdaftar di Puskesmas Jetis 1 Bantul sebanyak 97 orang yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling.Data dianalisis menggunakan analisis chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang memiliki jaminan seperti Askes, JKN, Jamkesda, dan Jamkesmas (67%) merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Hasil uji korelasi chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara kepemilikan jaminan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Jetis 1 Bantul, Yogyakarta yang ditunjukkan dengan nilai Sig. sebesar 0,00 (Sig < 0,05). Penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepemilikan jaminan dengan kepuasan pasien dengan mayoritas pasien yang memiliki jaminan kesehatan yang lebih merasa puas.
Pengaruh Pemberian Jus Semangka Merah dan Kuning Terhadap Tekanan Darah Lansia Menderita Hipertensi Apriza Yanti, Cici; Muliati, Rizki
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.844 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.4213

Abstract

Hypertension generally occurs without symptoms (asymptomatic), most people do not feel anything, even though their blood pressure is far above normal. Hypertension is the cause of death number 3 (three), after stroke and tuberculosis. Various natural ingredients can be used to reduce blood pressure in hypertensive patients, one of which is to consume watermelon juice. The purpose of this study was to determine the differences in the given intervention of red and yellow watermelon juice to decrease blood pressure in the elderly. The study was a pre-experimental design with two group pretest posttest designs. This research was conducted in August 2018 in the Pauh Padang Health Center Working Area. The sample in this study were elderly who suffer from hypertension, 16 samples were taken from the elderly and given red and yellow watermelons. The sampling technique is based on purposive sampling. The results of this study obtained an average blood pressure before giving intervention of red watermelon juice was 176.12 mmHg and after giving intervention of red watermelon juice was 139.38 mmHg, while the average blood pressure before the intervention of yellow watermelon juice was 175.00 mmHg and after intervention of yellow watermelon juice is 140.62 mmHg. From the results of statistical tests, the value of p = 0,000 <0,05 can be concluded giving intervention so that it can be concluded that there are significant differences between the provision of red and yellow watermelons with a decrease in Blood Pressure.Hipertensi umumnya terjadi tanpa gejala (asimptomatis), sebagian besar orang tidak merasakan apapun, meski tekanan darahnya sudah jauh di atas normal. Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 (tiga), setelah stroke dan tuberkolosis. Berbagai bahan alami dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah penderita hipertensi, salah satunya adalah dengan mengkonsumsi jus semangka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pemberian jus semangka merah dan kuning terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Penelitian merupakan pre experimental design dengan rancangan two group pretest posttest. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2018 di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Padang. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang menderita hipertensi, sampel diambil sebanyak 16 orang lansia dan diberikan semangka merah dan kuning. Teknik pengambilan sampel adalah berdasarkan purposive sampling. Hasil dari penelitian ini didapatkan rata - rata tekanan darah pada sebelum pemberian jus semangka merah adalah 176,12 mmHg dan setelah pemberian jus semangka merah adalah 139,38 mmHg, sedangkan rata - rata tekanan darah sebelum pemberian jus semangka kuning adalah 175,00 mmHg dan setelah pemberian jus semangka kuning adalah 140,62 mmHg. Dari hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,000 < 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan signifikan antara pemberian semangka merah dan kuning dengan penurunan Tekanan Darah.
Nyeri Punggung Bawah Pada Pegawai Bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau Ningsih, Kursiah Warti; Hidayat, Tris
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.312 KB)

Abstract

Low back pain is a condition that is more than a sensation by certain stimuli that cause pain that is felt in the lower back area, may be local pain, or radicular pain, or both. Some causes of lower back pain is sitting and sitting position. This study aims to determine the factors associated with the incidence of lower back pain in employees of the field of Bina Marga in the Department of Public Works Riau Province 2014.Survey conducted on 30 employees, it is known that 21 employees (70%) said that having experienced low back pain after work this is because employees work in static position, many activities by sitting in front of the computer. This type of research is quantitative analytics with cross sectional design. This research was conducted on clan field employee in Public Work Department of Riau Province on date 4 s / d 24 August 2014. The sample in this research amounted to 50 people, sampling technique using accidental sampling technique. Data collection uses the Employee Assessment Worksheet RULES and questionnaires. Data analysis using frequency distribution and chi square test with α 0,05. The result of the research shows that the four significant variables are sitting position (p value = 0.001), sitting length (p value = 0.004), age (p value = 0.001) and gender (p value = 0.001). Based on the result of this research, it can be seen that sit position, long sitting, age and gender factors affect lower back pain on employee of Bina MArha field at Public Works Department of Riau Province. Nyeri punggung bawah/  Low back pain  adalah kondisi yang lebih dari sekedar sensasi yang oleh stimulus  tertentu yang menyebabrasa nyeri yang dirasakan di daerah punggung bawah, dapat berupa nyeri lokal, maupun nyeri radikuler, maupun keduanya. Beberapa penyebab nyeri punggung bawah yaitu posisi duduk dan lama duduk.Penelitian ini  bertujuanuntuk mengetahui factor yang berhubungan dengan kejadian nyeri punggung bawah pada pegawai  bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau tahun 2014. Survey awal yang dilakukan pada 30 pegawai, diketahui bahwa 21 orang pegawai (70%) mengatakan  pernah mengalami nyeri punggung bawah  setelah bekerja hal ini dikarenakan pegawai bekerja dalam posisi  statis, banyak melakukan aktifitas dengan duduk  di depan komputer. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan  pada pegawai bidang bina marga di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau  pada  tangal 4 s/d 24 Agustus  2014. Sampel dalam penelitian ini  berjumlah  50  orang, teknik pengambilan sampel mengunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data  mengunakanRULA Employee Assesment Worksheet dan kuesioner. Analisa data mengunakan  distribusi  frekuensi dan uji chi square dengan  α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan keempat variabel yang berhubungan secara signifikan adalah posisi duduk (pvalue = 0.001),  lama duduk (pvalue = 0.004), umur (pvalue = 0.001) dan jenis kelamin (pvalue = 0.001). Berdasarkan hasil penelitian ini terlihat bahwa factor posisi duduk, lama duduk, umur dan jenis kelamin mempengaruhi nyeri punggung bawah pada pegawai Bidang Bina MArha di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau.
Hubungan Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien di Poli Fisioterapi RSU Siti Hajar Sulaiman, Sulaiman; Anggriani, Anggriani
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.108 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.3965

Abstract

Good hospital services so far still seem difficult to obtain by the community when they want to seek treatment for services. Good service is a very important thing to improve patient satisfaction especially in poly physiotherapy at Siti Hajar Hospital Medan. This type of research was descriptive with a "cross sectional" design, the population in this research were 150 respondents who came to poly physiotherapy. Samples that meet the criteria in this research are 30 selected respondents. Sampling by means of "systematic sampling techniques. The purpose of this research was to analyze the relationship of factors of reliability, assurance, responsiveness, empathy, and physical evidence to the satisfaction of physiotherapy patient. The results of this research show that the majority of respondents stated that the quality of service in the poly physiotherapy at the Siti Hajar  Hospital in Medan was quite good at 14 people (46.7%). These results indicate there is a relationship between the quality of physiotherapy services and satisfaction, this is evident from the results of chi-square analysis where p-value = 0.004, smaller than 0.005. The conclusion in this resarch is that the hospital gives priority to the development of the quality of physiotherapy services, especially on poly physiotherapy.Pelayanan rumah sakit yang maksimal selama ini masih terkesan sulit didapatkan masyarakat ketika hendak berobat untuk mendapatkan  pelayanan. Pelayanan yang baik merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan kepuasan pasien khususnya di poli fisioterapi RSU Siti Hajar Medan. Jenis penelitian ini deskriptif dengan rancangan “cross sectional”, populasi dalam penelitian ini sebanyak 150 orang responden yang datang ke poli fisioterapi. Sampel yang memnuhi kriteria dalam penelitian ini adalah pasien yang terpilih sebanyak 30 orang responden. Pengambilan sampel dengan cara “teknik sampling sistematis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor kehandalan, jaminan, daya tanggap, empati, dan bukti fisik terhadap kepuasan pasien fisioterapi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas responden menyatakan mutu pelayanan di poli fisioterapis RSU Siti Hajar Medan adalah cukup baik yakni sebanyak 14 orang (46.7%). Hasil ini juga menunjukan ada hubungan mutu pelayanan fisioterapi dengan kepuasan, hal ini terbukti dari  hasil analisis chi-square dimana p-value = 0.004, lebih kecil dari 0.005. Kesimpulan dalam Penelitian ini bahwa pihak rumah sakit memberikan prioritas  pengembangan mutu pelayanan Fisioterapi terutama pada poli fisioterapi.
Faktor-Faktor Status Gizi Kurang Pada Anak Usia Prasekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Guguk Panjang Kota Bukittinggi Novela, Vina; Kartika, Listiani
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.581 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.4021

Abstract

Malnutrition in pre-school childrenstill found in Guguk Panjang Community Health Center. This data can be found from Bukittinggi Health Office in 2017 which stated that 800 under-fives children had less nutrition. In Guguk Panjang Community Health Centerin 2017, malnutrition cases were found in 162 people. This study aims to find out some factors related to malnutrition in the Guguk Panjang Community Health Center in 2018. The type of this research was descriptive analytic with a cross sectional study design.. The population in this reseacrh as many 1.106 population and 92 samples preschool-aged mothers. Then, the samples were taken from purposive sampling technique. The data were analyzed by univariate and bivariate by using Chi-Square statistical test. The results of this research showed that 54.3% of them had high level of knowledge. Then, 52.2% of themhad poor parenting. Next, the mothers did not provide exclusive breastfeeding were around 63.0%. Moreover, based on bivariate analysis there was a relationship between knowledge p value 0.008), parenting (p value 0.001) history of exclusive breastfeeding with malnutrition (p value 0.021). In short, it can be concluded that there were some factors related to malnutrition in preschool children. They were knowledge, parenting, and exclusive breastfeeding history. Then, it is expected that the health workers provide more information about nutrition and education about good parenting for children and also provide brochures or leaflets about nutrition.Kasus gizi kurang pada anak pra sekolah masih ditemukan diwilayah kerja puskemas guguk panjang. Hal ini terlihat data dari dinas kesehatan kota bukittinggi mencatat bahwa pada tahun 2017 balita dengan gizi kurang sebanyak 800 orang. Puskesmas guguk panjang pada tahun 2017 mempunyai gizi kurang sebanyak 162 orang. Tujuan penelitian, untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gizi kurang pada anak prasekolah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian sebanyak 1.106 orang dengan sampel 92 orang ibu anak prasekolah. Teknik pengambilan sampel porposive sampling. Pengolahan data dengan analisisunivariat dan bivariat  menggunakan uji statistik Chi - Square.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 54,3% tingkat pengetahuan tinggi. Ibu yang pola asuh kurang baik sebanyak 52,2% . Ibu yang tidak memberikan ASI Ekslusif sebanyak 63,0%. Dari uji statistik didapatkan ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan gizi kurang (p value 0,008). Ada hubungan antara pola asuh dengan gizi kurang (p value 0,001) dan ada hubungan antara riwayat pemberian ASI Eksklusif dengan gizi kurang (p value,021).Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan gizi kurang pada anak prasekolah adalah pengetahuan, pola asuh, dan riwayat pemberian ASI Eksklusif 
Meningkatkan Keterampilan Kader Kesehatan dalam Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Lina Wiraswati, Hesti; Ekawardhani, Savira; Windria, Sarasati; Faridah, Lia
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.851 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.3763

Abstract

Breast cancer is one of the most common cancer types suffered by women in the world. In 2018, the International Agency for Research on Cancer (IARC) estimated number of cancer cases in Indonesia was 42.1 per 100000 females, while the death rate was 17 per 100000 females. These conditions are worrisome and call for serious handling. For this purpose, the effectiveness of patient treatment and life quality must be improved. Therefore, this study aims to improve the knowledge and skills of breast cancer early detection. The method used is health training through audio-visual devices and demonstration. Qualitative and quantitative analysis was carried out using paired t-test. The sampling data was acquired by purposive sampling method using a questionnaire. The result showed that first, majority of health cadres (97%) had less knowledge about BSE, before the training was carrying out. Second, lack of knowledge about BSE apparently did not prevent health cadres from doing BSE (28%). Third, BSE training improves the skills of health cadres with an average increase of 31%. Fourth, the training has also increased the knowledge of all cadres about BSE with an average increase of 29%. In addition, all cadres stated that they would disseminate their BSE knowledge and skills to their families and others. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak di derita oleh wanita di dunia. International Agency for Reseach on Cancer (IARC) pada tahun 2018 memperkirakan  insiden kanker payudara di Indonesia sebesar 42.1 per 100 ribu wanita, sedangkan angka kematiannya sebesar 17 per 100 ribu penduduk. Situasi seperti ini sangat mengkhawatirkan dan perlu penanganan serius dari berbagai pihak. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader kesehatan dalam melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pelatihan melalui perangkat audio visual dan alat peraga. Analisis kualitatif dan kuantitatif dilakukan menggunakan uji t-test berpasangan. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan cara penetapan besar sampel berdasarkan jumlah kebutuhan minimal dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, mayoritas kader kesehatan memiliki pengetahuan kurang tentang SADARI (97%). Kedua, pengetahuan yang kurang tentang SADARI rupanya tidak menghalangi kader kesehatan untuk melakukan SADARI (28%). Ketiga, pelatihan SADARI meningkatkan keterampilan kader kesehatan dengan rata-rata peningkatan 31%. Keempat, pelatihan SADARI juga meningkatkan pengetahuan kader dengan rata-rata peningkatan 29%. Disamping itu, semua kader menyatakan bahwa mereka akan menyebarkan pengetahuan dan keterampilan SADARI yang mereka miliki kepada keluarga dan orang lain
Usia, Obesitas dan Aktifitas Fisik Beresiko Terhadap Prediabetes Astuti, Ani
Jurnal Endurance Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.967 KB) | DOI: 10.22216/jen.v4i2.3757

Abstract

Prediabetes merupakan awal perjalanan penyakit diabetes mellitus yang tidak terdetekssi sejak dini karena tidak menimbulkan tanda dan gejala.  Namun dapat dicegah dengan mengendalikan faktor resiko seperti usia, obesitas dan aktifitasn fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, obesitas dan aktivitas fisik dengan kejadian Prediabetes di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk yang berusia 18-59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Simpang IV Sipin Kota Jambi   dengan jumlah sample sebanyak 52 responden, cara pengambilan sample menggunakan Purposive Sampling. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa sebagian besar responden mengalami prediabetes (59,6%), memiliki usia<45 tahun (73,1%), mengalami obesitas dengan IMT≥25 (57,7%), dan memili aktivitas fisik ringan (46,2%) dan diketahui ada hubungan yang bermakna antara usia (0,008), obesitas (0,000), dan aktivitas fisik (0,006) dengan kejadian prediabetes. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat dilakukannya program skrining prediabetes agar orang yang mengalami prediabetes tidak berlanjut menjadi DM.    Prediabetes is the beginning of the course of diabetes mellitus which is not detected early because it does not cause signs and symptoms. But it can be prevented by controlling risk factors such as age, obesity and physical activity. This study aims to determine the relationship of age, obesity and physical activity with Pre-diabetes incidence in Puskesmas Simpang IV Sipin city of Jambi. This research is a quantitative study using cross sectional study design, population in this study is the entire population aged 18-59 years in Puskesmas Simpang IV Sipin Jambi with a random sample of 52 respondents, how sampling using purposive sampling. Based on the research showed that most respondents had prediabetes (59.6%), had aged <45 years (73.1%), obese with IMT≥25 (57.7%), and elect the light physical activity (46 , 2%) and it is known there is a significant correlation between age (0,008), obesity (0,000) and physical activity (0.006) and the incidence of prediabetes. With this study are expected to do prediabetes screening program for people who have prediabetes do not continue to be a DM.