cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial, Jalan Udayana Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi FPIPS
ISSN : 14128683     EISSN : 27147800     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/mkfis
Media Komunikasi FPIPS publishes and disseminates lecturers’ research results and analyses, teachers, and academic community research from various colleges/universities in Indonesia. The results of research and study contained in the journal accommodate manuscripts on integrated elementary to high education in social sciences, history, economics, sociology, geography, and other relevant social sciences.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2011)" : 6 Documents clear
PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAI IMPLEMENTASI FALSAFAH TRI HITA KARANA (Studi Kasus di Kabupaten Buleleng Bali) Ketut Gunawan
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 1 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i1.1169

Abstract

Kabupaten Buleleng memiliki kepadatan penduduk yang tergolong tinggi. Tingginya kepadatan penduduk telah menimbulkan dampak yang signifikan terhadap produksi sampah. Setiap hari Kabupaten Buleleng menghasilkan sampah sebesar 185,4 m2 yang bersumber dari daerah pedesaan dan perkotaan. Masalah sampah ini telah menjadi masalah yang sangat serius yang perlu mendapat perhatian dari semua pihak, karena sampah telah membuat lingkungan menjadi kumuh, bau busuk, jorok dan menjijikkan, menimbulkan penyakit serta sangat mengganggu keindahan dan kelestarian lingkungan. Adapun beberapa penyebab masalah Persampahan di kabupaten Buleleng adalah: (1) masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menciptakan kebersihan lingkungan. Hal ini terlihat dari kebiasaan membuang sampah yang tidak pada tempatnya dan (2) belum adanya solusi teknologi tepat guna untuk pengolahan sampah. Masyarakat Hindu yang memiliki dasar falsafah Tri Hita Karana perlu diimplementasikan untuk menuntun sikap dan perilaku dalam melestarikan lingkungan dalam bentuk membangun, memelihara dan mengamankan lingkungan melalui penanganan sampah. Langkah konkrit yang perlu diambil adalah dengan mengambil peran masyarakat dengan melibatkan komponen sekolah, kelurahan, pemerintah dan rumah tangga sebagai penghasil sampah untuk memisahkan sampah organic dan sampah non organik. Dengan pemisahan ini maka para pemulung akan mengambil sampah non organik yang akan diteruskan ke pengepul barang rongsokan. Sedangkan sampah organik dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Selain langkah di atas juga diusulkan teknologi EM (Effektive Micro Organism) untuk mengolah sampah menjadi pupuk organik serta teknologi Incinerator untuk mengolah sampah menjadi pembangkit tenaga listrik. Kata-kata kunci: Sampah, Tri Hita Karana, Pemberdayaan
KEUNIKAN SANGGAH KAMULAN SEBAGAI TEMPAT PEMUJAAN MASYARAKAT DESA LES, KECAMATAN TEJAKULA KABUPATEN BULELENG Ni Wayan Sariani Binawati
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 1 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i1.1170

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan bentuk Sanggah Kamulan, (2) mengungkapkan fungsi Sanggah Kamulan menurut perspektif masyarakat setempat, dan (3) mengungkapkan makna Sanggah Kamulan menurut sudut pandang teologi Hindu masyarakat Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan tiga teori. Pertama, untuk menjelaskan bentuk Sanggah Kamulan menggunakan teori estetika. Kedua, untuk mengungkapkan fungsi Sanggah Kamulan menggunakan teori religi. Ketiga, untuk mengungkapkan makna Sanggah Kamulan menggunakan teori interaksi simbolik. Untuk menjawab masalah sesuai tujuan, penelitian ini menggunakan metode yang terdiri atas beberapa tahapan, yaitu: 1) jenis dan pendekatan penelitian 2) penentuan data dan sumber data 3) penentuan informan dengan sistem purposive sampling 4) metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, kepustakaan dan dokumentasi 5) metode analisis data melalui deskripsi rekaman, reduksi, kiasifikasi, perincian data, interpretasi, dan penyajian hasil. Sesuai hasil analisis, disimpulkan bahwa bentuk Sanggah Kamulan masyarakat Les terbuat dan pohon kayu dapdap dan anyaman bambu berupa klatkat yang diikat tali bambu atau ijuk dengan tiga ruang. Fungsinya ialah sebagai tempat memuja roh leluhur yang telah suci. Makna yang terkandung di dalamnya adalah untuk memuja Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasi Beliau sebagai Purusa dan Pradana. Kata-kata kunci: Keunikan, Sanggah, Kemulan,Tempat Pemujaan
PROSESI UPACARA ARI-ARI DENGAN SISTEM GANTUNG (Studi Kasus pada Masyarakat Desa Adat Bayung Gede Kabupaten Bangli) Ketut Sedana Arta
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 1 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i1.1171

Abstract

Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk menganalisis dasar filosofi penguburan ari-ari dengan sistem gantung dan memformulasikan prosesi upacara penguburan ari-ari dengan sistem gantung pada masyarakat Desa Adat Bayung Gede. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengkaji dan memformulasikan rasional dasar dan dasar filosofi penguburan ari-ari dengan sistem gantung di Desa Adat Bayung Gede Kabupaten Bangli, (2) untuk mengkaji dan memformulasikan bentuk prosesi upacara penguburan ari-ari dengan sistem gantung pada masyarakat Desa Adat Bayung Gede dan sarana yang digunakan untuk penguburan ari-ari tersebut, dan (3) untuk menganalisis dan memformulasikan faktor penyebab ari-ari yang digantung di pohon bukak tidak menimbulkan bau busuk dan tidak dicari oleh anjing serta tidak dikerumuni lalat. Penelitian ini secara metodologis menggunakan pendekatan kualitatif, instrumen penelitian dalam penelitian ini, menggunakan prinsip bahwa peneliti adalah instrumen utama penelitian (human instrumen). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Dasar historis dan filosofis prosesi upacara ari-ari dengan sistem gantung pa adalah karena masyarakat Bayung Gede karena adanya keyakinan bahwa mereka merupakan keturunan dari tued kayu (pangkal pohon) yang dihidupkan dengan tirta kamandalu yang dibawa dari pulau Jawa oleh titisan Bhatara Bayu. (2) Proses upacara ari-ari dimulai dengan pembelahan kelapa menjadi dua bagian, ari-ari yang telah dipotong dimasukkan ke dalam tempurung diberi abu dapur. Di atasnya diberi kunyit, lemon ngad, sepit, tengeh, dan anget-anget.Tempurung kelapa yang disatukan direkatkan dengan kapur sirih dan diikat dengan tali tabu. (3) Ari-ari bayi yang digantung tidak menimbulkan bau busuk disebakan karena : (a) adanya proses netralisir dari pohon menyan yang berbau harus, sehingga bau busuk yang ditimbulkan oleh proses biologis menjadi berkurang, (b) adanya kunyit dan masem (Kunyit dan jeruk lemon yang dapat meredam bau busuk yang ditimbulkan ketika ari-ari digantung, dan (2) Tengeh (kunyit yang diparut kemudian dicampur dengan pamor ( kapur sirih) dan lemon), yang dapat menghilangkan bau amis dan busuk ari-ari yang ditimbulkan oleh proses biologis, dan (3) Anget-anget (penghangat) terdiri dari sindrong dan mica, yang dapat mengeringkan ari-ari.
SUBSTANSI PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI ERA GLOBALISASI I Wayan Treman
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 1 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i1.1172

Abstract

Secara global materi geografi telah masuk dalam kurikulum pembelajaran mulai dari tingkat dasar, menengah dan perguruan tinggi. Dalam pembelajaran dan pemahaman substansi geografi masih belum ada kesamaan persepsi dalam sistem pembelajaran geografi. Perlu penguatan fundamental geografi dan peningkatan substansi geografi berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dalam menghadapi era global. Geografi harus lebih menunjukkan jati diri sebagai ilmu dan mencetak bench marking yang merupakan harapan kompetensi lulusan pendidikan geografi di masa yang akan datang. Upaya pengentasan ketertinggalan geografi di Indonesia dengan menunjukkan jati diri geografi, pemikiran kompetensi dasar, merumuskan indikator pencapaian hasil belajar dan penyusunan materi substansi geografi pokok bagi pendidikan geografi untuk segala tingkatan. Kata-kata Kunci : Substansi Geografi, Globalisasi //
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN SIMULASI SEDERHANA BANK MINI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH AKUNTANSI PERBANKAN I Gusti Ayu Purnamawati; Lucy Sri Musmini; Desak Nyoman Sri Werastuti
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 1 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i1.1173

Abstract

Akuntansi Perbankan adalah salah satu mata kuliah keilmuan dan keterampilan (MKK) yang diberikan di semester II jurusan Akuntansi Program Diploma III Universitas Pendidikan Ganesha. Melalui pembelajaran akuntansi perbankan diharapkan memberikan pengetahuan mengenai gambaran umum dunia perbankan serta dapat meningkatkan motivasi dan prestasi mahasiswa dalam mempelajari akuntansi perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) implementasi metode pembelajaran simulasi sederhana bank mini dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Akuntansi Perbankan; (2) implementasi metode pembelajaran simulasi sederhana bank mini dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Akuntansi Perbankan. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester II kelas C jurusan akuntansi program diploma III yang berjumlah 40 orang. Model penelitian ini menggunakan PTK dengan 2 siklus yang masing-masing memiliki empat tahapan yaitu: Perencanaan, Tindakan, Observasi/evaluasi, dan Refleksi. Data dikumpulkan melalui interview, observasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi metode pembelajaran menggunakan simulasi sederhana bank mini dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa yaitu terjadinya peningkatan keaktifan pembelajaran dan kehadiran mahasiswa di kelas dari siklus ke-1 ke siklus ke-2 sebesar 15,7%. Motivasi belajar mahasiswa juga menunjukkan respon yang posistif yaitu dengan dikaitkannya konsep akuntansi perbankan pada simulasi bank mini di kelas dirasakan sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Dari pre-test dan post-test yang diberikan pada siklus ke-1 menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata mahasiswa sebesar 23,6%. Dari pre-test dan post-test yang diberikan pada siklus ke-2 menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata mahasiswa sebesar 5,3%. Jumlah rata-rata nilai yang diperoleh oleh seluruh mahasiswa dalam suatu kelas, mencapai 88,9% maka kelas tersebut dinyatakan berhasil. Dengan ketuntasan klasikal mencapai 89,5% maka kelas yang bersangkutan dianggap tuntas. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan metode simulasi telah mencapai hasil yang diharapkan Kata kunci: Simulasi sederhana bank mini, motivasi dan prestasi belajar.
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PERLINDUNGAN ANAK DI INDONESIA (Kajian Normatif Atas Bekerjanya Hukum Dalam Masyarakat) Ratna Artha Windari
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 1 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i1.1174

Abstract

Anak sebagai manusia seutuhnya memiliki harkat dan martabat serta hak untuk memperoleh perlindungan dari orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negaranya terhadap kekerasan dan diskriminasi. Hal inilah yang dijadikan sebagai landasan pemikiran dalam melahirkan Undang-Undang No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, setelah sebelumnya Indonesia meratifikasi Konvensi Hak Anak pada tahun 1990 berdasarkan Keppres No.36 tahun 1990. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui: faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum, serta peranannya dalam menciptakan penegakan hukum terhadap perlindungan anak di Indonesia, dan penerapan ketentuan hukum tentang perlindungan anak di Indonesia bila dikorelasikan dengan bekerjanya hukum di masyarakat. Berlakunya Undang-Undang Perlindungan Anak selama ini ternyata telah memberikan suatu efek sosial dalam pelaksanaan hukum di masyarakat. Bila kita cermati perkembangan sosial masyarakat dewasa ini, maka banyak pendapat yang menyatakan bahwa penegakan hukum terhadap perlindungan anak tersebut masih belum maksimal, hal ini tercermin dari tingginya tingkat kekerasan pada anak, meningkatnya jumlah perdagangan anak dan lain sebagainya. Pada dasarnya penegakan hukum terhadap perlindungan anak akan terwujud dan ketentuannya akan berlaku efektif apabila substansi hukumnya sesuai dengan budaya masyarakat, mentalitas dan pola perilaku penegak hukum yang baik, serta adanya kesadaran dan kepatuhan hukum dalam masyarakat tersebut. Kata-kata Kunci: penegakan hukum, perlindungan anak.

Page 1 of 1 | Total Record : 6