cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial, Jalan Udayana Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi FPIPS
ISSN : 14128683     EISSN : 27147800     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/mkfis
Media Komunikasi FPIPS publishes and disseminates lecturers’ research results and analyses, teachers, and academic community research from various colleges/universities in Indonesia. The results of research and study contained in the journal accommodate manuscripts on integrated elementary to high education in social sciences, history, economics, sociology, geography, and other relevant social sciences.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2011)" : 8 Documents clear
POLARISASI GEO POLITIK KERAJAAN DI BALI ABAD XVI-XX Desak Made Oka Purnawati
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i2.460

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji dua masalah pokok, yaitu : pertama, mengapa terjadi polarisai geopolitik kerajaan di Bali pada periode abad XVI sampai XX, yang ditunjukkan oleh faktor internal dari kerajaan-kerajaan di Bali dan kedua, menunjukkan faktor campur tangan Belanda yang mempercepat proses polarisasi geopolitik di Bali. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah dengan memakai metode penelitian sejarah yang meliputi : heuristic dalam pengumpulan data, kritik ekstern dan intern untuk menentukan keabsahan dan keakuratan data, interpretasi untuk menganalisis dan mensintesis data-data yang sudah di dapat dan selanjutnya, historiografi dengan menyusun suatu cerita sejarah dengan memperhatikan prinsip-prinsip kausalitas, kronologis, serialisasi dan koligasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa polarisasi geopolitik Kerajaan Bali pada abad XVI-XX mengalami fragmentasi dalam sembilan kerajaan kecil yang sekarang menjadi warisan dari geopolitik kabupaten/kota di Bali. Fragmentasi ini lebih disebabkan oleh perebutan hegemoni politik diantara kerajaaan kerajaan kecil di Bali sehingga memudahkan campur tangan pemerintah colonial Belanda untuk menguasainya yang dimulai saat penyerangan terhadap Kerajaan Buleleng, dan mengakhirinya dengan Perang Puputan Badung (1906) dan Perang Puputan Klungkung (1908).Kata-kata kunci : Polarisasi, geopolitik, kerajaan
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INCOME SMOOTHING Ni Nyoman Ayu Suryandari
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i2.461

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh praktik income smoothing pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Income smoothing diukur menggunakan Index Eckel. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan (diukur dengan total asset), Return on Asset (ROA), Net Profit Margin (NPM), rasio Debt to Total Asset, dan Debt to Equity Ratio (DER).Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta tahun 2000-2005. Sampel penelitian berjumlah 39 perusahaan. Penelitian ini menggunakan analisis binary logistic regression. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya ukuran perusahaan yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap income smoothing, sedangkan Return on Asset, Net Profit Margin, Total Debt to Total Asset, dan Debt to Equity Ratio tidak mempengaruhi praktik income smoothing.Kata kunci :Ukuran Perusahaan, Return On Asset, Net Profit Margin, Total Debt to Total Asset, dan Debt to Equity Ratio
PENERAPAN METODE STUDI KASUS DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PADA MATA KULIAH HUBUNGAN INTERNASIONAL Leni Anggraeni
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i2.462

Abstract

AbstrakPerkuliahan Hubungan Internasional pada kenyataannya menemui banyak masalah, yakni pada umumnya mahasiswa menganggap mata kuliah hubungan internasional sebagai mata kuliah yang membosankan dan kurang diminati oleh mahasiswa. Selain itu, mahasiswa kurang mampu mengemukakan pendapat secara sistematis baik lisan maupun tulisan dan mahasiswa juga kurang terbiasa untuk berbeda pendapat, berdebat dan mengambil keputusan terbaik bagi dirinya dan orang lain. Oleh karenanya peneliti mencoba mengujicobakan suatu metode yang berguna meningkatkan kemampuan berfikir kritis mahasiswa terhadap permasalahan disekitarnya, metode tersebut adalah metode studi kasus.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian tindakan kelas. Adapun yang menjadi subjek penelitiannya adalah Mahasiswa kelas 2009 A dan Dosen mata kuliah hubungan internasional pada Jurusan PKn FPIPS UPI. Penelitian tindakan ini terdiri dari 3 (tiga) siklus yang mana setiap siklus merupakan pengembangan dari uji coba siklus sebelumnya dan berakhir ketika tujuan daripada penelitian tercapai.Hasil analisis terhadap temuan membuktikan bahwa pengunaan metode studi kasus pada mata kuliah hubungan internasional dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa, metode studi kasus dapat meningkatkan antusias mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan mata kuliah hubungan internasional, serta dengan penggunaan metode studi kasus dapat menciptakan suasana demokratis dalam pembelajaran mata kuliah hubungan internasional. Nampak perubahan yang signifikan yang ditampilkan oleh perilaku mahasiswa dalam pembelajaran, terutama dalam hal mengemukakan pendapat, memberikan komentar terhadap pendapat orang lain, mampu menghormati dan menghargai pendapat orang lain, serta dapat bekerjasama dengan tim dalam kelompoknya.Berdasarkan hasil penelitian, metode studi kasus dapat digunakan dalam perkuliahan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis mahasiswa. Oleh karenanya pendidik (Dosen) harus kreatif dan inovatif dalam menyusun strategi perkuliahan, salah satunya melalui penggunaan metode yang dapat meningkatkan antusias mahasiswa dalam perkuliahan. Menggunakan referensi yang berorientasi pada upaya pemecahan masalah oleh mahasiswa, melalui pengkajian isu kontroversial yang sifatnya up to date.Kata kunci : Penelitian tindakan kelas, metode studi kasus, berpikir kritis
PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI NILAI KARAKTER DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Muhammad Mona Adha
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i2.463

Abstract

ABSTRAKImplementasi nilai-nilai karakter seperti bijaksana dalam memilih mana yang baik mana yang buruk, adil, pantang menyerah, kontrol terhadap diri sendiri, menyayangi, memunculkan sikap yang positif, kerja keras, memiliki integritas diri yang kuat, bersyukur atas apa yang kita miliki saat ini, dan memiliki rasa kemanusiaan patut untuk dikembangkan dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian karakter yang baik dapat terus berkembang dan terwujud apa yang menjadi tujuan kedepan, serta mampu menghasilkan kegiatan-kegiatan yang positif. Pengembangan nilai karakter sejak dini mutlak untuk dilakukan agar nilai-nilai yang ditampilkan ketika mereka beranjak dewasa akan lebih baik dan memahami semua perbedaan yang ada.Kata Kunci: karakter, nilai, dan implementasi
KONTRIBUSI DEMOKRAT DALAM PUBLIC POLICY-MAKING DAN PUBLIC POLICY IMPLEMENTATION (Sebuah Reaserch dan Study Di Kabupaten Serdang Bedagai) Prayetno Prayetno
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i2.464

Abstract

ABSTRAKKontribusi dari Partai Demokrat dalam proses pembuatan kebijakan publik untuk mengubah sistem politik di Indonesia, dapat dilihat dari fungsi dan tujuan dari pihak terafiliasi, kehadiran Demokrat juga membantu pemerintah membuat keputusan untuk memecahkan masalah-masalah bangsa Indonesia. Pembuatan kebijakan dapat dilihat dari analisis dan model dengan menggunakan tahap pembuatan kebijakan publik. Kebijakan publik yang diberikan dalam berbagai bentuk. Baik itu untuk kepentingan Partai Demokrat maupun kepentingan publik dalam bentuk pengajuan dana, kebijakan pertanian, konstruksi jalan, wisata bahari, dan lain-lain. Beberapa hal di atas menunjukkan bahwa Partai Demokrat di Serdang Bedagai melalui perwakulannya di DPRD maupun yang di luar parlemen cukup berkontribusi pada penciptaan dan pelaksanaan kebijakan publik. Hal ini diterapkan dalam upaya untuk menciptakan good governance di Kabupaten Serdang Bedagai.Kata Kunci: Partai Demokrat, Kebijakan Publik.
RELASI KUASA DALAM DEMOKRASI INDONESIA Rudi Rohi
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i2.465

Abstract

ABSTRAKDemokrasi Indonesia bagaikan putaran roda dengan kecepatan bervariasi. Hal ini menentukan akselerasi dan arah menuju kesejahteraan dapat berantakan atau berbalik arah. Kesejahteraan belum juga tampak di pelupuk mata tetapi kemiskinan justru kian memprihatinkan. Praktek demokrasi sejak Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi ternyata hanya ritual politik rezim. Relasi kuasa di antara para elit dan aktor demokrasi tidak berjalan di atas rel menuju konsolidasi demokrasi. Justru tabiat labil permanen menjadi pemandangan demokrasi di tanah air. Bersandar pada pendekatan elit dan relasi faktual dari sejumlah kasus dan literatur, tulisan ini mengidentifikasi simpul-simpul dan raut relasi kuasa di antara para elitnya. Diawali dengan gerakan koreksi pada penggalan 1970an kemudian dilanjutkan dengan pembredelan pers pada penggalan awal 1990an hingga masa reformasi. Seluruhnya tak terhindar dari keretakan dan ketimpangan relasi kuasa di antara para aktornya. Akibatnya demokrasi Indonesia tidak berjalan pada aras kontekstual kebutuhan bangsa, tidak mutual, dan tidak komprehensif.Kata Kunci: Demokrasi, Relasi Kuasa, Elit, dan Aktor
PANCASILA SUMBER DARI SEGALA SUMBER HUKUM DI INDONESIA Kurnisar Kurnisar
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i2.467

Abstract

ABSTRAKSebagaimana telah ditentukan oleh pembentukan negara bahwa tujuan utama dirumuskannya Pancasila adalah sebagai dasar negara republik Indonesia. Oleh karena itu, fungsi pokok Pancasila sebagai dasar negara didasarkan pada Ketetapan MPRS No.XX/MPRS/1966 (jo Ketetapan MPR No.V/MPR/1973, jo Ketetapan MPR No.IX/MPR/1978) yang menjelaskan bahwa Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber tertib hukum Indonesia yang pada hakikatnya adalah merupakan suatu pandangan hidup, kesadaran dan cita-cita hukum serta cita-cita moral yang meliputi suasana kebatinan serta watak dari bangsa Indonesia. Kemudian mengenai Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum ini dijelaskan kembali dalam Ketetapan MPR No.III/MPR/2000 tentang sumber hukum dan tata urutan peraturan perundang-undangan pada Pasal 1 ayat (3) yang menyatakan bahwa ”sumber hukum dasar nasional adalah Pancasila. Dengan terbentuknya UU No.10 tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, sebagaimana yang termuat dalam Pasal 2 UU No.10 tahun 2004 yang menyatakan bahwa ”Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum negara”, dengan tegas menyebutkan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum sebagai berikut: ”Penempatan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara adalah sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 yang menempatkan Pancasila sebagai dasar ideologi negara serta sekaligus dasar filosofis bangsa dan negara, sehingga setiap materi muatan peraturan perundang-undangan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila”.Kata kunci: Pancasila, Sumber Hukum Indonesia
PENGARUH VALUE BASED MANAGEMENT PADA NILAI EKUITAS PERUSAHAAN DENGAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI Gede Adi Yuniarta; Ida Bagus Dharmadiaksha
Media Komunikasi FPIPS Vol. 10 No. 2 (2011)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v10i2.1912

Abstract

PENGARUH VALUE BASED MANAGEMENT PADA NILAI EKUITAS PERUSAHAAN DENGAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI   Oleh Gede Adi Yuniarta Jurusan Akuntansi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha   Ida Bagus Dharmadiaksa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengungkapan Corporate Social Responsibility memoderasi hubungan Value-Based Management dengan nilai ekuitas perusahaan. Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia pada tahun buku 2008 dan tahun 2009. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh 103 pengamatan. Analisis statistik meliputi uji asumsi klasik dan uji kelayakan model. Pengujian pengaruh variabel pemoderasi dalam hipotesis penelitian ini diuji dengan Moderated Regression Analysis (MRA) yang merupakan aplikasi khusus regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pengungkapan Corporate Social Responsibility tidak terbukti secara signifikan sebagai variabel pemoderasi hubungan antara Value Based Mangement dengan nilai ekuitas perusahaan. Hal ini diindikasikan karena investor sudah tidak perlu lagi melihat pengungkapan Corporate Social Responsibility yang sudah bukan bersifat sukarela namun sudah bersifat wajib. Dengan indikator Value-based Management yang diukur dengan Economic Value Added maka investor tidak memperhatikan Corporate Social Responsibility dalam mengambil keputusan investasi. Hal ini sesuai dengan konsep Value-based Management bahwa investor cenderung memiliki tujuan utama memperoleh return semaksimal mungkin dari investasi dengan berpandangan bahwa nilai ekonomis suatu perusahaan komersial hanya terlegitimasi oleh keuntungan yang dicapai.   Kata kunci : Value-Based Management, Corporate Sosial Responsibility dan nilai ekuitas perusahaan ABSTRACT The purpose of this research is to examine that the disclosure of Corporate Social Responsibility moderate the relationship of Value-Based Management with the corporate equity. This research was conducted at the Indonesian Stock Exchange in the year 2008 and year 2009. Purposive sampling method was used to determine samples and 103 observations were obtained. The statistical analysis which was done included the classic assumption test and goodness of fit test. Testing the influence of moderating variables in this research hypothesis was conducted using Moderated Regression Analysis (MRA) which is a special application of multiple linear regressions. Based on the research results and their discussions, it can be concluded that the disclosure of Corporate Social Responsibility is not proven significantly as a moderating variable of the relationship between the Value-Based Management with the corporate equity. It is indicated that way because investors do not need to look at the disclosure of Corporate Social Responsibility anymore which has no longer been a voluntary but a mandatory. Using Value-based Management as an indicator which is measured by the Economic Value Added, the investor does not consider the corporate social responsibility in making investment decisions. This is consistent with the concept of Value-based Management that investors tend to have a main purpose to obtain maximum returns from investment with the view that the economic value of a commercial enterprise is legitimated only by the benefits gained. Keywords: Value-Based Management, Corporate Social Responsibility and corporate equity

Page 1 of 1 | Total Record : 8