cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial, Jalan Udayana Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi FPIPS
ISSN : 14128683     EISSN : 27147800     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/mkfis
Media Komunikasi FPIPS publishes and disseminates lecturers’ research results and analyses, teachers, and academic community research from various colleges/universities in Indonesia. The results of research and study contained in the journal accommodate manuscripts on integrated elementary to high education in social sciences, history, economics, sociology, geography, and other relevant social sciences.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2013)" : 9 Documents clear
KARAKTER ADALAH AKAR MASALAH BANGSA KITA Yusus Kardiman
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1680

Abstract

ABSTRAK Banyak masalah sosial yang terjadi pada masyarakat Indonesia baik yang berskala besar karena dilakukan ditingkat nasional atau secara nasional seperti korupsi, kolusi dan nepotisme yang saat ini sealu menjadi berita utama di setiap media massa, juga masalah sosial kecil yang kadang kala dianggap bukan masalah dalam kehidupan seperti mencontek, membuang sampah sembarangan, nyerobot lampu merah, nyerobot antrian dan sebagainya, namun kedua masalah sosial tersebut memiliki dampak yang besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Setelah di telusuri lebih dalam ternyata akar masalah dari masalah-masalah sosial tersebut adalah karakter. Karakter yang bentuk sejak kecil di lingkungan yang terdekat dalam kehidupan baik keluarga, masyarakat maupun persekolahan membentuk menjadi karakter di kala dewasa. Untuk pembangunan karakter maka pendidikan memiliki peran utama di dalamnya. Pendidikan di dalam keluarga, masyarakat dan persekolah harus secara bersinergi dan berkesinambungan untuk membangun karakter masyarakat Indonesia menjadi lebih baik. Kata kunci : karakter, masalah bangsa ABSTRACT Many social problems that occur in communities both large Indonesian because it is done at the national level or nationally as corruption, collusion and nepotism are now always hit the headlines in every media, too little social problem sometimes is not considered a problem in life such as cheating, littering, running a red light, and so on, but both of these social issues have a huge impact on the life of the nation. Once in the pan over the apparently the root cause of social problems is character. Characters that form since childhood in the nearby environment in both family life, society and schooling to form a character at a time when adult. For the construction of the character education has a major role in it. Education in the family, society and persekolah must be synergy and sustainability to build the character of Indonesian society for the better. Keywords: character, problem nation
KEPEMIMPINAN: KONSEP, TEORI DAN KARAKTERNYA Fridayana Yudiaatmaja
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1681

Abstract

ABSTRAK Kepemimpinan (leadership) berkenaan dengan seseorang memengaruhi perilaku orang lain untuk suatu tujuan. Dengan kekuasaan, pemimpin dapat memengaruhi perilaku para bawahannya. Kekuasaan dapat dibagi menjadi lima, yaitu: (1) kekuasaan keahlian (expert power); (2) kekuasaan legitimasi (legitimate power); (3) kekuasaan referensi (referent power); (4) kekuasaan penghargaan (reward power); dan (5) kekuasaan paksaan (coercive power). Disamping berhubungan dengan kekuasaan, kepemimpinan juga erat kaitannya dengan karakter. Berbagai upaya riset dilakukan untuk mengidentifikasi karakter-karakter yang konsisten dengan kepemimpinan. Upaya riset yang dilakukan untuk memisahkan karakter kepemimpinan banyak menemui jalan buntu. Dinyatakan juga bahwa pencarian untuk mengidentifikasi seperangkat karakter yang membedakan pemimpin dan pengikut dan antara pemimpin yang efektif dan tidak efektif, banyak yang gagal. Hasil yang paling dapat diterima adalah riset yang bertujuan hanya untuk melakukan identifikasi terhadap karakter-karakter yang dapat dikaitkan secara konsisten dengan kepemimpinan. Kata kunci: kepemimpinan ABSTRACT Leadership relates to a person's behavior with respect to another person for a purpose. With power, leaders can influence the behavior of their subordinates. Power can be divided into five, namely: (1) expert power, (2) legitimate power, (3) referent power, (4) reward power, and (5) coercive power. Besides dealing with power, leadership is also closely associated with the character. Various research efforts carried out to identify the characters that are consistent with the leadership. Research efforts are made ​​to separate the leadership's characters, but it was found deadlock. Also stated that the quest to identify a set of characters that distinguishes between a leader and followers and effective leaders and effective, many have failed. Most acceptable result is research that aims only to identify the characters that can be linked consistently with leadership. Keywords: leadership
PERGESERAN PARADIGMA PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN Kurjono -
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1682

Abstract

Penulisan ini dilatarbelakangi oleh suatu pemikiran tentang pemahaman konsep kewirausahaan yang selama ini dipahami para praktisi pendidikan bahwa kewirausahaan diidentifikasikan dengan belajar berbisnis. Padahal belajar berbisnis hanya salah satu aspek dari berwirausaha. Inti masalah yang hendak diungkapkan adalah sejauh manakah pemahaman dan pelaksanaan pendidikan kewirausahaan dapat merubah kondidi sosial masyarakat. Hal penting yang harus dipahami para pelaksana pendidikan adalah lebih menekankan aspek pembinaan mentalitas individu peserta didik, mengingat siswa sebagai peserta didik masih dalam proses internalisasi. Pergeseran paradigma ini sangat tepat untuk meletakkan sesungguhnya pola apa yang harus ditekankan dalam pembelajaran kewirausahan. Dari hasil pemikiran dan perenungan kondisi saat ini maka penulis menekaknkan pentingnya mengantisipasi pergeseran paradigma ini, agar pembelajaran kewirausahaan yang selama ini dilaksanakan tidak condong menggiring peserta didik untuk menjadi pebisnis/pedagang atau penyelenggara sektor jasa saja, namun aspek kegiatan manusia yang meliputi usaha sektor jasa, perdagangan dan manufaktur maupun dalam profesi lainnya sehingga dapat dijadikan bekal dan pegangan peserta didik kelak setelah mereka lulus dari jenjang sekolahnya. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka dapat dilakukan pola pembelajaran kewirausahaan yang lebih bermakna bagi siswa terutama menanamkan sikap kreatif dan sikap inovatif sebagai modal dasar siswa untuk berwirausaha. Kata Kunci : Pergeseran, Kewirausahaan, Peserta didik, Sikap Kreatif dan Sikap Inovatif ABSTRACT The writing is motivated by an understanding of the concept of entrepreneurial thinking that has been understood that education practitioners identified by studying business entrepreneurship. Though learning to do business only one aspect of entrepreneurship. Core issues to be disclosed is the extent to which the understanding and implementation of entrepreneurship education can change society through the phenomenon of social conditions of high unemployment especially among college students.It is important to understand the implementation of education relating to entrepreneurship should be more emphasis on the development of the mentality of the individual learners. Considering students as learners are still in the process of internalization, the paradigm shift is very appropriate to put the actual pattern of what should be emphasized in both entrepreneurial learning in basic education high school students and college studentsReflection of the ideas and the current state of the author outlines the common thread is the importance of anticipating the paradigm shift that entrepreneurial learning which has been implemented is not inclined lead learners to become businessman / merchant or service provider sector alone, but human activities covering aspects of business sector services, trade and manufacturing as well as in other professions that can be used as a grip stock and future students after they graduate from school level. Given that not all students are interested in becoming a merchant.Based on these explanations, it can be done pattern entrepreneurial learning more meaningful for students especially inculcate creative and innovative attitude attitude as basic capital for entrepreneurship students in various professions both in the private as well as public servants so as expectations of learners can develop entrepreneurship in various jobs. Key word: Education, entrepreneurship, creative, innovative
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN AKUNTANSI KEUANGAN I BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Ni Luh Gede Erni Sulindawati
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1683

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil pengembangan perangkat pembelajaran dalam mata kuliah akuntansi Keuangan I : (1) dapat meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa,(2) kendala-kendala yang ditemui, (3) solusi yang digunakan untuk mengatasi kendala-kendala,(4) dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa, dan (5) dapat meningkatkan profesionalisme dosen dalam mengajar. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka model pengembangan perangkat pembelajaran Instructional Development Model (ID Model) dengan Subyek yang dilibatkan adalah Dosen pengajar mata kuliah dan mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. Hasil penelitian menunjukkan:(1) Hasil pengembangan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa, (2) Ditemukan beberapa kendala yang ditemui mahasiswa dalam pemanfaatan perangkat pembelajaran, (3)Terhadap kendala – kendala yang ditemui sudah ditemukan solusi-solusi yang digunakan, (4)Pemanfaatan perangkat pembelajaran yang dihasilkan dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa, dan (5) hasil pengembangan dapat dimanfaatkan dalam peningkatan profesionalisme dosen dalam proses belajar mengajar. Kata Kunci : Perangkat Pembelajaran, dan Akuntansi Keuangan ABSTRACT This study aimed at knowing the result of developing learning equipment for Intermediate Accounting I, whether: (1) It can improve the learning activity of the students, (2) There were problems faced by the students, (3) There were solution to solve the problems, (4) It can increase the students’ achievement, (5) It can evolve the lecturers’ teaching professionalism. The learning equipment was developed by using Instructional Development Model (ID Model). The lecture of this course and the students of Accounting Department of Undiksha were involved in this study as the subject. The result of this study was: (1) the development of learning equipment increased the students’ learning activity, (2) There were problems faced by the students in using this equipment, (3) There were solution for those problems, (4) It increased the students’ achievement, (5) It evolved the lecturer’s teaching professionalism. Keyword: Learning Equipment, and Intermediate Accounting.
MODEL PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS MULTIKULTUR DALAM RANGKA MENANAMKAN NILAI-NILAI HAM DAN DEMOKRASI M. Mona Adha; Hermi Yanzi
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1705

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menemukan model pembelajaran yang tepat guna, untuk mengembangkan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berbasis multikultur dalam rangka menanamkan nilai-nilai HAM dan Demokrasi kepada siswa. Metode yang dipergunakan dalam model pengembangan pembelajaran dalam penelitian ini adalah model ADDIE yang meliputi: Analyze berupa kebutuhan, peserta didik dan seterusnya. Design berupa rumusan kompetensi, strategi. Develop berupa materi ajar, asesmen dan seterusnya. Implement berupa tatap muka, asesmen dan seterusnya. Evaluate terhadap program pembelajaran perbaikan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah beberapa SMA di Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berbasis multikultur dalam rangka menanamkan nilai-nilai Demokrasi dan HAM dapat di didesain menggunakan model ADDIE, tanggapan guru terhadap rancangan sistem pembelajaran sangat positif, dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran dengan model yang diterapkan merasa senang dan memiliki motivasi tinggi. Dengan demikian dapat disarankan kepada guru di sekolah agar selalu mendesain pembelajaran dengan baik salah satunya dapat menggunakan desain pembelajaran model ADDIE. ABSTRACT This research aims to find appropriate learning model, developing learning-based multicultural Citizenship Education in order to instill the values of HUMAN RIGHTS and democracy to students. The methods used in the development of learning models in this study is a model of ADDIE that include: Analyze a learner's needs, and so on. Design of formulation of competence, strategies. Develop a teaching materials, assessment and so on. Implement a face-to-face assessment, and so on. Evaluate the learning program improvements. The sample used in this study are some of the High School in Bandar Lampung. The results showed that the learning-based multicultural Citizenship Education in order to instill the values of democracy and human rights can be designed using ADDIE model, the response of teachers to design a learning system is very positive, and the responses of students to learning with a model that was applied was pleased and have high motivation. Can thus be recommended to teachers at the school to design a study with either one of them can use the instructional ADDIE design model.
IMPLEMENTASI METODE PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA PADA MATA KULIAH ETIKA KOMUNIKASI DAN BISNIS DENGAN SUB POKOK BAHASAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN I Gusti Ayu Purnamawati
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1707

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa pada mata kuliah Etika Komunikasi dan Bisnis dengan sub pokok bahasan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (Prodi Pariwisata) yang memprogram mata kuliah Etika Komunikasi dan Bisnis dan berjumlah 18 orang. Obyek penelitian ini adalah metode pembelajaran Problem Based Learning. Model penelitian ini menggunakan PTK dengan 2 siklus yang masing-masing memiliki empat tahapan yaitu: Perencanaan, Tindakan, Observasi/evaluasi, dan Refleksi. Data dikumpulkan melalui interview dan observasi. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pre-test dan post-test yang diberikan pada siklus ke-2 menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata mahasiswa sebesar 4,61% dengan peningkatan standar deviasi sebesar 0,42. Jumlah rata-rata nilai yang diperoleh oleh seluruh mahasiswa dalam suatu kelas mencapai 86,61% sehingga kelas tersebut dinyatakan berhasil. Dengan ketuntasan klasikal mencapai 88,89% maka kelas yang bersangkutan dianggap tuntas. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan metode PBL telah mencapai hasil yang diharapkan dengan adanya peningkatan pemahaman dan prestasi mahasiswa. Kata kunci: Metode Pembelajaran Problem Based Learning, Etika Komunikasi dan Bisnis, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. ABSTRACT This study aims to determine the implementation of Problem Based Learning teaching methods to improve student understanding of the course on Business Ethics and Communication with sub subject of Corporate Social Responsibility. The subjects in this study were students majoring in Family Welfare Education ( Tourism Department) which program courses Communication and Business Ethics and numbered 18 people. Object of this study is the method of learning Problem Based Learning. This research model using PTK with 2 cycles each having four stages: planning, action, observation/evaluation, and reflection. Data were collected through interviews and observation. Analysis using descriptive qualitative method. The results showed that of the pre-test and post-test given at the 2nd cycle showed an increase in average student with an increase of 4.61% standard deviation of 0.42. Average number of grades earned by all students in a class reaches 86.61%, so the class is declared successful. With classical completeness reached 88.89%, the class in question is considered complete. This shows that the learning process by using the PBL method has achieved the expected results with an increase in student understanding and achievement. Keywords: Method of Learning Problem Based Learning, Communication and Business Ethics, Corporate Social Responsibility.
KASUS PELANGGARAN HAM ETNIS ROHINGYA : DALAM PERSPEKTIF ASEAN Dewa Gede Sudika Mangku
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1708

Abstract

ABSTRAK Dalam artikel ini membahas tentang pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Rohingya oleh Pemerintah Myanmar. Metode yang digunakan yaitu metode kepustakaan dengan penyajian secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif yang dilakukan dengan cara meneliti bahan-bahan kepustakaan seperti buku, majalah, perjanjian internasional (Piagam ASEAN), makalah-makalah, jurnal, artikel-arikel, surat kabar serta situs-situs internet yang berkaitan dengan objek yang ditulis. Berdasarkan hasi pembahasan dapat disimpulkan bahwa bentuk kekerasan apapun yang ditujukan kepada etnis Rohingya yang dilakukan oleh Pemerintahan Myanmar tidak dapat dibenarkan apalagi hal tersebut masih dalam lingkup kawasan Asia Tenggara, sebagai suatu negara anggota ASEAN sudah saatnya Myanmar tunduk terhadap Piagam ASEAN yang telah disepakati secara bersama oleh sepuluh negara angota ASEAN yang lainnya serta terbentuknya Badan HAM ASEAN digunakan sebagai suatu pedoman untuk meminimalkan pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Asia Tenggara khususnya kepada Etnis Rohingya di Mynmar. Kata kunci : Hak Asasi Manusia, Etnis Rohingya, Piagam ASEAN dan Badan Hak Asasi Manusia ASEAN ABSTRACT In This article discusses the human rights violations against the Rohingya by the Government of Myanmar. The method used is the method by presenting descriptive literature and analyzed qualitative research done by library materials such as books, magazines, international treaty (the ASEAN Charter), papers, journals, article-arikel, newspapers as well as site-internet site associated with the object is written. Based on the discussion, it can be concluded that any form of violence aimed at ethnic Rohingya were conducted by the Government of Myanmar can not be justified moreover it is still within the Southeast Asian region, as an ASEAN member state Myanmar is time subject to the ASEAN Charter which has been mutually agreed by ten ASEAN countries as well as other members of the formation of the ASEAN human rights body is used as a guideline to minimize violations of human rights that occurred in Southeast Asia, especially the Rohingya in Myanmar. Keywords: Human Rights, Ethnic Rohingyas, the ASEAN Charter and the ASEAN Human Rights Body
THE ADMINISTRATOR’S PRODUCTION FUNCTION SEBAGAI SEBUAH PENDEKATAN PENILAIAN PRODUKTIVITAS PELAKSANAAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DOSEN PADA PERGURUAN TINGGI Kadek Rai Suwena
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1709

Abstract

ABSTRAK Perguruan tinggi melalui program-program studinya perlu memperoleh kepercayaan masyarakat dengan jaminan kualitas (quality assurance), pengendalian kualitas (quality control), perbaikan kualitas (quality improvement). Kekuatan utama perguruan tinggi dalam kehidupan di era pasar bebas dalam rangka mewujudkan jaminan kualitas, pengendalian kualitas dan perbaikan kualitas salah satunya terletak pada sumber daya dosen. Peran dosen berada pada posisi yang paling strategis. Dosen sebagai tenaga profesional harus memiliki kemandirian dalam keseluruhan kegiatan pendidikan baik dalam jalur perguruan tinggi maupun luar perguruan tinggi, dosen memegang posisi yang paling strategis. Pada tingkatan operasional, dosen merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tingkat institusional, instruksional, dan eksperiensial. Karena itu dosen tidak boleh hanya memperhatikan komponen-komponen tertentu saja misalnya metode, bahan, dan evaluasi saja tapi ia harus mempertimbangkan komponen secara keseluruhan sehingga pelaksanaan proses belajar mengajar berjalan dengan produktif. Dosen dalam perannya mewujudkan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran. Customer service harus dijadikan core strategy untuk menciptakan produktivitas proses belajar mengajar dengan pendekatan The Administrator’s Production Function. Paradigma manajemen pembelajaran harus dirubah tidak cukup hanya dengan pembelajaran yang inovatif. Mengapa demikian? Karena paradigma merupakan mind- set yang ada di dalam suatu organisasi. Paradigma merupakan suatu mental frame of reference yang mendominasi cara orang dalam suatu organisasi untuk berfikir dan berperilaku. Kata kunci: The Administrator’s Production Function produktivitas, proses belajar mengajar. ABSTRACT Universities through study programs need to gain public confidence in the quality assurance (quality assurance), quality control (quality control), quality improvement (quality improvement). The main strength of college life in the era of the free market in order to achieve quality assurance, quality control and improvement of the quality of one of them lies in the faculty resources. Role of the lecturer is in the most strategic position. Lecturers as professionals should have independence in the overall educational activities both within and outside the university pathway college, most professors hold strategic positions. At the operational level, the lecturer is a determinant of educational success through its performance at the institutional level, instructional and experiential. Therefore, faculty should not only pay attention to certain components such as methods, materials, and evaluation but it should consider the components as a whole so that the implementation of the teaching and learning process running productively. Lecturer in realizing its role Tri dharma activities, particularly with regard to education and teaching. Customer service should be a core strategy to create productivity of the learning process with the approach of the Administrator's Production Function. Learning management paradigm must be changed is not enough just to innovative learning. Why is that? Because the paradigm is a mind-set that exist within an organization. Paradigm is a mental frame of reference that dominates the way people in an organization to think and behave. Keywords: The Administrator's Production Function productivity, teaching and learning process.
VIHARA DI TENGAH-TENGAH SERIBU PURA (STUDI KASUS TENTANG KONVERSI AGAMA DARI AGAMA HINDU KE AGAMA BUDHA DI DESA ALASANGKER, KECAMATAN BULELENG, KABUPATEN BULELENG-BALI). Ketut Sedana Arta; Ni Putu Rai Yuliartini
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1710

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui latar belakang adanya anggota masyarakat di Desa Alasangker yang beralih agama dari agama Hindu ke Agama Budha; (2) Untuk mengetahui proses konversi agama dan perkembangan Agama Budha di Desa Alasangker dari awal masuknya sampai sekarang; (3) Untuk mengetahui implikasi konversi agama terhadap keluarga dan desa pakraman Penelitian ini secara metodologis menggunakan pendekatan kualitatif, teknik penentuan informan dengan purposive sampling dan informan terus dikembangkan dengan teknik snowball. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan: (1) Wawancara mendalam dengan membuat pedoman wawancara; (2) Observasi partisipasi. (3) Studi dokumen. Dokumen yang dikaji antara lain data statistik yang tersedia di Kantor Kepala Desa, Desa Pekraman, arsif dan buku yang tersimpan di Vihara, foto-foto yang terkait dengan kehidupan desa dinas dan desa pakraman yang relevan dengan masalah penelitian,Untuk menjamin kesahihan data maka dilakukan triangulasi data, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang konversi agama di Desa Alasangker disebabkan oleh faktor Interen:1) untuk memperbaiki citra diri, hal ini disebabkan masyarakat yang berkonversi agama pada zaman Orde Lama adalah anggota PKI dan Partindo, sehingga segala aktivitasnya dicurigai oleh masyarakat desa. 2) Kurangnya pemahaman terhadap ajaran agama Hindu, yang disebabkan sumber ajaran agama hanya berasal dari lontar dan buku-buku agama Hindu sulit didapatkan di awal tahun 1970-an ditambah pihak PHDI kurang mengadakan pembinaan ke desa-desa tentang agama Hindu. 3) Faktor kemiskinan, kepapaan disebabkan mereka kehilangan orang tua maupun saudara yang menjadi tulang punggung keluarga. Sedangkan faktor eksternal adalah adanya pengaruh ajaran tokoh-tokoh agama Budha yang mempunyai keahlian dan kharisma, kemiripan ajaran agama Hindu dan Budha seperti ajaran hukum karma, punarbawa, dan tujuan akhir agama hidup manusia, kemudahan-kemudahan yang diberikan dari lembaga agama Budha, seperti pemberian buku-buku secara gratis. Kata Kunci: Konversi Agama, Proses, sejarah, Implikasi Konversi. ABSTRACT Target of this research is ( 1) To know background of[is existence of society member in Countryside of Alasangker changing over religion of Hinduism to Buddhism; ( 2) To know religion conversion process and growth of Buddhism [in] Countryside of Alasangker from early entry of hitherto; ( 3) To know implication convert religion to countryside and family of pakraman. This research methodologically use approach qualitative, technique determination of informan with sampling purposive and informan continue to be developed with technique of snowball. In data collecting of researcher use: ( 1) circumstantial Interview by making guidance of interview; ( 2) Observation participation. ( 3) Study document. studied document for example available statistical [in] Office Lead Countryside, Countryside of Pekraman, on file book and arsif[in Shrine, photos which related to life of countryside on duty and countryside of pakraman relevant with problem of Research for guarantee validity of data hence to triangulat data, while technique analyse its data use model of interaktif. Result of this research indicate that background convert religion in Countryside of Alasangker because of factor of Interen:1). to improve;repair x'self image, this matter [is] caused by society which converting religion at Old Order epoch is member of PKI and of Partindo, so that all its activity is suspected by countryside society. 2). lack of the understanding of to Hinduism teaching, caused the source of religion teaching only coming from difficult Hinduism books and papyrus got by in early year 1970-an added by side of PHDI less is performing [of construction to countrysides about religion of Hindu.3). Factor Poorness, poppa caused by them losing of old fellow and also you becoming family backbone. While factor of eksternal is the existence of influence of religion figures teaching of Budha having charisma and membership, Hinduism teaching looking like and of Budha like teaching of hokum karma, punarbawa, and human life religion final purpose, given amenitys of religion institute of Budha like giving of books free of charge. Keyword: Conversion Religion, Process, history, Implication Conversion

Page 1 of 1 | Total Record : 9