cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 624 Documents
KADAR BESI SERUM, SATURASI BESI DAN TOTAL IRON BINDING CAPACITY PADA TIKUS PUTIH BETINA (Rattus norvegicus) AKIBAT PEMBERIAN ZAT BESI BERSAMA KALSIUM Dessy Hermawan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5333.37 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.867

Abstract

Kalsium dan zat besi sering diberikan bersama-sama baik dalam bentuk makanan/minuman ataupun obat-obatan. Padahal penyerapan kalsium di dalam usus menggunakan divalen metal transforter 1 (DMT 1) yang juga digunakan oleh zat besi, sehingga dapat menimbulkan hambatan kompetitif diantara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa besar kadar kalsium terendah yang menyebabkan penyerapan besi terhambat, sehingga akan berdampak pada kadar besi serum, TIBC & saturasi besi.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen sederhana : pre post test group control design. Subyek penelitian adalah tikus putih betina (Strain Wistar Rattus norvegicus) yang berumur 8 minggu dengan BB 125-150 mg. Sebelum diberikan perlakukan, tikus diukur profil besi darahnya, kemudian dibuat menjadi anemia defisiensi besi dengan diambil darahnya secara rutin 2 kali seminggu selama 1 bulan. Kemudian sampel dibagi menjadi 5 kelompok dan diberi perlakukan selama 7 hari. Sebelum dan sesudah perlakuan, tikus diukur kadar besi serum, saturasi besi & total iron binding capacity. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada pada kondisi tikus yang mengalami anemia defisiensi besi, kadar kalsium 50 mg/hari sudah mulai terjadi penghambatan penyerapan besi dan tampak sangat nyata pada kadar 75 mg/hari (1 72 kali dari angka kecukupan normal). Semakin tinggi kadar kalsium yang diberikan peroral, maka akan semakin rendah besi yang dapat diserap oleh usus, sehingga tidak akan mampu meningkatkan kadar besi serum, saturasi besi dan menurunkan TIBC. 
HUBUNGAN FREKUENSI OLAHRAGA DENGAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT NATAR MEDIKA PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2016 Andoko Andoko
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6730.183 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.855

Abstract

Angka kejadian diare pada balita di Puskesmas Batu Nangkop cukup tinggi yaitu 140 balita, sebanyak 82 balita mengalami dehidrasi ringan dan delapan balita mengalami dehidrasi berat. Resiko dehidrasi disebabkan oleh penanganan diare di rumah yang dilakukan oleh ibu yang belum tepat karena kurangnya pengetahuan ibu. Peranan ibu dalam pemberian cairan rehidrasi oral (CRO) untuk mencegah dehidrasi dan kematian sangat mutlak dan menentukan. Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang diare dengan pelaksanaan pemberian cairan rehidrasi oral (CRO) pada balita. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan desain Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu yang datang berkunjung ke Puskesmas yang mempunyai anak balita dan anaknya pernah terkena diare atau sedang menderita diare yang berjumlah 140 orang, dan pengambilan sampel dengan metode purposive sampling adalah sebanyak 104 orang. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan Chi Square. Hasil penelitian diperoleh data bahwa Ibu yang berpengetahuan baik tentang diare berjumlah 59 orang (56,7 %), dan Ibu yang melaksanakan pemberian Cairan Rehidrasi Oral (CRO) dengan kategori baik berjumlah 76 orang (73,9 %). Hasil uji statistik diperoleh p value 0,001 pada a 0,05 disimpulkan ada hubungan pengetahuan ibu tentang diare dengan pelaksanaan pemberian cairan rehidrasi oral (CRO) pada balita diare. Hasil analisis diperoleh pula nilai OR 5,100 yang artinya ibu dengan pengetahuan kurang baik mempunyai peluang 5,100 kali untuk melaksanakan pemberian cairan rehidrasi oral pada balita diare dengan kurang baik. Saran pada penelitian ini diharapkan petugas kesehatan agar lebih giat lagi dalam memberikan penyuluhan kesehatan sehingga masyarakat mempunyai pengetahuan yang baik tentang diare dan dapat melaksanakan pemberian Cairan Rehidrasi Oral (CRO) sedini mungkin.
Pengaruh Pengumuman Stpck Split Terhadap Abnormal Return Dan Abnormal Trading Volume Activity (Pada Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar Di BEI Periode 2010-2014) Ade Maria Ulfa
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3944.073 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.872

Abstract

Daun pepaya (Caricae folium) merupakan tanaman yang banyak ditemukan di masyarakat dan bisa digunakan sebagai pengobatan anti bakteri. Daun pepaya (Caricae folium) mengandung senyawa karpain yang merupakan golongan alkaloid. Alkaloid memiliki kemampuan untuk menghambat replikasi bakteri, replikasi dihambat melalui interaksi dengan enzim gyrase. Salah satu enzim yang mutlak diperlukan dalam proses DNA bakteri, senyawa alkaloid memiliki kemampuan untuk berikatan dengan komplek gyrase - DNA dan membuat enzim gyrase tetap bisa memotong DNA bakteri tetapi tidak bisa menyambungnya kembali, akibatnya DNA bakteri tidak berfungsi sehingga akhirnya akan mati. Salah satu bakterinya yaitu Staphylococcus aureus, bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab keracunan makanan yang menghasilkan enterotoksin, enteroktosin menyebabkan muntah dan diare. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Difusi Agar, dimana uji efektifitas (kepekaan anti mikroba) digunakan untuk menentukan kepekaan suatu kuman terhadap antimikroba yang akan digunakan untuk pengobatan, dan pada konsentrasi keberapa cfektif dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Ada dua jenis metode yang digunakan yaitu uji pengenceran dan uji difusi, dan yang digunakan dalam penelitian yaitu uji difusi dimana uji ini dengan menggunakan kertas cakram saring atau lempengan kertas filter yang berisi zat uji dan diletakkan pada Agar Muller Hinton yang dipermukaannya telah diolesi dengan organisme uji kemudian diinkubasi, dilihat zona hambat yang terbentuk dan ditentukan konsentrasi efektif, konsentrasi yang digunakan dalam penelitian yaitu dari konsentrasi 300%, 290%, 280%, 270%, 260%, 250%, 240%, 230%, 220%, 210%, 200%. Dan hasil penelitian di dapat kosentrasi efektif pada kosentrasi 280% dengan rata-rata diameter zona hambat 25,3 mm. 
HUBUNGAN GAMBARAN FOTO TORAKS PASIEN TUBERKULOSIS PARU ANAK DENGAN UJI TUBERKULIN DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Rahma Ellya
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4826.475 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.856

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu emosi yang paling menimbulkan stress yang dirasakan oleh banyak orang. Kadang-kadang kecemasan juga disebut dengan ketakutan atau perasaan gugup. Kecemasan juga memiliki orientasi di masa depan. Seseorang mungkin memiliki bayangan bahwa ada bahaya yang mengancam dalam suatu obyek. la melihat gejala itu ada, sehingga ia merasa cemas. Kecemasan ini dibutuhkan agar individu dapat mempersiapkan diri menghadapi peristiwa buruk yang mungkin akan terjadi. Gejala-gejala yang mungkin timbul pada saat seseorang mengalami kecemasan dapat berupa gejala fisik, psikologis maupun sosial.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan lansia yang tinggal di rumah dengan lansia tinggal di PSTW Bakti Yuswa Natar Kecamatan Natar Lampung Selatan.Jenis penelitian ini adalah deskripsi korelasi, yang dijadikan sampel adalah lansia yang tinggal di Desa Muara Putih sebanyak 48 lansia dan lansia yang tinggal di PSTW Bakti Yuswa Natar sebanyak 50 lansia dan mengunakan pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling dengan kriteria sampel lansia yang berumur 60 tahun ke atas, dapat berkomunikasi dengan baik, dan bersedia jadi responden. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara perbedaan tingkat kecemasan lansia yang tinggal di rumah dengan lansia tinggal di PSTW Bakti Yuswa Natar Kecamatan Natar Lampung Selatan (p value= 0.284 yang berarti p>a= 0,05). Tenaga kesehatan panti untuk lebih meningkatkan pelayanan keperawatan terhadap lansia yang mengalami kecemasan yang akhirnya memotivasi lansia untuk tidak merasa cemas didalam melakukan kegiatan.
Pengaruh Sikap, Pelayanan, Kesadaran Wajib Pajak Dan Pengetahuan Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dalam Membayar Pajak Bumi Dan Bangunan Triyoso Triyoso
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6884.253 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.873

Abstract

Jumlah konsumsi rokok di Indonesia menurut The Tobacco Atlas 2002, menempati posisi kelima tertinggi di dunia, yaitu sebesar 215 miliar batang. China 1.634 triliun batang, Amerika Serikat 451 miliar batang, Jepang 328 miliar batang dan Rusia 268 miliar batang. Hasil penelitian Ezzati dan Lopez mengungkapkan, menghisap rokok menyebabkan lima juta orang meninggal dunia setiap tahun. Ini akan terus meningkat bila kebiasaan buruk itu tidak dikurangi, khususnya di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok mahasiswa laki-laki FKM Universitas Malahayati tahun 2010. Jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh mahasiswa laki laki FKM. Sedangkan sampelnya 87, pengambilan sample dengan metode proposional random sampling. Pengumpulan data melalui wawancara dengan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan alat uji Chi Square. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh maka ada hubungan antara pengetahuan (p value=0,000 dan OR=6,193), lingkungan keluarga (p value=0,000 dan OR=3,545), lingkungan pergaulan (p value=0,000 dan OR=5,000) dan iklan rokok (p value=0,000 dan OR=2,867) dengan perilaku merokok mahasiswa. Dan tidak ada hubungan antara sikap (p value=0,22) dengan perilaku merokok mahasiswa. Saran tips berhenti merokok;Alihkan pikiran ke hal yang menyenangkan selain rokok, Minum banyak air putih, makan sayur dan buah setiap timbul keinginan untuk merokok, Jangan melamun & banyak berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain, Olah raga secara teratur, Pijat daerah punggung, leher dan tarik nafas dalam-dalam setiap keinginan merokok datang. 
contoh Dina Dwi Nuryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4353.401 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.864

Abstract

Hipertensi menjadi penyebab kematian sekitar 7,1 juta orang di seluruh dunia atau sekitar 13 % dari total kematian, sedangkan di Indonesia hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis, yakni mencapai 6,7% dari populasi kematian. Jumlah penderita hipertensi di Kecamatan Lambu Kibang tahun 2009 yaitu 630 orang. Faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi adalah usia, keturunan, jenis kelamin, obesitas, konsumsi natrium, konsumsi lemak, kelainan ginjal, merokok, dan kurang olahraga.Tujuan penelitian ini diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lanjut usia di Kampung Pagar Jaya, Tulang Bawang Barat. rvei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh usia lanjut berjumlah 94 orang dengan sampel total populasi. Pengumpulan data wawancara, dengan alat bantu kuesioner, selain itu juga pengukuran tekanan darah, serta lingkar pinggang dan lingkar panggul. Berdasarkan hasil univariate diperoleh 55,3% orang menderita hipertensi dan 44,7% orang tidak hipertensi, 50% orang berjenis kelamin laki-laki dan 50% perempuan, 55,3% orang obesitas dan 44,7% tidak obesitas, serta 40,4% orang merokok dan, 59,6% tidak merokok. Sedangkan bivariate ada hubungan antara jenis kelamin (p-value = 0,002), obesitas (p-value = 0,017) dengan kejadian hipertensi, dan tidak ada hubungan antara perilaku merokok (p-value = 0,137) dengan kejadian hipertensi. Saran bagi institusi pendidikan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan bagi masyarakat informasi dapat dipergunakan untuk mencegah terjadinya penyakit hipertensi.
Analisis Penetapan Biaya Produksi Dan Penentuan Harga Jual Iklan Pada PT Radio Suara Tiara Indah Dian Novita
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4557.224 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.869

Abstract

! exhaustion (VE) merupakan prediktor utama terjadinya infark miokard (IM), diduga kepribadian D mempunyai hubungan independen dengan VE. Hubungan kepribadian tipe-D, faktor fisiologi: sterol total, indeks masa tubuh (IMT), high density lipoprotein (HDL), low density lipoprotein (LDL), tekanan darah diastolik (TDD), serta faktor gaya hidup dengan VE, telah diungkapkan oleh beberapa namun belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi hubungan antara kepribadian D dan faktor fisiologi berbungan dengan terjadinya VE pada pasien IM penelitian ini menggunakan da cross sectional designs. Dengan jumlah sampel sebanyak 68 yang dipilih menggunakan teknik ecutive sampling pada subjek yang datang dirawat di ICCU RSUPN Cipto Mangunkusumo dan ung Perawatan lantai 3,4, dan 5 RSJPD Harapan Kita Jakarta, mulai tanggal 1 Mei sampai dengan 15 2009. VE diukur dengan 21 pertanyan dari Maastric Questionnaire, kepribadian tipe-D terdiri dari ciri afekif negatif (AN) 7 dan hambatan sosial (HS) 7 pertanyaan, faktor fisiologi: IMT, kolesterol , HDL, LDL, dan TDD data sekunder yang didapat pada catatan medis pasien. Karakteristik subjek Ipakan perancu. Hasil penelitian membuktikan kepribadian tipe D, kolesterol total dan TDD ubungan signifikan dengan VE dan faktor yang paling berhubungan dengan VE adalah kepribadian D. p=0,01a:0,05, OR 6,83 (CI:1,58-29,48). Simpulan penelitian ini yaitu pasien IM yang epribadian tipe-D mempunyai peluang 6,8 kali mengalami VE dibanding pasien IM bukan tipe-D ah dikontrol oleh kolesterol total, TDD dan peminum minuman keras, dan pasien dengan kolesterol berisiko berpeluang 5,9 kali mengalami VE dibanding dengan kolesterol total tidak berisiko setelah ntrol oleh tipe-D, TDD, dan peminum minuman keras, serta pasien dengan TDD berisiko berpeluang kali mengalami VE setelah dikontrol TDD tidak berisiko, kolesterol total dan tipe-D. Rekomendasi elitian adalah memasukkan kepribadian tipe-D dan VE, dalam format pengkajian asuhan keperawatan Etiap seting pelayanan pasien jantung.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN USIA MENARCHE DI MADRASAH TSANAWIYAH (MTs ) DINNIYAH PUTRI KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 Ummu Habibah; Busjra M Nur; Eka Yudha Chrisanto
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.307 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i1.1072

Abstract

EDUCATION FOR SECONDARY PREVENTION OF FOOT ULCERS IN PEOPLE WITH DIABETESBackground: More than 378 million people worldwide suffered DM and nationally there was an increase prevalence of diabetes mellitus with age ≥ 15 years from 1.1% to 2.1%.Purpose: This study was to determined the effect of education for secondary prevention of foot ulcers in people with diabetes.Methods: A quasi-experimental research (Quasy-experiment) was non Equivalent Control Group Design with pretest-posttest form. The number of sample was 38 respondents (19 treatment group, 38 control group). The results used dependent test was p-value = 0.000 (p-value < 0.05).Results: The multiple logistic regression, the variables of age, education, history of diabetes and a history of ulcer longer have value p-value> 0.05. The variables of age, education, history of diabetes and a history of ulcer previously not confounding the client's ability level in the treatment group and the control group.Suggestion: This research useful for the hospital management in the prevention of diabetic foot ulcers which could be early recognized.Keyword : Education, Diabetes, foot ulcersPendahuluan: Lebih dari 378 juta orang di seluruh dunia mengalami DM dan secara nasional terjadi peningkatan prevalensi kasus DM dengan usia ≥ 15 tahun dari 1,1 % menjadi 2,1%.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi pengelolaan kaki diabetik terhadap kemampuan klien dalam mengidentifikasi risiko ulkus diabetik.Metode: Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi pada bulan Mei-Juni 2016. Metoda penelitian eksperimen semu (quasy-experiment) yaitu non Equivalent Control Group Design dengan bentuk pretest-postest dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 38 responden (19 kelompok perlakuan, 38 kelompok kontrol). Prosedur pengumpulan data dilakukan empat hari, hari pertama dan kedua dilakukan edukasi, sebelum dilakukan edukasi pada hari pertama dilakukan pre-test.  Hari ketiga latihan mandiri dan post-test dilakukan pada hari keempat.Hasil : Pada uji t-test dependent didapatkan p-value = 0,000 (p-value< 0,05).  Hasil uji regresi linier ganda, variabel usia, pendidikan, riwayat lama DM dan riwayat ulkus mempunyai nilai p-value > 0,05. Variabel usia, pendidikan, riwayat lama DM dan riwayat ulkus bukanlah confounding bagi tingkat kemampuan klien pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.Saran: Penelitian ini bermanfaat bagi pelayanan rumah sakit dalam program pencegahan ulkus kaki diabetik yang dapat dikenal oleh klien sejak dini.
PENGARUH BUKU SAKU KESEHATAN REPRODUKSI DAN SEKSUAL BAGI CATIN TERHADAP PENGETAHUAN CATIN TENTANG REPRODUKSI DAN SEKSUAL DI KANTOR URUSAN AGAMA (KUA) TANJUNG KARANG PUSAT TAHUN 2017 Rilyani Rilyani; Riska Hediya Putri; Desy Lestari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.509 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i1.1074

Abstract

KNOWLEDGE IN INTRAUTERINE CONTRACEPTIVE DEVICE (IUD) AMONG USERS OF IUDBackground: Intra Uterine Devices (IUD) is the contraceptive choices that are effective, safe, and convenient for most women.IUD is a reversible contraceptive method most commonly used throughout the world with the use of approximately 100 million women, mostly in China.Purpose: Knowing thateffect of the use of extension knowledge with mother contraception Intrauterine Device (IUD)  at Public Health Service (Puskesmas Sekincau) West Lampung 2018.Methods: This research quantitative, with designQuasi Experimental with one group pretest-postes design approach, total population using slovin formula obtained 96 respondents technique in this research is purposive sampling. The research will be conducted at Public Health Service (Puskesmas Sekincau) West Lampung 2018.Instrument with questionnaire research and statistic test usedT-testResults: Finding thataverage knowledge before given counseling that is Mean 8.15 Standar Deaviasi 2.475 (4-12), after counseling Mean 12.91 Standar Deviasi 1.807 (10-17). Statistical test results T-tes obtained p-value 0.000.Conclusion:There is an effect of the use of extension knowledge with mother contraception Intrauterine Device (IUD)  at Public Health Service (Puskesmas Sekincau) West Lampung 2018.. Suggesting to Management of Public Health Services (Puskesmas)this research result can improve mother's knowledge by doing health counseling with media leaflet so it can increase interest users of  IUD.Keywords: Counseling, Knowledge, Contraception, intrauterine contraceptive device (IUD) Pendahuluan: Berdasarkan data hasil survay yang dilakukan di 5 puskesmas di Kabupaten Lampung Barat pada tahun 2016, pemakaian IUD di Puskesmas Sumber Jaya didapat 62 orang (2.6%) dengan pemasangan IUD dari 1.688 pemasangan alat kontrasepsi, Puskesmas Sekincau 34 orang (3.5%) dari 2.288 pemasangan, Puskesmas Lombok 67 orang (3.1%) dari 2.054 pemasangan, Puskesmas Air Hitam 40 pemasangan (2.0%) dari 1.937 pemasangan, dan Puskesmas Buay Nyerupa sebanyak 58 orang (2.2%) dari 2.532 pemasangan (Data Pemasangan IUD Kab. Lampung Barat, 2016).Tujuan: Diketahui pengaruh  penyuluhan   tentang iud terhadap pengetahuan ibu dengan penggunaan kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) Di Wilayah KerjaPuskesmas Sekincau Lampung Barat Tahun 2018.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain penelitian ini adalah Quasi Eksperimental dengan pendekatan one group pretes-postes design, jumlah populasi sebanyak 2.288, dengan menggunakan rumus slovin didapat 96 teknik sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Penelitian akan dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Sekincau Lampung Barat Tahun2018, dengan instrument penelitian kuisioner dan uji statistic menggunakan ujit-tesHasil: Nilai rata-rata pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan yaitu Mean 8.15 Std. Dev 2.475  S. Eror 0.253 nilai benar kuisioner pengetahuan min-max 4-12, setelah penyuluhan Mean 12.91 Std. Dev 1.807 S. Eror 0.184 nilai benar kuisioner pengetahuan min-max 10-17. Hasil uji statistik t-tes didapat nilai p-value 0.000 (<0.05).Simpulan: Terdapat pengaruh penyuluhan  penggunaan IUD dengan pengetahuan ibu dalam menggunakan alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di Wilayah Kerja Puskesmas Sekincau Lampung Barat Tahun 2018. Saran diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu dengan cara melakukan penyuluhan kesehatan dengan media penyajian PPT pada slide melalui LCD sehingga dapat meningkatkan minat pengguna KB IUD.
HUBUNGAN KENYAMANAN DAN KOMPETENSI TENAGA MEDIS DENGAN KEPUASAN PASIEN BPJS RUANG RAWAT PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT DR. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG 2015 Dewi Taurisiawati Rahayu; Yona Desni Sagita
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.69 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i1.847

Abstract

THE INFLUENCE OF FAMILY INCOME ON FOOD CONSUMPTION PATTERNS IN PREVALENCE AND CAUSES OF CHRONIC ENERGY DEFICIENCY AMONG SECOND‐TRIMESTER PREGNANCY. Background: The three main factors of life index are education, health and economy. These factors are closely related to the nutritional status of the community which can be described mainly in the nutritional status of children under five years and pregnant women.Purpose: To know the influence of family income on food consumption patterns in prevalence and causes of chronic energy deficiency among second‐trimester pregnancy. Methods: Analytical research design. The independent variables are diet and family income while the dependent variable is the incidence of chronic energy deficiency. The population of all pregnant women at Grogol Health Center is 50 pregnant women. The sampling technique used was stratified random sampling, the number of samples was 40 respondents. The study was conducted on 30 July-05 August 2018 at the Grogol Kediri Public Health Center in 2018. Data collection instruments used questionnaires, interviews and medlines. Data analysis uses the Spearman Rank test.Results: Statistical tests using Spearman Rank (Rho) correlation, the results of the relationship between eating patterns and the incidence of chronic energy deficiency obtained p value = 0.001 with α <0.05 and c = 0.551 so that the strength of the relationship was moderate, and the results of family income with chronic energy deficiency were obtained p value = 0.002 with α <0.05 and c = 0.465 so that the strength of the relationship is moderate, means there is a relationship between diet and family income with the incidence of chronic energy deficiency in Grogol Kediri Health Center.Conclusion: An unbalanced diet causes an imbalance of nutrients that enter the body and can cause malnutrition. Low income causes people to be unable to buy food in the required amount. So that the high and low income influence the purchasing power of the family towards everyday.Keywords: Family income, food consumption patterns, chronic energy deficiency, second‐trimester pregnancy.  Pendahuluan: Tiga faktor utama indeks hidup yaitu pendidikan,kesehatan dan ekonomi. Faktor-faktor tersebut erat kaitannya dengan status gizi masyarakat yang dapat digambarkan terutama pada status gizi anak balita dan wanita hamilTujuan: Mengetahui ada hubungan antar pola makan dan pendapatan keluarga dengan kekurangan energi kronik pada ibu hamil trimester II.Metode: Desain penelitian analitik.Variabel bebasnya adalah pola makan dan pendapatan keluarga sedangkan variabel terikatnya kejadian kekurangan energi kronik. Populasi semua ibu hamil di Puskesmas Grogol sejumlah 50 ibu hamil. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling, jumlah sampelnya 40 responden. Penelitian dilakukan tanggal 30 Juli-05 Agustus 2018 di Puskesmas Grogol Kediri Tahun 2018.Instrumen pengambilan data menggunakan lembar kuisioner, wawancara dan medline. Analisa data menggunakan uji Spearman Rank.Hasil: Dari hasi uji statistik menggunakan korelasi spearman Rank (Ro),didapatkan hasil hubungan pola makan dengan kejadian kekurangan energi kronik diperoleh p value = 0,001 dengan α < 0.05  dan  c = 0,551 sehingga kekuatan hubungannya sedang, dan hasil pendapatan keluarga dengan kejadian kekurangan energi kronik diperoleh p value = 0,002 dengan α < 0,05 dan c = 0,465 sehingga kekuatan hubungannya sedang, artinya terdapat hubungan antara pola makan dan pendapatan keluarga dengan kejadian kekurangan energi kronik di Puskesmas Grogol Kediri.Simpulan: Pola makan tidak seimbang menyebabkan ketidakseimbangan zat gizi yang masuk kedalam tubuh dan dapat menyebabkan terjadinya kekurangan gizi. Rendahnya pendapatan menyebabkan orang tidak mampu membeli pangan dalam jumlah yang diperlukan. Sehingga tinggi rendahnya pendapatan mempengaruhi daya beli keluarga terhadap bahan pangan sehari-hari.