cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 624 Documents
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PERSENTASE PENCAPAIAN LAPORAN KESEHATAN IBU DI KABUPATAN TULANG BAWANG TAHUN 2012 Bagus Pranata; Umi Romayati Keswara; Muhamad Arifki Zaenaro
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.873 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.153

Abstract

Berbagai masalah fisik, psikis , dan sosial akan muncul pada usia lanjut sebagai akibat dari proses menua Permasalahan yang sering terjadi pada lanjut usia adalah berkaitan dengan mobilisasi. Salah satu faktor psikis yang mempengaruhi mobilisasi adalah dimensia. Tingkat prevalensi dan insidensi demensia di Indonesia menempati urutan keempat setelah China, India, dan Jepang. Pada tahun 2020 diprediksi tingkat pravalensi dan insidensi dimensia di indonesia mencapai 1.016,8 juta orang dan 314,1juta orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dimensia dengan mobilsasi pada lansia  di UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Lampung Tahun2014Jenis penelitian kuantitatif, analitik dengan  cross sectional. Populasi seluruh lansia yang tinggal di Panti Werdha Lampung yang berjumlah 100 orang, sampel sebanyak 51 responden. Analisa bivariat uji Chi Square.Hasil analisis adanya hubungan antara dimensia dengan mobilisasi dengan nilai P-Value 0,030 dengan OR 0,228. Diharapkan bagi panti werdha  dapat mengadakan pelatihan khusus bagi para pengasuh agar dapat mengaplikasikan kegiatan–kegiatan yang dapat mengatasi dimensia seperti olahraga, aroma terapi, brain gym dan terapi humor. Selain itu juga untuk dapat meningkatkan aktivitas lansia dengan berolahraga dan memperbanyak kegiatan padat karya bagi lansia seperti menambahkan kegiatan pembuatan kerajinan tangan secara terjadwal dalam kegiatan sehari – hari lansia.
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KUSUMADADI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2014 Rian Maylina Sari; Muhammad Arifki Zainaro
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 4 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.047 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i4.38

Abstract

LEADERSHIP STYLE, MOTIVATION IN EFFECTIVE PATIENT ROUNDING TECHNIQUESBackground : The Nursing round is the way for a nurses to discuss more about the problems and needs of patients and is a learning process for nurses it hopes of improving cognitive, affective, psychomotor and motivated bias. The results of the interview with the head of the Raden Mattaher General Hospital operating room in Jambi found that nursing rounds were very rare.Purpose: The study is to determine the relationship between nurse motivation and leadership style of nursing rounds in the Surgical Inpatient Room of Raden Mattaher Hospital in Jambi City.Methods: The research was used a quantitative research with cross sectional approach. This study was conducted in the Surgical hospitalization rooms. The population of this study were all of nurses who worked in the Surgical Inpatient Room of Raden Mattaher Hospital in Jambi which totaling 38 nurses. The samples were taken in total sampling thenique. The data collection did by filling out a questionnaire. The data analysis used univariate and bivariate by using chi square test.Results: The results of this study indicated that of 38 respondents, 55.3% had low motivation, 71.1% with good leadership style and 57.9% who did a nursing round. There is no relationship between nurses' motivation for the nursing round with p value 0.122> 0.05. There is a relationship of leadership style to the nursing round because the p value is 0.002 <0.05.Conclusion: The results of this study indicate that the leadership style influences the nursing round.Latar Belakang: Ronde keperawatan merupakan media bagi perawat untuk membahas lebih dalam masalah dan kebutuhan pasien serta merupakan suatu proses belajar bagi perawat dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, psikomotor dan bisa termotivasi. Hasil wawancara kepada kepala ruangan bedah RSUD Raden Mattaher Jambi diketahui ronde keperawatan sangat jarang sekali dilakukan.Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan motivasi perawat dan gaya kepemimpinan terhadap ronde keperawatan diruang rawat inap bedah RSUD Raden Mattaher Jambi.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantiatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan diruang rawat inap bedah, dengan populasi penelitian seluruh perawat pelaksana yang berkerja diruang rawat inap bedah RSUD Raden Mattaher Jambi yang berjumlah 38 perawat. Sample diambil secara total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan pengisian kuesioner, analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 38 responden, 55,3% memiliki motivasi rendah, 71,1% dengan gaya kepemimpinan baik dan 57,9% yang melakukan ronde keperawatan. Tidak terdapat hubungan motivasi perawat terhadap ronde keperawatan dengan p value 0,002 > 0,05. Terdapat hubungan gaya kepemimpinan terhadap ronde keperawatan karena nilai p value 0,002<0,05.Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan mempengaruhi ronde keperawatan. 
Analisis Pengaruh Kepuasan Atas Pelayanan Dokter Terhadap Minat Kunjungan Ulang (Studi Pada Pasien Umum Di Instalasi Rawat Jalan RSUD A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung) Vida Wira Utami; Indra Winingsih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 3 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.81 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i3.258

Abstract

Rupture perineum adalah luka pada perineum yang diakibatkan oleh rusaknya jaringan secara alamiah karena proses desakan janin atau bahu pada saat persalinan. Ruptur perineum yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat menjadi penyumbang perdarahan, yang merupakan salah satu penyebab kematian ibu. Pada tahun 2013 angka kematian ibu melahirkan 158 orang (Dinkes Lampung, 2014). Prevalensi ibu bersalin yang mengalami rupture perineum di Indonesia sebesar 52% di karenakan persalinan dengan berat badan lahir cukup atau lebih (Fathus, 2013).  Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross secsional. Populasi yang digunakan seluruh ibu bersalin di BPM Wirahayu Panjang dengan jumlah 355. Sampel berjumlah 78 orang dengan tehnik random sampling. Hasil Penelitian adalah ada Hubungan Berat Badan Bayi Baru Lahir Dengan Kejadian Rupture Perineum, p-value 0,022 OR 6,353. Bagi petugas kesehatan dapat lebih meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan pertolongan persalinan. Bagi peneliti selanjutnya dapat menjadi dasar dalam pengembangan ilmu kebidanan.
HUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI DENGAN USIA MENARCHE PADA SISWI SMP N 4 NEGERI AGUNG WAY KANAN Anita Bustami; Titik Sunarti; Rosmiyati Rosmiyati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 3 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.862 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i3.213

Abstract

Angka kematian balita (AKB) merefleksikan kondisi mortalitas Hasil data Dinas Kesehatan Lampung Utara tahun 2012 terdapat 48 kasus kematian perinatal. Tahun 2013 terdapat 37 kasus kematian perinatal (Profil Dinas Kesehatan Lampung Utara, 2013). Tahun 2014 terjadi peningkatan yang signifikan dari angka kematian perinatal yaitu sebesar 101 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan  kematian  Perinatal di Kabupaten Lampung Utara tahun 2014 Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan atau desain studi kasus kontrol (case control study). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Populasi  dalam penelitian ini adalah seluruh persalinan tahun 2014, sampel berjumlah 150orang. Variabel  dalam penelitian ini adalah : pendidikan, umur, paritas, ANC, status gizi, riwayat penyakit, riwayat kehamilan dan persalinan, berat bayi lahir dan kejadian kematian perinatal.  Hasil penelitian didapati faktor risiko tingkat pendidikan rendah sebanyak 53 (35,3%) responden, umur berisiko sebanyak 57 (38%) responden,  paritas berisiko sebanyak50 (33,3%) responden ,  antenatal care tidak lengkap sebanyak 56 (37,3%) responden, status gizi ibu buruk sebanyak  14 (9,3%) responden , riwayat kesehatan ibu berisiko sebanyak 43 (28,7%) responden, riwayat kehamilan persalinan berisiko 52 (34,7%), Berat bayi lahir tidak normal sebanyak 59 (39,3%). Ada Hubungan  faktor risiko tingkat pendidikan, umur,  paritas,  antenatal care, riwayat kesehatan ibu, riwayat kehamilan persalinan, Berat bayi lahir yang berhubungan dengan kematian perinatal dimana  (p-value = 0,000),  (p-value = 0,000),  (pvalue = 0,000),  (p-value = 0,000),  (p-value = 0,000,  (p-value = 0,000) dan  (p-value = 0,000). Tidak ada Hubungan Status gizi ibu dengan kematian perinatal di Kabupaten Lampung Utara tahun 2014 (p-value = 0,100). Faktor yang paling dominan dengan kematian perinatal adalah faktor berat badan bayi lahir  (p-value = 0,000) dengan OR 4.180. disarankan kepada petugas dilapangan terutama bidan desa meningkatkan keerampilan dalam penyuluhan, serta memberikan fasilitas untuk penyuluhan yang lebih memadai hingga kematian perinatal dapat ditanggulangi dengan memberikan pengetahuan kepada ibu hamil dan bersalin.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS KESUMADADI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2016 Anggraini Anggraini
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.659 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i4.108

Abstract

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, hasil Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang(SDIDTK) anak balita pada tahun 2011 didapat gangguan perkembangan motorik kasar sebesar 20,3%,dan gangguanperkembangan motorik halus sebesar 14,7%.Pada tahun 2012 didapat gangguan perkembangan motorik kasar sebesar19,7%,dan gangguan perkembangan motorik halus sebesar 16,2%.Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubunganpengetahuan ibu tentang perkembangan motorik kasar anak dengan perkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun diTK Darsa Bakti Margomulyo,Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Tahun 2015.Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik, dimana populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yangmemiliki anak usia 4-5 tahun berjumlah 60 dan sampel sebanyak 60 orang yang diambil dengan tehnik total sampling.Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakanuji statistik Chi Square.Hasil analisa menunjukkan bahwa distribusi distribusi pengetahuan ibu tentang perkembangan motorik kasar anakusia 4-5 tahun sebagian besar dengan kategori normal sebanyak 34 responden (56,7%). Distribusi frekuensiperkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun sebagian besar dengan kategori kurang baik sebanyak 36 responden(60,0%). Ada hubungan pengetahuan ibu tentang perkembang motorik kasar anak dengan perkembangan motorik kasaranak usia 4-5 tahun (p-value 0,000 < α 0,05). OR: 12,385. Disarankan dapat menambah pengetahuan dengan caramenggali informasi dari petugas kesehatan mengenai perkembangan anak usia 4-5 tahun dan berperan aktif dalammemberikan perhatian yang cukup terhadap perkembangan anak dan aktif membawa anak ke posyandu, melatih danmemantau perkembangan anak.
HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP ASI) DINI DENGAN STATUS GIZI PADA BAYI UMUR 7-12 BULAN Setiawati Setiawati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.938 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v10i2.248

Abstract

Angka gizi buruk masih tinggi, di Indonesia telah mencapai 2,3 juta jiwa. di Puskesmas Ngambur pada bulan Oktober 2016 merupakan usia dari 22 bulan yang diambil oleh Marasmus dan saat ini di RSUD Liwa balita yang meninggal dunia. Resiko dari pemberian MP-ASI dini adalah bayi lebih rentan terserang penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan antara Makanan Pendamping Asi (MP ASI) sejak dini dengan status gizi pada bayi berusia 7-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ngambur Pesisir Barat Tahun 2016.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 7-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ngambur Pesisir Barat Tahun 2016 sebanyak 325 ibu. Sampel sebanyak 166 orang. Instrumen memasukkan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data yang merupakan uji Chi Square.Hasil: Penelitian menunjukkan distribusi orang yang memberikan MP-ASI dini sebanyak 63 responden (39,0%). Sedang responden dengan status gizi kurang sebanyak 16 responden (9,6%). Hubungan keluarga pendamping ASI (MP ASI) Dini dengan status gizi pada bayi berumur 7-12 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Ngambur Pesisir Barat Tahun 2016 (nilai p 0,003 ATAU 5,824). Saran pada puskesmas dapat meningkatkan program peningkatan status gizi dengan melakukan penyuluhan kesehatan terkait status gizi balita, dan memberikan MP-ASI sesuai waktu
PENGARUH PENGETAHUAN IBU, PAPARAN MEDIA, PERAN PETUGAS KESEHATAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERDEKAT TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KECAMATAN METRO SELATAN KOTA METRO TAHUN 2012 Sumini Setiawati; Rilyani Rilyani; Riska Wandini; Aryanti Wardiyah; Lidya Aryanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.106 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i2.167

Abstract

Angka kejadian anemia menurut WHO berkisar antara 20% sampai 89%, dimana 34% terjadi pada ibu hamil. Kejadian ini 75% berada di negara sedang berkembang. Di Indonesia 63,5% ibu hamil dengan anemia. Di Lampung sebesar 69,7%, di Kabupaten Lampung Timur mencapai 72,3%. Umumnya penyebab anemia adalah kehilangan darah secara kronis, asupan zat besi yang tidak cukup dan penyerapan yang tidak adekuat dan meningkatnya kebutuhan zat besi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung Timur Tahun 2013.Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross secsional. Populasi adalah seluruh ibu hamil berjumlah 81 ibu. Sampel berjumlah 81 ibu dengan tehnik total sampling. Instrumen penelitian adalah kuisioner. Uji statistik yang digunakan adalah Uji chi square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian diperoleh distribusi frekuensi kejadian anemia sebesar 51,9%, asupan Fe sebagian besar dengan asupan yang kurang sebesar 60,5%, peningkatan kebutuhan fisiologis yang meningkat sebesar 70,4%, terdapat 7,4% yang pernah mengalami kehilangan banyak darah. Hasil uji statistic ada hubungan asupan Fe dengan anemia dengan p value: 0,001, ada hubungan peningkatan kebutuhan fisiologis dengan anemia dengan p value: 0,000, dan tidak ada hubungan kehilangan banyak darah dengan anemia dengan p value: 0,677. Saran untuk ibu hamil agar lebih memperhatikan asupan nutrisi khususnya Fe dan bagi tenaga kesehatan agar meningkatkan promosi kesehatan tentang pentingnya mengkonsumsi tablet Fe bagi ibu hamil dan bagi Puskesmas untuk dapat menurunkan angka kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerjanya.
KINERJA TENAGA PELAKSANA GIZI : PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DI KABUPATEN MESUJI Sefanadia Putri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.218 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.275

Abstract

Abon merupakan salah satu bentuk diversifikasi makanan berbahan baku ampas  tahu. Nangka memiliki serat seperti daging sehingga abon ampas tahu yang ditambahkan nangka muda diharapkan memiliki tekstur seperti abon daging. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi ampas tahu dan nangka muda yang tepat sehingga menghasilkan abon ampas tahu dengan kualitas organoleptik yang paling disukai serta untuk mengetahui kandungan protein dan serat kasar abon ampas tahu yang disubstitusi oleh nangka muda.Perlakuan yaitu formulasi antara ampas tahu dan nangka muda yang terdiri dari 5 taraf, dengan perbandingan yaitu 100 : 0 (R) sebagai kontrol, 75 : 25 (F1), 50 : 50 (F2), 25 : 75 (F3) dan 0 : 100 (F4) untuk mendapatkan suatu produk yang dapat diterima berdasarkan uji organoleptik yang paling disukai yang dibandingkan dengan kontrol. Selanjutnya seluruh sampel dilakukan pengujian kandungan protein dan serat kasar. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa adanya pengaruh substitusi nangka muda terhadap uji organoleptik abon ampas tahu (p < 0,05). Abon ampas tahu dengan kualitas organoleptik yang terbaik didapat pada abon formula 2 yaitu abon ampas tahu yang disubstitusi nangka muda dengan perbandingan yaitu 50 : 50 dengan kandungan protein sebesar 4,99% serta kandungan serat kasar sebesar 13,2155%. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN MIOPIA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN ANGKATAN 2009 UNIVERSITAS MALAHAYATI Tia Mitrawati; Andoko Andoko; Dessy Hermawan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.036 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i2.238

Abstract

Berdasarkan data hasil presurvey yang diperoleh di Ruang Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Jend. A. Yani Metro dari bulan Januari sampai Juni tahun 2014 sebanyak 88 pasien yang menderita apendisitis dan yang dilakukan operasi sebanyak 82, sebanyak 60 mengalami komplikasi perporasi, 50 pasien yang tidak melakukan mobilisasi memerlukan waktu lebih dari 5 hari perawatan luka sampai buka jahitan. Sedangkan 32 pasien yang melakukan mobilisasi dini memerlukan 3 sampai 5 hari perawatan luka sampai buka jahitan dan tidak ada komplikasi. Beberapa alasan dari penderita yang tidak segera melakukan mobilisasi adalah karena rasa sakit pada luka operasi, takut kalau dibuat bergerak jahitan pada luka operasi lepas sehingga penyembuhan luka menjadi lama, dan tidak tahu kalau sebenarnya sudah diperbolehkan untuk mobilisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk Diketahui adanya hubungan antara mobilisasi dini dengan lamanya penyembuhan luka pasien pasca operasi appendiktomi di ruang Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Jend. A. Yani Metro Tahun 2014. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pra eksperimental dengan pendekatan one group pra-post tes design. Hasil penelitian ini dari 15 responden dengan tingkat mobilisasi dini  bergerak, memiliki lama penyembuhan lambat sebanyak 7 orang (87,5%), dan yang memiliki lama penyembuhan cepat sebanyak 1 orang (12,5%). Sedangkan dari 2 responden yang memiliki tingkat mobilisasi dini tidak bergerak, lamanya penyembuhan luka lambat 2 orang  (28,6%) orang, dan yang cepat penyembuhan luka sebanyak 5 orang (71,4%) Hasil penelitian menunjukan bahwa Hasil uji Chi Square dilaporkan bahwa nilai P value 0,020, artinya lebih kecil dari nilai alpha (0,020 < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan secara statisik dengan derajat kepercayaan 95%, berhasil menolak Ho atau ada hubungan antara mobilisasi dini dengan lamanya penyembuhan luka pasien pasca operasi apendiktomi di ruang rawat bedah RSUD Ahmad Yani Metro Tahun 2014.       Sedangkan nilai CI 95%  = 17,500 (1,233-250,357), artinya responden yang memiliki tingkat mobilisasi dini bergerak berpeluang untuk memilki penyembuhan luka 17,500 kali lebih cepat dibandingkan dengan responden yang memiliki tingkat mobilisasi dini tidak bergerak
HUBUNGAN JUMLAH CD4+ DENGAN PENURUNAN HEMOGLOBIN PADA PASIEN TERINFEKSI HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV)/ACQUIRED IMMUNEDEFICIENCY SYNDROME (AIDS) DI RSUDDr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Riska Wandini
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5434.876 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v5i1.857

Abstract

Salah satu hal yang masih memprihitinkan di dunia remaja saat ini adalah kebiasaan merokok dikalangan remaja. Semakin bertambahnya tahun, kebiasaan merokok dikalangan remaja cenderung semakin bertambah. Menurut Depkes RI (2006) dalam Tim penyususn Poltekkes Depkes Jakarta 1 (2010), sebesar 35% penduduk umur 15 tahun ke atas merokok. Dibandingkan dari hasil penelitian Survei sosial dan ekonomi nasional (Susenas) dalam Tim penyusun Poltekkes Depkes Jakarta 1 (2010), tahun 2001 dan 2003 terjadi peningkatan sebesar 3%. Persentase prilaku merokok pada laki-laki konstan tinggi, yaitu 63% pada tahun 2001, 2003 dan 2004. Pada perempuan jauh lebih rendah, namun ada peningkatan dari 1,4% pada tahun 2001 menjadi 1,7% pada tahhun 2003, dan 4,5% pada tahun 2004.Tujuan penelitian adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kebiasaan merokok pada siswa SMA Negeri 1 Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, Pada penelitian ini populasinya adalah Seluruh Siswa Laki-laki SMA Negeri 1 Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat Kelas X, XI dan XII yang berjumlah 246 Siswa, dengan sempel 152 orang. Analisa bivariat yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil uji statistik didapatkan tidak ada hubungan pengaruh orang tua dengan kebiasaan merokok siswa SMA Negeri 1 Tumijajar Tulang Bawang Barat (p-value = 0,334), tidak ada hubungan Pengaruh teman dengan kebiasaan merokok siswa SMA Negeri 1 Tumijajar Tulang Bawang Barat (p-value = 0,361) dan ada hubungan pengaruh Iklan dengan kebiasaan merokok siswa SMA Negeri 1 Tumijajar Tulang Bawang Barat (p.value = 0,016).Diharapkan bagi siswa untuk mengerti dan menyadari tentang bahaya akibat merokok sehingga dapat meninggalkan kebiasaan merokok yang seharusnya kebiasaan tersebut tidak perlu dilakukan oleh remaja.