cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 624 Documents
HUBUNGAN KEBERADAAN TEMPAT PERINDUKAN NYAMUK DAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI DESA SUKAJAYA LEMPASING KABUPATEN PESAWARAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2015 Dwi Nopriyanto; Rr. Tutik Sri Hariyati; Titin Ungsianik
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.454 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i1.858

Abstract

PUTTING ORLANDO'S THEORY INTO PRACTICE: APPROACH TO INTEGRATED DEVELOPMENTBackground: Documentation of integrated patient development records has not been optimal due to lack of understanding of nurse in writing, and uniformity of the content of writing rules, and there has not yet optimal support from the head nurse.Purpose: This study is to identify the impact of strengthening the role of the head nurse using the Orlando’s theory approach on the implementation in documented of integrated patient development records.Methods: Pre experimental design with one group pre test and post test design without control, samples on this study are 115 documents of integrated patient development record, cluster sampling technique, analyzed used with Wilcoxon, Spearman and Kruskal Wallis test analysis.Results: Showing that the role strengthening of the head nurse with the Orlando’s theory approach significantly improves the quality of implementation for documented of integrated patient development record (p=0.0001; α=0,025). Conclusion: The nursing abilities of the implementers increased significantly in the implementation in documented of integrated patient development record.Recommendation: As reference to make policies, assistance, evaluation and monitoring of nursing managers and development through workshops on the role of the head nurse and implementation documentation of integrated patient development records.Keywords: Integrated patient development records, role of the head nurse, Orlando’s theoryPendahuluan: Dokumentasi catatan perkembangan pasien terintegrasi belum optimal karena kurangnya pemahaman perawat dalam melakukan penulisan, dan keseragaman dari isi kaidah penulisan, serta belum optimalnya dukungan dari kepala ruang.Tujuan: Mengidentifikasi pengaruh penguatan peran kepala ruang dengan pendekatan Teori Orlando terhadap pelaksanaan pendokumentasian catatan perkembangan pasien terintegrasi.Metode: Pre eksperiment design dengan one group pre test and post test design without control, dengan sampel 115 dokumen catatan perkembangan pasien terintegrasi, teknik cluster sampling, melalui analisis Wilcoxon, Spearman dan Kruskal Wallis test.Hasil: Penguatan peran kepala ruang dengan pendekatan Teori Orlando meningkatkan kualitas pelaksanaan pendokumentasian catatan perkembangan pasien terintegrasi secara bermakna (p=0,0001; α=0,025).Simpulan: Kemampuan perawat pelaksana meningkat bermakna dalam pelaksanaan pendokumentasian catatan perkembangan pasien terintegrasi melalui penguatan peran kepala ruang dengan pendekatan Teori Orlando.Rekomendasi: Perlunya kebijakan, pendampingan, evaluasi, dan monitoring dari manajer keperawatan serta pengembangan melalui workshop penerapan peran kepala ruang dan pelaksanaan pendokumentasian catatan perkembangan pasien terintegrasi.
PENGARUH PIJAT PUNGGUNG TERHADAP SKOR KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL JANTUNG DI RUMAH SAKIT PEMERINTAH KABUPATEN GARUT Rahma Elliya; Diah Wahyuni; Hilmiah Hilmiah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.702 KB) | DOI: 10.12345/jkholistik.v12i1.1079

Abstract

IMPACT OF KNOWLEDGE OF LEPROSY ON SOCIAL STIGMATIZATION: A COMMUNITY STUDY.Background: Leprosy is a chronic infectious disease in humans. It usually attacks the nerves and skin. It can be diagnosed and treated without causing defects afterwards,  when founding and treated in early as soon as possiblePurpose: Knowing the effect of health education: about leprosy on social stigmatization: a community study at Sukadanaham, west Tanjung Karang, Bandar Lampung in 2018.Methods: The type of research used in this study is quantitative. This study uses an experimental design Quasi Experiment One Group Pre-test - Post-test. The researcher took a sample of 20 respondents. In this study the sampling technique used is Proportional Random Sampling.Results: Obtained the average value of negative stigma before health education was of 27.35 (24-35) Standard Deviation 2.254. The average value of stigma after health education was of 23.05 (19-26) Standard Deviation 2,089, with p-value 0,000.Conclusion: There is an influence of health education: about leprosy on negative community stigmatization on patient with leprosy at Sukadanaham, west Tanjung Karang, Bandar Lampung in 2018. Suggestions for health care authority by health worker to give information  to the entire community about leprosy and transmission with the hope that the community's point of view or the community's stigma about leprosy will be positivelyKeywords: Knowlegde, social stigmatization, leprosyPendahuluan: Penyakit kusta adalah penyakit menular yang bersifat kronis pada manusia.Ia biasanya menyerang saraf-saraf dan kulit.Ia dapat didiagnosa dan diobatai tanpa menimbulkan cacat sesudahnya jika ditemukan sedini mungkin serta diobatai dini dan secara tepat.Tujuan: Diketahui pengaruh pendidikan kesehatan: tentang kusta terhadap stigmatisasi masyarakat pada penderita kusta di Sukadanaham Kecamatan Tanjung Karang Barat  Bandar Lampung Tahun 2018.Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen Quasi Eksperimen One Group Pre-test – Post-test. Peneliti mengambil sampel penelitian berjumlah 20 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah Proportional Random Sampling.Hasil : Didapatkan nilai rata-rata stigma sebelum penyuluhan kesehatan adalah 27,35 (24-35) Standar Deviasi 2,254. Nilai rata-rata stigma sesudah penyuluhan kesehatan adalah 23,05 (19-26) Standar Deviasi 2,089, dengan p-value 0,000.Simpulan : Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan: tentang kusta terhadap stigmatisasi negatif masyarakat pada penderita kusta Di Kelurahan Sukadanaham Kecamatan Tanjung Karang Barat Bandar Lampung Tahun 2018. Saran untuk kepala desa untuk memberikan informasi dan pelatihan yang diberikan oleh petugas kesehatan kepada seluruh masyarakat tentang penyakit kusta dan proses penularannya dengan harapan agar sudut pandang masyarakat atau stigma masyarakat tentang penyakit kusta tidak buruk.
PEMERIKSAAN, PERAWATAN DAN SENAM PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELLITUS DI UPT PUSKESMAS KOTA BUMI LAMPUNG UTARA TAHUN 2017 Suyanto Suyanto; Giri Udani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 4 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.442 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i4.1201

Abstract

Prestasi belajar yang diperoleh seseorang mahasiswa pada suatu saat banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor.Salah satu faktor adalah faktor eksternal meliputi; guru, metode belajar mengajar, asal daerah, lingkungan belajar, status sosial orang tua, jenispendidikan, kesesuaianminat, lingkungantempattinggal, kondisikesehatandansebagainya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruhterhadapprestasibelajarmahasiswa Diploma III Keperawatan Poltekes Kemenkes Tanjungkarang tahun2010-2011. Rancangan penelitian merupakan studi cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Diploma III Keperawatan Poltekes Kemenkes Tanjungkarang tahun akademik 2012-2013dengan besar sampel sebanyak 81 orang. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Squre dan multiple logistic regressiondengan model prediksi.Hasil penelitian diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara jenis pendidikan, pemilihan/peminatan,kondisi fisologis dan tempat tinggal dengan prestasi belajar. Sedangkan variabel kekhususan berhubungan dengan prestasi belajar. Setelah dilakukan uji multivariat diperoleh Hasil bahwa variabel yang paling dominan berhubungan dengan prestasi belajar adalah kekhususan.Kesimpulan menunjukkan variabel yang berhubungan dengan prestasi belajar dalam analisis bivariat dan multivariat adalah kekhususan sehingga disarankan Perlu diam bilkebijakan pada tahap seleksi administrasi penerimaan mahasiswa yaitu jika memungkinkan perlu ditetapkan persyaratan kekhususan IPA untuk dapat mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru di Program Diploma III Keperawatan agar lebih meningkatkan kualitas pendidikan yang berdampak pada mutu lulusan.
Analisis Penetapan Biaya Produksi Dan Penentuan Harga Jual Iklan Pada PT Radio Suara Tiara Indah Supriyati Supriyati; Octa Reni Setiawati; Vira Sandayanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.871 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i1.963

Abstract

SELF-EFFICACY IN A PROFESSIONAL COMPETENCY TEST AMONG MEDICAL STUDENTSBackground: To have competence as a doctor, the medical student have to pass examination a Professional Competency Test to obtain doctoral diplomas from educational institutions and competency certificates from institutions that authorized. The data obtained based on passing student examination a Professional Competency Test at Malahayati University showed an average number of 48.75%. Many factors can influence the success of student learning in students, one of which is the efficacy of self efficacy. Individuals who have high self efficacy will direct someone to better achievement in various fields.Purpose: This study aims to examine the relationship between self efficacy with passing number student examination a Professional Competency Test at Malahayati University.Methods: The variable in this study is self-efficacy as an independent variable and passing number student examination a Professional Competency Test as a dependent variable. The research sample in this study were medical profession students who passed examination a Professional Competency Tes. The method of collecting data was using the scale self efficacy and a Professional Competency Tes document. Data analysis method uses product moment.Results: The value are r 0.673 with p = 0,000 where (p <0.01) means that there is a very significant positive relationship between self efficacy and passed student examination a Professional Competency Test at Malahayati University, Bandar Lampung.Keywords: Self Efficacy, student, examination, Professional Competency TestPendahuluan: Mahasiswa dikatakan memiliki kompetensi sebagai seorang dokter jika telah menuntaskan Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) untuk memperoleh ijazah dokter dari institusi pendidikan dan sertifikat kompetensi dari institusi yang berwenang. Data yang diperoleh berdasarkan tingkat ketidaklulusan UKMPPD mahasiswa program profesi dokter Universitas Malahayati menunjukkan angka rata-rata sebesar 48,75%. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar mahasiswa pada mahasiswa, salah satunya adalah self efficacy.Self efficacy. Individu yang memiliki self efficacy yang tinggi akan mengarahkan seseorang pada prestasi yang lebih baik dalam berbagai bidang.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara self efficacy (keyakinan akan kemampuan diri) dengan kelulusan retaker UKMPPD di Universitas Malahayati.Metode: Variabel dalam penelitian ini adalah self efficacy sebagai variabel bebas dan kelulusan retaker UKMPPD. Sampel penelitian dalam penelitian ini adalah mahasiswa profesi dokter yang menjadi retaker pertama pada ujian UKMPPD.Metode Pengumpulan data dengan menggunakan skala self efficacy dan dokumen kelulusan UKMPPD. Metode analisis data menggunakan product moment. Hasil: Nilai r sebesar 0,673 dengan P = 0,000 dimana ( p < 0,01 ) artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara self efficacy dengan kelulusan retaker UKMPPD Universitas Malahayati Bandar Lampung.
GAMBARAN PENGGUNAAN KORTIKOSTEROID SISTEMIK JANGKA PANJANG TERHADAP KEJADIAN KATARAK DI POLI MATA RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG Surmiasih Surmiasih; Noven Winarsi; Wahidun Wahidun
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.286 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i1.1045

Abstract

THE EFFECTIVENESS OF REPRODUCTIVE HEALTH EDUCATION AMONG FEMALE ADOLESCENTSBackground: The World Health Organization states that poor women's reproductive health problems have reached 33% of the total burden of diseases suffered by women in the world. In Indonesia alone 75% of women have experienced vaginal discharge at least once in their lives. In Lampung, it was recorded that the implementation of health promotion or health education about hygiene behavior regarding the care of reproductive organs in adolescents was 20.29% of teenagers doing good hygiene behavior.Purpose: Knowing of the effectiveness of reproductive health education among female adolescentsMethods: This research is a type of quantitative research with quasi experimental design, one group pretest-post test design approach. The population is 124 female students. The sampling technique in this study uses the total population.Results: There was an effect of health education on the ability of female adolescents in the care of reproductive organs, obtained p-value 0.001.Conclusion: expected to increase knowledge about reproductive health for adolescents and how to care for good reproductive organs so that adolescents avoid the adverse effects caused if they do not treat reproductive organs. Keywords   : Reproductive health education, female, adolescents Pendahuluan: World Health Organization menyatakan masalah kesehatan reproduksi perempuan yang buruk telah mencapai 33% dari jumlah total beban penyakit yang diderita para perempuan di dunia. Di Indonesia sendiri 75% wanita pernah mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya. Di Lampung tercatat pelaksaan promosi kesehatan atau pendidikan kesehatan tentang perilaku hygiene tentang perawatan organ reproduksi pada remaja sebanyak 20,29% remaja melakukan perilaku hygiene yang baik.Tujuan: Diketahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kemampuan remaja puteri dalam perawatan organ reproduksi.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimental design dengan pendekatan one group pretest-posttest. .Jumlah populasi adalah 124 siswi.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total population.Hasil:  Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kemampuan remaja puteri dalam perawatan organ reproduksi, didapatkan p-value 0,001.Simpulan: Seluruh siswa dapat menambah pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan cara merawat organ reproduksi yang baik sehingga remaja terhindar dari efek buruk yang ditimbulkan jika mereka tidak merawat organ reproduksi.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN BALITA TENTANG CARA MENYIKAT GIGI YANG BENAR DI PAUD TUNAS HARAPAN DUSUN MUJIMULYO DESA MUARA PUTIH KEC. NATAR LAM-SEL TAHUN 2017 Bahjatun Nadrati; Wisnu Probo Wijayanto; Musniati Musniati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.075 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i1.1126

Abstract

CLEAN AND HEALTHY LIVING PROGRAM BEHAVIOR (CHLB) OF STUDENTS AT THE AD DIINUL QAYYIM ISLAMIC BOARDING SCHOOL IN WEST LOMBOK.Background: Clean and Healthy Life Behavior (CHLB) the school environment is an effort to empower students, teachers, and the school community to know, want and be able treat CHLB. Health problems faced by student are not different from the problems faced by public school children, even for boarding students who will increase again with environmental health problems in the cottage they occupy.Purpose: This study was to determine the description of clean and healthy behavior (CHLB) of students at the Ad Diinul Qayyim Islamic Boarding School in West Lombok.Methods: A descriptive analytical study where the study was conducted with a one-time measurement which aims to find out the description of students' CHLB at the Ad Diinul Qayyim Islamic Boarding School.Results: The results obtained from the total respondents were 271 students that the majority of respondents were 182 (67.9%) had a picture of clean and healthy behaviors, namely enough, 87 (32.1%) respondents had a picture of clean and healthy life behavior that is good and 2 (0.7%) respondents have a picture of clean and healthy behavior, namely less.Conclusion; Islamic Boarding School is a form of religious education institution that grows and develops from and for the people who play an important role in the development of human resources, it is expected that the student and leaders and managers of Islamic boarding schools are not only proficient in moral and spiritual development with intellectual nuances religious, but can also be a driver of motivators and innovators in health development, as well as being a role model in clean and healthy lifestyle for the surrounding community.Keywords: Clean and Healthy Life Behavior (CHLB), students, Islamic Boarding SchoolPendahuluan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan lingkungan sekolah adalah upaya untuk memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu, mau, dan mampu memperilakukan PHBS. Permasalahan kesehatan yang dihadapi santri-santri tidak berbeda dengan permasalahan yang dihadapi anak sekolah umum bahkan bagi santri yang mondok akan bertambah lagi dengan masalah kesehatan lingkungan yang ada di pondok yang mereka tempati.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Santri di Pondok Pesantren Ad Diinul Qayyim Lombok Barat.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif Analitik dimana penelitian dilakukan dengan pengukuran sekali waktu yang bertujuan untuk mengetahui gambaran PHBS santri di Pondok Pesantren Ad Diinul Qayyim.Hasil: Hasil yang didapatkan dari total responden sebanyak 271 siswa bahwa sebagian besar responden yaitu 182 (67,9%) memiliki gambaran perilaku hidup bersih dan sehat yaitu cukup, 87 (32,1%) responden memiliki gambaran perilaku hidup bersih dan sehat yaitu baik dan 2(0,7%)responden memiliki gambaran perilaku hidup bersih dan sehat yaitu kurang.Simpulan; Pondok Pesantren merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan keagamaan yang tumbuh dan berkembang dari oleh dan untuk masyarakat yang berperan penting dalam pengembangan sumber daya manusia, diharapkan para santri dan para pemimpin serta pengelola pondok pesantren tidak saja mahir dalam aspek pembangunan moral dan spiritual dengan intelektual yang bernuansa agamis, namun dapat pula menjadi penggerak motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan, serta menjadi teladan dalam berperilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat sekitar.
ANALISIS PERANAN TERAPIS TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA PADA PASIEN AUTISME DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG Hardono Hardono; Elisa Oktaviana; Andoko Andoko
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.903 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i1.1046

Abstract

THE EFFECTS OF WARM-WATER FOOTBATH ON  INSOMNIA AMONG ELDERLYBackground: Insomnia is often considered normal when it is allowed to cause disease and even death, especially in the elderly with a percentage of 50% of elderly experiencing insomnia. At the Tresna Werdha Social Home of 10 elderly, there were about 4 elderly who had experienced on mild to severe insomnia.Purpose: This study was to determine the effect of warm-water footbath on insomnia among elderly at the Tresna Werdha Natar Social Home.Methods: The design of the study used a quasi-experimental with the one group pretest-posttest design method. The population of this study was 17 elderly who were experiencing a mild and severe insomnia with a sampling technique by total sampling.Results: Statistical tests using paired t test. Clinical results obtained a mean score before 25.76 meaning mild insomnia and an average score after 17.18 means  with a decrease of 8,588 . The statistical test results obtained a significant value of 0.000 (p-Value <0.05) which means Ha is acceptedConclusion: There is the effect of of warm-water footbath on insomnia among elderly. It is recommended that this study can be a safe therapy for the elderly who has suffered on insomnia, especially in nursing homes.Keywords: Warm-water footbath, insomnia, elderly Pendahuluan: Insomnia sering dianggap hal yang biasa padahal bila dibiarkan dapat menimbulkan penyakit bahkan kematian terutama pada lansia dengan persentasi 50% lansia mengalami insomnia. Di Panti Sosial Tresna Werdha dari 10 lansia terdapat 4 lansia yang mengalami insomnia di usia 65 tahun sampai 74 tahun dari insomnia ringan sampai berat.Tujuan :  Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh rendam kaki dengan air hangat terhadap penurunan insomnia lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Natar.Metode : Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan metode pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah 17 lansia yang mengalami insomnia ringan dan berat dengan teknik pengambilan sampel dengan cara total samplingHasil : Uji statistik menggunakan paired t test.Hasil klinis didapat skor rerata sebelum 25.76 artinya insomnia ringan dan skor rerata sesudah 17.18 artinya tidak insomnia dengan penurunan 8.588. Hasil uji statistik didapat nilai signifikan 0.000 (P-Value < 0,05) yang berarti Ha diterimaSimpulan : ada pengaruh rendam kaki dengan air hangat terhadap penurunan insomnia pada lansia. Penurunan dari insomnia ringan menjadi tidak insomnia.Diharapkan penelitian ini dapat menjadi terapi yang aman digunakan oleh penderita insomnia terutama pada lansia di panti werda.
PENGARUH PEMBERIAN PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK PRASEKOLAH USIA 3-5 Umi Romayati Keswara; Dian Arif Wahyudi; Wiwik Erni Puspita Sari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.628 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i1.1128

Abstract

KNOWLEDGE, ATTITUDE AND ROLE OF HEALTH CARE PERSONNEL TOWARD APPLICATION OF HOUSEHOLD IN  HEALTHY‐LIFESTYLE BEHAVIORSBackground: Efforts to change people's behavior in order to support the improvement of health status are carried out through the Clean and Healthy Life Behavior Development Program. This program has been implemented by the Ministry of Health since 1996. One of the evaluations of the success is to look in healthy‐lifestyle behaviors indicators in the household setting. In Indonesia, the picture of health behavior that has not been good is shown by the proportion of household with good implemented by the Ministry of Health since 1996. One of the evaluations of the success is to look in healthy‐lifestyle behaviors, only 32.3%. implemented by the Ministry of Health since 1996. One of the evaluations of the success is to look in healthy‐lifestyle behaviors in Lampung Province in 2015 amounted to 59.2%. Pre-survey in Pujokerto Village for the implementation of healthy‐lifestyle behaviors in 2015 has not yet reached the target of the overall indicator.Purpose: Know the relationship of knowledge, attitudes and roles of health workers to the implementation of Household in healthy‐lifestyle behaviors in Pujokerto Village, Central Lampung Regency in 2017.Methods: Type of quantitative research, analytical design using aapproach cross-sectional. The population in this study were 124 of households. The number of samples of 95 household was taken by purposive sampling technique. Data analysis using chi-square.Results: The study showed that the frequency distribution of healthy‐lifestyle behaviors was mostly poor (58.95%), the frequency distribution of poor knowledge was 51.58% and p-value was 0.001, the frequency distribution of supportive attitude was 54.74% and p-value of 0.001 the frequency distribution of role of health care personnel supports 52.63% and p-value 0.004.Conclusion: A significant relationship between knowledge, attitudes and roles of health workers with the implementation of healthy‐lifestyle behaviors, suggests the need for sustainable health promotion activities to improve public knowledge about healthy‐lifestyle behaviors and change people's attitudes towards healthy‐lifestyle behaviors by using various media such as posters, banners and so on.Keywords: knowledge, attitude, role, health care personnel, household, healthy‐lifestyle behaviors Pendahuluan: Upaya untuk mengubah perilaku masyarakat agar mendukung peningkatan derajat kesehatan dilakukan melalui proram Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Program ini telah dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan sejak tahun 1996. Salah satu evaluasi keberhasilan pembinaan PHBS dilakukan dengan melihat indikator PHBS di tatanan rumah tangga. Di Indonesia gambaran perilaku kesehatan yang belum baik ditunjukan dengan proporsi nasional RT dengan PHBS baik hanya 32,3%. Cakupan PHBS di Provinsi Lampung tahun 2015 sebesar 59,2%. Pra survei di Desa Pujokerto untuk pelaksanaan PHBS tahun 2015 belum mencapai target dari keseluruhan indikator.Tujuan: Diketahui hubungan pengetahuan, sikap dan peran tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan PHBS Rumah Tangga di Desa Pujokerto Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2017.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kepala keluarga berjumlah 124 kepala keluarga. Jumlah sampel 95 kepala keluarga diambil dengan tehnik purposive sampling. Analisa data menggunakan chi-square.Hasil: Pada penelitian menunjukkan distribusi frekuensi pelaksanaan PHBS sebagian besar kurang baik (58,95%), distribusi frekuensi pengetahuan kurang baik 51,58% dan p-value 0,001, distribusi frekuensi sikap mendukung sebanyak 54,74% dan p-value 0,001, distribusi frekuensi peran tenaga kesehatan mendukung sebanyak 52,63% dan p-value 0,004.Simpulan: hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap dan peran tenaga kesehatan dengan pelaksanaan PHBS, saran perlunya kegiatan promosi kesehatan yang berkesinambungan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang PHBS dan merubah sikap masyarakat terhadap PHBS dengan menggunakan berbagai media seperti poster, spanduk dan sebagainya.
ANALISIS FKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONDILOMA AKUMINATA DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2016 Djunizar Djamaludin; Yuyun Tyas; Eka Trismiyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.568 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i2.1361

Abstract

ABSTRACT :  MUSCULOSKELETAL DISORDERS IN THE WORKPLACE AMONG NURSES AT ZAINAL ABIDIN PAGARALAM HOSPITAL WAY KANAN Background: Lower back pain is one of the occupational diseases that often occur to nurses in hospitals, especially in the inpatient unit; Due to the nature of the work which is very heavy, with bending and twisting movements of the body, especially around the lower spine. Results from Pre survey on 10 nurses in the adult ward at Zainal Abidin Pagaralam’s Hospital Way Kanan, 6 nurses (60%) had complains low back pain and needs to do physiotherapy, and 4 nurses reported the limited hospital facilities.Purpose : Knowing that correlation between musculoskeletal disorders and the workplace among nurses at Zainal Abidin Pagaralam Hospital Way Kanan Province Of Lampung 2018.Methods : This type of research is quantitative, with cross sectional design. The total sample is all nurses that is 72 respondents. The instrument of this study is a questionnaire with statistical test using Chi square test.Results: Finding  45 (62.5%) of respondents said a good working environment, whereas 27 (37.5%) of respondents expressed unfavorable working environment. 41 (56.9%) of respondents complained Musculosceletal Disorder moderate, and 31 (43.1%) of respondents complained Musculosceletal heavy Disorder, with a p-value 0.000 and the value of OR 10 818.Conclusion : There is correlation between musculoskeletal disorders and the workplace among nurses at Zainal Abidin Pagaralam Hospital Way Kanan Province Of Lampung 2018. It is suggested that the hospital management can reduce complaints Musculosceletal Disorder by maintaining a good working environment.Keywords                    : Workplace, musculoskeletal disorders, nursesPendahuluan : Nyeri punggung bawah merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang sering terjadi pada perawat di rumah sakit, terutama di ruang rawat inap; karena sifat pekerjaannya yang banyak mengangkat beban pasien dewasa yang berat, dengan gerakan membungkuk dan memutar tubuh, khususnya sekitar tulang punggung bawah. Hasil Prasurvey dari 10 perawat  di ruang rawat inap dewasa RSUD Zainal Abidin Pagaralam Way Kanan,  6 (60%) perawat pernah mengalami keluhan nyeri punggung bawah hingga melakukan fisioterapi,  dan 4 (40%) perawat melaporkan banyaknya keterbatasan fasilitas rumah sakit.Tujuan: Diketahui Hubungan lingkungan kerja dengan kejadian musculoskeletal disoders pada perawat di RSUD Zainal Abidin Pagaralam Way Kanan Tahun 2018.Metode : Jenis penelitian ini kuantitatif, dengan design cross sectional.  Jumlah sampel adalah seluruh perawat yaitu 72 responden. Instrument penelitian ini kuisioner dengan uji statistic menggunakan uji Chi square.Hasil : Didapatkan 45 (62.5%) responden menyatakan lingkungan kerja baik, sedangkan 27 (37.5%) responden menyatakan lingkungan kerja kurang baik. 41 (56.9%) responden mengeluh Musculosceletal Disorder sedang, dan 31 responden (43.1%) mengeluh Musculosceletal Disorder berat, dengan nilai p-value 0.000 dan  nilai OR 10.818.Simpulan : Ada hubungan lingkungan kerja dengan kejadian muskuloskeletal disorders pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin Pagaralam Way Kanan Tahun 2018. Disarankan kepada manajemen rumah sakit dapat mengurangi keluhan Musculosceletal Disorder dengan cara mempertahankan lingkungan kerja yang baik.
KORELASI ANTARA HASIL PEMERIKSAAN SPUTUM BTA DENGAN HASIL PEMERIKSAAN GENEXPERT PADA PASIEN TB-MDR DI RSUD DR.H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG PERIODE TAHUN 2015-2016 Tri Wahyuni Lestari; Lusitawati Lusitawati; Annisa Rizky Afrilia; FX. Suharyanto; Nita Prihartini; Nurhayati Nurhayati; Hadi Siswoyo
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.972 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i2.1368

Abstract

ABSTRACT: WET CUPPING THERAPY PRACTITIONER AND STANDARD OPERATING PROCEDURESBackground: Traditional wet cupping therapy is an invasive alternative therapy in the community. To ensure its safety, it is necessary to conduct research on the compliance of wet cupping practitioners against the Standard Operating Procedure (SOP). Purpose: To obtain an overview of the compliance of cupping therapy practitioners with the Standard Operating Procedure (PSO) in DKI Jakarta.Methods: This study was a cross-sectional study, conducted on 30 wet cupping practitioners in the DKI Jakarta area who fulfilled the inclusion and exclusion criteria. The method of data collection is done by observing cupping practitioners, each of them 3 times to avoid bias behavior of respondents who deliberately do it because they are being observed. Data analysis was carried out descriptively and analytically. Test the relationship between independent and dependent variables is done to determine the factors associated with compliance.Conclusion: The average value of compliance with cupping practitioners in the PBI member of DKI Jakarta against PSO is 81.47 percent. Factors related to the compliance of cupping therapy members of the Jakarta DKI Cupping Association (PBI) towards Standard Operating Procedure (PSO) there are 3 variables, namely the year passed the standardization test, facilities and supervision.Keywords: compliance, wet cupping, Standard Operating ProcedurePendahuluan: Terapi tradisional bekam merupakan terapi alternatif yang bersifat invasif yang ada di masyarakat. Untuk memastikan keamanannya maka perlu dilakukan penelitian mengenai kepatuhan para praktisi bekam terhadap Prosedur Standar Operasi (PSO).Tujuan: memperoleh gambaran kepatuhan para praktisi terapi bekam terhadap Standar Prosedur Operasional (PSO) di DKI Jakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain cross sectional, dilakukan pada 30 orang praktisi bekam di wilayah DKI Jakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Cara pengumpulan data dilakukan dengan observasi terhadap praktisi bekam, masing-masing sebanyak 3 kali untuk menghindari bias perilaku responden yang sengaja dilakukan karena mengetahui sedang diamati. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitik. Uji hubungan antar variabel independen dan dependen dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan.Simpulan: Nilai rata-rata kepatuhan praktisi bekam anggota PBI DKI Jakarta terhadap PSO yaitu 81,47 persen. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan praktisi terapi bekam anggota Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI) DKI Jakarta terhadap Prosedur Standar Operasi (PSO) ada 3 variabel yaitu tahun lulus uji standardisasi, sarana prasarana dan supervisi.