cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 624 Documents
Pemanfaatan kelas ibu hamil dan aplikasi grup pesan pintar sebagai sarana edukasi kehamilan Wilda Rezki Pratiwi; Nurjanna Nurjanna
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.3259

Abstract

Information giving and education in pregnancy using a traditional classroom and an online education (group messaging apps)Background: The efforts to improve health during pregnancy are by using a traditional classes facility to provide knowledge and information on health during pregnancy. Most community has not known some online applications that can use at positive things as suggestions for learning or health education purposes. Researchers want to innovate with social media users: WhatsApp groups to provide information and knowledge.Purpose: To analyze the differences in knowledge, activeness, motivation and behavior when information and education in pregnancy using a traditional classroom and an online education (group messaging apps).Method: Quantitative research with the design method of quasi-experiment by pretest-posttest divided in two groups. The population was Pregnant women's with the sample of 30 participants comprising 15 participants in the control group and 15 participants in the intervention group. Location in Sidenreng Rappang regency, south Sulawesi province, Indonesia.Results: In an online education (group messaging apps) group, the variables of knowledge, activeness, motivation and action influence the use of the class of pregnant women and WhatsApp media to educate problems around pregnancy, while in the control group the results of the variables of knowledge, activeness, and motivation influence class utilization pregnant women to educate problems. Meanwhile, the action variable has no effect.In order to further increase the campaign on the importance of the participation of pregnant women in implementing pregnant women classes and be able to do it regularly by involving cadres and their familiesKeywords: Information giving; Education; Pregnancy; Traditional classroom; Online education (group messaging apps)Pendahuluan : Salah satu upaya pemerintah yaitu pemberdayaan masyarakat dengan penyelenggaraan kelas ibu hamil. Fenomena masyarakat saat ini menganggap media sosial berpengaruh negative. Namun jika pemanfaatan media sosial diarahkan kehal yang positif seperti halnya penelitian ini ingin membuat inovasi dengan pemanfaat media sosial yaitu membuat group whatsapp sebagai sarana informasi, pelayanan kepada masyarakat. sehingga akan sangat besar manfaatnya kepada masyarakat khususnya ibu hamil.Tujuan: Menganalisa perbedaaan pengetahuan, keaktifan, motivasi dan tindakan  ibu pada kelompok kelas ibu hamil dan aplikasi media whatsappMetode: Penelitian kuantitatif dengan metode  desain quasi experiment  dengan rancangan penelitian pretest- posttest two group design. Populasinya para ibu hamil dengan sampel 30 partisipan  yang dibagi 2 kelompok terdiri dari 15 partisipan  pada kelompok kontrol dan 15 partisipan pada kelompok intervensi. Lokasi di Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.Hasil : Pada kelompok kasus didapatakan hasil variabel pengetahuan, keaktifan , motivasi dan tindakan berpengaruh terhadap pemanfaatan kelas ibu hamil dan media whatsapp sebagai sarana edukasi masalah seputar kehamilan, sedangkan pada kelompok kontrol  didapatakan hasil variabel pengetahuan, keaktifan , dan motivasi berpengaruh terhadap pemanfaatan kelas ibu hamil sebagai sarana edukasi masalah seputar kehamilan.
Program promotif poskestren terhadap PHBS santri di pondok pesantren Lalu Dedy Supriatna; Indasah Indasah; Byba Melda Suhita
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i3.2741

Abstract

Pesantren Health Post (Poskestren) promotional program for Clean and Healthy Living Behavior (CHLB)  among students at Islamic boarding schoolsBackground: Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) school environment structure is an effort to empower students, teachers, and the school community to know, want, and be able to treat CHLB. This is in line with Health Promotion in educational institutions (Health Promoting School) launched by the World Health Organization which uses a holistic model that includes the relationship between physical, mental, social and environmental aspects.Purpose: To analyze the influence of the health post promotion program for Clean and Healthy Living Behavior (CHLB)  among students at Islamic boarding schoolsMethod: An observational analytic study using a cross sectional approach. The sampling technique used simple random sampling, a sample of 271 respondents. The research instrument used a questionnaire with 20 question items. The data analysis technique used the chi-square test.Results: Obtained from 271 respondents with the Poskestren program (Promotive) in the less category, it will have an influence in the moderate category on the (CHLB)   of students (36.16%). It is necessary to plan that is directed and sustainable in improving the quality for the implementation of the poskestren program in a promotional manner so that it can get better results.Conclusion: The Pesantren Health Post program promoted a significant effect on (CHLB)  among students at Ad Diinul Qayyim Islamic Boarding School, West Lombok Regency, NTB.Keywords: Pesantren Health Post (Poskestren); Promotional program; Clean and Healthy Living Behavior (CHLB); Students; Islamic boarding schoolsPendahuluan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan lingkungan sekolah adalah upaya untuk memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu, mau, dan mampu memperlakukan PHBS. Hal ini sejalan dengan Promosi Kesehatan di institusi pendidikan (Health Promoting School) yang dicanangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia yang menggunakan model holistik yang meliputi hubungan antar aspek fisik, mental, sosial, dan lingkungan.Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh program promotif  poskestren terhadap PHBS Santri di Pondok PesantrenMetode: Penelitian analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan simple random sampling, sampel sebanyak 271 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dengan 20 item pertanyaan. Teknik analisa data menggunakan uji chi-square.Hasil: Didapatkan dari 271 responden dengan program Poskestren (Promotif) dalam kategori kurang maka akan memberikan pengaruh dalam kategori cukup pada PHBS santri (36.16%). Perlu perencanaan yang terarah dan berkesinambungan dalam meningkatkan kualitas untuk penerapan program poskestren secara promotif sehingga mendapatkan hasil yang lebih baik.Simpulan: Program Poskestren secara promotif berpengaruh secara signifikan terhadap PHBS pada santri di Pondok Pesantren Ad Diinul Qayyim Kabupaten Lombok Barat NTB.
Optimalisasi peran & fungsi manajemen kepala ruangan dalam supervisi dokumentasi asuhan keperawatan di rumah sakit x Jakarta Teresa Teresa; Tuti Afrianti; Tini Suminarti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.2705

Abstract

The role of a head nurse in optimizing of management function in supervision of nursing care documentation at X hospital in JakartaBackground: Nursing documentation is important thing that  is indicator quality of care. Since the nursing documentation is still a poor quality, it requires a supervision by the head nurse.Purpose: The head of nursing is responsible for the direction, organization and strategic planning collaborate with nursing staffs in ensuring the quality of nursing care to achieve accurate, effective and efficient documentation and to complete supervision.Method: A pilot project using questionnaire and observation methods was conducted at difference times on two hospital units in Jakarta.Results: The descriptive analysis results showed that among 18 nurses, 4 nurses believed that nursing documentation is an important, effective and clear way to  ease their job. Hence, supervision is continuity needed to support the improvement of health care quality. The innovative projects will be applied in health care.Conclusion:  Nursing documentation must show continuity and quality of  care nursing under the control and supervision of the head nurse and EMR is used as the instrument for documentation.Keywords :  The role; Head nurse; Management; Supervision; Nursing care; DocumentationPendahuluan: Dokumentasi asuhan keperawatan adalah hal yang penting karena menjadi indikator kualitas perawatan. Penerapan dokumentasi asuhan keperawatan saat ini belum optimal sehingga membutuhkan arahan dan supervisi dari Kepala Ruang/Kepala Unit.Tujuan: Tercapainya supervisi dan keberhasilan pelaksanaan dokumentasi asuhan keperawatan yang komprehensif, berkesinambungan, efektif dan  efisien.Metode: Metode pilot project di salah satu Rumah Sakit di Jakarta dengan pengambilan data melalui  observasi dan kuestioner. Instrumen diujikan pada dua ruangan dalam  waktu yang berbeda.Hasil: Analisis deskripsi pada  sejumlah 18 perawat, 4 orang menyatakan bermanfaat, penting dan mudah dalam penerapannya. Supervisi dilakukan untuk memberikan support terhadap kelangsungan pendokumentasian asuhan keperawatan yang berkesinambungan. Proyek inovasi akan ditindaklanjuti dan diaplikasikan dalam program kerja bidang pelayanan keperawatan.Simpulan: Asuhan keperawatan yang berkualitas memerlukan adanya supervisi. Sarannya penggunaan Instrumen Supervise Dokumentasi Asuhan Keperawatan akan disesuaikan dengan penggunaan pencatatan asuhan keperawatan Elektronic Medical Record/EMR
Evaluasi Kinerja Perawat dalam Pemberian Asuhan Keperawatan end of life Rumah Sakit X di Jakarta Teresa Teresa; Hanny Handiyani; Dewi Gayatri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i1.3631

Abstract

Evaluating the performance of nurses in providing end-of-life care among nurses in the government hospital in JakartaBackground: The application of end-of-life nursing care has not been optimal. The effect on nursing performance. These factors include liking civil servants, attitude, and leadership.Purpose: To find out the determinants of nurse performance that must be done in the final period of nursing care in the hospital.Method: A quantitative-based cross-sectional with the population and sample are staff nurses at Jakarta Hospital. The samples taken with purposive sampling method (220 nurses). Analyzing by correlation’s chi square and logistic regression.Results: Finding that there was a relationship between nursing performance and employment status (p-0,018), attitude (p-0,000), and leadership (p-0,044). Multivariate result show nursing performance has a relationship with employment status (p-0,004), attitude (p-0,978) and leadership (p-0,855).Conclusion: Nursing performance related to job status, attitude, and leadership has a strong relationship. Suggestions to hospital management to support nurses attending workshops or training in stimulating nursing behavior and leadership related to patient care in end-of-life nursing performance and following by rewards in employment status.Keywords: Evaluating; Performance of nurses; Providing end-of-life care; Nurses; HospitalPendahuluan: Penerapan asuhan keperawatan pasien end of life belum optimal. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kinerja perawat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perawat adalah status kepegawaian, sikap, dan kepemimpinan. Tujuan: Mengetahui  kinerja perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan end of life di RS.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif cross sectional.  Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana yang bekerja di rumah sakit X di Jakarta. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan dengan purposive sampling sebanyak 220 perawat pelaksana. Analisis dilakukan dengan  uji chi square  dan regresi logistic.Hasil: Menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kinerja perawat dengan status kepegawaian (p-0,018), sikap (p-0,000), dan kepemimpinan (p-0,044). Hasil multivariat menunjukkan adanya hubungan antara kinerja perawat dengan status kepegawaian (p-0,044), sikap (p-0,978), dan kepemimpinan (p-0,855).Simpulan: Kinerja dalam kategori baik bila status kepegawaian baik, sikap positif, kepemimpinan dijalankan dalam mengarahkan perawat pada penerapan asuhan keperawatan EOL. Saran dibutuhkan pembinaan  sikap,  kepemimpinan dan  perlunya  peningkatan status kepegawaian bila memungkinkan.
Hubungan kekambuhan pada pasien skizofrenia dengan pengetahuan dan sikap keluarga dalam merawat pasien Slamet Rahayu; Teguh Pribadi; Yansuri Yansuri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i3.1536

Abstract

Knowledge, attitudes and practices of caregivers for the prevention of relapse in patients with schizophreniaBackground: Patients with schizophrenia often experience a relapse after completing their treatment in a mental hospital. To overcome the problem, the psychosocial management needs support from caregivers. The caregivers are a very important factor in the healing process. Caregivers attitude is beneficial for the development of a healthy personality without distractions. Factors that affect the relapse of the Client such as doctor, the client, caregivers, environment. Patients who received social skills training, antipsychotic drugs and psychoeducation reported rarely to relapse.Purpose: To analyze in knowledge, attitudes, and practices of caregivers to prevent relapse in patients with schizophrenia.Method: A quantitative research with a cross-sectional approach. The population in this study were all caregivers, amounting to 41 respondents, while the sampling technique was taken using the total population method. The analysis used univariate and bivariate using the chi-square test.Results: The study showed that 15 (36.6%) respondents who had an expert knowledge, the patient rarely experienced relapse, while respondents who had a poor knowledge, the number of patient that often experienced relapse was 9 (22.0%)  and p = 0, 003 OR 12.500, in the study showed that 14 (34.1%) respondent had a supportive attitude, the patient would be rarely relapse. And  caregivers could prevent, the number of patient that often experienced relapse was 17 (41.5%) and p = 0.002, OR 11.333.Conclusion: There is a relationship in knowledge, attitudes, and practices of caregivers to prevent relapse in patients with schizophrenia at Batanghari East Lampung, Indonesia.Keywords: Knowledge; Attitudes; Practices; Caregivers; Prevent relapse; Patients; SchizophreniaPendahuluan: Penderita Skizofrenia seringkali mengalami kambuh setelah selesai menjalani masa perawatan di rumah sakit jiwa. Untuk mengatasi masalah gangguan jiwa skizofrenia, butuh dukungan penanganan psikososial yang berasal dari keluarga. Keluarga merupakan faktor yang sangat penting dalam proses kesembuhan klien dimana sikap keluarga bermanfaat untuk perkembangan menuju kepribadian yang sehat tanpa gangguan. Faktor yang mempengaruhi kekambuhan Klien seperti dokter yang merawat, klien, keluarga, dan lingkungan sekitar. Penderita yang mendapat latihan keterampilan sosial, obat antipsikotik dan psikoedukasi dilaporkan jarang mengalami kekambuhanTujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap keluarga tentang perawatan pasien skizofrenia di rumah dengan kekambuhan.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga pasien skizofrenia yaitu berjumlah 41 responden, di UPTD Pukesmas Batanghari Kabupaten Lampung Timur. sedangkang teknik sampling yang diambil dengan menggunakan metode total populasi.  Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil: Menunjukkan bahwa 15 (36.6%) responden yang memiliki pengetahuan kategori baik, dan pasien jarang mengalami kekambuhan, sedangkan responden yang memiliki pengetahuan buruk, jumlah pasien yang sering mengalami kekambuhan sebesar 9 (22.0%) dan p= 0,003 OR 12,500, pada penelitian menunjukkan bahwa 14 (34.1%) responden memiliki sikap mendukung, pasien jarang mengalami kekambuhan. Adapun responden yang tidak mendukung, jumlah pasien yang sering mengalami kekambuhan sebesar 17 (41.5%) dan p= 0,002, OR 11,333.Simpulan: Adanya hubungan antara pengetahuan keluarga tentang perawatan pasien di rumah dengan kekambuhan pasien dan juga adanya hubungan antara Sikap Keluarga terkait perawatan pasien jiwa di rumah dengan kekambuhan di UPTD Pukesmas Batanghari Kabupaten Lampung Timur.
Efektifitas aromaterapi peppermint terhadap mual muntah pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi Sapti Ayubbana; Uswatun Hasanah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i1.3313

Abstract

The effectiveness of peppermint aromatherapy on nausea and vomiting among breast cancer patients undergoing chemotherapyBackground: Breast cancer is a type of cancer and is one cause of death in the world. Chemotherapy is the use of chemical agents to control and destroy cancerous cells. Chemotherapy can induce nausea and vomiting, resulting in discomfort. One intervention that makes patients feel comfortable is giving peppermint aromatherapy.Purpose: To determine the effectiveness of peppermint aromatherapy on nausea and vomiting among breast cancer patients undergoing chemotherapy.Method: A quasi-experimental pretest-posttest group design, with a purposive sampling method of collecting samples. The study sample was 34 breast cancer patients who underwent chemotherapy. The sample divided into 2 groups as intervention & control groups. Measurement of nausea and vomiting used the Rhodes Index Nausea Vomiting & Retching (INVR) instrument.Results: Finding by the Man Whitney test, it showed that there was a difference in the scores for nausea and vomiting between the intervention group and the control group (p value = 0.008).Conclusion: Peppermint aromatherapy is effective in reducing nausea and vomiting among breast cancer patients undergoing chemotherapy.Keywords: Breast cancer; Chemotherapy, Nausea; Vomiting; Peppermint aromatherapyPendahuluan: Kanker  payudara  merupakan salah satu  jenis kanker dan menjadi salah satu penyebab kematian di dunia.  Kemoterapi merupakan penggunaan agen kimiawi untuk mengontrol dan  menghancurkan sel yang bersifat kanker.Kemoterapi dapat menginduksi mual dan muntah mengakibatkan ketidaknyamanan. Salah satu intervensi yang membuat pasien merasa nyaman adalah dengan pemberian aromaterapi pepermint.Tujuan: Mengetahui efektifitas aromaterapi pepermint terhadap mual muntah pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi.Metode : Penelitian quasi experimental pretest-posttest group design, dengan metode pengumpulan sampel secara purposive sampling. Sampel penelitian sebanyak 34 pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Sampel terbagi atas dua kelompok; intervensi & kontrol. Pengukuran mual muntah menggunakan instrumen Rhodes Index Nausea Vomiting & Retching ( INVR).Hasil :  Dengan menggunakan man whitney test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor mual muntah antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol  (p value = 0,008).Simpulan: Aromaterapi peppermint efektif menurunkan mual muntah pada pasien kanker kayudara yang menjalani kemoterapi.
Kejadian Rheumatoid Arthritis pada lansia di Poliklinik Bandar Lampung Athaya Hafizhah; Umi Romayati Keswara; Dhiny Easter Yanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i3.2106

Abstract

Rheumatic disease in the elderly: Rheumatoid arthritis cases and non–rheumatoid arthritis controlsBackground: Rheumatoid arthritis (RA) is an autoimmune disease that affects most people and the exact cause is unknown. Based on data from Bandar Lampung, RA ranks fourth in the profile of the top 10 diseases that have emerged since 2012. Although the cause is unknown, RA complications are very dangerous, ranging from joint deformities & disabilities, internal organ damage, to death.Purpose: To determine the factors associated with the incidence of rheumatoid arthritis in the elderlyMethod: Quantitative research with a case control design. The study population was all elderly patients at Pertamina Bintang Amin Hospital. The samples used were 47 cases and 47 controls. Multivariate analysis using multiple logistic regression tests.Results: It shows that there is no relationship between economic status (p-value 0.062) and the incidence of RA at Pertamina Bintang Amin Hospital. There was a significant relationship between smoking (p-value 0.042; OR 2.86), diet (p-value 0.013; OR 3.61), occupational (p-value 0.000; OR 6.80), and obesity (p-value. 0.017; OR 3.25) with RA.Conclusion: The most dominant factor associated with the incidence of RA in the elderly is work (OR 7,8). Workers at high risk are advised to use personal protective equipment while working and provide time for fun outdoor physical activity so as to reduce stress and help the absorption of vitamin D in the body more optimally.Keywords: Elderly; Rheumatoid arthritis; Obesity; Smoking; Economic status; OccupationalPendahuluan: Rheumatoid arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun yang paling sering terjadi di masyarakat dan belum diketahui secara pasti penyebabnya. Berdasarkan Data Kota Bandar Lampung, RA berada diurutan keempat dalam profil 10 penyakit terbesar yang muncul sejak tahun 2012. Meski penyebabnya belum diketahui, komplikasi RA sangat berbahaya, mulai dari deformitas sendi & disabilitas, kerusakan organ-organ dalam, hingga kematian.Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian rheumatoid arthritis pada lansia di poliklinik rawat jalan Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin (RSPBA) Tahun 2019.Metode : Penelitian kuantitatif dengan rancangan kasus control (case control). Populasi penelitian adalah seluruh pasien lansia di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Sampel yang digunakan sebanyak 47 kasus dan 47 kontrol. Analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik ganda.Hasil : Tidak ada hubungan antara status ekonomi (nilai p 0,062) dengan kejadian RA di RSPBA. Ada hubungan yang signifikan antara merokok (nilai p 0,042; OR 2,86), diet (nilai p 0,013; OR 3,61), pekerjaan (nilai p 0,000; OR 6,80), dan obesitas (nilai p 0,017; OR 3,25) dengan kejadian RA.Simpulan: Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian RA pada lansia di poliklinik rawat jalan RSPBA Tahun 2019 adalah pekerjaan (OR 7,8). Disarankan pekerja berisiko untuk menggunakan alat pelindung diri saat bekerja, dan menyediakan waktu melakukan aktifitas fisik di luar ruangan yang menyenangkan sehingga dapat mengurangi stress dan membantu penyerapan vit. D lebih maksimal.
Kepatuhan menelan obat, merokok dan resiko kegagalan konversi (BTA positif) pada pasien tuberculosis Mariawati Mariawati; Khoidar Amirus; Marliyana Marliyana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.1600

Abstract

Active smokers, treatment compliance and sputum smear conversion failed among patients treated for active tuberculosisBackground: One of the infectious diseases that often affects people is pulmonary tuberculosis (pulmonary TB). World data, there are 10.4 million recent cases of tuberculosis or 142 cases / 100,000 populations, with 480,000 cases of failed conversions. Indonesia is a country with the second largest number of recent cases in the world after India. With the success of treatment in Indonesia, it is low at 85%. Data from Lampang Province, the number of new patients with pulmonary tuberculosis is reaching 110 per 100,000 populations. Data in Central Lampung Regency found 954 cases out of 20,184 people suspected (4.73%). Data in Poncowati Public Health Center in Central Lampung in 2018, conversion failure rates were quite high at 16 people out of 42 people with pulmonary TB (38.1% ), and the success of the treatment is also still low, at 76.2% (target> 90%).Purpose: Knowing relation factors active smoker, treatment compliance with failed sputum smear conversion among patients treated for active tuberculosis.Method: A quantitative study with the design by observational analytic. The samples in this study were 42 pulmonary TB patients. Data analysis in this study used the chi-square test.Results: Most respondents smoke <10 cigarettes per day (not at risk), 22 (52.4%). Most respondents obey the ingestion of drugs, which are  28 (66.7%). There was a correlation between active smoking (p-value = 0.002 and OR = 11.762) and medication adherence (p-value = 0.002 and OR = 9,167) with conversion failure in pulmonary tuberculosis patients.Conclusion: There were active smokers, treatment compliance, and sputum smear conversion failed among patients treated for active tuberculosis. It needs to further improve Directly Observed Therapy (DOT) support and the role of health workers in improving patient treatment compliance and motivation in quitting smoking.Keywords  : Active smoking; Medication adherence; Conversion failure; Active tuberculosisPendahuluan: Salah satu penyakit menular yang sering diderita masyarakat adalah Tuberculosis paru (TB paru). Data dunia, terdapat 10,4 juta kasus baru tuberkulosis atau 142 kasus/100.000 populasi, dengan 480.000 kasus gagal konversi. Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus baru terbanyak kedua di dunia setelah India. Dengan angka keberhasilan pengobatan di Indonesia rendah, yaitu 85%. Data Provinsi Lampung, jumlah pasien baru tuberculosis paru  yaitu mencapai 110 per 100.000 penduduk. Data di Kabupaten Lampung Tengah ditemukan sebanyak 954 kasus dari 20.184 orang suspek (4,73%).Data di Puskesmas Poncowati Lampung Tengah pada tahun 2018, angka kegagalan konversi cukup tinggi yaitu sebanyak 16 orang dari 42 orang penderita TB paru (38,1%), dan keberhasilan pengobatan juga masih rendah, yaitu 76,2% (target >90%). Tujuan: Diketahui hubungan para perokok aktif, kepatuhan menelan obat dan kegagalan konversi (BTA positif) pada pasien tuberculosis.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian dengan analitik observasional. Sampel sejumlah 42 pasien TB paru. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji chi-square.Hasil: Sebagian besar responden merokok <10 batang perhari (tidak berisiko) yaitu sebanyak 22 orang (52,4%).Sebagian besar responden patuh dalam menelan obat, yaitu sebanyak 28 orang (66,7%). Terdapat hubungan antara merokok aktif (p-value = 0,002 dan OR= 11,762) dan kepatuhan menelan obat  (p-value = 0,002 dan OR= 9,167) dengan kegagalan konversi pada pasien tuberculosis.Simpulan: Terdapat hubungan para perokok aktif, kepatuhan menelan obat dan kegagalan konversi (BTA positif) pada pasien tuberculosis. Perlu lebih ditingkatkannya dukungan PMO serta peran petugas kesehatan dalam meningkatkan kepatuhan berobat pasien dan motivasi dalam menghentikan kebiasaan merokok. 
Pengembangan jenjang karir perawat manajer di rumah sakit Wahyu Kusumadi Retnoningtyas; Hanny Handiyani; Nurdiana Nurdiana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i2.2702

Abstract

Becoming a Nurse Manager: A career track and system in hospitalBackground: Nurse career pathway is very effective to support career development, increase retention and facilitate self actualization of nurses. Regulations on the nurse manager’s career pathway are developed in line with the clinical nurse’s professional career pathway.Purpose: Identify and analyze needs related to the development of career path system for nurse managersMethod: A pilot project starting from data collection, problem analysis, problem priority setting, develop plan of action, implementation and evaluation. Respondents are the head nurseas many as 74 people and the nursing staff as many as 110 people. Problem analysis used fishbone diagrams.Results: The problem that arises is the lack of optimal development of manager nurses 'career levels caused by the absence of guidelines for manager nurses' career paths, the SOP has not been compiled yet, there are nurse managers who have DIII nursing education degree, many self-assessment results of the head nurses are still feeling incompetent, nursing staff perception about the ability of the head nurse is not optimal in carrying out their roles and functions .Conclusion: The implementation given as a solution to the problem  that is making guidelines for nurse managers career pathway and writing the manuscript. The recommendation for hospitals is that guidelines are adopted so that the mechanism for career advancement can be implemented.Keywords: A career track; Competency, Continuous professional development; Nurse manager; HospitalPendahuluan: Jenjang karir perawat sangat efektif menunjang perkembangan karier, meningkatkan retensi, dan memfasilitasi aktualisasi diri perawat. Regulasi tentang jenjang karir perawat manajer mulai dikembangkan sejalan dengan jenjang karir professional perawat klinis.Tujuan: Mengidentifikasi  dan  menganalisis kebutuhan  terkait  pengembangan pola jenjang karir bagi para perawat manajerMetode: Pilot project mulai dari pengumpulan data, analisis masalah, penetapan prioritas masalah, penyusunan plan of action, implementasi dan evaluasi. Responden adalah kepala ruangan sebanyak 74 orang dan staf perawat sebanyak 110 orang. Analisis masalah dilakukan dengan menggunakan diagram fishbone.Hasil: Didapatkan masalah belum optimalnya pengembangan jenjang karir perawat manajer yang disebabkan belum adanya panduan pola jenjang karir perawat manajer, belum disusunnya SPO, masih ada perawat manajer yang berpendidikan DIII keperawatan, hasil self assessment kepala ruangan masih banyak yang merasa belum kompeten, staf perawat menilai kemampuan kepala ruangan belum optimal dalam menjalankan peran dan fungsinya.Simpulan: Implementasi yang diberikan sebagai solusi permasalahan yaitu membuat panduan pola jenjang karir perawat manajer. Rekomendasi bagi rumah sakit yaitu panduan disahkan hingga mekanisme peningkatan jenjang karir dapat diimplementasikan. 
Determinan kejadian pemasangan ulang double lumen catheter pada pasien dengan penyakit ginjal kronis Riris Andriati; Dewi Fitriani; Liza Puspa Dewi; Yuliastuti Yuliastuti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i1.3827

Abstract

Determinants of double lumen catheter reimplantation in patients with chronic kidney diseaseBackground: Double Lumen catheter is a sterile tube that is inserted into a large central vein such as the jugular vein, subclavian vein or femoral vein through a surgical procedure. Failure of hemodialysis due to positional dysfunction and double lumen catheter infection must be reimplanted so that the hemodialysis continues on schedule.Purpose: To determine the relationship of factors that affect reattachment of the double lumen catheter in patients with chronic renal failure in BSD Medika Hospital.Method: A descriptive quantitative analytic with cross sectional design. Subjects were chronic kidney disease patients who performed regular hemodialysis through double lumen hemodialysis catheter access. Risk factor variables (age, sex, hypertension, DM, history of infection, location of insertion, duration of use, history of previous double lumen catheter placement). The research sample was 32 respondents.Results: Bivariat results, age (p = 0.637); gender (p = 1.000); status of hypertension (p = 0.338); status of infection (p = 0.138); status of Diabetes Mellitus (p = 0.053); insertion location (p = 0.052); duration of use (p= 0.004).Conclusion: There is a significant correlation between duration of use and reimplantation of double lumen catheter in patients with chronic kidney disease.Keywords: Double lumen catheter; Reimplantation; Patients; Chronic kidney diseasePendahuluan: Double lumen catheter adalah suatu selang steril yang dimasukan kedalam vena sentral besar seperti vena jugularis, vena subklavia atau vena femoralis melalui prosedur operasi. Kegagalan hemodialisa yang dikarenakan disfungsi posisi dan infeksi double lumen catheter maka harus dilakukan pemasangan ulang kateter agar hemodialisa tetap dilaksanakan sesuai jadwal.Tujuan: Mengetahui adanya hubungan faktor-faktor yang memengaruhi pemasangan ulang double lumen catheter pada pasien penyakit ginjal kronik di RS Medika BSD.Metode: Penelitian deskriptif analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Variabel yang digunakan adalah usia, jenis kelamin, riwayat hipertensi, riwayat DM, riwayat infeksi, lokasi insersi, lama penggunaan, dan riwayat pemasangan double lumen catheter sebelumnya. Subyek penelitian adalah pasien dengan penyakit ginjal kronis yang dilakukan hemodialisis reguler melalui akses vaskular kateter hemodialisis double lumen. Sampel penelitian sebesar 32 responden.Hasil: bivariat analisis menunjukkan hasil: usia (p=0.637); jenis kelamin (p=1.000); riwayat hipertensi (p=0.338); riwayat infeksi (p=0.138); riwayat DM (p=0.053); lokasi insersi (p=0.052); dan lama penggunaan (p=0.004).Simpulan: Lama penggunaan berhubungan signitifikan dengan pemasangan ulang catheter double lumen pada pasien gagal ginjal kronik di RS Medika BSD Kota Tangerang Selatan.