cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 624 Documents
Efektivitas low fidelity simulation terhadap self-efficacy mahasiswa keperawatan dalam melakukan bantuan hidup dasar Hudzaifah Al Fatih; Lena Rahmidar
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.3159

Abstract

Effectiveness of low fidelity simulation toward nursing students’ self-efficacy in doing basic life support Background: The use of simulation as learning method has proven to improved student’s self-efficacy and competency. Various simulators has been developed to achieve these objectives, ranging from low, medium, to high-fidelity simulators. Among others, low-fidelity simulator has the lowest cost with the same effectiveness as other simulators.Purpose: To examine the effectiveness of low-fidelity simulation in increasing nursing students’ self-efficacy in performing Basic Life Support (BLS) skill.Method: A quasi-experimental method with non-equivalent pretest - posttest design was used to answer research questions. One chest manikin for Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR) was used as a low-fidelity simulator in practicing BLS skill. 47 students were recruited as respondents using a purposive sampling method with students who undergoing emergency nursing course and agreed to participate in the study as inclusions criteria. Furthermore, without randomization, 23 respondents were included in the control group and 24 respondents in the intervention group. The effect of low fidelity simulation on students' self-efficacy was measured using the Basic Resuscitation Scale Self-Efficacy Scale (BRS-SES) questionnaire consisting of 18 items with responses option ranging from 1 = not confident, 2 = somewhat confident, 3 = confident, 4 = very confident, and 5 = very very confident. Questionnaire were given to respondents before and after the intervention. The collected data were analyzed using Analysis of Covariance (ANCOVA).Results: The mean score of students’ self-efficacy before intervention was 38.89 (SD = 10.149), and after intervention was 47.17 (SD = 13.099). There was no significant difference in self-efficacy mean score between the control group and the intervention group (F = 0.625, p> 0.05). So, it can be concluded that the use of low-fidelity simulation method did not have a significant effect in increasing nursing students’ self-efficacy.Conclusions: Although the use of low-fidelity simulation method does not have a significant effect in increasing nursing students’ self-efficacy, this method can be used as an effective learning method to improve nursing students’ skills and competencies.Keywords: Low fidelity simulation; Nursing student; Self-efficacy; Simulation.Pendahuluan: Penggunaan simulasi sebagai metode pengajaran dapat meningkatkan self-efficacy dan performa kompetensi siswa perawat. Beragam simulator dikembangkan untuk mencapai tujuan tersebut, mulai dari low, medium, hingga high-fidelity simulator.Diantara ketiganya, low-fidelity simulator merupakan simulator yang paling rendah dari segi pembiayaan, namun secara efektivitas sama dengan simulator lainnya.Tujuan: Mengetahui efektivitas metode low-fidelity simulation terhadap self-efficacy mahasiswa keperawatan dalam melakukan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD).Metode: Quasi eksperimen dengan non-equivalent pretest -posttest design digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Satu manikin dada untuk Resusitasi Jantung Paru (RJP) digunakan sebagai low fidelity simulator dalam pelaksanaan simulasi BHD. 47 mahasiswa direkrut sebagai responden menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi mahasiswa yang sedang mengikuti mata kuliah keperawatan gawat darurat dan setuju untuk berpartisipasi dalam penelitian. Selanjutnya, tanpa randomisasi, 23 responden dimasukkan dalam grup kontrol dan 24 responden dalam grup intervensi. Pengaruh low fidelity simulation terhadap self-efficacy mahasiswa diukur menggunakan kuisioner Basic Resuscitation Skills Self-Efficacy Scale (BRS-SES) yang terdiri dari 18 butir pernyataan dengan rentang jawaban 1 = tidak percaya diri, 2 = agak percaya diri, 3 = percaya diri, 4 = sangat percaya diri, dan 5 = sangat sangat percaya diri. Kuisioner diberikan kepada responden sebelum dan sesudah intervensi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan Analysis of Covariance (ANCOVA).Hasil: Mean skor self-efficacy mahasiswa keperawatan sebelum intervensi adalah 38.89 (SD=10.149), dan setelah intervensi adalah 47.17 (SD=13.099). Tidak terdapat perbedaan mean yang signifikan antara skor self-efficacy kelompok kontrol dan kelompok intervensi (F= 0.625, p>0.05). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode low fidelity simulation tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan self-efficacy mahasiswa keperawatan.Simpulan: Meskipun penggunaan metode low fidelity simulation tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan self-efficacy mahasiswa keperawatan, namun metode ini dapat digunakan sebagai metode pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi mahasiswa keperawatan. 
Gambaran perilaku seksual pada remaja Lukman Candra Purnama; Aat Sriati; Indra Maulana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i2.2761

Abstract

Sexual behavior among high school students Background: Sexual behavior in adolescents indicates vulnerability to the incidence of venereal disease if the activity continues or leads to worse and even causes HIV/AIDS. Reasons for researchers take sample in high school students at Garut, its consideration is, based on the results of preliminary studies conducted by interviewing shows that some of the students' had a suspect negative sexual behavior.Purpose: To describes of sexual behavior among high school students.Method: The descriptive a quantitative with population all high school student and used stratified random sampling taken 268 respondents, univariate data analysis by descriptive analysis.Results: Shows that less than half of sexual behavior among adolescents had risk categories of 100 respondents (37.3%). In demographic data is similar to other studies that at the age of 16 years old, they  have a sexual deviations behavior (compulsive or destructive).Conclusion: The sexual behavior among high school students shows that there are still many teenagers who engage in risky sexual behavior. This required intervention to provide health education to students and expecting to reduce deviant sexual behavior.Keywords: Behavior; Sexual; High school; StudentsPendahuluan: Perilaku seksual pada remaja mengindikasikan kerawanan terhadap kejadian penyakit kelamin jika kegiatan tersebut berlanjut atau mengarah kepada yang lebih buruk bahkan sampai menyebabkan HIV/AIDS Alasan peneliti mengambil tempat penelitian di SMAN X Garut Pertimbangannya adalah, berdasarkan hasil study pendahuluan yang dilakukan peneliti dengan cara memwawancarai siswa yang menunjukkan bahwa beberapa perilaku siswa sudah menjurus kearah perilaku seksual walaupun proporsinya masih dalam skala kecil.Tujuan: Untuk mengetahui gambaran perilaku seksual remaja di SMAN X Garut.Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sempel yang digunakan yaitu stratified random sampling dengan strata diambil tiap kelas yang berjumlah 22 kelas. jumlah sampel sebanyak 268 orang dengan tehnik probability sampling terdiri dari perempuan dan laki-laki instrumen yag digunakan menggunakan instrumen yang sudah baku. Analisa data yang dilakukan secara univariat dengan analisis deskriptif.Hasil: Menunjukan perilaku seksual pada remaja kurang dari setengahnya memiliki kategori berisiko sebanyak 100 remaja (37,3%). Pada data demografi hasilnya sejalan dengan penelitian lain bahwa umur 16 tahun banyak terjadi penyimpangan seksual.Simpulan: Perilaku seksual pada remaja di SMAN X Garut menunjukan masih banyak remaja yang yang melakukan perilaku seksual berisiko. Diperlukan intervensi untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada siswa adn diharapkan dapat mengurangi perilaku seksual yang menyimpang.
Penggunaan hipnoterapi untuk menurunkan nyeri pada ibu post seksio sesarea Asyima Asyima; Ikrawanty Ayu Wulandari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i1.4176

Abstract

Hypnotherapy as a treatment for pain in patients with post-cesarean delivery pain Background: The (22%) of secsio cesaria occurred at age 35-49 years, (19%) first delivery, (19%), living in urban areas (23%), highly educated and (32%) in the top wealth quintile of 7% done in a planned manner (SC selective). Secsio cesaria (SC) causes pain and various problems. The hypnotherapy process can reduce pain because of modulation or strengthening of impulses from weak impulses / weak stimuli which are then strengthened so that they can immediately reach the brain and are immediately felt as well. Give a response so that post partum where the intensity of the pain experienced can adapt.Purpose: To determine the effectiveness of hypnotherapy as a treatment for pain in patients with post-cesarean delivery painMethod: A quasi-experimental by pretest and posttest approach, the sample divided into 2 groups, intervention and control, each of which was 15 samples. The pain evaluation by Numeric Rating Scale (NRS).Results: There was a significant difference in both groups with p-value of p = 0.000, this shows that there is a significant effectiveness of hypnotherapy as a treatment for pain in patients with post-cesarean delivery painConclusion: Finding that the effectiveness of hypnotherapy as a pain treatment in patients with post-cesarean labor pain at Tk.II Pelamonia Hospital.Keywords: Hypnotherapy; Treatment; Patients; Post-cesarean; Delivery painPendahuluan : Persentase bedah caesar paling banyak terjadi umur 35-49 tahun (22%), kelahiran pertama (19%), tinggal di perkotaan (23%), berpendidikan tinggi dan berada pada kuintil kekayaan teratas (masing-masing 32%), dan sebesar 7% persalinan di laksanakan secara terencana (SC selektif). Tindakan secsio cesaria (SC) menyebabkan nyeri yang menimbulkan berbagai masalah. Proses hipnoterapi dapat mengurangi nyeri karena adanya modulasi atau penguatan impuls dari impuls yang lemah/rangsangan yang lemah kemudian diperkuat agar dapat segera sampai kedalam otak dan segera dipersepsikan untuk segara pula tersebut senantiasa dilakukan dengan memberikan respon agar ibu post partum dimana intensitas nyeri yang di alami dapat beradaptasi.Tujuan : Untuk mengetahui efektifitas pemberian hypnoterapi terhadap penurunan respon nyeri ibu post seksio sesareaMetode :Penelitian Quasi Eksperimen pendekatan pretes dan post tes sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu intervensi dan control masing-masing 15 sampel jadi total sampel sebanyak 30 partisipan. Evaluasi nyeri dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS).Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna pada kedua kelompok dengan p-value p = 0,000 hal ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan hipnoterapi sebagai pengobatan penurunan respon nyeri ibu post secsio sesarea.Simpulan: Didapatkan pengaruh pemberian hypnoterapi terhadap penurunan respon nyeri ibu post seksio sesarea di Rumah Sakit Tk.II Pelamonia.
Pelaksanaan discharge planning pada pasien diabetes melitus: Studi literatur Linda Yulia; Tuti Pahria; Sandra Pebrianti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.3446

Abstract

Discharge planning from hospital to home among patients with diabetes mellitus: A literature studyBackground: Several studies have stated that patients with diabetes mellitus who do not get proper management when discharge after hospitalization are very at risk to readmission because of complications. Properly discharge planning programme is very essentials to reduce the number of readmission and following by controlled on patient's conditions. However, the fruitfulness level of discharge planning program in each hospital was different. planning in DM patients is still not optimal and does not explain in detail the discharge planning stages.  Purpose: To determine several studies of discharge planning programme among patients with diabetes mellitus in several hospitalMethod: Literature study method with narrative review approach. Search for articles using databases by Science Direct, Pubmed and Google Scholar by entering keywords "discharge planning or return planning, Stages or steps, Diabetes or glycemic." From the search results, there were 13,743 articles that matched the keywords, then an examination carried out based on inclusion criteria (published year 2011-2020, articles in Indonesian and English, using the retrospect cohort method, RCT, and Quasi Experiment, full-text articles, discuss discharge planning stages) and exclusion criteria (articles on systematic reviews, proceedings, editorials and books). An examination carried out based on the title, sample, research method, and getting 10 articles.Results: Analyzing result of 10 articles found that the discharge planning stage was the first stage starting from the time when admitting to hospital by conducting an assessment, diagnosis, planning, implementation and evaluation. The second stage was for the patient treated by providing education and training. Providing education included information about disease, signs and symptoms of disease, things that must avoid from experienced health problems and complications, and information about health service sources in the community. While training included the use of drugs, insulin, diet, physical activity, management of hypo and hyperglycemia, foot care, and blood glucose control. The third stage was after the patient discharged from the hospital by following up in form of telephone counseling and visits to the patient's home. The result of this literature study can be used as learning material for further research and material in providing nursing care. Keywords: Discharge planning; Hospital; Patients; Diabetes mellitus; Literature studyPendahuluan: Pasien DM yang tidak mendapatkan penatalaksanaan yang tepat sangat beresiko mengalami berbagai komplikasi. Beberapa penelitian menyebutkan pasien DM cenderung kembali menjalani rawat ulang setelah pulang dari rumah sakit akibat dari komplikasi. Discharge planning terbukti dapat mengurangi jumlah kunjungan ulang ke rumah sakit dengan keluhan yang sama dan bahkan dapat mengurangi tingkat komplikasi. Namun, untuk saat ini, pelaksanaan discharge planning pada pasien DM masih kurang optimal dan tidak secara rinci menjelaskan tentang tahapan discharge planning.Tujuan: Untuk mengetahui tahapan dalam pemberian discharge planning pada pasien diabetes melitus.Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan narrative review. Pencarian artikel menggunakan database yaitu Science Direct, Pubmed dan Google Scholar dengan memasukkan kata kunci yaitu “discharge planning or perencanaan pulang, Stages or tahapan, Diabetes or glycemic. Dari hasil pencarian ditemukan sebanyak 13,743 artikel yang sesuai dengan kata kunci, kemudian dilakukan pemeriksaan berdasarkan kriteria inklusi (terbit tahun 2011-2020, artikel dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, menggunakan metode kohort retrospekti, RCT, dan Quasi Experiment, artikel tersedia full text, membahas tahapan discharge planning) serta kriteria eksklusi (Artikel systematic review, proceeding, editorial dan buku). Selanjutnya dilakukan pemeriksaan berdasarkan judul, sampel, metode penelitian, dan isi sehingga didapatkan 10 artikel.Hasil: Dari 10 artikel ditemukan tahapan discharge planning tahap pertama dimulai sejak pasien masuk ke rumah sakit dengan melakukan pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Tahap kedua selama pasien di rawat dengan memberikan pendidikan dan pelatihan. Pemberian pendidikan meliputi informasi tentang penyakit, tanda dan gejala penyakit, hal-hal yang harus dihindarkan dari gangguan kesehatan yang dialami dan komplikasi, serta informasi tentang sumber-sumber pelayanan kesehatan dimasyarakat. Sedangkan pelatihan meliputi penggunaan obat dan insulin, diet, aktivitas fisik, manajemen hipo dan hiperglikemia, perawatan kaki, dan kontrol glukosa darah. Tahap ketiga yaitu setelah pasien keluar dari rumah sakit dengan melakukan tindak lanjut berupa konseling telepon dan kunjungan ke rumah pasien. Hasil studi literatur ini dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran untuk penelitian selanjutnya dan bahan dalam memberikan asuhan keperawatan oleh perawat pada pasien diabetes melitus.
Pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti : Vektor penyakit demam berdarah dengue Devita Febriani Putri; Tusy Triwahyuni; Jovita Mutiara Saragih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v15i1.2684

Abstract

Community knowledge and behavior towards Aedes aegypti larvae presence : Vector of dengue hemorrhagic feverBackground: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by dengue virus which is transmitted through mosquitoes, especially Aedes aegypti and Aedes albopictus. alternative vector control strategies are needed to prevent the spread of DHF. Public understanding of the existence of DHF vectors including Aedes aegypti mosquito larvae and behavior how to handle them has a significant influence in the control of DHF vectors.Purpose: Knowing correlation between community Knowledge and Behavior towards aedes aegypti larvae Presence : Vector of dengue hemorrhagic feverMethod: Quantitative analytic research with cross-sectional approach. A sample of 95 respondents and taken by simple random sampling and carried out at Way Kandis village-Bandar Lampung. Interview respondents with a questionnaire and home observation using the observation sheet.Results: Chi-square analysis shows that there is a significant association between community knowledge and behavior towards aedes aegypti larvae presence: Vector of dengue hemorrhagic fever with a p-value of 0.004 and  p-value of 0.023.Conclusion: There is a significant association between community knowledge and behavior towards aedes aegypti larvae presence: Vector of dengue hemorrhagic fever. The community at Way Kandis village-Bandar Lampung need more educated regarding aedes aegypti larvae follow up by local health authority.Keywords: Community knowledge; Behavior towards; Aedes aegypti larvae; Dengue hemorrhagic feverPendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk terutama Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Strategi pengendalian melalui vektor merupakan alternatif yang diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit DBD. Pemahaman masyarakat tentang keberadaan vektor DBD diantaranya jentik nyamuk Aedes aegypti dan perilaku cara menanganinya memberikan pengaruh signifikan dalam pengendalian vektor DBD.Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku masyarakat dengan keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di Kelurahan Way Kandis.Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Tehnik sampling menggunakan simple random sampling, dengan jumlah sampel 95 responden. Pengambilan sampel dengan wawancara menggunakan kuesioner serta melakukan observasi rumah responden dengan menggunakan lembar observasi.Hasil: Analisis Chi-square menunjukan, terdapat hubungan bermakna tingkat pengetahuan masyarakat Way kandis terhadap keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti dengan p-value sebesar 0,004 dan terdapat hubungan bermakna perilaku masyarakat Way kandis terhadap keberadaan jentik jentik nyamuk Aedes aegypti  dengan p-value sebesar 0,023.Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap keberadaan jentik aedes aegypti. Masyarakat di Desa Way Kandis-Bandar Lampung perlu lebih diedukasi terkait jentik aedes aegypti yang ditindaklanjuti oleh dinas kesehatan setempat.
Keikutsertaan menjadi akseptor KB ditinjau dari aspek sosial budaya dan dukungan keluarga Nopita Yanti Sitorus; R Maimunah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i3.3015

Abstract

Socio-cultural and family  aspects among female participation in family planningBackground: The family planning program is one way to suppress population growth. However, the phenomenon in some communities regarding family planning is that there are values, culture and norms that have not been able to accept birth control programs and think that family planning is not in accordance with the values believed so that the family also does not provide support.Purpose: To analyze the socio-cultural relationship and family support with family planning participation.Method: A quantitative study with a cross sectional approach. The research was conducted in the area of public Health Centre (Puskesmas) Kota Datar, Tandem Hulu I Village. The study population was 1711 people and the sample was 324 responden taken by simple random sampling. Data analysis used univariate analysis, bivariate analysis with chi-square test at the 95% confidence level ( = 0.05).Results: The  socio-culture and family support were related to family planning participation in the working area of the Public Health Centre (Puskesmas) Kota Datar, Tandem Hulu I Village, Hamparan Perak District, Deli Serdang Regency, p <0.05.Conclusion: The wife who do not get support socio-culture and get support from family tend to use contraceptives and wifes who has support socio-culture and do not get support from their husbands tend not to use contraceptives.Keywords: Socio-culture; Family support; Participation; Female; Family planningPendahuluan : Program KB merupakan salah satu cara untuk menekan pertumbuhan penduduk. Namun, fenomena pada sebagian masyarakat tentang KB yaitu adanya nilai, budaya dan norma yang belum dapat menerima program pengaturan kelahiran dan menganggap KB tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini sehingga keluarga juga tidak memberikan dukunganTujuan: Untuk menganalisis hubungan sosial budaya dan dukungan keluarga dengan keikutsertaan KB.Metode : Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah Kerja Puskesmas Kota Datar yaitu di Desa Tandem Hulu I Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Populasi penelitian sebanyak 1.711 orang dan sampel diperoleh sebanyak 324 responden. Penarikan sampel secara acak sederhana (simple random sampling). Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (p<0,05).Hasil: Menunjukkan bahwa sosial budaya dan dukungan keluarga berhubungan dengan keikutsertaan KB di Wilayah kerja Puskesmas Kota Datar Desa Tandem Hulu I Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, p < 0,05.Simpulan : Ibu yang tidak mendapat dukungan sosial budaya dan mendapatkan dukungan dari  keluarga cenderung menggunakan alat kontrasepsi, dan ibu yang mendapat dukungan sosial budaya dan tidak mendapatkan dukungan suami cenderung tidak menggunakan alat kontrasepsi.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada ibu hamil Syamraini Silda; Ana Mariza; Sunarsih Sunarsih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.1896

Abstract

Factors for hypertensive disorders of pregnancy among mothers in Lampung, IndonesiaBackground: Hypertension in pregnancy when blood pressure reaching 140/90 mmHg or more, which occurs during pregnancy. Hypertension in pregnancy can cause mortality and the number of prevalent still too high.Purpose: To know the factors associated with hypertension among pregnant women Inpatient public health centre, South Lampung.Method: A quantitative study with a cross-sectional with a prospective approach. The sampling was all pregnant women who follow up at the health center of 80 respondent on May 20 - July 24, 2019 taken by accidental sampling and data collected using observational sheets and interviews. Data analysis using chi-square test to find correlation among variables.Results: Shows that of 80 respondents who suffering of hypertension of 45%, age its risky category of  57.5%, parity its risky category, has obesity of 42.5% and having a history of hypertension in those without a previous history of hypertension of 35%. Statistical test results show that age its risk with p = 0.029, parity its risk (p = 0,000), obesity (p = 0.000) and a history of hypertension (p = 0.000). conclusion that there was a relationship between age its risk, parity its risk, obesity, and hypertension history with the incidence of hypertensionKeywords: Hypertensive disorders; Pregnancy; An age of risk; A parity of risk; Obesity; History of hypertensionPendahuluan:Hipertensi dalam kehamilan adalah tekanan darah mencapai 140/90  mmHg atau lebih yang terjadi saat kehamilan. Hipertensi pada kehamilan dapat menyebabkan mortalitas pada ibu hamil dan angkanya masih cukup relatif tinggi.Tujuan: Diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung Lampung Selatan.Metode : Penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional study pendekatan prospektif. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah Accidental sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang datang ke Puskesmas selama penelitian berlangsung yaitu sebanyak 80 ibu hamil pada tanggal 20 Mei – 24 Juli 2019 . Pengumpulan data diperoleh menggunakan lembar observasional dan wawancara. Analisis hubungan menggunakan uji chi-square.Hasil: Menunjukkan bahwa dari 80 ibu hamil yang mengalami hipertensi sebanyak 36 orang (%) sedangkan yang tidak hipertensi sebanyak 44 orang (%).Umur terbanyak pada yang beresiko 46 orang (57,5%) , Paritas pada yang tidak beresiko sebanyak 43 orang (53,75%) , Obesitas yang terbanyak pada yang tidak obesitas 46 orang (57,5%) dan Riwayat hipertensi sebelumnya terbanyak pada yang tidak ada riwayat hipertensi sebelumnya sebanyak 52 orang (65%).Hasil uji statistik bivariate menunjukkan bahwa umur (p=0,029) , paritas (p=0,000) , obesitas (p=0.000) dan  riwayat hipertensi (p=0.000) sehingga disimpulkan umur, paritas, obesitas dan riwayat hipertensi berhubungan dengan kejadian hipertensi pada ibu hamil.
Pengaruh jus jambu biji dan jus apel hijau terhadap penurunan kadar kolesterol Djunizar Djamaludin; Meilisa Tabrani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 3 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i3.1528

Abstract

Efficacy domestic apple (malus domestica) and guava fruit (psidium guajava l.) juices in the management of blood cholesterol levels Background: Hypertension is a chronic condition, which is blood pressure increases in the blood vessels. One of the causes of hypertension is a diet with high fat. High-fat levels occur precipitation of cholesterol. The methods to overcome hyper cholesterol in the blood by pharmacological and non-pharmacological. Method of non-pharmacological to reduce cholesterol levels with consuming guava and green apple juice.Purpose: Known the efficacy domestic apple (Malus domestica) and guava fruit (Psidium guajava L.) juices in the management of blood cholesterol levels.Method: The design of the research used in this study was a quasi-experiment used non-equivalent control group design. The samples were 16 samples. The sampling used a purposive sampling technique. The data analysis used Independent T-Test.Results: The study showed that the average difference of cholesterol levels in the guava juice group was 17,25±17,019 mg/dl. Meanwhile, the green apple juice group was 58,63±39,867 mg/dl. The result of t value = 2,700 and p value = 0,017 (p < 0,05).Conclusion: There was a difference effect of guava juice and green apple juice to cholesterol levels reduction. Suggestions of this study for hyper cholesterol patients to consume green apple juice as a non-pharmacological treatment.Keywords: Cholesterol; Domestic Apple (Malus Domestica); Guava (Psidium guajava L.); Consumption; Juice.Pendahuluan: Hipertensi adalah kondisi kronis dimana mengalami peningkatan tekanan darah pada dinding pembuluh darah. Salah satu penyebab hipertensi yaitu pola makan dengan kadar lemak tinggi. Kadar lemak tinggi menyebabkan terjadi endapan kolesterol. Cara mengatasi kelebihan kolesterol dalam darah dengan farmakologi dan nonfarmakologi. Cara nonfarmakologi menurunkan kadar kolesterol dengan mengonsumsi jus jambu biji dan jus apel hijau.Tujuan: Diketahui perbedaan pengaruh jus jambu biji dan jus apel hijau terhadap penurunan kadar kolesterol.Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan pendekatan non equivalent control group design. Sampel sebanyak 16 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Independent T-Test.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan perbedaan rata-rata kadar kolesterol pada kelompok jus jambu biji adalah 17,25±17,019 mg/dl. Sedangkan, pada kelompok jus apel hijau adalah 58,63±39,867 mg/dl. Hasil nilai t = 2,700 dan p value = 0,017 (p < 0,05).Simpulan: Ada perbedaan pengaruh jus jambu biji dan jus apel hijau terhadap penurunan kadar kolesterol. Saran dari penelitian ini diharapkan penderita kolesterol mengonsumsi jus apel hijau sebagai pengobatan non-farmakologi.  
Hubungan antara riwayat status gizi ibu masa kehamilan dengan pertumbuhan bayi usia 9-12 bulan Rilyani Rilyani; Lelly Sugiyati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.3516

Abstract

Maternal nutritional status during pregnancy and effects on growth among infants 9-12 monthsBackground: Maternal nutritional status during pregnancy needs attention because it affects the development of the fetus they are carrying. During pregnancy are at risk of experiencing of chronic energy deficiency (CED) in adults if they have LILA <23.5 cm are at risk of maternal death, preterm delivery/low birth weight (LBW), death and impaired growth and development of infant. Base on data in Way Panji Public Health Centre reported that among maternal during pregnancy were of 43 (29.05%) who has LILA <23.5 cm.Purpose: To determine the relationship between maternal nutritional status during pregnancy and infant growth at the Way Panji Community Health Centre coverage area.Method: A quantitative by cross-sectional research, the population in this study were of 143 respondent as all maternal who had an infant aged 9-12 months in May 2020. Both of them observed such as a history of maternal nutritional status during pregnancy and infant growth when aged 9-12 months and bivariate analysis (Chi-Square).Results: Showing that the frequency distribution of maternal nutritional status during pregnancy, mostly with has sufficient in nutrition of 113 (79.0%) respondents and they have an infant with a normal growth of 107 (74.8%). There is a relationship between maternal nutritional status during pregnancy and infant growth (p-value 0.000: OR 5,314).Conclusion: There is a relationship between maternal nutritional status during pregnancy and infant growth in Way Panji Public Health Center coverage area Lampung-Indonesia. Suggestions to public health centre management to increase the promotion programme of maternal nutritional status during pregnancy and preventing poor growing of the infant by providing leaflets or posters also supplement nutritions for maternal during pregnancy.Keywords: Maternal; Nutritional status; Pregnancy; Infant; GrowthPendahuluan: Gizi ibu hamil perlu mendapat perhatian karena sangat berpengaruh pada perkembangan janin yang dikandungnya, Wanita hamil berisiko mengalami KEK jika memiliki LILA < 23,5 cm. ibu hamil dengan KEK berisiko melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR). BBLR akan membawa risiko kematian, dan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. KEK juga dapat menjadi penyebab tidak langsung kematian ibu. Data dari Puskesmas Way Panji mengatakan bahwa terdapat 43 orang (29,05%) yang berisiko KEK dengan LILA < 23,5 cm.Tujuan: Diketahui Hubungan Status Gizi Ibu Masa Kehamilan Dengan Pertumbuhan Bayi Di Puskesmas Way Panji Kecamatan Way Panji Kabupaten Lampung Selatan Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian crossectional , Subyek dalam penelitian ini adalah Ibu Masa Kehamilan, Variabel dependen : Pertumbuhan bayi, variabel independent : gizi ibu saat hamil,   populasinya paraibu yang telah melahirkan dan bayinya usia 9-12 bulan dengan total sampel berjumlah 143 responden/bayi, dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2020, dengan analisa univariat dan bivariat (Chi-Square).Hasil: Didapatkan Distribusi frekuensi status gizi ibu masa kehamilan, sebagian besar dengan gizi baik yaitu sebanyak 113 (79,0%)  responden. pertumbuhan bayi kategori normal yaitu sebanyak 107 (74,8%). Ada hubungan status gizi ibu masa kehamilan dengan pertumbuhan bayi  (p-value 0.000 :  OR 5,314).Simpulan: Ada hubungan status gizi ibu masa kehamilan dengan pertumbuhan bayi di Puskesmas Way Panji, Disarankan kepadapihak manajemen Puskesmas setempat supaya dapat meningkatan upaya promosi guna penurunan kejadian pertumbuhan bayi yang abnormal dan membantu terpenuhinya kebutuhan gizi atau nutrisi pada saat ibu dalam masa kehamilan dengan cara pemberian leaflet atau poster.
Hubungan sikap perawat dengan penerapan patient safety pada masa pandemi Covid 19 Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; M Ricko Gunawan; Rafika Anjarsari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 4 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v14i4.3850

Abstract

Clinical nurses' attitude toward patient safety: application and results during Covid 19 pandemicBackground: Patient safety is an effort to reduce unnecessary injuries associated with health care to the minimum acceptable level. Patient safety incident report in Indonesia in 2009 were 114, 103 incident in 2010, 34 incident in 2011. The number of adverse events was 10.5% and a near miss incident  was 6.15%.Purpose: known that relationship between nurses' attitude with patient safety application during the Covid-19 pandemic at public health center Pesawaran district in 2020.Method: A quantitative study by survey analytical with cross-sectional design. The sampling technique using a questionnaire and taken by total sampling. The respondents of 40 clinical nurses at public health centre.Results: Respondents who had positive attitudes were 32 (80%), and who had negative attitudes was 8 (20%). Respondents who had behavior of patient safety standard application with good categories were of 20 (50%), and respondent with a poor category was of 20 (50%) and based on the statistical result of (p value 0,008; OR=15,000).Conclusion: There are relationship between clinical nurses' attitude toward patient safety: application and results during COVID-19 pandemic at the health center. Suggestions for health centre management to pay attention for patient during covid-19 pandemic and all staff nurses to follow the health protocol for Covid.Keyword : Clinical nurses; Attitude; Patient safety; Application; Covid-19 pandemicPendahuluan: Keselamatan pasien merupakan sebuah upaya menurunkan cedera yang tidak perlu yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat minimum yang dapat diterima. Laporan insiden keselamatan pasien di Indonesia tahun 2009 sebanyak 114, tahun 2010 sebanyak 103, tahun 2011 sebanyak 34. Angka Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) sebesar 10,5% dan Kejadian Nyaris Cedera (KNC) sebesar 6,15%.Tujuan: Diketahui hubungan sikap perawat dengan penerapan patient safety pada masa pandemic covid 19 di UPT Puskesmas Rawat Inap Kabupaten Pesawaran Tahun 2020.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Survey Analitik dengan menggunakan rancangan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat puskesmas rawat inap yang berjumlah 40 responden.Hasil: Responden yang mempunyai sikap positif sejumlah 32 (80%) dan responden dengan sikap negatif sejumlah 8 (20%). Responden yang mempunyai perilaku penerapan standar keselamatan pasien dengan kategori baik sejumlah 20 (50%) dan responden dengan tingkat perilaku tidak baik sejumlah 20 (50%). Uji penelitian yang dilakukan menggunakan uji chi square dengan hasil (p value 0,008; OR=15,000).Simpulan: Ada hubungan sikap dengan penerapan patient safety pada masa pandemi covid 19 di UPT Puskesmas Rawat Inap Kabupaten Pesawaran tahun 2020. Saran dari peneliti ini diharapkan untuk selalu menerapkan standar keselamatan pasien dalam pelayanan.