cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3" : 8 Documents clear
PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA (Studi Kasus di Panti Rehabilitasi Pamardi Putra Ya yasan Sinar Jati Kemiling Bandar Lampung Tahun 2012) Firmansyah Firmansyah; Sugeng Juwono Mardihusodo; Gunawan Irianto
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i3.372

Abstract

Saat ini tingkat penyalahgunaan narkoba di Indonesi a telah menjadi keprihatinan masyarakat, karena terjadinya kasus semakin hari bu kannya semakin menurun tapi malah semakin meningkat. Penyalahgunaan narkoba dil ihat dari pengguna telah menjangkau berbagai kalangan termasuk pejabat, apar at hingga rakyat kecil serta makin meningkatnya kasus pada kalangan remaja. Berdasarka n penelitian Badan Narkotika Nasional tahun 2008, Provinsi Lampung menempati uru tan ke sembilan sebagai pecandu se Indonesia, dengan jumlah pemakai mencapai 115.25 2 orang atau 2,01% dari jumlah penduduk. Pemerintah melalui Badan Narkotika Nasion al terus berupaya menekan angka penyalahgunaan narkoba agar misi Indonesia yang beb as narkoba tahun 2015 bisa terwujud. Upaya ini juga didukung dengan terbitnya Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yakni penyalahguna narkoba harus masuk panti rehabilitasi bukan dijatuhi hukuman penjara, tapi bagi pengedar dan bandar narkoba dijatuhi hukuman yang berat. Tujuan penelitian ini adalah me ngetahui karakteristik umur, pendidikan dan jenis kelamin, mengetahui faktor-fak tor yang mempengaruhi terjadinya penyalahgunaan narkoba pada remaja yaitu faktor ind ividu, faktor lingkungan sosial dan faktor ketersediaan narkoba. Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif , tehnik pengambilan sampel dengan purposive sampling dan analisis masalah dengan content analysis. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan b ahwa faktor kepribadian remaja penyalahguna narkoba cenderung anti sosial, seluruh nya tahu tentang narkoba, memakai narkoba karena ikut-ikutan dan solider deng an teman, komitmen agama yang lemah, dan tidak bisa menolak ajakan teman untuk me makai narkoba. Faktor lingkungan keluarga seluruhnya pathogenik, begitu juga lingkun gan sosial masyarakat banyak pemakai narkoba dan mendukung untuk berperilaku ant i sosial. Faktor ketersediaan narkoba itu sendiri mudah didapat. Bebagai upaya at au strategi dilakukan dalam mengatasi masalah ini, selain dengan melakukan peni ngkatan upaya Promosi Kesehatan tentang narkoba ditengah masyarakat dan institusi, pencegahan narkoba berbasis masyarakat melalui pendekatan Desa Siaga Narkoba, d an memperbanyak program terapi dan rehabilitasi narkoba berbasis masyarakat serta yang tidak kalah pentingnya adalah penegakan hukum berupa memperberat hukuman bagi ban dar dan pengedar narkoba. Kata Kunci: Narkoba, Remaja dan Masyaraka
Jurnal Dunia Kesmas Volume 2. Nomor 3. Juli 2013 159 FAKTOR RISIKO GANGGUAN FAAL PARU PADA TENAGA KERJA BONGKAR MUAT (TKBM) (Studi Kasus di Pelabuhan Panjang Propinsi Lampung) Ferdinan Gultom; Wahyu Karhiwikarta; Dessy Hermawan
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i3.368

Abstract

Dampak dari pencemaran udara dapat menyebabkan penurunan kualitas udara,yang berdampak negatif terhadap kesehatan paru-paru. Di antara berbagai gangguankesehatan akibat lingkungan kerja, debu merupakan salah satu sumber gangguan yangtidak dapat diabaikan. Dalam kondisi tertentu, debumerupakan bahaya yang dapatmenimbulkan kerugian besar.Penelitian ini bertujuan memahami faktor risiko riwayat penyakit pernafasan, umur,status gizi, kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok,masa kerja, jumlah jam kerja danpenggunaan masker yang berhubungan dengan gangguanfaal paru pada Tenaga KerjaBongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Panjang Propinsi Lampung. Jenis penelitian ini adalahpenelitian epidemiologi analitik observasional dengan pendekatanCross Sectionaldenganjumlah sampel 91 orang. Pengumpulan data dilakukandengan wawancara denganresponden, pengukuran kapasitas faal paru, pengukuran berat dan tinggi badan, danpengukuran kadar debu di tiga titik/lokasi dermagaPelabuhan Panjang PropinsiLampung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan ujiChi Squareserta multivariat dengan uji Regresi Logistik dengan Metode Enter.Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan (p<0,05) antaravariabel bebas dengan variabel terikat (gangguan faal paru) yaitu riwayat penyakitpernafasaan(p value = 0,011), umur (p value = 0,018), status gizi (p value = 0,00),kebiasaan olahraga (p value = 0,000), kebiasaan merokok (p value = 0,000), jumlahjam kerja (p value = 0,000) dan menunjukkan tidak ada hubungan yaitu masa kerja (pvalue = 0,121) dan penggunaan masker (p value = 0,064). Hasil analisis multivariatmenunjukkan adanya pengaruh bersama‐sama antara riwayat penyakit pernafaan (Exp(β) = 3,068), status gizi (Exp (β) = 5,216) dan kebiasaan merokok (Exp (β) = 24,800)terhadap gangguan faal paru pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di PelabuhanPanjang Propinsi Lampung.Saran yang di rekomendasikan adalah melakukan upaya promosi kesehatan untukmeminimalkan risiko terjadinya gangguan faal paru,mewajibkan pekerja menggunakanmasker dengan benar saat bekerja serta memperhatikan riwayat penyakit pernafasan,status gizi yang baik dan mengurangi kebiasaan merokok pada Tenaga Kerja BongkarMuat (TKBM) di Pelabuhan Panjang Propinsi Lampung.Kata Kunci : Kadar partikel debu, karakteristik pekerja, fungsi paru
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DAN DIMENSI KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS KOTABUMI UDIK TAHUN 2013 Marlinda Agustina; Achmad Farich; Triyoso Triyoso
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i3.369

Abstract

Survei Ekonomi Nasional tahun 2011 menunjukan bahwa pemanfaatan puskesmasoleh masyarakat masih rendah, hal ini mungkin disebabkan kurang puasnya masyarakatterhadap pelayanan di puskesmas. Faktor-faktor yangmempengaruhi kepuasanantaralain adalah karakteristik pasien dan dimensikualitas pelayanan. Berdasarkanlaporan SP2TP Puskesmas Kotabumi Udik diketahui bahwa 3 tahun terakhir (tahun 2009s/d 2011) kunjungan ke puskesmas tersebut mengalami penurunan, hal ini mungkindisebabkan adanya ketidak puasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien dan dimensikualitas pelayanan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Kotabumi Udik tahun 2013.Jenis penelitian survey analitik dengan pendekatancross sectional terhadap 105pasien dari bulan Maret 2013. Pengumpulan data menggunakan kusioner tertutupdengan cara melakukan wawancara. Analisa data yangdigunakanan adalah analisaunivariat, bivariat dan multivariate menggunakan ditribusi frekuensi,chi-square, danregresi logistic.Hasil analisa univariat diketahui bahwa 60% pasienpuas, 41% berpendidikan SLTA,34,3% tidak bekerja dan ibu rumah tangga (IRT), 52,4%) status ekonomi rendah, 50,5%menilai handal, 74,3% menilai tanggap, 57,1% menilai ada jaminan, 58,1% menilai adaempati, 60% menilai bukti fisiknya baik. Analisa bivariat menunjukan faktor yangberhungan dengan kepuasan adalahreability(kehandalan) dantangibles(bukti nyata)dan yang tidak berhubungan adalah pendidikan, pekerjaan, status ekonomi,responsiviness(daya tanggap),assurance(jaminan),emphaty(empati). Analisamultivariate menunjukan bahwa faktor yang paling dominan berhubungan dengankepuasan adalahreability(kehandalan).Berdasarkan hasil tersebut disarankan kepada pimpinan dan staf puskesmashendaknya melayani pasien sesuai dengan keinginan pasien, diantaranya kecepatan,ketepatan, kemampuan dan kesiapan pelayanan.Kata kunci : karakteristik pasien, dimensi kualitaspelayanan, dan kepuasan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN TEN AGA PENOLONG PERSALINAN DI DESA SIDOWALUYO KECAMATAN S IDOMULYO LAMPUNG SELATAN 2013 Christin Angelina Febriani; Samino Samino; Rilyani Rilyani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i3.365

Abstract

Tenaga penolong persalinan adalah orang-orang yangbiasa memeriksa wanitahamil atau memberikan pertolongan selama persalinandan nifas. Pertolongan persalinanoleh tenaga kesehatan di Desa Sidowaluyo sebesar 62,28% masih di bawah SPM, danpertolongan persalinan oleh dukun bayi cukup tinggiyaitu sebesar 37,72%. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan tenagapenolong persalinan di Desa Sidowaluyo Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan.Penelitian ini merupakan penelitian survey denganmenggunakan metodecrosssectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu paskabersalin yang ada di DesaSidowaluyo Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan (Januari-Desember 2012) sebanyak104 responden. Analisa bivariat yang digunakan adalah ujichi square, dan analisamultivariat menggunakan regresi logistik ganda.Hasil univariat didapatkan bahwa ibu yang memilihtenaga kesehatan sebagaipenolong persalinan sebanyak 54,8%, ibu dengan pengetahuan baik 40,4%, ibu dengansikap baik 48,1%, ibu dengan persepsi baik 50%, ibudengan penghasilan keluarga tinggi51%, dan ibu yang mendapat dukungan suami 63,5%. Hasil bivariat didapatkan adahubungan pengetahuan dengan pemilihan tenaga penolong persalinan (P value0,000)dan OR 117,875, ada hubungan sikap dengan pemilihantenaga penolong persalinan (Pvalue0,016) dan OR 2,864, tidak ada hubungan persepsidengan pemilihan tenagapenolong persalinan (P value0,431) dan OR 0,677, ada hubungan penghasilan denganpemilihan tenaga penolong persalinan (P value0,011) dan OR 3,025, ada hubungandukungan suami dengan pemilihan tenaga penolong persalinan (P value0,029) dan OR2,683. Sedangkan dari hasil multivariat faktor yangpaling dominan terhadap pemilihantenaga penolong persalinan adalah pengetahuan (P value0,000) dan OR 154,048.Disarankan kepada instansi dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan,dan dukungan suami, serta menjalin kerjasama denganstakeholderyang ada dimasyarakat, sehingga terbentukrole modelguna mendorong perilaku pemanfaatantenaga kesehatan sebagai penolong persalinan.Kata kunci : Faktor-faktor, Penolong Persalinan.
HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PEN YAKIT PNEUMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS KOTABUMI II KECA MATAN KOTABUMI SELATAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN 2013 Reftia Warni; Fitri Ekasari; Lolita Sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i3.370

Abstract

Pola penyakit terbanyak di puskesmas Propinsi Lampung pada urutan pertamaadalahpneumonia. Pada tahun 2010 sebanyak 9.351 orang, dan pada tahun 2011sebanyak 63.806 orang (Dinkes Propinsi Lampung, 2011). Di wilayah kerja PuskesmasKotabumi II, kasuspneumoniapada tahun 2010 sebanyak 71 kasus. Tahun 2011meningkat sebanyak 83 kasus (14,46%), sedangkan pada tahun 2012 terjadi 99 kasus(16,16%) (Laporan Tahunan Puskesmas Kotabumi II 2010-2011). di Wilayah KerjaPuskesmas Kotabumi II Kecamatan Kotabumi Selatan Lampung Utara didapatkan kondisiperumahan yang tidak memenuhi standar seperti lantai tanah dan berdebu, ruangventilasi yang tidak memenuhi standar sehingga udara dan cahaya tidak bisa masuksecara maksimal yang dapat menyebabkan ruangan menjadi lembab. Tujuan penelitiandiketahui hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian penyakitpneumoniapadabalita di Puskesmas Kotabumi II Kecamatan KotabumiSelatan Kabupaten LampungUtara tahun 2013.Desain penelitiananalitikdengan pendekatancross sectional. Sampel dalampenelitian ini balita yang melakukan kunjungan di Puskesmas Kotabumi II KecamatanKotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara pada bulanDesember tahun 2012sebanyak 111 orang. Analisa data menggunakan ujichi square.Hasil penelitian ada hubungan jenis lantai rumah dengan kejadianpneumoniapadabalita (p-value= 0,000, OR = 13,810). Ada hubungan ventilasi rumah dengan kejadianpneumoniapada balita (p-value= 0,000, OR = 7,100). Ada hubungan pencahayaanalami dengan kejadianpneumoniapada balita di Puskesmas Kotabumi II KecamatanKotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara Tahun 2013(p-value= 0,019, OR =2,806). Saran untuk lebih mengintensifkan lagi penyuluhan tentang rumah sehat dancara pencegahan penyakitpneumoniadi Puskesmas Kotabumi II Kecamatan KotabumiSelatan Kabupaten Lampung Utara, misalnya dengan mengaktifkan kembali pelatihankader tentang pencegahan penyakitpneumonia, penyuluhan melalui posyandu dan lain-lain.Kata Kunci : Lingkungan Fisik Rumah,Pneumoniapada balita
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU HIGI ENIS REMAJA PUTRI PADA SAAT MENSTRUASI DI MTS AL-KHAIRIY AH KANGKUNG KECAMATAN BUMI WARAS BANDAR LAMPUNG TAHUN 2012 Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i3.366

Abstract

Remaja harus dipersiapkan baik pengetahuan, sikap dan perilakunya kearahpencapaian reproduksi yang sehat, terutama untuk remaja puteri yang nantinya menjadiseorang wanita yang bertanggung jawab terhadap keturunannya. Kelompok remajamenjadi perhatian karena jumlah mereka yang besar dan rentan serta mempunyai risikogangguan terhadap kesehatan reproduksi (Santrock, 2008).Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan jenis penelitian kuantitatif,dengan desaincross sectional.Penelitian dilakukan di MTs Al-Khairiyah KecamatanBumiWaras Bandar Lampung pada tanggal 11-12 Desember 2012. Populasi dalam penelitianini adalah remaja puteri yang sedang menempuh pendidikan di MTs Al-KhairiyahKecamatan Bumi Waras Bandar Lampung yang berjumlah77 orang, sedangkan sampeldalam penelitian ini adalah 75 orang dikarenakan ada 2 orang remaja puteri yang belummenstruasi. Variabel terikat pada penelitian ini adalah perilaku higienis remaja puteripada saat menstruasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yangberhubungan dengan perilaku higienis remaja puteripada saat menstruasi yaitu:pengetahuan tentang higiene menstruasi, sikap terhadap higiene menstruasi,kepercayaan terhadap mitos, KIE tentang higiene menstruasi, sumber informasi, saranakebersihan dan kesehatan sekolah.Analisis data dilakukan menggunakan distribusifrekuensi presentase univariat, analisa bivariat dengan ujiChi-Square,dan analisamultivariat.Hasil ujichi-squarediperolehp-value=0,014 (p < 0,05), maka dapat disimpulkanbahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang higiene menstruasidengan perilaku remaja puteri pada saat menstruasi,dengan nilai OR 0,250.Hasil ujistatistik chi-square diperoleh p-value =0,041 (p <0,05), maka dapat disimpulkan bahwaada hubungan yang signifikan antara sikap terhadaphigiene menstruasi dengan perilakuhigienis remaja puteri pada saat menstruasi. NilaiOR 4,8 yang berarti bahwa respondenyang mempunyai sikap terhadap higiene menstruasi positif mempunyai peluang 4,8 kalilebih besar untuk berperilaku higienis pada saat menstruasi dibandingkan dengan yangsikap terhadap higiene menstruasi negatif. Hasil analisis chi-square menunjukkan tidakada hubungan kepercayaan terhadap mitos dengan perilaku higienis remaja puteri padasaat menstruasi diperoleh p-value 0,633 yang berarti (p > 0,05). Hasil uji statistik chi-square diperoleh p-value = 0,001 (p < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa adahubungan yang signifikan antara KIE dengan perilaku higienis remaja puteri pada saatmenstruasi. Nilai OR 6,77 yang berarti bahwa responden yang mendapatkan KIEmempunyai peluang 6,77 kali lebih besar untuk berperilaku higienis pada saatmenstruasi dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan KIE. Hasil uji statistikchi-square diperolehp-value= 0,041 (p < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa adahubungan yang signifikan antara sumber informasi dengan perilaku higienis remajaputeri pada saat menstruasi. Nilai OR 1,41 yang berarti bahwa responden yangmendapatkan sumber informasi mempunyai peluang 1,41kali lebih besar untukberperilaku higienis pada saat menstruasi dibandingkan dengan yang tidak mendapatkansumber informasi.Hasil uji statistikchi-square diperolehp-value0,170 (p > 0,05), makadapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara sarana kebersihandan kesehatan dengan perilaku higienis remaja puteri pada saat menstruasi, dengan nilaiOR 0,27.Kata kunci : Perilaku, Higiene menstruasi, faktor-faktor yang berhubungan
HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN MALAR IA DI DESA PULAU PAHAWANG KECAMATAN PUNDUH PEDADA KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2013 Yulianti Yulianti; Koidar Amirus; Rahma Eliya
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i3.371

Abstract

Penyakit malaria masih merupakan masalah kesehatanmasyarakat di Indonesia.Penyakit ini disebabkan oleh parasitPlasmodiumdan ditularkan melalui gigitan nyamukAnophelesbetina. Peningkatan angka kesakitan Malaria di beberapa wilayah di PropinsiLampung cukup tinggi, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Pedada khususnya di DesaPulau Pahawang Kecamatan Punduh Pedada. Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahuihubungan perilaku masyarakat dengan kejadian malaria di Desa Pulau PahawangKecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran Tahun 2013.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metodeanalitikobservational, dengan rancangancase control. Populasi pada penelitian ini 1664 orangdan jumlah sampel 118 orang dengan perbandingan sampel kasus-kontrol 1:1, sehingga59 responden kasus dan 59 kontrol dengan menggunakan kuesioner.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang mempunyai kebiasaankeluar rumah pada malam hari 62,7% responden, yangtidak menggunakan kassa padaventilasi rumah 78% responden, yang tidak menggunakan kelambu saat tidur malamhari 58,5% responden, dan yang menggunakan obat anti nyamuk 68,6% responden.Hasil penelitian juga menunjukkan ada hubungan antara kebiasaan keluar rumah padamalam hari (p-value = 0,002) dan OR 3,32 (95% CI :1,5-7,3), ada hubungan antarapenggunaan kassa pada ventilasi rumah (p-value = 0,000) dan OR 5,97 (95% CI : 2,1-17,2), ada hubungan antara pemakaian kelambu saat tidur malam hari (p-value =0,000) dan OR 3,99 (95% CI : 1,8-8,7), dan tidak ada hubungan antara penggunaanobat anti nyamuk (p-value = 0,074) dan OR 0,487 (95% CI : 0,22-1,08) dengankejadian malaria.Disarankan kepada masyarakat jika keluar rumah malam hari menggunakanpakaian panjang atau obat nyamuk oles (rappelent), tidur malam hari pakai kelambu,dan memasang kassa pada ventilasi rumah. Bagi institusi pendidikan hasil penelitian inimenjadi referensi untuk penelitian penyakit malaria.Kata Kunci : Perilaku Masyarakat, Kejadian Malaria
FAKTOR-FAKTOR RISIKO INFEKSI NOSOKOMIAL PADA LUKA OPERASI BERSIH DI RUANG PERAWATAN BEDAH RS YUKUM MEDICAL CENTER KABUPATEN LAMPUNG TENGAH PROVINSI LA MPUNG David Yunizar; Sugeng Juwono Mardihusodo; Zaenal Abidin
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i3.367

Abstract

Infeksi nosokomial sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan secaramenyeluruh yang dapat meningkatkan morbiditas, mortalitas, hari rawat penderita yanglama, dan beban biaya menjadi semakin besar. Tujuanpenelitian tesis ini adalah untukmenganalisis dan menyimpulkan faktor endogen dan eksogen yang berhubungan denganFaktor-faktor risiko infeksi nosokomial pada luka operasi bersih di ruang perawatanbedah RS Yukum Medical Center Kabupaten Lampung Tengah.Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik, yaitu pengumpulan datadiambil langsung dari sumber primer. Populasi yangdimaksud dalam penelitian ini adalahpasien jenis operasi bersih di Ruang perawatan Rumah Sakit Yukum Medical CentreKabupaten Lampung Tengah sebanyak 30–40 orang perbulan, dengan sampel sebanyak60. Teknik pada penelitian ini adalah ujiChi Square (X2)dan analisis multivariatdilakukan pengujian secara bersama-sama sehingga dapat dilihat variabel mana yangpaling berhubungan dengan infeksi nosokomial pada luka post operasi bersih.Hasil penelitian didapatkan hasil uji interaksi umur dan penyakit penyertaterhadap terjadinya infeksi nosokomial pada luka operasi bersih di Ruang PerawatanBedah RS Yukum Medical Center Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2012 merupakanvariabel yang paling dominan yang menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial denganp-value= 0,032 danp-value= 0,000. Saran, Hasil penelitian ini diharapkan dapatmemberikan masukan untuk pengambilan kebijakan manajemen Rumah Sakit YukumMedical Center dalam pengendalian faktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinyainfeksi nosokomial pada luka operasi bersih.Kata Kunci : Kejadian, Faktor, Infeksi Nosokomial

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue