cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2" : 8 Documents clear
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRE MENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 5 BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Rully Ramadhani; Octa Reni setiawati; yulistiana Evayanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i2.459

Abstract

Pre menstrual syndrome adalah sejumlah perubahan mental maupun fisik yang terjadi antara hari pertama hingga keempat belas sebelum menstruasi dimulai. Sebanyak 60% remaja putri merasa tidak nyaman secara fisik maupun psikis saat mengalami pre menstrual syndrome (PMS). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor PMS. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi remaja putri yang sudah menstruasi kelas VIII dan IX SMPN 5 Bandar Lampung 2015, berjumlah 398. Sampel 200 remaja putri. Data diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Chi square, dengan tingkat kepercayaan 95% dan regresi logistik.Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan stres (p = 0,000), status gizi (p =0,007), kebiasaan makan tinggi garam dan glukosa (p = 0,022), kebiasaan minum yang mengandung kafein dan soda (p = 0,000), dan tidak ada hubungan merokok (p value = 0,135), dan olah raga (p = 0,001) dengan kejadian PMS. Faktor yang paling dominan adalah kebiasaan minum yang mengandung kafein dan soda (OR = 7,770).Kata Kunci: stres, status gizi, garam, glukosa, kafein dan soda, merokok, olah raga, dan pre menstrual syndrome.
PERBEDAAN TEKANAN DARAH SISTOLIK ANTAR AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA PADA KELUARGA PRA SEJAHTERA DAN SEJAHTERA 1 DI BANDAR LAMPUNG Ita Paramitha; Khoidar Amirus; samino samino
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i2.464

Abstract

Tekanan darah sistolik adalah mewakili tekanan di arteri-arteri ketika otot jantung berkontraksi dan memompa darah ke dalamnya. Lima persen dari orang-orang yang memiliki hipertensi sekunder, salah satunya disebabkan oleh obat-obatan (Pil KB). Tujuan penelitian diketahui perbedaan tekanan darah sistolik antara akseptor keluarga berencana pada keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I di Bandar Lampung 2016.Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pasangan usia subur (PUS) (usia 20-49 tahun). Besar sampel 138 PUS KPS dan KS-I. Teknik pengambilan sampel multi stage cluster sampling dengan Probability Proportionate to Size (PPS). Alat pengumpulan data dengan kuesioner, Sphygmomanometer dan Stethoscope, cara pengambilan data dengan wawancara dan pengukuran tekanan darah. Analisis data dengan uji Mann-Whitney dan Kruskall-Wallis, dengan derajat kepercayaan 95%, α = 5%.Hasil penelitian diketahui rata-rata tekanan darah sistolik/diastolik akseptor pil 122,11/79,47 mmHg, suntik 111,35/79,38 mmHg, implan 115,83/83,33 mmHg, IUD 118,33/80,00 mmHg. Hasil analisis perbedaan tekanan darah diketahui ada perbedaan antara akseptor Pil dan Suntik (p=0,019), akseptor Pil, Suntik, Implan dan IUD (p=0,034), dan tidak ada perbedaan tekanan darah sistolik antara akseptor pil dan implan (p=0,545), pil dan IUD (p=0,595), suntik dan implan (p=0,097), suntik dan IUD (p=0,087), implan dan IUD (p=0,947), KB hormonal dan non hormonal (p=0,231). Disarankan kepada PUS agar memilih kontrasepsi yang aman dan memiliki efek samping rendah terhadap peningkatan tekanan darah yaitu IUD. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar melakukan penelitian lanjutan (Longitudinal Research) pengukuran tekanan darah sistolik/diastolik sebelum dan sesudah menggunakan alat kontrasepsi, lama pemakaian alat kontrasepsi yang digunakan untuk melihat manakah yang lebih berpengaruh pada peningkatan tekanan darah.Kata kunci : Tekanan Darah Sistolik, Akseptor Keluarga Berencana
FAKTOR KELAINAN KONGENITAL PADA BAYI BARU LAHIR DI RUANG PERINATOLOGI RUMAH SAKIT ABDUL Yunani Yunani; Anita Bustami; Christin Angelina Febrianti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i2.460

Abstract

Angka kejadian kelainan kongenital berkisar 15 per-1000 kelahiran. Kejadian pada anak umur dibawah satu tahun serkitar 4-5%. Angka kejadian di RSAM Bandar Lampung mengalami peningkatan setiap tahun. Tahun 2013, 115 kasus dan 2014 mningkat menjadi 151 kasus. Tujuan penelitian diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelainan congenital pada bayi baru lahir di ruang Perinatologi RSAM Bandar Lampung 2015.Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan studi kasus control. Data yang digunakan adalah data sekunder. Populasi seluruh bayi yang dirawat di Ruang Perinatologi RSAM 2014, dengan sampel sejumlah 112 (56 kasus dan 56 kontrol). Variabel meliputi faktor genetik, infeksi, obat, umur, hormonal, gizi, serta kelainan kongenital pada bayi baru lahir.Hasil penelitian univariat kelompok kasus, faktor genetik sebesar 14 (25%), faktor infeksi 23 (41%), faktor obat 18 (32%), faktor umur 22 (39%), faktor hormonal 19 (34%), dan faktor gizi kurang sejumlah 17 responden (30%). Ada hubungan faktor genetic (p=0,008), infeksi (p=0,013), penggunaan obat (p=0,023), umur beresiko (p=0,021), hormonal (0,014), dan gizi (p=0,004) dengan kelainan kongenital pada bayi baru lahir. Gizi merupakan faktor yang paling dominan yang berhubungan dengan kelainan congenital. Disarankan pemerintah hendaknya melakukan penjaringan ibu hamil lebih intensif agar mereka cepat diketahui jika terjadi kekurangan gizi. Demikian masyarakat harus pro aktif untuk memeriksakan kehamilannya dengan tertip, serta menjaga asupan gizi dengan baik.Kata kunci : Kelainan congenital
UJI DAYA HAMBAT DAUN PETAI CINA (Leucaena leucocephala folium) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli MENGGUNAKAN METODE DIFUSI AGAR Agustina Retnaningsih
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i2.465

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji daya hambat ekstrak daun petai cina terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi dengan menggunakan metode difusi agar. Di dapatkan hambatan atau zona jernih disekitar kertas cakram. Ekstrak daun petai cina dibuat menjadi lima konsentrasi yaitu 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% dengan pengujian dilakukan tiga kali pengulangan. Kontrol positif yang digunakan adalah Tetrasiklin HCl. Hasil penelitian ini didapat daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 80% yaitu 10,2 mm dan konsentrasi 100% yaitu 15,4 mm. Daya Hambat yang dihasilkan terhadap bakteri Escherichia coli adalah pada konsentrasi 80% yaitu 7,4 mm dan pada konsentrasi 100% yaitu 12,2 mm.Kata Kunci : Daun petai cina, (Leuchaena leucocephala folium), , Staphylococcus aureus, Salmonella typhi, difusi agar.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VOLUME OKSIGEN MAKSIMAL DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWI KEBIDANAN UNIVERSITAS MALAHAYATI Ringgo Alfarisi
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i2.461

Abstract

Volume oksigen maksimal (???? O2max) adalah komponen utama kebugaran kardiorespirasi. Status kesehatan sangat tergantung dari tingkat kebugaran jasmani. Prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal. ???? O2max yang baik mendukung pencapaian prestasi belajar yang optimal bagi seorang mahasiswi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik dan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap ???? O2max, serta pengaruh aktivitas fisik, IMT, dan ???? O2max terhadap prestasi belajar mahasiswi Kebidanan Universitas Malahayati tahun masuk 2014. Penelitian analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Sampel 53 orang perempuan dengan teknik purposive sampling. Analisis statistik dilakukan dalam bentuk uji Spearman dan uji Pearson. Hasil penelitian pada responden, ditemukan bahwa ada pengaruh aktivitas fisik (r = 0,928 ; p <0,05) dan IMT (r = -0,588 ; p <0,05) terhadap ???? O2max. Selain itu, ditemukan bahwa ada pengaruh aktivitas fisik (r = 0,878; p <0,05), IMT (r = -0,691 ; p <0,05), dan ???? O2max (r = 0,910 ; p <0,05) terhadap prestasi belajar. Berdasarkan hasil tersebut disarankan pada mahasiswi kebidanan Universitas Malahayati hendaknya melakukan olahraga secara rutin dan menjaga asupan gizinya, sehingga memiliki volume oksigen maksimal yang baik dan menunjang pencapaian prestasi belajar yang optimal.Kata kunci: Oksigen, prestasi belajar, aktifitas fisik, Indeks Massa Tubuh
HUBUNGAN KEBIASAAN KELUAR PADA MALAM HARI DAN MEMAKAI OBAT NYAMUK DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DESA LEMPASING KECAMATAN TELUK PANDAN KABUPATEN PESAWARAN 2015 Melisah Melisah; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i2.462

Abstract

Kabupaten Pesawaran merupakan daerah endmis malaria. Kasus di Kecamatan Hanura 2013 sebanyak 1.988, Padang Cermin 63 kasus, dan Pedada 262 kasus. Lempasing salah satu desa di Wilayah kerja Kecamatan Teluk Pandan merupakan salah satu desa endemis malaria, Tahun 2014 Lempasing terjadi kasus malaria Teriana, Tropica dan Mix Malaria. Tujuan penelitian diketahui hubungan kebiasaan keluar pada malam hari dan memakai obat nyamuk dengan kejadian malaria di Desa Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran.Rancangan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 92 orang dipilih dengan random sampling sederhana. Analisis menggunakan uji Chi-square dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil Penelitian ini memunjukkan bahwa ada hubungan kebiasaan keluar pada malam hari dengan kejadian malaria (p=0,000), kebiasaan memakai obat nyamuk (p=0,000) dengan kejadian malaria. Disarankan bagi masyarakat desa Lempasing jika harus ada kegiatan di luar rumah pada malam hari harus menggunakan obat anti nyamuk atau menggunakan pakaian yang menutup badan.Kata Kunci : Malaria, keluar, obat nyamuk.
ANALISA DETERMINAN YANG MEMENGARUHI PELAKSANAAN MOBILISASI DINI PADA PASIEN PASCA OPERASI DI RUANG KEBIDANAN RS BHAYANGKARA BANDAR LAMPUNG 2016 Dhini Easter Yanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i2.458

Abstract

Immobilisasi atau tidak melakukan pergerakan sedini mungkin selama masa penyembuhan, serta pengaruh anastesi dan analgetik merupakan penyebab utama timbulnya komplikasi pasca operatif. Pasien pasca bedah yang tidak melakukan mobolisasi dini masih cukup tinggi. Dampak dari tidak melakukan mobilisasi dini adalah lama hari rawatnya menjadi lebih lama. Tujuan penelitian diketahui determinan yang memengaruhi pelaksanaan mobilisasi dini pada pasien pasca operasi di ruang kebidanan RS Bhayangkara Bandar Lampung 2016.Jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Sampel 50 orang, diambil menggunakan accidental sampling. Analisa data menggunakan uji chi square dan regresi logistik ganda dengan derjat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan sikap (p=0,018, OR= 5,182), persepsi (p=0,049, OR=3,750), motivasi (p=0,011, OR=5,429), dukungan keluarga (p=0,024, OR=4,667), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,021, OR=4,8) dengan pelaksanaan mobilisasi dini. Variabel motivasi pasien merupakan faktor dominan (p=0,011, OR=5,429). RS melalui tenaga kesehatan disarankan untuk lebih mengintensifkan penyuluhan tentang manfaat pelaksanaan mobilisasi dini pasca operasi.Kata Kunci: Mobilisasi Dini
HUBUNGAN PERSEPSI INDIVIDU TERHADAP PERILAKU MENGGOSOK GIGI PADA SISWA SDN 3 GUNUNG TERANG BANDAR LAMPUNG 2015 Rachmat Hidayat; Lolita Sari; Fitri Ekasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i2.463

Abstract

Data UKS Puskesmas Segala Mider 2014, SD Negeri 2 Gunung Terang ada 90% siswa dengan kasus karies gigi dan jarang menggosok gigi. Sedangkan SD Negeri 3 Segala Mider yang mengalami karies gigi sebanyak 85%. SD Negeri 1 Langkapura 80% karies gigi, sedangkan SD negeri 2 Langkapura 70%. Persentase terbesar adalah SD Negeri 3 (Profil Puskesmas Segala Mider, 2013). Hasil Pre survey di SD Negeri 3 didapatkan 53,33% mengalami karies gigi.Penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh siswa SD Negeri 3 Gunung Terang Bandar Lampung 171, dengan sampel total populasi. Analisa data menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik, dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan persepsi individu tentang perilaku menggosok gigi (p = 0,057), ada hubungan persepsi keseriusan (p= 0,016, OR = 2,292), besarnya manfaat daripada kerugian menggosok gigi (p = 0,001, OR = 3,176), dan motivasi tindakan terhadap perilaku menggosok gigi (p-value = 0,028, OR = 2,161). Variabel persepsi besarnya manfaat daripada kerugian menggosok gigi merupakan faktor yang paling dominan pengaruhnyaterhadap perilaku menggosok gigi (p = 0,000, OR = 3,247). Saran perlu lebih meningkatkan penyuluhan dengan memberikan leaflet tentang cara menggosok gigi yang baik dan benar, serta menempelkan gambar atau poster tentang akibat yang timbul bila para siswa tidak menggosok gigi di berbagai tempat.Kata Kunci : Persepsi Individu, Perilaku Menggosok Gigi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue