cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021" : 36 Documents clear
Pemeriksaan Kelainan Refraksi Senyum Indrakila; Soetrisno Soetrisno; Annang Giri Moelya; Hari Wahyu Nugroho; Hafi Nurinasari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.3268

Abstract

ABSTRAK Kelainan refraksi merupakan penyebab low vision atau penglihatan terbatas terbanyak kedua setelah katarak dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Penglihatan merupakan jalur informasi utama dan faktor yang penting dalam proses belajar. Kemampuan penglihatan berkembang optimal sampai usia 9 tahun, sehingga keterlambatan dalam koreksi refraksi dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan menyerap materi pembelajaran. Hal tersebut menghambat potensi untuk mengembangkan kecerdasannya yang akan berdampak pada prestasi belajar. Tujuan kegiatan ini adalah terapan dari hasil penelitian tentang Hubungan kelainan refraksi, status gizi terhadap prestasi belajar. Manfaat kegiatan agar guru dan orang tua dapat melakukan tindak lanjut jika anaknya memiliki gangguan refraksi sehingga gangguan penglihatan dapat teratasi dan prestasi belajar meningkat. Metode yang digunakan adalah 1). Sosialisasi program dan penyamaan persepsi. 2). Pemeriksaan kelainan refraksi. 3). Konsultasi kesehatan mata. Hasil kegiatan didapatkan sebagian besar sampel mengalami kelainan refraksi pada okuli dekstra berjumlah 17 siswa (65,4%).  Pada oculi sinistra mayoritas sampel mempunyai visus normal yaitu 13 (50%), diikuti dengan kelainan refraksi sejumlah 9 siswa (34,6%).  Dampak dari kegiatan ini murid menjadi paham tentang pentingnya menjaga kesehatan mata. Kata kunci: prestasi belajar, kelainan refraksi, murid SD  ABSTRACT Refractive disorders are the second most common cause of low vision or limited vision after cataracts and are still a public health problem around the world, including in Indonesia. Vision is the main line of information and an important factor in the learning process. Vision ability develops optimally until the age of 9 years, so delays in refraction correction can cause reduced ability to absorb learning material. This hampers the potential to develop intelligence which would have an impact on learning achievement. The purpose of this activity is the application of the results of research on the relationship of refractive errors, nutritional status to learning achievement. The benefits of the activity are so that teachers and parents can follow up if their child has refractive errors so that vision problems can be resolved and learning achievement increases. The methods used were 1). Program socialization and shared perceptions. 2). Examination for refractive errors. 3). Eye health counseling and consultation. The results showed that most of the samples had refractive errors in the right oculi, amounting to 17 students (65.4%). In the left oculi, the majority of the samples had normal vision, namely 13 (50%), followed by refractive errors of 9 students (34.6%). The impact of this activity is that students understand the importance of maintaining eye health. Keywords:  refractive disorder, learning achievement, elementary school students
Pendampingan Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini Penyakit Degue Haemoraghic Fever (DBD) di Dusun 1 Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Bandar Lampung Chloranyta, Shanty
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.4431

Abstract

ABSTRAK Deteksi Dini penyakit Dengue Haemoragic Fever di Dusun 1 Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Bandar Lampung belum dilakukan dengan baik di Wilayah Kerja Puskesmas Bernung. Hambatan yang ditemukan yakni pengetahuan kader kesehatan tidak adekuat, belum tersedianya informasi yang adekuat tentang deteksi dini penyakit dengue haemoragic fever (DBD) pada kader kesehatan. Pelibatan kader kesehatan dalam edukasi mengenai deteksi dini penyakit DBD menentukan keberhasilan dalam penanganan awal DBD. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam pendampingan kader kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan peran kader kesehatan dalam masyarakat dalam deteksi dini DBD. Kegiatan dilakukan di Kantor Kelurahan Dusun 1 Desa Sukabanjar Kota Bandar Lampung pada bulan Desember 2018. Metode yang dilakukan yakni ceramah, diskusi, praktek cara  melakukan rumpled test. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang deteksi dini DBD. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah bentuk upaya dalam deteksi dini DBD dengan melibatkan kader kesehatan. Kata Kunci : Deteksi Dini, Kader Kesehatan, Rumpled Test  ABSTRACT Early detection of dengue hemorrhagic fever in Dusun 1, Sukabanjar Village, Gedong Tataan Subdistrict, Pesawaran Regency, Bandar Lampung, has not been carried out properly in the Work Area of the Bernung Health Center. The obstacles found were inadequate knowledge of health cadres, inadequate information on early detection of dengue hemorrhagic fever (DHF) among health cadres. The involvement of health cadres in education regarding early detection of dengue disease determines the success in the initial handling of dengue. The purpose of community service activities carried out in mentoring health cadres is to increase knowledge and the role of health cadres in the community in the early detection of dengue fever. The activity was carried out at the Subdistrict Office of Dusun 1, Sukabanjar Village, Bandar Lampung City in December 2018. The methods used were lectures, discussions, practice on how to do a rumpled test. The results of this community service activity were found to increase the knowledge of health cadres about the early detection of dengue. Community service activities carried out are a form of effort in early detection of dengue by involving health cadres. Keyword: early detection, Health cadres, rumpled test
Penyuluhan Tentang Persiapan Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Sukamaju Bandar Lampung Rinto Hadiarto; Dian Khoirunnissa; Ratna Purwaningrum; Deviani Utami; Resti Arania; Zulhafis Mandala
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.3700

Abstract

ABSTRAK Persiapan persalinan yang direncanakan bersama bidan diharapkan dapat mengurangi ketidaksiapan ibu saat persalinan dan meningkatkan ibu akan menerima asuhan yang optimal. Penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku ibu hamil trimester III dalam persiapan persalinan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi adalah semua ibu hamil trimester III berjumlah 12 ibu hamil, Sampel penelitian adalah total populasi yaitu 12 ibu hamil. Penelitian menunjukkan pengetahuan ibu hamil sebagian besar memiliki pengetahuan baik sebanyak 12 (100%) dan perilaku ibu hamil dalam persiapan persalinan sebagian besar perilaku positif sebanyak 12 (100%). Kesimpulan: ada hubungan pengetahuan dengan perilaku ibu hamil trimester III dalam persiapan persalinan di Puskesmas Sukamaju, Bandar Lampung. Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku, Persiapan Persalinan  ABSTRACT It is hoped that the preparation for childbirth that is planned with the midwife will reduce the unpreparedness of the mother during childbirth and increase the mother's acceptance of optimal care. Research to determine the relationship between knowledge and behavior of third-trimester pregnant women in preparation for delivery. This research is a descriptive-analytic study with a cross-sectional design. The population was all pregnant women in the third trimester, amounting to 12 pregnant women. The research sample was the total population, namely 12 pregnant women. The study showed that most of the pregnant women had good knowledge as much as 12 (100%) and the behavior of pregnant women in preparation for labor was mostly positive behavior as many as 12 (100%). Conclusion: there is a relationship between knowledge and behavior of third-trimester pregnant women in preparation for childbirth at Puskesmas Sukamaju, Bandar Lampung.  Keywords: Knowledge, Behavior, Birth Preparation
Penerapan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Dan Senam Lansia Sebagai Upaya Pengendalian Demensia Pada Lansia Ganda Sigalingging; Zulkarnain Nasution; Hetti Marlina Pakpahan; Nasilia Tafonao
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.3959

Abstract

ABSTRAK Ancaman triple burden merupakan tantangan yang harus dihadapi di Indonesia, diantaranya jumlah lansia yang terus meningkat. Seiring pertambahan usia, berpotensi menimbulkan masalah kesehatan fisik dan psikososial antara lain depresi, harga diri rendah, bahkan bunuh diri, jika tidak ditangani dengan serius. Oleh karena itu, diperlukan upaya mempertahankan kesehatan lansia pada taraf kesehatan optimal. Tujuan untuk  meningkatkan kemampuan lansia berinteraksi dalam rangka pencapaian penyesuaian psikologi, perilaku dan pencapaian adaptasi optimal.  Metode kegiatan melakukan senam sehat dan terapi aktivitas kelompok (TAK). Hasil kegiatan menunjukkan, secara keseluruhan lansia terlihat ceriah dan bahagia. Disimpulkan kegiatan ini mampu meningkatkan semangat dan menciptakan kebersamaan sesama lansia selama berada di rumah Jompo. Kepada Yayasan panti jompo untuk memfasilitasi kegiatan sesuai kebutuhan lansia yaitu melakukan terapi aktivitas kelompok (TAK) dengan senam sehat secara berkesinambungan untuk  tercipta perasaan yang riang gembira sehingga kualitas hidup lansia  tetap sehat, mandiri, berguna, dan produktif. Kata kunci : Terapi aktivitas kelompok, senam sehat, demensia,  lansia.    ABSTRACT The triple threat is a challenge that must be faced in Indonesia. More and more the number of elderly continues to increase. As you age, changes occur due to the aging process that causes physical and psychosocial problems. one of the psychosocial problems in the elderly is low self-esteem. If that doesn't work, the elderly will repair, attract, challenge, and even escape. Therefore, it is necessary to maintain the health of the elderly at an optimal level of health. The goal is to increase the ability of the elderly in the contexts of psychological loss, behavior, and optimal adaptation. Activity methods of doing healthy gymnastics and group activity therapy. The results of the activity showed that overall the elderly looked bright and happy.  This activity can increase enthusiasm and create togetherness among the elderly in a nursing home.  Keywords: Group activity therapy, healthy gymnastics, dementia, elderly.
Edukasi Literasi Keuangan Dan Pelatihan Komunikasi Terapeutik Di Stik Sint Carolus, Jakarta Francisca Hermawan; Sri Hapsari` Wijayanti; Siti Saadah; Ambrosius Aprian Tri Putranto
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.3898

Abstract

ABSTRAK Mahasiswa lulusan kebidanan perlu dipersiapkan untuk terjun ke masyarakat dalam berbinis atau berkarier. Kebutuhan akan pemahaman literasi keuangan dan kemampuan berkomunikasi di tempat mereka akan bekerja sangat dibutuhkan. Karena  itu kegiatan ini bertujuan  mengedukasi literasi keuangan dan memberikan pelatihan komunikasi terapeutik. Target program ini adalah mahasiswa dan dosen STIK Sint Carolus berjumlah dua puluh orang. Melalui metode tutorial dan diskusi, peserta kegiatan ini menyambut baik dan antusias materi yang disajikan karena relevan dengan kebutuhan mereka saat ini dan masa depan. Mahasiswa mempunyai peluang karier yang besar untuk menjadi wirausahawan dalam bidang pengelolaan klinik kebidanan. Begitu pula mereka akan melayani pasien dan bekerja sama dengan  sesama bidan atau dokter untuk menjadi bidan yang terampil. Kegiatan ini menunjukkan adanya minat peserta untuk memahami lebih dalam tentang literasi keuangan dan komunikasi terapeutik.  Kata Kunci: Literasi Keuangan, Komunikasi Terapeutik, STIK Sint Carolus.  ABSTRACT   Students are an asset to be prepared to enter the workplace as a businessman or get the high career. The need for an understanding of financial literacy and the ability to communicate in their world of work is urgently needed. Therefore this activity aims to educate financial literacy and provide therapeutic training. The target of this program is twenty students and lecturers of STIK Sint Carolus. Through tutorial and discussion methods, participants in this activity welcomed and were enthusiastic about the material presented because it was relevant to their needs today and in the future. Students have great career opportunities to become entrepreneurs in the management of midwifery clinics. Likewise, they will serve patients and work together with peers or doctors to become professionals. This activity showed the participants' interest in understanding more deeply about financial literacy and therapeutic communication.  Keywords: Financial Literacy, Therapeutic Communication, STIK Sint Carolus.
Pendekatan Edukatif Tentang Breast Care Pada Ibu Hamil Dan Nifas Di Klinik BPM Mariana Binjai Lasma Rina Efrina Sinurat; Rosetty Rita Sipayung; Agnes Silvina Marbun
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.4065

Abstract

ABSTRAK Perawatan payudara sangat penting dilakukan selama hamil sampai masa menyusui. Hal ini karena payudara merupakan satu-satunya penghasil ASI yang merupakan makanan pokok bayi baru lahir sehingga harus dilakukan sedini mungkin. Breast care bertujuan untuk memelihara kebersihan payudara, memperbanyak atau memperlancar pengeluaran ASI.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untukmempersiapkan ibu hamil dan nifas agar dalam kondisi baik saat menyusui bayinya dan agar mampu mendemontrasikan perawatan payudara dengan benar secara mandiri di rumah. Adapun metode pengabdian masyarakat ini dengan pendekatan edukatif tentang perawatan payudara pada ibu hamil dan nifas di klinik BPM Mariana Binjai dalam bentuk ceramah dan tanya jawab serta melakukan demonstrasi perawatan payudara. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah menjaga kebersihan payudara terutama kebersihan puting susu, melenturkan dan menguatkan puting susu sehingga memudahkan bayi untuk menyusu, merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI banyak dan lancar, dapat mendeteksi kelainan-kelainan payudara secara dini dan melakukan upaya untuk mengatasinya dan mempersiapkan mental (psikis) ibu untuk menyusui. Diharapkan setelah dilakukan pendekatan edukatif ini ibu hamil dan nifas pengetahuannya semakin meningkat dan mampu mempersiapkan pemberian ASI eksklusif kepada bayinya. Kata Kunci : edukasi, breast care, ibu hamil dan nifas  ABSTRACT Breast care is very important during pregnancy until breastfeeding. This is because the breast is the only producer of breast milk which is the staple food for newborns, so it must be done as early as possible. Breast care aims to maintain breast hygiene, increase or facilitate breastfeeding. The aim of this community service is to prepare pregnant and childbirth mothers to be in good condition when breastfeeding their babies and to be able to demonstrate proper breast care independently at home. The community service method uses an educational approach on breast care for pregnant and postpartum mothers at the BPM Mariana Binjai clinic in the form of lectures and questions and answers as well as conducting breast care demonstrations. The result of this community service is maintaining breast cleanliness, especially nipple hygiene, flexing and strengthening the nipple so that it makes it easier for babies to breastfeed, stimulating the milk glands so that milk production is large and smooth, can detect breast abnormalities early and make efforts to overcome it and prepare the mother mentally (psychologically) to breastfeed. It is hoped that after this educational approach, pregnant and post-partum women will have increased knowledge and be able to prepare exclusive breastfeeding for their babies. Keywords : education, breast care, pregnant women and postpartum
Edukasi Pentingnya Melakukan Hemodialisa Secara Rutin Bagi Pasien Gagal Ginjal Kronik Indra Maulana; Iwan Shalahuddin; Taty Hernawaty
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.4076

Abstract

ABSTRAK Gagal ginjal kronis merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga terjadi uremia. Cemas (ansietas) adalah suatu keadaan patologik yang ditandai oleh perasaan ketakutan diikuti dan disertai tanda somatik. Kecemasan juga merupakan respon terhadap suatu ancaman yang sumbernya tidak diketahui, internal, samar-samar, atau konfliktual. Kecemasan salah satunya disebabkan oleh gangguan biologik, seperti penyakit ginjal kronik (PGK) yang membutuhkan hemodialisis. Penderita hemodialisis mengalami kecemasan, salah satunya dapat diakibatkan oleh kronisitas penyakit. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan sebuah  pemahaman  tentang  perlunya  dilakukan perawatan hemodialisa bagi pasien yang menjalani Hemodialisa di RSU Garut. Sasaran utama atau target khusus dari kegiatan ini adalah pasien gagal ginjal kronis yang dilakukan hemodialisa di ruang hemodialisa RSUD dr. Slamet  Garut. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui pemutaran video, ceramah, dan diskusi serta tanya jawab. Kegiatan yang dilaksanakan pada bulan Juli 2018 di ruang kelas Demonstrasi Kampus Unpad Garut. peserta  yang  hadir  sebanyak 20 orang.  Acara diawali dengan pembukaan oleh kepala ruangan hemodialis,  dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. lalu memperkenalkan para pemateri yang hadir. Selanjutnya pemateri  mengajak  peserta  untuk  menyaksikan  tayangan  video  tentang  testimony pasien gagal ginjal kronis dan bahaya gagal ginjal kronis pada tubuh manusia dan dilanjutkan dengan ceramah tentang pentingnya dilakukan hemodialisa pada pasien gagal ginjal kronis. Setelah pemutaraan video dan cermah tersebut selesai, maka dilakukan diskusi dan tanya jawab seputar isi materi kegiatan. Acara ditutup  dengan  pembagian hadiah bagi  tiga orang peserta yang paling aktif selama  mengikuti  kegiatan.  Kegiatan  ini  memberikan  hasil  tentang  pemahaman tentang keuntungan hemodialisa bagi pasien gagal ginjal kronis.  Kata Kunci: Cemas, Edukasi, Gagal Ginjal Kronis, Hemodialisa    ABSTRACT Chronic renal failure is a progressive and irreversible impairment of renal function in which the body's ability to fail to maintain metabolism and fluid and electrolyte balance resulting in uremia. Anxiety (anxiety) is a pathological condition characterized by a feeling of fear followed and accompanied by somatic signs. Anxiety is also a response to a threat whose source is unknown, internal, vague, or conflictual. One of the causes of anxiety is biological disorders, such as chronic kidney disease (CKD) which requires hemodialysis. Hemodialysis sufferers experience anxiety, one of which can be caused by the chronicity of the disease. The purpose of the activity is to provide an understanding of the need for hemodialysis treatment for patients undergoing hemodialysis at Garut General Hospital. The main target or specific target of this activity is chronic kidney failure patients who are undergoing hemodialysis in the hemodialysis room of dr. Slamet Garut. The method used in this activity is through video playback, lectures, and discussion, and question and answer. Activities were carried out in July 2018 in the Garut Campus Demonstration classroom. participants who attended were 20 people. The event begins with an opening by the head of the hemodial room, and an explanation of the activities to be carried out. then introduced the presenters. Furthermore, the speaker invited the participants to watch a video about the testimony of chronic kidney failure patients and the dangers of chronic kidney failure in the human body and continued with a lecture on the importance of hemodialysis in chronic kidney failure patients. After the screening of the video and lecture was completed, a discussion and question and answer were held about the content of the activity material. The event was closed by distributing prizes to the three most active participants during the activity. This activity provides an understanding of the benefits of hemodialysis for patients with chronic renal failure. Keywords: Anxiety, Education, Chronic Renal Failure, Hemodialysis
Pemberian Terapi Tertawa Terhadap Klien Hipertensi Untuk Menurunkan Hipertensi Di Desa Blambangan Umpu Kabupaten Waykanan Lampung Wahid Tri Wahyudi; Yessi Aprianti; Dessy Hermawan
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.2856

Abstract

ABSTRAK Penyakit degeneratif merupakan penyakit jantung, hipertensi, diabetes, kegemukan dan lainnya. Salah satu penyakit degeneratif di antaranya hipertensi. Hipertensi adalah suatu penyakit darah tinggi merupakan suatu keadaan peredaran darah meningkat secara terus menerus dimana tekanan sistolik  lebih dari 140 mmHg, tekanan diastolik 90 mmHg. selain itu penyebab tekanan darah meningkat terjadi karena faktor usia, jenis kelamin, merokok, stress, kurang olahraga, genetic, alcohohol, konsentrasi garam dan obesitas.  Pengobatan non farmakologis untuk hipertensi yaitu terapi tertawa. Terapi tertawa adalah salah satu terapi untuk mencapai kegembiraan, kesenangan, kebahagiaan, didalam hati yang dikeluarkan melalui mulut dalam bentuk suara tawa, senyuman yang menghiasi wajah, suara hati yang lepas dan bergembira, peredaran darah yang lancar sehingga bisa mencegah penyakit. Adapaun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan SOP pemberian terapi tertawa. Terdapat penurunan Hipertensi setelah dilakukan terapi tertawa pada penderita Hipertensi di Desa Blambangan Umpu. Dengan demikian pemberian terapi tertawa sangat efektif dalam menurunkan Hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Non Farmakologis, Terapi Tertawa  ABSTRACT Degenerative diseases are non-communicable diseases, which lasted chronic such as heart disease, hypertension, diabetes, obesity, and others. One of the degenerative diseases such as hypertension. Hypertension is a disease of high blood pressure is a state of increased blood circulation in which the systolic pressure is more than 140 mmHg, systolic pressure is 90 mmHg. besides that, the cause of increased blood pressure occurs due to factors of age, sex, smoking, stress, lack of exercise, genetic, alcohol, salt concentration, and obesity. Non-pharmacological treatment for hypertension is laughter therapy. Laughter therapy is a therapy to achieve joy, pleasure, happiness, in the heart that is issued through the mouth in the form of laughter, smiles that decorate the face, loose and happy conscience, and blood circulation that can be adapted to disease. As for the activities carried out in the form of counseling using leaflets and SOP providing laughter therapy. There was a decrease in hypertension after laughing was carried out in patients with hypertension in Blambangan Umpu village. The administration of laughter therapy is very effective in reducing hypertension Keywords: Hypertension, Non-Farmacology, Laughter Therapy
Implementasi Senam Dysmenorrhoea Pada Remaja Premenstruasi Syndrome Di SMAN 15 Bandar Lampung Sunarsih Sunarsih; Anita Bustami; Siti Fatonah
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.4755

Abstract

ABSTRAK Angka kejadian dismenorrhoea di Indonesia tahun 2011 sebanyak 64,25%, terdiri dari 54,89% mengalami dysmenorrhoea primer dan hanya 20% yang tidak mengalami dismenorrhoea. Remaja putri di SMAN 15 sejumlah 256 Siswa, remaja putri sejumlah 176 orang yang mengeluhkan nyeri haid dari sedang sampai dengan berat. Dismenorrhoea sangat mengganggu aktivitas belajar siswa dan emosi remaja. Permasalahan yang muncul pada remaja adalah ketidaknyamanan dalam melakukan pembelajaran, sehingga angka ketidakhadiran di kelas menjadi lebih banyak. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi nyeri melalui senam dismenorrhoea dan mengupayakan siswa dapat beradaptasi dengan nyeri haid yang dialami. Hasil pengabdian kepada masyarakat sejumlah 150 siswa dan guru telah diberikan informasi tentang fisiologi haid dan permasalahannya serta upaya mengatasinya, termasuk mendapatkan leaflet dan video senam dismenorrhoea. Siswa dan guru antusias mengikuti kegiatan penyuluhan, interaksi aktif berjalan baik narasumber maupun peserta. Hasil penyuluhan diharapkan guru dan siswa yang dilatih senam dapat mengatasi permasalahan dismenorrhoea dan memberikan informasi kepada teman sebaya jika mengalami dismenorrhoea.Kata kunci: Dysmenorrhoea, pre menstruasi, senam  ABSTRACT The incidence of dysmenorrhoea in Indonesia in 2011 was 64.25%, consisting of 54.89% experiencing primary dysmenorrhoea and only 20% experiencing dysmenorrhoea. 256 students and 176 young women complained of moderate to severe menstrual pain. Dysmenorrhoea very disturbs student learning activities and adolescent emotions. The problem that arises in adolescents is the discomfort in learning so that the number of absenteeism in class is higher. The community service that is carried out aims to reduce pain through dysmenorrhoea exercise and strive for students to adapt to menstrual pain experienced. The results of community service, a number of 150 students and teachers, have been given information about the physiology of menstruation and its problems and efforts to overcome them, including obtaining leaflets and videos of dysmenorrhoea exercise. Students and teachers enthusiastically participate in counseling activities, active interaction runs both the resource person and the participants. The results of the counseling are expected that teachers and students who are trained in gymnastics can overcome dysmenorrhoea problems and provide information to peers if they experience dysmenorrhea. Keywords: Dysmenorrhoea, pre-menstruation, exercise
Pemberdayaan Akseptor Dan Kader Mengenal Efek Samping Kontrasepsi Hormonal Di Pustu Tanjung Kabupaten Ende Martina Bedho; Khrispina Owa; Yoseph Woge; Fitria Syafrudin Pua Sawa
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.3804

Abstract

ABSTRAK Peserta KB aktif dan akseptor KB baru di kabupaten Ende 53,2 %, lebih memilih menggunakan alat kontrasepsi hormonal sedangkan pemilihan alat kontrasepsi lain berada dibawah 20%. Alat kontrasepsi suntik yang paling banyak digunakan, berikutnya implant dan pil. Akseptor yang mengalami efek samping kenaikan berat badan dan hipertensi 32 orang (11,03%), dan akseptor terbanyak berada di Puskesmas pembantu Tanjung. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah pemberdayaan akseptor dan kader kesehatan mengenal efek samping penggunaan kontrasepsi hormonal, dimana sasarannya adalah kader dan akseptor. Metode yang digunakan adalah screening,ceramah, diskusi, simulasi dan praktikum oleh khalayak sasaran. Hasil pengabdian masyarakat menunjukan semua akseptor memiliki pengetahuan baik (83,33%) pada pretest sedangkan posttest (100%) namun belum tahu tentang lama penggunaan kontrasepsi hormonal baik secara suntik, implant dan pil. Keterampilan yang dicapai adalah semua kader dan akseptor 28 orang (100%) dapat mengukur tinggi badan, menimbang berat badan, dan mengukur tekanan darah. Diharapkan pengamatan yang intensif dari bidan Pustu Tanjung dan dapat diperdaya oleh kader KB untuk membantu mengawasi efek samping kontrasepsi hormonal. Kunci : Pemberdayaan akseptor dan kader, efek samping kontrasepsi hormonal.                                    ABSTRACT 53.2% of active family planning participants and new family planning acceptors in the Ende district prefer to use hormonal contraceptives while the choice of other contraceptives is below 20%. The most widely used injectable contraceptives are implants and pills. There were 32 acceptors who experienced side effects of weight gain and hypertension (11.03%), and the most acceptors were in the Tanjung auxiliary health center. Research in Kumasi sub-district, Ghana, India, because some acceptors experienced long and heavy menstruation, spotting, no menstruation, and vaginal discharge so they were afraid of modern contraceptive methods (Kimberly Daniels, 2015). The aim of this community service is to empower acceptors and health cadres to recognize the side effects of using hormonal contraceptives, where the targets are cadres and acceptors. The methods used are screening, lectures, discussions, simulations, and practicum by the target audience. The results of community service show that all acceptors have good knowledge (83.33%) at pretest while posttest (100%), but they do not know about the length of time using hormonal contraceptives both by injection, implant, and pill. The skill achieved is that all 28 cadres and acceptors (100%) can measure height, weight body weight, and measure blood pressure. It is hoped that intensive observation from the midwife of Pustu Tanjung and the family planning cadres can help to monitor the side effects of hormonal contraception. Keywords:  Empowerment of acceptors and cadres, side effects of hormonal contraception.

Page 1 of 4 | Total Record : 36


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue