cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
manuju@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Manuju : Malahayati Nursing Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26552728     EISSN : 26554712     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MANUJU : Malahayati Nursing Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020" : 22 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN DAUN KELOR TERHADAP KUANTITAS AIR SUSU IBU (ASI) PADA IBU MENYUSUI BAYI 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMUR BATU KOTA BANDAR LAMPUNG Eka Trismiyana; Mei Kurnia Pitaloka
Malahayati Nursing Journal Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.73 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v2i3.1677

Abstract

THE EFFECT OF GIVING KELOR LEAVES TOWARDS MILK (ASI) WATER QUANTITY IN 0-6 MONTHS OF BABY BREAST MILK IN WORKING AREAS OF HEALTH CENTER OF BATU BANDAR LAMPUNG CITY IN 2019 Introduction: Bandar Lampung City Health Office data shows that there are 3 Puskesmas with the lowest ASI coverage, namely Sumur Batu Health Center, with a total of 6 months exclusive breastfeeding coverage 142, as many as 102 infants (28.17%) did not receive exclusive breastfeeding at 6 months of age, and 40 ASI received exclusive breastfeeding, Way Kandis Health Center, with a total of 6 months exclusive breastfeeding coverage in 919, 621 infants (32.93%) did not receive exclusive breastfeeding aged 6 months, and 298 ASIs received exclusive breastfeeding, Kemiling Health Center, with total breastfeeding coverage exclusive 6 months 98, 62 babies (36.73%) did not get exclusive breastfeeding at the age of 6 months, and 36 ASIs received exclusive breastfeeding (Data from Bandar Lampung City Health Office, 2018). Objective: To determine the effect of administration of Moringa leaves on the quantity of breast milk in breastfeeding mothers of infants 0-6 months in the Work Area of Sumur Batu Health Center, Bandar Lampung City in 2019.Method: This type of research is quantitative. The design of the Quasi Experimental method is one group pretest-posttest one group pretest-posttest approach. Population and sample of 30 people. Data analysis uses univariate and bivariate with t-test.Results: The average quantity of breast milk in breastfeeding mothers of infants 0-6 months before being given moringa leaf steeping in the Sumur Batu Health Center Working Area, with a mean of 72.50 standard deviation 25.317 standard error 4.622, after being given steeping leaves of moringa mean 97.17 standard deviation of 17.601 standard error 3.214. P-value 0,000 (<0.05) t-test test results.Conclusion: means that there is an effect of steeping Moringa leaves on the quantity of breast milk in breastfeeding mothers of infants 0-6 months in the Sumur Batu Community Health Center Working Area in Bandar Lampung City in 2019. Suggestions for respondents are expected to be used as input for clients in order to know how to increase the smoothness of breast milk during breastfeeding. Keywords: Moringa Leaf Steeping, Breast Milk, Breastfeeding Mother  INTISARI: PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN DAUN KELOR TERHADAP KUANTITAS AIR SUSU IBU (ASI) PADA IBU MENYUSUI BAYI 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMUR BATU KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019 Pendahuluan: Data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung menunjukan  bahwa terdapat 3 Puskesmas dengan cakupan pemberian ASI terendah yaitu, Puskesmas Sumur Batu, dengan total keseluruhan cakupan ASI eksklusif 6 bulan 142, sebanyak 102 bayi (28.17%) tidak mendapat ASI eksklusif usia 6 bulan, dan 40 ASI mendapat ASI eksklusif, Puskesmas Way Kandis, dengan total keseluruhan cakupan ASI eksklusif 6 bulan 919, sebanyak 621 bayi (32.93%) tidak mendapat ASI eksklusif usia 6 bulan, dan 298 ASI mendapat ASI eksklusif, Puskesmas Kemiling, dengan total keseluruhan cakupan ASI eksklusif 6 bulan 98, sebanyak 62 bayi (36.73%) tidak mendapat ASI eksklusif usia 6 bulan, dan 36 ASI mendapat ASI eksklusif (Data Dinkes Kota Bandar Lampung, 2018).Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian seduhan daun kelor terhadap kuantitas air susu ibu (ASI) pada ibu menyusui bayi 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sumur Batu Kota Bandar Lampung tahun 2019.Metode: Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif. Desain penelitian metode Quasi Eksperimental pendekatan one group pretes-postes one group pretes-postes. Populasi dan sampel 30 orang. Analisa data mengguanakan univariat dan bivariate dengan t-tes.Hasil : Rata-rata kuantitas air susu ibu (ASI) pada ibu menyusui bayi 0-6 bulan sebelum diberi seduhan daun kelor di Wilayah Kerja Puskesmas Sumur Batu, dengan mean 72,50 standar deviasi 25,317  standar eror 4,622, setelah diberi seduhan daun kelor mean 97,17 standar deviasi 17,601  standar eror 3,214. Hasil uji t-tes p-value 0.000 (<0.05).Kesimpulan : artinya terdapat pengaruh pemberian seduhan daun kelor terhadap kuantitas air susu ibu (ASI) pada ibu menyusui bayi 0-6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sumur Batu Kota Bandar Lampung Tahun 2019. Saran bagi responden diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi klien agar dapat mengetahui bagaimana cara menambah kelancaran ASI pada masa menyusui. Kata Kunci             : Seduhan Daun Kelor, ASI, Ibu Menyusui 
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENYANDANG DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS BERINGIN RAYA KOTA BENGKULU Desi Susanti; Dita Amita; Fourni Ardiansyah
Malahayati Nursing Journal Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.229 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v2i3.2884

Abstract

INTISARI : HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENYANDANG DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS BERINGIN RAYA KOTA BENGKULUPendahuluan: Pelaksanaan mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil pada seorang penyandang Diabetes Melitus tipe 2 perlu adanya dukungan dari orang terdekat,yaitu keluarga. Keluarga dapat membantu untuk mengatur jadwal aktifitas fisik dan membantu mengolah makanan untuk diet untuk diabetes.Tujuan: untuk memberikan gambaran, informasi, pengetahuan, serta wawasan tentang dukungan keluarga terhadap kadar gula darah pada klien diabetes melitus tipe 2 dan Dapat dijadikan sebagai bahan kajian dan informasi dalam mengembangkan ilmu keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap klien diabetes melitus tipe 2.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional untuk melihat dukungan keluarga pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 pasien dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling.Hasil Penelitian: ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kadar gula darah penyandang DM tipe 2 (p value = 0,002)Kesimpulan : Dukungan keluarga pada penyandang DM tipe 2 pada penelitian ini sebagian besar pada kategori baik (63,3%), kadar gula darah terkontrol  lebih didominasi disbanding yang tidak terkontrol (56,7%). Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kadar gula darah penyandang Diabetes Melitus tipe 2. Kata Kunci : Dukungan Keluarga; Gula Darah; Diabetes Mellitus
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KUALITAS TIDUR DAN KELELAHAN FISIK PADA LANSIA DI YAYASAN GUNA BUDI BAKTI MEDAN Kemala Sari; Hesti Wulansari; Erman Syukur Laowa; Ronatama Paulina; Elis Anggeria
Malahayati Nursing Journal Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1679.538 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v2i3.2908

Abstract

ABSTRACT : THE EFFECT OF PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TECHNIQUES ON SLEEP QUALITY AND PHYSICAL FATIGUE IN THE ELDERLY AT THE FOUNDATION GUNA BUDI BAKTI MEDAN Background: The elderly experience various health problems, one of which is sleep disturbance and physical fatigue. The elderly require handling sleep problems so that optimal sleep needs are met. Ways to improve sleep quality and physical fatigue are progressive muscle relaxation that can overcome or reduce anxiety, reduce pain, reduce muscle and bone tension.Purpose: This study aims to know the effect of progressive muscle relaxation techniques on sleep quality and physical fatigue of the elderly at the Guna Budi Bakti Foundation in Medan.Methods: This research uses quantitative with a quasi-experimental design through the one group pre-test and a post-test design approach. The time of the study was in May 2020. The population is all elderly. The sampling technique uses a saturated sampling technique and a sample of 73 people. Data collection methods used in the form of questionnaires and observation sheets. Univariate data analysis is displayed in the frequency distribution table, and bivariate with statistics using paired t-test. Results: The results of the study get the majority aged 61-80 years, female gender, self-employed work, and Buddhism. Data results before the majority intervention of sleep quality are less, and physical fatigue is high. After majority intervention of sleep quality is sufficient, and physical fatigue is low. The effect of progressive muscle relaxation techniques on sleep quality and physical fatigue of the elderly, using the paired t-test obtained sig values. (2-tailed) 0,000.Conclusion: There is an influence of progressive muscle relaxation techniques on sleep quality and the physical fatigue of the elderly.      Keywords: Elderly, Quality of sleep, Physical fatigue, Relaxation       INTISARI : PENGARUH TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KUALITAS TIDUR DAN KELELAHAN FISIK PADA LANSIA DI YAYASAN GUNA BUDI BAKTI MEDAN Pendahuluan: Lansia mengalami berbagai masalah kesehatan salah satunya gangguan tidur dan kelelahan fisik. Lansia memerlukan penanganan masalah tidur sehingga terpenuhi kebutuhan tidur yang optimal. Cara untuk meningkatkan kualitas tidur dan kelelahan fisik yaitu relaksasi otot progresif yang dapat mengatasi atau mengurang kecemasan, mengurangi nyeri, menurunkan ketegangan otot dan tulang.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur dan kelelahan fisik lansia di Yayasan Guna Budi Bakti Medan.Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain quasi-experiment melalui pendekatan one group pre test and post test design. Waktu penelitian pada bulan Mei 2020. Populasi adalah seluruh lansia. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, dan sampel sebanyak 73 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner dan lembar observasi. Analisa data univariat ditampilkan dalam tabel distribusi frekuensi, dan bivariat dengan statistik menggunakan uji paired t- test.Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini mendapatkan mayoritas berusia 61-80 tahun, berjenis kelamin perempuan, pekerjaan wiraswasta, dan beragama Budha. Hasil data sebelum intervensi mayoritas kualitas tidur kurang, dan kelelahan fisik tinggi. Setelah intervensi mayoritas kualitas tidur cukup, dan kelelahan fisik rendah. Pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur dan kelelahan fisik lansia, menggunakan uji paired t- test didapatkan nilai sig. (2-tailed) 0,000.Kesimpulan: Ada pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap kualitas tidur dan kelelahan fisik lansia
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MENGIKUTI PROGRAM PROLANIS TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI UPT PUSKESMASBIHA KABUPATEN PESISIR BARAT Andoko Andoko; Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Isnainy; Muhammad Yanuar Rianto
Malahayati Nursing Journal Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.194 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v2i3.1773

Abstract

ABSTRACT : THE CORRELATION BETWEEN ADHERENCE OF FOLLOWING PROLANIS AND GLUCOSE LEVEL DECREASE OF DAIBETES MELLITUS PATIENTS AT BIHA HEALTH CENTER OF PESISIR BARAT REGENCY  Introduction: Diabetes is a disease signed by high blood glucose level that causes the damage of blood vessels, nerves, and other internal structures. The bad blood circulation through large blood vessel may hurt brain, heart and leg vein. The abnormal blood circulation in the small blood vessel may injure eyes, kidney, nerves, and skin, as well as delay wound recovery. On the hypertensive patients, diabetes mellitus may trigger stroke particularly thrombosis stroke. The objective of this study was the correlation between adherence of following Prolanis (Chronic Disease Management Program)and glucose level decrease of diabetes mellitus patients at Biha Health Center of Pesisir Barat Regency in 2019.  Method: This study was quantitative. The research design used cross sectional approach. The population of the study consisted of 46 registered diabetes mellitus patients at Biha Health Center of Pesisir Barat Regency since January to March 2019. The sampling technique was total population. The data analysis was through chi square. Result: It is known that there were 25 respondents (54.3%) were not discipline to follow Prolanis Program at Biha Health Center of Pesisir Barat Regency. There were31 respondents (67.4%) had abnormal blood glucose level. Conclusion: Based on the statistical analysis, the p value was 0.021 or the p value < 0.05 which indicated the correlation between adherence of following Prolanis and glucose level decrease of diabetes mellitus patients at Biha Health Center of Pesisir Barat Regency in 2019. The health practitioners are suggested to actively give counseling to the patients about the importance of managing chronic disease at Prolanis.  Keywords         : Adherence, Prolanis, Blood Glucose  INTISARI : HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MENGIKUTI PROGRAM PROLANIS TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI UPT PUSKESMAS BIHA KABUPATEN PESISIR BARAT Pendahuluan : Diabates merupakan kadar gula darah yang tinggi sehingga menyebabkan rusaknya pembuluh darah, saraf, dan struktur interna lainya. Sirkulasi darah yang buruk melalui pembuluh darah besar bisa melukai otak, jantung, dan pembuluh darah kaki, sedangkan pembuluh darah kecil bisa melukai mata, ginjal, saraf, dan kulit, serta memperlambat penyembuhan luka, sedangkan penyakit hipertensi pada diabetes melitus jika tidak ditangani dengan baik maka sangat berpotensi menyebabkan sakit lainnya salah satu yang paling banyak terjadi adalah penyakit stroke, khususnya tipe penyakit stroke thrombolik. Tujuan penelitian Diketahui hubungan tingkat kepatuhan mengikuti program prolanis terhadap penurunan kadar gula dalam darah pada pasien diabetes melitus Di UPT Puskesmas Biha Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2019. Metode : Jenis penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Diabetes Melitus yang ada Di UPT Puskesmas BIHA Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2019 yang terhitung sejak Januari – Maret yang berjumlah 46 orang, Sehingga sampel minimum yang didapatkan berjumlah 46 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah total populasi. Analisa data yang digunakan menggunakan uji chi-square. Hasil : Diketahui bahwa Di UPT Puskesmas Biha Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2019, sebagian besar responden tidak patuh berjumlah 25 responden (54,3%), sebagian besar responden mempunyai kadar gula darah yang tidak normal berjumlah 31 responden (67,4%). Kesimpulan : Berdasarkan hasil uji statistik, diketahui p-value 0,021 atau p-value < 0,05 yang artiya terdapat hubungan antara Tingkat Kepatuhan Mengikuti Program Prolanis Terhadap Penurunan Kadar Gula Dalam Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di UPT Puskesmas Biha Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2019. Diharapkan selalu aktif dalam memberikan penyuluhan kesehatan khususnya tentang pentingnya pengetahuan tentang peyakit yang dialami pasien dalam program prolanis. Kata Kunci       : Kepatuhan Prolanis Kadar Gula
HUBUNGAN ANEMIA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DIBAWAH 6 BULAN DI RUMAH SAKIT KHUSUS GINJAL RASYIDA MEDAN Muhammad Thob Dhiya’ul Haq; Flora Marbun; Aziva Zahrianis; Maria Ulfa; Novita K. Rambe; Karmila Br. Kaban
Malahayati Nursing Journal Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1560.061 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v2i3.2925

Abstract

ABSTRACT : Background : Hemodialysis is a process in which blood is separated from harmful substances or poisons and excess fluid is then discharged through a dialysis device. Quality of life is a quality that is felt in everyday life one of which is the physical dimension, namely the impact of anemia experienced by patients. Purpose : to identify the relationship between anemia and quality of life in patients with chronic kidney failure who underwent hemodialysis for less than 6 months. Method: quantitative research design with analytic survey through a cross sectional approach. The population in this study were all patients with chronic kidney failure who did hemodialysis at the Rasyida Kidney Hospital in Medan. “The sample in this study amounted to 40 respondents with purposive sampling. Researchers requested laboratory results for the patient's hemoglobin level in the patient's medical record, and then the patient filled out a WHOQOL quality of life questionnaire”. Results: Patients with chronic kidney failure who underwent hemodialysis <6 months, the majority were male 26 people (65.0%), aged> 50 years (50.0%), married 38 people (95.0%), high school education was 17 people (42.5%), and had 14 self-employed jobs (35.0%). The majority experienced not anemia as many as 16 people (40,0%) and the majority experienced poor quality of life as many as 22 people (55,0%). Conclusion : Chi Square bivariate test results there is “a relationship between anemia and quality of life in patients with chronic kidney failure who undergo hemodialysis less than 6 months with a p-value of 0.002”. Keywords: Anemia, Quality Of Life, Chronic Kidney Disease, Hemodialysis INTISARI : HUBUNGAN ANEMIA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DIBAWAH 6 BULAN DI RUMAH SAKIT KHUSUS GINJAL RASYIDA MEDAN Pendahuluan : Hemodialisis merupakan proses dimana darah dipisahkan dari zat atau racun berbahaya dan cairan berlebih kemudian dibuang melalui alat dialysis. Kualitas hidup merupakan kualitas “yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari salah satunya adalah dimensi fisik, yaitu dampak anemia yang dialami pasien”.Tujuan : Penelitian untuk mengidentifikasi hubungan antara anemia dan kualitas hidup pada pasien yang gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa kurang dari 6 bulan.Metode : Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan survey analitik yang melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yakni seluruh pasien gagal ginjal kronik yang melakukan hemodialisis di Rumah Sakit Khusus Ginjal Rasyida Medan “Sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 responden  dengan purposive sampling”. Peneliti meminta hasil laboratorium kadar hemoglobin pasien pada rekam medis pasien, dan kemudian pasien mengisi kuisioner kualitas hidup WHOQOL. Hasil : Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa < 6 bulan mayoritas berjenis kelamin laki-laki 26 orang (65,0%), berusia >50 Tahun (50,0%), berstatus sudah menikah 38 orang (95,0%), pendidikan terakhir SMA 17 orang (42,5 %), dan memiliki pekerjaan wiraswasta 14 orang (35,0%). Mayoritas tidak mengalami anemia 16 orang (40,0%), anemia ringan 13 orang (32,5%), anemia sedang 11 orang (27,5%) dan mayoritas mengalami kualitas hidup buruk sebanyak 22 orang (55,0%). Hasil uji bivariate Chi Square terdapat “hubungan antara anemia dan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa kurang dari 6 bulan dengan nilai p-value 0,002”. Kata Kunci : Anemia, Kualitas Hidup, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI FRAKTUR DI RSUD. DR. M. YUNUS BENGKULU Fernalia Fernalia; Yasbir Herlis; Buyung Keraman
Malahayati Nursing Journal Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.747 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v2i3.2914

Abstract

ABSTRACT: RELATIONSHIP OF NURSES CARING BEHAVIOR WITH ANXIETY LEVELS ON FRACTURER PRE OPERATING PATIENTS  IN RSUD DR. M. YUNUS BENGKULU  Introduction: The Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2013 reported that around eight million people experienced the incidence of fractures with the highest age at the age limit of 10.0%. Surgery is the treatment of fractures which is a difficult experience for patients who cause anxiety. Caring for nurses is the foundation for the success of the patient's intra-operative and surgical stages.Purpose : To determine the relationship of nurses caring behavior with anxiety levels in patients with pre-fracture surgery in the Inpatient Room at Seruni Surgery Hospital Dr. M. Yunus, Bengkulu City.Method: This study used descriptive correlation a cross sectional approach. The population in this study was preoperative fracture patients treated in the Seruni room of RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu as many as 30 people. The sample in this study used the Accidental Sampling technique. Collecting data in this study used primary data obtained from the distribution of questionnaires in patients with preoperative fractures in the Seruni IGD Hospital Dr. M. Yunus Bengkulu. Data analysis was performed univariately, bivariately with the Chi-Square Test.Research Results: (1) from 30 samples of 18 people on low caring behavior there were 7 people (38.9%) whose anxiety levels were severe, 9 (50.0%) were moderate and 2 people were anxiety (11 , 1%) whose level of anxiety was mild, whereas of 12 people with high caring behavior there were 8 people (66.7%) whose anxiety level was mild and 4 people (33.3%) did not experience anxiety; (2) There is a significant relationship between nurses caring behavior with anxiety levels in patients with preoperative fractures with the category of close relationship in the Seruni room of RSUD Dr. M. Yunus BengkuluConclusion: There is a significant relationship between nurses caring behavior with anxiety levels in patients with pre-fracture surgery with the category of close relationship in Seruni Room Dr. M. Yunus Bengkulu. Caring a high nurse can reduce the level of anxiety of patients pre fracture surgery.Keywords: Caring Behavior, Pre Surgery for Fracture, Anxiety  INTISARI: HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI FRAKTUR DI RSUD DR. M. YUNUS BENGKULUPendahuluan: Departemen Kesehatan RI tahun 2013 melaporkan sekitar delapan juta orang mengalami kejadian fraktur dengan usia penderita tertinggi berada pada batas usia dewasa sebesar 10,0%. Tindakan  operasi merupakan tindakan penanganan terhadap fraktur yang merupakan pengalaman yang sulit bagi pasienyang menimbulkan kecemasan. Caring perawat merupakan landasan untuk kesuksesan tahapan intra operasi dan dan operasi  seorang pasien. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi fraktur di ruang Rawat Inap Bedah Seruni RSUD Dr. M. Yunus Kota Bengkulu.Metode: metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini pasien pre operasi fraktur yang di rawat di ruang Seruni RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu sebanyak 30 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data dalam penelitan ini menggunakan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner pada pasien pre operasi fraktur di ruang Seruni IGD RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan Uji Chi-Square.Hasil Penelitian: didapatkan: (1) dari 30 sampel 18 orang pada perilaku caring rendah terdapat 7 orang (38,9%) yang tingkat kecemasannya termasuk berat, 9 orang (50,0%) yang tingkat kecemasannya termasuk sedang dan 2 orang (11,1%) yang tingkat kecemasannya termasuk ringan, sedangkan dari 12 orang dengan perilaku caring tinggi terdapat 8 orang (66,7%) yang tingkat kecemasannya termasuk ringan dan 4 orang (33,3%) tidak mengalami kecemasan; (2) Ada hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi fraktur dengan kategori hubungan erat di ruang Seruni RSUD Dr. M. Yunus BengkuluKesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi fraktur dengan kategori hubungan erat di Ruang Seruni RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Caring perawat yang tinggi dapat menurunakan tingkat kecemasan pasien pre Operasi fraktur.Kata Kunci      : Perilaku Caring, Pre Operasi Fraktur, Kecemasan
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENANGANAN KEJANG DEMAM TERHADAP SELF EFFICACY IBU DI RUMAH SAKIT DKT TK IV 02.07.04 KOTA BANDAR LAMPUNG Setiawati Setiawati; Pipi Santika
Malahayati Nursing Journal Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.477 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v2i3.1675

Abstract

ABSTRACTTHE EFFECT OF HEALTH EDUCATION ON FEBRILE CONVULSION MANAGEMENT TOWARD PARENTS SELF EFFICACY AT DKT TK IV 02.07.04 HOSPITAL OF BANDAR LAMPUNG IN 2019 Introduction: An in progress convulsion followed with an apnea (temporary cessation of breathing) may cause hypoxia. Based on medical record from DKT TK IV 02.07.04 Hospital of Bandar Lampung in 2016, there were 427 babies were hospitalized in which 118 babies (27.6%) were caused by febrile convulsion. On the following year, 2017, there were 620 babies hospitalized in which 216 babies (34.8%) caused by febrile convulsion. In 2018, 635 babies were hospitalized where 275 babies (43.30%) reported with febrile convulsion. Along 2019 since January to March, there were 155 hospitalized babies in which 75 (48.4%) complained with febrile convulsion.Objective: This study was to identify the effect of health education on febrile convulsion management toward parents self-efficacy at DKT TK IV 02.07.04 Hospital of Bandar Lampung in 2019.Method: This was a quantitative study with quasi experiment approach. The study was conducted In July 2019 at DKT TK IV 02.07.04 Hospital of Bandar Lampung. The population were 23 women whose babies registered with febrile convulsion. The sampling technique was total sampling. The data collection was through questionnaires. The data analysis was T-Test.Result: The mean score of parenting self-efficacy before following health education was 70.13. Subsequently, the mean score of parenting self-efficacy after health education was 123.962. The health education on febrile convulsion management affected women self-efficacy at DKT TK IV 02.07.04 Hospital of Bandar Lampung in 2019 with 53.826 mean different score and 0.000 p value.Conclusion: The health education on febrile convulsion management affected women self-efficacy at DKT TK IV 02.07.04 Hospital of Bandar Lampung. The health service unit should develop health education media to enable the women to adapt as parent. Keywords      : febrile convulsion, health education, self-efficacy ABSTRAKPENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENANGANAN KEJANG DEMAM TERHADAP SELF EFFICACY IBU DI RUMAH SAKIT DKT TK IV 02.07.04KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019Latar Belakang:Kejang yang berlangsung biasanya disertai apneu (henti nafas) yang dapat mengakibatkan terjadinya hipoksia. Menurut data darirekamRumah Sakit DKT TK IV 02.07.04 Kota Bandar Lampung,tahun2016 dari 427 anak yang dirawat sebanyak 118 (27,6%) anak kejang demam, tahun2017 dari 620 anak yang dirawat sebanyak 216 (34,8%)anak kejang demam, di tahun 2018 dari 635 orang  anak yang dirawat sebanyak 275 (43,30%) anak dengan kejang demam dan di tahun 2019 yaitu pada bulan Januari – maret dari 155  anak yang dirawat sebanyak 75 (48,4%) anak dengan kasus kejang demam.Tujuan Penelitian:diketahuipengaruh pendidikan kesehatan tentang penanganan kejang demam terhadap self efficacy ibu di Rumah Sakit DKT TK IV 02.07.04 Kota Bandar Lampung tahun 2019.Metode Penelitian :Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan quasy Eksperiment.Penelitian telah dilaksanakan di Rumah Sakit DKT TK IV 02.07.04 Kota Bandar Lampung bulan Juli tahun 2019. Populasi penelitian ini seluruh ibu yang anaknya dirawat dengan kasus kejang demam sebanyak 23 responden, sampel yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner.Analisis data menggunakan uji T.Hasil Penelitian :Rata-rata nilai parenting self efficacy sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 70,13.Rata-rata nilai parenting self efficacy setelah diberikan pendidikan kesehatan adalah 123,962.Ada pengaruh pengaruh pendidikan kesehatan tentang penanganan kejang demam terhadap self efficacy ibu di Rumah Sakit DKT TK IV 02.07.04 Kota Bandar Lampung tahun 2019dengan nilai beda mean 53,826 dan p–value 0,000.Kesimpulan:Ada pengaruhpendidikan kesehatan tentang penanganan kejang demam terhadap self efficacy ibu di Rumah Sakit DKT TK IV 02.07.04 Kota Bandar Lampung. Saran unit pelayanan kesehatan perlu mengembangkan media pendidikan kesehatan sebagai sarana edukasi untuk membantu ibu beradaptasi terhadap peran menjadi orang tua. Kata kunci    : kejang demam, pendidikan kesehatan, Self Efficacy
PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP SUARA PERISTALTIK USUS PADA PASIEN POST OP APPENDECTOMY DI RUMAH SAKIT UMUM ROYAL PRIMA MEDAN Nora Santika; Wiwik Listari; Nur Ainun; Lela Rahmadani; Patimah Sari Siregar
Malahayati Nursing Journal Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2010.309 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v2i3.2906

Abstract

ABSTRACT : THE EFFECT OF EARLY MOBILIZATION ON INTESTINAL PERISTALSIS IN POST-OP APPENDECTOMY PATIENTS AT THE ROYAL PRIMA MEDAN HOSPITAL IN 2019 Backgroud : Surgery is done by taking certain parts of the body, with the aim of repairing the body that has abnormalities such as Appendectom. This action can disable the peristaltic sound with the anesthetized body. Early mobilization is one of the effective ways to re-stimulate intestinal function and produce normal peristalsis, and the patient can recoverPurpose : This study aims to determine the effect of early mobilization on peristaltic sounds of usu in post op Appendectom patients. This research method is quasy experiment with one group pre test post test design, the sample in this study amounted to 25 people.Methods : Of collecting data uses accidental sampling. Retrieval of data using observation sheets. Results : Of the study using paired t-test can be seen from Sig. (2-tailed) 0,000 <0.05. Conclusion: Is that early mobilization has an influence on intestinal peristalytic sounds in post op appendectomy patients at the Royal Prima General Hospital Medan.  Keywords: appendectomy, early mobilization, intestinal peristaltic           INTASARI : PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP SUARA PERISTALTIK USUS PADA PASIEN POST OP APPENDECTOMY DI RUMAH SAKIT UMUM ROYAL PRIMA MEDAN TAHUN 2020Pendahuluan : Pembedahan dilakukan dengan cara mengambil bagian tubuh tertentu, dengan tujuan perbaikan tubuh yang mengalami kelainan seperti tindakan Appendectomy. Tindakan ini dapat menonaktifkan suara peristaltic dengan keadaan  tubuh yang dibius. Mobilisasi dini salah satu jalan efektif dalam merangsang kembali fungsi usus dan menghasilkan suara peristaltik normal, dan pasien dapat pulih.Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dini terhadap suara peristaltic usu pada pasien post op Appendectomy.Metode : Penelitian menggunakan metode quasy experiment dan desain penelitian one grup pre test post test, sampel dalam penelitian ini berjumlah 25 orang. Metode pengambilan data menggunakan Accidental sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi.Hasil penelitian : Menggunakan uji paired t- test dapat dilihat dari Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 .Kesimpulan :Bahwa mobilsasi dini memiliki pengaruh terhadap suara peristalitik usus pada pasien post op appendectomy di Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan.  Kata kunci : Appendectomy, Mobilisasi dini, Peristaltic usus
HUBUNGAN CAIRAN INFUS DAN LOKASI PEMASANGAN INFUS DENGAN KEJADIAN FLEBITIS DI RUMAH SAKIT DKT BANDAR LAMPUNG Marlina Silviawaty; Dian Utama Pratiwi Putri
Malahayati Nursing Journal Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.607 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v2i3.2880

Abstract

ABSTRACT: CORELATION BETWEEN INFUSION FLUID USE AND LOCATION OF INFUSION WITH PHLEBITIS OCCURRENCE IN DKT HOSPITAL BANDAR LAMPUNG 2020 Background:Phlebitis is venous inflammation caused by either chemical or mechanical irritation. The incidence of phlebitis in 2019 DKT Hospital is 1.8% cases while the indicator limit for phlebitis is 1.5%.Purpose:Determine the corelation between infusion fluid use and location of infusion with phlebitis occurrence in DKT Hospital Bandar Lampung 2020Methods:The type of research is a quantitative study with a case control approach. The study population is 55 patients with phlebitis as a sample cases and 55 patients without phlebitis as control patients. Dats Analysis using univariate analysis and bivariate.Results :It shows the relation between the type of infusion fluid (pv =0,000; OR=8.5) and location of infusion (pv=0.002; OR=3.5) with phlebitis occurrence in DKT Hospital Bandar Lampung.Conclusion:From the results of the study it was suggested perfecting the SOP and disseminating information on hypertonic infusion fluid and monitoring it regularly and continuously Keywords: Phlebitis, type of fluid, location of infusion  INTISARI:HUBUNGAN CAIRAN INFUS DAN LOKASI PEMASANGAN INFUS DENGAN KEJADIAN FLEBITIS DI RUMAH SAKIT DKT BANDAR LAMPUNG TAHUN 2020Latar Belakang:Flebitisadalah inflamasi vena yang disebabkan baik iritasi kimia atau mekanik. Angka kejadian flebitis di RS DKT Tahun 2019 adalah 1,8% kasus flebitis sedangkan batas indikator flebitis adalah 1,5%.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara penggunaan cairan infus dan lokasi pemasangan infus dengan kejadian flebitis di RS DKT Bandar Lampung Tahun 2020.Metode:Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi penelitian ini adalah 55 pasien flebitis sebagai sampel kasus dan 55 pasien yang tidak flebitis sebagai pasien kontrol.Analisis menggunakan analisis univariat, bivariat (chi square).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan jenis cairan infus (pv=0,000; OR=8,5) dan lokasi pemasangan infus (pv=0,002; OR=3,5)dengan kejadian flebitis di Rumah Sakit DKT Bandar Lampung tahun 2020.Kesimpulan: Dari hasil penelitian disarankan bahwa Rumah Sakit DKT untuk menyempurnakan SPO dan sosialisasi tentang pemberian cairan infus hipertonis dan monitoring secara berkala dan berkesinambungan. Kata kunci: Kejadian flebitis, jenis cairan infus dan lokasi pemasangan infus
HUBUNGAN PERILAKU PENCEGAHAN TERHADAP KEJADIAN AKNE VULGARIS PADA SISWA SMK NEGERI TANJUNGSARI LAMPUNG SELATAN Hernowo Anggoro Wasono; Yuyun Andriyani
Malahayati Nursing Journal Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.704 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v2i3.2644

Abstract

Latar Belakang : Akne Vulgaris salah satu masalah kesehatan yang cukup serius bagi sebagian orang dengan ditandai adanya inflamasi dan terjadi kekambuhan yang sering. Sekitar 85% kejadian akne vulgaris muncul saat usia 12 sampai 25 tahun. Perilaku pencegahan akne vulgaris sangat dibutuhkan terutama pada remaja.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan perilaku pencegahan terhadap kejadian akne vulgaris pada Siswa Kelas X SMK Negeri Tanjungsari Lampung Selatan Tahun 2020.Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X SMK Negeri Tanjungsari Lampung Selatan Tahun 2020 sebanyak 77 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Data diperoleh melalui mengisi kuesioner perilaku pencegahan dan pemeriksaan fisik. Terknik analisis data menggunakan uji statistic Spearman.Hasil : Terdapat hubungan signifikansi perilaku pencegahan terhadap kejadian akne vulgaris dimana dari perhitungan uji spearman didapatkan tingkat signifikansi sebesar 0,000 yang artinya lebih kecil dari nilai p = 0,05 dengan nilai rxy = 0,666 yang artinya berada pada interval 0,600-0,799 masuk kategori hubungan yang kuat (Sugiyono, 2009) dan mempunyai arah korelasi negative. Artinya hubungan yang tidak searah antara variabel perilaku pencegahan terhadap kejadian akne vulgaris, artinya siswa yang melakukan perilaku pencegahan dengan baik, tidak ditemukan kejadian akne vulgaris. 

Page 2 of 3 | Total Record : 22


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026) Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 (2026) Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025) Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025) Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025) Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025) Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025) Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025) Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025) Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025) Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025) Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025) Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 (2025) Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025) Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024) Vol 6, No 11 (2024): Volume 6 Nomor 11 (2024) Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024) Vol 6, No 9 (2024): Volume 6 Nomor 9 (2024) Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024) Vol 6, No 7 (2024): Volume 6 Nomor 7 2024 Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024 Vol 6, No 5 (2024): Volume 6 Nomor 5 2024 Vol 6, No 4 (2024): Volume 6 Nomor 4 2024 Vol 6, No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 2024 Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024 Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024 Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023 Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023 Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023 Vol 5, No 9 (2023): Volume 5 Nomor 9 2023 Vol 5, No 8 (2023): Volume 5 Nomor 8 2023 Vol 5, No 7 (2023): Volume 5 Nomor 7 2023 Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023 Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023 Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 2023 Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 2023 Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 Januari 2023 Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023 Vol 4, No 12 (2022): Volume 4 Nomor 12 2022 Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022 Vol 4, No 10 (2022): Volume 4 Nomor 10 2022 Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022 Vol 4, No 8 (2022): Volume 4 Nomor 8 2022 Vol 4, No 7 (2022): Volume 4 Nomor 7 2022 Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022 Vol 4, No 5 (2022): Volume 4 Nomor 5 2022 Vol 4, No 4 (2022): Volume 4 Nomor 4 2022 Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 2022 Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 2022 Vol 4, No 1 (2022): Volume 4 Nomor 1 Januari 2022 Volume 3 Nomor 4 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 3 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 2 Tahun 2021 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021 Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 3 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2020 Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Volume 1 Nomor 2 Tahun 2019 Volume 1 Nomor 1 Tahun 2019 More Issue