cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 2 (2015): Agustus, 2015" : 8 Documents clear
Kandungan C-Organik, N-Total Tanah serta Hasil Padi Gogo (Oryza sativa L.) Akibat Perlakuan Pupuk Organik pada Ultisols Asal Desa Kentrong, Provinsi Banten Rimma Rakhmalia; Randy Gema R.; Anni Yuniarti
Agrikultura Vol 26, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.13 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v26i2.8467

Abstract

ABSTRACTEffect of Organic Fertilizers on C-organic, total-N soil and Yield of Upland Rice (Oryza sativa L.) onUltisols Collected from Kentrong Area, Banten ProvinceThis experiment was aimed to study the effect of various kinds and dosages of organic fertilizers onC-organic, total-N soil and yield of upland rice (Oryza sativa L.) in Ultisols collected from Kentrongarea, Banten Province. The experiment was arranged in a randomized block design with tentreatments and three replications. The treatments were control (without organic ferlitizer), poultrymanure 37.5 g/polibag, poultry manure 75 g/polybag, poultry manure 112.5 g/polybag,vermicomposting 37.5 g/polybag, vermicomposting 75 g/polybag, vermicomposting 112.5g/polybag, compost of straw 37.5 g/polybag, compost of straw 75 g/polybag and compost of straw112.5 g/polybag. The result showed that there was an effect of various kinds and dosages of organikfertilizers on C-Organic, but there was no effect on N-Uptake. For the yield of upland rice, dosageof 112.5 g/polybag of poultry manure gave the best result which was 21.08 g/polybag.Keywords: C-organic, total-N, organic fertilizersABSTRAKPercobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian macam dan dosis pupuk organikterhadap C-organik, N-total dan hasil padi gogo (Oryza sativa L.) pada Ultisols asal Desa Kentrong,Provinsi Banten. Metode percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK),dengan sepuluh perlakuan dan diulang tiga kali. Sepuluh taraf tersebut terdiri dari perlakuankontrol (tanpa pupuk organik), pupuk kandang ayam 37,5 g/polibeg, pupuk kandang ayam 75g/polibeg, pupuk kandang ayam 112,5 g/polibeg, pupuk kascing 37,5 g/polibeg, pupuk kascing 75g/polibeg, pupuk kascing 112,5 g/polibeg, pupuk kompos jerami 37,5 g/polibeg, pupuk komposjerami 75 g/polibeg, dan pupuk kompos jerami 112,5 g/polibeg. Hasil percobaan menunjukkanterdapat pengaruh pemberian macam dan dosis pupuk organik terhadap C-Organik tanah tetapitidak berpengaruh terhadap N-Total. Untuk hasil panen padi gogo, dosis 112,5 g/polibeg pupukkandang ayam memberikan hasil panen padi gogo terbaik yaitu 21,08 g/polibeg.Kata kunci: C-organik, N-total, pupuk organik
The Effect of Steel Slag and Bokashi of Husk to Soil Bulk Density, Soil Aggregate Stability, Soil Porosity and Plant Biomass Broccoli in Andisol Lembang Henly Yulina; Rina Devnita; Rachmat Harryanto
Agrikultura Vol 26, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.211 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v26i2.8463

Abstract

ABSTRACTAndisol soil has very good soil physical characteristic, however it has problem with the Pretention. Giving ameliorant to reduce the P retention is expected to maintain, moreover toimprove some soil physical characteristics. The objective of this research was to find out theinteraction between steel slag and bokashi of husk to bulk density, aggregate stability, soil porosityand biomass of broccoli on Andisol Lembang. This study used a randomized block design factorialwith two factors. The first factor was steel slag and the second factor was bokashi of husk. Each ofthem consisted of 4 levels: 0%, 2.5%, 5.0% and 7.5% with two replications. The result of thisresearch showed there was not interaction between steel slag and bokashi of husk to soil bulkdensity, soil aggregate stability, soil porosity and biomass of broccoli. The statistical results showedthat bokashi of husk influence independently to decreasing soil bulk density until 0.53 g cm-3,decreasing soil aggregate stability until 3.25 and increasing soil porosity until 80.22%, but theprovision of steel slag and bokashi of husk didn‟t influence to biomass of broccoli.Keywords : organik matter, silicate, bulk density, agreggate stability, broccoliABSTRAKAndisol mempunyai sifat fisika tanah yang baik, namun bermasalah dengan retensi P. Pemberianamelioran untuk mengurangi retensi P, diharapkan dapat mempertahankan, bahkan meningkatkanbeberapa parameter fisika tanah tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi terakbaja dengan bokashi sekam padi terhadap bobot isi, kemantapan agregat, porositas tanah danbiomassa tanaman brokoli pada Andisol Lembang. Penelitian menggunakan Rancangan AcakKelompok Pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terak baja dan faktor kedua bokashisekam padi masing-masing 4 taraf: 0%, 2,5%, 5,0% dan 7,5%, diulang dua kali. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara terak baja dengan bokashi sekam padi terhadapbobot isi, kemantapan agregat, porositas tanah dan biomassa tanaman brokoli. Hasil statistikmenunjukkan bahwa bokashi sekam padi berpengaruh mandiri untuk menurunkan bobot isi tanahsampai 0.53 g cm-3, menurunkan kemantapan agregat tanah sampai 3,25 dan meningkatkanporositas tanah sampai 80,22%, namun pemberian terak baja dan bokashi sekam padi tidakberpengaruh terhadap biomassa tanaman brokoli.Kata kunci : bahan organik, silikat, bobot isi, kemantapan agregat, brokoli
Uji Keefektifan Antijamur Ekstrak Air Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga [L] Willd.) sebagai Perlakuan Pratanam untuk Mengendalikan Colletotrichum spp. pada Kedelai (Glycine max L.) Endah Yulia; Tarkus Suganda; Fitri Widiantini; Rangga Irawan Prasetyo
Agrikultura Vol 26, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.35 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v26i2.8468

Abstract

ABSTRACTAntifungal Effect of Aqueous Extract of Galangal (Alpinia galanga [L] Willd.) Rhizomeas Seed Treatment to Control Colletotrichum spp. of Soybean (Glycine max L.)Colletotrichum is one of the most important seed-borne pathogens of soybean which is usuallycontrolled with synthetic fungicide seed treatment. However, it is believed that the use ofsynthetic fungicide can cause a variety of negative impacts to the environment and humanhealth. Galangal rhizome extract has been widely reported to have antifungal and antibacterialproperties. The aim of the study was to investigate the effectiveness of galangal rhizomeaqueous extract as antifungal for pre-planting seed treatment to control Colletotrichum spp. insoybean. Laboratory and glasshouse experiments were carried out at the Department of PlantPests and Diseases, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The method used was anexperimental method to test the effectiveness of galangal rhizome aqueous extract against theemergence and spore germination suppression of Colletotrichum spp., and to test the seedviability and plant growth of soybean. Galangal rhizome extract with concentrations of 10%,30%, 50%, 70%, 90% and 100% as well as a metalaxyl fungicide (0.5 g/l) were applied as aseed treatment. The results showed galangal rhizome aqueous extract at concentration of100% reduced the presence of Colletotrichum spp. in seeds up to 100% after the treatment andsuppressed the spore germination by 76.20% as well as increased the seed viability and thegrowth of soybean plants.Keywords: Alpinia galanga, aqueous extract, seed treatment, soybean, Colletotrichum spp.ABSTRAKUmumnya pengendalian penyakit tular benih pada kedelai dilakukan melalui perlakuan benihdengan menggunakan fungisida sintetik yang diakui dapat menimbulkan berbagai dampak negatifpada lingkungan maupun kesehatan manusia. Penggunaan ekstrak air rimpang lengkuas untukperlakuan benih dapat diterapkan sebagai alternatif pengendalian penyakit tular benih padakedelai. Lengkuas telah banyak dilaporkan memiliki sifat antijamur dan antibakteri. Penelitian inidilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan ekstrak air rimpang lengkuas sebagaiantijamur untuk perlakuan benih dalam mengendalikan penyakit tular benih pada kedelai.Percobaan dilaksanakan di Laboraturium Fitopatologi dan rumah kaca Departemen Hama danPenyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode eksperimen dengan pengujian keefektifan air persaan rimpang lengkuasterhadap kemunculan, penekanan perkecambahan konidia, uji pertumbuhan benih, dan viabilitasbenih jamur Colletotrichum spp. pada kedelai. Ekstrak air rimpang lengkuas dengan konsentrasi10%; 30%; 50%; 70%; 90%; dan 100% serta fungsida berbahan aktif metalaksil (0,5 g/l)diaplikasikan sebagai perlakuan benih kedelai. Hasil percobaan menunjukkan ekstrak air rimpanglengkuas konsentrasi 100% dapat menekan sampai 100% kemunculan Colletotrichum spp. setelah perlakuan benih, menekan perkecambahan konidia sebesar 76,20% serta meningkatkanpertumbuhan dan viabilitas benih kedelai.Kata kunci: engkuas, ekstrak air, perlakuan benih, kedelai, Colletotrichum spp.
Hubungan Komitmen Organisasi dan Kepuasan Kerja Petani sebagai Fasilitator Pembelajaran di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Jawa Barat Ajat Jatnika; Trisakti Haryadi; P. Wiryono
Agrikultura Vol 26, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.208 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v26i2.8464

Abstract

ABSTRACTCorrelation between Organization Commitment and Job Satisfaction of Farmers as Active LearningFacilitators in Farmers‟ Agriculture and Rural Training Centre (FARTC), West JavaThe objective of the reaserach was to describe farmers‟ characteristics as facilitators and to analyzethe correlation of organization commitment and job satisfaction of farmers as facilitators in learningactivities at Farmers‟ Agriculture and Rural Training Centre (FARTC). The kind of research wassurvey that 140 farmers as facilitators in FARTCs located in 17 districs in West Java Provinceinvolved. 89% farmers as facilitators are male; 42,14% of them are 32 – 43 years old; 42,14% ofthem are high schools as their educational background; 74,27% of them have experiences infarming activities; 84,29% of them have experiences as facilitators during 0 – 10 years. This studyapplied the quantitave method namely the correlation analyze. The result of correlation analyzesshows that the organizational commitment has a positive correlation with job satisfaction offarmers as facilitators significantly (ρ < 0.01). The research results recommend that themanagement team of P4S and local government officers to maintain and increase the organizationalcommitment and job satisfaction of farmers as facilitators simultaneously to achieve theeffectiveness of FARTCs.Keywords: Organization commitment, job satisfaction, farmer facilitatorABSTRAKTujuan penelitian adalah mendeskripsikan karakteristik petani fasilitator dan menganalisishubungan komitmen dan kepuasan kerja petani fasilitator pembelajaran di Pusat PelatihanPertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). Jenis penelitian adalah survei dengan melibatkan 140orang petani fasilitator P4S di 17 kabupaten di Jawa Barat. Penelitian menerapkan metodekuantitatif korelasional. Karakteristik petani fasilitator P4S di Jawa Barat diantaranya adalah 89%laki-laki, 40% berusia antara 32-43 tahun, 42,14% berlatar belakang pendidikan formal SLTA/SMK,74,27% memiliki pengalaman berusahatani 0-20 tahun, dan 84,29% menjadi fasilitator 0-10 tahun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen dan kepuasan kerja petani fasilitator memilikihubungan yang signifikan pada taraf signifikansi 0,01. Disarankan baik untuk pengurus internalP4S dan instansi pemerintah sebagai pembina untuk mempertahankan dan meningkatkankomitmen organisasi dan kepuasan kerja petani fasilitator secara simultan dari waktu ke waktuguna mewujudkan P4S yang efektif.Kata Kunci: Komitmen organisasi, kepuasan kerja, petani fasilitator
Populasi Hama Wereng Batang Coklat (Nilaparvata Lugens Stal.) Dan Keragaman Serangga Predatornya Pada Padi Sawah Lahan Dataran Tinggi Di Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung Martua Suhunan Sianipar; Luciana Djaya; Entun Santosa; RC Hidayat Soesilohadi; Wahyu Daradjat Natawigena; Mochamad Ardiansyah
Agrikultura Vol 26, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.706 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v26i2.8469

Abstract

ABSTRACTPopulation of Brown Plant Hopper (Nilaparvata lugens Stal.) and the Diversity of Its Natural Enemyin Highland Paddy Rice Field in the Village of Panyocokan, Ciwidey District, Bandung RegencyBrown lanthopper/BPH (Nilaparvata lugens Stal.) is a main pest of rice in the field. This researchwas aimed to study the population of BPH and the diversity of its natural enemy in highland paddyrice field. The survey was conducted in three paddy plots (15 m x 20 m) located in the village ofPanyocokan, Ciwidey District, Bandung Regency, West Java. The experiment was conducted in thegreenhouse of the Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, UniversitasPadjadjaran. The samples of insects were collected systematically using yellow trap and net trap,and visually observed in each rice cluster. The number of BPH were recorded and accumulatedeach week. Fecundity, life cycle, and sex ratio of the new generation of BPH were observed in 3replications by using 1 pair of WBC on each replication. The result showed that the population ofBPH in the highland was below 10, which means that BPH population was still below theeconomic threshold and control threshold. Temperature, humidity, and rainfall did notsignificantly affect the BPH population. This was indicated by the regression analysis of eachtemperature (Y = 0.557-8.167x; R2 = 0.039; P = 0.465), humidity (Y = -0.077+ 9.112x; R2 = 0.045; P =0.428), and rainfall (Y = -0.118 + 3.412x; R2 = 0.136; P = 0.159). Natural enemy diversity indextended to fluctuate widely from low to moderate. In the temperature range from 21.1°C to 34.8°C,BPH could produce 127-207 new generation during its lifetime. BPH needed an average of 37.66days to produce a new generation. The ratio of male to female was 1.06 : 1.Keywords: population, brown planthopper, diversity, predator, highland paddy rice field, Ciwidey,BandungABSTRAKHama wereng batang cklat/WBC (Nilaparvata lugens Stal.) merupakan hama utama tanaman padi.Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari populasi WBC dan keragaman musuh alaminya padatanaman padi sawah di dataran tinggi. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan eksperimen.Survei dilakukan pada 3 petak lahan percobaan berukuran 15 mx 20 m bertempat di DesaPanyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung dan eksperimen dilakukan di rumah kacaDepartemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Metodepengambilan sampel dilakukan secara diagonal sistematis. Populasi WBC ditentukan denganmenggunakan perangkap kuning dan perangkap jaring dan dengan pengamatan langsung padarumpun padi. Eksperimen dilakukan dengan meletakkan sepasang WBC dalam wadah, lalu diamatikeperidian, siklus hidup, dan sex ratio keturunannya. WBC yang tertangkap dihitung jumlahnyadan diakumulasikan setiap minggunya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan populasi dilahan survey di bawah 10 ekor/rumpun yang artinya populasi WBC masih di bawah ambangekonomi atau ambang kendali. Suhu, kelembaban, dan curah hujan tidak memberikan pengaruhyang signifikan terhadap populasi WBC. Hal tersebut ditunjukkan dengan analisis regresi masingmasingpada suhu (Y= 0,557 – 8,167x; R2 = 0,039; P= 0,465), kelembaban (Y = -0,077 + 9,112x; R2 =0,045; P = 0,428), dan curah hujan (Y = -0,118 + 3,412x; R2 = 0,136; P = 0,159). Indeks keragamanmusuh alami cenderung mengalami fluktuasi dari rendah sampai sedang. Pada kisaran suhu 21,1oC–34,8oC, hasil pengamatan keperidian menunjukkan WBC dapat menghasilkan 127-207 individubaru selama masa hidupnya. Pada pengamatan siklus hidup, WBC memerlukan rata-rata 37,66 harisampai menghasilkan generasi baru. Pengamatan sex ratio menunjukkan perbandingan (jantan :betina) 1,06 :1.Kata kunci: populasi, wereng batang coklat, keragaman, predator, sawah, dataran tinggi, Ciwidey,Bandung
Potensi Limbah Media Jamur Konsumsi untuk Menekan Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum) pada Tanaman Kentang Noor Istifadah; P. Rizky D. Sianipar
Agrikultura Vol 26, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.502 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v26i2.8465

Abstract

ABSTRACTThe Potential of Spent Mushroom Substrate to Control Bacterial Wilt Disease (Ralstoniasolanacearum) in PotatoBacterial wilt caused by Ralstonia solanacearum is one of important diseases in potato. One ofecofriendly-control measures is the use of organic matters including spent mushroom substrate.This paper discussed the study that examined the potential of spent substrates of oyster mushroom(Pleurotus sp.), shiitake (Lentinus edodes), Auricularia auricula and composted spent mushroomsubstrate to inhibit the growth of Ralstonia solanacearum in vitro and to suppress the diseaseincidence of bacterial wilt disease in potato. The results showed that spent substrate of shiitakemushroom slightly inhibited the growth of R. solanacearum in vitro with inhibition zone 1.5 mm.The spent mushroom substrate applied in the growth medium and drenching its water extractevery week significantly reduced the disease incidence of bacterial wilt disease, however thesuppression level was only 26.1%. The spent substrates of oyster mushroom (Pleurotus sp)., A.auricula and composted spent mushroom substrate did not suppress the disease incidence.Keywords : Lentinus edodes, Pleurotus, Auricularia auricula, organic matters, spent mushroomwater extractABSTRAKLayu bakteri yang disebabkan Ralstonia solanacearum merupakan salah satu penyakit penting padapertanaman kentang. Salah satu cara pengendalian penyakit yang ramah lingkungan adalahdengan menggunakan bahan organik, termasuk limbah media jamur konsumsi. Artikel inimendiskusikan penelitian yang mengkaji potensi limbah media tanam jamur tiram (Pleurotus sp.),jamur shiitake (Lentinus edodes), jamur kuping (Auricularia auricula) dan kompos limbah mediajamur konsumsi untuk menghambat R. solanacearum in vitro serta menekan penyakit layu bakteripada tanaman kentang. Hasil percobaan menunjukkan air rendaman limbah media jamur shiitakerelatif menekan R. solanacearum secara in vitro dengan zona penghambatan 1,5 mm. Limbahmedia jamur shiitake yang diaplikasikan pada medium tanam dan air rendamannya disiramkan ketanaman kentang setiap minggu sekali dapat menurunkan persentase tanaman layu secara nyatadibandingkan dengan kontrol, namun tingkat penekanannya hanya sebesar 26,1%. Limbah mediajamur tiram (Pleurotus sp.), jamur kuping (A. auricula) serta kompos limbah media jamur tidakmenghambat R. solanacearum secara in vitro dan tidak dapat menekan penyakit layu bakteri padatanaman kentang.Kata kunci : Lentinus edodes , Pleurotus, Auricularia auricula, bahan organik, air rendamanlimbah jamur
Pengaruh Jarak Tanam dan Aplikasi Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril) Varietas Kaba Deden Deden
Agrikultura Vol 26, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.07 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v26i2.8466

Abstract

ABSTRACTEffect of Plant Spacing and NPK Fertilizer Application on Plant Growth and Yield of Soybean(Glycine max L. Merril) of Kaba VarietyThis study aim was to determine the effect of plant spacing and NPK fertilizer application on thegrowth and yield of soybean of Kaba variety. The experiment was conducted in the field of theUPTD Balai Pengembangan Benih Palawija (BPBP), Plumbon Sub district, Cirebon District, WestJava from April to July 2014. The experimental method used was an experimental method withRandomized Block Design (RAK) with factorial arrangement of two treatment factors that wasrepeated three times. The first factor was the plant spacing consisted of three levels of 40x10, 40x15and 40x20 cm of plant spacing, while the second factor was the dose of NPK fertilizer whichconsisted of four levels of 200, 250, 300 and 350 kg/ha. Result showed that there was interactionbetween plant spacing and dose of NPK fertilizer to the average of leaf area index of soybean Kabavariety at the age of 21 days after planting. The treatment of Phonska NPK fertilizer in the dose of350 kg/ha gave the best soybean production of 1.44 kg/plot or the equivalent of 1.91 tons/ha(assuming of effective land conversion of 80%/ha), while the plant spacing did not show anysignificant effects the soybean production.Keywords: soybean, plant spacing, NPK fertilizerABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan aplikasi pupuk NPK terhadappertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max) varietas Kaba. Penelitian dilaksanakan dilahan di UPTD Balai Pengembangan Benih Palawija (BPBP), Plumbon, Cirebon, Jawa Barat daribulan April sampai dengan Juli 2014. Metode percobaan yang digunakan yaitu metode eksperimendengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan perlakuan terdiri dari dua faktoryang diulang tiga kali. Faktor yang pertama adalah jarak tanam yang terdiri dari tiga taraf yaitu40x10, 40x15 dan 40x20 cm, sedangkan faktor yang kedua adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dariempat taraf yaitu 200, 250, 300 dan 350 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksiantara jarak tanam dan dosis pupuk NPK terhadap rata-rata indeks luas daun tanaman kedelaivarietas Kaba pada umur 21 hari setelah tanam. Dosis pupuk NPK Phonska 350 kg/hamenghasilkan produksi terbaik sebanyak 1,44 kg/petak atau setara dengan 1,91 ton/ha (asumsikonfersi lahan efektif 80%/ha), sedangkan jarak tanam pada perlakuan tidak menunjukkan adanyapengaruh nyata terhadap produksi kedelai.Kata kunci: kedelai, jarak tanam, pupuk NPK
Pengujian Kemurnian Genetik Benih Padi Galur F3 (Pandanwangi x PTB33) Terseleksi Menggunakan Marka Molekuler Simple Sequence Repeats (SSR) Syindy Raffini Nasihin; Wieny H. Rizky; Nono Carsono
Agrikultura Vol 26, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.44 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v26i2.8462

Abstract

ABSTRACTSeed Purity Testing of F3 Progeny of Rice Lines Derived from a Cross between Pandanwangi x PTB-33 Estimated by Simple Sequence Repeat MarkersSeeds with high purity is required to produce maximum crop yield. Genetic purity of selected F3rice seed progenies derived from a cross between Pandanwangi x PTB33 was estimated by SSR(simple sequence repeats) molecular markers. Objective of current experiment was to obtain riceseed with high genetic purity (100%) in terms of homogeneity of alleles. The experiment wasconducted at Laboratory of Plant Analysis and Biotechnology, meanwhile field experiment wasperformed at Ciparanje Experimental Station, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran.Based on primer designed by Bradbury (aromatic trait) and primers RM589 and RM586 (supposedto correlate with brown planthopper resistance gene), seeds of F3 selected had 100% geneticpurity. SSR markers applied for each offspring were able to demonstrate the purity of the seed.Genotypes with 100% genetic purity can be continued for propagating their seeds.Keywords: F3, seed purity, seed rice, SSR markersABSTRAKBenih dengan kemurnian genetik tinggi sangat diperlukan untuk produksi tanaman yangmaksimal. Kemurnian genetik padi generasi F3 hasil persilangan Pandanwangi x PTB-33 diestimasidengan menggunakan marka molekuler SSR. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan generasiF3 yang memiliki kemurnian genetik 100%. Penelitian dilaksanakan di Kebun PercobaanCiparanje, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dan Laboratorium Analisis dan BioteknologiTanaman. Hasil analisis menggunakan primer Bradbury menunjukkan 100% benih murniberdasarkan karakter aromatik, begitupun berdasarkan karakter ketahanan terhadap wereng(primer RM589 dan RM586) menunjukkan 100% benih murni. Marka molekuler SSR yangdigunakan untuk verifikasi kemurnian mampu menunjukkan kemurnian genetik benih padi yangtinggi. Genotip PP dapat dilanjutkan untuk pengujian dan atau perbanyakan benih sumber.Kata kunci: benih padi, F3, marka SSR, uji kemurnian genetik

Page 1 of 1 | Total Record : 8