cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 1 (2017): April, 2017" : 8 Documents clear
Fluktuasi Populasi Lalat Buah (Bactrocera dorsalis Kompleks.) (Diptera: Tephritidae) pada Pertanaman Pepaya di Desa Margaluyu, Kabupaten Garut Agus Susanto; Faisal Fathoni; N. I. Nur Atami; Tohidin Tohidin
Agrikultura Vol 28, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.472 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i1.12297

Abstract

ABSTRACTPopulation fluctuations fruit fly (Bactrocera dorsalis Complex) (Diptera: Tephritidae) on a papaya plantation at the Margaluyu Village, Garut RegencyFruit fly (Bactrocera dorsalis Complex.) is the main pest that attacks papaya plants and responsible for losses outcome attaining 100%. The purpose of this research was to understand the effects of abiotic factors (rainfalls and rainy days) and biotic factor (the availability of fruits) against the fruit fly population in papaya plantation. This research was conducted using a survey method to set traps on papaya plantation as many as 10 pieces on the edge of the garden and another 10 inside at Margaluyu Village, Leles District, Garut Regency. The results showed that abiotic factors such us rainfall and rainy days did not show a significant correlation to the increasing population of fruit flies. The biotic factor which was the availability of fruits showed a positive correlation to increasing fruit fly population. The result of T-test analysis at the 5% level showed that the average catches of fruit flies with the egde of trap and the inside of trap giving a real difference.Keywords: Bactrocera dorsalis Complex, Fruit fly, Papaya, Population fluctuationABSTRAKLalat buah (Bactrocera dorsalis Complex.) merupakan hama penting yang menyerang tanaman pepaya dan dapat menyebabkan kehilangan hasil sampai 100%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor abiotik (curah hujan dan jumlah hari hujan) serta faktor biotik (ketersediaan buah) terhadap fluktuasi populasi lalat buah pada pertanaman pepaya. Penelitian ini dilakukan di Desa Margaluyu, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei dengan memasang perangkap pada pertanaman pepaya sebanyak 10 buah di bagian tepi kebun dan 10 buah pada bagian dalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor abiotik berupa curah hujan dan jumlah hari hujan tidak menunjukkan korelasi yang signifikan terhadap peningkatan populasi lalat buah. Faktor biotik yaitu ketersediaan buah menunjukkan korelasi positif terhadap peningkatan populasi lalat buah. Hasil analisis T-test pada taraf 5% menunjukkan bahwa rata-rata hasil tangkapan lalat buah pada perangkap tepi dan perangkap dalam memberikan perbedaan yang nyata.Kata kunci: Bactrocera dorsalis Kompleks, Fluktuasi populasi, Lalat buah, Pepaya.
Pengaruh Berbagai Konsentrasi dan Metode Aplikasi Hormon GA3 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Brokoli Kultivar Lucky di Lembang Nedya Deninta; Tino M Onggo; Kusumiyati Kusumiyati
Agrikultura Vol 28, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.357 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i1.12293

Abstract

ABSTRACTThe influence of various concentrations and application methods of Gibberelic Acid on growth and yield of broccoli Cv. Lucky in LembangBroccoli’s yield from side shoots was expected to increase with GA3 application, due to the translocation of nutrients faster and better towards the side shoots. The experiment was carried out to study the interaction between concentration and application method of GA3 on growth and yield of broccoli. The experiment was conducted from February up to Mei 2016 at CV. Agro Duta Farm, located in Cisarua – West Bandung, at an elevation of 1,100 m above the sea level. The experimental design used was Factorial Randomized Block Design (FRBD) with three replications, consisted of two factors and three levels. The first factor was concentration of GA3, comprised of 25 mg/l, 50 mg/l, and 100 mg/l. The second factor was application method of GA3, comprised of three levels: seedling soaking for 24 hours, foliar spray at 15 and 25 DAT, seedling soaking for 24 hours and foliar spray at 15 DAT. The results showed that there was no interaction between concentration and application method of GA3 on growth and yield component. GA3 of 100 mg/l significantly increased the percentage of weight and number of B’s quality, and decreased the percentage of weight and umber of C’s quality of broccoli from side shoots. The higher percentage of weight and number of B’s quality from side shoots were obtained from seedling soaking of GA3 for 24 hours.Key words: Growth, Yield, Quality, Broccoli side shootABSTRAKHasil tanaman brokoli dari tunas samping diharapkan dapat meningkat dengan adanya pemberian GA3, yang mampu mempengaruhi translokasi nutrisi yang lebih cepat dan lebih baik menuju tunas samping. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara pengaruh konsentrasi dan metode aplikasi hormon GA3 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli kultivar Lucky. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Mei 2016 di lahan CV. Agro Duta Farm, Kecamatan Cisarua – Kabupaten Bandung Barat, dengan ketinggian tempat 1.100 meter di atas permukaan laut. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor perlakuan, masing-masing terdiri dari 3 taraf yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah konsentrasi GA3 25 mg/l, 50 mg/l, dan 100 mg/l. Faktor kedua adalah metode aplikasi GA3 yang terdiri dari taraf: perendaman bibit selama 24 jam, penyemprotan daun 15 dan 25 HST, serta perendaman bibit 24 jam dan penyemprotan daun 15 HST. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara konsentrasi dan metode aplikasi hormon GA3 terhadap komponen pertumbuhan dan hasil brokoli. Konsentrasi GA3 100 mg/l dapat meningkatkan persentase bobot dan jumlah brokoli kualitas B, serta menurunkan persentase bobot dan jumlah brokoli kualitas C dari tunas samping. Metode aplikasi perendaman akar bibit selama 24 jam dapat menghasilkan persentase bobot dan jumlah brokoli kualitas B dari tunas samping yang lebih tinggi dibandingkan dengan kedua perlakuan lainnya.Kata kunci : Pertumbuhan, Hasil, Kualitas brokoli dari tunas samping
Populasi Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit Elaeidobius kamerunicus Faust dan Pengaruhnya terhadap Nilai Fruit Set pada Tanah Berliat, Berpasir dan Gambut di Kalimantan Tengah, Indonesia Fizrul Indra Lubis; Sudarjat Sudarjat; Danar Dono
Agrikultura Vol 28, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.442 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i1.13056

Abstract

ABSTRACTPopulation of soil palm weevil pollinator Elaeidobius kamerunicus FAUST and its impact on fruit setvalue at clay, sandy and peat soil types in central Kalimantan, di IndonesiaOil palm weevil pollinator Elaeidobius kamerunicus Faust plays an important role in the increasing oilpalm fruit set value. Along with the development of oil palm, fruit set problems occurred in recentdecades in some parts of Indonesia. An experiment was carried out on a seven years old oil palmplantation located at Selangkun Estate, Kotawaringin Barat, Central Kalimantan, Indonesia to find outthe influence of population E. kamerunicus on pollination efficiency at clay, sandy and peat soil types.Relative to other soil types, a high weevil population on male (50,811 weevils/ha ; 72 weevils/spikelet)and female (219 weevils) inflorescences had been recorded at clay soil. Fruit set value on clay soil 58.9%and significantly different with sandy soil of 49.8% and peat soil of 46.4%. Population E. kamerunicusper ha influenced fruit set value at clay, sandy and peat soil types. Number of E. kamerunicus visitedfemale inflorescences did not influenced fruit set value at clay, sandy and peat soil types.Keywords: Clay soil, Elaeidobius kamerunicus, fruit set, peat soil, population, sandy soil ABSTRAKSerangga penyerbuk kelapa sawit Elaeidobius kamerunicus FAUST berperan penting dalam peningkatannilai fruit set kelapa sawit. Seiring dengan perkembangan kelapa sawit, adanya permasalahan nilai fruitset telah terjadi dalam beberapa kurun waktu di beberapa wilayah Indonesia. Penelitian dilakukan diperkebunan kelapa sawit yang telah berumur tujuh tahun, berlokasi di Selangkung, Kotawaringin Barat,Kalimantan Tengah, Indonesia dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh populasi E. Kamerunicusterhadap efisiensi penyerbukan pada tipe tanah liat, pasir dan gambut. Berdasarkan tipe tanahdilaporkan bahwa tingginya populasi kumbang pada bunga jantan yaitu (50.811 kumbang/ha; 72kumbang/spikelet) dan bunga betina yang sedang mekar (219 kumbang) pada tipe tanah berliat.Adapun, nilai fruit set pada tanah liat sebesar 58,9% dan berbeda nyata dibandingkan dengan tanahberpasir (49,8%) dan gambut (46,4%). Populasi E. kamerunicus per ha berpengaruh terhadap nilai fruitset pada tipe tanah liat, pasir dan gambut. Namun, jumlah E. kamerunicus yang mengunjungi bungabetina yang sedang mekar tidak berpengaruh terhadap nilai fruit set pada tipe tanah liat, pasir dangambut.Kata Kunci : Elaeidobius kamerunicus, Fruit set , Populasi, Tanah Gambut, Tanah liat, Tanah Pasir
Analisis Beberapa Sifat Kimia Tanah Terhadap Peningkatan Produksi Kelapa Sawit pada Tanah Pasir di Perkebunan Kelapa Sawit Selangkun RR Darlita RR Darlita; Benny Joy; Rija Sudirja
Agrikultura Vol 28, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.304 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i1.12294

Abstract

ABSTRACTAnalyse of soil chemical properties in the encriment of oil palm production on sandy soil at Selangkun oli palm plantationSoil is one of basic components in the development of oil palm plantation. Limitation of land causes many companies expand their areas to the sub-optimal land, such as sandy soil. This research was aimed to analyzed chemical soil properties and its relation with bunch number and bunch weight in oil palm plantation, Arut Selatan sub-district, Central Kalimantan. Survey was made in sample points that were determined based on grid system, and each sample was taken in the depth of 30 cm. This research was descriptive and used double regression equation with backward-stepwise method. Several parameters have been analyzed, such as pH, organic carbon, CEC, total N, total P, P-availability, K, Ca, Mg, Cu, Zn, Mn, and B. The result showed that the pH was categorized acid, macro nutrients were medium to very low, except total P and P-availability, while micro nutrients were enough, except boron which had very high amount. Furthermore, statistical analysis showed that some chemical properties, such as total N, CEC, and exchangeable Al were parameters which influenced production of bunch number per oil palm plant.Keywords: Oil palm, Soil nutrient, Sandy soilABSTRAKTanah merupakan salah satu komponen dasar dalam pembangunan perkebunan kelapa sawit. Keterbatasan lahan menyebabkan banyaknya perusahaan yang memperluas areal perkebunan ke lahan sub-optimal, seperti tanah pasir. Penelitian ini bertujuan mengkaji sifat-sifat kimia yang ada pada tanah pasir dan hubungannya dengan produksi tandan per pohon dan berat tandan rata-rata tanaman kelapa sawit di kecamatan Arut Selatan, Kalimantan Tengah. Survei dilakukan pada titik sampel didasarkan pada metode grid, dan sampel diambil pada kedalaman 30 cm. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan menggunakan model persamaan regresi berganda metode backward-stepwise. Beberapa parameter yang dianalisis adalah pH, C-organik, KTK, N-total, P-total, P-tersedia, K, Ca, Mg, Cu, Zn, Mn, dan B. Hasil analisis menunjukkan bahwa pH tanah tergolong rendah, kandungan hara makro berkisar sedang sampai sangat rendah, kecuali P-total dan P-tersedia, sementara kandungan hara mikronya cukup, kecuali boron yang tergolong tinggi. Sifat kimia tanah seperti N-total, KTK, dan Al-dd merupakan parameter yang meningkatkan jumlah tandan per pohon.Kata Kunci: Kelapa sawit, Hara tanah, Tanah pasir
Antagonisme Trichoderma spp. terhadap Jamur Rigidoporus lignosus (Klotzsch) Imazeki dan Penekanan Penyakit Jamur Akar Putih pada Tanaman Karet Endah Yulia Yulia; Noor Istifadah; Fitri Widiantini; Hilda Sandra Utami
Agrikultura Vol 28, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.243 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i1.13226

Abstract

ABSTRACTAntagonisms of Trichoderma spp. against Rigidoporus lignosus (Klotzsch) Imazeki and Supression of White Root Disease on Rubber PlantWhite root disease caused by the infection of fungal pathogen Rigidoporus lignosus is an important disease on rubber plants. The pathogen infects the rubber roots but then might cause leaf drop or even kill the plants. Common control method used in controlling the disease is the application of synthetic fungicides besides increasing application of biological control agents (BCA) as an alternative control method. Trichoderma spp. is frequently used as BCA to control diseases in many plants. The aims of this study were to test the antagonism of Trichoderma spp. against R. lignosus and to assess the effectiveness of Trichoderma spp. corn starter in white root disease suppression on rubber seedlings. Trichoderma spp. The antagonism test was conducted using dual culture method in in vitro test. A randomized block design (RBD) experimental design was used in the glass house trial consisted of five treatments and five replications. Application of the Trichoderma spp. corn starter was combined with the application of compost in the treatments of 25 g BCA + 100 g of compost, 50 g BCA + 200 g of compost, 75 g BCA + 300 g of compost, 100 g of BCA + 400 g of compost, and a control treatment without BCA. The BCA Trichoderma spp. was applied in the same time with the inoculation of 20 g of corn mass culture of R. lignosus. The result of antagonism test showed that Trichoderma spp. isolate was effectively suppressed micelial growth of R. lignosus with the supperession percentage reached 90.82%. Meanwhile, the Trichoderma spp. BCA in corn starter was also suppressed the disease development on rubber seedlings with the highest disease suppression of 100% at the dose of 100 g BCA/seedling.Keywords: Trichoderma spp., biocontrol agents, white root disease, rubberABSTRAKPenyakit jamur akar putih (JAP) merupakan penyakit penting pada tanaman karet. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi patogen Rigidoporus lignosus pada akar tanaman karet yang dapat mengakibatkan daun gugur atau bahkan matinya tanaman. Pengendalian yang umum dilakukan adalah pengendalian kimia dengan menggunakan pestisida sintetik tetapi penggunaan agens biokontrol (ABK) juga telah mulai banyak dilakukan. Penggunaan Trichoderma spp. sebagai ABK telah banyak dilakukan untuk mengendalikan penyakit pada beberapa tanaman dengan hasil yang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji antagonisme Trichoderma spp. terhadap jamur R. lignosus dan penekanan penyakit JAP pada bibit tanaman karet yang diberi perlakuan starter jagung pecah Trichoderma spp. Pengujian antagonisme dilakukan secara in vitro melalui metode dual culture. Percobaan rumah kaca dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas lima perlakuan dan lima ulangan. Aplikasi starter Trichoderma spp. dilakukan dengan tambahan kompos pada perlakuan 25 g ABK + 100 g kompos, 50 g ABK + 200 g kompos, 75 g ABK + 300 g kompos, 100 g ABK + 400 g kompos, dan perlakuan kontrol atau tanpa aplikasi ABK Trichoderma spp. Aplikasi ABK dilakukan bersamaan dengan inokulasi biakan massal jagung pecah jamur R. lignosus sebanyak 20 g/bibit. Hasil uji antagonisme menunjukkan isolatTrichoderma spp. efektif menekan pertumbuhan R. lignosus dengan penekanan mencapai 90,82%. Demikian juga dengan aplikasi starter jagung pecah Trichoderma spp. menunjukkan penekanan penyakit JAP pada bibit tanaman karet dengan penekanan penyakit mencapai 100% pada dosis 100 g ABK/bibit tanaman karet.Kata Kunci: Trichoderma spp., agens biokontrol, jamur akar putih, karet
Peningkatan Kualitas Tanah Bekas Tambang Pasir Melalui Penambahan Amelioran Biologis Anne Nurbaity; Anni Yuniarti; Sungkono Sungkono
Agrikultura Vol 28, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.885 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i1.12295

Abstract

ABSTRACTImproving soil quality from sand mining area by application of biological ameliorantsSoil from disturbed mine sites render to be unfertile and have poor characteristics. One of the solutions to improve the soil and to rehabilitate the ecosystem is through application of biological amendments such as organic matter, soil microbes, and plant which known to be adaptive such as dragon fruit (Hylocereus costaricensis). This study was aimed at understanding the effects of arbuscular mycorrhizal (AM) fungi and organic matter on soil C-organic, soil N-total, soil C/N, and length of bud of dragon fruits grown on soil originated from sand mining, Sumedang, Indonesia under greenhouse condition. Different types of organic matter i.e. chicken manure, goat manure, cow manure and rabbit manure were applied. Results of experiment showed that application of manures and AMF was significantly improved soil C-organic content, N-total, and C/N, as well as length of bud of dragon fruit plants. Planting soil from sand mine sites with dragon fruit combined with organic matter and mycorrhiza has potential as restoration tools on ecosystem of sand-mining areas.Keywords: Sand-mine, Mycorrhiza, Manure, Dragon fruitABSTRAKTanah pada lahan bekas tambang galian pasir memiliki tingkat kesuburan yang rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas tanah dan ekosistem di wilayah penambangan pasir adalah melalui aplikasi amelioran biologis berupa bahan organik, mikroba tanah, dan tanaman yang dikenal adaptif terhadap lahan berpasir, seperti buah naga (Hylocereus costaricensis). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian berbagai jenis pupuk kandang (PK: berasal dari kotoran ayam, kambing, sapi, dan kelinci) dan fungi mikoriza arbuskula (FMA) terhadap kandungan C-organik, N-total, C/N tanah dan panjang tunas bibit buah naga super merah yang ditanam pada tanah bekas tambang pasir asal Sumedang, Indonesia pada kondisi rumah kaca. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberikan pupuk kandang dan mikoriza meningkatkan kandungan C-organik, N-total, C/N tanah dan panjang tunas bibit buah naga super merah secara nyata. Kombinasi PK sapi dengan FMA atau PK kelinci tanpa FMA menghasilkan tunas bibit buah naga terbaik. Penanaman buah naga di lahan bekas tambang pasir yang dikombinasikan dengan pupuk kandang dan mikroba tanah seperti fungi mikoriza memiliki potensi sebagai sarana untuk restorasi ekosistem di wilayah penambangan pasir.Kata kunci: Tambang pasir galian C, Pupuk kandang, Mikoriza, Buah naga
Reproduksi, Fekunditas dan Lama Hidup Tiap Fase Perkembangan Plutella xylostella (Lepidoptera : Ypnomeutidae) pada Beberapa Jenis Tumbuhan Cruciferae Nenet Susniahti; Tarkus Suganda; Sudarjat Sudarjat; Danar Dono; Andhita Nadhirah
Agrikultura Vol 28, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.102 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i1.12296

Abstract

ABSTRACTReproduction, fecundity and period of each growth phase of Plutella xylostella on some species of crucifersPlutella xylostella L. is one of major pests of cabbage (Brassica oleracea). P. xylostella, also known as diamondback moth, is an oligophagous with limited host only a crucifers. The pest often causes damage on the plant in the low to high altitude of the land. It is able to attack cabbage leaf from seedling to harvesting. An alternative controlling method that can be done is by using potential parasitoid, Diadegma semiclausum. Its application can be done using conservation technique through environment modification such as planting ornamental plants as parasitoid food source and alternative host for P. xylostella. The research aimed to find alternative host for P. xylostella. Experiment was conducted at greenhouse of Department Plant Pests and Disease, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. Experiment was carried out by observation method using Randomized Blocked Design consisted of five treatments and four replications. The result demonstrated that Rorippa indica and Cardamine hirsuta were alternative host for P. xylostella. The average number of eggs laid on R. indica and C. hirsuta were 226.75 and 216.25 eggs, respectively. Survival rate of P. xylostella infested on R. indica was 32.50% whereas the survival rate of P. xylostella infested on C. hirsute was 28.75%. It can be concluded that P. xylostella was able to spend its whole life cycle on both plants.Keywords: Crucifers, Fecundity, Growth phase, P. xylostella, ReproductionABSTRAKPlutella xylostella L. merupakan salah satu hama utama kubis (Brassica oleracea). P. xylostella, juga dikenal sebagai Diamondback moth, yang bersifat oligofag dengan inang terbatas hanya pada tanaman kubis-kubisan. Hama ini sering menyebabkan kerusakan tanaman pada dataran rendah dan tinggi. Hama ini dapat menyerang pertanaman kubis pada saat bibit sampai panen. Sebuah metode pengendalian alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan parasitoid, Diadegma semiclausum. Penerapannya dapat dilakukan dengan menggunakan teknik konservasi melalui modifikasi lingkungan seperti menanam tanaman hias sebagai sumber pakan untuk parasitoid dan inang alternatif untuk P. xylostella. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan inang alternative dari P. xylostella. Percobaan dilakukan di rumah kaca Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Percobaan ini dilakukan dengan metode observasi menggunakan RancanganAcak Kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rorippa indica dan Cardamine hirsuta merupakan inang alternatif bagi P. xylostella. Rata-rata jumlah telur yang diletakan pada R. indica dan C. hirsuta adalah 226, 75 dan 216,25 butir. Kelulusan hidup P.xylostella yang di-infestasikan pada R. indica adalah 32,50% dan pada C. hirsuta adalah 28,75%. serta pada kedua jenis tanaman tersebut, P.xylostella dapat menyelesaikan seluruh siklus hidupnya.Kata Kunci : Cruciferae, Fase perkembangan, Fekunditas, P. xylostella, Reproduksi
Pola Hubungan Nutrisi Tajuk, Morfologi Tajuk, Komponen Tandan dan Komponen Hasil Kelapa Sawit pada Lahan Gambut di Kalimantan Tengah Saiful Afif Almatholib; Cucu Suherman; Meddy Rachmadi
Agrikultura Vol 28, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.529 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i1.12291

Abstract

ABSTRACTRelationship models of canopy nutrition, canopy morphology, bunch and yield components of oil palm on peat soil in Central KalimantanThe study was conducted in oil palm plantations with ten years old plant samples, located in Rungun Estate, Kotawaringin Barat, Central Kalimantan, Indonesia. The aim of this study was to determine several factors that affect the variables of canopy nutrition, canopy morphology, bunch and yield components in oil palm and also to determine the relationship between those variables. Observations were conducted on 40 oil palm plant samples at Histosols soil. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with the Smart PLS 3.0 software. The results showed that some factors of leaf Ca, rachis Ca, leaf B and leaf Cu affected canopy nutrition variable, number and length of leaflet affected the canopy morphology, while fruit set, stalk weight and stalk thickness for bunch component variable. The obtained relationship model was yield component affected by canopy nutrition through canopy morphology and bunch component.Keywords: Oil palm, Histosols soil, Relationship model, Plant componentABSTRAKPenelitian dilakukan di perkebunan kelapa sawit dengan tanaman berumur sepuluh tahun yang berlokasi di Rungun Estate, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Indonesia. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh faktor-faktor yang memengaruhi variabel nutrisi tajuk, morfologi tajuk, komponen tandan, dan komponen hasil kelapa sawit serta memperoleh pola hubungan antar variabel tersebut pada tanah Histosols. Hasil penelitian ini digunakan sebagai dasar analisis faktor pembatas produksi sesuai dengan jenis tanahnya. Pengamatan dilakukan pada kelompok tanaman yang berjumlah 40 tanaman di tanah gambut (Histosols). Data dianalisis menggunakan model persamaan struktural (Structural Equation Model) dengan software Smart PLS 3.0. Faktor-faktor yang memengaruh variabel berupa Ca daun, Ca rachis, B daun, dan Cu daun (pada nutrisi tajuk), fruit set, tebal bonggol, dan lebar bonggol (komponen tandan), jumlah anak daun dan panjang anak daun (morfologi tajuk). Pola hubungan yang diperoleh adalah komponen hasil dipengaruhi nutrisi tajuk melalui morfologi tajuk dan komponen tandan.Kata Kunci: Kelapa sawit, Pola hubungan, Komponen tanaman

Page 1 of 1 | Total Record : 8