cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agrikultura
ISSN : 08532885     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrikultura terbit tiga kali setahun (April, Agustus dan Desember), memuat artikel hasil penelitian dan kupasan (review) orisinal hasil dari penelitian yang sebagian telah dilakukan penulis, dan komunikasi singkat.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 3 (2017): Desember, 2017" : 8 Documents clear
Fluktuasi Populasi Lalat Buah Bactrocera spp. (Diptera : Tephritidae) pada Pertanaman Cabai Merah (Capsicum Annuum) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat Agus Susanto; Yadi Supriyadi; Tohidin Tohidin; Nenet Susniahti; Vickri Hafizh
Agrikultura Vol 28, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.899 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i3.15747

Abstract

ABSTRACTFluctuation population of fruit flies Batrocera spp. (Dipthera: Tephritidae) on chilli (Capsicum annuum) plantation areas in Bandung Regency, West JavaFruit flies (Bactrocera spp.) are destructive pest that cause damages to horticulture commodities such as fruits and vegetables. The purpose of this study was to investigate fluctuation population of fruit flies in relation to abiotic factors, such as temperature, rainfall, number of rainy days, and biotic factors, such as host phenology and natural enemies. The field experiment was conducted in Pulosari Village, Pangalengan, Bandung. This research used survey method by placing 20 fruit flies traps on host plants, in which 10 traps were being placed in the outside and the others were being placed in the inside within 10 meters distance per trap. Trapped flies were collected and their population was counted in every week. The results revealed that abiotitic factors (temperature, rainfall, number of rainy days) have non significant influence indicated by the regression analysis of each temperature (Y=-101.2+2298.7x; R2=0.253; P>0.05), rainfall (Y= 0.143+154.4x; R2 = 0.004; P> 0.05), and the number of rainy days (Y= 6.607+140.51x; R2 = 0.015; P>0.05). Meanwhile, fruit fly with the dominant population was Bactocera dorsalis which was included into sibling species of Bactrocera dorsalis Complex with number of population was 93% from specimen sample.Keywords: Fluctuation population, fruit flies, Batrocera dorsalis Complex, ChilliABSTRAKLalat buah (Bactrocera spp.) merupakan hama penting yang menyerang tanaman hortikultura baik buah-buahan ataupun sayuran buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi fluktuasi populasi lalat buah pada pertanaman cabai merah terhadap faktor abiotik berupa suhu, curah hujan, jumlah hari hujan dan faktor biotik berupa fenologi tanaman inang dan musuh alami. Percobaan ini dilaksanakan di Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Percobaan dilakukan menggunakan metode survei dengan memasang perangkap lalat buah pada lahan pertanaman cabai merah sebanyak 20 perangkap dengan 10 perangkap bagian luar dan 10 perangkap bagian dalam dengan jarak antar perangkap 10 meter. Hasil tangkapan dikumpulkan dan dihitung populasi lalat buah yang terperangkap setiap minggunya. Hasil penelitian menunjukan faktor abiotik (suhu, curah hujan, jumlah hari hujan) tidak memberikan pengaruh signifikan ditunjukan dengan analisis regresi masing-masing pada suhu ( Y= -101,2+ 2298,7x ; R2=0,253; P > 0,05), Curah hujan (Y= 0,143 + 154,4x ; R2= 0,004 ; P > 0,05), dan Jumlah hari hujan (Y= 6,607 + 140,51x ; R2=0,015 ; P > 0,05) Sedangkan lalat buah yang memiliki populasi paling dominan adalah Bactrocera dorsalis yang termasuk sibling dari spesies Bactrocera dorsalis Kompleks dengan jumlah populasi sebanyak 93% dari sampel spesimen.Kata kunci : Fluktuasi populasi, Lalat buah, Bactrocera dorsalis Kompleks, Cabai merah
Pengaruh Partikel Nano Abu Vulkanik dan Batuan Fosfat terhadap Muatan Variable dan Kemasaman Andisol Anne Yuliana; Mahfud Arifin; Nenny Nurlaeny
Agrikultura Vol 28, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.419 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i3.15743

Abstract

ABSTRACTThe effect of particle nano volcanic ash and rock phosphate on variable charge or zero point of charge (pH0) and soil acidity of AndisolsThis experiment aimed to find out the effect of particle nano volcanic ash and rock phosphate on variable charge or zero point of charge (pH0) and soil acidity of Andisols from Ciater Subang-West Java. This experiment was conducted from October 2016 to March 2017 at Soil fertility and Plant Nutrition Laboratory and Physic Soil Laboratory of Soil Science and Land Resources Department, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. The experiment was arranged in Completely Randomized Design consisted of two factors. The first factor was particle of nano volcanic ash consisted of 4 levels. The second factor was particle of nano rock phosphate consisted of 4 levels and 3 replications. The results showed that there was no interaction between nano particle of volcanic ash and rock on zero point of charge (pH0), but there was interaction effect on pH-H2O. Combination of 2.5% nano particle of volcanic ash and 0% nano particle of rock phosphate could reduce the value of zero point of charge (pH0) as much 28.57%. Combination of 5% volcanic ash nano particle and 7.5% rock phosphate nano particle dosage was the best treatment and could increase the value of soil acidity or pH-H2O until 20.36%.Keywords: Andisol, pHο, Rock phosphate, Volcanic ashABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh partikel nano abu vulkanik dan batuan fosfat terhadap muatan variable atau titik muatan nol (pH0) dan kemasaman tanah Andisols Ciater Subang-Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 sampai dengan Maret 2017 di Laboratorium Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman serta Laboratorium Fisika Tanah Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah partikel nano abu vulkanik yang terdiri dari 4 taraf. Faktor kedua adalah partikel nano batuan fosfat yang terdiri dari 4 taraf, diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara partikel nano abu vulkanik dan batuan fosfat terhadap titik muatan nol (pH0) namun terjadi interaksi antara kedua perlakuan tersebut terhadap kemasaman tanah (pH-H2O). Komposisi dosis yang paling baik dalam menurunkan pH0 adalah 2,5% partikel nano abu vulkanik dan 0% partikel nano batuan fosfat yaitu sebesar 28,57%, sedangkan komposisi dosis yang paling baik dalam meningkatkan pH-H2O adalah 5% partikel nano abu vulkanik dan 7,5% partikel nano batuan fosfat yaitu sebesar 20,36%.Kata Kunci: Abu vulkanik, Andisol, Batuan fosfat, pH0
Pemanfaatan Kulit Biji Hanjeli (Coix lacryma-jobi L.) sebagai Pupuk Silika Organik terhadap Pertumbuhan, Serapan P dan Si, serta Hasil Hanjeli pada Inceptisol Jatinangor Zaenal Mutaqin; Anni Yuniarti; Tati Nurmala; Eso Solihin
Agrikultura Vol 28, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.164 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i3.15748

Abstract

ABSTRACTUtilization of hanjeli seed skin as organic silica fertilizer in influencing the growth, P and Si absorption, and yield of hanjeli (Coix lacryma-jobi L.)This experiment was conducted to determine the effect of hanjeli seed shell as organic silica fertilizer on plant uptake and hanjeli pulut (Coix lacryma-jobi L.) yield on Inceptisol. The experiment was conducted in Experimental Station of Agriculture Faculty of Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang Regency, West Java Province. The research was carried out in the altitude of 822 meters above sea level (asl) from May 2017 to October 2017. The method used was a Randomized Block Design (RBD) consisting of ten treatments with three replications, i.e. control, NPK standard, NPK + ¼ silica emulsion, NPK + ½ silica emulsion, NPK + ¾ silica emulsion, NPK + 1 emulsion of ash silica, NPK + ¼ nano colloidal silica, NPK + ½ nano colloidal silica, NPK + ¾ nano colloidal silica, and NPK + 1 nano colloidal silica. The results showed that the application of silica fertilizer influenced the absorption and the yield of hanjeli plant. The treatment of NPK + 1 colloidal nano silica gave the highest hanjeli yield of 210.63 g/plant.Keywords: Hanjeli seed skin, Organic silica fertilizer, Plant absorption, YieldABSTRAKPercobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kulit biji hanjeli sebagai pupuk silika organik terhadap pertumbuhan, serapan tanaman, dan hasil hanjeli pulut (Coix lacryma-jobi L.) pada Inceptisol. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Lokasi penelitian berada pada ketinggian 822 meter di atas permukaan laut (dpl) pada bulan Mei 2017 sampai dengan Oktober 2017. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sepuluh perlakuan dengan tiga kali ulangan yaitu kontrol, NPK standar, NPK + ¼ emulsi abu silika, NPK + ½ emulsi abu silika, NPK + ¾ emulsi abu silika, NPK + 1 emulsi abu silika, NPK + ¼ nano koloid silika, NPK + ½ nano koloid silika, NPK + ¾ nano koloid silika, serta NPK + 1 nano koloid silika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian pupuk silika organik terhadap serapan P, Si tanaman dan hasil hanjeli. Perlakuan NPK + 1 nano koloid silika memberikan Serapan P, Si tanaman serta hasil hanjeli tertinggi dengan nilai masing-masing sebesar 0,61 g/tanaman, 7,56 g/tanaman, dan 210,63 g/tanaman.Kata Kunci: Kulit biji hanjeli, Pupuk Silika Organik, Serapan dan Hasil Hanjeli
Kemampuan Kompos dan Kompos Plus untuk Meningkatkan Ketahanan Tanaman Tomat terhadap Penyakit Bercak Coklat (Alternaria solani Sor.) Noor Istifadah; Nasrul Hakim
Agrikultura Vol 28, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.425 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i3.15742

Abstract

ABSTRACTAbilities of compost and compost plus to enhance tomato resistance to early blight (Alternaria solani Sor.)Compost can be used for organic fertilizer and also for disease control. To enhance its effectiveness, compost was fortified with antagonistic microbes and called compost plus. The aims of this study were to examine the potential of compost plus and its component, compost and antagonistic fungi (Trichoderma harzianum, Papulaspora sp. and Paecylomyces sp.) to enhance tomato resistance to early blight disease (Alternaria solani) and also to obtain the effective and efficient application methods of compost plus for enhancing the plant resistance. The results showed that compos, compost plus and T. harzianum enhanced the tomato resistance so that suppressed early blight disease by 39.2%-40.1%. The application methods were not significantly influenced the effectiveness of compost plus in enhancing the plant resistance. The application of compost plus as seed dressing, in the planting site or spraying water extract onto leaves solely or in combination suppress early blight disease by 31.96%-42.08%. The separation between the treatments and pathogen inoculation indicated the increase or induction of tomato resistance to the disease.Keywords: Antagonistic microbes, Trichoderma harzianum, Application method, Induced resistanceABSTRAKKompos selain dapat berfungsi sebagai pupuk organik juga dapat dimanfaatkan untuk pengendalian penyakit. Guna meningkatkan keefektifannya, kompos ditambah dengan jamur antagonis dan disebut ‘kompos plus’. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan kompos plus dan komponen penyusunnya yaitu kompos dan jamur antagonis (Trichoderma harzianum, Papulaspora sp. dan Paecylomyces sp.) untuk meningkatkan ketahanan tanaman tomat terhadap penyakit bercak coklat dan mendapatkan cara aplikasi kompos plus yang efektif dan efisien untuk meningkatkan ketahanan tanaman. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kompos plus, kompos, dan T. harzianum dapat meningkatkan ketahanan tanaman tomat sehingga menekan penyakit bercak coklat sebesar 39,2%-40,1%. Cara aplikasi kompos plus tidak berpengaruh secara nyata terhadap kemampuannya dalam meningkatkan ketahanan tanaman. Aplikasi kompos plus dengan cara perendaman benih dalam air rendaman kompos plus, aplikasi pada lubang tanam atau penyemprotan dengan air rendaman kompos baik secara tunggal maupun dengan cara gabungan dapat menekan penyakit bercak coklat sebesar 31,96%-42,08%. Pemisahan tempat antara perlakuan dengan inokulasi patogen mengindikasikan adanya peningkatan atau induksi ketahanan tanaman terhadap penyakit.Kata Kunci: Mikroba antagonis, Trichoderma harzianum, Cara aplikasi, Induksi ketahanan
Pengaruh Suara Predator terhadap Metabolisme dan Aktivitas Harian Tikus Sawah (Rattus argentiventer) di Laboratioum Ichsan Nurul Bari
Agrikultura Vol 28, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.055 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i3.15749

Abstract

ABSTRACTThe Effects of Recorded Predator Noise on Metabolism and Daily Activities of Rice-field RatThe use of poisonous rodenticides for controlling rice-field rat (Rattus argentiventer) in agricultural storehouses is the most common option, recently. This option was the easiest, the most effective and also efficient. In the other hand, the application of poisonous rodenticides causes various harmful risks. Rodenticides have potentialities for poisoning human, non-target animals, and other components of environment such as water and soil. The experiment aimed to explore the effects of recorded predator noise on metabolism and daily activities of rice-field rat. Results showed that the recorded of predator noise caused metabolic disorders that were indicated by the decrease of food and beverage intake by rice-field rat and the decrease of its body weight significantly, while the daily activities disorders were indicated by spending more time for locomotion and less time for foraging and resting. In conclusion, the treatments have an effect as repellent for rice-field rat.Keywords: Rice-field rat, Repellent, Pest, Metabolism, Daily activitiesABSTRAKPengendalian tikus sawah (Rattus argentiventer) di gudang-gudang tempat penyimpanan produk pertanian selama ini mengandalkan cara pengendalian kimiawi dengan menggunakan rodentisida. Salah satu potensi berbahaya dari cara pengendalian tersebut adalah sisa-sisa repihan rodentisida dapat pula mengontaminasi produk pertanian secara langsung, juga mengontaminasi lingkungan termasuk tanah dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi pengaruh rekaman suara predator tikus yang diputar secara terus menerus dan berulang-ulang terhadap metabolime dan aktivitas harian tikus sawah di laboratioum yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk pengedalian tikus sawah yang aman dan ramah lingkungan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa tikus sawah yang diberi perlakuan suara predator mengalami gangguan metabolime yang ditandai dengan konsumsi makan dan minum, serta produksi feses dan sekresi urin yang berbeda dengan kontrol di kandang metabolisme. Tikus sawah yang diberi perlakuan suara predator juga mengalami gangguan pola aktivitas harian yang ditandai dengan jumlah waktu yang dihabiskan untuk locomotion (bergerak), foraging (makan dan minum) dan resting (terdiam dan tidur) yang berbeda dengan kontrol. Hasil ini menunjukkan bahwa suara predator memiliki potensi untuk diaplikasikan pada lokasi-lokasi tertentu, terutama gudang penyimpanan produk pertanian dengan tujuan untuk menolak dan mengusir serangan tikus sawah.Kata Kunci: Tikus sawah, Repelen, Hama, Metabolisme, Aktivitas harian
Percepatan Penyediaan Benih Sumber Kedelai Unggul Secara In Vitro Erni Suminar; Sumadi Sumadi; Syariful Mubarok; Toto Sunarto; Nita Suswati Endah Rini
Agrikultura Vol 28, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.554 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i3.15744

Abstract

ABSTRACTIn vitro method to fasten availability high quality soybean seedsSoybean is an important crop as a source of food and its demand has increased every year. Several new varieties of soybean have been generated, but the number is still limited. Furthermore, the infestation of pests and infection of diseases have also limited the new soybean varieties production as it increase the risk of growth failure. Therefore, methods to fasten the availability of high quality of soybean seeds need to be developed. One of which can be done through in vitro culture method. The objective of this study was to obtain the best type and the best concentration of cytokinin for the growth of soybean explants in vitro. The experiment was conducted in Seed Technology and Tissue Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The experimental design used was Completely Randomized Design with 13 treatments and four replications. The basic media used were Murashige and Skoog (MS) + Vitamin B5 with addition of BAP (1.0 mg/l, 1.5 mg/l, and 2.0 mg/l), Kinetin (0.5 mg/l, 1.0 mg/l, and 1.5 mg/l), TDZ (0.01 mg/l, 0.1 mg/l, and 1.0 mg/l), and coconut water (10%, 15%, and 20%). The result showed that cytokinin types and concentrations gave different effect to soybean explant growth. The best treatment was demonstrated by BAP at the concentration of 1.5 mg/l as shown by the highest percentage of leaves and the number of shoots. However, it did not affect the percentage of buds produced by explant and the percentage of callus produced by explant.Keyword : BAP, Kinetin, TDZ, Coconut water, Soybean.AbstrakKedelai merupakan komoditas yang memegang peranan penting. Permintaan akan kedelai meningkat setiap tahunnya. Varietas kedelai baru yang bersifat unggul sudah banyak dihasilkan, namun jumlahnya masih terbatas. Tingginya serangan hama dan penyakit saat perbanyakkan benih di lapangan menyebabkan tingginya resiko kegagalan dalam pertumbuhan varietas baru tersebut. Sehingga perlu dilakukan percepatan penyediaan benih sumber varietas unggul di laboratorium secara in vitro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis dan konsentrasi sitokinin yang terbaik untuk pertumbuhan eksplan kedelai in vitro. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga belas perlakuan dan empat ulangan. Media dasar yang digunakan adalah Murashige dan Skoog (MS) + Vitamin B5 dengan penambahan BAP (1,0 mg/l; 1,5 mg/l; 2,0 mg/l), Kinetin (0,5 mg/l; 1,0 mg/l; 1,5 mg/l), TDZ (0,01 mg/l; 0,1 mg/l; 1,0 mg/l), dan air kelapa (10%; 15%; 20%). Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian jenis dan konsentrasi sitokinin memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan eksplan. Perlakuan terbaik diperoleh pada BAP dengankonsentrasi 1,5 mg/l yang ditunjukkan dengan tingginya persentase jumlah daun dan tunas yang terbentuk. Akan tetapi, penambahan sitokinin tersebut tidak memberikan pengaruh terhadap persentase eksplan dalam membentuk tunas dan persentase eksplan dalam membentuk kalus.Kata Kunci : BAP, Kinetin, TDZ, Air Kelapa, Kedelai
Efek Tiga Jenis Pohon Penaung terhadap Keragaman Serangga pada Pertanaman Kopi di Perkebunan Rakyat Manglayang, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung Siska Rasiska; Abdirrassyiddin Khairullah
Agrikultura Vol 28, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.152 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i3.15750

Abstract

ABSTRACTThe Effects of Three Types of Shade Trees on the Diversity of Insects in Coffee PlantationArabican coffee (Coffea arabica) is one of the plantation commodities that has economic, social, and ecological value in Indonesia. Commonly, coffee is grown in a shaded condition that will affect the diversity of insects. This research was aimed to study the effects of three types of shade trees on the diversity of insects in coffee plants. This research was conducted at Manglayang Peasant Coffee Plantation, Cipulus Village, Cilengkrang Subdistrict, Bandung Regency and the Entomology Laboratory, Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The method used was descriptive survey through observation with systematic diagonal method in selected locations based on three types of shade trees, namely suren (Toona sureni Merr), white teak (Gmelina arborea Roxb), and pine (Pinus merkusii Jungh). The results showed that diversity index of the insects of coffee plants in suren shade trees was low to medium, and the highest percentage of abundance was Empoasca sp. Coffee plant diversity index of the insects with white teak shade trees were medium with highest percentage abundance in the Agromyzidae family and Emposca sp. Coffee plant diversity index of the insect with pine shading trees was low to moderate with the highest abundance of Empoasca sp. and Agromyzidae family.Keywords: Shade tree, Diversity, Insect, Coffee plantABSTRAKKopi arabika (Coffea arabica) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan ekologis bagi masyarakat Indonesia. Pada umumnya, kopi ditanam pada kondisi ternaungi sehingga akan berpengaruh terhadap keragaman serangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek dari tiga jenis pohon penaung terhadap keragaman serangga pada pertanaman kopi. Penelitian dilakukan di Perkebunan Kopi Rakyat Manglayang, Desa Cipulus, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung dan Laboratorium Entomologi, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif dengan cara observasi dengan metode diagonal sistematis pada beberapa lokasi yang dipilih berdasarkan tiga jenis pohon penaung, yaitu suren (Toona sureni Merr), jati putih (Gmelina arborea Roxb), dan pinus (Pinus merkusii Jungh). Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga tanaman kopi pada tanaman penaung suren indeks keragamannya rendah sampai sedang, dan persentase kelimpahan tertingginya adalah Empoasca sp. Serangga tanaman kopi dengan pohon penaung jati putih indeks keragamannya sedang dengan persentase kelimpahan tertinggi pada family Agromyzidae dan Emposca sp. Serangga tanaman kopi dengan pohon penaung pinus indeks keragamannya rendah hingga sedang dengan kelimpahan tertinggi Empoasca sp. dan famili Agromyzidae.Kata Kunci: Pohon penaung, Keragaman, Serangga, Tanaman kopi
Uji Pendahuluan Efek Fungisida Bunga Kembang Telang (Clitoria ternatea L.) terhadap Jamur Fusarium oxysporum f.sp. cepae Penyebab Penyakit Moler pada Bawang Merah Tarkus Suganda; Satryo Restu Adhi
Agrikultura Vol 28, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.277 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i3.15746

Abstract

ABSTRACT Preliminary study on the fungicidal effect of butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) against Fusarium oxysporum f.sp. cepae, the causal agent of moler diseases on shallot Butterfly pea (Clitoria ternatea) has been known worldwide to possess numerous anti microbe substances, both against bacteria, fungi, nematodes, and insects. Researches were mostly conducted against human microbial pathogens, whereas only a few against plant pathogens, especially in Indonesia. A preliminary study has been carried out to reveal the fungicidal effects of flower extract in inhibiting the in-vitro growth of Fusarium oxysporum f.sp. cepae (FOC), the causal agent of moler diseases, one of the most destructive diseases on shallot. Results showed that the boiling extract of flower of butterfly pea at 5% concentration inhibited 46% the growth of FOC over control. Key words: Fungicidal effect, Cliteria ternatea, Fusarium oxysporum f.sp. cepae, In-vitro ABSTRAK Kembang telang (Clitoria ternatea) sudah lama dikenal di seluruh dunia mengandung berbagai senyawa antimikroba, baik terhadap bakteri, jamur, nematoda. bahkan insekta. Target utama patogen yang banyak diteliti adalah terhadap patogen penyakit pada manusia. Penelitian terhadap patogen tanaman, terutama di Indonesia masih sangat kurang. Uji pendahuluan sudah dilakukan untuk mengetahui efek fungisidal bunga kembang telang dalam menghambat pertumbuhan in-vitro jamur Fusarium oxysporum f.sp. cepae (FOC), penyebab penyakit moler yang sangat merugikan pada tanaman bawan merah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa air rebusan bunga kembang telang memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan biakan FOC. Pada konsentrasi 5%, efek penghambatannya mencapai 46% terhadap kontrol. Kata kunci: Efek fungisida, Cliteria ternatea, Fusarium oxysporum f.sp. cepae, In-vitro

Page 1 of 1 | Total Record : 8