cover
Contact Name
Siti Nur Qomariah
Contact Email
snurq18@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
snurq18@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journals of Ners Community
Published by Universitas Gresik
ISSN : 20870744     EISSN : 25412957     DOI : -
Core Subject : Health,
Journals of Ners Community hanya menerima naskah asli yang belum pernah diterbitkan. Naskah dapat berupa hasil penelitian, konsep-konsep pemikiran inovatif hasil tinjauan pustaka, kajian, dan analitis di bidang keperawatan dan kesehatan yang bermanfaat untuk menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik keperawatan profesional.
Arjuna Subject : -
Articles 1,434 Documents
REBUSAN JAMBU BIJI PUTIH MENURUNKAN KADAR GLUKOSA PASIEN DM TIPE 2 Mono Pratiko Gustomi; Astutik Rofidah
Journals of Ners Community Vol 4 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/j ners community.v4i2.61

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkanatau tingkat glukosa darah tidak dapat dikontrol. Air rebusan jambu biji putih adalah salahsatu buah yang mengandung pektin yang dapat menunda evakuasi lambung sehinggamembantu dalam proses pengendalian kadar gula darah. Kita bisa bertemu banyak jambubiji putih di Indonesia tetapi banyak orang tidak menggunakannya untuk obat. Air rebusanjambu biji putih memiliki pengaruh dalam mengendalikan kadar gula darah pada pasienDM tipe 2 di RSI Darus Syifa Surabaya perlu dijelaskan. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk menjelaskan pengaruh rebusan jambu biji putih terhadap kadar gula darah.Penelitian ini metode yang digunakan yaitu kuasi eksperimental. Sampel diambilberdasarkan kriteria inklusi dengan total sampling yang berjumlah 16 responden denganmenggunakan kuesioner. Variable independen pada penelitian ini adalah air rebusan jambubiji putih dan variabel dependen adalah penurunan kadar gula darah. Penelitian ini diujimenggunakan T-test dan independent T-test dengan tingkat kemaknaan α ≤ 0.05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar gula darah denganrata-rata 50.33g/ kg BB. Hasil uji statistik dengan menggunakan Independent T-testdidapatkan ρ = 0,02 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh rebusan jambu biji putihterhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2.Jambu biji putih mengandung pektin yang membuat gel di dalam lambung dan geldi saluran pencernaan, sehingga gel akan menunda evakuasi gaster yang menunda waktuuntuk penyerapan glukosa dalam usus halus. Peningkatan glukosa dalam darah secaraperlahan dapat meningkatkan reseptor insulin sehingga meningkatkan immobilisasi GLUT-4 untuk membran sel dan membuat glukosa masuk melalui sel membran dengan mudahsehingga kadar glukosa dalam darah menurun. Perlu penelitian lain dengan responden yanglebih besar dan untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi regulasiglukosa darah tingkat.Kata kunci: Psidium guajava putih, mengontrol kadar glukosa darah, Diabetes Mellitus tipe2 pasien.ABSTRACTDiabetes mellitus is a disease that is not curable or blood glucose levels can not becontrolled. Water boiled white guava is one of the fruits that contain pectin which candelay the evacuation of the stomach so that helps in the process of controlling blood sugarlevels. We can see a lot of white guava in Indonesia, but many people do not use it formedicine. Water boiled white guava have an effect in controlling blood sugar levels inpatients with type 2 diabetes mellitus in RSI Darul Shifa Surabaya need to be explained.The purpose of this study was to describe the influence of decoction of guava white onblood sugar levels.This research method used is quasi-experimental. Samples were taken based on theinclusion criteria with a total sampling of the 16 respondents to the questionnaire.Independent variable in this study is the water decoction of guava white and the dependent variable is a decrease in blood sugar levels. This study tested using t-test and independentt-test with significance level α ≤ 0:05.The results showed that there is a decrease in blood sugar levels by an average of50.33g / kg. The results of statistical tests using Independent T-test is obtained ρ = 0.02which indicates that there are significant decoction of guava white to decrease blood sugarlevels in patients with type 2 diabetes mellitus.White guava contains pectin which makes the gel in the gel in the stomach anddigestive tract, so that the gel will delay gastric evacuation time delay glucose absorptionin the small intestine. Increased glucose in the blood can slowly increase the insulinreceptor thereby increasing the immobilization of GLUT-4 to cell membranes and makesglucose enter through the cell membrane easily so that the levels of glucose in the blooddecreases. Keep in other studies with larger respondents and to consider the factors thatmay affect the regulation of blood glucose levels.Keywords: white psidium guajava, control blood glucose’s level, Diabetes Mellitus type 2patient.
KUALITAS PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN Rita Rahmawati; Aan Maudlihul Fikri
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.987 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v5i2.93

Abstract

ABSTRAKMutu pelayanan keperawatan merupakan gambaran total sifat dari suatu produkatau jasa pelayanan yang berhubungan dengan kemampuannya untuk memberikankebutuhan kepuasan. Sehingga untuk memenangkan sebuah persaingan dalam merebutpersaingan pasar, maka rumah sakit harus bisa memberikan jaminan rasa kepuasan padapasien. Masalah yang terjadi adalah kurang ramah atau kurang profesional perawat dalampelayanan keperawatan yang sangat terkait dengan kepuasan pasien dirumah sakit. Tujuanpenelitian ini untuk menganalisis hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan tingkatkepuasan pasien.Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi penelitian 33 pasien.Pengambilan sampel dengan purposive sampling, didapatkan sampel sebanyak 31responden sesuai kriteria inklusi. Variabel independen adalah mutu pelayanan keperawatandan variabel dependen adalah tingkat kepuasan pasien. Data diambil menggunakan teknikwawancara dan observasi.Hasil uji statistik spearman rho dengan taraf signifikan nilai p < 0,05. Hasilpenelitian ini menunjukkan nilai p= 0,586. Hal ini menunjukkan tidak ada hubungan mutupelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien.Tenaga perawat di rumah sakit merupakan tenaga paling banyak kontak danberinteraksi dengan pasien, sehingga pasien cenderung mengamati apa yang merekalakukan. Maka bila perawat menunjukkan mutu pelayanan keperawatan yang baik akanmenyebabkan meningkatnya tingkat kepuasan kepada pasienKata kunci: Mutu pelayanan keperawatan dan tingkat kepuasan pasienABSTRACTQuality of nursing service was the total of the nature of description a product orservice related to its ability to provide satisfaction to the patients needs. Problems thatoccur in the Dahlia were less friendly or less professional in nursing services. So to win acompetition in seizing market, the hospital most be able to guarantee of satisfaction inpatients.The research aim was to analyze the correlation quality with patients satisfactionlevel.The research was used cross sectional design. The population were 33 patients.Sample were selected by purposive sampling, the sample were 31 respondens withinclusion criteria. The independent variable was a quality of nursing service anddependent variable was patiens satisfaction level. The data were collected by usinginterview and questionnaire.The research result using spearman rho with the ρ < 0.05 significance degree. Theresult of this research was ρ = 0.586. It’s mean no correlation quality of nursing care withpatients satisfaction level.Most of patients intend to observed the quality of nursing service, because nursesare most interactive with patients. If nurses show good quality of nursing service, then itwill increase patients satisfaction level.Keywords : Quality of nursing service and Patient satisfaction level.
PENDIDIKAN SEKS TERHADAP PENCEGAHAN PERILAKU PENYIMPANGAN SEKSUAL PADA REMAJA (Effect of Sex Education to Sexual Deviation Behavior in Teenager) Khoiroh Umah; Teguh Saputro
Journals of Ners Community Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1637.404 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v7i1.116

Abstract

ABSTRAK           Perilaku seks menyimpang adalah aktivitas seksual yang dilakukan tanpa adanya hubungan pernikahan dan dilakukan tidak sewajarnya, bila hal ini di biarkan akan berdampak pada seks bebas dan perzinahan.          Desain penelitian ini menggunakan one-group pre-post-test design, dengan purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 30 responden. Variabel independennya adalah pendidikan seks, dan variabel dependennya adalah pencegahan perilaku penyimpangan seksual. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuisioner.          Dari hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil pengetahuan(α hitung) = 0,001dan korelasi Z= 3,302 artinya ada pengaruh kuat pendidikan seks terhadap pengetahuantentang pencegahan perilaku penyimpangan seksual pada remaja. Sikap(α hitung) = 0,001dan korelasi Z= 3,352 artinya ada pengaruh kuat pendidikan seks terhadap sikap tentang pencegahan perilaku penyimpangan seksual pada remaja. Tindakan(α hitung) = 0,000dan korelasi Z= 4,128 artinya ada pengaruh kuat pendidikan seks terhadap tindakan tentang pencegahan perilaku penyimpangan seksual pada remaja.          Pendidikan seks tentang pencegahan penyimpangan seksual sangat dibutuhkan untuk mempengaruhi perilaku remaja tentang penyimpangan seksual agar remaja tidak terjerumus pada kehidupan seks yang bebas dan perzinahan dan juga di perlukan peran orang tua, guru dan masyarakat untuk mengawasi perilaku remaja.Kata kunci: Pendidikan seks, perilaku (pengetahuan, sikap dan tindakan) penyimpangan seksual ABSTRACT Sexual deviation behavioris sexual activity without marriage and not properly, it also has an impact onfree sexand adultery. This research used one-group pre-post-test design, with purposive sampling. Samples were taken by 30 respondents. Independent variable was sex education, and the dependent variable was the prevention of sexual deviation behavior. The data of this research were taken by using a questionnaire.The statistical test of Wilcoxon Signed Rank Test results obtained knowledge (α count)=0.001and Z correlation=3.302, it means there is a strong influence of sex education on knowledge about the prevention of sexual deviation behaviorin adolescents. Attitude (α count) =0.001and Z correlation=3.352, it means there is a strong influence on the attitudes of sex education on the prevention of sexual deviation behavior in adolescents. Action (α count) =0.000 and Z correlation=4.128, it meansthere isa strong influence on the action of sex education on the prevention of sexual deviation behavior in adolescents.Sex education on the prevention of sexual perversion is needed to influence the behavior of adolescent in order not to fall in freesexandadultery, and it also needs the parent, teachers and the community role for monitoring the behavior of adolescents.Keywords: sex education, behavior (knowledge, attitudes and actions) sexual   deviation
ASI DAN CAMPURAN ASI-PASI TERHADAP STATUS GIZI PADA BAYI USIA 0 – 6 BULAN Udi Uson; Retno Twistiandayani; Mono Pratiko Gustomi
Journals of Ners Community Vol 4 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.163 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v4i1.19

Abstract

ABSTRAK ASI adalah makanan utama dan terbaik bagi bayi. Pada saat ini ada kecenderungan menurun jangka waktu yang lama dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi dan diganti dengan makanan buatan dengan botol susu sebagai pengganti ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian ASI dan ASI-campuran ASI terhadap status gizi bayi usia 0-6 bulan.Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental desain (post test control group design). Populasi yang digunakan semua bayi berusia 0-6 bulan untuk 50 orang dan sampel yang digunakan sebanyak 48 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling.Hasil penelitian efektivitas menyusui dan campuran ASI-susu terhadap status gizi pada bayi usia 0-6 bulan sebanyak 100%. Uji statistik dengan menggunakan uji Mann Witney U menunjukkan P = 1.000, nilai U = 4.000, yang lebih besar dari 0,05 yang berarti bahwa H1 ditolak, sehingga tidak ada perbedaan efektivitas antara menyusui dan ASI campuran susu terhadap status gizi bayi usia 0-6 bulan.Status gizi bayi yang diberikan ASI dengan bayi yang diberi ASI campuran tidak ada beda terhadap status gizi bayi, tapi orang-orang masih dianjurkan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi sampai usia 6 bulan karena banyak ASI memiliki keuntungan yang sangat dibutuhkan bayi yang dapat ditemukan di ASI atau susu formula pendamping. Kata kunci: ASI dan campuran ASI-susu, status gizi, bayi usia 0-6 bulan ABSTRACT Breast milk is the main and best food for babies. At this time there is a long downward trend in exclusive breastfeeding in infants and replaced with artificial feeding with milk bottles as a substitute for breast milk. This research was aim to know the effectiveness of breastfeeding and breast milk-a mixture of breast milk toward the nutritional status of infants aged 0-6 months.This research uses Quasy Experimental Design (post test only control group design). The population used in all infants aged 0-6 months for 50 people and the sample that is in use as much as 48 respondents using purposive sampling. Statistical test using Mann Withney U Test, with significant by P <0.05.Results showed the effectiveness of breastfeeding and mixed-milk escort milk toward the nutritional status in infants aged 0-6 months as many as 100%. From the statistical test by using the Mann Witney U test showed P = 1.000, U value = 4.000, which is greater than 0.05 which means that H1 is rejected, so there is no difference in effectiveness between breastfeeding and breast milk mix-milk escort nutritional status of mothers of infants aged 0-6 months.The nutritional status of infants given breast milk with babies who are given breast milk mix-matching breast milk, but people still advisable to give exclusive breastfeeding in infants up to age 6 months because a lot of breast milk has the advantage of much-needed baby which can be found on the companion breast milk or formula.Keywords : breastfeeding and breast mixed-mixture, nutritional status, infants aged 0-6 months
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MAKAN ANAK DENGAN PERILAKU ORANG TUA DALAM PEMBERIAN MAKAN PADA TODDLER (Relationship Between Children's Eating Behavior Behavior With Parents In Feeding On Toddler) Yulanticha Diaz Ahwalia Aziza
Journals of Ners Community Vol 8 No 2 (2017): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.248 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v8i2.431

Abstract

Usia toddler merupakan masa ketika anak belum mampu mandiri sepenuhnya untuk makan. Toddler bersifat sangat pemilih dan bahkan susah untuk makan, hal ini biasanya ditanggapi orang tua dengan mengikuti kemauan anaknya.  Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaku makan anak, perilaku orang tua dalam pemberian makan pada anak toddler, dan hubungan antar keduanya.Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 85 responden yang merupakan orang tua dengan anak usia 1–3 tahun di wilayah kerja Puskesmas Depok III Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan kuesioner perilaku makan anak dan kuesioner perilaku orang tua dalam pemberian makan pada anak. Teknik analisis statistik yang dipergunakan adalah korelasi Pearson product moment.Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku makan anak dengan perilaku orang tua dalam pemberian makan pada toddler (r=0.037; p=0.227). Perilaku makan anak yang dominan adalah desire to drink dan food responsiveness. Secara umum perilaku pemberian makan orang tua menunjukkan hasil yang cukup bagus.Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku makan anak dengan perilaku orang tua dalam pemberian makan pada toddler. Sehingga orang tua harus mengendalikan pola makan anak sehingga nutrisi yang masuk ke tubuh anak adekuat.Toddler memasuki tahap perkembangan dengan ciri khas memilih milih dalam makan. Peran orang tua dibutuhkan dalam menyediakan makanan yang bernutrisi sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak. Orang tua diharapkan untuk tidak secara permisif menuruti kemauan anak namun juga tidak memaksa anak untuk mengonsumsi makanan tertentu.  Kata kunci: perilaku makan anak, perilaku orang tua, pemberian makan pada anak, toddlerDOI : 10.5281/zenodo.1401030
GETAH POHON JARAK (Jatropha curcas) TOPICAL MEMPERCEPAT LAMA PENYEMBUHAN LUKA EKSISI MENCIT (Effect of Jarak Tree Topical Increase Wound Healing Excision Period of Mice) Yeni Priyandari; Siti Arfina Titi Maulidah
Journals of Ners Community Vol 6 No 2 (2015): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1946.087 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v6i2.52

Abstract

ABSTRAKLuka eksisi adalah luka yang  permukaan kulit dan lapisan di bawah akan terputus sampai kedalaman yang bervariasi namun tepi luka teratur dan diakibatkan oleh kejadian yang tidak sengaja seperti kecelakaan, trauma, atau terpapar oleh tekanan, panas sengatan matahari, atau bahan kimia. Tanaman jarak bisa menjadi alternative penyembuhan luka eksisi, karena pada getahnya banyak mengandung zat-zat yang diperlukan dalam proses penyembuhan luka. Zat-zat tersebut adalah alkaloid, saponin, flavonoid, dan tannin. Penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan pengaruh pemberian getah jarak topical terhadap lama penyembuhan luka eksisi pada mencit.Desain penelitian True eksperiment tentang lama penyembuhan luka antara perawatan luka eksisi dengan menggunakan getah pohon jarak dengan perawatan luka menggunakan NaCl 0,9% sebagai alat ukurnya menggunakan lembar observasi checklist dan analisa data menggunakan uji paired t-test.Hasil menunjukkan bahwa rata-rata penyembuhan luka setelah diberi getah pohon jarak yaitu 7,4 lebih cepat dari pada diberi NaCl 0,9% yaitu dengan rata-rata 14,6. Uji paired t test menunjukkan signifikan p value = 0,000 <a (0,05) yang bearti H1 diterima, sehingga ada pengaruh pemberian getah terhadap lama penyembuhan luka eksisi pada mencit.Pada luka eksisi penggunaan getah pohon jarak lebih disarankan. Getah pohon jarak merupakan bahan alamiah yang mudah didapat dan berharga murah sehingga dapat memudahkan penderita luka eksisi. Selain itu dapat mengurangi jumlah penanganan luka eksisi yang salah justru dapat memparah kondisi luka.                       Kata Kunci: Getah pohon jarak topikal, Lama penyembuhan, Luka eksisi. ABSTRACT                        Wound excision was wound surface layer under the skin and would cut to a various depth but wound edges was irregular and caused by accidental events such as accidents, trauma, or exposured to pressure, the blazing sun, or chemicals. Jatropha could be alternative excision wound healing, because the sap contained many substances that were required in the process of wound healing. These substances were alkaloids, saponins, flavonoids, and tannins. This study aimed to describe the effect of topical sap to Jarak excision wound healing period in mice.True research design experiment on healing wounds period between excision wound care using tree sap within the wound care using 0.9% NaCl as the measurement, it used a checklist observation sheets and analytic data used the paired t-test.The results showed that the average healing wounds after being given Jarak tree sap was 7.4 faster than the 0.9% NaCl with the average of 14.6. paired test t-test showed significant p value = 0.000 <a (0.05) that meant the H1 was accepted, so there was the effect of tree sap against excision wound healing period in mice.In wound excision using Jarak tree sap was preferred. Jarak tree sap was a natural material that was readily available and low cost that eased and facilitated patient wound excision. Moreover, it could reduce the number of incorrect handling of wounds excision that could actually aggravate the condition of the wound.   Keywords: Jarak tree sap topical, Healing period, Wound excision.
Strategi Keberhasilan Mahasiswa D3 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang Dalam Menghadapi OSCE (Objective Structured Clinical Examination): Studi Kualitatif zahid fikri
Journals of Ners Community Vol 9 No 2 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.221 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v9i2.678

Abstract

Metode OSCE memberikan harapan yang baik bagi institusi penyelenggara  pendidikan karena mendekatkan situasi seriel mungkin dengan kondisi pasien dirumah sakit, bagi mahasiswa yang siap tentunya akan merasa tertantang. Kesiapan diantara mahasiswa tentunya berbeda antara satu dengan yang lain disisi lain ada anggapan bahwa OSCE adalah hal yang menakutkan dalam sebuah pendidikan keperawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan eksplorasi strategi keberhasilan mahasiswa D3 keperawatan Fikes UMM dalam menghadapi OSCE pada mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan FIKES UMM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu suatu proses penelitian yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh sosial yang tidak dapat diukur. Penelitian kualitatif memiliki karakteristik bahwa keadaan yang sealamiah mungkin sebagai sumber data, menganalisis data secara induktif, dan berfokus kepada pemahaman partisipan dalam memandang pengalaman hidupnya. Jumlah responden pada penelitian ini sejumlah 15 mahasiswa D3 Keperawatan yang sudah pernah melakukan OSCE. Hasil penelitian didapatkan bahwa strategi mahasiswa dalam menghadapi OSCE sebagian besar mahasiswa melakukan kegiatan belajar, praktik kembali dengan teman, dan melihat video dari internet. Kegiatan OSCE sangat penting untuk dilakukan karena bisa mengasah skill dan kemampuan praktik mahasiswa dalam menghadapi praktik di rumah sakit. Hambata mahasiswa saat menghadapi OSCE seringkali lupa materi akibat gugup dan takut dengan dosen penguji. Sebagian besar mahasiswa berusaha optimal dalam OSCE dengan melakukan tindakan tarik napas dalam dan berdoa. DOI: 10.5281/zenodo.2629489
PERILAKU IBU DALAM PENATALAKSANAAN DIARE MENCEGAH DEHIDRASI ANAK (Mother Behavior on Handling Diarrhea Prevent Dehydration Occurance Grade of Children) Siti Nur Qomariah; Budi Setiawan
Journals of Ners Community Vol 6 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.46 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v6i1.84

Abstract

ABSTRAK Diare adalah peningkatan frekuensi buang air besar disertai cairan tiga kali atau lebih per hari. Jika tidak ditangani secara tepat akan menyebabkan dehidrasi atau komplikasi lainnya. Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian dehidrasi pada anak, salah satu dari hal ini adalah perilaku ibu yaitu: pengetahuan, sikap, dan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara perilaku ibu (pengetahuan, sikap dan tindakan) dalam penatalaksanaan diare dengan kejadian dehidrasi anak.Desain penelitian ini menggunakan analitik retrospektif. Sampel adalah 23 pasien diare di Ruang Anggrek RSUD Ibnu Sina Gresik dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan Spearman Rho korelasi dengan tingkat signifikan ρ <0,05.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dalam penatalaksanaan diare dengan kejadian dehidrasi pada anak (ρ = 0,000). Ada hubungan yang signifikan antara sikap ibu dalam penatalaksanaan diare dengan kejadian dehidrasi anak (ρ = 0,000). Ada hubungan yang signifikan antara tindakan ibu dalam penatalaksanaan diare dengan dehidrasi anak (ρ = 0,000).Sebuah pengetahuan yang baik tentang penanganan diare dapat mempengaruhi sikap dan praktek ibu tentang diare. Oleh karena itu, Ibu membutuhkan informasi lebih lanjut tentang penanganan diare untuk meningkatkan pengetahuan. Kata kunci: Perilaku ibu, Penatalaksanaan diare, Dehidrasi anak. ABSTRACT          Diarrhea is an increase frequency of liquids bowel movements of three times or more per day. If not handled sufficiently will cause dehydration or other complications. Many factors which influence occurrence dehydration grade of children, one of this is mother behavior (knowledge, attitude, and practice). This research was aim to explain the correlation between mother behavior (knowledge, attitude and practice) on handling of diarrhea case with occurrence dehydration grades of children.         This research design used retrospective analytic. The sample was 23 patients with diarrhea in Anggrek ward of RSUD Ibnu Sina Gresik by purposive sampling method. Data collected used questioner sheet and observation sheet, then analyzed by using Spearman’s Rho Correlation with significant level ρ < 0,05.          Result showed there was significant correlation between knowledge of mother on handling of diarrhea case with dehydration occurrence grade of children (ρ=0,000). There was significant correlation between attitude of mother on handling of diarrhea case with dehydration occurrence grades of children (ρ=0,000). There was significant correlation between practice of mother on handling of diarrhea case with dehydration occurrence grade of children (ρ=0,000).          A good knowledge about handling of diarrhea can influence mother’s attitude and practice on of diarrhea. Therefore, Mother needs more information about handling of diarrhea to increase her knowledge. Keywords : Mother  behavior,  Handling of diarrhea, Dehydration of Child.
TERAPI BERMAIN: ORIGAMI TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS DAN KOGNITIF ANAK PRASEKOLAH Yuanita Syaiful; Dwi Wahyuni Rahmawati
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/j ners community.v5i2.107

Abstract

ABSTRAKAnak prasekolah adalah mereka yang berusia antara 3-6 tahun. Pada masa kanakkanakketerampilan motorik berkembang sejalan dengan perkembangan kemampuankognitif anak. Anak-anak berusia 4-6 tahun memiliki banyak keunggulan dalam hal fisikmelalui motorik bila dilakukan dengan permainan atau modifikasi permainan. Salah satupermainan yang dapat meningkatkan motorik halus dan perkembangan kognitif anak-anakprasekolah adalah terapi bermain: origami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisispengaruh terapi bermain: origami pada motorik halus dan perkembangan kognitifprasekolah (4-5 tahun).Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan satu kelompokpretest-posttest. Populasi sebanyak 25 anak, sampel direkrut menggunakan purposivesampling didapatkan besar sampel 24 anak usia 4-5 tahun dari kelas A2 TK Aisyiyah 24BP Wetan pada bulan Maret 2012. Variabel bebas adalah terapi origami dan variabelterikat adalah pengembangan baik motorik dan kognitif. Data dikumpulkan denganmenggunakan lembar observasi dan data tersebut dianalisis uji Wilcoxon dengan tingkatsignifikansi p <0,05.Hasil uji statistik dari motorik halus dan perkembangan kognitif anak-anakprasekolah (4-5 tahun) sebelum dan sesudah terapi origami (p = 0,001). Ini berarti bahwaterapi origami memiliki efek yang signifikan terhadap motorik halus dan perkembangankognitif anak prasekolah (4-5 tahun).Lembaga pendidikan, terutama anak-anak TK keperawatan dapat menggunakanterapi origami untuk meningkatkan motorik halus dan perkembangan kognitif anakprasekolah.Kata kunci: Origami, motorik halus, kognitif, anak prasekolahABSTRACTPreschool children are those aged between three to six years. On childhood motorskills develop in line with the development of children's cognitive abilities. Children aged4-6 years through the preschool has many advantages in physical terms through the motorwhen it's done with the games or game modifications. One game that can improve finemotor and cognitive development of preschool children is origami therapy. The researchwas aimed to analyze the effect of origami therapy on fine motor and cognitivedevelopment of preschool children (4-5 years).This researched used a pre-experimental with one group pretest-posttest design.Population of 25 children, the sample were recruited used purposive sampling with asample of 24 children aged 4-5 years from A2 class kindergarten Aisyiyah 24 BP Wetan onMarch 2012. The independent variable is origami therapy and the dependent variable wasthe development of fine motor and cognitive. Data were collected using observation sheetand those data were analysed Wilcoxon signed rank test with significance level p <0,05.The results of statistical tests of fine motor and cognitive development of preschoolchildren (4-5 years) before and after origami therapy (p = 0,001). It means that origamitherapy had significant effect to fine motor and cognitive development of preschoolchildren (4-5 years). Based on the results, educational institutions, especially the kindergarten nursingchildren can use origami therapy to improve fine motor and cognitive development ofpreschoolers.Keywords: Origami, Fine motor, Cognitive, Preschool child
PERAWATAN LUKA MENGGUNAKAN HYDROPHOBIC DRESSING TANPA SALEP MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA INFEKSI Suyanto Suyanto; Roihatul Zahroh; Mono Pratiko Gustomi
Journals of Ners Community Vol 3 No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/j ners community.v3i2.10

Abstract

ABSTRAK Perawatan luka adalah penggantian sel yang rusak atau mati dengan sel baru. Teknik perawatan luka dengan menggunakan teknik hidrofobik atau tenik perawatan yang mempertahankan area luka tetap lembab. Prinsip membersihkan luka adalah menghilangkan nanah, bakteri, dan jamur saat mengganti perban. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perawatan luka dengan menggunakan teknik hidrofobik tanpa salep terhadap kecepatan penyembuhan luka infeksi.Desain penelitian ini adalah pra-eksperimen. Populasi adalah semua klien luka infeksi pada Dahlia, bangsal bedah RSUD Ibnu Sina Gresik. Sampel terdiri dari 19 responden dengan teknik purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi. Variabel independen adalah perawatan luka menggunakan teknik hidrofobik tanpa salep, dan variabel tergantung adalah kecepatan penyembuhan luka infeksi. Pengumpulan data dengan observasi mulai hari kedua sampai hari ke-14 satu kali setiap dua hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan menggunakan teknik dressing hidrofobik tanpa salep terhadap percepatan penyembuhan luka infeksi. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik wilcoxon dengan tingkat standart r <0,05. Hasil dari uji statistik adalah: dressing hidrofobik: 0,001, tidak ada exudat: 0,001, tidak ada rasa sakit 0,000, ada tanda-tanda merah: 0,000, dan tidak ada edema: 0,000.Hasil penelitian ini bisa sebagai panduan perawatan luka dengan menggunakan dressing hidrofobik tanpa salep untuk luka infeksi, sehingga membantu mempercepat penyembuhan luka Kata kunci: Perawatan Luka, Dressing hidrofobik, Penyembuhan Luka, Infeksi. ABSTRACT Wound care is replacement of death or broken cells by strength cells and traumatic organs. Wound care technic using hydrophobic dressing no ointment is a care technic ointment less with maintain humidity wound area. In principle, that material can cleaning removed wound, pus, debris, bacterial, fungus when dressing replacement. The purpose of this research is knowing effect of wound care using Hydrophobic Dressing no ointment to wound velocity.This research design is pre-experiment. The population is all of client wound infection at Dahlia, surgery ward of RSUD Ibnu Sina Gresik. And sample consist of 19 respondent with purpose sampling technic as inclusion criteria. Independent variable is wound care using hydrophobic dressing no ointment, and dependent’s one is infection wound care. Data collection take with observation starting second to 14th day every once in two day.The research result shows that there is an effect wound care significant using hydrophobic dressing no ointment to period of, degree of healing and infection signs. Data analyzed using wilcoxon rank test statistic with standart level r <0,05. From result number with healing sign are: joint wound care side: 0.001, no exudat: 0.001, no pain 0.000, no red sign: 0.000, no oedema: 0.000.At this research could be as a wound care manual using hydrophobic dressing no ointment to wound infection, so that help wound healing velocity Keywords : Wound Care, Hydrophobic Dressing, Wound Healing, Infection.

Page 8 of 144 | Total Record : 1434


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 2 (2025): Journals of Ners Community Vol 16 No 1 (2025): Journals of Ners Community Vol 15 No 2 (2024): Journals of Ners Community Vol 15 No 1 (2024): Journals of Ners Community Vol 14 No 4 (2023): Journals of Ners Community Vol 14 No 3 (2023): Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community Vol 14 No 1 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2023): Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community Vol 13 No 4 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2022): Journals of Ners Community Vol 13 No 1 (2022): Journals of Ners Community Vol 12 No 2 (2021): Journals of Ners Community Vol 12 No 1 (2021): Journals of Ners Community Vol 11 No 2 (2020): Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community Vol 9 No 2 (2018): Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community Vol 8 No 2 (2017): Journals of Ners Community Vol 8 No 1 (2017): Journals of Ners Community Vol 7 No 2 (2016): Journals of Ners Community Vol 7 No 1 (2016) Vol 6 No 2 (2015): Journals of Ners Community Vol 6 No 1 (2015) Vol 5 No 2 (2014) Vol 5 No 1 (2014) Vol 4 No 2 (2013) Vol 4 No 1 (2013) Vol 3 No 2 (2012) Vol 3 No 1 (2012) More Issue