cover
Contact Name
Jatmiko Wahyudi
Contact Email
jatmiko.mil@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.litbangpati@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
ISSN : 19782306     EISSN : 26556618     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Litbang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Pati dengan p-ISSN 1978-2306 dan e-ISSN 2655-6618. Jurnal Litbang terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2018): Juni" : 14 Documents clear
HUBUNGAN USIA DAN STATUS PEKERJAAN IBU DENGAN KEJADIAN KURANG ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL Ernawati, Aeda
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.969 KB)

Abstract

ENGLISHThe number of pregnant women with chronic energy deficiency in Pati Regency increases in the last three years.The purpose of this study is to analyze the relationship the age factor and the occupation of pregnant women towardchronic energy deficiency in pregnant women in Puskesmas Gabus I. This studi uses a quantitative approach with cross sectional design.The study is conducted at Puskesmas Gabus I.The populationare 194 pregnant women and 132 of them are used as the study sample obtained by simple random sampling. Statistical test uses chi square and risk estimation uses rasio prevalence. The results show that there is a correlationbetween maternal age and occupationn chronic energy deficiency in pregnant women. Mothers who are pregnant at too young (35 years) have risk experiencing chronic energy deficiency. In addition, the pregnant women without job. Therefore, it is important to promote pregnancy at a healthy reproductive age as well as to improve household’s incomes. INDONESIAPrevalensi ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Kabupaten Pati mengalami peningkatan. Data prevalensi ibu hamil KEK dari tahun 2014 sampai 2016 berturut-turut yaitu 6,43%, 7,47%, dan 8,03%.Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor usia ibu hamil dan status pekerjaan terhadap kejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Gabus I. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Lokasi penelitian di Puskesmas Gabus I Jumlah populasi sebanyak 194 ibu hamil dan diambil sampel sebanyak 132 orang dengan teknik simple random sampling. Uji statistic menggunakan chi square dan estimasi risiko menggunaka rasio prevalence. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan usia ibu hamil dan status pekerjaan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Ibu yang hamil pada usia terlalu muda (< 20 tahun) atau terlalu tua (>35 tahun) berisiko mengalami KEK. Selain itu ibu hamil yang hanya beraktivitas sebagai ibu rumah tangga (tidak bekerja)berisiko mengalami KEK. Perlu upaya promosi kesehatan tentang pentingnya kehamilan di usia reproduksi sehat dan upaya peningkatanpenghasilan pada ibu rumah tangga.
PENERAPAN MODEL MERSIS PRO PADA PEMBELAJARAN SISTEM KOLOID UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF DAN HASIL BELAJAR SISWA Nurhayati, Idha
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.969 KB)

Abstract

ENGLISHThe students of 11th grade Science 6 SMAN 1 Pati, school year 2016/2017 performed low metacognitive ability and learning outcome on colloid system material. This research aimed to describe the increase of metacognitive ability and learning outcomes through Mersis Pro models on Colloid System material. A total of 32 students eleventh grade were involved in a class action research, which consisted of 2 cycles. Furthermore, every cycle was divided into four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The data were collected through documentation, observation and questionnaire. Data analysis used both qualitative and quantitative descriptive methods. The results showed that: (1) learning process increased by 15.97%, (2) learning activity increased by 15.60 %, (3) metacognitive ability increased by 12.51%, (4) learning outcomes increased by 14.68%. Mersis Pro model was proved as an active, creative, effective, challenging and fun learning method. INDONESIAHasil belajar siswa kelas XI 6 SMAN 1 Pati tahun pelajaran 2016/2017 pada materi Sistem Koloid menunjukkan hasil belajar dan kemampuan metacognitif yang cenderung rendah. Tujuan penelitian adalah menggambarkan peningkatan kemampuan metakognitif dan hasil belajar siswa melalui model Mersis Pro pada pembelajaran Sistem Koloid. Subjek dalam penelitian ini adalah 32 siswa kelas XI IPA 6 SMAN 1 Pati tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data penelitian diperoleh dari dokumentasi, observasi dan kuesioner. Analis data menggunakan metode deskriptif, baik kualitatif maupun kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) proses belajar meningkat sebesar 15,97%, (2) aktivitas belajar meningkat sebesar 15,60%, (3) kemampuan metakognitif meningkat sebesar 12,51%, (4) hasil belajar meningkat sebesar 14,68. Model Mersis Pro terbukti sebagai metode pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, menantang dan menyenangkan.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATERI MASALAH-MASALAH EKONOMI MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL ICE BREAKING Hastiyaningsih, Anik
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.969 KB)

Abstract

ENGLISHThe learning outcomes on the economic issues material of the students in the grade 10th social-3 SMAN 3 were low. It was indicated that the students had low motivation to learn that material. Therefore, the teacher applied ice breaking as a learning method to promote students’ motivation and learning outcomes. This research aimed to compare students’ motivation and learning outcomes on economic issue material before and after the application of ice breaking model. It used action class approach, in which 36 students participated as respondents. It comprised two cycles, which each cycle consisted of four stages, namely: planning, action, observation, and reflection. Data were collected through test and observation and then were analyzed using the quantitative-qualitative descriptive method. The research concluded: (1) the students showed higher motivation on learning activities after the researcher applied ice breaking method. They paid more attention and were active answering questions; and (2) there was the increase in the students learning outcomes, i. e, 62.08 on precycle; 70.28 on cycle I; and 76.81 on cycle II. Furthermore, the number of students passed the standard of minimum completion (KKM) increased as well, that were 10 students in precycle, 20 students in cycle I, and 31 students in cycle II. INDONESIAHasil belajar kelas X IPS3 SMAN 3 tentang materi masalah-masalah ekonomi cenderung rendah. Para siswa memiliki motivasi yang rendah dalam mempelajari materi tersebut. Oleh karena itu, guru menerapkan metode belajar ice breaking untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian adalah membandingkan motivasi dan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penggunaan metode ice breaking. Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas, dengan menyertakan 36 siswa sebagai subjek penelitian.peneltiandilakukan dalam dua Siklus, dimana setiap Siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, penerapan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan tes dan observasi, selanjutnya data diolah dengan metode deskriptif kuantitatif-kualitatif. Hasil penelitian adalah (1) para siswa menunjukkan motivasi yang lebih tinggi setelah penerapan ice breaking, tercermin dalam perhatian yang lebih baik selama pembelajaran dan keaktifan dalam menjawab soal; dan (2) terjadi peningkatan hasil belajar, yaitu 62,08 pada kondisi awal, 70,28 pada Siklus I, dan 76,81 pada Siklus 2. Selain itu, jumlah siswa yang memenuhi KKM juga meningkat, yaitu 10 siswa pada kondisi awal,20 siswa pada Siklus I, dan 31 siswa pada Siklus II.
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF Wahyudi, Jatmiko; Prayitno, Hermain Teguh; Astuti, Arieyanti Dwi
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.969 KB)

Abstract

ENGLISHThe amount of waste generation continued to increase in Indonesia due to economic development and population growth. In addition, the diversity of solid waste becomes another problem since products made from plastics became widely used and were discarded in large amounts. Plastic waste can be converted into fuel through pirolisis in order to reduce the amount of plastic waste as well as to produce alternative fuel. Pyrolysis is a process of thermal degradation in the absence of oxygen. The objective of this study is to investigate and to compare the performace of fuel produced by pyrolisys, kerosene and diesel oil. The performance of those fuels is investigated in 4 parameters including density, burning time, temperature of water and the volume of water evaporated. The result of this study are 1) the density 0.8 g/ml; burning time 4.02 minutes; water temperature 75°C and water evaporated 12.6 ml. 2) Compared to kerosene and diesel oil, the quality of the fuel is lower than kerosene and higher than diesel oil in all parameters. INDONESIAPertumbuhan penduduk dan ekonomi menyebabkan terjadinya peningkatan produksi sampah khususnya sampah plastik. Pirolisis merupakan proses perekahan atau pemecahan rantai polimer menjadi senyawa yang lebih sederhana melalui proses thermal (pemanasan/pembakaran) dengan tanpa maupun sedikit oksigen. Sampah plastik bisa diurai dan diubah menjadi bahan bakar yang memiliki nilai kalor yang tinggi melalui proses pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kemampuan minyak hasil pirolisis plastik dengan minyak tanah dan solar dalam hal massa jenis, lama pembakaran, temperatur air dan volume air yang hilang (menguap) saat dimasak menggunakan minyak tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) massa jenis minyak pirolisis adalah 0,8 g/ml. Waktu yang dibutuhkan untuk membakar habis suatu benda adalah 4,02 menit. Pemasakan air menggunakan bahan bakar minyak pirolisis menghasilkan temperatur 75°C pada waktu pemasakan 4 menit dengan volume air yang hilang (menguap) sebesar 12,6 ml. 2) Dari 4 parameter yang diamati, kualitas minyak pirolisis berada di bawah minyak tanah namun di atas minyak solar.
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PASOKAN PANGAN DOMESTIK TELUR AYAM DI KABUPATEN PATI Suroso, Suroso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.969 KB)

Abstract

ENGLISHFood supply is very important to ensure adequate food comsumption for community. The objectives of the research are: (1) to analyze the production of chicken eggs; (2) to analyze the consumption of chicken eggs; and (3) to analyze the balance and food supply chain of chicken eggs in the study area.This research used descriptive-quantitative approach. The research used primary and secondary data. Data collecting was conducted by interview and survey. The reserch used descriptive analysis. The research has 3 findings. Firstly, in Pati Regency production of race chicken eggs are 13,008,982 granules equal to 455,922.69 kilograms and the consumption of race chicken eggs are 455,922.69 kilograms so it has minus balance (-7,465,713.83) kilograms of race chicken eggs for a year. Secondly, the production local chicken eggs are 23,355,221 granules eggs equal to 830,745.21 kilograms and the consumption of local chicken eggs are 198,392.25 kilograms so it has surplus balance 632,353 kilograms of local chicken eggs for a year. Thirdly, in composite, the production of chicken eggs is less than consumption of chichen eggs and the supply of chicken eggs in Pati Regency is mostly derived from other regions including: Tuban, Blitar, Lamongan, Nganjuk and Bojonegoro. Then the sale trade of chicken eggs fot outside market is just little especially in the market of Kudus Regency. INDONESIAPasokan pangan sangat penting untuk menjamin konsumsi pangan memadai bagi masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan: (1) menganalisa tingkat produksi telur ayam; (2) menganalisa tingkat konsumsi telur ayam dan (3) menganalisa neraca dan rantai pasokan pangan komoditas telur ayam di area studi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif. Data penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan survey. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini memiliki 3 temuan. Pertama, Kabupaten Pati memiliki produksi telur ayam ras sebanyak 13.008.982 butir setara dengan 455.922,69 kg dan konsumsi telur ayam ras sebanyak 8.116.162,95 kg maka daerah ini memiliki neraca minus (-7.465.713,83) kg telur ayam ras per tahun. Kedua, Kabupaten Pati memiliki produksi neto telur ayam buras 23.355.221 butir setara dengan 830.745,21 kg dan konsumsi telur ayam buras sebanyak 198.392,25 kg maka daerah ini memiliki neraca surplus 632.353 kg telur ayam buras per tahun. Ketiga, secara komposit, produksi telur di Kabupaten Pati lebih sedikit dibandingkan konsumsi telur dan rantai pasokan pangan komoditas telur ayam sebagian besar didatangkan dari luar daerah meliputi: Tuban, Blitar, Lamongan, Nganjuk dan Bojonegoro. Kemudian perdagangan penjualan telur ayam keluar daerah relatif kecil dengan target pasar Kabupaten Kudus.
STRATEGI PENGEMBANGAN BANK SAMPAH DI KABUPATEN PATI Riswana, Iwan; Rukmana, Didi; Bulkis, Sitti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.969 KB)

Abstract

ENGLISHTrash bank is a place for sorting and collecting of trash that can be recycled or reused which has economic value. This research aimed to formulate the strategy of trash bank development in the settlement of Pati Regency. This research used descriptive method with quantitative and qualitative approach (mix method). The data were collected through observation, interviews, and document study. The research was conducted in Pati Regency. The result indicates that the sustainability level of trash bank in Pati Regency is at 60%. It means that the trash bank system is considered normal. There are 6 groups which are influential and have interests in the trash banks that are Environmental Office of Pati Regency, Village Government, customers, collectors, scavengers and the community. The main strategies that can be used in the development of trash banks are: 1) encouraging Environmental Office of Pati Regency to provide training and ready to accommodate and to buy the trash products; 2) Along with village government, environmental office conduct socialization of proper waste management and optimization of waste bank management. INDONESIABank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan atau diguna ulang yang memiliki nilai ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah mencari strategi pengembangan bank sampah pemukiman di Kabupaten Pati. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan di Kabupaten Pati. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Data diolah dan dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan aspek keberlanjutan bank sampah di Kabupaten Pati berada pada angka 60% yang berarti sistem bank sampah dianggap wajar. Terdapat enam kelompok yang berpengaruh dan berkepentingan terhadap bank sampah, yaitu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati, pemerintah desa, nasabah, pengepul, pemulung dan masyarakat. Strategi utama yang dapat digunakan dalam pengembangan bank sampah adalah : 1) mendorong Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati untuk memberikan pelatihan dan siap menampung serta membeli produk kerajinan sampah; dan 2) bersama Pemerintah Desa melakukan sosialisasi terkait pengelolaan sampah dan pengoptimalan manajemen bank sampah.
TINGKAT KETAHANAN PANGAN PADA RUMAH TANGGA MISKIN DI DAERAH RAWAN BANJIR (Studi di Desa Tanjang dan Desa Kosekan Kecamatan Gabus Kabupaten Pati) Damayanti, Herna Octivia
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.969 KB)

Abstract

ENGLISHFood security is a key issue in the fulfillment of peoples welfare. The condition of food insecurity that can be called vulnerable food is experienced mostly by the poor. Besides economic factors, food insecurity can occur in flood vulnerable area. Objectives of the research are: (1) to analyze the food security level in the poor households; and (2) to analyze the inequality of food security. This quantitative descriptive research was conducted between March and September 2017 in Tanjang village and Kosekan village, Gabus Subdistrict, Pati regency. Sampling size is 89 households consisting of 41 households in Kosekan village and 48 households in Tanjang village. Data analysis: (1) food security with Current Population Survei (CPS) Food Security Suplement and (2) the inequality of food security statistically. Results of the research: (1) the food security index of poor households in Tanjang and Kosekan villages can be categorized as food resistant households; and (2) the level of food inequality of Tanjang and Kosekan villages were similar or not significantly different. INDONESIAKetahanan pangan merupakan isu pokok dalam pemenuhan kesejahteraan masyarakat. Kondisi tidak tahan pangan disebut juga rawan pangan banyak dialami oleh golongan masyarakat atau rumah tangga miskin. Selain karena faktor ekonomi, kerawanan pangan dapat terjadi di daerah rawan banjir. Tujuan penelitian : (1) menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga miskin; (2) menganalisis ketimpangan ketahanan pangan. Penelitian deskriptif kuantitatif ini dilakukan bulan Maret-September 2017 dengan lokasi di Desa Tanjang dan Desa Kosekan Kecamatan Gabus Kabupaten Pati. Jumlah sampel Desa Kosekan 41 KK dan Desa Tanjang 48 KK. Analisis data : (1) ketahanan pangan dengan Current Population Survei (CPS) Food Security Suplement dan (2) ketimpangan ketahanan pangan rumah tangga miskin secara statistik. Hasil penelitian yaitu (1) indeks ketahanan pangan rumah tangga miskin di Desa Tanjang dan Desa Kosekan termasuk kategori rumah tangga tahan pangan dan (2) tingkat ketimpangan pangan Desa Tanjang dan Desa Kosekan sama atau tidak berbeda nyata (tidak signifikan).
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BAHAN BAKAR ALTERNATIF Wahyudi, Jatmiko; Prayitno, Hermain Teguh; Astuti, Arieyanti Dwi
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.82 KB) | DOI: 10.33658/jl.v14i1.109

Abstract

ENGLISHThe amount of waste generation continued to increase in Indonesia due to economic development and population growth. In addition, the diversity of solid waste becomes another problem since products made from plastics became widely used and were discarded in large amounts. Plastic waste can be converted into fuel through pirolisis in order to reduce the amount of plastic waste as well as to produce alternative fuel. Pyrolysis is a process of thermal degradation in the absence of oxygen. The objective of this study is to investigate and to compare the performace of fuel produced by pyrolisys, kerosene and diesel oil. The performance of those fuels is investigated in 4 parameters including density, burning time, temperature of water and the volume of water evaporated. The result of this study are 1) the density 0.8 g/ml; burning time 4.02 minutes; water temperature 75°C and water evaporated 12.6 ml. 2) Compared to kerosene and diesel oil, the quality of the fuel is lower than kerosene and higher than diesel oil in all parameters. INDONESIAPertumbuhan penduduk dan ekonomi menyebabkan terjadinya peningkatan produksi sampah khususnya sampah plastik. Pirolisis merupakan proses perekahan atau pemecahan rantai polimer menjadi senyawa yang lebih sederhana melalui proses thermal (pemanasan/pembakaran) dengan tanpa maupun sedikit oksigen. Sampah plastik bisa diurai dan diubah menjadi bahan bakar yang memiliki nilai kalor yang tinggi melalui proses pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kemampuan minyak hasil pirolisis plastik dengan minyak tanah dan solar dalam hal massa jenis, lama pembakaran, temperatur air dan volume air yang hilang (menguap) saat dimasak menggunakan minyak tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) massa jenis minyak pirolisis adalah 0,8 g/ml. Waktu yang dibutuhkan untuk membakar habis suatu benda adalah 4,02 menit. Pemasakan air menggunakan bahan bakar minyak pirolisis menghasilkan temperatur 75°C pada waktu pemasakan 4 menit dengan volume air yang hilang (menguap) sebesar 12,6 ml. 2) Dari 4 parameter yang diamati, kualitas minyak pirolisis berada di bawah minyak tanah namun di atas minyak solar.
KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PASOKAN PANGAN DOMESTIK TELUR AYAM DI KABUPATEN PATI Suroso, Suroso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.412 KB) | DOI: 10.33658/jl.v14i1.104

Abstract

ENGLISHFood supply is very important to ensure adequate food comsumption for community. The objectives of the research are: (1) to analyze the production of chicken eggs; (2) to analyze the consumption of chicken eggs; and (3) to analyze the balance and food supply chain of chicken eggs in the study area.This research used descriptive-quantitative approach. The research used primary and secondary data. Data collecting was conducted by interview and survey. The reserch used descriptive analysis. The research has 3 findings. Firstly, in Pati Regency production of race chicken eggs are 13,008,982 granules equal to 455,922.69 kilograms and the consumption of race chicken eggs are 455,922.69 kilograms so it has minus balance (-7,465,713.83) kilograms of race chicken eggs for a year. Secondly, the production local chicken eggs are 23,355,221 granules eggs equal to 830,745.21 kilograms and the consumption of local chicken eggs are 198,392.25 kilograms so it has surplus balance 632,353 kilograms of local chicken eggs for a year. Thirdly, in composite, the production of chicken eggs is less than consumption of chichen eggs and the supply of chicken eggs in Pati Regency is mostly derived from other regions including: Tuban, Blitar, Lamongan, Nganjuk and Bojonegoro. Then the sale trade of chicken eggs fot outside market is just little especially in the market of Kudus Regency. INDONESIAPasokan pangan sangat penting untuk menjamin konsumsi pangan memadai bagi masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan: (1) menganalisa tingkat produksi telur ayam; (2) menganalisa tingkat konsumsi telur ayam dan (3) menganalisa neraca dan rantai pasokan pangan komoditas telur ayam di area studi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif. Data penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan survey. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Penelitian ini memiliki 3 temuan. Pertama, Kabupaten Pati memiliki produksi telur ayam ras sebanyak 13.008.982 butir setara dengan 455.922,69 kg dan konsumsi telur ayam ras sebanyak 8.116.162,95 kg maka daerah ini memiliki neraca minus (-7.465.713,83) kg telur ayam ras per tahun. Kedua, Kabupaten Pati memiliki produksi neto telur ayam buras 23.355.221 butir setara dengan 830.745,21 kg dan konsumsi telur ayam buras sebanyak 198.392,25 kg maka daerah ini memiliki neraca surplus 632.353 kg telur ayam buras per tahun. Ketiga, secara komposit, produksi telur di Kabupaten Pati lebih sedikit dibandingkan konsumsi telur dan rantai pasokan pangan komoditas telur ayam sebagian besar didatangkan dari luar daerah meliputi: Tuban, Blitar, Lamongan, Nganjuk dan Bojonegoro. Kemudian perdagangan penjualan telur ayam keluar daerah relatif kecil dengan target pasar Kabupaten Kudus.
STRATEGI PENGEMBANGAN BANK SAMPAH DI KABUPATEN PATI Riswana, Iwan; Rukmana, Didi; Bulkis, Sitti
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 14, No 1 (2018): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.443 KB) | DOI: 10.33658/jl.v14i1.110

Abstract

ENGLISHTrash bank is a place for sorting and collecting of trash that can be recycled or reused which has economic value. This research aimed to formulate the strategy of trash bank development in the settlement of Pati Regency. This research used descriptive method with quantitative and qualitative approach (mix method). The data were collected through observation, interviews, and document study. The research was conducted in Pati Regency. The result indicates that the sustainability level of trash bank in Pati Regency is at 60%. It means that the trash bank system is considered normal. There are 6 groups which are influential and have interests in the trash banks that are Environmental Office of Pati Regency, Village Government, customers, collectors, scavengers and the community. The main strategies that can be used in the development of trash banks are: 1) encouraging Environmental Office of Pati Regency to provide training and ready to accommodate and to buy the trash products; 2) Along with village government, environmental office conduct socialization of proper waste management and optimization of waste bank management. INDONESIABank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan atau diguna ulang yang memiliki nilai ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah mencari strategi pengembangan bank sampah pemukiman di Kabupaten Pati. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan di Kabupaten Pati. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Data diolah dan dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan aspek keberlanjutan bank sampah di Kabupaten Pati berada pada angka 60% yang berarti sistem bank sampah dianggap wajar. Terdapat enam kelompok yang berpengaruh dan berkepentingan terhadap bank sampah, yaitu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati, pemerintah desa, nasabah, pengepul, pemulung dan masyarakat. Strategi utama yang dapat digunakan dalam pengembangan bank sampah adalah : 1) mendorong Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati untuk memberikan pelatihan dan siap menampung serta membeli produk kerajinan sampah; dan 2) bersama Pemerintah Desa melakukan sosialisasi terkait pengelolaan sampah dan pengoptimalan manajemen bank sampah.

Page 1 of 2 | Total Record : 14