cover
Contact Name
Dina Angela
Contact Email
dina_angela@ithb.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltelematika@ithb.ac.id
Editorial Address
Jl. Dipati Ukur no. 80-84, Kel. Coblong, Kec. Lebak Gede, Bandung, 40132
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Telematika
ISSN : 18582516     EISSN : 25793772     DOI : https://doi.org/10.61769/telematika
Jurnal Telematika is a scientific periodical written in Indonesian language published by Institut Teknologi Harapan Bangsa twice per year. Jurnal Telematika publishes scientific papers from researchers, academics, activist, and practicioners, which are results from scientific study and research in the field of telematics and information technology.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Media Pandu Pengguna Jalur Transportasi Umum Kota Bandung Dirgantara, Andy; Meilani, Ella; Siswanto, Elisafina
Jurnal Telematika Vol. 8 No. 2 (2013)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v8i2.75

Abstract

Angkutan umum di kota Bandung dengan berbagai moda telah menjadi wahana yang penting untuk dipergunakan oleh para pekerja, pelajar/ mahasiswa dan masyarakat umum. Para pengguna, terutama para pendatang, seringkali kebingungan ketika mencari moda dan jalur angkutan umum yang akan dipergunakan. Kesulitan pengguna diantaranya tidak tahu jarak tempuh, jalur yang dilalui, jenis kode angka dan warna, serta waktu keberangkatan seperti pada bus kota. Upaya penyampaian informasi jalur angkutan umum dalam berbagai media konvensional maupun digital telah dilakukan, seperti peta tematik angkutan umum maupun peta jalur angkutan umum dalam website. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, cara masyarakat dalam mengakses internet mulai memicu beberapa perubahan. Pertumbuhan perangkat nirkabel telah mendorong terciptanya media bantu dalam bentuk yang lebih interaktif. Aplikasi dirancang agar pengguna baru angkutan umum dapat mengetahui kendaraan yang dapat digunakan untuk mencapai lokasi yang dituju, sehingga memudahkan kegiatan harian mereka. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan survei lapangan, eksperimen, serta analisis visual. Hasil penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut karena berkaitan dengan kebutuhan database yang harus terus diperbaharui. Sehingga di masa depan semakin banyak orang yang dapat merasakan kemudahannya dan selalu menggunakan angkutan umum untuk menelusuri jalan-jalan di kota Bandung. Any mode of public transportation has become an important vehicle to be used by many workers, students and general public in Bandung. Users, especially visitors, are mostly confused to find the right public transportation and its route. The most common problems are about the distance, routes, numeric and color code, and departure time. The efforts informing about public transportation, both in conventional and digital media have been pratically done, such as thematical map and public transportation map website. Along with the development of information technology, the way people access internet starts to prompt any changes. The development of wireless device has led to the creation of media in more interactive form. The different way in using media needs a new breakthrough which could help people getting any information about routes, duration, and transportation mode easily and quickly. This application is designed to help new public transportation users figuring out which transportation can be used to reach the desired location and easily help them to do their daily activities. The research method is qualitative, using a field survey, experiments and visual analysis. The result of this experiment can be developed further because it is related to the needs of database updating that can help people in their daily life. Hopefully in the future there will be more people experience the convenience of using public transportation in Bandung.
Pemanfaatan Arsitektur Informasi pada Pengembangan Sistem Informasi Pemeliharaan Jalan dan Lingkungan Tol (Studi Kasus: PT. Jasa Marga) Simbolon, Daniel; Yonata, Yosi; Sirait, Tamsir Hasudungan
Jurnal Telematika Vol. 8 No. 1 (2013)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v8i1.65

Abstract

PT. Jasa Marga cabang Purbalenyi Bandung bertugas mengelola operasional jalan tol pada ruas KM 67 sampai dengan KM 157. Salah satu bentuk pengelolaan jalan tol adalah inspeksi dan perbaikan di ruas jalan tol. Akan tetapi pengelolaan inspeksi dan perbaikan tersebut dirasa masih kurang optimal karena kurang baiknya arus informasi yang berakibat pada kurangnya koordinasi antar bagian dalam perusahaan. Untuk mengatasi permasalahan ini, sebuah sistem informasi terintegrasi dirancang untuk memungkinkan koordinasi antar bagian perusahaan, khususnya arus informasi yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan inspeksi dan perbaikan. Makalah ini membahas pengembangan sistem informasi yang berbasis arsitektur informasi, dengan penekanan pada arus informasi yang dibutuhkan dalam inspeksi dan perbaikan tol. PT. Jasa Marga Purbaleunyi is in charge of managing toll roads operaion on a segment KM 67 to KM 157. One form of toll roads management is inspection and repair on the toll roads. However, the management of the inspection and repair is still not optimal due to lack of good flow of information that resulted in a lack of coordination between the division of the company. To solve this problem, an integrated information system is designed to enable coordination between divisions of the company, especially the flow of information needed to conduct inspections and repairs. This paper discusses the development of information system based on information architechture, with an emphasis on the flaw of information needed in the inspection and repairs of the toll roads.
PARTIAL LEAST SQUARE (PLS) SEBAGAI METODE ALTERNATIF SEM BERBASIS VARIANS (LISREL) DALAM EKSPLORASI DATA SURVEY DAN DATA MINING Kurniawan, Heri
Jurnal Telematika Vol. 7 No. 1 (2011)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v7i1.49

Abstract

Saat ini penggunaan analisis regresi , factor dan path analysis dalam analisis data survey maupun data mining menimbulkan banyak bias ketika dihadapkan dengan teori yangmendasarinya. Hal ini dikarenakan penggunakan teknik analisis tersebut tidak melibatkan error pengukuran dan laten variabel dalam model pengukuran maupun model strukturalnya. SEM berbasis covarians – selanjtunya disebut LISREL - mampu mengatasi berbagai macam bias tersebut karena menyertakan eror pengukuran, dan laten variabel, namun terkendala dengan asumsi yang harus dipenuhi seperti jumlah sampel harus besar, normalitas data dan kompleksitas model. Partial Least Square adalah solusi yang terbaik karena tidak memerlukan asumsiasumsi seperti dalam LISREL. Today, using Regression analysis, factor and path analysis in exploratory survey data and data mining cause many bias when confirmed with theory based on it. Many bias could happen because in the analysis which use them, measurement error, latent variables on measurement and structural model not included. Structural Equation Modeling (SEM) based on covariance - call LISREL - can handle many problem in bias because measurement error, latent variables on measurement andstructural model included in LISREL. but in LISREL has many assumption for example: needs many (big) sample, normality and model complexity. Partial Least Square is the alternative solution because these assumptions not required..
PENERAPAN ALGORITMA GENETIKA DENGAN CROSSOVER CUT AND SPLICE DALAM OPTIMASI ROUTING JARINGAN Martina, Inge
Jurnal Telematika Vol. 7 No. 1 (2011)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v7i1.50

Abstract

Routing jaringan adalah pemilihan jalur dalam jaringan yang dipakai untuk mengirimkan data. Di dalam jaringan komputer, data akan dikirimkan dari sumbernya ke tujuan akhir melalui titik-titik perantara. Jalur yang dilalui akan mempengaruhi kecepatan pengiriman (delay) dan banyaknya paket data yang hilang. Pencarian routing jaringan adalah masalah pencarian jalur terpendek (shortest path). Paper ini bertujuan untuk mengusulkan sebuah algoritma untuk pencarian routing jaringan dengan algoritma genetika yang memakai crossover cut and splice.. Network routing is the process of selecting paths in a network along which to send data. In computer network, the data will be sent from the source toward the ultimate destination through intermediate nodes. The path will influence the transmission speed (delay) and data packet losses. Network routing finding can be classified as shortest path problem. This paper proposes an algorithm for finding network routing by adapting genetic algorithm with cut and splice crossover.
PERANCANGAN ALGORITMA SIMULATED ANNEALING UNTUK RUTE KENDARAAN YANG MEMPERTIMBANGKAN BACKHAUL,RUTE MAJEMUK, DAN TIME WINDOW Cahyadi, Ferdian; Ong, Johan Oscar; Kosasih, Jusak Sali
Jurnal Telematika Vol. 7 No. 1 (2011)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v7i1.53

Abstract

Vehicle Routing Problem (VRP) menjadi hal yang sangat penting dalam masalah  pendistribusian barang, karena perusahaan ingin mencapai hasil yang seefektif dan seefisien mungkin agar biaya yang dikeluarkan dapat diperkecil. Dalam VRP, perlu diperhatikan juga jumlah kendaraan yang digunakan dan waktu bongkar muat (loading/unloading) di tempat pelanggan, hal itu yang menjadi pembatas dalam VRP.Tujuan dari jurnal ini adalah untuk menyelesaikan masalah rute kendaraan yang  mempertimbangkan backhaul, rute majemuk (multiple trips), dan time window atau yang dikenal dengan model/varian VRPBMTTW, dan akan menghitung jumlah kendaraan, total duration time (TDT), dan range of duration time (RDT). Untuk memecahkan masalah ini digunakan teknik Simulated Annealing (SA) yang merupakan suatu pendekatan algoritma yang efisien untuk memecahkan masalah optimasi kombinatorial yang sulit. Solusi awal ditingkatkan berulang-kali dengan membuat perubahan kecil hingga ditemukan solusi yang lebih baik. Vehicle Routing Problem (VRP) become very important in the problem of distribution of goods, because the company wants to achieve results effectively and efficiently as possible so the costcan be reduced. In VRP, the number of vehicles used and the time of loading and unloading at the customer site, need to be considered too, it is a constraint in the VRP. The purpose of this journal is to solve the vehicle routing problem considering backhaul, multiple trips, and the time window, known as the model/variant VRPBMTTW, and will count the number of vehicles, the total duration time (TDT), and range of duration time (RDT). To solve this problem used technique Simulated Annealing (SA) which is an efficient algorithm approach to solve difficult combinatorial optimization problems. Initial solution repeatedly improved by making small changes to find a better solution. Keywords— Vehicle Routing Problem, Backhaul, Multiple Trip, Time Window, Simulated Annealing
Sistem Pengaturan Ketinggian Air pada Ladang di Desa Tanjung Merawa Kec. Payung Sumatera Utara Br Sitepu, Maha Rani; Hutagalung, Maclaurin
Jurnal Telematika Vol. 8 No. 2 (2013)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v8i2.70

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris karena sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencaharian sebagai petani. Meskipun demikian, sistem irigasi di Indonesia masih banyak dilakukan dengan cara manual. Cara manual berarti membuka atau menutup sumber air dilakukan oleh para petani tanpa bantuan mesin. Dengan cara ini petani kesulitan untuk menjaga ketinggian air yang tepat pada setiap tingkat ladang jika terjadi perubahan debit air secara mendadak. Dalam makalah ini diajukan usulan sistem pengaturan ketinggian air pada ladang secara otomatis. Kasus yang dibahas sesuai dengan keadaan di Desa Tanjung Merawa Kec. Payung Sumatera Utara. Dengan sistem ini, ketinggian air pada setiap tingkat ladang dapat diatur sesuai kebutuhan. Indonesia is an agricultural country since most of the population do farming for living. Despite this, most irrigation system in Indonesia is done manually. Manually means opening or closing the floodgate are being done without the help of machine. In this way, farmers have difficulty to maintain proper water level at each level of the fields in the event of a sudden change in water debit. In this paper, we propose a system for automatically control the proper water level. The case discussed is derived from the field located in Desa Tanjung Merawa Kec. Payung Sumatera Utara. The proposed control system can maintain proper water level as required.
Evaluasi Pelatihan dengan Metode Kirkpatrick Analysis Utomo, Anggoro Prasetyo; Tehupeiory, Karinka Priskila
Jurnal Telematika Vol. 9 No. 2 (2014)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v9i2.87

Abstract

Evaluasi hasil pelatihan merupakan tahap yang sangat penting dalam pelatihan karena memberikan umpan balik efektivitas training yang dapat digunakan untuk memperbaiki desain pelatihan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis terhadap hasil evaluasi pelatihan Customer Service (CS) School level 1 dan level 2 dari Kirkpatrick Analysis,  memberikan usulan tindakan yang perlu dilakukan terkait dengan hasil analisis tersebut, dan memberikan usulan berupa alat ukur yang dapat membantu pelaksana training melakukan evaluasi level 3 dari Kirkpatrick Analysis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dimana data-data yang diperoleh, dijabarkan lalu dianalisis. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar peserta pelatihan merasa puas dengan pelaksanaan pelatihan CS School dan dapat mengerti dengan baik materi-materi yang diberikan saat pelatihan CS School. Peningkatan kualitas trainer dan materi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman awal peserta merupakan usulan yang diberikan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan. Usulan alat ukur berbentuk kuesioner yang dapat mengukur, mengolah, dan menganalisis evaluasi pelatihan CS School pada level 3 dari Kirkpatrick Analysis juga diberikan sehingga pelaksana training dapat mengukur dampak pelatihan ini terhadap perbaikan atau peningkatan performansi kerja dari pesertanya.Training evaluation is a very important step in training design because the feedback it generates in improving training effectiveness. This research aim to conduct training evaluation level 1 and 2 of CS School training using Kirkpatrick Analysis, give suggestions to improve training, and propose level 3 evaluation tools. Descriptive analysis will be used to present and analyze data. The evaluation result shows good trainee satisfaction and adequate understanding of the topic given in training. Selecting higher quality trainer and tailoring training materials to trainee's understanding level are the suggestions given to improve training effectiveness. A quastionnaire to measure level 3 training evaluations was also proposed to the management. 
Pencarian Citra Digital Berbasiskan Konten dengan Ekstraksi Fitur HSV, ACD, dan GLCM Agaputra, Muhammad Dendy; Wardani, Ken Ratri Retno; Siswanto, Elisafina
Jurnal Telematika Vol. 8 No. 2 (2013)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v8i2.73

Abstract

Pencarian citra berbasiskan konten adalah teknik untuk mencari citra yang piksel-pikselnya memiliki karakteristik sama atau mendekati dengan sebuah sekumpulan citra. Penelitian ini menggunakan warna dan tekstur sebagai ekstraksi fitur dari sebuah citra. Untuk warna digunakan dua bentuk pendekatan, yaitu HSV (Hue, Saturation, Value) dan ACD (Average Color Dominance). Sedangkan tekstur menggunakan metode Gray Level Co-occurrence Matrices. Kemudian untuk proses pencocokan antara citra query dengan citra target yang ada pada sekumpulan citra dilakukan perhitungan jarak (Euclidean Distance) dari citra query dengan citra target pada basis data citra. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa pencarian citra melalui ekstraksi warna (HSV, ACD) dan tekstur (GLCM) menghasilkan hasil pencarian yang lebih akurat dibanding dengan hanya ekstraksi warna saja atau ekstraksi tekstur saja. Selain itu, citra yang mengandung Point of Interest (POI) tunggal jelas lebih baik dalam pencarian dibandingkan dengan citra yang memiliki banyak POI. Content-based image retrieval is a technique to search for a set of images based on its pixels that have the same characteristics with query image. This research used color and texture as feature extraction of an image. For color, we use two approaches, namely the HSV (Hue, Saturatuin, Value) and ACD (Average Color Dominance), while for the texture, we use the Gray Level Coocurenes Matrices method. The matching process between the query image with the target image is done by calculating the distance by using Euclidean Distance. The experimental results showed that the extraction of image retrieval through color (HSV, ACD) and texture (GLCM) produces more accurate results compared with extraction using color or texture only. In addition, images that have a single and clear Point of Interest (POI) have better result than the image that has a lot of POI.
Dynamic Deterministic Inventory Control in Continuous Manufacturing Company Silitonga, Roland; Kurniawan, Andreas
Jurnal Telematika Vol. 9 No. 2 (2014)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v9i2.90

Abstract

Sistem pengendalian yang baik diperlukan untuk memudahkan pengendalian dan meminimalisir biaya, sehingga terdapat kecenderungan untuk mengasumsikan kondisi desterministik untuk kemudian dioptimasi. Walaupun demikian, dalam kenyataan, ketidakpastian dan fluktuasi terkadang ditemukan dalam beberapa kasus. Oleh karena itu, kondisi probabilistik tersebut dapat didekati dengan penjadwalan deterministik dinamis. Salah satu contoh adalah produksi Perusahaan X yang bersifat kontinyu, namun kebutuhan bahan utilitynya mengalami fluktuasi. Berdasarkan metode ini, biaya inventori dapat dikurangi dibandingkan dengan pengendalian statis yang selama ini dilakukan.Good inventory control system is needed in order to make the control simple, but also to reduce cost. Hence there is intention to assume deterministic condition, and then optimize it. However, uncertainty and fluctuation is found in many cases. Hence, the probabilistic condition can be approached by dynamic deterministic schedule. One of the examples is production of Company X which considered as continuous, with material demand of utility has fluctuation. The application of this method has reduced the inventory cost.
Penggunaan Correlation-Based Similarity untuk Sistem Rekomendasi Tanpa Rating Yulian, Hans; Martina, Inge
Jurnal Telematika Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : Yayasan Petra Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61769/telematika.v10i1.121

Abstract

Sistem rekomendasi adalah sebuah sistem yang menjadi sebuah kebutuhan banyak perusahaan saat ini, terutama perusahaan yang menjual produk dan melakukan aktivitasnya melalui media web. Rating yang telah diberikan oleh seorang pengguna akan digunakan sebagai referensi untuk menentukan rekomendasi untuk pengguna tersebut serta orang lain yang memiliki karakteristik yang mirip. Terkadang sistem rekomendasi tidak menggunakan rating, tetapi berdasarkan sejarah pembelian/pemakaian. Correlation-based similarity adalah sebuah algoritma yang dapat digunakan untuk mendapatkan nilai kemiripan antar dua obyek yang berbeda. Kemiripan dihitung berdasar rating yang diberikan oleh pengguna. Seorang pengguna dikatakan mirip dengan pengguna lain berdasarkan nilai threshold yang ditentukan. Kadang sulit untuk mendapatkan rating maka diperlukan sistem rekomendasi tanpa rating. Rumus correlation-based similarity perlu dioptimasi untuk sistem rekomendasi tanpa rating.Recommender system is needed by many companies, mainly for companies that selling products and services in web. User ratings are used as recommendation references for user himself or for another users having similar characteristics. Sometimes recommender system doesn’t use rating, but based on buying/using history. Correlation-based similarity is an algorithm that can be used for getting similarity value between two different objects. Similarity is calculated based on user ratings. Sometimes it is difficult to get rating, so that it is needed a recommender system without user input. Correlation-based similarity formula must be optimized for recommender system without rating.

Page 3 of 25 | Total Record : 241