cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2016): Supplement" : 22 Documents clear
Review Perbandingan Aktivitas Antivirus Ekstrak Tanaman Terhadap Penghambatan Virus Influenza A H5N1 Dengan Metode In Vitro Badriah Afriani; Aliya Nur Hasanah
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6220.522 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10608

Abstract

Influenza merupakan penyakit epidemik dan penyakit pandemik yang menjangkit masyarakat. Beberapa obat antivirus banyak digunakan seperti golongan adamantane dan inhibitor neuraminidase. Namun, sekarang banyak digunakan penggunaan obat herbal untuk penggunaan virus influenza.  Percobaan pada ekstrak seperti  (Andrographis paniculata Nees), Temu Ireng (Curcuma aeruginosa L.), Beluntas (Pluchea indica L.) Sirih Merah (Piper crocatum) dan Adas (Foeniculum vulgare) untuk mengetahui potensi uji hambat infeksi virus ke sel secara in vitro dengan menggunakan sel Vero yang efektif. sel Vero tumbuh dengan konfluen, sel diperlakukan dengan ekstrak tanaman obat steril. kemudian sel diinfeksi dengan virus Influenza A H5N1, dan diinkubasi pada suhu 37 oC dan diperiksa cytopathic effect menggunakan mikroskop. Dengan penggunaan laju dosis radiasi (KGy) dapat dilihat pengaruh dari aktivitas ekstrak tanaman terhadap virus influenza A H5N1. Hasil menunjukan bahwa sambiloto dan temu ireng memiliki aktivitas cukup kuat dalam menghambat perlekatan virus dan infeksi pada sel dibandingkan dengan tanaman obat lainnya. ekstrak sambiloto dengan temu ireng menunjukkan sel Vero masih  hidup sampai hari ke-3 post-infeksi dan virus H5N1. Dengan demikian, penggunaan ekstrak sambiloto dan temu ireng menjadi alternatif yang berpotensi sebagai obat anti virus untuk menghambat virus influenza.
KO-KRISTAL DI BIDANG FARMASI : REVIEW JURNAL CYNTIA GRACESELLA HUTAMI P; Iyan Sopyan; Marline Abdassah
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.786 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10883

Abstract

Active Pharmaceutical Ingredients (APIs) are developing rapidly, one of the recent development is cocrystal. Cocrystal is a crystalline structure composed of multicomponent, such as atom, ion, or molecule, that are bonded by non-covalent bond. Cocrystal is solid at ambient temperature in its pure form. Cocrystals are made by combining active ingredients with its coformer using variety of method, like solubilisation as well as grinding. Cocrystalization has proven to alter physicochemical properties of drugs, including solubility, dissolution, stability, compressibility, which also alter its bioavailability without the change on its pharmacological effects.
Tinjauan Kimia dan Aspek Farmakologi Senyawa Asam Klorogenat Pada Biji Kopi : Review NAELI FARHATY; Muchtaridi Muchtaridi
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.954 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10769

Abstract

Kopi adalah salah satu minuman yang diproduksi dan dikonsumsi terbesar kedua di dunia. Kopi memiliki citarasa yang khas dibandingkan dengan minuman lainnya. Kopi memiliki banyak kandungan kimia di dalamnya, salah satu kandungan kimia tersebut adalah asam klorogenat. Asam klorogenat memiliki banyak manfaat untuk menghasilkan efek farmakologi yang berkhasiat. Tujuan melakukan review adalah untuk mengetahui aktivitas senyawa asam klorogenat secara kimia pada biji kopi yang dapat menghasilkan efek farmakologi. Asam klorogenat memiliki kandungan yang berbeda kopi namun manfaatnya sama pada setiap biji kopi. Hal tersebut didasarkan adanya perbedaan proses, iklim, tempat tumbuh dan lain-lain. Efek farmakologi asam klorogenat yang sudah diteliti adalah sebagai antivirus hepatitis B, antioksidan, antihipertensi, antidiabetes, dan hepatoprotektor.Kata kunci : Kopi, Asam Klorogenat, antivirus hepatitis B, antioksidan, antihipertensi, antidiabetes, dan hepatoprotektor.
FORMULASI NANOPARTIKEL UNTUK TERAPI KANKER Astri Sherly Inggriani; Patihul Husni
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.281 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10574

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyakit penyebab kematian di dunia. Saat ini telah dikembangkan sebuah metode nanomedicine yang dapat menargetkan obat ke sel tumor secara spesifik yaitu terapi nanopartikel. Nanopartikel adalah partikel koloid yang dapat berbentuk amorf atau kristal yang memiliki ukuran lebih kecil dari 1 mikron. Tujuan review artikel ini adalah untuk mengetahui metode-metode yang dapat digunakan dalam pembuatan nanopartikel. Metode yang dapat digunakan untuk membuat nanopartikel adalah nanopresipitasi, ekstraksi/evaporasi, nanoemulsi, homogenisasi, desolvasi dan emulsifikasi. Berdasarkan penelitian menunjukan bahwa obat yang diformulasikan nanopartikel memiliki efektivitas yang lebih baik dari pada obat tanpa formulasi nanopartikel.Kata kunci : nanopartikel, kanker, formulasi, karakterisasi
Review : Edible Film Antimikroba MEGA HIJRIAWATI; Ellin Febrina
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.24 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10778

Abstract

Edible film adalah sediaan lapisan tipis yang dibuat dari bahan yang dapat dimakan. Saat ini, edible film telah banyak diproduksi di berbagai industri, seperti industi makanan, industri farmasi, industri kosmetik, dan industri pertanian. Pengolahan edible film dapat dilakukan dengan empat teknik dasar, salah satunya adalah teknik solvent casting. Teknik ini telah digunakan sejak 100 tahun yang lalu, metode yang dilakukan dalam teknik ini yaitu dengan meratakan larutan edible film di atas piring akrilik, silikon, ataupun teflon, kemudian dikeringkan pada suhu yang terkendali. Komponen utama penyusun edible film dikelompokkan menjadi tiga, yaitu hidrokoloid, lipida, dan komposit. Bahan lain yang sering dijumpai dalam pembuatan edible film adalah antimikroba, antioksidan, flavor, dan pewarna. Edible film yang mengandung bahan antimikroba dapat digunakan pada sediaan penyegar nafas untuk menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut dan pada sediaan pengemas untuk meningkatkan daya tahan dan kualitas bahan pangan selama penyimpanan. Antimikroba yang dapat ditambahkan pada edible film berasal dari ekstrak tanaman seperti ekstrak buah manggis, ekstrak minyak cengkeh, dan minyak atsiri jahe. Tujuan dari review artikel ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai edible film, pengenalan  aplikasi edible film, metode produksinya, serta karakterisasi edible film yang mengandung bahan antimikroba.Kata kunci: Edible film, Metode Produksi, Formulasi, Antimikroba
Artikel Review: Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak, Fraksi dan Isolat Rimpang Curcuma sp. Terhadap Beberapa Bakteri Patogen SILVIA PERMATA SARI; IMAM ADI WICAKSONO
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.468 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10721

Abstract

Curcuma sp. rhizome is a species that is often encountered in the community. The content of the common and largest of the rhizome of Curcuma sp. is the essential oils, flavonoids (curcuminoid) and terpenoids. The third component provides antibacterial activity with a force that varies depending on the levels of components in the rhizome. Tests conducted on some species of bacteria include Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, and others. Testing method of antibacterial activity is conducted disc diffusion method and the method of paper (paper disk). While the review method used was a meta-analysis. Source of data used in the form of research journal downloaded online. Journal obtained is 20 pieces and sorted to obtain 15 journals that met the inclusion criteria. Curcuma sp. used is Curcuma xanthorriza, Curcuma domestica, Curcuma longa, Curcuma mangga, Curcuma zedoria and Curcuma heyneana have antibacterial activity against several pathogenic bacteria in the form of extracts, fractions or isolates.Keywords: Curcuma sp., Antibacterial, curcuminoid, flavonoids.
Methionin Sulfoxide Reduktasi (Msr) Fungsi, Regulasi, dan Ekspresi Pada Staphylococcus aureus serta Kerentanan Staphylococcus aureus Tipe Wild dan Mutan Msr terhadap Oksidan Nunung Nurjanah; Imam Adi Wicaksana
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.104 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10857

Abstract

Metionin sulfoksida reduktase (Msr) merupakan gen yang terdapat dalam kromosom Staphylococcus aureus  terdiri dari 3 gen MsrA (A1, A2, A3) dan 1 gen MsrB. Msr memiliki fungsi yaitu sebagai enzim yang dapat mengembalikan fungsi protein yang terganggu akibat kerusakan yang disebabkan oleh ROS. Cell-wall active antibiotic dapat meningkatkan sintesis dua metionin sulfoksida reduktase (MsrA1 dan MsrB) pada S.aureus. Metode yang digunakan dalam pengambilan data-data untuk review kali ini yaitu pencarian melalui internet, menggunakan database elektronik PubMed dengan beberapa kata kunci yang berkaitan dengan Methionine Sulfoxide Reductase. Jurnal yang digunakan merupakan jurnal periode 10 tahun terakhir. Hasil dari review artikel kali ini dapat disimpulkan bahwa Msr jelas berperan penting dalam memperbaiki kerusakan protein dan memperbaiki stress oksidatif pada S. aureus yang disebabkan oleh ROS (reactive oxygen species) . Selain itu, oksasilin dengan konsentrasi tinggi dapat menginduksi lokus MsrA1/MsrB pada S. aureus. kemudain kerkurangan Msr dapat meningkatkan Sintesis MsrB juga meingkatkan kerentanan S. aureus terhadap oksidan.Kata Kunci: Metionin sulfoksida reductase, Staphylococcus aureus, ROS, Oksasilin.
Pengaruh Natural Binder pada Hasil Granulasi Parasetamol NADYA NUR KUSUMO; Soraya Ratnawulan Mita
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.799 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10777

Abstract

Tablet merupakan sediaan padat dengan ada atau tanpa adanya bahan pengisi. Salah satu bahan tambahan untuk pembuatan tablet adalah binder. Pembuatan tablet tergantung dengan sifat zat aktif yang digunakan. Parasetamol merupakan zat aktif yang memiliki sifat alir dan daya kompresibilitas yang buruk sehingga diperlukan binder dan metode pembuatan tablet secara granulasi basah agar dapat meningkatkan fluiditas dan kompresibilitas yang baik. Binder dibagi menjadi binder sintetik dan alam. Review ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh dari natural binder terhadap granul parasetamol melalui pengujian angle of repose, carr’s index dan hausners quotient. Binder orange peel pectin memiliki hasil evaluasi nilai angle of repose terbaik sebesar 21-28°, carr’s index 4-14%, dan hausners quotient sebesar 1,13.Kata Kunci: Parasetamol, natural binder, granulasi basah, angle of repose, carr’s index, hausners quotient 
Formulasi Sediaan Tablet Lepas Lambat Teofilin dengan Bahan Matriks yang Berkarakteristik Hidrofilik : Review ISMA ROSLIANNA HANDIANA; Wiwiek Indriyati
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.068 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10572

Abstract

Asma merupakan penyakit yang sering dijumpai di lingkungan sekitar. Obat yang sering diresepkan untuk asma adalah teofilin. Teofilin merupakan obat asma yang sering digunakan tetapi mempunyai indeks terapi yang sempit. Teofilin dalam bentuk tablet dimodifikasi dengan menambahkan matrik. Matrik yang digunakan berkarakteristik polimer hidrofilik dan dibuat kombinasi antar matrik untuk menutupi sifat buruk antar matrik.Kata Kunci     : Teofilin, Matrik, Polimer Hidrofilik, Indeks Terapi.
Karakterisasi Kristal Bahan Padat Aktif Farmasi : Review POPY SARAH CHAIRUNNISA; Yoga Windu Wardhana
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.851 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10576

Abstract

Setiap jenis Bahan Aktif Farmasi (BAF) memiliki variasi teknik analisis untuk mengkarakterisasi transformasi kristal yang terjadi. Setiap BAF yang mengalami transformasi kristal dapat dianalisis dengan  karakter fasa padat yang dimiliki. Dalam ulasan ini, teknik yang biasa digunakan pada analisis fasa padat, jenis informasi yang dikumpulkan, dan keuntungan dan kerugian dari masing-masing teknik dibahas, dengan fokus pada aplikasi mereka di karakterisasi fasa padat dan pemantauan transformasi fasa padat,  yaitu kristalisasi, dan pembentukan kokristal. Informasi yang dikumpulkan dari literatur terbaru dikompilasi dalam berbagai tabel untuk membantu pembaca untuk mendapatkan gambaran keseluruhan cepat tentang apa jenis fenomena baru-baru ini telah dipelajari, dan teknik analisis telah digunakan.

Page 1 of 3 | Total Record : 22


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue