cover
Contact Name
Angga Kautsar
Contact Email
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
jurnal.farmaka@unpad.ac.id
Editorial Address
Gedung Laboratorium I Fakultas Farmasi, UNPAD Jl. Raya Jatinangor KM 21, Bandung-Sumedang, Indonesia 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Farmaka
ISSN : 16931424     EISSN : 27163075     DOI : https://doi.org/10.24198/
Core Subject : Health, Science,
Farmaka is replacement for Pharmaceutical Bulletin, published since 1991, with a frequency of four times a year. Editors accept scholarly works of research results and literature review which was closely related to the science, pharmaceutical technology and practice.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2017): Suplemen" : 26 Documents clear
SELULOSA MIKROKRISTAL : ISOLASI, KARAKTERISASI, DAN APLIKASI DALAM BIDANG FARMASETIK Ina Widia; Nasrul Wathoni
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.189 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13068

Abstract

Selulosa mikrokristal merupakan selulosa murni yang diisolasi dari alfa selulosa. Selulosa mikrokristal dapat diisolasi dari beberapa sumber alam seperti tanaman berkayu, kulit kapas, jerami, ampas tebu dengan tahapan delignifikasi menggunakan larutan basa, bleaching, dan hidrolisis α-selulosa dengan menggunakan larutan asam encer pada suhu  tinggi. Karakterisasi selulosa mikrokristal dapat dilakukan melalui uji organoleptik, analisis kualitatif, uji pati, kelarutan, susut pengeringan, pH, daya alir dan sudut diam, kompresibilitas, serta dengan menggunakan instrumen Fourier Transform Infrared (FTIR), Scanning Electron Microscope Energy-Dispersive X-ray Spectrofotometry (SEM-EDS), dan Difraktometer sinar-x.  Aplikasi selulosa mikrokristal dalam bidang farmasetik dapat digunakan sebagai pengisi tablet untuk metode kempa langsung, selain itu dapat berfungsi juga sebagai pengikat, penghancur tablet, mempercepat sistem penyampaian obat, dan pembawa padat yang tidak larut air.Kata kunci : selulosa mikrokristal, isolasi, karakterisasi, aplikasi dalam bidang farmasetik.
POTENSI PATI ASAL TANAMAN WALUH (Sechium edule ) SEBAGAI ALTERNATIF EKSIPIEN FARMASI RESTIKA ERIA PUTRI; PATIHUL HUSNI
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.003 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12922

Abstract

Pati merupakan salah satu bahan yang banyak manfaatnya, termasuk pada bidang farmasi khususnya sebagai eksipien farmasi dalam formulasi sediaan farmasi. Salah satu sumber pati yaitu dari tanaman waluh pada bagian umbinya dengan kadar pati yang tinggi hingga 136 g/kg berat umbi segar. Karakteristik pati waluh pun dapat dikatakan sebanding dengan pati kentang sehingga diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu sumber pati yang dapat dimanfaatkan sebagai eksipien farmasi.
Review : Formulasi Sediaan In-situ gel Oftalmik dengan Menggunakan Kombinasi basis Poloxamer 407 dan HPMC NATASYA WILONA; Ade Zuhrotun
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.32 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13133

Abstract

In-situ gel adalah larutan polimer transparan sederhana yang merupakan cairan pada kondisi penyimpanan, namun diubah menjadi gel viskoelastis setelah dimasukkan ke dalam mata karena sifat transisi fasa dari polimer. Diantara polimer insitu gel yang biasa digunakan adalah poloxamer 407 (P407). In-situ gel menggunakan kombinasi  Poloxamer 407  dan  HPMC diketahui dapat meningkatkan waktu tinggal pra-kornea dan dapat menurunkan frekuensi pemberian bentuk sediaan. Ada dua formula kombinasi basis poloxamer dan HPMC yang baik pada formula pertama yaitu poloxamer 17,5% dan HPMC 0,5% , 0,75% dan 1% dan pada formula kedua yaitu poloxamer 15% dan HPMC 2% dan 3%. Berdasarkan review, formula terbaik yaitu pada formula satu dengan konsentrasi poloxamer 17,5% dan HPMC 0,5%.Kata kunci : in-situ gel, Poloxamer 407 , HPMC , Kombinasi , Formula
KANDUNGAN DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia Swing.) SILVIA SARI PRASTIWI; Ferry Ferdiansyah
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3086.95 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.12964

Abstract

ABSTRAKJeruk nipis (Citrus aurantifolia Swing.) adalah salah satu tanaman obat yang tumbuh subur di negara Indonesia. Salah satu kandungan utama dari jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swing.) adalah flavonoid yang memberikan berbagai macam aktivitas farmakologi. Artikel review ini berisi tentang paparan kandungan yang terdapat di dalam jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swing.) dan aktivitas farmakologinya. Kandungan utama flavonoid glikosida jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swing.) adalah eriositrin, hesperidin, dan Neoponsirin. Beberapa penelitian aktivitas  farmakologi dari jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swing.) diantaranya adalah antibakteri, antifungal, antioksidan, antikanker, pemutih gigi, larvasida, dan antikolesterol.Kata kunci : Jeruk nipis, Citrus aurantifolia Swing., aktivitas farmakologi, artikel review
AKTIVITAS EKSTRAK Helianthus annuus L. Ranti Juniarti; Yedi Herdiana
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.7 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13293

Abstract

ABSTRAKTanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.) famili Asteraceae merupakan tanaman yang memiliki aktivitas terapetik dalam berbagai pengobatan, diantaranya: sebagai penyembuh luka, antioksidan, antikanker, antidiare, antihistamin, antiinflamasi,  serta sebagai analgesik. Pada artikel ini akan dipaparkan mengenai berbagai macam khasiat dan kandungan kimia dari Helianthus annuus L.Kata kunci: Helianthus annuus L., penyembuh luka, antioksidan, antikanker, antidiare, antihistamin, antiinflamasi, analgesik.
Review Artikel : Aktivitas Farmakologi Cassia fistula Linn Nita Sari; Nasrul Wathoni
Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.998 KB) | DOI: 10.24198/jf.v15i2.13054

Abstract

Cassia fistula atau Trengguli adalah tanaman tropis yang memiliki banyak manfaat. Secara empiris, orang menggunakan Cassia fistula sebagai penyembuh pencahar dan luka. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk menguji aktivitas farmakologi Cassia fistula sebagai antibakteri, antijamur, antioksidan, laksatif, hepatoprotektor, nefroprotektor, anti inflamasi, antipiretik, antitusif, antiulcer, antelmentik, inhibitor asetilkolinesterase, anti aging, penyembuhan luka, dan hipolipidemik. Review ini akan membahas tentang beberapa aktivitas farmakologi ekstrak Cassia fistula dari berbagai pelarut dan dari beberapa bagian tanaman.Kata kunci: Cassia fistula, Golden Shower, Aktivitas Farmakologis.

Page 3 of 3 | Total Record : 26


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 23, No 3 (2025): Farmaka (November) (In Press) Vol 23, No 2 (2025): Farmaka (Juli) (In Press) Vol 23, No 1 (2025): Farmaka (Maret) (In Press) Vol 22, No 3 (2024): Farmaka (November) Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli) Vol 22, No 1 (2024): Farmaka (Maret) Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November) Vol 21, No 2 (2023): Farmaka (Juli) Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret) Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November) Vol 20, No 2 (2022): Farmaka (Juli) Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret) Vol 19, No 4 (2021): Farmaka (Suplemen) Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November) Vol 19, No 2 (2021): Farmaka (Juli) Vol 19, No 1 (2021): Farmaka (Maret) Vol 18, No 4 (2020): Farmaka (Suplemen) Vol 18, No 3 (2020): Farmaka (November) Vol 18, No 2 (2020): Farmaka (September) Vol 18, No 1 (2020): Farmaka (Januari) Vol 17, No 3 (2019): Farmaka (Desember) Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Supplemen) Vol 17, No 1 (2019): Farmaka (Februari) Vol 16, No 4 (2018): Prosiding Abstrak Pharmacopea 2018 Vol 16, No 3 (2018): Farmaka (September) Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September) Vol 16, No 2 (2018): Suplemen Agustus Vol 16, No 2 (2018): Farmaka (Agustus) Vol 16, No 1 (2018): Suplemen Juni Vol 16, No 1 (2018): Farmaka (Juni) Vol 15, No 4 (2017): Farmaka Desember Vol 15, No 3 (2017): Suplemen Desember Vol 15, No 3 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Farmaka Vol 15, No 2 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Suplemen Vol 15, No 1 (2017): Farmaka (Maret) Vol 14, No 4 (2016): Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen Vol 14, No 1 (2016): Supplement Vol 14, No 1 (2016): Farmaka Vol 13, No 4 (2015): FARMAKA More Issue