cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
ISSN : 14103680     EISSN : 25411233     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MIPI, Majalah ilmiah Pengkajian Industri adalah wadah informasi bidang pengkajian Industri berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait dalam bidang industri teknologi proses rekayasa manufaktur, industri teknologi transportasi dan kelautan, serta industri teknologi hankam dan material. Terbit pertama kali pada tahun 1996 frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. MIPI diterbitkan oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa-BPPT
Arjuna Subject : -
Articles 601 Documents
POTENSI MINYAK NABATI SEBAGAI BAHAN MENTAH BIODIESEL DAN PENGOLAHANNYA DI INDONESIA = POTENCY OF VEGETABLE OIL AS BIODIESEL FEEDSTOCK AND ITS PROCESSING IN INDONESIA Habibie, Sudirman
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.457 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v9i1.91

Abstract

Abstract Since 2004, Indonesia has become an importer of fossil oil in the world and it is increase steadily year by year. Currently its production of oil is only about 857,000 barrels per day, on the other hand its consumption has increased to 1,5 million barrels per day. The raising of oil subsidy and the increase of oil consumption has pressure Indonesian economy. On the other hand, Indonesia has a potency of production of various plants to produce vegetable oils as biofuel feedstock, such as : palm, coconut, jatropha, castor, calophyllum, sunflower, corn, olive, peanut, cotton/kapok and other sources like algae and biomass. Therefore, Indonesia has to develop soon plants to produce vegetable oils to replace fossil oil. Besides that, this study also reveals the processing of biofuel by using the trans-esterification method to convert triglyceride to ester namely biodiesel. Abstrak Indonesia sejak tahun 2004 telah menjadi salah satu Negara pengimpor minyak fosil didunia yang setiap tahun meningkat. Saat ini produksi minyak Indonesia hanya berkisar 857.000 barrel per hari, sedangkan konsumsi telah mencapai 1,68 juta barrel per hari. Peningkatan subsidi minyak dan konsumsi minyak telah menekan kondisi ekonomi. Dilain pihak, Indonesia termasuk salah satu Negara penghasil beragam jenis tanaman penghasil minyak nabati sebagai bahan baku biofuel, seperti : sawit, kelapa dalam, jarak kapyar, jarak pagar, nyamplung, bunga matahari, jagung, zaitun, kacang tanah, kapas/kapok dan sumber lainnya seperti algae dan biomas. Untuk itu tidak ada pilihan lain, Indonesia harus segera mengembangkan tanaman penghasil minyak nabati sebagai pengganti minyak fosil. Disamping itu juga akan didiskusikan proses pembuatan biodiesel dari minyak nabati menggunakan metoda transesterifikasi untuk merubah trigliserida menjadi ester sebagai biodiesel.
ABSTRACT Febriyanti, Eka
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.778 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i2.1817

Abstract

ANALISIS KESELAMATAN SELF PROPELLED BARGE 6000 DWT SEBAGAI SARANA TRANSPORTASI BATUBARA karana, sjafril
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6773.194 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i2.1788

Abstract

Kinerja keselamatan kapal dalam pelayarannya sangat tergantung kepada stabilitasnya, dengan demikian memprediksi stabilitas kapal sejak awal mulai dari tahap perencanaan menjadi sangat penting dilihat dari keselamatan kapal, oleh sebab itu kajian ini bertujuan menganalisis dari aspek stabilitasnya kapal tongkang batubara curah yang memiliki system propulsi sendiri (self propelled barge) 6000 DWT sebagai sarana transportasi batubara.Metode kajian yang digunakan untuk menghitung dan menganalisis stabilitas adalah memanfaatkan software komersial Hydromax dengan input  data berupa lines plan),  rencana penggunaan tangki-tangki dan kompartemen kapal, dan draftkapal.dalambeberapa kondisi pemuatan yaitu muatan kosong, muatan pebuh, dan muatan ballast, dan dengan asumsi perhitungan kondisi kapal tanpa kerusakan.Hasil perhitungan yang diperoleh yaitu berupa kurva GZ menunjukan bahwa pada beberapa kondisi pemuatan pada kapal memberikan nilai stabilitas yang sesuai dengan persyaratan kriteria desain dari IMO,  
ANALISA KEGAGALAN PROSES PEMBUATAN STRAP AKI KENDARAAN BERMOTOR Suhadi, M. Eng, Dr. Ir. Amin; Wibowo, Fogot Endro
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.031 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v12i3.3075

Abstract

Strap pada aki mempunyai peran atau fungsi vital dalam sistimpenyimpananaruslistrikuntuk sebuah kendaraan bermotor. Strap pada aki merupakangabungan pelat–pelat elektroda yang menjadi satu sel dalam sistim penyimpananarus pada aki kendaraan bermotor. Strap dibuat dengan cara menghubungkan pelat–pelat logamtimbal yang bermuatannegatif dengan positif melalui proses pengelasan.Kegagalan dari proses pembuatan akan menghasilkanproses [enyimpanan arus yang tidak sempurna, sehingga aki tidak berfungsi. Sekecil apapun angka kegagalan produk strapaki tersebut akan mengurangi nilai jual dan image dari sebuah perusahaan manufaktur aki. Berdasarkan kondisi tersebut maka dilakukan penelitian sebab terjadinya patah pada strap aki ditinjau dari segi pembuatannya, disain, material, serta operasinya agar patah yang sama tidak terulang kembali.Berdasarkan analisa hasil pengujian patah yang terjadi pada strap aki adalah karena komposisi unsur kimia yang ada di lead alloy tidak sesuai standard. Dan terjadinya Stress Corrosion Cracking (SCC)  sertaHydrogen Embrittlement. Hal inidipengaruhi oleh difusihidrogendarieksternal, yaituover charge.
Abstracts Febriyanti, Eka
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.797 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i1.1761

Abstract

KERUSAKAN PADA MATERIAL BAUT PIN AKIBAT PATAH LELAH = CAUSE OF PIN BOLT FAILURE IS FATIQUE FRACTURE Nusa, M. N. Setia
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1287.368 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v9i3.2845

Abstract

Baut Pin atas pada klem sebagai koneksi ketiga kaki anjungan, yang berada didalam air laut mengalami kerusakan, patah dan terdapat korosi. Dilakukan penelitian untuk mengetahui penyebab terjadinya kerusakan baut tersebut dan mencari solusi agar kejadian tidak terulang pada masa yang akan datang. Untuk itu dilakukan pemeriksaan secara visual, fraktografi, metalografi, uji kekerasan dan uji komposisi kimia dan pemeriksaan SEM-EDS. Dari hasil pemeriksaan didapatkan struktur mikro baut pin berupa martensit temper dengan pengotor sulfit arah memanjang serta temuan kerusakan dengan ciri-ciri patah lelah yang ditandai dengan adanya beach marck dan radial fanlike. Beban yang diterima pada patah lelah I adalah reversed bending, dan pada patah lelah II menerima beban geser-geser dan reversed bending. Dengan demikian penyebab kerusakan baut pin adalah patah lelah oleh beban bending dan beban geser.
Evaluasi Performa Gerak Ranpur Medium Tank Indonesia (MTI) Guna Pemenuhan Persyaratan Teknis Operational Militer Rustandi, Apid; Suprianto, Agus; Pramana, Nurhadi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.62 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v11i3.2487

Abstract

Tahun 2014 Indonesia mendatangkan kendaraan tempur angkut personil (Armor Personal Carrier) Marder-1A3 dari Austria berkelas Infantry Fighting Vehicle untuk Infantri TNI-AD. Disamping itu didatangkan juga kendaraan tempur pemukul dan penghancur yang sesuai dengan medan geografis Indonesia, jenis Tank Leopard dari Jerman untuk Kavaleri TNI-AD. Indonesia memerlukan kendaraan tempur tank kelas menengah yang sesuai dengan medan geografis, untuk mendukung mobilitas pasukan dan mempunyai daya gempur tinggi. Oleh karena itu Indonesia mengembangkan rancangan kendaraan tempur jenis tank medium. Untuk mendapatkan gambaran performa kendaraan tempur Medium Tank Indonesia sesuai dengan ketentuan teknis Kementerian Pertahanan, maka pada pengkajian di sini dilakukan tinjauan kemampuan mesin dan transmisi dari Medium Tank Indonesia dan tank Marder-1A3 sebagai pembanding. Metode yang dipakai pengkajian di sini adalah metode kuantitatif untuk menghitung performa kemampuan rancangan kendaraan tempur berdasarkan spesifikasi teknis sistem mesin dan transmisi. Selanjutnya adalah metode kualitatif yaitu evaluasi perhitungna 2D performa kemampuan kendaraan tempur terhadap persyaratan yang disyaratkan oleh regulator. Dari hasil pengkajian didapatkan bahwa performa rancangan MediumTank Indonesia dengan spesifikasi berat dan mesin yang lebih besar dibandingkan tank Marder-1A3, mampu menggerakan wahana dengan gaya translasi 223700 N serta mampu menanjak pada kemiringan  32° pada gear shift 2nd dan 40° pada gear shift 1th. Top speed yang dihasilkan dengan ratio gearbox percepatan 6 (gearshift 6th) mampu mencapai 47 mph/ 75 kmh. Secara keseluruhan rancangan kendaraan tempur Medium Tank Indonesia memenuhi ketentuan teknis yang disyaratkan Kementerian Pertahanan. 
STUDI RANCANGAN KENDARAAN RESPON DNA UNTUK MENDUKUNG PELAYANAN PRIMA POLRI DI ACEH Megawanto, Fadli C.; Darmanto, Kuwat; Prasojo, Teguh Budi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.712 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v12i2.2202

Abstract

Abstrak Tantangan pelaksanaan tugas kepolisian terkait erat dengan situasi kondisi dan perkembangan lingkungan medan tugas serta kesiapan sumber daya. Keterbatasan personil, sarana serta jarak jangkau antar kantor wilayah kepolisian, akan mengurangi pelayanan prima tugas kepolisian. Oleh karenanya dibutuhkan sarana bantu peralatan material khusus kepolisian (Almatsus Polri) yang bersifat bergerak (mobile). Salah satu upaya untuk mendukung tugas kepolisian dalam penanganan , pencarian dan pengumpulan informasi identitas diri pada proses penyidikan, bantuan korban kejahatan kriminal, teroris, kecelakaan, bencana dan sebagainya, maka polri perlu dilengkapi peralatan pendukung dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Salah satunya adalah tersedianya kendaraan khusus lapangan yang dilengkapi peralatan respon DNA. Peralatan respon DNA yang dibawa kendaraan ini akan digunakan mengidentifikasi, menghimpun dan menginventarisir file - file khas karakter DNA tubuh. Korban. Selanjutnya melalui kegiatan litbangyasa Puslitbang POLRI dan BPPT dilakukan survei penelitian kebutuhan kendaraan respon DNA di wilayah POLDA Aceh dan dilakukan perancangan Kendaraan Respon DNA.  Kedepan diharapkan hasil rancang bangun Kendaraan Respon DNA akan dapat diwujudkan untuk digunakan sinergi bersama dikesatuan kewilayahan POLRI yang tidak / belum dilengkapi peralatan respon DNA . Kata kunci : kepolisian, kendaraan respon DNA, DNA.
PREDIKSI UMUR KELELAHAN STRUKTUR BADAN TEKAN KAPAL SELAM KARENA PENGULANGAN PERUBAHAN BEBAN HIDROSTATIK = ON THE FATIGUE LIFE PREDICTION OF SUBMARINE PRESSURE HULL DUE TO ALTERNATING HYDROSTATIC LOADS H Nugroho, Wibowo; Mujahid, Ahmad S.
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.955 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v9i3.1644

Abstract

This technical study to predict the fatigue of the body structure made from material press submarine HY - 80. Because of the major operating expense that occurred on submarines that work is the hydrostatic load due to the nature of its operations. This resulted in hydrostatic load mains voltage (principal stress) which occurs when the submarine was on the surface and into the operational depth starting with Sarat depth (T) 5,5m to 50m and 100m. Events dives from the ocean surface to a depth of operational and back to the surface again, causing the submarine to change the burden of recurrent (repeated load) it contribute substantially to the structure of the material fatigue. Fatigue prediction calculation begins by modeling finite element method (FEM) in the press agency that assumed the form of a similar type submarine U-209 in the form of a hollow cylinder large bergading (web framed hollow cylindrical structure). Calculations carried out by applying the rules of fatigue damage accumulation Palgrem - Miner on S - N curve of materials HY - 80 based on the primary voltage data obtained from the FEM and the safety factor of 2.5. The assumption used is that the submarine has a screen of 120 days in a year. The results of this study show that the fatigue life of the structure of press submarine range 29 years. ABSTRAKKajian teknis ini untuk memprediksi kelelahan dari struktur badan tekan kapal selam berbahan material HY – 80. Karena beban operasional utama yang terjadi pada kapal selam yang bekerja adalah beban hidrostatik akibat sifat operasinya. Beban hidrostatik ini mengakibatkan tegangan utama (principal stress) dimana terjadi saat kapal selam masih dipermukaan dan masuk pada kedalaman operasional dimulai dengan kedalaman Sarat (T) 5,5m ke 50m dan 100m. Peristiwa penyelaman dari permukaan laut sampai kedalaman operasional dan kembali ke permukaan lagi, menyebabkan kapal selam mengalami perubahan beban yang berulang (repeated load) hal ini berkonstribusi cukup besar terhadap kelelahan material struktur tersebut. Perhitungan prediksi kelelahan ini dimulai dengan pemodelan metode elemen hingga (MEH) pada badan tekan yang diasumsikan dengan bentuk yang serupa kapal selam type U-209 dengan bentuk silinder berongga bergading besar (web framed cylindrical hollow structure). Perhitungan kelelahan dilakukan dengan mengaplikasikan aturan akumulasi kerusakan Palgrem – Miner pada S – N curve material HY – 80 berdasarkan data tegangan utama yang diperoleh dari MEH dan faktor keamanan 2,5. Asumsi yang dipakai adalah bahwa kapal selam memiliki 120 hari layar dalam setahun. Hasil studi ini menunjukkan bahwa umur kelelahan struktur badan tekan kapal selam berkisar 29 tahun.
FC Febriyanti, Eka
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.812 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.2215

Abstract

Page 10 of 61 | Total Record : 601


Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 2 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 1 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 2 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 1 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 3 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 2 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 1 (2019): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 3 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 2 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 7, No 1 (2013): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 7 No. 1 (2013): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri More Issue