cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
ISSN : 14103680     EISSN : 25411233     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MIPI, Majalah ilmiah Pengkajian Industri adalah wadah informasi bidang pengkajian Industri berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait dalam bidang industri teknologi proses rekayasa manufaktur, industri teknologi transportasi dan kelautan, serta industri teknologi hankam dan material. Terbit pertama kali pada tahun 1996 frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. MIPI diterbitkan oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa-BPPT
Arjuna Subject : -
Articles 601 Documents
PERHITUNGAN JARAK JANGKAU MAKSIMUM PESAWAT UDARA NIR AWAK BPPT UNTUK MISI STRATEGIS DETERMINING = THE MAXIMUM FLIGHT RANGE OF BPPT’S UAV FOR STRATEGIC MISSION Muliadi, Jemie; Prayitno, Endarmadi A.; Muryanto, Heri T.
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.072 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v9i3.1643

Abstract

The Agency for The Assessment and The Application of Technology (BPPT, Indonesia) has developed several UAV prototypes for various of mission. The missions to be accomplished were including military purposes and also civilian application. To validate the capability of these UAV in performing their defined mission, there’s a requirement to calculate the flight performance parameters. The relevant parameters were including maximum flight range, maximum altitude, flight endurance, etc. The flight range is a crucial parameter to be determined for a UAV for its suitable mission. Thus, this work will be focused on the Maximum Range determination of PUNA BPPT. The data from BPPT’s UAV flight tests will be processed to obtain the aerodynamic parameters as inputs for maximum flight range calculation. The maximum range resulted were occurred in an optimum value of cruising speed. While varying the cruising speed will affect the maximum range attained, the variation will also be analyzed, and the effect will be concluded. ABSTRAKBadan Pengkajian dan Penerapan Teknologi telah mengembangkan Pesawat Udara Nir Awak untuk berbagai misi. Selain misi yang terkait dengan aplikasi pertahanan dan keamanan, PUNA BPPT dikembangkan pula untuk misi-misi non militer. Sebagai validasi kemampuan PUNA BPPT dalam memenuhi misi terebut, maka perlu diketahui ukuran-ukuran performa yang relevan. Ukuran-ukuran tersebut meliputi,jarak jangkauan terbang maksimun, ketinggian terbang maksimum, ketahanan lama terbang, dan sejenisnya. Jarak jangkauan terbang (range) merupakan parameter yang krusial dalam Operasional Pesawat Udara Nir Awak. Makalah ini menyajikan perhitungan jangkauan terbang maksimum PUNA BPPT. Data hasil uji terbang PUNA BPPT diolah untuk menghasilkan parameter aerodinamika yang akan menjadi masukan dalam perhitungan jarak jangkauan terbang PUNA. Jarak jangkau maksimum ini akan mencapai nilai optimum pada suatu nilai kecepatan jelajah optimum. Maka, variasi kecepatan jelajah akan dianalisa dan efeknya akan disimpulkan terhadap Jangkauan Terbang PUNA BPPT.
ELIMINASI SENYAWA AZOBENZENE PADA LIMBAH BATIK MENGGUNAKAN NANOKATALIS Fe3O4/SiO2/TiO2 DAN SINAR MATAHARI Sari Hasnah Dewi, Siti Wardiyati, Adel Fisli
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.912 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v11i1.2095

Abstract

Bahan nanokatalis magnetik Fe3O4/SiO2/TiO2 telah berhasil disintesis denganmetode gabungan yaitu presipitasi dan sol-gel menggunakan prekursor besioksida, tetraethyl ortho silicate dan tetrabuthyl orthotitanate. Untuk mengetahuikinerja katalitik bahan tersebut dilakukan eliminasi limbah batik warna orange dariPT. Roro djonggrang Yogyakarta. Limbah batik warna orange dari PT. Rorodjonggrang Yogyakarta mengandung senyawa azo yang banyak digunakan olehindustri tekstil. Senyawa azo merupakan pewarna sintetis yang berbahaya bagilingkungan, oleh karena perlu dilakukan eliminasi untuk menurunkan kandungansenyawa tersebut sebelum dibuang ke lingkungan. Parameter percobaan yangdilakukan pada penelitian ini adalah pH larutan, waktu iradiasi, jenis sinar dandosis katalis. Dari hasil percobaan diperoleh kondisi optimal proses eliminasilimbah batik warna orange menggunakan nanokatalis magnetik Fe3O4/SiO2/TiO2dicapai pada pH larutan limbah 2,0 – 4,0; waktu iradiasi sekitar 2 – 3 jam; dandosis katalis katalis 1,0g/L. Pada kondisi tersebut bahan nanokatalis magnetikFe3O4/SiO2/TiO2 mampu mengeliminasi warna orange hingga 90 %. Daripercobaan ini terbukti bahwa pengolahan limbah warna menggunakan nanokatalismagnetik Fe3O4/SiO2/TiO2 sangat efektif kerena sederhana, praktis, dan efisienserta ekonomis karena dapat dilakukan di bawah sinar matahari langsung dankatalis dapat dipakai ulang.
Desain Karakteristik Kapal Markas Untuk Operasi Pengamanan Perairan Perbatasan dan Dukungan Penanganan Pasca Bencana Alam Pada Masyarakat Pulau Terluar Samudro, Samudro; Kadir, Abdul
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.778 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.1630

Abstract

Ditinjau dari segi kedaulatan dan pertahanan-keamanan nasional, keberadaan pulau-pulau terluar di perairan perbatasan di bagian utara Sulawesi Utara mempunyai arti strategis bagi Indonesia dan layak untuk diamankan. Di sisi lain. wilayah geografis Sulawesi Utara dengan beberapa gunung berapi dan perairan terbuka  menghadap ke samudra Pasifik, rawan terjadi bencana alam gempa dan Tsunami.  Secara konseptual strategis perlu dikaji kebutuhan sarana dukung transportasi - kapal untuk pengamanan pulau-pulau terluar serta untuk kesiagaan penanganan bencana alam bagi masyarakat wilayah perairan perbatasan. Karenanya pada kajian ini dilakukan studi disain prototip kapal markas yang dilengkapi bulbous-bow untuk mampu beroperasi sesuai karakteristik pada perairan perbatasan bergelombang tinggi, serta berfungsi sebagai sarana dukung operasional patroli pengamanan perairan perbatasan dan penanganan pasca bencana alam. Desain kapal markas panjang 66 m dengan daya 2x155 HP, kecepatan dinas 12,5 Knot telah diuji model di laboratorium hidrodinamika untuk kemampuan ship powering, maneuvring dan sea-keeping dengan hasil memenuhi ketentuan persyaratan  IMO
FC Wahju, Endro
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.939 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v12i1.2894

Abstract

IDENTIFIKASI BAHAN KELONGSONG PADUAN ZrNbMoGe HASIL UJI HIDRIDASI 400C - 1 JAM MENGGUNAKAN TEKNIK DIFRAKSI = IDENTIFICATION ON ZrNbMoGe ALLOY OF 400C-1 HOUR HYDRIDATION TEST FOR CLADDING MATERIALS BY USING DIFFRACTION TECHNIQUE Parikin, Parikin; Bandriyana, Bandriyana; Ismoyo, A.H.
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.606 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i1.97

Abstract

Abstract Synthesis of a new niobium containing zirconium alloy of ZrNbMoGe has been developed in PSTBM-BATAN. In PWR/PHWR reactor, this materials face with liquid coolant i.e. H2O demin that may trig a reaction between hydrogen and containing zirconium. Hydridation tests in argon atmospheer were recently carried out looking for hydrogen effect in material. Hydrogenisation must be avoided due to causing brittle of the material via blistering of Zr-H compound system. Sample with 2%Nb, 0.5%Mo, 0.5%Ge and Zr in balance content has been hydridized by flowing H2 at temperature of 400 oC for an hour. Effects of the test by time-high temperatur dependence on the zirconium content were investigated by X-ray diffractometer. The observed peak at 220.95 was mathematically interpolated by orde-2 polynomial regression. Identifying peak was performed by X-ray diffraction technique and then it conformed ’search and match’ by JCPDS tracing. Results show that new phase in 400oC-1 hour hydridation sample was close to crystal structure of –ZrH2. The crystallographic data emphasize that new phase with lattice parameter of a= b= 3.52 Å and c= 4.45 Å (tetragonal) is (201) plane or 221.60. Also, the JCPDS traces another new orthorhombic phase of Nb3H3O9 at angle of 220.91 with lattice parameter of a= 9.183 Å, b= 22.47 Å and c=4.24 Å conforming to (220) plane. Hypothesized, this is an anti-hydride layer (passivity) that can overcome hydridation process of cladding materials in thereactor. AbstrakSintesis paduan zirkonium yang mengandung unsur Nb (ZrNbMoGe) telah dilakukan di PSTBM-BATAN. Dalam reaktor PWR/PHWR, bahan ini bersentuhan langsung dengan cairan pendingin, yakni: H2O demin yang bisa memicu reaksi antara Hidrogen dan kandungan zirkonium yang reaktif dalam paduan. Uji hidridasi dalam aliran gas H2 beratmosfir gas argon dilaksanakan untuk memprediksi kelakuan paduan ZrNbMoGe pada temperatur tinggi. Peristiwa hidridasi Zr-H sangat dihindari karena peristiwa blistering yang mampu merapuhkan bahan. Sampel paduan dengan kandungan 2%Nb, 0,5%Mo, 0,5%Ge and Zr dalam kesetimbangan telah diuji hidridasi dalam aliran gas H2 pada temperatur 400C selama 1 jam. Pengukuran pola difraksi menggunakan difraktometer sinar-X dengan target Cu. Puncak baru muncul pada sudut 220,95. Interpolasi matematis dilakukan via regresi polinomial orde-2. Identifikasi dan pencocokan profil menggunakan telusuran JCPDS “search and match”. Hasil memperlihatkan bahwa fasa hidridasi (400C-1 jam) sangat dekat dengan struktur kristal –ZrH2. Kristalografi fasa tersebut memiliki parameter kisi a= b= 3,52 Å dan c= 4,45 Å (struktur tetragonal) dengan refleksi pertama bidang (201) pada sudut 221,60. JCPDS juga menampilkan fasa lain berstruktur ortorombik pada sudut 220,91 dengan parameter kisi a= 9,183 Å, b= 22,47 Å and c= 4,24 Å dengan bidang refleksi (220). Fasa ini diduga merupakan lapisan anti-hidrid (passivatif) yang mampu menghalangi penggetasan bahan kelongsong akibat proses hidridisasi dalam reaktor.  
ABS febriyanti, eka
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.043 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v11i1.2082

Abstract

FC Wahju, Endro
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/mipi.v11i2.2602

Abstract

PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI PERKAPALAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING INDUSTRI PERKAPALAN NASIONAL = THE DEVELOPMENT OF SHIPPING INDUSTRY CLUSTERS FOR INCREASING COMPETITIVENESS OF NATIONAL SHIPPING INDUSTRY Habibie, Sudirman; Gumelar, M. Dikdik; Sitorus, Rudy
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.334 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v9i2.86

Abstract

Abstract Government effort to develop marine potency in Indonesia constitutes as a breaktrough program that has been waiting for decade. Considering broad of sea region about 70% from total of Indonesian region, it is reasonable that the future of Indonesia economy is in the sea. One of potencial sector that can be developed is sea transportation sector as sea vehicle (ship). A number of national commerce ships was developed significantly more than 100% from about 6,000 units in 2006 to about 12,500 units in 2013. In the future, this may increase faster because of Government policy to strengthen the development of marine economy, to develop marine axis and to develop sea toll. These programes have to be supported by developing shipping industries, in which they can build new ships and for maintenance. To speed up the increase of roll of shipping industries, the cluster of shipping industry may be needed to be developed in some regions. This cluster consists of several related industries that are core industries, supporting industries and related industries. The development of ship industry clusters have to consider potency of region, region development program, value chain industries, and human resources. Government has to give special policies such as fiscal policy and incentive to develop priority industries and ship industry cluster. Abstrak Usaha pemerintah dalam mengembangkan potensi maritim Indonesia, merupakan suatu program terobosan yang telah ditunggu-tunggu sejak lama. MemperhatikaN luas wilayah laut Indonesia yang meliputi +70% luas wilayah nusantara, maka beralasan bahwa masa depan ekonomi Indonesia ada di laut. Salah satu sektor yang sangat strategis dalam pengembangannya adalah sektor transportasi laut yaitu pengembangan industri perkapalan. Jumlah kapal niaga nasional berkembang dari +6.000 unit pada tahun 2005 dan menjadi +12.500 unit tahun 2013 meningkat lebih dari 100%. Hal ini akan meningkat lebih pesat lagi dengan adanya kebijakan pemerintah memperkuat ekonomi maritim, poros maritim dan tol laut. Peningkatan ini harus didukung juga oleh peningkatan industri galangan kapal baik itu untuk keperluan pembangunan kapal baru maupun untuk perawatan dan perbaikan kapal-kapal yang ada. Untuk mempercepat peningkatan peran industri galangan kapal, maka diperlukan pembentukan klaster industri kapal dalam beberapa wilayah. Klaster ini merupakan sekumpulan industri yang terkait baik berupa industri inti, industri pendukung dan industri terkait. Pembentukan klaster industri perkapalan harus mempertimbangkan potensi wilayah, program pengembangan kawasan, rantai nilai, kesiapan SDM. Pemerintah harus memprakarsai kebijakan khusus diantaranya berupa kebijakan fiskal dan insentif untuk mengembangkan industri prioritas dan klaster industri perkapalan.
Abstracts Febriyanti, Eka
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.716 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v9i3.1785

Abstract

PENENTUAN TEMPERATUR OPERASIONAL “ROD HANGER TUBE HEATER” AGAR MENCAPAI UMUR OPERASI DESAIN Sunandrio, Hadi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.911 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i3.2238

Abstract

Rod Hanger Tube Heater yang sudah beroperasi sekitar ± 7 bulan akan tetapibelum dilengkapi dengan best practice berapa lama MTBF (Mean Time BetweenFailure) atau Life Time nya. Oleh karena itu dibutuhkan pengujian untukmengetahui berapa sebenarnya Life Time dari Rod Hanger, yang nantinya akanmenjadi acuan MTBF dari Rod Hanger tersebut. Pada tulisan ini akan disajikansuatu hasil pengujian mulur (creep test) dari Rod Hanger, yang kemudiandiekstrapolasi sehingga akan menghasilkan grafik LMP vs tegangan, yangmerupakan kombinasi tiga parameter yaitu waktu (time to rupture), logaritmategangan dan suhu operasi menjadi satu kurva yang disebut Kurva MasterLarson-Miller Parameter (LMP Master Curve). Selanjutnya parameter ini dapatdigunakan untuk menghitung umur pakai Rod Hanger yang dioperasikan padasuhu tinggi, dengan menggunakan persamaan Larson-Miller Parameter (LMP)

Page 8 of 61 | Total Record : 601


Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 2 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 1 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 2 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 1 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 3 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 2 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 1 (2019): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 3 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 2 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 7, No 1 (2013): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 7 No. 1 (2013): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri More Issue