cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
ISSN : 14103680     EISSN : 25411233     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MIPI, Majalah ilmiah Pengkajian Industri adalah wadah informasi bidang pengkajian Industri berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait dalam bidang industri teknologi proses rekayasa manufaktur, industri teknologi transportasi dan kelautan, serta industri teknologi hankam dan material. Terbit pertama kali pada tahun 1996 frekuensi terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. MIPI diterbitkan oleh Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa-BPPT
Arjuna Subject : -
Articles 601 Documents
KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN EMISI KENDARAAN DENGAN REGULASI R83 MENGACU PADA PERHITUNGAN JOINT COMMITTEE FOR GUIDES METROLOGY (JCGM) 100 : 2008 Rochmanto, Budi
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.594 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i2.148

Abstract

Harmonisasi terkait 19 regulasi bidang otomotif diantara negara ASEAN akan dilakukan melalui kesepakatan ASEAN MRA. Salah satu regulasi yang akan diharmonisasi adalah pengujian emisi kendaraan sesuai dengan regulasi R83. BT2MP-BPPT merupakan laboratorium terakreditasi yang akan menjadi  technical service untuk pelaksanaan pengujian R83. Studi ini membuat kajian terkait perhitungan ketidakpastian dalam pengujian emisi kendaraan berdasarkan regulasi R83 tersebut.  Ketidakpastian pengukuran yang dihasilkan pada pengujian dengan standar R83 dipengaruhi oleh parameter peralatan ukur seperti chassis dynamometer, gas analyzer, sistem sampling emisi danyang lain. Selain faktor peralatan tersebut, data hasil pengukuran juga merupakan faktor yang mempunyai pengaruh signifikan.  Pada kajian iniperhitungan ketidakpastian mengacu kepada Joint Committee for Guide in Metrology (JCGM) 100 2008, hasilnya dinyatakan pada tingkat kepercayaan 95 % dengan faktor cakupan k=2.Dari hasil pengujian di BT2MP-BPPT, hasil perhitungan ketidakpastian pengukuran total yang merupakan gabungan dari ketidakpastian parsial dari unsur yang berpengaruh,menunjukkan ketidakpastian total untuk parameter emisi HC, CO dan NOx adalah 0.0021 gr/km, 0.0103 gr/km dan 0.0004 gr/km secara berurutan.Hasil akhir ketidakpastian pengukuran pada pengujian emisi ini menunjukkan kemampuan ukur dari fasilitas uji emisi kendaraan BTMP-BPPT dalam hal deviasi dan keterterimaan dari pengukuranyang dihasilkannya. 
PENGARUH PERLAKUAN PANAS PADA SIFAT MEKANIK DAN DAYA HANTAR LISTRIK PADUAN AlZrCe SETELAH HOT ROLLING DAN DILANJUTKAN DENGAN COLD ROLLING Syafar, Suryadi; Wibisono, Mirza; Rohmah, Amilatin; Hernadi, Hernadi; Kirman, Kirman
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.361 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v12i1.2582

Abstract

Telah dilakukan percobaan hot rolling, dilanjutkan dengan cold rolling terhadap dua jenis sampel paduan AlZrCe dengan komposisi serium (Ce) 0,2% dan 0,3% serta komposisi Zr 0,13% yang sebelumnya diproduksi melalui proses gravity casting. Setelah proses rolling dilanjutkan dengan perlakuan panas terhadap sampel dengan temperatur pemanasan 150, 230 dan 350 °C yang ditahan selama 2 dan 4 jam. Untuk mengetahui perubahan sifat mekanis sampel telah dilakukan uji kekerasan dengan metode Vickers dan uji tarik. Untuk mengetahui perubahan struktur mikro dilakukan proses metaloggrafi sampel yang dilanjutkan dengan pengamatan menggunakan mikroskop optik (OM) dan scanning electron microscopy (SEM) mikroskop tarstem. Selanjutnya dilakukan pengukuran koduktivitas listrik menggunkan metode Edy current. Proses cold rolling setelah hot rolling meningkatkan nilai kekerasan dan kekuatan tarik sampel. Selanjutnya proses perlakuan panas meningkatkan nilai kekerasan kekuatan untuk temeperatur pemanasan sampai 230 °C selama 2 jam namun pada pemanasan pada temepratur yang sama selama 4 jam terjadi sedikit penurunan, namun cenderung meningkatkan konduktivitas listrik. Pemanasan pada temperatur yang lebih tinggi dengan waktu tahan yang lebih lama signifikan menurunkan nilai kekerasan dan kekuatan, namun signifikan menaikan konduktifitas listrik. Kadar Ce yang lebih tinggi signifikan meningkatkan kekuatan namun kunduktifitas listrik lebih rendah.
STRATEGI PENINGKATAN MUTU KEAMANAN PRODUK BAKERI INDUSTRI KECIL MENENGAH MELALUI PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) = THE STRATEGY OF IMPROVING FOOD SAFETY BASE ON IMPLEMENTATION GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP’S) ON SMALL-MEDIUM ENTERPRISES BAKERY Adinegoro, Himawan
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.69 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v10i1.98

Abstract

AbstractThe objective of this research is to formulate strategy of improving food safety base on implementation Good manufacturing Practices (GMP’s). This paper presents a Swot analysis regarding the implementation of GMP’s on smallmedium enterprises bakery in Bogor. SWOT is an expert choice justification model which is used to engineer the structural analysis model by taking several elements of the strategic environmental factors. SWOT analysis for the strategic environmental factors has identified the significant aspect of the supporting elements, constraints and, the groups of the alternative strategy. Interpretative Structural Modelling (ISM) is used to find out the principal sub-elements of each strategy and stakeholders elements have been analysed to enrich the formulate strategy. Complete analysis of this research has built alternative formulation strategy for region superiority improving food safety base on implementation GMP’s, with considering respective limitation. Abstrakproduk bakeri pada industry kecil menengah melalui penerapan praktekpengolahan terbaik (GMP). Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa SWOT. Analisa SWOT merupakan salah satu alat analisis kualitatif yang digunakan untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman dalam melakukan kegiatan dengan mengacu pada kekuatan dan kelemahan yang dimiliki stakeholders industri kecil menengah produk bakeri di kota Bogor. Penggunaan teknik Interpretive Structural Modeling (ISM) pada analisis SWOT untuk melihat hubungan kontekstual antar elemen dan hirarki untuk elemen penyusun strategi. Hasil analisis dari ke dua model (analisis SWOT dan ISM) dalam penelitian ini adalah strategi terbaik dengan keterbatasan ahli dalam rangka peningkatan mutu keamanan produk bakeri berdasarkan GMP. 
PF febriyanti, eka
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.458 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v11i1.2081

Abstract

ANALISIS KEGAGALAN IMPELLER PENYEBAB KERUSAKAN POMPA AIR KAPAL LAUT Febriyanti, Eka
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.318 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v11i2.1621

Abstract

Impeller merupakan bagian dari pompa sentrifugal yang digunakan  untuk kapal laut dan telah mengalami korosi seragam secara signifikan setelah satu tahun pengoperasian. Impeller terbuat dari ASTM B198-13A, grade C87400 yang merupakan jenis silicon brass. Hasil pemeriksaan visual menunjukkan bahwa seluruh permukaan kecuali pada bagian yang dilindungi oleh cat mengalami proses korosi di seluruh permukaan.  Sedangkan pemeriksaan SEM menunjukkan adanya selective etching fasa-fasa tertentu. Hal pemeriksaan tersebut juga dikonfirmasi dengan pemeriksaan metalografi dimana menunjukkan adanya leaching dari fasa yang kaya akan unsur zinc mendekati zona terekspos. Oleh karena itu, mekanime korosi yang terjadi mengarah pada dezincfication. Analisis kimia dari material impeller menunjukkan bahwa material impeller yang diperiksa bukan jenis ASTM B584-836, namun agak mirip komposisi ASTM dimana merupakan jenis silicon brass dan merupakan jenis material kuningan yang tidak tahan serangan klorida tidak seperti leaded red brass. 
PENDEKATAN PEMODELAN ”DIAGRAM FUNDAMENTAL POLINOMIAL” UNTUK RUAS JALAN BEBAS HAMBATAN = MODELING APPROACH OF “POLYNOMIAL FUNDAMENTAL DIAGRAM” FOR FREE WAY SEGMENTS Harjono, Mulyadi Sinung; Aspar, Wimpie Agoeng Noegroho
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.968 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v9i2.87

Abstract

Abstract Behaviour movement of vehicles on the highway segment is the basis for the development of a lot of traffic modeling. Development of traffic modeling on the number of vehicles is used macroscopically for an extensive road network. This study aims to find the relationship between the level of service to the fundamental diagram. Therefore, this relationship can be used to develop information systems for the transportation stakeholders or control the current flow on the freeway. The next research goal focuses on determining the average speed of vehicles effectively based on the level of service. Specific relationship between macroscopic parameters for specific traffic conditions on a single road section occurs when steady state conditions and equilibrium conditions were achieved. Average traffic conditions practically were taken on the measurements of macroscopic parameters after steady state is reached and valid. Modeling was obtained based on mapping the equilibrium conditions. The diagram between the macroscopic parameter is called the Fundamental Traffic Diagram for road segments. The results of the research showed that the highest vehicular traffic flow conditions gives maximum density of vehicles. If the average speed of vehicles on the condition of free flow determined in accordance maximum design speed of 120 km/h, the headway and each vehicle gap would be 1.5 seconds and 50 meters, respectively. It is very meaningful for policy makers to determine the flow traffic pattern and transport engineering. Abstrak Perilaku pergerakan banyak kendaraan pada ruas jalan bebas hambatan menjadi dasar bagi pengembangan banyak pemodelan lalu-lintas. Pengembangan pemodelan lalu-lintas jumlah kendaraan secara makroskopik dipergunakan pada jaringan jalan yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hubungan antara tingkat pelayanan jalan dengan diagram fundamental. Dengan demikian hubungan ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan sistem informasi bagi pemangku kepentingan transportasi ataupun pengendalian aliran arus pada jalan bebas hambatan. Tujuan penelitian berikutnya menitik beratkan pada penentuan kecepatan rata-rata banyak kendaraan efektif berdasarkan tingkat pelayanan jalan. Hubungan spesifik antar parameter makroskopik untuk kondisi lalu lintas tertentu pada satu ruas jalan tunggal terjadi pada saat kondisi keadaan mantab dan kondisi equilibrium. Kondisi lalu lintas rata-rata secara praktis diambil pengukuran parameter makroskopik setelah kondisi stabil tercapai dan valid. Pemodelan yang diperoleh berdasarkan pada pemetaan kondisi equilibrium. Pada diagram antar parameter makroskopik tersebut disebut sebagai Diagram Fundamental Lalu-Lintas bagi ruas jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi aliran arus kendaraan tertinggi diperoleh kepadatan kendaraan maksimum. Apabila kecepatan rata-rata banyak kendaraan pada kondisi arus bebas (free flow) ditetapkan sesuai kecepatan maksimum desain yaitu 120 km/jam, maka diperoleh headway dan gap masing-masing kendaraan adalah 1,5 detik dan 50 meter. Diagram Fundamental Polinomial yang terjadi dapat membantu bagi pengambil kebijakan untuk menentukan pola aliran arus kendaraan, pengendalian optimal dan rekayasa transportasi.
FRONT COVER Febriyanti, Eka
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.868 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v9i1.1791

Abstract

PENCEGAHAN KONTAMINASI OLI PADA MESIN PEMBANGKIT JGS 420 DENGAN MEMANFAATKAN BAJA TAHAN KARAT PADA MANUFAKTUR PENDINGIN UDARA suhadi, amin
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.704 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v11i1.1733

Abstract

Perusahaan pembangkit listrik PT.XYZ mengoperasikan mesin pembangkit type JGS 420denganbahanbakar gas. Masa pakai pelumas mesin lebihpendekdari yang di standarkan sehingga tidak efisien. Hasilpenelitianterhadappelumasmenunjukkanbahwapelumasbanyakmengandung kontaminasi padat yang berasal dari partikel tembaga (Cu)sebanyak 137 sampai 204 ppm. Pemeriksaanlebihlanjutditemukanbahwakontaminasitersebutberasaldarisiripsirippendinginudara yang terbuatdaritembagadanmengalamikorosiselamaberoperasi. Kondisi ini terjadi karena faktor kelembaban yang tinggi di negeri tropis. Karena itupenelitianinibertujuanuntukmemperbaikikarakteristik pendingin udara tersebut agar terhindardari korosi dengan memanfaatkan material tahan korosi yaitu baja tahan karat 304. Metode penelitian dilakukan dengan observasi dilapangan, pengujian oliesebelum dilakukan pergantian material dan perbandingan setelah pergantian, simulasi Ansys dan monitoring reliabilitas mesin.Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa pemanfaatan material baja tahan karat sebagai sirip pendingin udara sebagai pengganti material tembaga mampu mengurangi kontaminasi tembaga sehinggapemakaian pelumaslebihefisien.
STUDY ON THE FAST MISSILE CRAFT OF 60 M ON THE SEASTATE CONDITION OF THE WEST AND EASTERN INDONESIAN WATER hardjono, soegeng
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.643 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v11i3.1776

Abstract

Recently, Indonesian Navy is developing warship fleet by constructing Fast Missile Craft (KCR) 60M. The performance of KCR 60M  depends on the wave height of Indonesian waters. It needs to perform research on the maximum wave height for the ship length of KCR 60M and the minimum ship length of KCR 60M to cope with the highest extrem waves by statistical methods and empirical formula. The analysis result shows that KCR 60M can operate at a maximum wave height of 4,73m. Since the wave height of Indonesian water is less than 4,73m, then KCR 60M can operate throughout the year, except in Desember and January in the North areas of Indonesia near the South China Sea border due to the moonsun Asia. However, the existency of the extrem wave height >4,3m cause KCR 60M unable to operate whether in the North or South Equators as well as Inter-island waters. KCR 60M also unable to operate in the whole Naval Main Base (Lantamal) from Lantamal II (Padang) up to Lantamal XIV (Sorong). Based on the average extreme wave height of 5,1m, it can be determined that KCR 60M capable of operating has a minimum ship length of about 70m.
FC Wahju, Endro
Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.211 KB) | DOI: 10.29122/mipi.v12i3.3251

Abstract

Page 11 of 61 | Total Record : 601


Filter by Year

2013 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 2 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajain Industri Vol. 16 No. 1 (2022): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 2 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 15 No. 1 (2021): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 3 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 2 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 14, No 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 14 No. 1 (2020): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 3 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 13 No. 2 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 13, No 1 (2019): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 13 No. 1 (2019): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): VOL 12, NO 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 12 No. 3 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 3 (2018): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 2 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 12, No 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 12 No. 1 (2018): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 3 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 2 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 11 No. 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 11, No 1 (2017): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 3 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 2 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 10 No. 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 10, No 1 (2016): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 3 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 2 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 9, No 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 9 No. 1 (2015): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 3 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 3 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 2 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 8 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol. 8 No. 1 (2014): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri Vol 8, No 1 (2014): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol 7, No 1 (2013): MAJALAH ILMIAH PENGKAJIAN INDUSTRI Vol. 7 No. 1 (2013): Majalah Ilmiah Pengkajian Industri More Issue