cover
Contact Name
Rochmat Aldy Purnomo
Contact Email
purnomo@umpo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
adimas@umpo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Adimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25500031     EISSN : 2550004X     DOI : -
Core Subject : Social,
Adimas : Jurnal Pengabadian masyarakat, terbit dua kali setiap tahun yakni bulan maret dan bulan september diterbitkan oleh LPPM Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019): September" : 7 Documents clear
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENYEDIAAN MESIN PAKAN IKAN LELE DI DESA NOGOSARI KABUPATEN PACITAN Rachmawati Novaria; Suko Istijanto; Ute Ch. Nasution; Agus Eko Sujianto
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v3i2.1630

Abstract

Aspek penting dalam budidaya ikan lele di desa ini yaitu pakan, yang memiliki ketergantunga tinggi pada pakan pabrikan sehingga meningkatkan biaya produksi. Peningkatan biaya produksi ini menjadi masalah karena tidak diikuti oleh peningkatan harga dan penjualan sehingga keuntungan pembudidaya ikan lele tidak mengalami pertumbuhan. Tujuan studi ini yaitu memberikan pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat melalui penyediaan mesin pakan ikan lele untuk mewujudkan kemandirian pembudidaya ikan lele di Desa NogosariKabupaten Pacitan. Metode yang digunakan disamping penyediaan mesin pakan ikan, juga melalui pendampingan terhadap kelompok pembudidaya ikan lele dan pelatihan wirausaha untuk peningkatan hasil produksi pakan ikan lele. Hasil studi bahwa pembudidaya mampumemproduksi sendiri pelet secara cepat, masal dan bermutu tinggi sesuai dengan standar pakan lele, hasil produksi di pasarkan dalam berbagai kemasan dan ukuran yang berbeda. Selain dapat memenuhi kebutuhan sendiri juga dapat dipasarkan keluar desanya, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sebagai tambahan penghasilan baru mereka.
PENINGKATAN KETANGGUHAN MASYARAKAT DUSUN GODEGAN JAMUSKAUMAN NGLUWAR MAGELANG JAWA TENGAH Restu Faizah; Willis Diana; Edi Hartono
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.868 KB) | DOI: 10.24269/adi.v3i2.1632

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di dusun Godegan, desa Jamuskauman kecamatan Ngluwar Magelang Jawa Tengah. Desa Jamuskauman termasuk pada kategori Desa Tangguh Bencana Pratama, dimana kegiatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) masih sangat awal dilakukan di desa ini. Kegiatan ini betujuan meningkatkan ketangguhan warga dalam menghadapi bencana, dengan beberapa kegiatan yaitu pendidikan ketangguhan, diskusi potensi bencana dan pembagian buku saku tangguh bencana. Dari hasil kegiatan ini diperoleh informasi bahwa dusun Godegan memiliki potensi ancaman bencana gempabumi, angina putting beliung dan banjir lahar dingin. Kegiatan selanjutnya yang perlu dilakukan berupa pelatihan kesiapsiagaan, penentuan titik kumpul dan pembuatan jalur evakuasi. Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan warga, terbukti dari antusiasme warga dalam mengikuti seluruh rangkaian acara.Community service has been done in Godegan, Jamuskauman village, Ngluwar sub-district of Magelang regency, Central Java. Those event has succeeded in assessing the resilience of these villagers in the face of disasters. The village is included in the category of Desa Tangguh Bencana Pratama, whereis the Disaster Risk Reduction activities will begin (at early stage) in this village. This activity aims to increase the resilience of villagers in the face of disasters, with several activities namely disaster preparedness and resilience education, discussion of potential disasters and the distribution of disaster resilient manual books. The community succeeded in mapping out the potential disasters in the village, namely earthquakes, tornadoes and cold lava floods and improved the knowledge abaut the preparedness and resilience of disaster.  The next activity that needs to be done is in the form of preparedness training, determining the gathering point and making an evacuation route. The enthusiasm of the villagers in participating in this activity needs to be followed up by the local government and the community concerned with disasters by carrying out sustainable activities towards a resilient village
DESA MANDIRI PANGAN BERBASIS PEKARANGAN DI DONOKERTO, TURI, SLEMAN, DIY Agus Nugroho Setiawan; Septi Nur Wijayanti
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.235 KB) | DOI: 10.24269/adi.v3i2.1828

Abstract

Donokerto merupakan salah satu desa di Kecamatan Turi, Sleman yang merupakan lahan pertanian, dengan tanaman utamanya adalah salak pondoh. Selama ini, lahan pekarangan di Desa Donokerto lebih banyak ditanami salak pondoh. Pekarangan tersebut akan dikembangkan menjadi lahan pertanian yang produktif menghasilkan bahan pangan. Jika program ini dapat dijalankan oleh masyarakat secara meluas maka akan terwujud Desa Mandiri Pangan. Untuk mewujudkan desa mandiri pangan, dilakukan pengabdian pada masyarakat Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM).  Beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu koordinasi dengan Pemerintah Desa Donokerto, sosialisasi dan penyuluhan, praktek pengelolaan lahan, serta pendampingan dan pembinaan masyarakat. Hasil pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa warga masyarakat Donokerto, Turi sebagai penerima program memberikan tanggapan yang positif dengan mengikuti kegiatan secara penuh dan menyampaikan apresiasi karena sudah mendapatkan bekal pengalaman dan ketrampilan dalam mengelola pekarangan untuk pertanian (budidaya tanaman) maupun perikanan. Untuk mewujudkan Donokerto sebagai Desa Mandiri Pangan Berbasis Pekarangan, diperlukan komitmen, semangat, dan motivasi seluruh masyarakat, serta dukungan dari Pemerintah Desa, dan mengembangkan kegiatan yang mendukung program tersebut
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH KAOS KAKI DI DESA MOJO KECAMATAN BERINGIN KABUPATEN NGAWI Siti Rokhayah; Windy Rizki Amalia; Ika Rizki Rahmawati; Alwinanto Zhamroni; Dian Pratiwi
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.789 KB) | DOI: 10.24269/adi.v3i2.1830

Abstract

Kegiatan pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk memberikan kemampuan secara ekonomi kepada mitra dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar wilayah mitra. Pemanfaatan limbah kaos kaki diberikan kepada Karang Taruna Desa Mojo sebagai bentuk kepedulian dalam menanggulangi masalah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa bentuk program, diantaranya adalah sosialisasi pemanfaatan limbah, pelatihan menjahit dan pewarnaan bahan kaos kaki, serta pembuatan keset dan aneka boneka dari limbah kaos kaki.Mitra program kegiatan ini adalah Karang Taruna Desa Mojo dengan peserta yang terlibat sebanyak 10 orang. Kegiatan telah dilakukan selama 3 (tiga) bulan dan menghasilkan luaran berupa produk keset dan boneka dari limbah kaos kaki (limbah cacat produksi) yang telah dijual di beberapa wilayah di Ngawi dan Madiun.Kegiatan yang dilakukan ini sebagai bentuk program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang telah lolos didanai oleh Kementerian Riset.Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia tahun pendanaan 2019.Kata kunci: pemberdayaan, karang taruna, limbah kaos kaki
PEMBERDAYAAN KELOMPOK MASYARAKAT PAGUYUBAN TURAH RUNTAH DI SUMUR PANGGANG MELALUI PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI Muhammad Fikri Hidayattullah; Taufiq Abidin; Sena Wijayanto; Yustia Hapsari
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.938 KB) | DOI: 10.24269/adi.v3i2.1845

Abstract

Paguyuban Turah Runtah merupakan sebuah komunitas masyarakat yang bergerak di bidang sosial terutama dalam pembenahan lingkungan. Salah satu aktivitas utama dari paguyuban ini adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga lingkungan agar tetap bersih. Selama menjalankan aktivitas sosialisasi tersebut, Turah Runtah menggunakan media poster yang ditempel di tempat-tempat yang rawan dijadikan tempat untuk membuang sampah secara sembarangan. Poster-poster tersebut didesain dan dihasilkan oleh desainer grafis dari percetakan yang secara otomatis membutuhkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu agar paguyuban ini dapat secara mandiri menjalankan aktivitas sosialisasinya maka diperlukan pelatihan seputar pemanfaatan teknologi informasi. Pada pelatihan ini anggota paguyuban dilatih membuat logo dan poster dengan memanfaatkan berbagai software untuk desain grafis. Selain itu juga, Paguyuban Turah Runtah melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diberikan bantuan berupa satu unit laptop agar bisa berkembang lebih baik.
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA KECAMATAN RAKIT MELALUI KEGIATAN PENGEMBANGAN USAHA EKONOMI PRODUKTIF BERBASIS MASYARAKAT Sarno Sarno
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.333 KB) | DOI: 10.24269/adi.v3i2.1207

Abstract

Karang Taruna Kecamatan Rakit Kabupaten Banjarnegara sebagai salah satu organisasi sosial kemasyarakatan saat ini terus melakukan upaya pengembangan usaha ekonomi produktif dengan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang dimiliki. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mendukung serta menjaga eksistensi dan keberlanjutan organisasi. Berbagai kegiatan diarahkan pada pengembangan usaha ekonomi produktif seperti kegiatan pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik, pengelolaan lingkungan melalui bank sampah, pemanfaatan sampah menjadi kerajinan tangan dan lain sebagainya. Keterbatasan pengetahuan dan pemahaman para pengurus dan anggota karang taruna sebagai kelompok sosial masyarakat yang tidak produktif tentang pengembangan usaha ekonomi produktif menjadi permasalahan yang harus dipecahkan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut adalah mentransfer teknologi melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kapasitas serta keterampilan teknis karang taruna dalam pengembangan usaha ekonomi produktif. Membantu pengembangan dan eksistensi kelembagaan karang taruna. Kegiatan pendidikan masyarakat dilakukan melalui penyuluhan tentang pentingnya pengembangan usaha ekonomi produktif karang taruna. Sedangkan kegiatan pelatihan dilakukan melalui demonstrasi secara langsung membuat pupuk organik, kerajinan tangan, dan bank sampah dengan memanfaatkan sampah rumah tangga dan sampah di sekitar lingkungan. Hasil kegiatan membawa implikasi pada peningkatan pengetahuan dan kapasitas serta keterampilan pengurus dan anggota karang taruna dalam mengembangkan usaha ekonomi produktif. Meningkatnya kemandirian kelompok karang taruna secara ekonomi dan sosial.
PEMBERDAYAAN SISWA SEBAGAI PEER EDUCATOR KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Sri Susanti; Cholik Harun Rosjidi; Metti Verawati
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v3i2.1867

Abstract

The Community Service Program aims to form a trained peer counselor by providing knowledge and skills to peer counselors on adolescent reproductive health and ways to deal with the problem. Design to achieve these goals by training some students to become peer counselors about reproductive health. The main material for this training is Adolescent Reproductive Health and the ways to overcome the problem, as well as how to become a peer counselor. The program target is a member of the OSIS SMK PGRI 1 Ponorogo. The training is conducted 1 day and mentoring is carried out 1 day. The number of students trained by 20 students as peer counselors. The training results showed 95% of students increased significantly the reproductive health knowledge score. And 100% of students are able to act as a peer educator effectively. The peer educator program should be an extra-curricular activity in all schools both junior and senior high school to prevent unhealthy sexual behavior in adolescents.

Page 1 of 1 | Total Record : 7