Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERBAIKAN PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BAWANG MERAH DENGAN PERENDAMAN BENIH DALAM GIBERELIN Agus Nugroho Setiawan; Kurniawan Vistiadi; Sarjiyah Sarjiyah
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v21i1.1965

Abstract

Shallots are mostly developed with tubers as planting material, even though they have many disadventages. An alternative that can be done is to use seeds in the form of botanical seeds (True Shallot Seed/TSS), but there is still a long nursery time. This study aims to obtain the concentration and soaking time of the gibberellin on the germination and growth of shallot seedlings. The research was conducted using a single factor experimental method that arranged in a completely randomized design. The treatments were 4 gibberellins concentrations i.e. 2, 4, 6 and 8 ppm which were immersed for 12 and 24 hours, with 3 replications and each replication consisted of 5 sample. The observed variables were germination, vigor index, height of plant, number of leaves, leaf area, fresh weight and dry weight of seedling. The results of the research showed that a gibberellin with a concentration of 2 ppm with soaking time of 24 hours was able to increase the germination and vigor index of shallot seeds, and as well as increase the growth of shallot seedlings.  
PEMBERDAYAAN SISWA SMP DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG PRODUKTIF Sarjiyah Sarjiyah; Siti Yusi Rusimah; Agus Nugroho Setiawan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2018: 2. Penguatan Inovasi Teknologi (Pangan, Pertanian, Energi, Transportasi) Bagi Pemerintah Daera
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.552 KB)

Abstract

Lingkungan hidup mempunyai arti yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu,penanaman terhadap pelestarian lingkungan hidup yang baik harus ditanam sejak awal melaluiberbagai macam media dan kegiatan. Di DIY terdapat banyak sekolah SMP yang siswanyamempunyai potensi berperan dalam pelestarian lingkungan, di antaranya adalah SMPMuhammadiyah 3 Kodya Yogyakarta dan SMP Muhammadiyah 2 Godean, Sleman. Permasalahanyang dihadapi adalah pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai media belajar masih terbatas,tanaman yang diusahakan di lingkungan sekolah masih terbatas dan kurang bernilai ekonomi.Belum adanya kegiatan pemanfaatan lingkungan sekolah secara produktif dikarenakanpengetahuan, wawasan dan ketrampilan siswa dalam pemanfaatan lingkungan sekolah denganbudidaya tanaman masih terbatas. Alternatif solusinya, pemanfaatan SDA lingkungan sekolahsecara optimal untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan asri, serta dapat menjadi mediabelajar siswa, peningkatan wawasan dan ketrampilan siswa dalam pengelolaan lingkungan sekolahmelalui penerapan teknologi budidaya tanaman yang produktif. Pelaksanaan program IbM telahberjalan lancar dan baik, dengan kegiatan yang telah dilakukan adalah sosialisasi, penyuluhan,pelatihan pembuatan instalasi vertikultur, praktek budidaya sayuran dengan teknologi vertikultur,pendampingan serta monitoring dan evaluasi.
PEMBERDAYAAN SISWA SEKOLAH LUAR BIASA TUNA GRAHITA (SLB C) DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN SEKOLAH Agus Nugroho Setiawan; Sri Sudarsi; Siti Yusi Rusimah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2018: 5. Penguatan Inovasi Pendidikan Bagi Pemerintah Daerah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.306 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu kewajiban dan sekaligus hak bagi setiap manusia. Demikianhalnya dengan anak-anak tuna grahita yang mempunyai perkembangan mental dan tingkatkecerdasan terbatas, tetap berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengankondisi dan kemampuannya. Berbeda dengan anak-anak pada umumnya yang menekankan padaaspek kognisi, psikomotorik dan afeksi, pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus tunagrahita lebih diarahkan pada bina diri agar pada saatnya nanti dapat hidup mandiri dan tidaktergantung pada orang lain. Pendidikan di SLB Tuna Grahita Wiyata Dharma II Sleman menghadapipermasalahan, antara lain tingkat kecerdasan dan kemandirian siswa terbatas, pandanganmasyarakat umum sering kurang baik, potensi siswa belum tergali, pemanfaatan lingkungan sekolahbelum optimal dan pemanfaatan lingkungan sebagai media belajar terbatas. Alternatif solusinyapenguatan pada ketrampilan dan kemandirian siswa, menggali potensi siswa agar menjadi unggulansekolah, dan pemanfaatan lingkungan sekolah secara optimal untuk menciptakan lingkungan yangnyaman dan dapat menjadi media belajar siswa. Untuk mencapai target luaran sesuai permasalahanyang dihadapi, digunakan beberapa metode, yang meliputi penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan,praktek aplikasi teknologi, serta pendampingan dan monitoring evaluasi. Hasil kegiatan pengabdianmasyarakat menunjukkan kegiatan penerapan ipteks bagi masyarakat di SLB Tuna Grahita 2Sleman dan SLB Negeri Sleman berjalan dengan baik dan mencapai luaran sesuai yangdiharapkan. Masyarakat sasaran yaitu siswa, guru dan orangtua siswa memberikan tanggapan yangsangat baik dengan berpartisipasi dan mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya serta merasakanmendapat pengetahuan dan ketrampilan dalam mengelola lingkungan sekolah, menjadi lebih asri,produktif dan menjadi media belajar siswa.
PENGELOLAAN PEKARANGAN UNTUK KETAHANAN PANGAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Septi Nur Wijayanti; Agus Nugroho Setiawan
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.615 KB) | DOI: 10.18196/ppm.34.299

Abstract

Saat ini lahan pertanian tanaman pangan di Gondoarum, Wonokerto, Turi mengalami penyusutan sehingga untuk mencukupi kebutuhan bahan pangan masyarakat harus membeli di warung atau pasar. Salah satu lahan yang potensial untuk dikelola menjadi lahan pertanian untuk menghasilkan bahan pangan adalah pekarangan. Sebagian besar masyarakat Gondoarum merupakan petani, namun yang mengelola halaman dan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan masih terbatas, karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilannya. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan tujuan menjadikan pekarangan rumah di Gondoarum menjadi lahan pertanian produktif. Program pengabdian pada masyarakat dilakukan dengan metode partisipatif, melalui beberapa tahapan mulai dari koordinasi dan sosialisasi kepada masyarakat, implementasi di lapangan, sampai monitoring dan evaluasi dengan melibatkan Tim Pelaksana dari UMY, ibu-ibu PKK, Kepala Dukuh dan Ketua RT serta Ketua RW. Program pengabdian pada masyarakat telah berjalan baik dengan tingkat partisipasi masyarakat Gondoarum cukup tinggi, dan memberikan hasil masyarakat mampu mengelola pekarangan dan mampu mewujudkan halaman asri, teratur, indah dan nyaman, serta produktif. Program pengabdian pada masyarakat telah memberikan kemanfaatan yang luas dengan mampu menyediakan berbagai bahan pangan dari hasil panen di pekarangan dalam masa pandemi Covid-19.
Introduksi Pengolahan Limbah Salak Pondoh dan Kelapa Menjadi Produk Bernilai Ekonomi pada PKK di Dusun Potro, Pakem, Sleman Agus Nugroho Setiawan; Septi Nur Wijayanti
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.13-19

Abstract

Potro yang berada di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, merupakan daerah pertanian dengan tanaman utamanya padi dan salak pondoh, selain kelapa dan buah–buahan yang ditanam di pekarangan. Selama ini, buah salak pondoh (Salacca zalacca) dan kelapa hanya dimanfaatkan pada bagian daging buahnya, sedangkan bagian lainnya dibuang sebagai limbah dan tidak termanfaatkan, yang justru sering menimbulkan masalah. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan nilai tambah pada limbah pertanian melalui pengolahan menjadi berbagai macam produk, serta meningkatkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan limbah pertanian. Sasaran utama kegiatan ini adalah anggota PKK yang mempunyai ketersediaan waktu luang lebih banyak dan mempunyai kegiatan rutin dalam pemberdayaan ekonomi. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan beberapa metode kegiatan yaitu penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan praktek pengolahan limbah; serta pendampingan dan monitoring evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa limbah pertanian berupa biji salak pondoh diolah menjadi kopi biji salak, dan sabut kelapa dapat diolah menjadi keset yang bernilai ekonomi, serta anggota PKK mendapatkan pengetahuan, wawasan, dan ketrampilan dalam mengolah limbah pertanian.Kata kunci : limbah pertanian, pengelolaan, sabut kelapa, biji salak pondoh, bermanfaatAbstractPotro which is located in Pakem Subdistrict, Sleman Regency, is an agricultural area with mainly rice and pondoh snakefruit (Salacca zalacca), in addition to coconut and fruits planted in the yard. So far, pondoh snakefruit and coconut are only used in the fruit flesh, while other parts are disposed of as waste and not utilized, which often causes problems. Therefore, this community service is carried out with the aim of providing added value to agricultural waste through processing into various kinds of products, as well as increasing the knowledge, insights and skills of citizens in the management and utilization of agricultural waste. The main target of this activity is members of women organization PKK who have more free time available and have routine activities in economic empowerment. To achieve this goal, several methods of activity were carried out, namely counseling, demonstration and training on waste treatment practices; and assistance and monitoring evaluation. The results of the community service show that agricultural waste in the form of pondoh snakefruit seeds is processed into coffee of zalacca seeds, and coconut husk can be processed into mat that has economic value, and PKK members obtain knowledge, insight, and skills in processing agricultural waste.
PENGUATAN PERILAKU HIDUP SEHAT DAN BERSIH DI MASA PANDEMI COVID-19 Agus Nugroho Setiawan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i1.102-109

Abstract

Pojok is one of village of Wonokerto, Turi, Sleman, DIY which is growing. The Pojok people realize that a good lifestyle will improve their health and a longer life expectancy, so they will continue to try to improve their knowledge and insight about health. Some of the problems faced are the insight and knowledge of the Pojok community about clean and healthy living behavior (PHBS) is still limited and has not been implemented as a whole, and family welfare program (PKK) activities related to clean and healthy living behavior and the number and skills of Health Cadres are still limited. To realize PHBS in Pojok, Community Service activities was conducted in the form of KKN PPM, for 6 months starting from January to June 2020. To achieve the goal, community service was conducted with several stages, i.e. KKN student training, coordination and socialization to the community, implementation of the field consisted as extension, training, facilitation, and assistance. The results of community service show that the activity has been going well with several activities, i.e. coordination, socialization, counseling, training and facilitation of supporting equipment, assistance, and monitoring and evaluation. The community of Pojok, Wonokerto, Turi gave a good response by participating in activities and implementing PHBS in their daily lives well. The community feels they have gained insight, experience and skills in the application of PHBS. The community service program of KKN PPM has provided more benefits, when the Covid-19 pandemic occurred, the community was ready to do a clean and healthy lifestyle
Introduksi Pengolahan Limbah Salak Pondoh dan Kelapa Menjadi Produk Bernilai Ekonomi pada PKK di Dusun Potro, Pakem, Sleman Agus Nugroho Setiawan; Septi Nur Wijayanti
Jurnal Surya Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.2.1.2019.13-19

Abstract

Potro yang berada di Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, merupakan daerah pertanian dengan tanaman utamanya padi dan salak pondoh, selain kelapa dan buah–buahan yang ditanam di pekarangan. Selama ini, buah salak pondoh (Salacca zalacca) dan kelapa hanya dimanfaatkan pada bagian daging buahnya, sedangkan bagian lainnya dibuang sebagai limbah dan tidak termanfaatkan, yang justru sering menimbulkan masalah. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan nilai tambah pada limbah pertanian melalui pengolahan menjadi berbagai macam produk, serta meningkatkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan limbah pertanian. Sasaran utama kegiatan ini adalah anggota PKK yang mempunyai ketersediaan waktu luang lebih banyak dan mempunyai kegiatan rutin dalam pemberdayaan ekonomi. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan beberapa metode kegiatan yaitu penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan praktek pengolahan limbah; serta pendampingan dan monitoring evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat menunjukkan bahwa limbah pertanian berupa biji salak pondoh diolah menjadi kopi biji salak, dan sabut kelapa dapat diolah menjadi keset yang bernilai ekonomi, serta anggota PKK mendapatkan pengetahuan, wawasan, dan ketrampilan dalam mengolah limbah pertanian.Kata kunci : limbah pertanian, pengelolaan, sabut kelapa, biji salak pondoh, bermanfaatAbstractPotro which is located in Pakem Subdistrict, Sleman Regency, is an agricultural area with mainly rice and pondoh snakefruit (Salacca zalacca), in addition to coconut and fruits planted in the yard. So far, pondoh snakefruit and coconut are only used in the fruit flesh, while other parts are disposed of as waste and not utilized, which often causes problems. Therefore, this community service is carried out with the aim of providing added value to agricultural waste through processing into various kinds of products, as well as increasing the knowledge, insights and skills of citizens in the management and utilization of agricultural waste. The main target of this activity is members of women organization PKK who have more free time available and have routine activities in economic empowerment. To achieve this goal, several methods of activity were carried out, namely counseling, demonstration and training on waste treatment practices; and assistance and monitoring evaluation. The results of the community service show that agricultural waste in the form of pondoh snakefruit seeds is processed into coffee of zalacca seeds, and coconut husk can be processed into mat that has economic value, and PKK members obtain knowledge, insight, and skills in processing agricultural waste.
Program Hatinya PKK dalam Mendukung Kemandirian Pangan Agus Nugroho Setiawan; Septi Nur Wijayanti
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202161.574

Abstract

HATINYA PKK PROGRAM IN SUPPORTING FOOD INDEPENDENCE. A lot of productive land in Kembangarum, Donokerto, Turi, Sleman, DIY is used for the cultivation of salak pondoh, so that the area of land for food and vegetable crops has decreased. There needs to be an alternative land that can be developed for the cultivation of food crops, and one of the potential lands is yards. So far, the yards in Kembangarum have not been used optimally, and are only limited to social interaction, a place to play, a garden or planting less productive plants. To optimize the use of the yard and realize the Hatinya PKK in the Kembangarum, it is necessary to increase the knowledge and skills of members of PKK in managing the yard so that there needs to be guidance in the form of community service. Community service was conducted using several methods, including community education, training, science and technology diffusion, and consultation. The results of the community service show that the Hatinya PKK Program in supporting food safety in Kembangarum were carried out and running well. The community gave positive responses by participating in the activity fully and getting experience and skills in managing the yard, even getting appreciation from the government by being appointed as a representative of the Turi sub-district in the Evaluasi Desa Unggulan Hatinya PKK at Sleman Regency level.
Pemberdayaan Kelompok Aisyiyah dalam Pengelolaan Salak Pondoh di Kecamatan Turi, Sleman Agus Nugroho Setiawan; Sukuriyati Susilo Dewi
Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks Vol 4, No 2 (2016): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bdr.427

Abstract

Turi yang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sleman, dengan tanaman utamanya adalah salak pondoh. Sebagian besar anggota Aisyiyah mempunyai lahan salak pondoh dan merupakan petani salak pondoh. Permasalahan yang sering dihadapi adalah harga salak pondoh yang sangat fluktuatif, serta pengetahuan dan ketrampilan anggota dalam mengelola hasil dan mengolah buah salak pondoh masih sangat terbatas. Mendasarkan pada permasalahan yang ada pada mitra, maka prioritas permasalahan perlu yang diselesaikan dan solusi yang dilakukan adalah peningkatan nilai tambah buah salak pondoh dan peningkatan ketrampilan dalam pengelolaan paska panen salak pondoh. Tujuan program pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan nilai tambah buah salak pondoh melalui industri hilir pengolahan salak pondoh menjadi berbagai macam produk dan meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan ketrampilan anggota Aisyiyah dalam pengelolaan paska panen dan pengolahan salak pondoh. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat menunjukkan masyarakat sasaran yaitu Pimpinan dan Anggota PCA Turi dan PRA Kembangarum, memberikan tanggapan yang sangat baik dengan berpartisipasi mengikuti kegiatan dengan sebaik-baiknya. Kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan warga Aisyiyah dalam mengelola dan mengolah buah salak pondoh menjadi produk minuman dan brownies.Kata kunci: Salak pondoh, Aisyiyah, Nilai tambah, Produk Olahan
Muhammadiyah Green School di SMK Muhammadiyah 2 Turi Menuju Sekolah Adiwiyata Septi Nur Wijayanti; Agus Nugroho Setiawan; Anisa Dwi Makrufi
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v5i3.6873

Abstract

SMK Muhammadiyah 2 Turi launched the Adiwiyata school program, which is promoting knowledge and awareness about environmental conservation efforts among the student, and one way to make this happen is through the Muhammadiyah Green School (MGS). MGS is a concept that invites all stakeholders to form a lifestyle so that they care more about their environment. The problem is that the insights and skills of most of the stakeholders of SMKM 2 Turi on MGS are still limited. This community service program aims to increase knowledge and skills, and increase student and teacher awareness of the environment. This community service will be carried out in 2021 using a community development and participatory approach. The MGS program at SMK Muhammadiyah 2 Turi was conducted with several activities, i.e. coordination, focus group discussions, workshops, implementation, as well as mentoring and monitoring. With assistance from UMY, the MGS can improve the knowledge and skills of students and teachers in running MGS, the school environment is more conducive and productive, can become a medium for character education and cares for a clean and healthy environment, is able to provide space and learning materials for students, and be the first step towards Adiwiyata School