cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Hijau
ISSN : 25794264     EISSN : 25501070     DOI : -
Jurnal Rekayasa Hijau diterbitkan 3 kali dalam satu tahun. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analisis di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, desain dan kebijakan ramah lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019)" : 14 Documents clear
Potensi Penerapan Konsep Green Campus pada Atribut Green Open Space di Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung Mayona, Enni Lindia; Fernanda, Bella
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.508 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v3i2.3146

Abstract

ABSTRAKInstitut Teknologi Nasional (Itenas) merupakan salah satu perguruan tinggi yang memiliki visi untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan di lingkup nasional dan global. Pusat Studi Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PUSDAL) Itenas menyatakan bahwa Itenas dianggap belum mampu merespon tantangan lingkungan saat ini, belum ada integrasi antara pusat studi dengan berbagai lumbung pengetahuan yang ada di jurusan, serta diperlukan perubahan institusi menuju arah pengembangan hijau. Oleh karena itu, perlu dilakukan penerapan konsep green campus dimulai dari atribut green open space menurut Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) oleh Kementerian Pekerjaan Umum (2017) yang peneliti anggap memiliki peranan penting dan krusial di dalam lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi penerapan konsep green campus pada atribut green open space di Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, penyebaran kuesioner, dan wawancara, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah distribusi frekuensi, scoring, dan komparatif, juga Metode Gerarkis dan UI GreenMetric World University Rankings 2018. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Itenas memiliki beberapa lokasi potensial ruang terbuka hijau, serta civitas akademika Itenas memiliki pengetahuan dan kepedulian yang tinggi, serta peran aktif yang sangat tinggi terhadap atribut green open space.Kata Kunci: Green Campus, Green Open Space  ABSTRACTThe National Institute of Technology (Itenas) is one of the universities that has a vision to contibute in sustainable development in the national and global scope. The Center of Study for Natural Resources and Environment (PUSDAL) stated that Itenas was unable to respond to current environmental challenges, there was no integration between study centers with various knowledge in the department, and institutional changes needed towards green development direction. Therefore, it is necessary to implement the green campus concept starting from attributes of green open space according to the Green City Development Program (P2KH) by Ministry of Public Works (2017) which researchers consider to have an important and crucial role in the campus environment. This study aims to determine the potential application of the green campus concept to the attributes of green open space in National Institute of Technology (Itenas) Bandung. Data collection is done through direct observation, questionnaires, and interviews, while the analytical methods used are frequency distribution, scoring, and comparative, also the Gerarkis Method and the UI GreenMetric World University Rankings 2018. The results of the study show that Itenas has several potential locations for green open space and the academic community of Itenas have high knowledge and concern, and a very high contibution on the attributes of green open space.Keywords:Green Campus, Green Open Space
Pemetaan Area Berisiko Persampahan di Kota Cimahi Berdasarkan Pedoman Strategi Sanitasi Kabupaten/ Kota 2018 Fionita, Indah; Juwana, Iwan
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.706 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v3i2.3142

Abstract

ABSTRAKKota Cimahi merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang masih menghadapi permasalahan persampahan, seperti terbatasnya penerapan kegiatan pemilahan sampah, terbatasnya jumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS), terjadi pembuangan sampah secara sembarangan ke sungai, terdapat penanganan sampah dengan cara dibakar dan ditimbun, dan lain-lain. Dalam menindaklanjuti berbagai permasalahan sampah tersebut serta mencapai target 30% pengurangan sampah yang ditentukan oleh Kebijakan Strategis Nasional (Jakstranas), maka diperlukan suatu instrumen yang mampu menganalisis area berisiko berdasarkan tingkat risiko persampahan per kelurahan di Kota Cimahi. Area berisiko tersebut digambarkan dalam bentuk peta dengan mengacu pada pedoman Strategi Sanitasi Kabupanen/Kota (SSK) 2018. Area berisiko dinilai melalui skor 1 s.d. 4 secara berturut-turut untuk risiko sangat rendah, rendah, tinggi, dan sangat tinggi. Skor tersebut diperoleh dengan mengalikan parameter Impact dan parameter Exposure. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat tiga kelurahan dengan risiko persampahan sangat tinggi, yaitu Kelurahan Cibeureum, Setiamanah, dan Padasuka serta satu kelurahan dengan risiko persampahan tinggi, yaitu Kelurahan Melong. Penambahan jumlah unit pengolahan direkomendasikan di beberapa kelurahan sehingga terjadi perubahan skor area berisiko.Kata Kunci: Kota Cimahi, Peta Area Berisiko, Persampahan ABSTRACTCimahi City is one of the cities in West Java that still faces solid waste problems, such as the limited implementation of waste sorting activities, the limited number of temporary shelter sites, the indiscriminate waste disposal on river, open burning of solid waste, etc. In following up on these various waste problems and achieving the target of 30% waste reduction determined by the National Strategic Policy, an instrument is needed to analyze risk areas based on the level of risk of solid waste per village in Cimahi City. These risk areas are depicted in the form of maps by referring to the 2018 District/City Sanitation Strategy Guidelines. Risk areas are assessed through a score of 1 s.d. 4 for very low, low, high and very high risks. The score is obtained by multiplying the Impact parameters and Exposure parameters. The results of this study indicate that there are three villages with very high risk of solid waste, namely Kelurahan Cibeureum, Setiamanah, and Padasuka and one village with high risk of solid waste, namely Kelurahan Melong. The addition of the number of processing units was recommended in several villages so that changes in the score of risk areas occurred. Keyword: Cimahi City, Map of Risk Areas, Waste Solid
Penentuan Nilai Ekonomi Taman Nasional Gunung Ciremai Dengan Metode Contingen Valuation Method Al Madaidy, Ali; Juwana, Iwan
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.982 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v3i2.3147

Abstract

ABSTRAKTaman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Jawa Barat merupakan kawasan konservasi dan salah satu wisata alam di Indonesia. Pengelolaan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Jalur Pendakian Apuy dikelola oleh Mitra Pariwisata Gunung Ciremai (MPGC) Argamukti dan didampingi oleh Seksi Pengelola Taman Nasional II (SPTN II) resort Argalingga. Menjadi destinasi pendakian gunung oleh wisatawan menimbulkan permasalahan tersendiri bagi TNGC sebagai sebuah kawasan hutan. Permasalahan yang timbul antara lain adalah sampah yang dibawa oleh pengunjung taman nasional yang tidak terkelola dengan baik. Selain itu, keterbatasan pengetahuan dan keterbatasan dana yang dihadapi oleh pengelola menambah pelik permasalahan persampahan di area wisata ini. Salah satu alasan dilakukannya penelitian ini adalah belum adanya penelitian mengenai Willingness to pay (WTP) untuk pengelolaan persampahan di Taman Nasional Gunung Ciremai. Contingent Valuation Method (CVM) yang digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan nilai WTP dan nilai tersebut nantinya dijadikan sebagai informasi awal biaya untuk pengelolaan persampahan di Taman Nasional Gunung Ciremai Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rataan WTP responden wisatawan berdasarkan CVM adalah sebesar Rp. 13.646,- atau Rp. 200.996.776 /tahun.Kata kunci: Willingness to Pay, Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, Taman Nasional Gunung Ciremai. ABSTRACTMount Ciremai National Park (TNGC) in West Java is a conservation area and one of nature tourism in Indonesia. The Apuy Track in Mount Ciremai National Park are managed by Argamukti?sCiremai Mountain Ascent Community (MPGC) and accompanied by Section II of The National Park Management (STPN II) Argalingga resort. Being a mountain climbing destination raises its own problems for TNGC as a forest. The problems that arise include visitors wastes in national parks are not properly managed. Furthermore, limited knowledge and funds which is faced by the management are increasing the waste problems in this tourism area. One of the reason of this study is the research on Willingness to Pay (WTP) for solid waste management still rare in Mount Ciremai National Park. Contingent Valuation Method (CVM) are used to determine the WTP value and it will be used as first information for waste management costs in Mount Ciremai National Park. The results of this research shown that the average WTP of tourist respondents based on CVM is Rp. 13.646,- or Rp. 200.996.776,- /year.Keywords: Willingness to Pay, Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, Mount Ciremai National Park.
Peningkatan Kualitas Produk Crackers berdasarkan Metode Lean Six Sigma di PT M Rahmatillah, Intan; Sundoro, Sundoro; Fitria, Lisye
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.637 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v3i2.3143

Abstract

ABSTRAKProduk crackers yang dihasilkan PT M belum memenuhi spesifikasi target yang sudah ditentukan perusahaan, dengan melihat indeks nilai Cpm. Saat ini terdapat masalah kualitas produk crackers di line produksi baru yang penggunaan mesinnya baru terpasang, yakni di Line 4. Penelitian ini dilakukan pada produk crackers yang dihasilkan di Line 4 dengan menggunakan metode Lean Six Sigma. Terdapat tiga pendekatan yang digunakan yaitu dengan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control), Seven Plus One Waste untuk menentukan pemborosan yang terjadi di masing-masing jenis defect, dan metode 5W-1H untuk menganalisis penyebab terjadinya pemborosan. Berdasarkan hasil identifikasi, jenis pemborosan yang terjadi adalah transportation, process, motion, defect and rework, dan waiting time. Usulan perbaikan yang diterapkan adalah melakukan pengecekan ketebalan setiap gauge roll 1-2 di sisi OS (Operating Site) dan sisi NOS (No. Operating Site). Setelah usulan dilakukan, terdapat peningkatan nilai indeks Cpm, seperti weight dough, weigh dough+topping salt, weight basecake, weight basecake+oil, diameter, salt content, dan color bottom.Kata kunci: lean, six sigma, DMAIC, seven plus one waste. ABSTRACTThe crackers produced by PT. M have not met the target specifications specified by the company, by looking at the Cpm value index. At present there are quality problems for crackers in the new production line that uses the new engine installed, namely on Line 4. This research was conducted on crackers products produced in Line 4 using the Lean Six Sigma method. There are three approaches used, namely by the DMAIC method (Define, Measure, Analyze, Improve, Control), Seven Plus One Waste to determine waste that occurs in each type of defect, and the 5W-1H method to analyze the causes of waste. Based on the results of identification, the type of waste that occurs is transportation, process, motion, defect and rework, and waiting time. The proposed improvement applied is to check the thickness of each gauge roll 1-2 on the OS (Operating Site) and NOS (No. Operating Site) side. After the proposal is made, there is an increase in the Cpm index value, such as weight dough, weigh dough + salt topping, weight basecake, basecake weight + oil, diameter, salt content, and color bottom.Keywords: lean, six sigma, DMAIC, seven plus one waste.
Pemilihan Jenis Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik di Kecamatan Bekasi Selatan Uyun, Qurrotul; Wardhani, Eka; Halomoan, Nico
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1263.616 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v3i2.3148

Abstract

ABSTRAKKawasan prioritas pada Kecamatan Bekasi Selatan adalah kawasan permukiman sepanjang Kali Bekasi. Kurangnya sarana dan prasana dalam penyaluran air limbah domestik telah memberikan kontribusi pencemaran cukup tinggi kepada penurunan kualitas air Kali Bekasi. Dampak dari aktivitas sehari-hari masyarakat yang menjadi kebiasaan seperti buang air besar sembarang di sembarang tempat, tidak memiliki tangki septik sebagai tempat buang air besar, dan air bekas mandi dan cucian yang dibuang ke saluran drainase maupun secara langsung ke badan air juga menyebabkan buruknya tingkat sanitasi di Kecamatan Bekasi Selatan. Kondisi sanitasi Kecamatan Bekasi Selatan teridentifikasi beresiko tinggi berdasarkan Environmental Health Risk Assesment. Oleh Karena itu perlu dilakukan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik pada Lampiran I. SPALD yang terpilih pada Kecamatan Bekasi Selatan yaitu Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat skala Komunal.Kata kunci: Kecamatan Bekasi Selatan, Tingkat Sanitasi, SPALD. ABSTRACTPriority area in South Bekasi District is a residential area along Bekasi River. The lack of facilities and infrastructures in the distribution of domestic wastewater has contributed to pollution which is high enough to decrease the quality of Bekasi River water. The impact of the daily activities of the community which becomes a habit such as defecating in any place, does not have a septic tank as a place to defecate, and used bathing water and laundry which are discharged into the drainage channel or directly to the body of water also causes poor levels sanitation in South Bekasi District. Sanitation conditions in South Bekasi District were identified as high risk based on Environmental Health Risk Assessment. Therefore it is necessary to develop a Domestic Wastewater Management System based on the Republic of Indonesia Minister of Public Works and Housing Regulation No. 4 concerning the Implementation of Domestic Wastewater Management Systems in Appendix I. Selected SPALD in South Bekasi District, namely Local Domestic Wastewater Management System Communal scale.Keywords: Sub-district, sanitation level, SPALD.
Karakteristik Mekanik Panel Honeycomb Sandwich Berbahan Komposit Fibreglass dengan Dimensi Cell-Pitch 40mm dan Cell-Height 30mm Marsono, Marsono; Ali, Ali; Luwis, Nico
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.095 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v3i2.3144

Abstract

ABSTRAKRekayasa struktur honeycomb sandwich dalam pengembangan material banyak telah dimanfaatkan karena memiliki kekuatan struktur yang relatif tinggi dengan bobot material yang ringan. Material dengan rekayasa struktur honeycomb cocok digunakan pada mobil hemat energi, untuk meningkatkan efesiensi energi. Dalam penelitian ini dibuat panel honeycomb sandwich berbahan komposit serat kaca (fibreglass) dan matirks resin. Panel ini nantinya akan diterapkan pada rangka kendaraan hemat energi. Tiga panel honeycomb sandwich dibuat dengan variasi pada ketebalan dinding sel terutama ditujukan untuk mengetahui pengaruh ketebalan dinding sel terhadap kekuatan dan kekakuan panel honeycomb sandwich. Variasi ketebalan dinding sel didapatkan dari variasi penerapan jumlah lapisan fiberglass pada dinding sel honeycomb, yaitu 2 lapis, 4 lapis dan 6 lapis fibreglass. Hasil pengujian bending menunjukkan bahwa panel honeycomb sandwich dengan ketebalan dinding sel terbesar, yaitu dengan 6 lapisan fibreglass, memberikan kekuatan lentur terbesar yaitu 3,774 kg/mm2, dan kekakuan tertinggi, yaitu 21,48 kg/mm.Kata kunci: honeycomb sandwich, komposit fibreglass, kekuatan lentur, kekakuan.  ABSTRACTEngineering of honeycomb sandwich structure in the materials development has been highly utilized because of its high structural strength with lightweight material. Honeycomb structure material is suitable for use in energy-efficient cars, to increase energy efficiency. In this research, sandwich honeycomb panel were made from fibreglass composite with resin as matrices. This panel will be applied to the frame of energy-efficient vehicle. Three sandwich honeycomb panels were made with variations in cell wall thickness. These variations are primarily intended to determine the effect of cell wall thickness to the flexural strength and stiffness of the honeycomb sandwich panel. Variations in cell wall thickness were obtained from variations in the application of fibreglass layers on honeycomb cell walls, which are 2 layers, 4 layers and 6 layers of fibreglass. The bending test results show that the honeycomb sandwich panel with the largest cell wall thickness, which has 6 layers of fibreglass, provides the greatest flexural strength of 3.774 kg/mm2, and the highest stiffness of 21.48 kg/mm.Keywords: honeycomb sandwich,fibreglass composite , flexurall strength, stiffness.
Analisis Pengaruh Lajur Khusus Sepeda Motor Terhadap Kinerja Simpang Jalan PH.H.Mustafa – Jalan Cimuncang Illahi, Bintang Anugrah; Maulana, Andrean
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.35 KB) | DOI: 10.26760/jrh.v3i2.3145

Abstract

ABSTRAKPenggunaan sepeda motor yang hampir 2 kali lipat lebih dari pengguna mobil, hal ini menyebabkan tingginya proporsi sepeda motor dalam arus lalu lintas. Diperlukan perlakuan khusus untuk mengantisipasi turunnya kinerja lalu lintas akibar para pengendara sepeda motor seperti disediakannya lajur khusus sepeda motor dan ruang henti khusus sepeda motor. Tujuan studi ini adalah menganalisis pengaruh lajur khusus sepeda motor yang menampung pergerakan sepeda motor di jalur major menggunakan model mikrosimulasi dengan software PTV Vissim. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perubahan kinerja simpang yaitu panjang antrian dan tundaan lebih baik ketika menggunakan lajur khusus sepeda motor di jalur major.Kata kunci: lajur khusus sepeda motor, mikrosimulasi, kinerja simpang bersinyal  ABSTRACTThe use of motorbikes is almost 2 times more than car users, this causes a high proportion of motorcycles in the flow of traffic. Special treatment is needed to anticipate the decline in the traffic performance of motorbike riders such as the availability of motorbike lanes and motorbike stop rooms. The purpose of this study was to analyze the influence of the exclusive lanes of motorbikes that accommodate motorbike movements in the major lanes using the microsimulation model with the Vissim PTV software. The result obtained from this study indicate that there are changes in intersection performance, namely queue length and delay are better when using motorcycle lanes in the major lane.Keywords: exclusive lane, mikrosimulation, signalised intersection performance
Potensi Penerapan Konsep Green Campus pada Atribut Green Open Space di Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung Enni Lindia Mayona; Bella Fernanda
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i2.3146

Abstract

ABSTRAKInstitut Teknologi Nasional (Itenas) merupakan salah satu perguruan tinggi yang memiliki visi untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan di lingkup nasional dan global. Pusat Studi Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PUSDAL) Itenas menyatakan bahwa Itenas dianggap belum mampu merespon tantangan lingkungan saat ini, belum ada integrasi antara pusat studi dengan berbagai lumbung pengetahuan yang ada di jurusan, serta diperlukan perubahan institusi menuju arah pengembangan hijau. Oleh karena itu, perlu dilakukan penerapan konsep green campus dimulai dari atribut green open space menurut Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) oleh Kementerian Pekerjaan Umum (2017) yang peneliti anggap memiliki peranan penting dan krusial di dalam lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi penerapan konsep green campus pada atribut green open space di Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, penyebaran kuesioner, dan wawancara, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah distribusi frekuensi, scoring, dan komparatif, juga Metode Gerarkis dan UI GreenMetric World University Rankings 2018. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Itenas memiliki beberapa lokasi potensial ruang terbuka hijau, serta civitas akademika Itenas memiliki pengetahuan dan kepedulian yang tinggi, serta peran aktif yang sangat tinggi terhadap atribut green open space.Kata Kunci: Green Campus, Green Open Space  ABSTRACTThe National Institute of Technology (Itenas) is one of the universities that has a vision to contibute in sustainable development in the national and global scope. The Center of Study for Natural Resources and Environment (PUSDAL) stated that Itenas was unable to respond to current environmental challenges, there was no integration between study centers with various knowledge in the department, and institutional changes needed towards green development direction. Therefore, it is necessary to implement the green campus concept starting from attributes of green open space according to the Green City Development Program (P2KH) by Ministry of Public Works (2017) which researchers consider to have an important and crucial role in the campus environment. This study aims to determine the potential application of the green campus concept to the attributes of green open space in National Institute of Technology (Itenas) Bandung. Data collection is done through direct observation, questionnaires, and interviews, while the analytical methods used are frequency distribution, scoring, and comparative, also the Gerarkis Method and the UI GreenMetric World University Rankings 2018. The results of the study show that Itenas has several potential locations for green open space and the academic community of Itenas have high knowledge and concern, and a very high contibution on the attributes of green open space.Keywords:Green Campus, Green Open Space
Pemetaan Area Berisiko Persampahan di Kota Cimahi Berdasarkan Pedoman Strategi Sanitasi Kabupaten/ Kota 2018 Indah Fionita; Iwan Juwana
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i2.3142

Abstract

ABSTRAKKota Cimahi merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang masih menghadapi permasalahan persampahan, seperti terbatasnya penerapan kegiatan pemilahan sampah, terbatasnya jumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS), terjadi pembuangan sampah secara sembarangan ke sungai, terdapat penanganan sampah dengan cara dibakar dan ditimbun, dan lain-lain. Dalam menindaklanjuti berbagai permasalahan sampah tersebut serta mencapai target 30% pengurangan sampah yang ditentukan oleh Kebijakan Strategis Nasional (Jakstranas), maka diperlukan suatu instrumen yang mampu menganalisis area berisiko berdasarkan tingkat risiko persampahan per kelurahan di Kota Cimahi. Area berisiko tersebut digambarkan dalam bentuk peta dengan mengacu pada pedoman Strategi Sanitasi Kabupanen/Kota (SSK) 2018. Area berisiko dinilai melalui skor 1 s.d. 4 secara berturut-turut untuk risiko sangat rendah, rendah, tinggi, dan sangat tinggi. Skor tersebut diperoleh dengan mengalikan parameter Impact dan parameter Exposure. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat tiga kelurahan dengan risiko persampahan sangat tinggi, yaitu Kelurahan Cibeureum, Setiamanah, dan Padasuka serta satu kelurahan dengan risiko persampahan tinggi, yaitu Kelurahan Melong. Penambahan jumlah unit pengolahan direkomendasikan di beberapa kelurahan sehingga terjadi perubahan skor area berisiko.Kata Kunci: Kota Cimahi, Peta Area Berisiko, Persampahan ABSTRACTCimahi City is one of the cities in West Java that still faces solid waste problems, such as the limited implementation of waste sorting activities, the limited number of temporary shelter sites, the indiscriminate waste disposal on river, open burning of solid waste, etc. In following up on these various waste problems and achieving the target of 30% waste reduction determined by the National Strategic Policy, an instrument is needed to analyze risk areas based on the level of risk of solid waste per village in Cimahi City. These risk areas are depicted in the form of maps by referring to the 2018 District/City Sanitation Strategy Guidelines. Risk areas are assessed through a score of 1 s.d. 4 for very low, low, high and very high risks. The score is obtained by multiplying the Impact parameters and Exposure parameters. The results of this study indicate that there are three villages with very high risk of solid waste, namely Kelurahan Cibeureum, Setiamanah, and Padasuka and one village with high risk of solid waste, namely Kelurahan Melong. The addition of the number of processing units was recommended in several villages so that changes in the score of risk areas occurred. Keyword: Cimahi City, Map of Risk Areas, Waste Solid
Penentuan Nilai Ekonomi Taman Nasional Gunung Ciremai Dengan Metode Contingen Valuation Method Ali Al Madaidy; Iwan Juwana
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v3i2.3147

Abstract

ABSTRAKTaman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Jawa Barat merupakan kawasan konservasi dan salah satu wisata alam di Indonesia. Pengelolaan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Jalur Pendakian Apuy dikelola oleh Mitra Pariwisata Gunung Ciremai (MPGC) Argamukti dan didampingi oleh Seksi Pengelola Taman Nasional II (SPTN II) resort Argalingga. Menjadi destinasi pendakian gunung oleh wisatawan menimbulkan permasalahan tersendiri bagi TNGC sebagai sebuah kawasan hutan. Permasalahan yang timbul antara lain adalah sampah yang dibawa oleh pengunjung taman nasional yang tidak terkelola dengan baik. Selain itu, keterbatasan pengetahuan dan keterbatasan dana yang dihadapi oleh pengelola menambah pelik permasalahan persampahan di area wisata ini. Salah satu alasan dilakukannya penelitian ini adalah belum adanya penelitian mengenai Willingness to pay (WTP) untuk pengelolaan persampahan di Taman Nasional Gunung Ciremai. Contingent Valuation Method (CVM) yang digunakan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan nilai WTP dan nilai tersebut nantinya dijadikan sebagai informasi awal biaya untuk pengelolaan persampahan di Taman Nasional Gunung Ciremai Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rataan WTP responden wisatawan berdasarkan CVM adalah sebesar Rp. 13.646,- atau Rp. 200.996.776 /tahun.Kata kunci: Willingness to Pay, Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, Taman Nasional Gunung Ciremai. ABSTRACTMount Ciremai National Park (TNGC) in West Java is a conservation area and one of nature tourism in Indonesia. The Apuy Track in Mount Ciremai National Park are managed by Argamukti’sCiremai Mountain Ascent Community (MPGC) and accompanied by Section II of The National Park Management (STPN II) Argalingga resort. Being a mountain climbing destination raises its own problems for TNGC as a forest. The problems that arise include visitors wastes in national parks are not properly managed. Furthermore, limited knowledge and funds which is faced by the management are increasing the waste problems in this tourism area. One of the reason of this study is the research on Willingness to Pay (WTP) for solid waste management still rare in Mount Ciremai National Park. Contingent Valuation Method (CVM) are used to determine the WTP value and it will be used as first information for waste management costs in Mount Ciremai National Park. The results of this research shown that the average WTP of tourist respondents based on CVM is Rp. 13.646,- or Rp. 200.996.776,- /year.Keywords: Willingness to Pay, Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, Mount Ciremai National Park.

Page 1 of 2 | Total Record : 14