cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal
ISSN : 25280015     EISSN : 25280902     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
Investigasi Sagging Metoda Parabola pada Saluran Transmisi Terhadap Parameter Temperatur pada Saluran 150 Kv pada Gardu Induk Cigereleng YOSAN AGENG NUGROHO; WALUYO WALUYO
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 6, No 1 (2021): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v6i1.46-56

Abstract

AbstrakAndongan adalah bentangan kawat konduktor dari dua ujung titik terendah ditarik garis lurus konduktor tersebut sehingga terbentuk lengkungan kebawah, kekuatan tarik pada andongan berfungsi untuk menahan dari kedua ujung kawat konduktor yang dibentangkan. Besar suatu nilai andongan dapat dilihat dari temperature pada sekeliling saluran transmisi, sehingga siang hari panjang kawat konduktor akan sedikit memanjang diakibatkan sinar matahari, dan sebaliknya malam hari. Untuk mempermudah perhitungan dan analisis andongan dengan menggunakan metoda parabola pada saluran transmisi 150 Kv, dengan hasil perhitungan secara manual. Andongan dengan metoda parabola pada parameter temperature, temperatur 20oC besar andongan 0,0898%, pada temperature 70oC tinggi andongan 0,01186% turun ketika temperature 175oC andongan 0,1544%.Kata kunci: Andongan, temperatur, metoda parabola, gardu induk, saluran transmisi 150 Kv AbstractSagging is main the stretch of conductor wire from the two ends of the lowest point drawn by a straight line of the conductor so that a downward curve is formed, the tensile strength of sagging serves to hold from both ends of the stretched conductor wire the magnitude of a sagging value can be seen from the temperature around the transmission line, so that during the day the length of the conductor wire will be slightly elongated due to sunlight, and vice versa at night. The facilitate for calculation and analysis of the sagging used the parabolic method on a 150 Kv transmission line, with the results of calculations manually. Sagging with parabolic method at temperature parameters, temperature 20 oC large sagging of 0.0898%, at a temperature of 70 oC, the sagging height of 0.01186% decreases when the temperature is 175 oC sagging 0.1544%.Keywords: sagging, temperature, parabolic method, substation, 150 Kv transmission line
Analisis Jumlah Pengguna pada Traffic IP-based dengan Multi Criteria Decision Making MARISA PREMITASARI
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 5, No 2 (2020): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v5i2.92-107

Abstract

AbstrakTrafik telekomunikasi sudah bermigrasi ke IP-based Traffic. Salah satunya adalah Laboratorium TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) ITENAS yang meng-generate invarian trafik. Pada penelitian ini, penulis melakukan monitoring pasif dan aktif untuk mendapatkan berbagai invarian trafik. Monitoring pasif didapatkan dari software ISP Moratel dan SOPHOS Firewall. Monitoring aktif dilakukan dengan capture data secara live pada waktu jam sibuk. Invarian trafik yang berhasil di-captured adalah incoming traffic, outgoing traffic, speed, volume, date dan downtime. Jam sibuk diambil berdasarkan dugaan sementara  mulai pukul  10.00-16.00.  Invarian ini menjadi input dari sistem untuk dijadikan kriteria dan jam sibuk  dijadikan atribut. Kriteria dan atribut  diolah dengan metoda Multi Criteria Decision Making yaitu SAW (Simple Additive Weighting) dan AHP(Analytical Hierarchy Process). Output dari sistem adalah prediksi jumlah pengguna di jam sibuk dengan skala fuzzy rules. Hasil penelitian menyimpulkan pukul 11.00 AM-12.00 PM adalah jam tersibuk dengan jumlah user terbanyak.Kata kunci: monitoring aktif, monitoring pasif, kriteria, atribut,bobotAbstractTelecommunication traffic has migrated to IP-based traffic .One of the industry is Laboratorium TIK ITENAS  (Teknologi Informasi dan Komunikasi)  which generates traffic  invariant. In this study, the authors conducted passive and active monitoring to obtain various traffic invariance. Passive monitoring were obtained from ISP Moratel software and SOPHOS Firewall. Active monitoring were done by capturing live data during peak hours. Traffic invariance that have been captured consist  incoming traffic, outgoing traffic, speed, volume, date and downtime. Busy hours were taken based on personal estimation start from 10.00-16.00. This invariance became the system’s input  which has been used as criteria and peak hours are used as attributes. Criteria and attributes were processed using the Multi Criteria Decision Making method, namely SAW (Simple Additive Weighting and AHP (Analytical Hierarchy Process). The output of the system is user’s number prediction  with fuzzy scale. The result  concluded that 11.00 AM-12.00 PM is the  busiest hours with the most number of usersKeywords: active monitoring, passive monitoring, criterion, attributes, weight 
Simulasi Pengaturan Kecepatan Motor BLDC menggunakan Software PSIM MUHAMMAD HAMZAH ABDURRAHMAN AS-SALAF; SYAHRIAL SYAHRIAL
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 6, No 1 (2021): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v6i1.103-117

Abstract

AbstrakKrisis bahan bakar fosil menjadi salah satu alasan pengembangan teknologi dalam bidang transportasi contohnya kereta listrik dan mobil listrik. Salah satu penggerak yang saat ini banyak digunakan pada kendaraan listrik adalah motor brushless DC (BLDC) yang memiliki efisiensi tinggi, hemat biaya perawatan dan pengaturan yang mudah. Pada umumnya penelitian yang dilakukan terkait dengan motor BLDC adalah tentang pengaturan kecepatan motor, pembebanan pada motor dan yang lainnya. Penelitian ini melakukan simulasi cara pengaturan kecepatan motor BLDC dengan beban yang diubah-ubah dengan menggunakan software PSIM (Power Simulator). Data yang diperoleh melalui simulasi dengan memberikan beban maksimum sebesar 20 Nm dan hasil perhitungan menunjukan bahwa motor BLDC dengan spesifikasi yang digunakan dapat berputar dengan baik pada kecepatan 1442,05 rpm dengan efisiensi sebesar 81,25 %. Jika  beban yang diberikan pada motor BLDC dinaikan menjadi 30 Nm maka kecepatan motor akan mengalami penurunan menjadi 1221,51 rpm dan efisiensi menjadi 78,34 %.Kata kunci: motor BLDC, Kecepatan motor, Beban, efisiensiAbstractThe fossil fuel crisis is one of the reasons for the development of technology in transportation, for example electric trains and electric cars. One of the movers that are currently widely used in electric vehicles is the brushless DC motor (BLDC) because this motor has advantages including high efficiency, saving maintenance costs and easy setting. In general, research conducted related to BLDC motors is about regulating BLDC motor speed, loading on BLDC motors and others. In this study a simulation was conducted discussing how to regulate BLDC motor speed with a load that was changed by using PSIM (pow3er simulator) software. From the data obtained through simulation by giving a maximum load of 20 Nm and the calculation results show that the BLDC motor with the specifications used can rotate well at speeds of 1442.05 rpm with an efficiency of 81.25%. If the load given to the BLDC motor is increased to 30 Nm, the motor speed will decrease to 1221.51 rpm and the efficiency decrease to 78.34%.Keywords: Brushless DC, speed of motor, load, efficiency
Evaluasi Kinerja Testbed Routing Protocol berbasis NodeMCU ESP8266 pada Perangkat IoT HERIANSYAH HERIANSYAH; AHMAD REYNALDI NOPRIANSYAH; SWADEXI ISTIQPHARA
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 5, No 2 (2020): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v5i2.135-148

Abstract

AbstrakJaringan Ad hoc pada perangkat Internet of Things (IoT) mempunyai sifat yang yang dinamis dengan node pada jaringan yang berperan sebagai router dan bergerak bebas secara random tanpa bantuan infrasturktur komunikasi sehingga topologi berubah sangat cepat seiring dengan perubahan posisi. Perubahan ini sangat mempengaruhi kualitas layanan pada perangkat IoT itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi protocol routing yang sudah ada dengan cara mengimplementasikan routing protocol tersebut di perangkat testbed berbasis NodeMCU ESP8266. Hal ini bertujuan untuk memilih protocol routing yang paling optimal sebelum proses implementasi dilaksanakan. Pengujian ini berlaku untuk routing protocol yang sudah ada maupun yang baru. Kinerja protocol jaringan  diukur melalui nilai  Quality of Service (QoS) ditempatkan pada scenario berbeda yang terdiri dari throughput, delay, jitter, dan packet delivery ratio sesuai dengan perbedaan beban jaringan, mobilitas, dan ukuran jaringan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa testbed  yang dibangun berhasil mensimulasikan routing protocol yang ada untuk menghasilkan QoS yang baik pada perangkat IoT.Kata kunci: IoT, routing protocol, testbed, QoS.AbstractAd hoc networks on Internet of Things (IoT) devices have dynamic characteristics where the nodes on this network can operate as routers and move freely randomly without using any communication infrastructure so that the topology changes very quickly along with changes in position. This adjustment has a significant impact on the IoT device's service quality. This study aims to evaluate the existing routing protocols by implementing the routing protocol in a testbed based on NodeMCU ESP8266. It aims to choose the most optimal routing protocol before the implementation process is carried out. This test applies to both existing and new routing protocols. Network protocol performance is measured by the Quality of Service (QoS) value which includes throughput, delay, jitter, and packet delivery ratio in different scenarios based on network load, mobility, and different network sizes. The results show that this study was successful in simulating routing protocol in order to provide good QoS on IoT devices.Keywords: IoT, routing protocol, testbed, QoS.
Simulasi ETAP untuk Evaluasi Proteksi Gangguan Tegangan Lebih Generator Unit 3 PLTP Kamojang RIFKI FIKRANDANI NUGRAHA; TEGUH ARFIANTO
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 6, No 1 (2021): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v6i1.57-72

Abstract

AbstrakPada penelitian ini dilakukan evaluasi proteksi gangguan tegangan lebih pada generator Unit 3 PLTP Kamojang yang diproteksi oleh sebuah relay tegangan lebih menggunakan simulasi pada software ETAP. Simulasi dilakukan untuk melihat bagaimana cara kerja relay tegangan lebih dan bentuk tegangan lebih yang terjadi pada terminal generator. Skenario simulasi yang digunakan yaitu melakukan pelepasan beban 50,7 MW dan relay yang digunakan dalam simulasi berfungsi untuk menyalakan alarm saat terjadi tegangan lebih. Hasil simulasi memperlihatkan bahwa pada saat terjadi pelepasan beban, relay tegangan lebih menyalakan alarm 1,1 detik setelah membaca tegangan naik hingga 13 kV atau sebesar 110% dari tegangan nominalnya, kemudian tegangan terminal generator naik hingga 13,2 kV hingga kembali ke kondisi steady state 5 detik setelah terjadi kenaikkan tegangan. Hasil simulasi tersebut menunjukkan bahwa relay tegangan lebih yang terpasang pada terminal generator Unit 3 bekerja sesuai dengan fungsinya yaitu untuk memberikan alarm ketika tegangan lebih terjadi.Kata kunci: pelepasan beban, proteksi generator, relay proteksi, simulasi generator, tegangan lebihAbstractThis study evaluates overvoltage fault protection on the generator Unit 3 PLTP Kamojang which is protected by an overvoltage relay using simulation on ETAP software. Simulations are carried out to see how the overvoltage relay works and the form of overvoltage that occurs at the generator terminals. The scenario used is by do a load shedding of 53,3MW, the relay used in this simulation has a function to turn on the alarm when overvoltage occurs. The results show that when a load shedding occurs, the overvoltage relay turns on the alarm 1,1 seconds after reading the voltage up to 13 kV or 110% of the nominal voltage, then the generator terminal voltage rises to 13.2 kV until it returns to steady state 5 seconds after the voltage increase. The simulation results indicate that the overvoltage relay installed at the generator terminal Unit 3 works according to its function, namely to provide a warning when an overvoltage occurs.Keywords: generator protection, load shedding, overvoltage, protection relay, generator simulation
Sistem Pembibitan PT. Agrowisata Porlak Parna Berbasis Web JOICE ANGELINA PURBA; JURMIDA PULUNGAN; MARDI TURNIP; ADVENT TORAS MARBUN
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 5, No 2 (2020): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v5i2.81-91

Abstract

AbstrakPT. Agrowisata Porlak Parna mempunyai program kegiatan penyediaan bibit dan menyalurkan bibit untuk melestarikan kawasan di sekitar danau toba. Namun pengolahan dan penyaluran data bibit mengalami kesulitan Karena sistem yang terdapat pada perusahaan masih menggunakan sistem konvensional. Untuk itu perlu dirancang sistem pembibitan dalam bentuk website dengan PHP  digunakan sebagai bahasa pemrograman, DBMS MySQL sebagai database pada  model waterfall. Rancangan tersebut menghasilkan sistem pembibitan yang memudahkan admin dalam mengolah data bibit dan pengadopsi dapat mengetahui perkembangan bibit sehingga membantu meringankan pekerjaan pegawai dan meningkatkan kinerja yang baik terhadap perusahaan.Kata kunci: Sistem Pembibitan, Web, PHP, DBMS MySQL, WaterfallAbstractPT. Porlak Parna Agrotourism has a program of providing seeds and distributing seeds to preserve the area around Lake Toba. However, the processing and distribution of seed data experienced difficulties because the system contained in the company was still using a conventional system. For this reason, it is necessary to design a nursery system. In the form of a website with PHP used as a programming language, DBMS MySQL as a database in the waterfall model. The design produces a nursery system that makes it easier for admins to process seed data and adopters can find out the development of seedlings so as to help ease the work of employees and improve good performance for the company.Keywords: Nursery System, Web, PHP, MySQL DBMS, Waterfall
Sistem Pembayaran Elektronik pada Transportasi Angkutan Kota menggunakan Rotary Encoder THETA DINNARWATY PUTRI; WINARNO SUGENG; FUADI RAMDANI
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 6, No 1 (2021): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v6i1.1-15

Abstract

AbstrakAngkutan kota (angkot) adalah salah satu transportasi umum yang berada di kota Bandung. Tetapi belum semua warga menggunakannya karena tarif yang diberikan pengemudi tidak sesuai jarak yang ditempuh dan menyebabkan tarif yang beragam. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sistem pembayaran pada angkot serta menentukan tarifnya sesuai jarak yang ditempuh. Penelitian ini memodelkan sistem pembayaran menggunakan RFID, rotary encoder dan arduiono uno. Sistem yang dibuat menghasilkan output berupa tarif sesuai jarak yang ditempuh dengan menghitung jumlah putaran roda yang dihubungkan dengan rotary encoder. Rotary encoder digunakan untuk mengetahui arah putaran roda yang mana dapat menghasilkan output berupa jarak. Hasil dari penelitian ini adalah jarak yang diperoleh dari putaran roda yang di ekuivalensikan dengan jarak sebenarnya, dimana tarif dasar sebesar Rp.2000 akan bertambah Rp.100 setiap bertambah jarak 100 m. Kata kunci: Rotary Encoder, RFID, Transportasi, Arduino  ABSTRACT City transportation (angkot) is one of the public transportation located in the city of Bandung. However, not all residents use it because the tariff given by the driver does not match the distance traveled and causes varying rates. The purpose of this research is to create a payment system for public transportation and determine the tariff according to the distance traveled. This study models a payment system using RFID, rotary encoder and Arduiono Uno. The system created produces an output in the form of a rate according to the distance traveled by calculating the number of wheel rotations connected to the rotary encoder. Rotary encoder is used to determine the direction of rotation of the wheel which can produce output in the form of distance. The result of this research is the distance obtained from the rotation of the wheel which is equivalent to the actual distance, where the basic fare of Rp. 2000 will increase by Rp. 100 for every 100 m increase in distance.Keywords: Rotary Encoder, RFID, Transportation, Arduino        
Aplikasi Analisis Kondisi Kesehatan Koperasi pada KSU Sedhana Wiguna Werdhi Berbasis Website NI LUH KARTIKA DEWI; I MADE DWI PUTRA ASANA; NI PUTU SUCI MEINARNI
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 6, No 1 (2021): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v6i1.89-102

Abstract

AbstrakKegiatan operasional pada KSU Sedhana Wiguna Werdhi sudah menggunakan sistem informasi berbasis website, namun terjadi kendala saat koperasi ingin mengetahui gambaran mengenai kondisi kesehatan koperasinya. Selain itu koperasi juga ingin tahu cara untuk mempertahankan atau meningkatkan predikat kesehatan koperasinya. Oleh karena itu, koperasi membutuhkan sistem yang dapat memberikan sebuah gambaran mengenai kondisi kesehatan koperasi. Adapun hasil akhir dari penelitian ini untuk membangun sebuah aplikasi analisis kondisi kesehatan koperasi berbasis website yang dapat membantu manajemen koperasi dalam memberikan gambaran mengenai predikat kesehatan koperasinya dan memberikan gambaran tindakan yang harus dilakukan untuk mempertahankan atau meningkatkan predikat kesehatan koperasinya berdasarkan Peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 06/Per/Dep.6/IV/2016 tentang pedoman penilaian kesehatan koperasi simpan pinjam dan unit usaha simpan pinjam koperasi.Kata kunci: sistem penilaian koperasi, kesehatan koperasi, 7 aspek.AbstractOperational activities at KSU Sedhana Wiguna Werdhi already use a computerized system using a website system. However, they have a problem how to get the health representation. Also KSU Sedhana Wiguna Werdhi did not know what they should to do to maintain or upgrade their predicate of health. Based on the problems, the solution is build a systems that will helped the cooperation to give a health valuation representation of the cooperative. The final results of this research is build a cooperative health condition analysis application. This systems will helped the cooperation to give a health valuation representation of the cooperative and also give a suggestions for maintain or upgrade their predicate of health representation according to government regulation number 06 / Per / Dep.6 / IV / 2016. Keywords: cooperatives valuation system, cooperations health, 7 aspects. 
Algoritma Dijkstra untuk Penentuan Jarak Tempuh Terpendek Pengantaran Katering Pabrik THETA DINNARWATY PUTRI; WINARNO SUGENG; EKA SAFITRI
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 5, No 2 (2020): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v5i2.108-120

Abstract

AbstrakAlgoritma Dijkstra digunakan untuk menemukan jalur terpendek antara titik pada graf dan persamaan Haversine digunakan untuk mengukur jarak dari lokasi awal menuju lima lokasi tujuan yang mana lokasi tersebut merupakan pabrik yang berada di kota Cikarang dan lokasinya ada di sekitaran penyedia rumah catering. Perhitungan dilakukan setelah sistem mendapatkan koordinat latitude dan longitude pengguna dan lokasi pabrik yang dituju. Pada penelitian ini, lokasi pengguna dan lokasi pabrik dilakukan di kota Cikarang. Sistem mampu menampilkan prediksi jarak dan waktu tempuh untuk  rekomendasi dari urutan lima pengantaran dengan penerapan metode algoritma Dijkstra dimana proses yang dilakukan sistem adalah memperhitungkan jarak menggunakan Haversine Formula, sehingga didapatkan waktu tempuh berdasarkan parameter kemacetan. selain itu API mampu memvisualisasikan rute setiap tujuan dari titik lokasi katering.Kata kunci: Dijkstra, Formula Haversine, PHP, Jarak terpendek, Kecerdasan Buatan.AbstractThe algorithm is used to find the shortest path between points on a graph. The Haversine formula is used to measure the distance from the initial location to the five destination locations where the factory is located in Cikarang and the location is around the location catering house. Calculations are carried out after the system gets the user’s latitude and longitude coordinates and the intended factory. In this study, the location of the user and the location of the factory were carried out in the city of Cikarang. The system is suitable to display distance and travel time predictions for recommendations from the order of five deliveries by applying the Dijkstra algorithm method. The process that is carried out by the system, calculates the distance using Haversine formula. Thus, the travel time is obtained bases on congestion parameters. In Addition, besides the API is able to visualize the route of each destination from the catering location point.Keywords: Dijkstra, Haversine Formula, PHP, Shortest Path, Artificial Intelligence.
Sequence Clustering in Process Mining for Business Process Analysis Using K-Means NUR FITRIANTI FAHRUDIN
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 6, No 1 (2021): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v6i1.16-30

Abstract

ABSTRAKProses Discovery merupakan teknik utama dalam proses mining yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah model dari event log. Namun dalam implementasinya ditemukan masalah, karena banyak varian proses yang terdapat pada event log. Hal ini membuat hasil proses discovery sulit untuk dipahami. Penelitian ini di awali dengan mengelompokan event log menggunakan metode K-Means sebagai tahap pre-processing. Hasil dari tahap pre-processing ini kemudian di modelkan menggunakan teknik proses mining. Namun, pada saat metode K-Means ini di terapkan penentuan jumlah cluster yang optimal sangatlah penting. Kesalahan dalam menentukan nilai K dapat menurunkan nilai fitness dan precision dari model yang dihasilkan. Berdasarkan hasil pengujian pada data set issue tracking dengan jumlah case 1091 dan jumlah event 7924  yang terbagi ke dalam empat cluster nilai precision meningkat dari 0,49 menjadi 1 dan nilai fitness meningkat dari 0,34 menjadi kisaran 0,61-1 pada cluster 2, 3 dan 4. Kata kunci: K-Means, proses mining, event log, clustering, sequence clusteringABSTRACTProcess Discovery as the main technique in the mining process aims to produce a model of an event log. However, in the implementation, there is a problem found, for a lot of process variants contained in the event log. This makes the results of the discovery process difficult to understand. This research begins by grouping event logs using the K-Means method as a pre-processing stage. The results of this pre-processing stage are then modeled using the process mining technique. However, determining the optimal number of clusters is crucial. Mistakes in determining the K value can reduce the fitness value and precision of the resulting model. Based on the test results on the issue tracking data set with the number of cases 1091 and the number of events 7924 which is divided into four clusters the precision value increased from 0.49 to 1 and the fitness value increased from 0.34 to 0.61-1 in clusters 2, 3 and 4.Keywords: K-Means, process mining, event log, clustering, sequence clustering  

Page 8 of 21 | Total Record : 209