cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2011)" : 8 Documents clear
Pengaruh Tingkat Konsentrasi Natrium Tripolifosfat terhadap Kadar Protein, Kekuatan Gel dan Kadar Air Pada Pengolahan Nikumi Daging Domba (The Effect of Sodium tripolifosfat Concentration on Protein content, Gel Strength and Water Content of Meat Proces Lilis Suryaningsih; Wendry S. Putranto
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i2.377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat konsentrasi natrium tripolifosfat terhadap kadar protein, kekuatan gel dan kadar air pada pengolahan nikumi daging domba.  Perlakuan pada penelitian ini adalah konsentrasi natrium tripolifosfat 0%, 0.25%, dan 0.5% pada proses pengolahan nikumi domba. Peubah yang diamati meliputi kadar protein, kekutan gel dan kadar air.  Rancangan penelitian yang digunakan adalah  Rancangan Acak Lengkap (RAL), tiap perlakuan diulang enam kali.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi natrium tripolifosfat berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar protein dan kekuatan gel, sedangkan terhadap kadar air tidak berpengaruh nyata pada pengolahan nikumi domba. Kata Kunci : Natrium Tripolifosfat, Kadar Protein, Kekuatan Gel, Kadar Air, Nikumi
Peran Penyuluh dalam Proses Pembelajaran Peternak Sapi Perah di KSU Tandangsari Sumedang (Role of Extention Agents in Dairy smallholder farmer learning process at KSU Tandangsari Sumedang) Unang Yunasaf; Didin S. Tasripin
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i2.385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari peran penyuluh baik sebagai pendidik maupun sebagai fasilitator di dalam proses pembelajaran peternak sapi perah anggota KSU Tandangsari Kabupaten Sumedang. Penelitian dirancang sebagai penelitian survei, dengan responden sebanyak 30 peternak. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Penyuluh dinilai peternak telah tergolong cukup perannya, baik dalam perannya sebagai pendidik maupun sebagai fasilitator, (2) Hal-hal yang relatif sudah baik dari penyuluh dalam perannya sebagai pendidik adalah: dalam cara penyampaian materi, materi yang diberikan sudah berhubungan dengan pengetahuan peternak, dan tingkat kemampuan  dalam menjelaskan materi, (3) Hal-hal yang dianggap masih belum dilakukan dengan baik oleh penyuluh dalam perannya sebagai pendidik adalah dalam: kelengkapan materi aspek manajemen usaha, perhatiannya terhadap kesiapan mental peternak, dan pengulangan aktivitas demonstrasi, dan (4) Hal yang dianggap sudah baik dilakukan penyuluh dalam perannya sebagai fasilitator adalah dalam hal pengenalan sumber-sumber informasi.  Hal yang kurang adalah dalam hal penyediaan sarana belajar. Kata kunci: Peran penyuluh, Proses pembelajaran
Keragaan Sifat Kualitatif dan Kuantitatif Kerbau Lokal di Propinsi Banten (Performance of Qualitative and Quantitative Traits of Local Buffaloes at Banten Province) Dudi Syadili; Cece Sumantri; Harimurti Martojo; Asep Anang
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i2.371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kualitatif dan kuantitaif kerbau lokal.  Metode penelitian yang digunakan adalah survey, penentuan sampel berdasarkan purposive sampling. Lokasi penelitian adalah Kabupaten Serang, Pandeglang dan Kabupaten Lebak Propinsi Banten. Pengambilan data dilakukan melalui observasi dan pengukuran. Jumlah kerbau yang diteliti sebanyak 300 ekor terdiri atas 150 ekor kerbau jantan dan 150 ekor kerbau betina dewasa. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan sidik ragam. Hasil penelitian diperoleh  sifat kualitatif untuk  warna kulit dan kaki adalah abu-abu gelap, bentuk tanduk umumnya melingkar ke  bawah, garis kalung ganda,  unyeng-unyeng ditemukan pada kepala, pundak dan pinggul.  Ukuran-ukuran tubuh  kerbau jantan dan betina  berturut-turut: lingkar dada (cm) 171,98±5,00; 161,33±4,83; dalam dada (cm) 65,13±3,97; 59,53±5,76; panjang badan (cm) 122,10±6,40; 120,00±2,03; tinggi pundak (cm) 130,02±2,80; 118,99±3,20;  tinggi pinggul (cm) 103,42±2,27; 105,28±2,87; lebar pinggul (cm) 32,50±1.61; 31,41±1,39;  panjang kepala (cm) 41,99±1,42; 41,39±1,55; lebar kepala (cm) 20,21±1.83; 19,30±1,15; lebar ambing (cm) ; 47,15±5,20; lebar teracak (cm) 15,89±1,77; 14,84±1,07; dan lingkar skrotum (cm) 15,88±0,67. Tidak terdapat perbedaan yang nyata (P>0,05) ukuran  tinggi pundak, tinggi pinggul, panjang kepala, lingkar skrotum serta lebar teracak pada kerbau jantan dan betina pada subpopulasi Serang, Pandeglang dan Lebak, akan tetapi terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05)  ukuran lebar pinggul, panjang badan, lingkar dada, dalam dada, dan lebar kepala. Kerbau yang berada di lokasi penelitian dari kajian sifat kualitatif dan kuantitatif dapat digolongkan sebagai kerbau lumpur.Kata Kunci:  keragaan sifat kualitatif, sifat kuantitatif, kerbau lokal
Permasalahan dan Solusi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Biogas Sebagai Energi Alternatif di Kabupaten Manokwari Papua Barat (Problems and Solutions Program for Community Empowerment through Biogas as an Alternative Energy at Manokwari Regency We Lukas Y. Sonbait; Yustina L.d Wambrauw
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i2.381

Abstract

Pemanfaatan biogas sebagai energi alternatif di masyarakat transmigrasi merupakan salah satu upaya oleh akademisi dan pemerintah daerah yang peduli terhadap masalah lingkungan.  Dalam pelaksanaanya masyarakatbelumsecaramaksimalberperanaktifterhadap program yang dijalankan. Masalah umum yang dirasakan di Papua pada umumnya adalah strategi pembangunan yang diterapkan selama ini belum sepenuhnya menyentuh pada apa yang menjadi kebutuhan masyarakat (needs), namun lebih memprioritaskan pada apa yang menjadi keinginan pengambil kebijakan (wants) program yang turun masih banyak bersifat top down dan tingkat partisipasi masyarakat terhadap program yang rendah, selain itu yang diinginkan oleh masyarakat belum bersinergi dengan pemerintah, sehingga banyak program yang diturunkan namun hasil yang didapatkan belum sepenuhnya memuaskan. Pemberdayaan masyarakat dalam tulisan ini lebih difokuskan pada pembangunan masyarakat peternakan sebagai salah satu faktor produksi yang penting untuk menunjang kemandirian masyarakat. Solusi yang diharapkan dimasamendatang adalah semua stakeholders terlibat dan saling mendukung sehingga setiap paket program yang diturunkan mampu membawa kesejahteraan dan keberlanjutannya tetap dipertahankan. Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Program, Biogas.
Respons Ayam Broiler yang Diberi Ransum dengan Suplementasi Fitase, Zn dan Cu (Broiler Response Feed upon Phytase, Zn, and Cu Suplementation) Hendi Setiyatwan; Wiranda Piliang
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i2.373

Abstract

Seng dan tembaga bersifat antagonis di dalam media intestinal metallothionein.  Zn mempunyai afinitas yang lebih tinggi untuk berikatan dengan histidin dan sistein, sedangkan Cu hanya berafinitas tinggi dengan histidin.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara mineral seng, tembaga, dan aktivitas alkalin fosfatase pada ayam broiler  yang  diberi ransum dengan suplementasi  fitase, Zn dan Cu.  Dua ratus delapan puluh delapan ekor DOC (Unsexed) yang dipelihara selama 42 hari, dialokasikan ke dalam rancangan acak lengkap dengan sembilan ransum perlakuan dan diulang sebanyak empat kali.  Kombinasi ransum penelitian terdiri atas: R1 (Ransum kontrol positif), R2 (Ransum kontrol negatif), R3 (R2 + 132,70 ppm ZnO), R4 (R2 + 286,16 ppm CuSO4), R5 (R2 + 132,70 ppm ZnO + 286,16 ppm CuSO4), R6 (R2 + fitase 1000 FTU/kg), R7 (R2 + fitase 1000 FTU/kg + 132,70 ppm ZnO), R8 (R2 + fitase 1000 FTU/kg + 286,16 ppm CuSO4), R9 (R2 + fitase 1000 FTU/kg + 132,70 ppm ZnO + 286,16 ppm CuSO4).  Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi kombinasi fitase 1000 FTU/kg, ZnO 132,70 ppm, dan CuSO4 286,16 ppm dalam ransum memberikan interaksi sinergis yang ditandai dengan peningkatan kandungan Zn dalam serum dan aktivitas alkalin fosfatase. Kata kunci : seng, tembaga, aktivitas alkalin fosfatase, ayam broiler
Dampak Proses Pemberdayaan terhadap Keberdayaan Peternak Domba (Influence Process of Empowerment to Empowered Sheep Farmers) Marina Sulistyati; Linda Herlina; Siti Nurachma
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i2.383

Abstract

Penelitian tentang "Dampak Proses Pemberdayaan terhadap Keberdayaan Peternak Domba”dilakukan di delapan desa: 1) Raharja, 2) Cinanjung, 3) Jatiroke, 4) Jatimukti, 5) Cisempur, 6) Sawahdadap, 7) Cikahuripan dan 8) Mangunarga. Tujuan penelitian ini adalah: 1) menganalisis faktor-faktor pemberdayaan, 2) menganalisis faktor-faktor keberdayaan; 3) menganalisis pengaruh pemberdayaan terhadap keberdayaan.Penelitian metode Surveiini dilakukan di kawasan Gunung Geulis yang dilakukan dengan mengkaji pengaruh  variabel bebas terhadap variabel terikat. Teknik pengambilan sampel ”random sampling proporsional” dipilih dari populasi sebanyak 1208 petani, sehingga terpilih 160 petani. Teknik pengumpulan  data primer  dilakukan dengan wawancara langsung kepada individu maupun kelompok secara mendalam melalui metode diskusi kelompok terarah. Kajian hubungan variabel bebas (X1) dengan variabel terikat (Y1)digunakan dengan korelasi rank Spearman yang kemudian diinterpretasikan  dengan aturan Guilford. Pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dianalisis dengan model persamaan struktural (SEM).Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberdayaan:a) kemampuan; b) kekuatan; c) kemandirian; 2)Faktor-faktor yang mempengaruhi keberdayaan :a) keberdayaan sebagai pemelihara ternak; b) keberdayaan sebagai individu; 3) Pengaruh pemberdayaan terhadap keberdayaanhanya sebesar 2,56 %.  Saran yang diajukan adalah peningkatan keberdayaan peternak dapat dilakukan melalui program yang ditentukan kedua pihak yaitu pemberi program dan penerima program serta dilibatkannya masyarakat dalam membuat perjanjian kerjasama. Kata kunci: pemberdayaan, keberdayaan, peternak domba
Hambatan Sosiologis Peternak Sapi Potong pada Program IbW dalam Pemanfaatan Limbah Menjadi Pupuk Organik Padat (The Sociological Barriers of Small holders Beef Cattle Farmer on IbW Programme to Utilize Manure for Solid Organic Fertilizers) Lilis Nurlina; Ellin Harlia; Destian Karmilah
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i2.375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji  (a) tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan peternak sapi potong dalam memanfaatkan limbah sapi potong menjadi Pupuk Organik Padat (POP) dan (2) hambatan sosiologis pada peternak sapi potong dalam adopsi inovasi POP pada Program IbW.  Metode penelitian dilakukan secara sensus terhadap 29 orang peternak dan 1 orang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terhadap peternak dan wawancara mendalam terhadap PPL yang bertugas di Kecamatan Rancakalong. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) tingkat pengetahuan dan keterampilan peternak belum optimal, tetapi sikap dan dukungan  mereka terhadap pemanfaatan POP dinilai lebih baik; (b) hambatan sosiologis pada peternak yang dihadapi Program Ib W dalam pemanfaatan POP berupa masih kuatnya memegang budaya dan kebiasaan memanfaatkan pupuk anorganik, juga sikap mental peternak yang malas mengaduk POP dan membiarkan limbah menumpuk sehingga memungkinkan terjadinya proses fermentasi anaerob yang dapat menghasilkan gas methan. Fungsi pengadukan sangat penting dalam menciptakan suasana aerob. Selain itu, kurangnya dukungan dan mobilisasi dari aparat desa setempat menyebabkan penyebaran inovasi POP kurang optimal. Kata Kunci : Hambatan sosiologis, Pupuk Organik Padat, peternak sapi potong
Kualitas Pupuk Cair Hasil Pengolahan Feses Sapi Potong Menggunakan Saccharomyces cereviceae (Liquid Fertilizer Quality Produced by Beef Cattle Feces Fermentation Using Saccharomyces cereviceae) Yuli A. Hidayati; Tb.Benito A. Kurnani; Eulis T. Marlina; Ellin Harlia
Jurnal Ilmu Ternak Vol 11, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v11i2.387

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui kualitas pupuk cair hasil pengolahan feses sapi potong dengan penambahan Saccharomyces cerevisiae. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen di laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 macam perlakuan dosis Saccharomyces cerevisiae, yaitu P1= 0,2%,P2 = 0,4% dan P3 = 0,6% , masing masing diulang 6 kali. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan, data yang diperoleh dianalisis ragam dan uji Duncan. Peubah yang diamati kandungan N, P2O5, K2O pupuk cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis Saccharomyces cerevisiae dari 0,2% menjadi 0,4% dan 0,6% meningkatkan (P<0,05) kandungan N tetapi tidak berpengaruh terhadap kandungan P2O5 dan K2O pupuk cair yang dihasilkan. Tidak ada perbedaan kualitas pupuk cair antara 0,4% dan 0,6%. Kata kunci : feses sapi potong,  pupuk cair, Saccharomyces cerevisiae, N, P, K

Page 1 of 1 | Total Record : 8