cover
Contact Name
Rahmad Fani Ramadhan
Contact Email
rahmad.fani@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalilmuternak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ternak
ISSN : 14105659     EISSN : 26215144     DOI : -
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran encompasses a broad range of research topics in animal sciences: breeding and genetics, reproduction and physiology, nutrition, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran published by twice a year, June and December
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2014)" : 12 Documents clear
Tingkat Fertilisasi Oosit Sapi Silangan Simmental Peranakan Ongole Secara In Vitro (In Vitro Fertilization Rate Of Bovine Simmental Ongole Crossbred Oocytes) Hermilinda Parera
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5144

Abstract

Salah satu program  crossbreeding di Indonesia melalui  inseminasi buatan (IB) menggunakan betina lokal PeranakanOngole (PO) disilangkan dengan Simmental, menghasilkan keturunan sapi Simmental Peranakan Ongole (SimPO) yang memiliki keunggulan bobot lahir tinggi dan pertumbuhan yang cepat. Sapi SimPO (Fenotip) F2 diduga mengalami penurunan performan reproduksi sehingga tingkat kebuntingan menjadi rendah. Keberhasilan kebuntingan dapat terjadi apabila oosit dapat terfertilisasi. Tujuan dari penelitianini untuk mengetahui tingkat fertilisasi secara in vitro pada oosit sapi SimPO. Oosit sapi dari ovarium yang berasal dari rumah pot\ong hewan (RPH), dikelompokkan berdasarkan jenis sapi PO (kontrol) dan   SimPO. Oosit dengan kualitas A dan B yang digunakan dalam penelitian ini. Oosit difertilisasi menggunakan semen beku sapi Simmental dengan konsentrasi 5 x 106 sel/ml pada media Brackett oliphant (BO). Tingkat fertilisasi in vitro ditentukan dengan pewarnaan aceto orcein 1% untuk melihat terbentuknya polimorfonuklear (PMN) 10 jam setelah inseminasi. Berdasarkan hasil penelitian ini tingkat fertilisasi secara in vitro sapi SimPO dan sapi PO tidak menunjukkan perbedaan yang nyata.Kata kunci : tingkat fertilisasi in vitro, SimPO
Kecernaan Fraksi Serat Pada Kambing Kacang Jantan Yang Mengkonsumsi Rumput Kume (Sorghum plumosum var.timorense) Kering Hasil Biokonversi (Fiber Digestibility of Bioconverted Kume Hay Fed to Kacang Goat Male) R. Beku
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5149

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Oeltua Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  pada bulan Juli –  Desember 2013. Penelitian ini bertujuan mengetahui level biokonversi rumput kume kering, yang menghasilkan kecernaan NDF, ADF, selulosa dan hemiselulosa yang terbaik, pada kambing kacang jantan. Penelitian ini menggunakan metode rancangan bujursangkar latin (RBL). Terdapat 4 perlakuan (rumput kume kering tanpa biokonversi + konsentrat  (R0), perlakuan rumput  kume  kering  biokonversi  urea  dan  starbio  0,4%,  +  konsentrat  (R1),  rumput  kume  kering biokonversi urea dan starbio 0,6% + konsentrat (R2) dan rumput kume kering biokoversi urea dan starbio0,8% + konsentrat(R3)) dengan 4 ulangan. variabel yang diamati adalah kecernaan NDF, ADF, selulosa, dan Hemiselulosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian ini tidak berpengaruh nyata (p>0,05)pada kecernaan NDF, ADF, selulosa, dan hemiselulosa dengan persentase rerata NDF 45,28%,  dengan persentase rerata ADF 35,59% ,  dengan  persentase rerata selulosa 46,29%,  dengan persentase rerata hemiselulosa 67,77%. Disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kecernaan fraksi serat rumput kume kering yang dibiokonversi dengan starbio dan urea dibandingkan dengan kontrol.Kata Kunci : Rumput Kume, Biokonversi, NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulosa
Dampak Pemberian Probiotik Probio_FM Terhadap Status Kesehatan Ternak Itik Kerinci (Impact of Probiotik Probio_FM to Health Status of Kerinci Duck) Manina F. f
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5140

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Dampak Pemberian Probiotik Probio-FM Terhadap status kesehatan  Itik Kerinci Jantan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Sebagai perlakuan adalah pemberian probiotik Probio_FM dalam pakan dan air minum, yang terdiri dari : P-0 (tanpa pemberian probiotik Probio_FM), P-1 (pemberian Probio_FM dalam air minum) P-2 (Probio_FM dalam pakan), P-3 (gabungan antara Probio_FM  dalam pakan dan air minum) dengan dosis 2% w/w dan 2% w/v, kosentrasi bakteri 1010cfu/gr. Ransum yang digunakan adalah ransum basal dengan kandungan PK 18% dan EM 2800 kkl/kg. Peubah yang diamati adalah gambaran darah (jumlah eritrosit, leukosit, hemoglobin dan hematokrit), dan derajat keasaman (pH), jumlah bakteri asam laktat dan E.coli usus halus. Peubah yang diukur dianalisis dengan sidik ragam menggunakan procedureANOVA (SAS Institute, 2000) dan apabila terdapat perbedaan diantara peubah yang dianalisis dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dapat meningkatkan jumlah eritrosit dan hemoglobin (P<0.05)  dan menurunkan derajat keasaman (pH) dan jumlah  E.coli  dalam  usus  halus  itik  Kerinci  (P<0.05).  Disimpulkan  bahwa  pemberian  probiotik probio_FM melalui air minum, pakan dan gabungannya dapat meningkatkan status kesehatan ternak itik jantan periode pertumbuhan.Kata kunci: probiotik Probio_FM, status hematologik, Lactobacillus, E.coli, itik Kerinci
Identifikasi dan Karakteristik Staphylococcus Sp. dan Streptococcus Sp. dari Infeksi Ovarium Pada Ayam Petelur Komersial (Identification and Characteristics of Staphylococcus Sp. and Streptococcus Sp. Infection of Ovary in Commercial Layers) Novianti Neliyani Toelle
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5145

Abstract

Infeksi ovarium merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditemukan pada ayam petelur menjelang periode  betelur  maupun  selama  masa  produksi.  Gangguan  produksi  telur  dapat  terjadi  karena  gangguanperkembangan ovarium akibat gangguan pertumbuhan pada ayam, kerusakan ovarium atau akibat penyakit. Penelitian ini dirancang untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan karakteristik bakteri penyebab infeksi ovarium pada ayam petelur komersial. Sejumlah 19 sampel ayam petelur komersial yang diperoleh dari tiga peternakan di wilayah  Yogyakarta.  Ovarium  yang  mengalami  infeksi  dikultur  pada  plat  agar  darah  (PAD),  kemudian diinkubasi pada suhu 37°C selama 18-24 jam. Setelah pengelompokkan koloni dilanjutkan pengecatan Gram. Gram positif bentuk kokus dilakukan uji katalase. Selanjutnya bakteri dengan katalase positif dilakukan uji koagulase, kultur pada mannitol salt agar (MSA), Voges Proskauer (VP) dan uji oksidase. Hasil identifikasi dan karakteristik bakteri dari infeksi ovarium adalah Staphylococcus aureus (46%), Staphylococcus intermedius (27%), Staphylococcus epidermidis (20%), dan Streptococcus sp. (7%).Kata kunci : Ovarium, ayam petelur, Staphylococcus sp., Streptococcus sp.
Kualitas Semen Cair Dingin Domba Garut pada Tiga Jenis Larutan Pengencer (Quality of Garut Ram Chilled Semen in Three Types Of Semen Extenders) Yahya Hudy Rhoyan
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5150

Abstract

Penggunaan pengencer dalam pengolahan semen domba Garut masih sangat terbatas di kalangan masyarakat, sehingga ketersediaan baik semen cair maupun semen beku masih sedikit. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh bahan pengencer Tris susu sapi, Tris kuning telur, dan Tris sari kedelai terhadap daya tahan hidup dan abnormalitas spermatozoa domba Garut yang disimpan dalam suhu 5ºC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan yaitu semen segar yang ditambahkan Tris susu sapi, Tris kuning telur, dan Tris sari  kedelai  dengan pengulangan  masing-masing sebanyak 6  kali.  Data dianalisis lebih lanjutmenggunakan  Uji  Jarak  Berganda  Duncan.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  pengaruh  perlakuan terhadap daya tahan hidup spermatozoa berbeda nyata (P<0,05). Daya tahan hidup spermatozoa pada Tris kuning telur 79 jam, Tris air susu sapi 68 jam, dan Tris sari kedelai 59 jam. Sedangkan pengencer Tris sari kedelai menunjukkan presentase abnormalitas terendah (5%) yang berbeda nyata (P<0,05) dari Tris susu sapi (7%) dan Tris kuning telur (6%). Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa Triskuning telur adalah pengencer yang memberikan pengaruh terbaik terhadap daya tahan hidup, sedangkan Tris sari kedelai adalah pengencer yang memberikan abnormalitas spermatozoa terendah dibandingkan pengencer lain.Kata Kunci : Semen Domba Garut, Pengencer Semen, Kualitas Semen
Simulasi Uji Zuriat pada Sifat Pertumbuhan Sapi Aceh (Progeny Test Simulation for Growth Traits in Aceh Cattle) Widya Pintaka Bayu Putra
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5141

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk melakukan evaluasi terhadap nilai pemuliaan (NP) pada calon pejantan sapi Aceh sebagai pejantan unggul berdasarkan performans keturunan selama tahun 2010 sampai 2013. Sapi Aceh yang diikutsertakan dalam penelitian ini, masing-masing dengan nomor A001, A004, P0751 dan P0752. Analisis data dilakukan berdasarkan performans berat sapih terkoreksi 205 hari (BB205), berat setahunan terkoreksi 365 hari (BB365) dan berat akhir atau dewasa terkoreksi 550 hari (BB550) hasil keturunan keempat calon pejantan tersebut. Analisis nilai heritabilitas (h²) BB205, BB365 dan BB550 secara berurutan adalah 0,48; 0,40 dan 0,49. Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon pejantan nomorP0752 memiliki NP BB205, BB365 dan BB550 tertinggi masing-masing sebesar 54,24 kg; 83,99 kg dan119,08 kg. Kecermatan relatif terbaik dalam uji zuriat yaitu sebesar 1,55 pada sifat BB550 sehingga seleksi pada calon pejantan sapi Aceh dapat dilakukan berdasarkan rata-rata performans BB550 keturunannya.Kata kunci: Sapi Aceh, Uji zuriat, Heritabilitas, NP, Kecermatan relatif
Konsumsi Nutrien Ternak Kambing yang Mendapatkan Hijauan Hasil Tumpangsari Arbila (Phaseolus lunatus) dengan Sorgum sebagai Tanaman Sela pada Jarak Tanam Arbila dan Jumlah Baris Sorgum yang Berbeda (Nutrient Feed Consumption of Goats to Sorghum and Arbi B. b Koten
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5146

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengevaluasi konsumsi nutrien ternak kambing lokal jawa terhadap hijauan hasil  pertanaman campuran legum arbila (Phaseolus lunatus)dengan sorgum pada jarak tanam arbila dan jumlah baris sorgum yang berbeda, telah  dilaksanakan di kandang kambing individual selama 1 bulan, yang dirancang dengan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 level jarak tanam arbila dan 3 level jumlah baris sorgum ditambah monokultur arbila dan sorgum, yang diulang 3 kali. Parameter yang diamati adalah konsumsi nutrien dalam pakan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi nutrien tertinggi diperlihatkan oleh kambing yang mendapatkan hijauan yang dihasilkan oleh   perlakuan jarak tanam arbila  120 cm dengan 2 baris sorgum disusul oleh  perlakuan jarak tanam 180 cm dengan 1 baris sorgum yaitu konsumsi BK 31,20 dan 27,05 g/kg BB, konsumsi BO 31,01 dan 27,23 g/kg BB, konsumsi PK 3,86 dan 3,37 g/kg BB, konsumsi serat 10,58 dan 9,12 g/kg BB, konsumsi EE 0,86 dan 0,79 g/kg BB, konsumsi BETN 16,26 dan 14,02 g/kg BB, konsumsi abu 2,56 dan 2,15 g/kg BB, 81,87 dan 77,98 %. Disimpulkan bahwa respon ternak kambing terbaik dihasilkan pada jarak tanam arbila 120 cm dengan 2 dan 3 baris sorgum di antaranya.Kata kunci : Phaseolus lunatus, Sorgum bicolor, tumpangsari, konsumsi nutrien, kambing.
Studi AsosiasiAntara Masa Kosong (Days Open) Terhadap Produksi Susu dan Kerugian Ekonomi Pada Peternakan Sapi Perah Di Kabupaten Garut (Association Study Of Days Open On Milk Production And Its Implication on Economic Losses of Dairy Cattle in Garut Regen Rangga Setiawan
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5142

Abstract

Masa kosong merupakan indikator utama kebehasilan usaha sapi perah yang sangat terkait pada pendapatan peternak.  Tingkat  pendapatan  yang  berhubungan  dengan  masa  kosong  dapat  berasal  dari  jumlahperkawinan yang menghasilkan kebuntingan, kesehatan serta produksi susu. Tujuan dari penelitian ini adalah  mengetahui  asosiasi  masa  kosong  terhadap  produksi  susu  yang  efek  selanjutnya  terhadap pendapatan yang diperoleh peternak. Metode yang digunakan berupa survey pada 49 ekor sapi perah yang berada pada fase laktasi kedua. Hasil penelitian menunjukan bahwa masa kosong berasosiasi dengan produksi susu dengan nilai R2 = 14%, dimana masa kosong yang memberikan produksi susu paling rendah yaitu pada masa kosong 6,63 bulan atau 199 hari. Selanjutnya, berdasarkan analisis ekonomi, peternak harus mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp. 6.211,57 per hari masa kosong. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pertambahan masa kosong berasosiasi dengan penurunan produksi susu dan meningkatkan biaya produksi.Kata kunci: Masa kosong, produksi susu, kerugian ekonomi, asosiasi
Diskontinuitas Penerapan Inovasi Biogas Oleh Peternak Sapi Perah (Studi Kasus Di Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya) Discontinuance Application of Innovation Biogas By Dairy Farmer (Case Study in Pagerageung District Tasikmalaya Regency) Gian Herdiawan
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5139

Abstract

Usaha peternakan sapi perah selain memberikan dampak positif juga memberikan dampak negatif berupa pencemaran yang akan mengganggu lingkungan. Pemberian bantuan instalasi biogas merupakan salah satuupaya pemerintah untuk mendorong peternak melakukan pengolahan limbah ternak yang lebih baik. Desa Guranteng sebagai sentra peternakan sapi perah di Kabupaten Tasikmalaya pernah  mendapat bantuan instalasi biogas namun pemanfaatannya mengalami diskontinuitas, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi diskontinuitas penerapan inovasi biogas oleh peternak sapi perah, besar pengaruh masing-masing faktor, serta alternatif solusinya. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mix methode). Pengumpulan data dilakukan dengan instrument kuesioner,pedoman wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Metode kuantitatif digunakan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi diskontinuitas inovasi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan path analysis.. Metode kualitatif digunakan untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi diskontinuitas inovasi biogas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor karakteristik inovasi, faktor persepsi inovasi, dan faktor agen pembaharu berpengaruh secara nyata terhadap diskontinuitas penerapan inovasi biogas oleh peternak sapi perah  di Kabupaten Tasikmalaya dengan total pengaruh sebesar 51,6 %. Secara parsial ketiga variabel bebas tersebut memberikan pengaruh signifikan yaitu persepsi penerima sebesar 20,2 %, agen pembaharu sebesar 19,1% , dan karakteristik inovasi sebesar 12,2 %.Kata kunci : Limbah, diskontinuitas, biogas, peternak, sapi perah
Pengaruh Metode Pasteurisasi dan Jenis Starter yang Berbeda Terhadap Ph, Kadar Air dan Total Solid Keju Lunak Susu Kambing Peranakan Ettawa (Effect Of Pasteurization Methods and Starter On Ph, Moisture and Total Solid Of Soft Cheese Of Peranakan Ettawa Go Dian Rahmawati
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5147

Abstract

Pemanasan susu  dan  jenis  starter dapat  mempengaruhi komposisi dan  kualitas keju.    Oleh  karena  itu penelitian ini  bertujuan untuk mempelajari karakteristik pH,  kadar  air  dan  total  solid  keju lunak  yang dihasilkan dengan metode pasteurisasi dan jenis starter yang berbeda. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Materi yang digunakan adalah 36 liter susu kambing, starter Lactobacillus bulgaricus dan Streptocococus thermophilus serta rennet tablet. Perlakuan terdiri dari metode pasteurisasi yaitu High Temperature Short Time (HTST) dan Long Temperature Long Time (LTLT) serta starter tunggal Streptococcus termophilus, Lactobacillus bulgaricus, dan starter campurankeduanya (ganda). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pasteurisasi HTST dan LTLT dengan penggunaan starter tunggal menghasilkan kadar  air  keju  lunak  yang tinggi  sebaliknya total  solid  keju  lunak  yang dihasilkan  rendah,  sedangkan penggunaan starter ganda terutama pada LTLT menghasilkan kadar air keju lunak paling rendah (39,82%) dan total solid keju lunak paling tinggi (60,17%). Pasteurisasi HTST maupun LTLT menggunakan starter tunggal menghasilkan pH keju lunak lebih tinggi, sedangkan penggunaan starter ganda menyebabkan pH keju lunak yang lebih rendah. Sehingga untuk mendapatkan keju lunak susu kambing yang memiliki karakteristik sesuai dengan standar, dapat menggunakan metode pasteurisasi LTLT dengan penggunaan starter ganda.Kata kunci : Susu kambing ettawa, pasteurisasi, starter

Page 1 of 2 | Total Record : 12