Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Kadar Gliserol Terhadap Kualitas Semen Domba Lokal Nurcholidah Solihati; Siti Darojah Rasad; Rangga Setiawan; Santi Nurjanah
Jurnal Biodjati Vol 3, No 1 (2018): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i1.2357

Abstract

Pengembangan Domba Lokal melalui program Inseminasi Buatan memerlukan informasi mengenai kualitas semen, khususnya semen beku yang dalam pembuatannya memerlukan gliserol sebagai krioprotektan dengan kadar yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  kualitas semen Domba Lokal dan mengetahui level gliserol yang menghasilkan kualitas semen post-thawing yang paling optimal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan level gliserol (4%, 5%, 6% dan 7%) dan 14 kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi motilitas, abnormalitas dan recovery rate. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANAVA) dan perbedaan antar perlakuan diuji menggunakan Uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level gliserol berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap motilitas dan recovery rate namun tidak berpengaruh nyata terhadap abnormalitas sperma. Perlakuan level gliserol 5% nyata (p<0.05) menghasilkan motilitas (40,47%) dan recovery rate (46,53%) tertinggi dibanding perlakuan lainnya. Disimpulkan bahwa semen Domba Lokal memiliki kualitas yang baik dan memenuhi syarat untuk dilakukan pengolahan lebih lanjut sampai semen beku dengan level gliserol 5% menghasilkan kualitas semen post-thawing yang paling optimal.
Hubungan antara Tingkat Reproduksi Sapi Perah terhadap Tingkat Kerugian Peternak (The Relationship between Dairy Cattle’s Reproductive Performance and Farmers’s Economic Losses) Rangga Setiawan; Nurcholidah Solihati; Rini Widyastuti
Jurnal Ilmu Ternak Vol 16, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.392 KB) | DOI: 10.24198/jit.v16i1.9818

Abstract

Performa reproduksi merupakan faktor utama dalam mendukung keberhasilan usahaternak sapi perah. Performa reproduksi yang rendah dapat menyebabkan berbagai kerugianseperti produksi susu rendah, produksi pedet yang terlambat, pelayanan IB yang tinggi, yang terakumulasi pada  kerugian  secara ekonomi. Salah satu performa reproduksi yang menjadi perhatian  khusus  adalah  masa  kosong  yang  merupakan  waktu  antara  periode  melahirakan sampai sapi tersebut bunting kembali. Semakin lama waktu tersebut menggambarkan rendahnya reproduktivitas sapi perah tersebut yang lebih lanjut akan menurunkan pendapatan peternak karena akan bertambahnya biaya produksi seperti biaya pakan, tenaga kerja, biaya inseminasi, dan sebagainya.  Tujuan dari penelitian  ini  adalah mengetahui  dan  kemudian mengevaluasi performa reproduksi (masa kosong, service per conception, dan calving interval) terkait pendapatan yang diperoleh peternak. Sebanyak 19 ekor sapi perah laktasi kedua yang terdapat di kelompok ternak desa Cipageran, Cimahi dijadikan objek penelitian melalui metode survey ke pemilik ternak. Hasil yang diperoleh bahwa masa kosong,  calving interval dan service per conception sapi perah di lokasi penelitian berturut-turut sebesar 110 hari, 386 hari dan 2,5. Adapun    kerugian  peternak  untuk  setiap  penambahan  satu  hari  masa  kosong  sebesar  Rp.10.775,45 per ekor. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa status reproduksi sapi perah di kelompok sapi perah Cipageran termasuk cukup baik, namun kerugian akan didapat perternak seiring bertambahnya masa kosong.Kata kunci: masa kosong, service per conception, calving interval, pendapatan peternak
Pengaruh Lama Penyimpanan Semen Cair Ayam Buras pada Suhu 5 0C terhadap Periode Fertil dan Fertilitas Sperma (The Storage Time Effect of The Local Chicken Chilled Semen at 5 0C on Fertility and Fertile Period of Sperm) Nurcholidah Solihati; Ruhijat Idi; Rangga Setiawan; I. Y. Asmara
Jurnal Ilmu Ternak Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v6i1.2258

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh lama penyimpanan semen cair ayam buras pada suhu 50C terhadap periode fertil dan fertilitas sperma.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan setiap perlakuan diulang 6 kali.  Lama penyimpanan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyimpanan 1 jam (0 hari), 24 jam (1 hari) dan 48 jam (2 hari).  Peubah yang diukur adalah periode fertil dan fertilitas sperma. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis sidik ragam, dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan diuji dengan menggunakan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa lama penyimpanan semen cair ayam buras berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap periode fertil dan fertilitas sperma. Periode fertil dan fertilitas sperma ayam buras yang baik diperoleh dari penyimpanan semen cair selama 1 jam (0 hari).Kata Kunci : ayam buras, semen cair, periode fertil, fertilitas
Studi AsosiasiAntara Masa Kosong (Days Open) Terhadap Produksi Susu dan Kerugian Ekonomi Pada Peternakan Sapi Perah Di Kabupaten Garut (Association Study Of Days Open On Milk Production And Its Implication on Economic Losses of Dairy Cattle in Garut Regen Rangga Setiawan
Jurnal Ilmu Ternak Vol 14, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v14i1.5142

Abstract

Masa kosong merupakan indikator utama kebehasilan usaha sapi perah yang sangat terkait pada pendapatan peternak.  Tingkat  pendapatan  yang  berhubungan  dengan  masa  kosong  dapat  berasal  dari  jumlahperkawinan yang menghasilkan kebuntingan, kesehatan serta produksi susu. Tujuan dari penelitian ini adalah  mengetahui  asosiasi  masa  kosong  terhadap  produksi  susu  yang  efek  selanjutnya  terhadap pendapatan yang diperoleh peternak. Metode yang digunakan berupa survey pada 49 ekor sapi perah yang berada pada fase laktasi kedua. Hasil penelitian menunjukan bahwa masa kosong berasosiasi dengan produksi susu dengan nilai R2 = 14%, dimana masa kosong yang memberikan produksi susu paling rendah yaitu pada masa kosong 6,63 bulan atau 199 hari. Selanjutnya, berdasarkan analisis ekonomi, peternak harus mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp. 6.211,57 per hari masa kosong. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pertambahan masa kosong berasosiasi dengan penurunan produksi susu dan meningkatkan biaya produksi.Kata kunci: Masa kosong, produksi susu, kerugian ekonomi, asosiasi
Penggunaan Albumen untuk Separasi Spermatozoa Epididymis Domba Garut Nurcholidah Solihati; Tita D. Lestari; Rangga Setiawan; j J. Arifin; t T. Hariyanti
Jurnal Ilmu Ternak Vol 8, No 1 (2008)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v8i1.2222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berbagai konsentrasi albumen untuk separasi spermatozoa epididymis Domba Garut. Penelitian ini menggunakan semen yang berasal dari cauda epididymis Domba Garut yang baru dipotong dan segera diolah di laboratorium.  Perlakuan yang digunakan yaitu media separasi menggunakan berbagai kombinasi konsentrasi albumen pada lapisan atas dan bawah terdiri dari 10%-30%, 10%-50%, 10%-70% dan kontrol (tanpa media separasi). Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rangcangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima kali ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lapisan atas kombinasi konsentrasi albumen berpengaruh nyata (p<0.05) dapat meningkatkan jumlah spermatozoa X dari rasio alamiahnya, dan pada lapisan bawah kombinasi konsentrasi albumen berpengaruh nyata (p<0.05) dapat meningkatkan spermatozoa Y dari rasio alamiahnya.  Disimpulkan bahwa kombinasi konsentrasi albumen yang digunakan cukup efektif digunakan untuk pemisahan spermatozoa X dan Y pada Domba Garut.Kata kunci:  albumen, separasi spermatozoa, Domba Garut
Perbandingan Tingkat Kematangan Inti Oosit Sapi Pasca Maturasi In Vitro dengan Penambahan Serum Buatan 10 % dan Fetal Bovine Serum 10 % (Comparison Nuclear Maturation of Bovine Oocyte after In Vitro Maturation Suplemented with 10% Home-made Serum and 10 % Fetal Bovine Serum) Rini Widyastuti; Rangga Setiawan; Siti Darodjah Rasad
Jurnal Ilmu Ternak Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v15i2.9522

Abstract

Serum merupakan salah  satu suplemen yang diperlukan pada  media untuk maturasi in vitro.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan  tingkat kematangan inti oosit maturasi in vitro selama 24 jam dalam media maturasi yang ditambahkan serum buatan 10% dan Fetal Bovine Serum(FBS) 10%. Oosit dikoleksi dengan metode slicing dalam media modified  phosphate buffer saline. Oosit yang digunakan adalah oosit yang masih dilapisi dua lapis sel kumulus dan mempunyai sitoplasma homogen.Oosit dikultur menggunakan media maturasi dalam inkubator CO2 suhu 380C dan CO2 5%. Setelah 24 jam oosit difiksasi untuk mengevaluasi tingkat kematangan inti. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kematangan inti oosit sapi yang dimaturasi secara in vitro dengan penambahan FBS 10% nyata lebihtinggi apabila dibandingkan dengan yang ditambahkan dengan serum buatan10% (78,5% vs 62,5% ; P < 0,05)Kata kunci: maturasi in vitro,  tingkat kematangan inti, serum.
Pengaruh Level Glutathione terhadap Kualitas Post-Thawing Semen Kambing Peranakan Etawah Nurcholidah Solihati; Soeparna Soeparna; Siti Darodjah Rasad; Rangga Setiawan; Annisaa Yusrina
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 7, No 2 (2020): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.433 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v7i2.10473

Abstract

ABSTRAK Glutathione merupakan antioksidan yang berfungsi melindungi sel dari kerusakan akibat oksigen reaktif (ROS) sehingga dapat mencegah reaksi peroksidasi lipid. Penggunaan glutathione dalam pengencer harus sesuai supaya tidak menimbulkan efek negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level glutathione terhadap kualitas semen kambing Peranakan Etawah post thawing dan mengetahui level glutathione yang menghasilkan kualitas semen yang terbaik. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan laboratorium. Penelitian ini mengunakan rancangan acak kelompok dengan lima kelompok kambing dan lima level glutathione (0, 4, 6, 8 dan 10 mM), setiap perlakuan diulang dua kali. Semen ditampung dengan vagina buatan dan dievaluasi secara makroskopis dan mikroskopis, selanjutnya dilakukan pengolahan menjadi semen beku Data dianalisis dengan analisis ragam dan perbedaan antar perlakuan diuji dengan uji lanjut Duncan. Parameter yang diamati adalah kualitas semen post-thawing meliputi motilitas, abnormalitas, membran plasma utuh dan tudung akrosom utuh (TAU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan level glutathione berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kualitas semen post-thawing. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa motilitas, TAU dari perlakuan level glutathione 6 mM dan 8 mM tidak berbeda nyata, namun MPU hasil 8 mM nyata lebih tinggi dari level lainnya. Disimpulkan bahwa level glutathione berpengaruh terhadap kualitas semen post-thawing, dan level glutathione 8 mM menghasilkan kualitas semen yang terbaik.Kata kunci: glutathione, kualitas semen, post-thawing, kambing peranakan etawahABSTRACT Glutathione is an antioxidant that functions to protect cells from damage caused by reactive oxygen (ROS) so that it can prevent lipid peroxidation reactions. The use of glutathione in diluents must be suitable so as not to cause negative effects The aim of the research was to knew the effect of glutathione level on semen quality of Etawah Crossbreed goat and to know the level of glutathione that produce the best post-thawed semen quality. This research used grouped randomized design with five groups of goat and five glutathione levels (0, 4, 6, 8, and 10 mM), every treatment was repeated twice. Semen was collected with an artificial vagina and was evaluated as macroscopic and microscopic, they were being processed as frozen semen. Data were analyzed with analysis of variance and differences between treatments were analyzed using the Duncan test. Parameter was observed is pot-thawed semen quality consist of motility, abnormality, intact plasma membrane (IPM) and intact acrosome cup (IAC). The result showed that treatment of glutathione level significantly (p<0.05) affect on post-thawed semen quality. Duncan test showed that motility and IAC from treatment glutathione of 6 mM and 8mM were not significant, nevertheless IPM from treatment 8 mM glutathione significantly higher than other levels. It is concluded that the glutathione level significantly affect on post-thawed semen quality, and 8 mM glutathione level resulted in the best quality.Keywords:  glutathione, semen quality, post-thawed, etawah crossbreed goat
Evaluation of Factors Affecting Farmers’ Calves Rearing Decision in West Java by Participatory System Analysis Approach Achmad Firman; Sauland Sinaga; Rangga Setiawan; Dwi Suharyanto
Buletin Peternakan Vol 42, No 4 (2018): BULETIN PETERNAKAN VOL. 42 (4) NOVEMBER 2018
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v42i4.34325

Abstract

This research aimed to determine factors affecting farmers’ calves rearing decision and further determine which of the factors were categorized as the critical elements on the practice as well. A qualitative method was used in this research, where beef and dairy cattle farmer groups, dairy cooperative staffs, and regional department of livestock and animal health staffs were questioned as the source of information and data collection. The research area covered Tasikmalaya and Kuningan District for beef cattle rearing, while for the dairy cattle rearing covered Bandung and West Bandung District.  The obtained data were then analyzed through Participatory System Analysis (PSA) approach. The results showed that factors which affect farmer’s dairy calves rearing decision were high-cost production, long rearing time, calves rearing status as a secondary income source, and reared calves’ quality. Furthermore, the results of this research also showed that the critical elements the decision were calves rearing status as secondary income and calves’ quality.
Derajat Pemulihan dan Persentase Spermatozoa X dan Y Kambing Peranakan Etawah Setelah Separasi dengan Gradient Percoll (RECOVERY RATE AND PERCENTAGE OF SPERMATOZOA X AND Y OF ETAWAH CROSSBREED GOAT AFTER SEXING WITH GRADIENTT PERCOLL) Siti Darodjah Rasad; Rangga Setiawan; Nurcholidah Solihati; Rini Widyastuti; Ilham Nugraha
Jurnal Veteriner Vol 20 No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.116 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.2019.20.1.14

Abstract

Aim of the research is to find out recovery rate and percentage spermatozoa X and Y after sexing with gradientt Percoll in Etawah Crossbreed Goat. Extender was used TRIS Egg Yolk. The semen sample from five male Etawah Crossbreed Goat were used in this research. Gradientt percoll performed 10 fraction layer with centrifugation time 10 minute at 2500 rpm. The data were analyzed descriptively. Result of the research shows that average recovery rate of spermatozoa X is 50.96±26.07 % and spermatozoa Y is 44.13±6.11 %. Average percentage of X sperm is 78.00±7.06 % and Y sperm is 76.10±5.95 % .
Penerapan Teknologi Inseminasi Buatan pada Ternak Kambing Perah untuk Percepatan Pemenuhunan Kebutuhan Protein Hewani Masyarakat Ken Ratu gharizah Alhuur; Rangga Setiawan; Raden Febrianto Christi
Media Kontak Tani Ternak Vol 4, No 1 (2022): Februari
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v4i1.38216

Abstract

Ketersediaan ternak dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani semakin tahun semakin meningkat, Kambing perah dengan karakteristik prolific sangat berpotensi untuk mendukung peningkatan populasi ternak di Indonesia dan menjadi sumber pemenuh kebutuhan protein hewani di Indonesia. Sebagai salah satu cara untuk mengoptimalkan peningkatan populasi ternak tersebut, maka penerapan teknologi inseminasi buatan pada peternakan kambing perah perlu untuk dilakukan. Pelatihan bagi para peternak kambing perah maupun inseminator perlu banyak dilakukan guna memperkaya keilmuan dan juga kemampuan mereka. Pelatihan mengenai teknologi inseminasi buatan pada ternak kambing perah dilakukan secara virtual dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan juga zoom meeting. Sasaran utama dari pelatihan ini adalah para peternak kambing perah milenial dan para inseminator, namun terbuka juga bagi umum yang ingin menambah wawasan mengenai teknologi inseminasi buatan. Respon yang didapat dari para partisipan sangat baik, hal ini dapat terlihat dari antusiasme partisipan pada sesi tanya jawab dan hasil pre-test serta post-test. Harapan dari para partisipan adalah agar pelatihan ini dapat dilakukan secara luring sehingga dapat meningkatkan kemampuannya secara hard skill.