Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal)
Jurnal Keperawatan Komprehensif (JKK) of STIKep PPNI Jawa Barat has mission to provide information regarding nursing science for students, teachers, and for public community who have concern in nursing. Jurnal Keperawatan Komprehensif published twice a year on every July and Januari.
Articles
739 Documents
KUALITAS HIDUP PASIEN PASCA-PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION (PCI)
Anggraini, Dian;
Andani, Teo Zumibakti
Jurnal Keperawatan Komprehensif Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Komprehensif
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.46 KB)
Serangan jantung biasanya disebabkan oleh penyumbatan yang mencegah darah mengalir ke jantung atau otak, sehingga dapat terjadi kerusakan atau komplikasi lebih lanjut seperti; miokard infark (kematian sel jantung) hingga gagalnya otot jantung dalam mendapatkan suplai oksigen yang dapat mengakibatkan kematian seseorang. Oleh sebab itu, pasien penyakit jantung memerlukan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) untuk mengatasi permasalahnya. Pemasangan PCI pada pasien yang menderita penyakit jantung dapat memengaruhi aktivitas fisik pasien hingga kualitas hidupnya (Quality Of Life). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pasien pasca PCI. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini pasien percutaneos coronary intervention (PCI) di Rumah Sakit Dustira Cimahi sebanyak 87 kasus.Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling dengan jumlah 38 responden. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan diolah dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien pasca PCI berdasarkan empat domain kualitas hidup didapatkan hasil pada domain fisik sebagian besar (73,7%) kualitas hidup responden rendah, sebagian besar 78,9% kualitas hidup responden tinggi pada domain psikologi, sebagian besar 63,2% kualitas hidup responden tinggi dilihat pada domain sosial, sebagian besar 55,3% kualitas hidup responden tinggi dilihat pada domain lingkungan. Diharapkan perawat dapat memberikan asuhan keperawatan dan memberikan motivasi kepada pasien agar rajin melakukan kontrol, melaksanakan diet serta berhenti merokok.
PENGARUH PERMAINAN ULAR TANGGA TERHADAP KEMAMPUAN MENGGOSOK GIGI PADA ANAK SEKOLAH DASAR KELAS III DI SDN BARANANGSIANG KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2017
Suryaningsih, Chatarina;
Nurjanah, Nunung;
Sartika, Siti
Jurnal Keperawatan Komprehensif Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Keperawatan Komprehensif
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.747 KB)
Anak usia sekolah merupakan masa dimana terjadinya pergantian gigi susu menjadi gigi permanen. Kurang pemahaman tentang perawatan gigi dan mulut akan beresiko terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut, sehingga perlu dilakukan pendidikan kesehatan sebagai upaya pencegahan dengan menanamkan perilaku yang baik sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi experiment dengan jenis pre and post testwithout control. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan sampel sebanyak 20 responden dan data yang diperoleh dalam penelitian dianalisis melalui dua tahapan, yaitu univariat untuk mengetahui rata-rata dan bivariat untuk mengetahui pengaruh (t-dependent). Hasil penelitian didapatkan bahwa rerata nilai kemampuan sebelum 5,85 dan sesudah 10,05. Hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh permainan ular tangga terhadap kemampuan menggosok gigi pada anak dengan nilai p value = 0,001. Berdasarkan hasil penelitian ini penulis menyarankan agar metode pendidikan kesehatan dengan ular tangga dilakukan secara rutin untuk memperbaharui wawasan terhadap anak di SD, mendukung dan memotivasi anak dalam menggosok gigi yang baik dan benar.
Gambaran Intensi Minum Obat Pencegah Filariasis Pada Ibu Rumah Tangga Di Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya
Yuliani, Elvin;
Juniarti, Neti;
Yamin, Ahmad
Jurnal Keperawatan Komprehensif Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan Komprehensif
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (352.136 KB)
ABSTRAK PENDAHULUAN: Program Pemberian Obat Pencegahan secara Massal (POPM) Filariasis di Indonesia dilaksanakan sebagai salah satu upaya memutuskan rantai penularan Filariasis di daerah endemi. Target cakupan POPM Filariasis ditetapkan sebesar 85%. Pada tahun 2015 cakupan minum obat terendah di wilayah Kabupaten Tasikmalaya berada di Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya dengan persentase minum obat pencegahan sebesar 46,95% dari jumlah sasaran minum obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran intensi minum obat pencegah Filariasis pada ibu rumah tangga di Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya. METODE PENELITIAN: Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 166 orang responden. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang mengukur intensi. Analisis data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. KESIMPULAN: Hasil penelitian menunjukan intensi minum obat pencegah Filariasis pada ibu rumah tangga di Desa Citalahab Kecamatan Karangjaya masih rendah. ABSTRACTINTRODUCTION: Mass Drug Administration (MDA) Program of Lymphatic Filariasis in Indonesia was implemented as an effort to break the chain of transmission of Filariasis in endemic areas. Target coverage of MDA is set at 85%. In 2015, the lowest drug coverage in Tasikmalaya Regency was in Citalahab Village, Karangjaya District with the percentage of MDA coverage (46.95%) from the target.. The purpose of this research was to explore the description of intention to mass drug administration of Lymphatic Filariasis in housewife in Citalahab village, Karangjaya sub-district, Tasikmalaya regency. RESEARCH METHOD: The research method used is cross sectional study. The sampling technique used simple random sampling method with 166 respondents. The research location was done in Citalahab Village, Karangjaya Sub-district, Tasikmalaya Regency. Data collection uses questionnaires that measure intentions. Data analysis was presented in the form of frequency distribution. CONCLUSIONS: The results showed the intention of taking the drug of prevention of filariasis in housewife in Citalahab Village, Karangjaya Sub-district is still low
HUBUNGAN SIBLING RIVALRY DENGAN CEDERA PADA ANAK USIA BALITA DI DESA CIPACING KECAMATAN JATINANGOR
Anggraeni, Anggoro Susan;
MArdhiyah, Ai;
Nurhidayah, Ikeu
Jurnal Keperawatan Komprehensif Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Komprehensif
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (241.229 KB)
Latar belakang. Sibling rivalry terjadi pada anak usia balita yang memiliki saudara kandung, kecemburuan dan kebencian menyebabkan kompetisi untuk mendapatkan perhatian dari orangtua. Dampak sibling rivalry antara lain dapat menimbulkan risiko cedera fisik pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan sibling rivalry dengan kejadian cedera pada anak usia balita di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor. Metode. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 47 responden yang dipilih meggunakan teknik total sampling. Instrumen sibling rivalry dari penelitian Vevandi (2015). Instrumen cedera dikembangkan dari WHO. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan ujia Spearman-Rank. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan 31 responden (66%) memiliki anak yang mengalami sibling rivalry pada tingkat sedang dan 28 responden (59,6%) anak mengalami cedera ringan. Terdapat hubungan yang lemah antara sibling rivalry dengan cedera pada anak usia balita di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor (p-value=0,048; r-value=0,290). Kesimpulan. Hasil penelitian menyarankan diperlukannya edukasi tentang pencegahan kecelakaan pada anak (bimbingan antisipasi pada orangtua).
STATUS EMOSIONAL DAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN MIASTENIA GRAVIS
Antika Rizki Kusuma Putri, Tri
Jurnal Keperawatan Komprehensif Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Keperawatan Komprehensif
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (288.976 KB)
Miastenia gravis merupakan kelainan autoimun yang menyerang neurotransmitter di tautan neuromuskular dan menghambat terjadinya kontraksi di otot. Kelemahan otot yang terjadi menyebabkan keterbatasan aktivitas fisik serta terganggunya kesejahteraan psikologis dan interaksi sosial yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien dengan miastenia gravis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status emosional dengan kualitas hidup pasien dengan miastenia gravis. Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Sebanyak 75 pasien dengan miastenia gravis setuju untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara status emosional dengan kualitas hidup pasien dengan miastenia gravis (p<0.05). Hasil dari penelitian ini akan membantu penelitian selanjutnya untuk mengembangkan tindakan keperawatan yang berfokus pada perbaikan status emosional sehingga kualitas hidup pasien dengan miastenia gravis dapat ditingkatkan.
DUKUNGAN KELUARGA BERHUBUNGAN DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL REMAJA
Yuniar, Dwi;
Darmawati, Irma
Jurnal Keperawatan Komprehensif Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Keperawatan Komprehensif
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.876 KB)
Kondisi remaja saat ini cukup mengkhawatirkan. Prevalensi ketidakstabilan emosi remaja pada tahun 2015 di kota Bandung mencapai 40%. Keluarga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi terhadap kecerdasan emosional remaja, dengan adanya dukungan dari keluarga dapat membantu remaja memperoleh kecerdasan emosional yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kecerdasan emosional remaja di SMA kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan metode cluster sampling dan didapatkan 170 sampel. Data dianalisis menggunakan non-parametrik Uji Spearman. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh 27,1% remaja yang kurang mendapatkan dukungan dari keluarga memiliki kecerdasan emosional dalam kategori rendah dan 31,2% remaja yang memperoleh dukungan dari keluarga memiliki kecerdasan emosional dalam kategori tinggi. Hasil uji Spearman menunjukan p-value 0,033 (p < 0,05) r 0,163. H0 ditolak yang artinya ada hubungan yang sangat rendah antara dukungan keluarga dengan kecerdasan emosional remaja di SMA kota Bandung. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi perawat untuk melakukan promosi kesehatan mengenai psikologis remaja melalui program Bina Keluarga Remaja, Program Kesehatan Peduli Remaja, dan Usaha Kesehatan Sekolah.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA TENTANG SENAM OTAK DI WILAYAH RW 06 KELURAHAN PAMOYANAN KOTA BANDUNG
Puspasari, Susy;
Martiani, Herni
Jurnal Keperawatan Komprehensif Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Keperawatan Komprehensif
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.474 KB)
Otak manusia seperti hologram, terdiri atas tiga dimensi dengan bagian-bagian yang saling berhubungan sebagai satu kesatuan. Latihan otak dapat membuat otak bekerja aktif. jika lansia tidak mengetahui senam otak, maka lansia akan mengalami daya ingat yang kurang baik. Senam otak adalah rangkaian gerakan sederhana yang dapat menyeimbangkan setiap bagian otak atau latihan berbasis gerakan tubuh sederhana yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Penelitian dilakukan bertujuan untuk megetahui gambaran tingkat pengetahuan lanjut usia tentang senam otak di wilayah RW 06 Kelurahan Pamoyanan Kota Bandung. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang berusia 45-60 tahun sebanyak 345 orang, sedangkan jumlah sampel penelitian sebanyak 72 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kuesioner dikembangkan dengan mengacu pada tinjauan pustaka yang terdiri atas data pengetahuan tentang senam otak sebanyak 28 pernyataan. Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan lanjut usia tentang senam otak di wilayah RW 06 Kelurahan Pamoyanan Kota Bandung tahun 2016 didapatkan bahwa 76,4% memiliki pengetahuan baik tentang senam otak. Lansia yang berusia 45-60 tahun memiliki pengetahuan baik tentang senam otak. Diharapkan kepada petugas kesehatan di Puskesmas Pasirkaliki agar melakukan kegiatan senam otak
PENGARUH LATIHAN NAFAS DALAM TERHADAP PENINGKATAN SATURASI OKSIGEN PADA KLIEN TERPASANG WATER SEAL DRAINAGE (WSD) DI RSUD KABUPATEN TANGERANG
Yuningsih, Yuningsih
Jurnal Keperawatan Komprehensif Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Keperawatan Komprehensif
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.084 KB)
Di Indonesia kasus efusi pleura disebabkan oleh infeksi tuberkulosa. Tujuan umum penelitian ini terindentifikasi pengaruh nafas dalam terhadap saturasi oksigen pada klien terpasang WSD di RSU Kab.Tangerang. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan pretest dan postest kelompok tunggal. Pada rancangan ini pengaruh efek atau treatmen diputuskan berdasarkan perbedaan antara pretest dan postest. Sampel yang digunakan sebanyak 20 orang. Menggunakan analisa data univariat dan bivariat. Hasil penelitian : Usia terbanyak pada responden dewasa pertengahan, klien bekerja, Jenis kelamin terbanyak: laki – laki, Pendidikan : SMA. Lamanya penyakit : 1- 3 bulan. Rata-rata saturasi oksigen sebelum dilakukan nafas dalam pada pagi hari: 96,65 sedangkan setelah dilakukan nafas dalam pada siang hari : 97,62 dengan P value : 0,000 (P < 0,05) terdapat perbedaan yang signifikan saturasi oksigen antara sebelum dan setelah dilakukan nafas dalam. Variabel confounding tidak berpengaruh terhadap saturasi oksigen. Saran untuk perawat di ruang penyakit dalam : memberikan tindakan mandiri berupa nafas dalam agar ekspansi paru maksimal.
IMPLEMENTASI HIERARKI MASLOW KEBUTUHAN KLIEN PENGGUNA NAPZA DALAM MENINGKATKAN STATUS KESEHATAN DI PANTI REHABILITASI YAYASAN SEKAR MAWAR LEMBANG STUDY PHENOMENOLOGY
Alfredo, David;
Dedi, Blacius;
Tambunan, Roselina
Jurnal Keperawatan Komprehensif Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Komprehensif
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (27.387 KB)
Implementasi hierarki maslow kebutuhan klien pengguna napza dalam meningkatkan status kesehatan di panti Rehabilitasi Yayasan Sekar Mawar Lembang. NAPZA merupakan singkatan untuk narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lain. Status kesehatan merupakan suatu keadaan kedudukan orang dalam tingkat sehat atau sakit, meningkatnya status kesehatan ditinjau dari faktor sosial adalah sejalan dengan meningkatnya derajat pendidikan pengetahuan dan teknologi. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi Implementasi Hierarki kebutuhan klien pengguna NAPZA dalam meningkatkan status kesehatan di Panti Rehabilitasi NAPZA Yayasan Sekar Mawar Lembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode fokus grup diskusi. Pengolahan data dilakukan dengan analisis coalizi yaitu menentukan kata kunci, kategori dan tema. Penelitian dilaksanakan di Yayasan Sekar Mawar Lembang, dengan melibatkan 8 partisipan yang merupakan klien di Yayasan Sekar Mawar Lembang. Penelitian ini memperoleh tiga belas tema yaitu 1. Menggali bakat, 2. Menerima apa yang diberikan oleh panti, 3. Sharing 4. konseling dengan konselor, 5. Pola hidup sehat 6. Support, 7.tetap berpikir positif, 8. Percaya diri 9.perubahan sikap. Pengalaman yang dialami oleh klien dalam meningkatkan status kesehatan berbeda-beda.
PENGARUH METODE HEARTH DALAM MODIFIKASI DIET PADA BALITA DENGAN MALNUTRISI
Hadiyani, Wini;
Hendra, Agus;
Lindayani, Linlin
Jurnal Keperawatan Komprehensif Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Komprehensif
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (276.886 KB)
Model Tungku (Hearth) merupakan salah satu pendekatan yang efektif dalam mengatasi gizi buruk karena berbasis empowering dan pembelajaran bagi masyarakat bahwa dalam pemecahan masalah sosial sebenarnya solusi ada di dalam masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model tungku (Hearth) dalam meningkatkan status gizi balita malnutrisi melalui modifikasi diet. Jenis penelitian ini adalah Quasi eksperimen tanpa pembanding dengan tehnik one group pre test and post test design. Sampel didapatkan sebanyak 17 balita dengan tehnik purposive sampling. Status gizi balita dianalisa menggunakan pendekatan standar antropometri balita berdasarkan ambang batas (Z-score). Hasil uji T menunjukkan adanya pengaruh model hearth terhadap status gizi balita dengan p value 0,00 (p < 0,05). Nilai beda didapatkan sebesar 1,482. Kesimpulannya adalah pendekatan model Hearth memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan status gizi pada balita malnutrisi