Articles
405 Documents
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Strategi Pembelajaran Mantel Sang Ahli
Nurfadilah Mahmud
SAINTIFIK Vol 2 No 1 (2016): VOLUME 2 NOMOR 1 JANUARI 2016
Publisher : Universitas Sulawesi Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (248.863 KB)
|
DOI: 10.31605/saintifik.v2i1.94
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika dengan menerapkan Strategi Mantel Sang Ahli pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 1 Tinambung Polewali Mandar. Strategi Mantel Sang Ahli adalah suatu strategi yang memanfaatkan kondisi anak yang suka pamer dengan orientasi pembelajaran berpusat pada siswa (student-centred) sehingga dapat mengembangkan motivasi siswa, kreatifitas dan keterampilan mengemukakan ide atau gagasan di depan publik yang akan meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Pengambilan data dilakukan beberapa tahap yaitu : test awal, siklus I dan siklus II. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis data memperlihatkan bahwa : (1) pada test awal sebelum diterapkan strategi Mantel Sang Ahli diperoleh nilai rata-rata Hasil belajar matematika siswa sebesar 30,86 dari nilai ideal 100. (2) pada siklus I, diperoleh nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa sebesar 60,58 dari nilai ideal 100, sedangkan presentase dari nilai ketuntasan minimal sebesar 41,67 % sehingga masih dilanjutkan ke siklus II. (3) pada siklus II, diperoleh nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa sebesar 76,16 dari nilai ideal 100, presentase siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal sebesar 87,50%. (4) keaktifan siswa terhadap strategi pembelajaran yang digunakan meningkat dilihat dari peningkatan respon positif siswa terhadap situasi yang diberikan dari siklus I ke siklus II. Jadi penerapan Strategi Mantel Sang Ahli dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIIIA SMP Negeri 1 Tinambung Kabupaten Polewali Mandar.Kata kunci— Hasil Belajar Matematika, Strategi Pembelajaran, Mantel Sang Ahli
Pengaruh Pemberian Tugas Terstruktur dengan Umpan Balik Individual Terhadap Hasil Belajar Siswa
Mesra Damayanti
SAINTIFIK Vol 2 No 1 (2016): VOLUME 2 NOMOR 1 JANUARI 2016
Publisher : Universitas Sulawesi Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (238.868 KB)
|
DOI: 10.31605/saintifik.v2i1.95
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif pemberian tugas terstruktur dengan umpan balik individual terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 3 Makassar pada materi pokok reaksi oksidasi reduksi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain penelitian posttest only control group desaign, terdiri dari dua variabel yaitu pemberian tugas terstruktur dengan umpan balik individualdan klasikal sebagai variabel bebas dan hasil belajar siswa sebagai variabel terikat. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 3 Makassar sebanyak 9 kelas dan pengambilan sampel secara random class dengan teknik undian, terpilih kelas X6 sebagai eksperimen dan kelas X8 sebagai kontrol yang masing-masing berjumlah 30 orang. Setelah pemberian tes hasil belajar, data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen adalah 73,6 dengan standar deviasi 11,8, sedangkan pada kelas ko ntrol nilai rata-ratanya adalah 66,63 dengan standar deviasi 10,49. Siswa yang tuntas belajar pada kelas eksperimen sebanyak 20 orang (70%) dan tidak tuntas 10 orang (30%) sedangkan pada kelas kontrol siswa yang tuntas 14 orang (46,67%) dan tidak tuntas sebanyak 16 orang (53,33%). Hasil pengujian dengan statistik inferensial uji-t diperoleh nilai thitung = 2,41 > ttabel = 1,672. Hal ini menunjukkan hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian pemberian tugas terstruktur dengan umpan balik individual berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.Kata kunci: Tugas terstruktur, umpan balik individual
Penerapan Integrasi Model Pembelajaran Group Investigation (Gi) dan Inkuiri Terbimbing Berbasis Lesson Study
Indah Panca Pujiastuti
SAINTIFIK Vol 2 No 1 (2016): VOLUME 2 NOMOR 1 JANUARI 2016
Publisher : Universitas Sulawesi Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.148 KB)
|
DOI: 10.31605/saintifik.v2i1.96
Sebuah realita berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada kelas X-IPA 1 MA Negeri 3 Malang memperlihatkan bahwa siswa jarang menggunakan laboratorium untuk kegiatan praktikum biologi, sehingga kualitas keterampilan kerja ilmiah siswa masih tergolong rendah. Salah satu cara yang dapat meningkatkan kerja ilmiah biologi siswa adalah dengan menerapkan integrasi model pembelajaran Group Investigation (GI) dan inkuiri terbimbing berbasis Lesson Study (LS). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kerja ilmiah biologi siswa kelas X–IPA 1 MA Negeri 3 Malang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berbasis Lesson Study (LS) dan dilaksanakan dalam 2 siklus, serta melalui tahapan plan, do, dan see. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan kerja ilmiah biologi siswa yang dapat ditunjukkan dengan peningkatan rerata klasikal siklus I sebesar 78,38 menjadi 93 di siklus II.Kata kunci : Group Investigation, inkuiri terbimbing, Lesson Study, keterampilan kerja ilmiah
Pengaruh Strategi Pembelajaran Card Sort Terhadap Hasil Belajar Biologi Peserta Didik
Syamsiara Nur
SAINTIFIK Vol 2 No 1 (2016): VOLUME 2 NOMOR 1 JANUARI 2016
Publisher : Universitas Sulawesi Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.354 KB)
|
DOI: 10.31605/saintifik.v2i1.97
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan, tentang pengaruh penerapan stategi pembelajaran card sort terhadap hasil belajar biologi peserta didik kelas X IPA SMA Negeri 2 Majene.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik Kelas X IPA SMA Negeri 2 Majene tahun pelajaran 2014/2015. Dari 4 kelas X IPA, dipilih dua kelas yakni X IPA-3 sebagai kelompok eksperimen dan X IPA-2 sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar biologi. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-post test control group design.Data diolah dengan menggunakan analisis statistika deskriptif dan analisis statistika inferensial. Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik yang diajar dengan strategi pembelajaran card sort diperoleh nilai mean 2, 840 dengan standar deviasi 1,640. Sedangkan hasil belajar peserta didik yang diajar tanpa menggunakan strategi pembelajaran card sort diperoleh nilai mean 1, 640 dengan standar deviasi 1,036.Hasil analisis statistika inferensial menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik kelas X IPA SMA Negeri 2 Majene yang diajar dengan strategi pembelajaran card sort lebih baik daripada yang diajar tanpa menggunakan card sort pada materi pelestarian lingkungan karena setelah dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t, maka diperoleh t hitung kelas eksperimen 12,389 ? t tabel 3,745 dan t hitung kelas kontrol 7,915 ? t tabel 3,745 berarti hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima.Kata kunci : Strategi Pembelajaran Card Sort, Hasil Belajar Biologi.
Perbandingan Hasil Belajar Matematika Siswa antara Model Pembelajaran Langsung dengan Model Pembelajaran Make a Match Dengan Memperhitungkan Kemampuan Awal Siswa
Andi Jusmiana;
Nursakiah Nursakiah
SAINTIFIK Vol 2 No 2 (2016): VOLUME 2 NOMOR 2 JULI 2016
Publisher : Universitas Sulawesi Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (216.009 KB)
|
DOI: 10.31605/saintifik.v2i2.98
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil matematika siswa yang diajar melalui model pembelajaran langsung pada siswa SMP Negeri 18 makassar dan siswa yang diajar melalui model pembelajaran make a match pada siswa SMP Negeri 27 Makassar. Populasi penelitian ini adalah semua SMP di kota Makassar yang berakreditasi B pada semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015 dan dipilih secara teknik random sederhana 2 kelas sebagai sampel penelitian. Hasil yang diperoleh dari analisis statistika deskriptif adalah (1) hasil belajar matematika siswa yang diajar model pembelajaran langsung pada SMPN 18 makassar sebesar 68,78 dengan standar deviasi 8,11 dari skor ideal 100 dan (2) hasil belajar matematika siswa yang diajar melalui model pembelajaran make a match pada SMPN 27 yaitu sebesar 82,21 dengan standar deviasi 4,64 dari skor ideal 100. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan model pembelajaran make a match lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran langsung.Kata Kunci : Make a Match, Pembelajaran Langsung, Kemampuan awal.
Pengaruh Minat dan Kreativitas Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika Ekonomi Prodi Ekonomi Syariah Stain Watampone
Rahma Hidayati Darwis
SAINTIFIK Vol 2 No 2 (2016): VOLUME 2 NOMOR 2 JULI 2016
Publisher : Universitas Sulawesi Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (359.73 KB)
|
DOI: 10.31605/saintifik.v2i2.99
Desain penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian ex post facto yang bersifat korelasional yang dilaksanakan di STAIN Watampone yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat dan kreativitas belajar terhadap hasil belajar matematika ekonomi mahasiswa. Pengambilan sampel penelitian akan menggunakan teknik random sampling atau secara acak kelas dengan jumlah 30 orang. Teknik pengambilan data dilakukan dengan tiga variabel penelitian yaitu Hasil Belajar Matematika ekonomi, Minat Belajar dan Kreativitas Belajar. Teknik statistik yang digunakan untuk mengolah data hasil penelitian adalah teknik statistik deskriptif dan teknik analisis inferensial. Dari data yang terkumpul kemudian di analisis secara kuantitatif. Hasil yang diperoleh setelah di analisis diketahui bahwa: Minat belajar mahasiswa berpengaruh terhadap hasil belajar matematika ekonomi mahasiswa, Kreativitas belajar mahasiswa berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika ekonomi mahasiswa, Minat dan Kreativitas belajar mahasiswa berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika ekonomi mahasiswa. Hasil pengujian hipotesis pertama dengan uji t memperoleh nilai t hitung 4,392 > t table 1,669. Hasil pengujian hipotesis kedua dengan uji t memperoleh nilai t hitung 3,102 > t table 1,669. Hasil pengujian hipotesis ketiga dengan melihat nilai probabilitas yang lebih kecil dari α = 0,05 makaH0 ditolak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa minat dan kreativitas belajar berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa.Kata kunci: Hasil Belajar, model pembelajaran Minat dan Kreativitas
Pengaruh Kecerdasan Emosional, Pola Asuh Orangtua, dan Minat Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa kelas XI IPA SMA Negeri di Kota Parepare
Murtafiah Murtafiah
SAINTIFIK Vol 2 No 2 (2016): VOLUME 2 NOMOR 2 JULI 2016
Publisher : Universitas Sulawesi Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.402 KB)
|
DOI: 10.31605/saintifik.v2i2.100
Tulisan dilatarbelakangi karena masalah utama dalam dunia pendidikan matematika yaitu rendahnya prestasi belajar matematika siswa. Ada banyak faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya prestasi belajar matematika siswa, namun pada penelitian ini membatasi kajiannya hanya pada kecerdasan emosional, pola asuh orangtua, dan minat belajar matematika. Masalah utama yang diperhatikan dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh kecerdasan emosional, pola asuh orangtua, dan minat belajar matematika terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas XI IPA SMA Negeri di kota Parepare. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri di kota Parepare. Data dikumpulkan melalui 125 sampel yang terpilih dengan teknik pengambilan sampel acak sederhana proporsional (proportional random sampling) menggunakan kuesioner yang terstruktur sebagai inetrumen penelitian. Prosedur analisis data dimulai dengan uji validasi dan reliabilitas instrumen melalui analisis faktor konfirmatori, diikuti dengan verifikasi model untuk memperoleh model struktural tahap final. Terakhir, analisis mediasi variabel intervening dilakukan terhadap model struktural tahap final. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa kecerdasan emosional (kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi diri, empati, dan keterampilan social) berpengaruh positif terhadap minat belajar dan prestasi belajar matematika siswa. Demikian juga dengan pola asuh demokratis yang berpengaruh positif terhadap minat belajar dan prestasi belajar matematika siswa. Minat belajar sendiri berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa dan memperkuat pengaruh motivasi diri terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas XI IPA SMA Negeri di Kota Parepare.Kata kunci: Kecerdasan emosional, pola suh orang tua, minat belajar, prestasi belajar
Identifikasi Miskonsepsi pada Materi Gaya Gesek
Arie Arma Arsyad;
Dewi Sartika
SAINTIFIK Vol 2 No 2 (2016): VOLUME 2 NOMOR 2 JULI 2016
Publisher : Universitas Sulawesi Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (180.802 KB)
|
DOI: 10.31605/saintifik.v2i2.101
Salah satu yang menjadikan fisika sulit bgi siswa adalah adanya miskonsepsi. Miskonsepsi terjadi akibat ketidaksamaan antara konsep yang dimiliki siswa dengan konsep sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi-miskonsepsi yang ada pada materi gaya gesek sehingga konsep yang salah dapat diremediasi. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskripif di mana pengumpulan data dengan melakukan tes diagnostik. Hasil tes diagnostic yang dilakukan menunjukkna adanya beberapa miskonsepsi pada materi gaya gesek, di anataranya berkaitan dengan gaya-gaya yang bekerja pada benda yang diam dan bergerak. Pada konsep-konsep ini persentase kesalahan siswa dalam menjawab soal-soal tes cenderung tinggi.Kata kunci: miskonsepsi, gaya gesek.
Peranan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Tim Quiz ( Quiz Team ) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran Fisika Kelas XI IPA MAN Pol-Man Kabupaten Polewali Mandar
Fadhila Alibas
SAINTIFIK Vol 2 No 2 (2016): VOLUME 2 NOMOR 2 JULI 2016
Publisher : Universitas Sulawesi Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (273.796 KB)
|
DOI: 10.31605/saintifik.v2i2.102
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk; (1) Mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe tim kuis siswa kelas XI IPA MAN Pol-Man, (2) mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional siswa kelas XI IPA MAN Pol-Man, (3) mengetahui ada tidaknya perbedaan yang berarti antara kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe tim kuis dengan yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional siswa kelas XI IPA MAN Pol-Man. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA MAN Pol-Man tahun ajaran 2010-2011 yang terdiri dari 114 orang sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA1 dan kelas XI IPA2 dengan jumlah siswa keseluruhan 76 orang. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran fisika dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe team kuis dengan yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional siswa kelas XI IPA MAN Pol-Man. Instrumen penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kritis yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas dengan jumlah 19 soal. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPA SMA MAN Pol-Man yang diajar melalui strategi pembelajaran aktif tipe team kuis berada pada kategori tinggi dengan ratarata skor 10,55. Sedangkan rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran konvensional berada pada kategori cukup dengan rata-rata skor 8,63. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam halkemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran fisika dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe team kuis dengan yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran konvensional siswa kelas XI IPA MAN Pol-Man.Kata kunci: Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Tim Kuis, Eksperimen.
Pengukuran Laju Temperatur Pemanas Listrik Berbasis Lm-35 Dan Sistem Akuisisi Data Adc-0804
Ummu Kalsum
SAINTIFIK Vol 2 No 2 (2016): VOLUME 2 NOMOR 2 JULI 2016
Publisher : Universitas Sulawesi Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.132 KB)
|
DOI: 10.31605/saintifik.v2i2.103
Penelitian ini merupakan pengukuran laju temperatur pemanas listrik dengan menggunakan LM35 dan sistem akuisisi data ADC-0804. Keluaran dari sensor suhu LM 35 dikuatkan dengan penguat non-inverting. Besar penguatan yang diberikan sebesar 5 kali penguatan. Jenis op-amp yang digunakan adalah LM-324. Untuk menghubungkan ADC dan LPT digunakan multiplekser tipe 74LS157. Selanjutnya, data yang direkam pada PC diolah dengan menggunakan program “Delphi 7”. Hasil pengukuran laju suhu menggunakan sistem akusisi berbasis ADC-0804 dari alat pemanas adalah 0,390625 °C/s. Hasil ini menunjukkan bahwa sensor suhu berbasis LM-35 sangat sesuai digunakan untuk rentang pengukuran suhu yang rendah.Kata kunci: sensor LM35,penguat non-inverting, ADC0804,laju suhu