cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan Kelautan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2012)" : 42 Documents clear
KERAGAMAN GENETIK RUMPUT LAUT Eucheuma spp. DARI SUKABUMI, JAWA BARAT BERDASARKAN METODE RAPD PCR Putri Indah Ayuningrum; Eddy Afrianto; Yuniar Mulyani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi tentang keragaman genetik plasma nutfah sangat diperlukan untuk mendukung program pemuliaan dan upaya konservasi. Metode RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) telah digunakan untuk mengetahui keragaman genetik rumput laut Eucheuma spp di Sukabumi, Jawa Barat. DNA dari sampel rumput laut jenis Eucheuma spp diisolasi menggunakan metode CTAB dan diamplifikasi dengan PCR-RAPD menggunakan dua primer acak yaitu OPA-02 (5’- TGCGGAGCTG -3’) dan OPA-03 (5’- AGTCAGCCAC -3’). Aplikasi penggunaan primer OPA-03 lebih banyak menghasilkan larik polimorfik sehingga lebih sensitif. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis deskriptif kualitatif di laboratorium. Hasil visualisasi DNA dari kedua primer menunjukkan 119 pola larik yang terdiri dari 15 pola larik polimorfik dan 104 pola larik monomorfik. Pola larik tersebut diterjemahkan ke dalam bentuk data numerik (1/0). Program NTSYS-pc digunakan untuk membangun pohon filogenetik.Hasil pohon filogenik secara umum dari kedua primer diperoleh 2 kelompok besar. Kelompok pertama terdiri dari Eucheuma cottonii dan Eucheuma serra. Di kelompok kedua terdiri dari  Eucheuma denticulatum. Secara umum keragaman genetik dari 9 sampel rumput laut Eucheuma spp dari Sukabumi, Jawa Barat memperlihatkan hubungan kekerabatan yang rendah. Populasi-populasi yang berdekatan mempunyai kecenderungan untuk membentuk satu sub-kelompok.
Kajian Produktivitas Primer Fitoplankton di Waduk Saguling, Desa Bongas dalam Kaitannya dengan Kegiatan Perikanan Rizky Hardiyanto; Henhen Suherman; Rusky Intan Pratama
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas primer fitoplankton yang menghasilkan oksigen bersih serta kualitas fisika, kimiawi dan biologis perairan di Waduk Saguling, Desa Bongas, Kecamatan Cililin, Bandung, Jawa Barat dalam kaitannya dengan kegiatan perikanan budidaya. Metode yang digunakan yaitu metode survey dengan menetapkan satu stasiun pengamatan, enam kali pengambilan sampel dengan selang waktu tujuh hari yang telah dilaksanakan pada bulan Mei 2012 sampai dengan Juni 2012. Sampel dianalisis untuk mengetahui nilai produktivitas primer bersih (Net Primary Productivity/NPP) dengan parameter penunjang yaitu suhu, kecerahan, pH, DO, BOD, dan CO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai NPP permukaan sampai kedalaman 1,5 meter  adalah 2,39 mgO2/L dan pada kedalaman 1,5 meter sampai 3 meter  adalah 1,42 mgO2/L. Estimasi penebaran ikan mas dengan ukuran 100 gram per m3 pada permukaan sampai kedalaman 1,5 meter yang dapat ditebar adalah 8,03 kg/m3, sedangkan penebaran ikan nila dengan ukuran 100 gram per m3 pada kedalaman         1,5 meter sampai 3 meter yang dapat ditebar adalah 6,4 kg/m3.
PENGARUH PADAT PENEBARAN YANG BERBEDA TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN TORSORO (Tor soro) Rovi Rizqia Qudus; Walim Lili
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui padat penebaran yang memberikan kelangsungan hidup dan pertumbuhan terbaik bagi pemeliharaan benih ikan Torsoro (Tor soro). Penelitian  ini telah dilaksanakan di Instalasi Riset Perikanan Air Tawar Cijeruk, Bogor, pada tanggal 25 Februari sampai 5 Juni 2012. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan 3 ulangan yaitu, perlakuan A (1 ekor L¯¹), B (2 ekor L¯¹), C (3 ekor L¯¹), D (4 ekor L¯¹) dan E (5 ekor L¯¹). Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F dan uji jarak berganda Duncan. Parameter yang diamati adalah tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan dan kualitas air.  Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa padat penebaran tidak berpengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup, tetapi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan (P<0,05). Perlakuan A (1 ekor L¯¹) merupakan padat penebaran yang terbaik bagi pemeliharaan benih ikan Torsoro (Tor soro) menghasilkan laju pertumbuhan bobot harian sebesar 3,80% hari¯¹, biomassa mutlak sebesar 0,39 gram, panjang mutlak sebesar 1,405 cm dan tingkat kelangsungan hidup sebesar 100%.
KARAKTERISTIK BAKTERI CAVIAR NILEM DALAM PERENDAMAN CAMPURAN LARUTAN ASAM ASETAT DENGAN LARUTAN GARAM PADA PENYIMPANAN SUHU RENDAH (5-100C). Nunik Purwa; Junianto -; Titin Herawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bakteri caviar nilem yang direndam dalam campuran larutan asam asetat dengan larutan garam pada penyimpanan suhu rendah antara 5-100C. Metode penelitian dilakukan secara eksperimen terdiri atas empat perlakuan perendaman. Perlakuan A, perendaman dalam campuran larutan asam asetat 0,3% dengan larutan garam 0%. Perlakuan B, Perendaman dalam campuran larutan asam asetat 0,3% dengan larutan garam 5%. Perlakuan C, perendaman dalam campuran larutan asam asetat 0,3% dengan larutan garam 10%. Perlakuan D, perendaman dalam campuran larutan asam asetat 0,3% dengan larutan garam 15%. Pengamatan dilakukan pada hari ke-0, 7, 14, 21 dan 28. Parameter yang diamati meliputi derajat keasaman (pH) dan total jumlah bakteri pada caviar nilem. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa karakteristik bakteri pada perendaman campuran dari 0,3% larutan asam asetat dengan 15% larutan garam pada penyimpanan suhu rendah (5-100C) merupakan konsentari terbaik, dengan lama masa simpan 21 hari masih layak untuk dikonsumsi, jumlah total bakteri yang tumbuh berkisar 3x106 cfu/g.
PEMBERIAN PROBIOTIK DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) PADA PENDEDERAN II Hendri Ahmadi; Iskandar -; Nia Kurniawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik ”Raja Lele” pada pakan komersil terhadap pertumbuhan lele sangkuriang (Clarias gariepinus). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan konsentrasi penambahan probiotik yang terdiri dari perlakuan tanpa penambahan probiotik, perlakuan dengan penambahan probiotik sebanyak 2 ml/kg pakan,  4 ml/kg pakan, 6 ml/kg pakan dan penambahan probiotik sebanyak 2 ml/kg pakan tanpa sipon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan laju pertumbuhan harian ikan lele sangkuriang berbanding lurus dengan penambahan probiotik. Probiotik sebesar 6 ml/kg pakan menghasilkan laju pertumbuhan harian dan efisiensi pemberian pakan sebesar 3,12% dan 43,93%, sedangkan tanpa penambahan probiotik memberikan laju pertumbuhan harian dan efisiensi pemberian pakan sebesar 2,04% dan 31,65%.
EFEKTIVITAS JAMUR Marasmius sp UNTUK MENDEGRADASI LIMBAH PENGOLAHAN AGAR (Gracilaria sp) SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL Rudy Kurniadi; Zahidah Hasan; Yeni Mulyani
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas dosis inokulum dan lama waktu fermentasi jamur Marasmius sp untuk mendegradasi limbah industri pengolahan agar Gracillaria sp sebagai bahan baku pembuatan bioetanol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 faktor pertama adalah dosis inokulum yaitu D1=5%, D2=7,5%, D3=10%, sedangkan faktor yang kedua adalah lamanya fermentasi yaitu W1= 2 minggu, W2= 3 minggu, W3= 4 minggu. Data hasil penelitian berupa kadar lignoselulosa limbah agar, jumlah glukosa (mg/mL) yang dihasilkan dalam proses hidrolisis, dan jumlah bioetanol (%). Hasil pengujian memperlihatkan bahwa dosis 10 % dengan lama waktu fermentasi 3 minggu merupakan kombinasi yang terbaik untuk menghasilkan kadar glukosa tertinggi yaitu sebesar 0,072 mg/mL
Pengaruh Substitusi Madu Terhadap Tingkat Kesukaan Dendeng Slice Nila Merah Muhammad Fauzan Azhima; Eddy Afrianto; Nia Kurniawati
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi substitusi madu terbaik pada dendeng slice nila merah terhadap tingkat kesukaan. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan lima perlakuan, yaitu substitusi gula dengan madu sebesar 0%, 20%, 30%, 40% dan 50%. Varibel yang diamati adalah tingkat kesukaan terhadap kenampakan, aroma, rasa dan tekstur, serta kadar air dan derajat keasaman (pH). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji dua arah Friedman, uji Multiple Comparasion dan metode Bayes. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik substitusi gula dengan madu pada dendeng slice nila merah tidak memberikan perbedaan nyata, tetapi secara uji hedonik substitusi madu sebesar 20% hingga 50% masih disukai panelis.
PENGARUH PENGGUNAAN ENZIM PAPAIN DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA KECAP TUTUT Eviyanti Simanjorang; Nia Kurniawati; Zahidah Hasan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli  2012 di laboratorium Teknologi Hasil Industri Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,  Laboratorium Mikrobiologi Pangan  Fakultas Teknik Industri Pertanian dan dianalisis di Laboratorium  Nutrisi Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan enzim papain terhadap karakteristik kimiawi kecap tutut yang dihasilkan. Perlakuan yang gunakan adalah pemberian enzim papain dengan  persentase yaitu : A=0%, B=5%, C=7%, D=9% dan E=11% dengan lama waktu inkubasi 6 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rataan kadar protein dari berbagai perlakuan masing-masing yaitu A=2,35%, B=2,70%, C=2,45%, D=2,51%, E=2,39%. Rataan Derajat Keasaman (pH) yaitu A=6,7, B=6,5 C= 6,2 D=6,3 E= 6,5. Rataan kadar garam  yaitu A=18,07%, B=17,45%, C=2,16,62%, D=16,48%, E=16,53%. Kesimpulan penelitian adalah pemberian enzim papain dengan konsentrasi 5%, 7%, 9%, dan 11%,  kecap tutut dengan penambahan enzim papain 5% menghasilkan kecap dengan jumlah protein tertinggi yaitu 2,698% yang termasuk kecap ikan kualitas nomor 3 dalam ketetapan SII, dengan kadar garam sebesar 17,45%  dan pH sebesar 6,5 
PEMBERIAN PROBIOTIK DENGAN CARRIER ZEOLIT PADA PEMBESARAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Fenta Aquarista; Iskandar -; Ujang Subhan
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pemberian probiotik dengan carrier zeolit  pada pembesaran ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) telah dilaksanakan pada bulan Juli-September 2012 di Laboratorium Pembenihan Ikan dan Kolam Percobaan Ciparanje Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambah probiotik dengan carrier zeolit terhadap kodisi kualitas air dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Benih yang digunakan adalah benih ikan lele dumbo dengan ukuran 7-9 cm dan berat 8,13 gram/ekor. Benih ikan lele dumbo berasal dari kolam percobaan Ciparanje, Jatinangor-Sumedang. Wadah pembesaran berupa kolam beton ukuran 2x1x0,5 meter, dan setiap kolam diisi dengan 600 L air tawar. Perlakuan yang dilakukan adalah pemberian probiotik dengan carrier zeolit dengan jumlah yang berbeda yaitu dosis 2,5 mg/L; 5 mg/L; 7,5 mg/L; serta ditambah dengan satu perlakuan kontrol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 4 kali ulangan. Pemberian probiotik dengan carrier zeolit sebanyak 5mg/L dapat menekan konsentarsi amonia (0,17-0,22 ppm) dan dapat meningkatkan laju pertumbuhan serta kelangsungan hidup ikan lele yang tinggi yaitu 82% dan 85%.
DIVERSITAS SYLLIDAE PADA EKOSISTEM LAMUN DI PERAIRAN KEPULAUAN SERIBU Intan Wulansari; Herman Hamdani; Sri Astuty; Inayat Al-Hakim
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 4 (2012)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diversitas adalah keanekaragaman organisme yang menunjukan beberapa variasi bentuk,sifat, jumlah dan bentuk morfologi alam tingkatan gen, spesies dan ekosistem serta dapat mempertahankan keberlanjutan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas syllidae serta hubungannya dengan kondisi kesuburan lamun di perairan Kepulauan Seribu. Pengambilan sampel syllidae dilakukan di empat lokasi (Pulau Rambut, Pulau Untung Jawa, Pulau Cipir dan Pulau Kelor) pada bulan Maret 2011. Sampling menggunakan metode survey dengan garis transek. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks kemerataan Eveness (e), indeks kekayaan Richness, indeks kesamaan Bray Curtis, dan indeks Multi Variate Statistical Package versi 3.1. Hasil dari setiap stasiun penelitian, dapat diketahui bahwa secara keseluruhan Syllidae yang ditemui 2 subfamily  terdiri dari 3 genus dengan 12 jenis/species. Jenis yang paling dominan yaitu genus Typosyllis sebanyak 74 individu. Genus Trypanosyllis dan Brania memiliki jumlah individu terkecil. Pulau Rambut dan Pulau Kelor merupakan lokasi yang mempunyai kekayaan jenis yang tinggi. Klaster Syllidae dan Analisis CCA  pada ke empat lokasi menunjukkan terbentuknya pola habitat yang mirip antara satu dengan yang lainnya dan dibedakan jumlah persentase lamun.