cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2011)" : 10 Documents clear
ANALISIS SIFAT FISIK DAN KIMIAWI TABLET EFFERVESCEN BUAH MARKISA Ansar -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah melakukan penganeka-ragaman produk pangan olahan berbentuk tablet effervescen sari buah dengan bahan baku buah markisa. Penelitian dilakukan dengan memampatkan bahan di dalam cetakan menggunakan beberapa variasi gaya tekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buah markisa dapat dibuat menjadi produk pangan olahan berbentuk tablet effervescen. Produk ini digemari konsumen karena memiliki beberapa keunggulan, antara lain: secara fisik, produk ini lebih mudah didistribusikan, wadah penyimpanannya lebih simpel, dan mudah dibawa oleh konsumen. Secara kimiawi, tablet effervescen mudah larut sehingga proses penyajiannya lebih praktis. Untuk disajikan sebagai minuman penyegar, tablet ini dapat dilarutkan ke dalam air mineral. Dalam waktu yang singkat tablet tersebut sudah larut sempurna kemudian dapat diminum sebagai minuman penyegar. Kata kunci: Fisik, Kimiawi, Tablet effervescen, dan Buah markisa
FITOREMEDIASI TANAH TERCEMAR LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DENGAN MENGGUNAKAN TANAMAN AKAR WANGI (Vetiveria zizanioides L.) TERHADAP pH TANAH, Pb TOTAL TANAH DAN SERAPAN Pb DALAM TANAMAN Chaerul Wahidin; Edy Suryadi; Wagiono -
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fitoremediasi dengan mekanisme fitoekstraksi dipandang sebagai suatu usaha pembersihan jangka panjang, yang membutuhkan banyak musim tanam untuk mengurangi kandungan logam berat dari tanah tercemar. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari kemampuan tanaman akar wangi dalam menyerap Pb dan mengetahui lama tanam yang mengakumulasikan Pb terbesar pada tanaman akar wangi yang ditanam pada tanah sawah yang terpapar air limbah industri tekstil.Penelitian dilaksanakan di rumah kaca kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jatinangor pada bulan Februari sampai Mei 2010, dengan mengambil contoh tanah tercemar dari kampung Babakan Jawa Desa Bojong Loa Kecamatan Rancaekek. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan mencoba 5 perlakuan lama tanam yaitu 20 hari, 40 hari, 60 hari, 80 hari, 100 hari dan masing-masing diulang 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar wangi dapat menyerap Pb dari tanah sawah yang terpapar air limbah industri tekstil dan mengakumulasikannya terbesar pada bagian akar. Perlakuan lama tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap pH tanah, serapan Pb dalam batang dan daun tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan Pb total dalam tanah dan serapan Pb dalam akar. Kisaran serapan Pb dalam bagian tanaman akar wangi yaitu akar berkisar 1,80-3,03 ppm; batang berkisar 0,24-2,43 ppm dan serapan Pb dalam daun berkisar 0,16-0,53 ppm. Kata kunci : Fitoremediasi, Timbal, Akar wangi, Lama tanam
IDENTIFIKASI DISTRIBUSI LAHAN KRITIS BERDASARKAN METODE ANFIS (ARTIFICIAL NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEM) STUDI KASUS DI SUB DAS CILAKI HULU, DAS CITARUM HULU Dwi Rustam Kendarto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan lahan kritis yang cepat perlu dicegah melalui identifikasi distribusi spasial lahan kritis. Dalam kajian ini metode sistem inferensi Neuro-Fuzzy buatan - Artificial neuro-fuzzy inference system (ANFIS) digunakan untuk identifikasi kekritisan lahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ANFIS dapat digunakan untuk identifikasi kekritisan lahan dengan mempertimbangkan jumlah faktor penentu, kualitas data training dan pembobotan untuk masing-masing variabel. Dari hasil analisis kehandalan menunjukkan bahwa tingkat kesalahan ANFIS dalam analisis kekritisan lahan 0.75. Kendala terjadi pada tingkat ketelitian data yang beragam, sehingga tingkat akurasi mengikuti akurasi data terrendah. Selain itu,  dalam penentuaan aturan ANFIS tidak dilakukan pembobotan antar variabel, sehingga variabel mempunyai derajat pengaruh yang sama antar variabel.  Kata kunci : Kekritisan lahan, Artificial Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS), Distribusi spasial
ANALISIS KURVA INTENSITY-DURATION-FREQUENCY (IDF) DI KAWASAN RAWAN BANJIR KABUPATEN BANDUNG Sophia Dwiratna Nur Perwitasari; Gunawan Nawawi; Irfan Ardiyansyah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hujan adalah komponen masukan penting dalam proses hidrologi. Karakteristik hujan di antaranya adalah intensitas, durasi, kedalaman, dan frekuensi. Intensitas berhubungan dengan durasi dan frekuensi dapat diekspresikan dengan kurva Intensity-Duration-Frequency (IDF). Kurva IDF dapat digunakan untuk menghitung banjir rencana dengan mempergunakan metode rasional. Dalam penelitian ini curah hujan harian dihitung dengan analisis frekuensi yang dimulai dengan menentukan curah hujan harian maksimum rata-rata, kemudian menghitung parameter statistik untuk memilih distribusi yang paling cocok. Intensitas hujan dihitung dengan mempergunakan metode Mononobe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi normal sangat cocok dengan sebaran data di wilayah studi. Kata kunci: Hujan, Intensitas, Durasi, Frekuensi, Distribusi
PENGARUH IMBANGAN ”RASI” (BERAS AMPAS SINGKONG) DAN BERAS MENIR TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK TAPE ”RASI” Marleen Sunyoto; Sumanty Debby Moody; Rahmi Susanti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“Rasi” (beras ampas singkong) merupakan produk kering hasil samping limbah padat pembuatan pati singkong. Pengolahan “rasi” menjadi tape merupakan alternatif untuk meningkatkan pemanfaatan “rasi”. Tape merupakan produk tradisional hasil fermentasi dari bahan yang mengandung pati tinggi. “Rasi” memiliki kandungan pati yang rendah, yaitu 37,35 % dan dalam pembuatan tape dapat ditingkatkan dengan penambahan beras menir yang memiliki kandungan pati tinggi, sebesar 76,24 %. Beras menir dapat menyumbangkan pati yang dibutuhkan selama proses fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan imbangan yang tepat antara “rasi” dan beras menir agar dihasilkan tape “rasi” dengan karakteristik yang baik dan disukai oleh panelis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari imbangan “rasi” dan beras menir, yaitu 75:25, 70:30, 65:35, 60:40, dan 55:45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbangan “rasi” dan beras menir 65:35 adalah yang terbaik dengan kadar gula pereduksi 16,52 %, kadar alkohol 1,37 %, total asam tertitrasi 3,44 %, pH 3,73, dan memiliki warna, aroma, tekstur, dan rasa yang disukai oleh panelis. Kata kunci : “Rasi”, Beras Menir, Tape
KARAKTERISTIK MINYAK AKAR WANGI (VETIVER OIL) DARI TANAMAN AKAR WANGI (Vetiveria zizanoides) YANG TUMBUH DI MEDIA YANG MENGANDUNG LOGAM TEMBAGA Dadan Sumiarsa; Totok Herwanto; Irwan Chandra
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Cu terhadap komponen minyak akar wangi yang ditanam pada media tanah yang mengandung Cu. Tanaman akar wangi ditanam pada media yang mengandung 200, 800 dan 3200 mg/kg.  selama 5 bulan. Kemudian karakterisasi minyak akar wangi dari bagian akar melalui proses hidrodestilasi, analisis komposisi minyak atsiri menggunakan paduan kromatografi gas dan spektroskopi massa (KG-SM). Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman akar wangi dapat tumbuh di media tanah yang mengandung logam Cu artifisial dengan konsentrasi 200 dan 800 mg/kg, tetapi tidak dapat hidup pada konsentrasi 3200 mg/kg. Rendemen minyak akar wangi yang ditanam pada media tanam Cu 200 dan 800 mg/kg mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan yang ditanam pada media tanam kontrol, sebesar 0,46 dan 0,25 %. Kandungan minyak akar wangi yang ditanam di media tanah tercemar Cu artifisal mengalami penaikan untuk senyawa-senyawa seskuiterpen yang teroksigenasi seperti veridiflorol dan spathulenol, tetapi untuk senyawa-senyawa seskuiterpen hidrokarbon seperti aromadendren mengalami penurunan. Kata kunci : Akar wangi, Minyak atsiri, dan Tembaga 
STUDI EKSPERIMENTAL GAYA POTONG TANAH DAN FREKUENSI GETARAN BAJAK SAAT PEMOTONGAN TANAH PADA OPERASI PENGOLAHAN TANAH Soeharsono -; Radite Pas; Asep Sapei; Tieneke Mandang; Wawan Hermawan
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam tulisan ini akan dibahas tentang hasil-hasil eksperimental membajak tanah pada soil bin. Tujuannya adalah mencari besar dan frekuensi gaya potong tanah sehingga dapat dibuat pendekatan pendekatan model matematis dari gaya potong tanah. Hasil ini nantinya akan digunakan untuk merancang sebuah pegas elastis dari bajak getar jenis self excited vibration. Soil bin berukuran panjang 1.2 m, lebar 0.3 m dan tinggi 0.4 m. diisi dengan lapisan tanah jenis clay loam soil setebal 19-20 cm. Di dasar Soil bin dibuat lapisan hardpan setebal 10-11 cm dengan tahanan penetrasi sekitar 2.75 Mpa. Digunakan dua jenis chisel plough yaitu chisel plough dengan batang lurus tegak dan chisel plough dengan batang lurus miring. Kedalaman operasi diatur konstan sekitar 15 cm sedangkan tebal lapisan hardpan yang dibongkar adalah sekitar 5-6 cm Kecepatan membajak divariasikan pada kecepatan sekitar 0.108, 0.158, 0.212 dan 0.265 m/dt. Hasil-hasil menunjukkan bahwa chisel plough bekerja pada frekuensi pemotongan tanah yang rendah sekitar 1.45-2.0 Hz. Gaya potong tanah untuk chisel plough dengan batang lurus tegak lebih besar dibandingkan dengan gaya potong tanah untuk chisel plough dengan batang lurus miring.Gaya potong tanah semakin besar dan linier dengan semakin besarnya kecepatan membajak, sedangkan profilgaya potong tanahnya berupa fungsi matematiks yang stochastics dan dimodelkan sebagai fungsi periodik. Kata kunci: Draught force, Cutting frequency, Soil bin, Chisel plough
Prediksi Erosi Dengan Persamaan Modified Universal Soil Loss Equation di Lahan Pertanian Berlereng Curam Nurpilihan Bafdal; Kharistya Amaru; Edy Suryadi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengambilan data erosi di lapangan telah dilaksanakan di lahan penelitian Laboratorium Hijauan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran kampus Unpad Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Plot penelitian mempunyai kemiringan lahan 22 % dengan panjang lereng 22 meter dan lebar 9 meter. Berdasarkan analisis pada segitiga tekstur tanah, tanah di lahan penelitian masuk kedalam Liat Berdebu. Penelitian ini bertujuan memprediksi erosi dengan menggunakan pengembangan model  prediksi erosi Modified Universal Soil Loss Equation / MUSLE dan disesuaikan dengan karakteristik daerah penelitian. Hasil pengamatan lapang menunjukkan jumlah erosi kecil, dengan intensitas berkisar antara 0.03 mm/menit sampai 0.89 mm/menit. Intensitas tersebut belum dapat mengakibatkan erosi yang tinggi. Hasil perbandingan antara data pengukuran dengan data perhitungan prediksi erosi berdasarkan metoda Sum Square Error memberikan hasil yang memuaskan dalam prediksi erosi. Sum Square Error menunjukkan  nilai yang berkisar antara 0.43 hingga nol, berarti persamaan dapat digunakan di daerah penelitian. Hasil simulasi dengan variasi kategori hujan menunjukkan korelasi yang erat pada hubungan antara tinggi hujan dan erosi, hal ini dapat terlihat pada nilai korelasi yang mendekati satu. Kata kunci : Prediksi erosi, MUSLE, Lahan kemiringan curam, Lahan pertanian
ANALISIS PROSES PRODUKSI COKELAT SKALA UKM Sukrisno Widyotomo
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Salah satu upaya strategi untuk mengurangi ketergantungan harga cokelat di pasar internasional adalah dengan perluasan pasar dan diversifikasi produk hilirnya. Kapasitas produksi dirancang berdasarkan jumlah produk cokelat optimum yang dihasilkan per hari dengan formulasi standar. Analisis proses dilakukan terhadap alur proses yang sinambung untuk menghasilkan pasta cokelat, bubuk kakao dan produk samping berupa kulit biji tanpa adanya penumpukan bahan di salah satu tahapan proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencegah terjadinya penumpukan bahan (bottle neck) dalam satu alur proses, maka diperlukan pengempa lemak kakao, kabinet tempering bungkil, mesin refining, mesin choncing dan kabinet tempering pasta masing-masing sebanyak 2, 17, 3, 7 dan 5 unit. Dengan asumsi umur ekonomis selama 10 tahun, harga biji kakao kering terfermentasi Rp 25.000,-/kg, harga bubuk kakao murni Rp 75.000,-/kg kemasan, dan formula cokelat Rp 90.000,-/kg, maka diperoleh nilai ROI, BC Ratio, dan NPV (nett present value) masing-masing sebesar  7,4 tahun; 1,45; dan Rp 6.495.903.815,-. Terindikasikan bahwa mutu bubuk kakao dan formula cokelat yang dihasilkan baik dan dapat diterima oleh konsumen.         Kata kunci : Kakao, Cokelat, Proses produksi, Skala UKM
OPTIMASI DAN KARAKTERISASI PIGMEN BRAZILIN TERENKAPSULASI DARI KAYU SECANG (Caesalpinia sappan Linn) Tensiska -; Bambang Nurhadi; Feka Yasmita Pratama
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pigmen brazilin dari kayu secang (Caesalpinia sappan Linn) dapat bermanfaat sebagai pewarna makanan. Ekstrak kayu secang yang dikeringbekukan tidak stabil terhadap nilai pH, suhu dan pemanasan, sinar ultraviolet, oksidator dan reduktor, serta logam. Produksi bubuk pigmen brazilin dari kayu secang menggunakan teknik mikroenkapsulasi merupakan alternatif yang dapat mengatasi permasalahan tersebut, karena bentuk bubuk lebih praktis untuk diaplikasikan, dan umur simpannya lebih panjang. Serbuk kayu secang diekstrak dengan air mendidih dan dicampur dengan 1 % Na-EDTA 0,001 M. Bahan penyalut yang digunakan untuk mikroenkapsulasi ekstrak pigmen brazilin ini adalah gum arab 1 %. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Eksperimental dengan dua kali ulangan dan selanjutnya hasil percobaan dianalisis secara deskriptif. Bubuk pigmen brazilin terenkapsulasi tersebut, selanjutnya diketahui karakteristiknya terhadap berbagai nilai pH, dalam suhu pengolahan, dan dalam beberapa sistem pangan. Hasil penelitian menunjukkan, larutan pigmen brazilin kayu secang memberikan warna merah pada pH 7, dan 7,5. Perlakuan pasteurisasi (74oC selama 17 menit) dan sterilisasi (121oC selama 4 detik) menurunkan intensitas warna merah. Pigmen brazilin yang dilarutkan dalam air mampu larut sempurna dan memberikan warna merah yang pekat pada konsentrasi 1 %.Kata kunci: Pigmen brazilin, Inkapsulasi, Gum arab

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2011 2011