cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2011)" : 10 Documents clear
PENGKAJIAN PENGGUNAAN POWER THRESHER TERHADAP MUTU GABAH DAN BERAS DI KABUPATEN KARAWANG Adetiya Rachman; Dian Histifarina
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh proses perontokan padi dengan cara konvensional dan mekanik  terhadap kualitas gabah dan beras perlu diidentifikasi. Metode penelitian deskriptif dilakukan dengan. pendekatan “Participatory on farm Research”. Aplikasi teknologi perontokan yang dilakukan meliputi cara petani, dan alat perontok mekanik/power thresher. Hasil Pengkajian menunjukkan kualitas gabah dan beras yang dihasilkan power thresher tidak berbeda nyata dengan cara perontokan gebot yang biasa dilakukan petani. Kualitas beras yang dihasilkan memenuhi SNI 6128 2008 tentang beras yang menunjukkan kualitas beras standar mutu kelas III, yaitu memenuhi standar mutu beras pada beras kepala minimum 78 persen dan pada beras patah maksimum 20 persen. Kata kunci: Pascapanen padi, Perontokan, Power thresher, Mutu gabah dan beras 
PENGARUH KONSENTRASI SUKROSA DAN MAIZENA TERHADAP KARAKTERISTIK FRUIT LEATHER MANGGIS Herlina Marta
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pembuatan fruit leather manggis membutuhkan kadar sukrosa dan maizena yang tepat, agar dihasilkan fruit leather manggis yang mempunyai karakteristik baik dan disukai panelis. Metode percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan, yaitu; kombinasi konsentrasi gula 10, 15, dan 20 % b/b, dan konsentrasi pati maizena 1 dan 2 % b/b.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara 20 persen sukrosa dan 2 persen pati jagung menghasilkan efek terbaik terhadap fruit leather manggis. Berdasarkan skala hedonic (nilai 1 tidak disukai, nilai 5 disukai), maka nilai kesukaan berturut-turut terhadap warna adalah 2.75 (biasa); aroma 3,00 (biasa); tekstur 4,59 (agak suka); rasa 4,08 (agak suka). Semua nilai diperoleh pada  kadar air 13,81 persen, kadar gula total 40,82 persen, nilai pH 4,45 dan modulus elastisitas 1,03. Kata kunci: Sukrosa, Maizena, Manggis, Fruit Leather, Karakteristik 
PENAMBAHAN -AMILASE DAN GLUKOAMILASE PADA PEMBUATAN ROTI DARI TEPUNG SORGUM DAN GANDUM Elazmanawati Lembong; Toto Subroto; Debby M Sumanti
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan enzim dapat memperbaiki proses fermentasi pada pembuatan roti dan memperbaiki mutu simpannya. Belum banyak diketahui bagaimana pengaruh a-amilase dan glukoamilase pada roti yang terbuat dari tepung sorgum dan terigu. Penelitian ini bertujuan untuk membuat roti dari tepung sorgum : terigu (30 : 70) dengan penambahan a-amilase dan glukoamilase sehingga dihasilkan roti dengan karakteristik yang baik dan disukai panelis. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan analisis deskriptif. Perlakuan yang digunakan adalah penambahan a-amilase dan glukoamilase sebesar 0 U/g tepung; 1,15 U/g tepung; 1,35 U/g tepung; dan 1,55 U/g tepung. Roti yang dihasilkan diuji menggunakan Uji hedonik menggunakan nilai antara 1 - 5 dari yang tidak disukai sampai sangat suka. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan analisis deskriptif. Roti menggunakan sorgum : terigu (30 : 70) yang ditambahkan a-amilase dan glukoamilase sebesar 1,35 U/g tepung memiliki karakteristik yang disukai menurut Uji hedonik dengan nilai penampakan keseluruhan 4; warna crust 4,2; warna crumb 3,8; aroma 3,6; keempukan ditekan dan digigit 4; dan rasa juga bernilai 4. Kata kunci : Sorgum, a-amilase, Glukoamilase 
ANALISIS TEKNIK DAN ERGONOMI MESIN PENYOSOH GANDUM TIPE GESEK KONSTRUKSI FTIP UNPAD Totok Herwanto; Sudar yanto; Gusti Afriansyah
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelayakan teknis mesin penyosoh gandum konstruksi Laboratorium Alat-Mesin pertanian Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) perlu diuji.  Metode analisis deskriptif digunakan untuk mengamati karakterisitik konstruksi dan setiap komponen mesin tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas teoritis mesin adalah 803,66 kg/jam dengan kebutuhan daya mesin 3,4 HP. Rangka dan las yang diterapkan pada mesin layak digunakan untuk menahan beban kerja yang terjadi. Dimensi mesin sesuai dengan antropometri postur tubuh orang Indonesia. Namun, kebisingan dan getaran yang ditimbulkan oleh mesin melebihi batas yang diijinkan dan perlu diperbaiki sebelum dioperasikan.. Sedang pengukuran beban kerja berdasarkan denyut nadi operator tidak mengakibatkan kelelahan yang besar, namun dapat meningkat dengan bertambahnya beban dan lamanya waktu kerja. Kata kunci : Gandum, Penyosoh, Ergonomi
ANALISIS KEKUATAN KEUNGGULAN KOMPARATIF DAN KOMPETITIF INDONESIA DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING AGROINDUSTRI HALAL Dwi Purnomo; E. Gumbira-Sa’id; Anas M. Fauzi; Khaswar Syamsu; Muhammad Tasrif
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemetaan keunggulan daya saring komparatif dan kompetitif agro-industri dan bisnis halal Indonesia diperlukan untuk menjamin keberhasilan bisnis halal di pasar internasional, terutama di negara-negara anggota ASEAN. Analisis SWOT- kuantitatif digunakan sebagai metode perencanaan strategis dan untuk mengevaluasi kekuatan,kelemahan, peluang dan ancaman yang terjadi pada agroindustri halal eksisting Indonesia. Lima faktor yang dikelompokkan dianalisa dengan dua belas faktor daya saing yang dinilai untuk mengubah keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif.  Penilaian dilakukan oleh tujuh belas responden pelaku agroindustri halal nasional yang terdiri atas pengambil kebijakan, industri pakar dan pengamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Agroindustri halal dapat menjadi altrenatif kebijakan yang sangat baik (skor kekuatan 4,19 dan skor kelemahan -2,25), mengingat kemampuannya melibatkan keterkaitan antara pengembangan industri hulu pertanian, industri hilir pertanian serta jasa-jasa pendukung secara harmonis dan simultan Kata kunci : Analisis SWOT kuantitatif, Halal, Agroindustri, Komparatif, Kompetitif
PENGARUH BEBERAPA VARIABEL EKSTERNAL TERHADAP NILAI DERAJAT SUBSTITUSI TAPIOKA TERMODIFIKASI Heny Herawati; I. Nyoman Widiasa; Kendri yanto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tapioka atau pati singkong dapat langsung digunakan sebagai bahan pangan atau sebagai aditif non-pangan yang lebih tinggi nilai ekonominya bila karakteristiknya dimodifikasi melalui perlakuan fisik, kimia atau kombinasi yang sesuai antara keduanya. Produk pati termodifikasi komersial antara lain adalah pati ester. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pati ester adalah nilai DS (Derajat Substitusi). Tujuan kegiatan penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa variabel yang mempengaruhi nilai DS tapioka termodifikasi. Tahapan kegiatan penelitian meliputi: 1) optimasi proses dengan microwave, (2) penelitian dengan rancangan percobaan faktorial dengan mempergunakan 3 faktor (konsentrasi substrat, konsentrasi asam dan modifikasi pengeringan) dan (3) optimasi dengan menggunakan Na2CO3 sebagai katalis. Data rancangan percobaan faktorial dianalisis dengan SAS 9.0 untuk ANOVA dan uji lanjut Duncan. Sedangkan data lainnya dianalisis secara diskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi substrat dan asam proporsional dengan peningkatan nilai DS. Berdasarkan rancangan faktorial diperoleh Nilai DS tertinggi 0,0929 pada kombinasi konsentrasi substrat 40 persen dengan penambahan asam suksinat 5 persen ddan pengeringan dengan microwave. Sedang perlakuan dengan penambahan asam suksinat sebesar 20 persen dan Na2CO3 20 persen menghasilkan nilai DS 0,166955, lebih tinggi daripada nilai DS  0,112916 pada penambahan asam suksinat 20 persen dan Na2CO3 2 persen. Kata kunci: Variabel, Derajat substitusi, Tapioka
KAJIAN RASIO MASSA DAUN-BATANG TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth) PADA PROSES PENYULINGAN MINYAK NILAM Sarifah Nurjanah; Sudaryanto Zain; Muhammad Saukat; Budhi Indrawan
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasio massa daun-batang tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) pada proses penyulingan minyak nilam (Patchouli Oil) diduga merupakan salah satu faktor penyebab yang mempengaruhi kualitas rendemennya. Metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga kali ulangan dilakukan pada perbandingan massa daun dan batang dengan lima perlakuan rasio, yaitu: 70:30, 60:40, 50:50, 40:60 dan 30:70 persen. Parameter yang diamati adalah rendemen, bobot jenis, indeks bias, kadar minyak, kelarutan dalam alkohol, bilangan asam dan bilangan ester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio massa daun-batang pada proses penyulingan berpengaruh nyata terhadap rendemen minyak nilam. Semakin tinggi rasio daun-batang, semakin tinggi rendemennya, namun semakin rendah bobot jenis, indeks bias, kadar dan bilangan asam minyak nilamnya. Berdasarkan rendemen minyak perlakuan rasio terbaik adalah pada 60:40 persen. Sedang berdasarkan mutu minyak, nilai tertinggi diperoleh pada rasio 30:70 persen, mencakup bobot jenis, indeks bias, kadar minyak, bilangan asam dan bilangan ester. Namun secara umum teridentifikasi bahwa mutu minyak nilam yang dihasilkan memenuhi kriteria standar Indonesia (SNI 06-2385-2006). Kata kunci: Rasio massa daun-batang, Penyulingan, Minyak nilam, Mutu rendemen
PENGARUH VARIETAS DAN KONSENTRASI GARAM (NaCl) TERHADAP KARAKTERISTIK PASTA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum) Rahayu, S. T; Hartuti, N; Novianti, N. K
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas bawang merah dan konsentrasi garam (NaCl) terhadap karakteristik pasta bawang merah. Rancangan percobaan yang digunakan RAK  dua faktorial dengan pengulangan 3 kali. Varietas bawang yang digunakan Sumenep, Bima, Kuning dan Batu. Sedangkan konsentrasi garamnya 0, 3, 6, 9, dan 12 persen. Hasil penelitian menunjukkan varietas bawang merah berpengaruh terhadap kadar air, total padatan terlarut, viskositas, rendemen, dan VRS (Volatile Reducing Substance) pasta bawang merah. Perlakuan konsentrasi garam berpengaruh terhadap total padatan terlarut, viskositas, rendemen, dan VRS  pasta bawang merah. Varietas sumenep dengan kadar garam 12 % menunjukkan karakteristik pasta bawang merah yang  terbaik dari analisis secara fisik, kimia, maupun organoleptik. Kata kunci: Varietas, Bawang merah, Garam, Pasta
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN MENIRAN Diny A Sandrasari
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas antioksidan daun meniran yang ditentukan oleh konsentrasi fenol yang terkandung didalamnya belum ditelaah. Untuk itu, ekstrak daun meniran diuji dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidracyl) untuk mengetahui nilai prosentasi inhibibisi (IC50) terhadap radikal DPHH yang menyatakan tingkat aktivitas antioksidan. Sedang penentuan nilai total fenol dilakukan pada spektrofotometer dengan pereaksi Folin Ciocalteau yang dihitung sebagai asam galat ekuivalen (GAE/g dw). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai konsentrasi total fenol daun meniran adalah 1861,65 mg/100g bk. Sedang aktivitas antioksidan, dinyatakan dengan nilai IC50, adalah  37,18 µg/ml. Kata kunci: Kadar fenol, Ekstrak daun Meniran, Aktivitas antioksidan
MODEL PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DENGAN PENDEKATAN CAUSAL LOOP DIAGRAM STUDI KASUS DI PANTAI CIPATUJAH KABUPATEN TASIKMALAYA Wahyu Kristian Sugandi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi pembudidayaan rumput laut (Eucheuma cottonii) di daerah pesisir Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya - ditunjang oleh kondisi topografi alaminya yang baik perlu dikembangkan untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan pasar akan rumput laut sebagai bahan industri makanan dan obat-obatan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan metode causal loop diagram, yaitu dengan melakukan simulasi model pengembangan berdasarkan tiga skenario yang dibandingkan dengan model dasar, yaitu; 1) Penambahan bobot bibit tebar rumput laut dari dasarnya 10 kg menjadi 30 kg bobot bibit tebar per jalur tiap penanaman, 2) Penambahan modal 1 persen dan jalur 1 persen tiap penanaman dan 3) Penambahan modal 1 persen dan jalur  2 persen tiap penanaman. Ketiga skenario ini disimulasi untuk 25 kali panen selama 5 tahun. Hasil analisis menunjukan bahwa model skenario 1, yaitu penambahan bobot bibit menjadi 30 kg per jalur menunjukkan hasil yang paling bagus jika dibanding dengan model dasar, skenario 2 dan 3. Kata kunci : Budidaya rumput laut, Model causal loop diagram, Simulasi skenario   

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2011 2011