cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2013)" : 10 Documents clear
GASIFIKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN UPDRAFT GASIFIER Bambang Purwantana; Bambang Prastowo; Jemseng Carles Abineno
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah tandan kosong kelapa sawit sebanyak 6 juta ton/tahun dengan kandungan energi dalam bentuk gas sebesar 17.08 MJ/kg tandan perlu dimanfaatkan. Namun belum terungkap sejauh mana energi tersebut dapat dipanen secara efektif dengan alat gasifikasi yang ada. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja gasifikasi tandan kosong kelapa sawit menggunakan updraft gasifier. Metode deskriptif analisis dilakukan pada beberapa variasi ukuran potongan bahan, pemadatan umpan, dan laju aliran udara input, dimana kinerja gasifikasi ditentukan berdasarkan parameter laju gasifikasi, efisiensi, suhu proses, suhu nyala api pembakaran syngas, dan prosentase residu yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gasifier tipe updraft cukup efektif untuk proses gasifikasi tandan kosong kelapa sawit dengan efisiensi proses 60–80 %, laju proses 2,75 – 3,50 kg/jam, dan menghasilkan syngas dengan suhu bakar 320 - 570 ºC. Kinerja gasifikasi terbaik dicapai pada debit udara input 300 - 400 lpm, ukuran potongan bahan < 4 cm, dan tekanan pada bahan 0,05-0,06 kg/cm2. Pada perlakuan tersebut dicapai laju proses sebesar 3-3,5 kg/jam, efektivitas proses 14 menit/kg, efisiensi proses 80 %, suhu nyala api syngas 540 °C. Kata kunci: gasifikasi, TKKS, ukuran, tekanan, kinerja
MODIFIKASI PATI GARUT SECARA ENZIMATIS UNTUK PRODUKSI MALTODEKSTRIN Edy Subroto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garut merupakan sumber pati yang belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk mengoptimalkannya di antaranya adalah dengan memodifikasi pati garut secara enzimatis menjadi maltodekstrin yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang industri pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai variabel yang berpengaruh serta mengamati perubahan sifat-sifat fisika maupun kimia dari maltodekstrin yang dihasilkan. Suhu reaksi, lama waktu reaksi, dan konsentrasi enzim berpengaruh secara signifikasn terhadap nilai Dextrose Equivalen (DE) pada maltodekstrin yang dihasilkan, tetapi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap karakteristik lainnya. Semakin tinggi suhu reaksi, lama waktu reaksi, dan konsentrasi amilase maka Dextrose Equivalen (DE) maltodekstrin yang dihasilkan semakin meningkat. Perlakuan suhu reaksi 85 °C, selama 10 menit dan konsentrasi α-amilase 0,2 % menghasilkan maltodekstrin terbaik dengan rendemen 72,6 , DE 9,57, dan solubility 51,99 % dan warna putih.                                      Kata Kunci : pati garut, maltodekstrin, amilase, dextrose equivalen (DE)
AUDIT ENERGI PADA BERBAGAI JENIS INDUSTRI TAHU BERDASARKAN TEKNOLOGI PEMASAKANNYA Sri Markumningsih; Bambang Purwantana; Lilik Sutiarso
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan teknologi pemasakannya cara penggunaan energi selama ini pada beberapa jenis industri tahu disinyalir belum efisien. Penelitian dilakukan pada 4 produsen tahu yang masing-masing menggunakan teknologi pemasakan berbeda, yaitu; tungku tunggal, tungku ganda, ketel uap horizontal, dan ketel uap vertikal. Metoda deskriptif analisis digunakan untuk mengkaji rasio masukan-luaran energi. Energi masukan adalah tenaga kerja manusia, energi bahan bakar, energi yang sudah terbentuk, dan energi bahan, sedang energi luaran adalah energi tahu, dan energi ampas tahu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total input energi tertinggi sebesar 19.005,05 kJ/kg tahu terjadi pada ketel uap vertikal dan terrendah sebesar 6.026,80 kJ/ kg tahu pada tungku tunggal. Tingginya konsumsi energi untuk mengoperasikan ketel uap vertikal terjadi karena ia bekerja di bawah kapasitas normal. Kata kunci : audit energi, industri tahu, ketel uap, tungku
PENGARUH SUHU TERHADAP DAYA REKAT ALUMINIUM FOIL UNTUK KEMASAN Mukhammad Angwar dan; Asep Nurhikmat
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses sterilisasi dilakukan pada kondisi suhu dan tekanan tinggi  sering menyebabkanmenurunnya daya rekat kemasan dari alumunium foil yang mempercepat kadaluwarsaproduk pangan yang dikemasnya. Penelitian  menggunakan metode deskriptif  eksperimentil telah dilakukan pada suhu ber-beda untuk mengetahui daya rekat kemasan alumunium foil. Pengamatan dilakukan terhadap daya rekat 2 sampel kemasan alumunium foil (Sampel A dan B), yang diperlakukan pada suhu 160 dan 170 °C dan direkatkan selama 5 detik, di mana Sampel A direkatkan oleh sealer injak manual, sedang Sampel B oleh sealer otomatis. Data daya rekat sampel A dan B kemudian diibandingkan dengan daya rekat sampel hasil fabrikasi sebagai sampel kontrol. Hasil pembandingan menunjukan bahwa sampel A memiliki daya rekat  maksimum 1,709 kgf, minimum 1.253 kgf dan rata-rata 1.438 kgf. Sedang sampel B maksimum 1.618 kgf, minimum 1.379 kgf, dan rata-rata 1.508 kgf. Sementara sampel kontrol maksimum1.556 kgf, minimum 1.371 kgf, dan rata-rata 1.475 kgf. Kata kunci: daya rekat, aluminium foil, kemasan pangan 
ANALISIS TEKNIK DAN UJI KINERJA EKSTRAKTOR JAMBU BIJI Totok Herwanto; Handarto Dan; Yayan Hendrawan
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spesifikasi teknik ekstraktor jambu biji yang dibuat Balai Besar Pengembangan Teknologi Tepat Guna-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia perlu dikaji ulang dan diuji kinerjanya. Metode analisis deskriptif digunakan dalam pengujian terhadap mesin untuk mengetahui kelayakan teknik tiap komponennya dan kemampuan kerja mesin. Hasil analisis teknik menunjukkan bahwa kebutuhan daya penggerak sebesar 0,64 kW, diameter poros sebesar 13,93 mm, panjang pasak sebesar 5,25 mm, diameter dalam kopling cakar sebesar 26,8 mm, diameter luar kopling cakar sebesar 53,0 mm, tinggi cakar pada kopling sebesar 15,0 mm, umur bantalan sebesar 25.677.202 jam, kekuatan rangka sebesar 0,47 × 103 N, dan kekuatan sambungan las sebesar 17.400 N. Berdasarkan hasiltersebut, tiap komponen layak untuk digunakan pada mesin. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa kapasitas teoritis sebesar 5.485,62 kg/jam, kapasitas aktual sebesar 627,77 ± 34,84 kg/jam, efisiensi mesin sebesar 11,44 ± 0,63 %, kebutuhan daya listrik mesin sebesar 1,15 ± 0,02 kW, efisiensi daya sebesar 53,24 ± 1,03 %, kebutuhan energi spesifik pengekstrakan sebesar 6,72 ± 0,38 kJ/kg, tingkat kehilangan bahan sebesar 6,92 ± 3,57 %, kadar sari buah dalam padatan sebesar 85,93 ± 1,35 %, kadar padatan dalam sari buah sebesar 4,11 ± 0,71 %, dan rendemen pengekstrakan sebesar 69,44 ± 3,41 %. Untuk meningkatkan kinerja mesin, perlu dilakukan perbaikan dan perawatan terhadap karet pada rakitan pengaduk. Kata kunci: analisis teknik, ekstraktor, jambu biji, sari buah, uji kinerja.
ANALISIS TEKNIK DAN MODIFIKASI MESIN PENYOSOH SORGUM TEP-1 Asep Yusuf
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin Penyosoh Sorgum TEP-01 hasil rancang bangun Jurusan Teknik dan Manajemen Industri Pertanian masih memiliki kelemahan, yaitu: konstruksi mesin masih belum baik karena masih berbentuk model, hasil penyosohan masih banyak yang pecah, kapasitas mesin masih kecil yaitu 4 kg/jam dan proses penyosohan belum kontinyu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rekayasa untuk memodifikasi model TEP-1 terkait dengan poros penyosoh, sabuk puli, dan komponen penumpu, dan menguji kinerja mesin terkait dengan kapasitas penyosohan, daya yang dibutuhkan, dan rendemennya. Hasil analisis teknik, menunjukkan bahwa komponen-komponen mesin, yaitu: poros, puli-sabuk dan bantalan telah memenuhi kelayakan teknik sehingga layak dan aman untuk digunakan. Sedang hasil pengujian mesin memperlihatkan bahwa data kapasitas efektif mesin 12 kg/ jam dengan kebutuhan daya 356 W, dan dengan rendemen rata-rata 68,85 % untuk saringan 1 mm dan 82,1 % untuk saringan 2 mm. Kata kunci: Sorgum, Mesin Penyosoh, analisis teknik, uji Kinerja
PERGERAKAN AIR IRIGASI BAWAH PERMUKAAN PADA TANAH LIAT YANG DIOLAH SECARA STRIP Y. I. Intara,; A. Sapei,; Erizal ,; E. N. Sembiring,; M. H.B. Djoefrie.
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik pergerakan air bawah permukaan penting diketahui untuk menjelaskan efektivitas pemberian air  melalui irigasi bawah permukaan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman di atasnya. Kajian dilakukan pada tanah liat yang telah diolah secara strip untuk menganalisis pergerakan air dan memformulasikan model mathematiknya. Metode analisis deskriptif digunakan untuk, pertama, menentukan karakteristik air tanah dan kedua, untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan organik terhadap pergerakan air. Untuk itu digunakan sebuah pengontrol mikro sebagai penghubung jejaring elektronik (AT89852). Hasil Kinerja irigasi menunjukkan pembasahan efektif hanya dapat dikembangkan dengan lintasan pengairan irigasi yang pendek < 5 m, yang  cocok untuk diterapkan pada pengelolaan lahan subsistem atau perbaikan bentuk tradisional. Analisis statistik  menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara perlakuan bahan organik dan pemberian air, namun bahan organik berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman cabai dan pemberian air tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman cabai. Pola sebaran kadar air pada pengukuran menggunakan aparatus uji menunjukkan pola model kontur dari program simulasi sebaran kadar air pada strip olah tanah minimal. Kata kunci: irigasi bawah permukaan, pergerakan air, model matematik, penghubung elektronik AT89852
Penggunaan Program FEMAP dalam Pemetaan Tegangan dan Distribusi Regangan Pada Singkal Bajak Ade Moetangad Kramadibrata
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distribusi tegangan dan regangan akibat tahanan draft tanah yang terjadi pada permukaan kerja  singkal bajak sempit (M-1), bajak lebar (M-2), dan bajak berbentuk anak panah pada saat pengolahan telah diamati untuk mengantisipasi kerusakan pada bagian-bagian peka material bajak yang digunakan. Setiap singkal bajak tersebut terbuat dari lembaran plat baja AISI 1040 setebal 3 mm. Metode eksperimen deskriptif digunakan, di mana setiap bajak masing-masing pada gilirannya ditarik oleh traktor berdaya 6,5 kW pada kecepatan pengolahan konstan 0.54 m/s dan pada kedalaman pengolahan 10 cm untuk mendeteksi besarnya tahanan draft tanah yang dialami singkal bajak. Gaya tahanan diukur dengan sebuah transduser cincin oktagonal yang dipasang pada batang horisontal bajak. Hasil berdasarkan tahanan draft tanah yang diukur, ditampilkan oleh FEMAP (Finite Element Modeling and Post Processing Program). Program ini mampu memperlihatkan struktur geometrik singkal dan perubahan tegangan dan regangan yang terjadi selama operasi pengolahan tanah. Interval distribusi tegangan pada struktur geometrik singkal pada bajak M-1, m-2, dan M-3 berturut-turut adalah antara –285.1 sampai 398.60;  -63.77 sampai 379.70; dan  -585.90 sampai 2429.0 N. Sedangkan distribusi regangannya berturut-turut adalah antara–1.456E-4 sampai 7.754E-3;  –8.729E-5 sampai 1.454E-3; dan  –4.193E-6 sampai 6.039E-4 cm. Kata kunci: distribusi tegangan dan regangan, transduser cincin octagonal, tahanan draft tanah
KAJIAN POTENSI PEMANFAATAN LUMPUR HASIL PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT Nuraeni Dwi D dan; Andreas W. Krisdiarto
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumpur hasil pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit di Propinsi Riau dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik di kebun kelapa sawit. Karena itu kesetaraan kandungan hara yang dikandung lumpur tersebut perlu dikaji potensinya sebagai penambah unsur hara untuk pemupukan pada tanaman kelapa sawit (Elaeis gueneensis Jacq). Metode deskriptif analisis dilakukan terhadap lumpur yang diambil dari kolam anaerob dan aerob untuk mengetahui kecukupan /ketersediaan kandungan unsur haranya. Data ini dibandingkan dengan kebutuhan pemupukan kelapa sawit berdasarkan beberapa parameter yang ditelaah, yaitu: kadar N, P, K, Ca, dan Mg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lumpur dari kolam anaerob mengandung unsur hara 0,016 % C, 0,047 % N; 0,004 % P; 0,161 % K; 0,111 % Ca; dan 0,09 % Mg. Sedang dari kolam aerob terkandung 0,017% C; 0,041% N; 0,003% P; 0,131% K; 0,145% Ca; dan 0,083 % Mg. Setelah dilakukan penyetaraan dengan pupuk yang biasa diaplikasikan di kebun kelapa sawit dibutuhkan pemupukan dengan lumpur untuk memenuhi unsur N, P, K, dan Mg, berturut-turut sebanyak 550,9;  12.842,6; 342,7;  dan 62,1 kg/pohon. Kata kunci : limbah cair, lumpur, unsur hara tambahan, perkebunan kelapa sawit
UJI KINERJA TUNGKU TERKENDALI BERBASIS PLC PADA MESIN SANGRAI BIJI KOPI GUNA MENINGKATKAN EFISIENSI BAHAN BAKAR Edy Suharyanto; Sri- Mulato; Harsono .
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja mesin sangrai perlu ditingkatkan agar lebih mudah dioperasikan, lebih efisien bahan bakar, namun dengan mutu cita-rasa kopinya tetap terjaga. Untuk mengantisipasi hal tersebut telah dilakukan rekayasa tungku terkendali atau otomatis berbasis PLC (Programable Logic Controller), yang dapat menjaga kestabilan panas ruang sangrai. Dalam kajian ini Pt-100 dan thermostat yang memiliki input langsung dengan unit pengendali mikrokontroller berbasis PLC type SR3-XT43BD digunakan sebagai sensor suhu pada silinder penyangrai. Berdasarkan perhitungan teoritis, dibutuhkan kayu seberat 4,613 kg dan udara untuk proses pembakaran 0,01327 m3/s pada setiap penyangraian. Dari hasil pengujian terhadap kemampuan PLC ini diperoleh resistor kompensator - dipasangkan secara paralel pada sensor Pt-100, yang dapat mendeteksi suhu dari kisaran 30 hingga > 300 °C. Kisaran suhu ini sesuai untuk suhu sangrai biji kopi. Hasil uji kinerja tungku terkendali pada mesin sangrai kapasitas 10 kg diperoleh rata-rata waktu sangrai 23 menit, konsumsi kayu 4,1 kg, dan suhu pada ruang sangrai konsisten pada interval 165–180 °C, Kestabilan suhu ruang sangrai pada interval ini menyebabkan biji sangrai yang lebih seragam dan mutu cita-rata kopi seduhannya lebih baik, serta pada setiap proses penyangraian, konsumsi kayu bakar lebih hemat 34,7 % daripada  konsumsi LPG. Kata kunci: kopi, penyangrai, sensor  suhu, thermostat, PLC type SR3-XT43BD

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2013 2013