cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Good Governance
ISSN : 14124246     EISSN : 26548240     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Good Governance (GG) is a scientific journal which publishes original articles on the most recent knowledge, researches, or applied researches and other development in fields of academic practitioners to discuss about public administrations and policies.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2022): September" : 8 Documents clear
STRATEGI PENGUATAN SDM DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU Tjetjep Yudiana
Jurnal Good Governance Vol 18, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32834/gg.v18i2.495

Abstract

Prevalensi stunting di Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2019 (16.8%), menurun pada tahun 2021 menjadi 17,6%. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis kualitatif, bertujuan menghasilkan suatu rekomendasi sebagai strategi untuk meningkatkan kompetensi SDM agar target nasional (14%) dapat dicapai pada tahun 2024. Berdasarkan SSGBI, intervensi spesifik di Provinsi Kepri dengan kategori lebih baik dari rata-rata nasional adalah; pemeriksaan kehamilan (94,6%), pemberian Fe (94%), Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ibu hamil (100%), Program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (97,7%), persalinan di fasilitas kesehatan (95,5%), kunjungan neonatal (101,7%), ASI eksklusif (58%), PMT Balita (98,7%) imunisasi (89,6%). Intervensi yang masih lebih rendah dari rata-rata nasional adalah: penimbangan Balita di Posyandu (56,7%) dan pemberian vitamin A (60,4%). Intervensi sensitive yang sudah terlaksana dengan baik dibandingakan dengan rata-rata nasional adalah; KB pasca persalinan (39,6%), akses terhadap air minum yang layak (90,41%), dan persentase kemiskinan (5,75%). Sedangkan intervensi sensitive yang masih perlu mendapat perhatian adalah; Program JKN (80,2%), akses terhadap sanitasi dasar (78,0%) dan indeks ketahanan pangan (62,7%). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi penguatan SDM dalam percepatan penurunan stunting di Provinsi Kepulauan Riau?. Berdasarkan FGD dan wawancara terhadap informan, dengan analisis SWOT diperoleh informasi; Kekuatan berupa; adanya dukungan SDM bersumber masyarakat, dukungan tim penggerak PKK dengan kampanye “Gemarikan” dan adanya program pengembangan pangan lokal berbasis pertanian. Kelemahan berupa; rendahnya kapasitas pelatihan bagi tenaga kesehatan dan kader, belum memiliki modul pembelajaran praktis dan Kompetensi kader dalam penganekaragaman pangan belum memadai. Peluang berupa; berkembangnya media pembelajaran berbasis digital, Berbagai jenis ikan laut relatif murah dan mudah dijangkau dan adanya bantuan modal bagi UMKM. Sebagai ancaman berupa: masih banyak masyarakat yang keliru memahami stunting, terjadi penolakan menggunakan fasilitas sanitasi dan Banyak yang merasa bosan mengkonsumsi biskuit PMT dari pemerintah dalam waktu yang cukup lama. Strategi utama yang direkomendasikan pada penelitian ini adalah: 1. Mengembangkan media pembelajaran dengan Sistem Informasi Penanggulangan Stunting (Silangsing) berbasis digital sebagai salah satu sarana pendukung untuk menguatkan kompetensi SDM baik bagi tenaga kesehatan, para kader maupun masyarakat umum yang dapat diakses melalui gadget android sesuai dengan menu yang disediakan berupa; Menu Pemetaan Stunting, Menu Buku Saku, Menu Halo Stunting, Menu PMT dan Menu Pojok Aksi. 2. Tim Penggerak PKK provinsi dan kabupaten/kota melakukan penguatan kapasitas kader dalam penganekaragaman Gizi PMT melalui pelatihan dan praktek memasak PMT Gizi bagi Ibu hamil, ibu menyusui dan bagi Balita. 3. Memberikan prioritas bantuan modal dengan pinjaman tanpa bunga bagi UMKM yang bergerak dalam diversifikasi pangan lokal seperti sagu, ikan, rumput laut dan berbagai pangan lokal inovasi baru lainnya yang digunakan sebagai bahan dasar dalam mengembangkan produksi usahanya, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat, prevalensi stunting menurun dan terwujudnya SDM Provinsi Kepri yang sehat dan tangguh.Kata Kunci: Jurnal SDM; Stunting
JGG JGG JGG
Jurnal Good Governance Vol 18, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32834/gg.v18i2.489

Abstract

Ketimpangan Penyedian Pelayanan Keimigrasian di Daerah Terpencil: Proses Pengambilan Keputusan Kolaboratif dalam Vertical Collaborative Governance Menuju Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Ruky Yurizal; Sofjan Aripin
Jurnal Good Governance Vol 18, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32834/gg.v18i2.496

Abstract

Artikel ini terkait proses pengambilan keputusan kolaboratif dalam vertical collaborative governance dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik pada fungsi keimigrasian bagi masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya disekitar area Tembagapura, pelayanan ini dalam rangka mempercepat kesejahteraan masyarakat serta kapasitas masyarakat setempat. Fokus didalam pembahasan terkait dengan tuntutan dan tantangan organisasi publik menjadi organisasi birokrasi yang lebih agile, akuntabel serta transparan ditengah era revolusi industri 4.0 dengan kompleksitas dan perubahan yang cepat terhadap tata kelola organisasi publik baru menjadi lebih kuat dengan penekanan pada pengambilan keputusan kolaboratif pada collaborative governance untuk pengguna layanan publik tersebut. Menjawab tuntutan dan tantangan terhadap perkembangan tersebut maka diperlukan suatu keputusan kolaboratif sebagai jawaban atas aspirasi publik terkait dengan kegiatan pelayanan publiknya melalui penerapan praktik vertical collaborative governance dengan kemampuan menciptakan iklim kepercayaan serta fasilitasi hubungan. Sebagai bagian dari pelaksanaan collaborative governance yang tertuang pada protap dan juknis pada Kementerian Hukum dan HAM RI serta perkembangan ditengah masyarakat terhadap keterbatasan pelayanan keimigrasian yang dihadapi maka pengambilan keputusan kolaboratif antara pemerintah dengan pemangku kepentingan didalam vertical collaborative governance untuk mencapai tujuan dari kolaborasi meningkatkan pelayanan keimigrasian di wilayah Tembagapura dan sekitarnya yang efektif, efisien dan akuntabel.Kata kunci: Keputusan Kolaboratif; Vertical Collaborative Governance; Pelayanan Keimigrasian; Fungsi Keimigrasian.
Natural Post-Disaster Management Archive Model Izzul Fatchu Reza; Ridwan Rajab; Hamidah Rosidanti
Jurnal Good Governance Vol 18, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32834/gg.v18i2.491

Abstract

As a country within the "ring of fire" geographical area, Indonesia is vulnerable to natural disasters. The impact of natural disasters is not only physical and human, but also relates to the records that are owned. This study strives to support efforts to save archives after natural disasters and develop a model for saving and restoring archives after natural disasters happens. The results of the research showed that there is no a standardized procedures to save and restore archive in times of disasters, therefore there shall be regulation to make the regional disaster agency, the regency offices, and library and archives agency coordinate and cooperate in a single task-force, based on our developed model.Keywords: disaster; archives; archive recovery
Efektivitas Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 (Studi Kasus Kualitas SDM Pada Layanan SAPA 129 di Kementerian PPPA) Anggin Nuzula Rahma; Pracoyo Cipto Nugroho; Retno Damayanti; Tri Mulatasih
Jurnal Good Governance Vol 18, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32834/gg.v18i2.492

Abstract

The Ministry of Women's Empowerment and Child Protection has launched the Call Center Service Friends of Women and Children (SAPA) 129 in collaboration with PT Telekomunikasi Indonesia (PT Telkom Indonesia) on March 8, 2021. The SAPA 129 service is one form of implementation of Presidential Regulation Number 65 of 2020 related to the addition of the duties and functions of the Kemen PPPA as a final referral service provider for women victims of violence. The SAPA 129 service is a revitalization of the public complaint service as a tangible manifestation of the state's presence in protecting women and children. SAPA 129 services are carried out by the Deputy for Protection of Women's Rights and the Deputy for Special Protection for Children. Based on data from the PPPA Ministry, the number of reports of cases of violence against women and children from March 2021 to February 2022 increased sharply. However, this increase in the number of reports did not increase with the increase in the number and quality of Human Resources (HR) owned by the Ministry of PPPA. This study aims to determine the effectiveness of SAPA 129 services related to handling cases of violence against women and children. The research method used is a qualitative approach, with primary data sources in the form of interviews, observations, and data triangulation. An alternative solution that can be provided is by conducting training or technical guidance related to the 6 functions of SAPA 129 services. The strategy adopted is networking with cross-Ministerial / Institutional and Community Institutions, especially those that have service institutions for handling cases and children in the implementation of training and technical guidance as well as sharing knowledge / good practice in optimizing SAPA services 129.Keywords: Public Service; Violence; Women; Children 
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Pada Pembelajaran E-Learning Terhadap Kepuasan Peserta Pelatihan: Studi Kasus pada Balai Diklat Geospasial – Badan Informasi Geospasial I Ketut Sutarga
Jurnal Good Governance Vol 18, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32834/gg.v18i2.493

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan peserta pelatihan metode pembelajaran e-learning pada Balai Diklat Geospasial – Badan Informasi Geospasial. Kajian ini dilakukan pada tahun 2021 dengan sasaran alumni Balai Diklat Geospasial periode akhir tahun 2020-2021. Instrumen pengambilan sampel adalah kuisioner google form dengan lima tingkat skala Likert. Metode penentuan sampel adalah sampel acak sederhana dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Metode analisis asosiatif kausal variable bebas terhadap variable terikat dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan regresi linier berganda. Data responden yang sudah lolos uji normalitas, validitas, reliabilitas dan uji asumsi klasik, maka diperoleh persamaan regresi linier berganda variabel bebas terhadap variabel terikat. Dengan uji statistik, ditemukan bahwa variable bebas kualitas pelayanan (tampilan-tampak, keandalan, daya tanggap, empati dan jaminan) secara simultan berpengaruh terhadap variable terikat kepuasan peserta pelatihan. Pada pemilihan model regresi linier berganda terbaik, bahwa metode backward elimination menyatakan bahwa aspek daya tanggap tidak berpengaruh terhadap kepuasan peserta pelatihan. Hal ini  dibuktikan dengan uji statistik dimana aspek daya tanggap nilai signifikansinya melemapaui nilai-p. Kata kunci: Kualitas pelayanan; kepuasan peserta pelatihan; e-learning
Manajemen Design Thinking dalam Peningkatan Profesionalisme Widyaiswara Ambar Rahayu
Jurnal Good Governance Vol 18, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32834/gg.v18i2.494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa upaya peningkatan profesionalisme Widyaiswara harus menggunakan pendekatan yang berorientasi kepada kebutuhannya dan hasilnya berupa suatu rekomendasi kebijakan bahwa manajemen design thinking adalah pendekatan yang tepat dan efektif untuk segera mewujudkan widyaiswara yang professional. Design thinking yang berpusat kepada manusia (human centered) diharapkan dapat menemukan solusi yang tepat dalam menyelesaikan suatu masalah. Metode ini telah banyak dikembangkan dalam manajemen di perusahaan swasta dan bahkan di beberapa negara untuk membuat inovasi-inovasi yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Hasil kajian Manajemen design thinking dilakukan melalui 5 tahapan yaitu: empathize, define, ideate dan prototype serta test yang menghasilkan rumusan masalah dan rekomendasi pengembangan profesionalisme widyaiswara sebagaimana yang dibutuhkan dan diinginkan oleh widyaiswara dan para pejabat pimpinan tinggi yang akan membinanya secara berkesinambungan. Model Brain based mentoring bisa menjadi salah satu rekomendasi agar widyaiswara semakin professional. Dengan kajian ini diharapkan akan tergali unsur-unsur yang menjadi kunci keberhasilan inovasi pengembangan profesionalisme bagi widyaiswara di masa yang akan datang.Kata kunci: Profesionalisme; Widyaiswara; Desain Thinking.
JGG JGG JGG
Jurnal Good Governance Vol 18, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32834/gg.v18i2.490

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 8