cover
Contact Name
Endah Setyaningsih
Contact Email
tesla@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tesla@ft.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
TESLA: Jurnal Teknik Elektro
ISSN : 14109735     EISSN : 26557967     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Teknik Sistem Komputer Teknik Sistem Telekomunikasi Teknik Biomedical Intenet of Thing
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
Prototipe Lowpass Filter Stepped Impedance Pada UMTS Untuk Sistem Rectenna Dian Widi Astuti
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 17, No 2 (2015): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.08 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v17i2.277

Abstract

Rectenna merupakan sebuah elemen pasif yang secara umum terdiri dari antena, RF filter dan penyearah. Rectenna berfungsi sebagai penerima dari transmisi wireless untuk kemudian dikonversikan dari energi gelombang RF menjadi listrik DC tanpa adanya penambahan sumber lainnya. Sehingga filter yang terintegrasi sebagai rectenna diperlukan untuk menseleksi frekuensi sebelum masuk ke penyearah. Adapun filter yang diperlukan disini berupa lowpass filter yang berfungsi menekan nilai harmonik orde tinggi yang dapat ditimbulkan oleh ketidak linearan dioda penyearah. Lowpass filter merupakan sebuah elemen induktor-kapasitor yang meloloskan frekuensi dibawah frekuensi cut-off. Adapun lowpass filter yang dirancang disini adalah berupa filter pasif yang diaplikasikan pada saluran transmisi mikrostrip. Rancangan lowpass filter tersebut digunakan pada aplikasi UMTS, yang bekerja pada frekuensi 2,11 - 2,17 GHz. Dengan demikian frekuensi cut-off-nya sebesar 3,3 GHz, dan bentuk resonatornya berupa stepped-impedance. Stepped-impedance resonator sendiri merupakan pemodelan dari induktor dan kapasitor. Pada perancangan diperoleh nilai insertion loss-nya sebesar -0,75045 dB pada frekuensi 2,11 GHz sedangkan pada frekuensi 2,17 GHz diperoleh nilai -1,11672 dB. Sedangkan untuk parameter return loss diperoleh nilai sebesar -9,08349 dB pada frekuensi 2,11 GHz sedangkan pada frekuensi 2,17 GHz sebesar -7,02394 dB. Prototipe lowpass filter ini mempergunakan printed circuit board dua lapis tipe Rogers 5870. Pada lapis yang atas dari printed circuit board tersebut akan dilarutkan sedangkan lapisan bawah dipergunakan sebagai pentanahan. Jumlah orde yang dipergunakan adalah lima dengan menggunakan metode Chebyshev. Pada perancangan ini dibantu dengan perhitungan menggunakan Matlab, kemudian disimulasikan dengan EM Sonnet.
Penerapan Antena Mikrostrip di Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Sriti Guno, Yomi; Hasrito, Eko Syamsuddin
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 18, No 2 (2016): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tesla.v18i2.167

Abstract

Unmanned aerial vehicle (UAV) in Indonesia is commonly known as Pesawat Udara Nir Awak (PUNA). Data link from aerial observation, required transmitter mounted on the PUNA and components of the constituent is antenna. Antenna must have a small size and light in weight, because the limitation due to the payload capacity. Currently used in the PUNA, is a dipole antenna which still has some weakness, including its susceptibility to the wind (drag effect). So, designing a microstrip antenna will improve the signal transmission performance from PUNA to Ground Control Station (GCS). The microstrip antenna is chosen because this type of antenna has low profile drag, light weight, easy for fabrication and of course low cost. After an antenna design optimization, the antenna placement should be noted to ensure a good transmission. In this research, the microstrip antenna will be operated at 2.35 GHz for video monitoring and the antenna itself will be placed inside the fuselage. Simulated co-site interference will be performed at the operational frequency of data link antenna, which is 900 MHz, with the placement in the upper surface (canopy) of the PUNA. The measurements in the anechoic chamber, showed that the internal fuselage microstrip antenna worked at the frequency of 2.35 GHz with a bandwidth 60 MHz (2.31 GHz up to 2.37 GHz), while the return loss measured at 2.35 GHz is -23.85 dB and the gain of antenna is 3.81 dBi.
Perancangan Simulasi Otomatisasi Perubahan Kecepatan Kipas yang Dipengaruhi Gas CO dan Suhu Area Parkir Basment Budiman Banumaxs Naga; Yohanes Calvinus
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 19, No 1 (2017): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.736 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v19i1.314

Abstract

Penumpukan Gas CO dan tingginya suhu di area parkir basement sangat berbahaya dan sangat membuat tidak nyaman. Masalah tersebut dapat dikurangi dengan menggunakan sensor-sensor yang dapat mendeteksi kandungan gas CO dan suhu. Ketika sensor mendeteksi gas CO dan suhu di atas batas yang telah ditentukan maka secara otomatis mikrokontroler menggerakkan kipas dengan 3 tingkat kecepatan (Low, Medium, dan High), yang berfungsi untuk menghisap udara yang ada di dalam tempat parkir basement untuk dikeluarkan ke udara bebas dan memasukkan udara segar dari luar gedung ke dalam basement. Tujuan dari alat ini adalah membuat sistem pendeteksi gas CO dan suhu secara otomatis sehingga pengguna tempat parkir basement tidak terancam keselamatannya karena menghisap gas CO dalam jumlah besar dan tetap nyaman ketika berada di area parkir basement. Gas yang dideteksi dibagi menjadi 3 kelas, aman yaitu di bawah 66 ppm (indikator berwarna hijau), waspada 66 ppm-74 ppm (indikator berwarna kuning), dan bahaya di atas 75 ppm (indikator berwarna merah). Suhu yang dideteksi dibagi menjadi 3 kelas, aman yaitu di bawah 32oC (indikator berwarna hijau), waspada 33oC-35oC (indikator berwarna kuning), dan bahaya di atas 35oC (indikator berwarna merah). Pengelola tempat parkir juga dapat memantau lokasi di mana kandungan gas CO dan suhu melebihi dari standar aman yang telah ditentukan dengan melihat tampilan pemantau pada komputer. Kesimpulan dari alat ini, ialah mikrokontroler dapat menerima data input dari sensor gas CO dan sensor suhu, serta kipas (blower) dapat digunakan untuk mengeluarkan gas CO.
Implementasi Algoritma RSA pada Interkoneksi Jaringan IPv6 dan IPv4 dengan Mekanisme Tunneling Mode 6to4 I Dewa Gede W.; Indrarini Dyah I.; Tody Ariefianto W.
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 16, No 2 (2014): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.412 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v16i2.378

Abstract

:  Mode transisi IPv6 ke IPv4 adalah salah satu solusi untuk melakukan perubahan IPv4 ke IPv6, salah satu modenya adalah 6to4. Namun ada pertimbangan keamanan dalam menggunakan 6to4 yaitu setiap router 6to4 harus menerima dan meneruskan paket dari native IPv6 maupun dari router 6to4 lainnya. Sehingga, mode transisi IPv6 ke IPv4 yang digunakan pada jaringan public mungkin meninggalkan celah karena tidak adanya deteksi terhadap suatu serangan seperti sniffing, dan spoffing.  Dalam keamanan jaringan dikenal berbagai algoritma untuk melakukan enkripsi dan dekripsi pesan, salah satunya adalah RSA (Rivest Shamir Adleman). Algoritma RSA merupakan algoritma kriptografi asimetry, dimana kunci enkripsi tidak sama dengan kunci dekripsinya. RSA masih digunakan secara luas dalam protokol electronic commerce, dan dipercaya dalam mengamankan dengan menggunakan kunci yang cukup panjang. Dan untuk memecahkan kunci yang cukup panjang tersebut, memerlukan waktu yang cukup lama. Dalam Tugas Akhir ini dianalisa bagaimana penggunaan algoritma RSA untuk mengamankan data dan komunikasi antara client dan server pada jaringan 6to4 yang masih rentan terhadap pencurian data. Dari hasil analisa yang dilakukan, saat mengirimkan data sebesar 10 MB delay SSH server adalah 64,1172 ms sedangkan delay FTP server adalah 39,6879 ms. Namun, keamanan data teks yang dilewatkan pada SSH masih lebih baik dari FTP karena pada saat melakukan long ke server SSH, password, username, dan isi data sudah terenkripsi. berbeda halnya ketika menggunakan FTP, semua komunikasi dapat diketahui (di-sniffing) oleh attacker. Selain itu dengan adanya enkripsi dengan algoritma RSA menyebabkan utilitas CPU menjadi lebih besar yaitu 15,19355 % pada SSH server, sedangkan 1,333333 % pada FTP server (tanpa enkripsi).
SISTEM PEMANTAUAN DAN PENGENDALIAN PARAMETER LINGKUNGAN PERTUMBUHAN PADA TANAMAN HIDROPONIK William William; Hang Suharto; Harlianto Tanudjaja
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 18, No 2 (2016): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.186 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v18i2.305

Abstract

Lingkungan sebagai bagian dari kehidupan mahluk hidup memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang tanaman. Penelitian yang mempelajari tumbuh kembang tanaman terus berlangsung hingga saat ini, misalnya untuk memperoleh formulasi optimal bagi tumbuh kembang tanaman yang diterapkan pada tanaman hidroponik. Penelitian dilakukan dengan memantau, merekam dan memberikan suatu perlakuan bagi tanaman. Perancangan ini bertujuan untuk melakukan pemantauan, perekaman, dan pengendalian parameter lingkungan pertumbuhan secara otomatis, sehingga membantu penelitian mengenai tumbuh kembang tanaman. Sistem ini berkerja memantau dan mengendalikan parameter lingkungan pertumbuhan dengan sensor,  mikrokontroler, dan pengendali parameter sesuai batas yang ditentukan oleh pengguna dan merekam serta menampilkan data hasil pemantauan parameter yang telah dilakukan dengan grafik pada komputer. Berdasarkan pengujian, sistem berhasil memantau, merekam, dan mengendalikan parameter lingkungan selama sistem beroperasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DALAM PERENCANAAN JARINGAN SENSOR NIRKABEL DENGAN PEMAKAIAN DAYA TEPAT GUNA Hendrianto Husada
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 15, No 1 (2013): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.879 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v15i1.266

Abstract

Jaringan Sensor Nirkabel adalah merupakan perpaduan antara Sistem Pengontrolan Pengawasan dan Penerimaan Data (SCADA /Supervisory Control and Data Acquisition System) dengan sistem jaringan nirkabel ad hoc. Jaringan sensor nirkabel ini telah berkembang sangat pesat sekali beberapa tahun belakangan ini, karena jaringan sensor nirkabel digunakan dalam berbagai bidang. Oleh karena itu perlu perencanaan jaringan yang sesuai agar tidak terjadi penggunaan energi atau daya yang berlebihan. Dalam tulisan ini dibahas beberapa aspek pada sistem jaringan sensor nirkabel agar penggunaan energi atau daya tepat guna bisa tercapai seperti peletakan lokasi node, sinkronisasi waktu, modulasi, daya pancar, ukuran paket, teknik pengkodean kesalahan, teknik akses media, topologi jaringan, routing dan kompresi data. Kombinasi semua teknik di atas dalam merancang sebuah jaringan sensor nirkabel yang menggunakan baterai membuat setiap node mempunyai masa pakai yang lama sampai beberapa tahun tanpa perlu mengganti baterai.
Perancangan Sistem Monitoring dan Controlling Pompa Air secara Wireless Berbasis Android Regan Tanuatmadja; F.X. Sigit Wijono
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 19, No 2 (2017): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.207 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v19i2.2695

Abstract

Water pumping system at home and other places is a very important thing. The purpose of a water pumping system is to save clean water to be used for other convenient things such as drinking and washing.  Houses the place that needs the most of water pumping system. Water pumping systems are widely used today in the form of water baloons radar at a certain height point at water torrent. Along with the development of technology, water pumping systems become more controllable and practical. The design of this water pumping system uses Bluetooth and water height detection sensor. The water pumping system allows the house owners to know the height of the water in the water torrent immediately and remotely. Water detection inside the water torrent is done by installing the water detection sensor that use the infrared sensor at the water torrent. When the sensors detect a blockade or a value change at the designated level, then system will automatically send the display similar to handphone battery charges. The overall design of this system uses the CodeVision AVR and web-based AppInventor. The effective range between Bluetooth module and the Android smartphone is approximately 8 metres, because when the range is above 8 metres, the transmitting signal to relay will reduce the precision and became more unstable depending on the room situation between smartphone and the Bluetooth module. The design of this system is done by using a power supply module, water height detection module, the relay module, Bluetooth module, microcontroller module, smartphone, micro program module, and Android program module. The whole water pumping system is controlled by an Android smartphone which serves as the main system controller. Based on the test results, the entire water pumping system works properly. Each module works according to the design and perform a good water pumping system.Sistem perairan pompa dalam suatu gedung atau rumah merupakan suatu hal yang sangat penting. Tujuan sistem perairan pompa adalah untuk menampung air bersih untuk digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari minum hingga mencuci. Tempat yang paling membutuhkan air adalah rumah. Sistem pompa yang banyak digunakan saat ini yaitu berupa radar pelampung yang dipasangkan pada bagian paling atas torren air yang diisi. Sesuai dengan perkembangan teknologi, sistem pompa air menjadi lebih terkontrol dan praktis. Perancangan sistem pompa air ini menggunakan koneksi Bluetooth serta sensor pendeteksi ketinggian air. Sistem pompa air ini memungkinkan pemilik rumah secara langsung dan dalam jarak jauh dapat mengetahui pengisian torren air yang dilakukan pompa. Pendeteksian air yang diisi kedalam torren dilakukan dengan memasangkan sensor pendeteksi air yang menggunakan sensor inframerah pada torren air. Pada saat sensor mendeteksi halangan atau perubahan nilai deteksi pada level yang ditentukan, maka secara otomatis akan ditampilkan pada smartphone Android pemilik rumah dan memiliki tampilan seperti mengisi ulang batere handphone. Perancangan dari keseluruhan sistem ini menggunakan software CodeVision AVR dan web-based AppInventor. Jarak efektif antara modul Bluetooth dan smartphone Android adalah kurang lebih 8 meter, karena saat jarak ada diatas 8 meter, waktu penerimaan sinyal ke relay menjadi kurang presisi dan mulai tidak stabil tergantung dengan kondisi ruang antara smartphone dengan Bluetooth. Perancangan sistem ini dilakukan dengan menggunakan modul catu daya, modul pendeteksi ketinggian air, modul relay, modul bluetooth, modul mikrokontroler, smartphone, modul program mikro, dan modul program android. Keseluruhan sistem ini dikendalikan dengan smartphone Android yang berfungsi sebagai pengontrol utama. Berdasarkan dari hasil pengujian yang dilakukan, sistem pompa berjalan dengan baik secara keseluruhan. Setiap modul bekerja sesuai dengan awal rancangan dan menjadi sebuah sistem yang bekerja dengan baik.
Sistem Penggambar Arsiran Bangun Datar Otomatis Berbasis Android Christopher Henry Priyono; Harlianto Tanudjaja; Yohanes Calvinus
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 16, No 1 (2014): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.978 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v16i1.328

Abstract

Selain sistem operasi Windows pada komputer, Android merupakan sistem operasi yang banyak digunakan, terutama pada mobile devices. Salah satu keunggulan sistem operasi Android adalah sifatnya yang open source sehingga terbuka bagi pihak manapun yang ingin mengembangkannya. Berbagai jenis aplikasi telah banyak dibuat di atas Android platform, mulai dari entertainment, sport, finance, dan lain-lain. Meskipun demikian, penggunaan Android Devices di bidang otomasi masih dirasa kurang. Padahal cukup banyak proses yang dapat diotomatisasi dengan memanfaatkan Android, salah satunya adalah proses menggambar. Dalam tugas akhir ini dirancang suatu sistem otomasi dengan fungsi sebagai penggambar bangun datar otomatis. Gambar dibuat dengan pola arsiran yang menggunakan Android Device sebagai alat input sekaligus pengontrol proses secara wireless. Sistem ini juga menggunakan mikrokontroler sebagai alat pengendali pergerakan aktuator penggambar. Tujuan rancangan ini adalah memperkenalkan Android Device untuk mengontrol secara wireless proses penggambaran bangun datar dengan metode arsiran pada kertas berukuran A4. Modul yang dirancang meliputi program pada Android Device, program mikrokontroler, dan aktuator penggambar. Program mikrokontroler dibuat menggunakan CodeVisionAVR 2.03.4. Program Android dibuat menggunakan Eclipse IDE dengan Android plug-ins. Rancang bangun perangkat penggambar dibuat dengan ukuran 364 x 364 mm. Pengujian dilakukan dengan memberikan input gambar bangun datar melalui layar sentuh Android Device. Seluruh fitur-fitur user interactive pada program Android yang meliputi operasi move, rotate, scale, edit points, margin, add shape, next shape, previous shape, delete shape, pemilihan jenis bangun datar, generate garis arsir, dan kemiringan garis arsir berjalan dengan baik. Wireless progress monitoring system yang dibuat pada program Android berjalan dengan baik. Secara keseluruhan, sistem yang dirancang berhasil bekerja dengan baik. Program pada Android Device berhasil berinteraksi dengan user, mengirimkan perintah penggambaran garis arsir ke perangkat penggambar, dan memantau proses penggambaran serta menampilkannya kepada user. Perangkat penggambar berhasil menggambarkan garis-garis arsir yang membentuk bangun datar pada kertas dengan error terbesar 14%, yaitu pada penggambaran bangun lingkaran.
Pengendalian Jarak Jauh untuk Keamanan Pengiriman Barang Adiwirya Timotius Pujianto; Hang Suharto
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 18, No 1 (2016): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.187 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v18i1.296

Abstract

Jakarta memiliki lalu lintas pengiriman barang yang padat dikarenakan perilaku warga Jakarta yang konsumtif dalam menggunakan barang. Pengiriman barang perlu disertai dengan tingkat keamanan yang handal agar dapat menjamin kualitas barang yang dipesan hingga diterima oleh pelanggan sesuai dengan pemesanan. Sampai saat ini, pengiriman barang dapat menjadi celah bagi oknum yang tidak bertanggungjawab untuk memperoleh keuntungan yang tidak wajar. Tindakan pemalsuan yang kerap kali meresahkan akan merugikan pihak pemasok barang dan pemesan barang. Perancangan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan pengiriman barang dengan melakukan pengendalian jarak jauh untuk memantau pergerakan dari pengiriman barang. Pengalihan gembok konvensional yang lazim digunakan menjadi sistem electronic lock dapat menjadi salah satu metode untuk meningkatkan sekuritas yang dimaksud. Sistem ini bekerja menggunakan kode pengenal semacam ID dan password untuk mengakses pembukaan dari tempat menyimpan barang yang dikirim. Setiap pembukaan dari electronic lock oleh pemesan akan memberikan isyarat kepada pemasok barang sehingga diketahui pihak yang melakukan pembukaan pada tempat menyimpan barang. Sistem ini juga memungkinkan pelayanan permintaan pelanggan secara mendadak apabila stok barang didalam mobil mencukupi. Secara keseluruhan penggunaan sistem electronic lock ini mampu meningkatkan tingkat keamanan pengiriman barang yang ada sampai saat ini.
Alat Penggulung Lilitan Transformator secara Otomatis Menggunakan Remote Control Hendra Junaidi Yulianus; Tony Winata
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 15, No 1 (2013): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.92 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v15i1.319

Abstract

Proses penggulungan kawat tembaga yang selama ini dilakukan adalah manual dengan tangan memutarkan poros lilitan guna menggulungnya. Model alat penggulung lilitan transformator secara otomatis ini menggunakan remote control dengan input data dari remote control untuk menjalankannya. Data yang dikirim dan diterima secara wireless dengan pemancar dan penerima ASK (Amplitude Shift Keying).  Proses penggulungan kawat dilakukan oleh motor seketika data telah diterima oleh penerima ASK dan telah diolah terlebih dahulu oleh mikrokontroler. Laporan selesai penggulungan (menyalanya indikator LED) atau kawat putus (berbunyinya indikator buzzer) diberikan pada remote control yang kemudian tersimpan dalam memori EEPROM. (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory). Laporan data tersebut dapat dilihat sewaktu-waktu dan dapat dihapus jika tidak diinginkan lagi. Desain ini membantu proses penggulungan kawat menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Desain ini juga lebih aman bagi operator karena tidak perlu berada dekat dengan gulungan kawat tersebut. Komunikasi dua arah antara remote control dan alat penggulung dapat berjalan dengan baik sejauh 15 meter.

Page 3 of 29 | Total Record : 285