Articles
18 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 21 No. 1 (2022)"
:
18 Documents
clear
ANALISIS GERAK TARI ANOMAN RAHWANA KARYA DIDIK BAMBANG WAHYUDI
Efpry Ayu Wardhani;
Matheus Wasi Bantolo
Greget Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/grt.v21i1.4435
Tari Anoman Rahwana merupakan karya tari berupa penggalan yang diciptakan oleh Didik Bambang Wahyudi pada tahun 1987. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian, analisis gerak, dan pembentukan gerak tari Anoman Rahwana. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan data kualitatif, yang melalui tahapan pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi pustaka. Permasalahan yang ada dalam penelitian ini dibahas menggunakan landasan teori Soedarsono untuk menganalisis bentuk penyajian, sedangkan untuk analisis gerak menggunakan landasan teori Soedarsono dan pembentukan gerak menggunakan teori Doris Humphrey. Hasil analisis menunjukkan gerak tari Anoman Rahwana mengandung gerak representasi yang memiliki makna yang jelas dan gerak non representasi yang digarap untuk mendapatkan bentuk yang artistik. Formasi gerak tari Anoman Rahwana dalam pola geraknya lebih banyak mengandung rancangan garis yang berlawanan, dinamika dengan berbagai tempo yang berbeda, menggunakan ritme dan mekanisme yang fungsional, serta motivasi gerak yang diilhami oleh kehidupan sehari-hari, sebagai gerak penghubung atau transisi dan untuk membedakan pola gerak. dalam karakter tari gagah gaya Surakarta.
HOLISTIK TARI SINGO JOWO LASKAR KARYA UMI USWAHTUN KHASANAH
Novia Nur Nurul Amintamah;
Maryono Maryono
Greget Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/grt.v21i1.4440
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna yang terkandung pada Tari Singo Jowo Laskar Yudho Karya Umi Uswahtun Khasanah. Makna tari dapat diungkap dengan melihat tiga permasalahan meliputi: (1) Bagaimana Genetik Tari Singo Jowo Laskar Karya Umi Uswahtun Khasanah, (2) Bagaimana Objektif Tari Singo Jowo Laskar Yudho Karya Umi Uswahtun Khasanah, (3) Bagaimana Afektif Tari Singo Jowo Laskar Yudho Karya Umi Uswahtun Khasanah. Penelitian ini dikaji dengan pendekatan Kritik Seni Holistik yang menempatkan tiga faktor yaitu genetik, objektif, dan afektif merupakan satu kesatuan sebagai sumber terjadinya aliran makna. Penelitian yang dilakukan bersifat kualitatif dengan tehnik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, mengkaji dokumen arsip, dan perekaman. Hasil temuan penelitian berdasarkan analisis faktor genetik, objektif, dan afektif Tari Singo Jowo Laskar Yudho Karya Umi Uswahtun Khasanah dapat mengungkap makna bahwa karya tersebut berfungsi sebagai hiburan dan mengangkat nilai-nilai historis kedaerahan, nilai semangat perjuangan, nilai patriotisme dan nasionalisme yang berguna bagi generasi muda dan masyarakat.
BENTUK TARI BEDHAYA KAWUNG KARYA M.G. SUGIYARTI
Bella Twoaras Merdekawati;
Supriyanto Supriyanto
Greget Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/grt.v21i1.4436
Tari bedhaya merupakan tarian yang hidup dan tumbuh di lingkungan keraton. Bedhaya adalah salah satu bentuk tarian sakral di keraton, khususnya di Jawa. Tarian bedhaya ini dibawakan pada acara-acara resmi keraton. Tari Bedhaya adalah bentuk tarian berkelompok yang biasanya ditarikan oleh sembilan orang penari wanita. Tari Bedhaya masih dilestarikan di keraton Yogyakarta dan Surakarta. Penelitian ini mengungkap dua permasalahan yaitu bagaimana proses penciptaan tari Bedhaya Kawung dan bagaimana bentuk tari Bedhaya Kawung karya M.G. Sugiyarti. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan koreografi, metode yang digunakan adalah deskriptif analisis. Dalam membedah masalah proses penciptaan karya tari Bedhaya Kawung menggunakan teori dari B.P.H. Suryodiningrat, sedangkan untuk membedah masalah bentuk tariannya menggunakan teori R.M. Soedarsono. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penciptaan tari Bedhaya Kawung memiliki tiga tahapan, yaitu: latar belakang tari Bedhaya Kawung, ide atau gagasan, aturan penyusunan tari Bedhaya Kawung gaya Yogyakarta. Sumber gerak tari Bedhaya Kawung menggunakan gaya Yogyakarta. musik yang digunakan adalah seperangkat gamelan tala pelog, kendang dan terompet. Riasan yang digunakan cantik, sedangkan busana yang digunakan adalah rompi tanpa lengan dan motif kain dengan motif kawung. pola garap gerak tari Bedhaya Kawung yang dikembangkan sesuai dengan pola garap gerak tari.
PERMAINAN DALAM KESENIAN LAESAN ANAK DI DESA BAJOMULYO KABUPATEN PATI
Ade Nusri Fitria Wardhani;
Joko Aswoyo
Greget Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/grt.v21i1.4441
Penelitian ini berusaha untuk mendeskripsikan serta menjelaskan mengenai pentingnya mengenal permainan dalam sebuah pertunjukan kesenian laesan anak dan unsur-unsur yang ada dalam pertunjukannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analisis yang menekankan pada observasi lapangan dengan menggali informasi dan gambaran sesuai fakta dan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi pustaka dan studi dokumen. Hasil penelitian menganalisis permainan dalam sebuah pertunjukan yang menggunakan teori dari Johan Huizinga dan Desmita ini, dapat membedah setiap unsur masing-masing permainan yang meliputi : gerak tari, syair lagu masing-masing permainan, dan properti yang digunakan.
BENTUK TARI MALOKA SARAGA KARYA IKA FEBRIANI LAKSANANINGTYAS
Kornelisa Eka Timesa;
Dwiyasmono Dwiyasmono
Greget Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/grt.v21i1.4437
Tari Maloka Saraga merupakan tari kelompok, yang ditarikan oleh delapan penari perempuan. Penelitian ini menjelaskan dan mendeskripsikan bentuk pada tari Maloka Saraga karya Ika Febriani Laksananingtyas dan proses kreativitas Ika Febriani Laksananingtyas. Untuk menganalisis bentuk Tari Maloka Saraga, peneliti menggunakan konsep dari Sumandyo Hadi yang didalamnya mengungkap aspek-aspek dasar koreografi kelompok (2003) meliputi (1) diskripsi tari; (2) judul tari; (3) tema tari; (4) gerak tari yang terdiri darimotif gerak, gerak repetisi atau pengulangan, dan gerak perpindahan; (5) musik tari; (6) mode atau cara penyajian; (7) penari; (8) tata cahaya; (9) rias dan kostum tari; (10) properti dan perlengkapan. Untuk mengungkap proses kreativitas Ika Febriani Laksananingtyas yaitu menggunakan teori dari Rhodes yang dikutip oleh Utami Munandar dalam bukunya Kreativitas dan Keberbakatan yang di dalamnnya terdapat empat unsur yaitu person, press, proscess, dan product. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tari Maloka Saraga merupakan hasil kreativitas Ika Febriani Laksananingtyas. Bentuk koreografi tari Maloka Saraga tidak terlepas dari elemen-elemen pembentuk yang saling berkaitan seperti penari, gerak, rias dan busana, musik, dan tata visual. Proses kreativitas tari Maloka Saraga ini didukung oleh kemampuan kesenimanannya yang memiliki bakat seni, pengalaman dalam berkesenian, kepekaan estetik, kemantapan profesi, dan produktif.
PROSES PENCIPTAAN TARI RAJO MEDDAL DI KABUPATEN LAMPUNG UTARA
Febry Tamilia Nastiti;
Syahrial Syahrial
Greget Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/grt.v21i1.4442
Penelitian ini mengungkap beberapa permasalahan diantaranya mengenai bentuk tari Rajo Meddal dan proses kreatif penciptaan tari Rajo Meddal. Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan tahap pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Teknik analisis data meliputi reduksi data, sajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori bentuk oleh Suzanne K. Langer dan untuk menguraikan aspek-aspek di dalam bentuk menggunakan teori Y. Sumandiyo Hadi, kemudian teori penciptaan oleh F.X. Widaryanto serta teori mengenai faktor yang mempengaruhi proses penciptaan oleh Alma Hawkins. Hasil penelitian menunjukan bahwa tari Rajo Meddal merupakan tari kreasi berjenis kelompok yang diciptakan tahun 2019, dan terinspirasi dari legenda rato nago. Bentuk tari Rajo Meddal terdiri dari struktur tari, dan elemen-elemen penyusun tarinya. Proses penciptaan tari Rajo Meddal meliputi tahap eksplorasi yaitu proses berfikir dan berimajinasi serta pencarian gerak berdasarkan gerak tari tradisi, tahap improvisasi yaitu proses pencarian gerak atau mencari gerak-gerak baru, dan tahap komposisi yaitu proses penggabungan gerak menjadi gerak tari yang utuh. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses penciptaan meliputi faktor interanal dan faktor eksternal.
GARAP TARI SANG KARTINI KARYA RAJENDRO SUMARJONO DI KABUPATEN REMBANG
Anita Anita;
Soemaryatmi Soemaryatmi
Greget Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/grt.v21i1.4438
Tari Kartini Kabupaten Rembang merupakan karya Rajendro Sumarjono untuk mengikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMP Kabupaten Rembang tahun 2011. Kemudian pada tahun 2014 Tari Sang Kartin diminta oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Rembang dan Dinas Pariwisata yang akan dilaksanakan secara rutin pada tanggal 20 April dalam rangka memperingati HUT RA Kartini di Pendopo Kabupaten Rembang. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana bentuk tari Sang Kartini, (2) bagaimana cara kerja tari Sang Kartini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, melalui tahapan observasi, studi pustaka dan wawancara. Mengungkap bentuk karya tari Sang Kartini, menggunakan teori Slamet MD yang membahas tentang unsur-unsur pembentuk tari yang meliputi gerak, ritme, ekspresi atau perasaan, kostum, panggung, dan penari. Sedangkan untuk mengungkap karya tari menggunakan teori Rahayu Supanggah meliputi unsur-unsur kerja seperti bahan kerja atau wilayah kerja, penggarap, sarana kerja, perlengkapan atau alat kerja, penentu kerja, dan pertimbangan kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tari Kartini merupakan tarian berkelompok yang dibawakan oleh 5 orang penari wanita. Struktur karya terdiri dari 3 bagian yang menggambarkan suasana kesedihan dan semangat juang. Musik pengiringnya merupakan jenis musik pentatonik sebagai pembangun suasana dan sebagai penguat gerak. Karya gerak yang digunakan mengacu pada tari Putri Gaya Surakarta yang dikembangkan dari segi volume, ritme dan tekanan. Sedangkan harta berupa kain merah yang dieksplorasi melambangkan semangat RA yang membara. Kartini. Karya tari ini dibawakan oleh penari wanita dengan postur tubuh yang sama dan dominan dibawakan dengan teknik gerakan kompak yang bertujuan menghadirkan semangat perjuangan. Unsur-unsur dalam karya tari ini dirajut dalam satu alur yang saling terkait yang menggambarkan perjuangan emansipasi perempuan.
PROSES MELANIA MENCIPTAKAN TARI DOLALAK LENTERA JAWA DUA
Anggella Noviana;
Ni Nyoman Yuliarmaherni
Greget Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/grt.v21i1.4443
Tari Dolalak lentera Jawa Dua merupakan hasil karya tari dari Melania sinaring Putri pada tahun 2014. Karya tari diciptakan sebagai bentuk pesanan dari pemerintah kabupaten Purworejo. Prose penciptaan tari Dolalak Lentera Jawa Dua berpijak pada gaya tari Dolalak tradisi Purworejo yaitu Dolalak Mlaranan, Dolalak Pesisiran dan Dolalak Kalingesingan. teori yang digunakan untuk membahas bentuk sajian berupa elemen-elemen tari menggunakan teori Y. Sumandiyo Hadi, sedangkan untuk membahasa proses penciptaan tari Dolalak Lentera Jawa Dua menggunakan Dharsono Sony Kartika, yaitu pribadi, pendorong, proses, dan produk. Hasil penelitan tari Dolalak Lentera Jawa Dua bentuk tari kreasi kelompok. Penggabungan ketiga gaya tari Dolalak tradisi pada saat proses penciptaan tari yang dilakukan Melania, Dengan adanya perubahan gerak seperti tempo dan level, kostum menghasilkan kesan karakter penari gagah, lincah dan tegas didukung penari bergerak dengan energik dan feminim.
TARI KASETYANING JATI: PENCIPTAAN KARYA TARI DALAM MASA PANDEMI
Rambat Yulianingsih
Greget Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/grt.v21i1.4439
Penelitian ini mengungkap dan mengidentifikasi estetika atau keindahan Tari Kasetyaning Jati dengan titik perhatian pada ide Penciptaan, unsur-unsur tari dan bentuk hubungan sebagai pembentuk keindahan tari. Dalam masa Pandemi, pengkarya berusaha untuk tetap mencipta, berkarya dengan segala bentuk keterbatasan. Dengan sebuah sudut pandang pada pertunjukan-pertunjukan tari pada satu bentuk penciptaan dengan melakukan eksperimen, pencarian dan pengolahan gagasan tanpa meninggalkan spirit tubuh sebagai esensi dari seni tari. Bukan lagi terpaku pada pembuatan kolase teknik dalam membangun imaji yang akan dihasilkan di sebuah pertunjukan tari dengan meninggalkan fungsinya bagi masyarakat luas. Oleh karena itu dipaparkan tokoh yang dipandang bisa mewakili dan menjadi wadah terhadap ide dan gagasan. Yaitu sosok Dewi Sinta yang menjalani berbagai cobaan dan godaan untuk membuktikan kesetiaannya kepada Sri Rama. Analisis estetik ini juga didasarkan pada konsep estetik kepenarian tari tradisi Jawa gaya Surakarta dan Mangkunegaran, baik teknik maupun rasa sebagai koridornya.
ANALISIS GERAK TARI ANOMAN RAHWANA KARYA DIDIK BAMBANG WAHYUDI
Wardhani, Efpry Ayu;
Bantolo, Matheus Wasi
Greget: Jurnal Kreativitas dan Studi Tari Vol. 21 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/grt.v21i1.4435
Tari Anoman Rahwana merupakan karya tari berupa penggalan yang diciptakan oleh Didik Bambang Wahyudi pada tahun 1987. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian, analisis gerak, dan pembentukan gerak tari Anoman Rahwana. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan data kualitatif, yang melalui tahapan pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi pustaka. Permasalahan yang ada dalam penelitian ini dibahas menggunakan landasan teori Soedarsono untuk menganalisis bentuk penyajian, sedangkan untuk analisis gerak menggunakan landasan teori Soedarsono dan pembentukan gerak menggunakan teori Doris Humphrey. Hasil analisis menunjukkan gerak tari Anoman Rahwana mengandung gerak representasi yang memiliki makna yang jelas dan gerak non representasi yang digarap untuk mendapatkan bentuk yang artistik. Formasi gerak tari Anoman Rahwana dalam pola geraknya lebih banyak mengandung rancangan garis yang berlawanan, dinamika dengan berbagai tempo yang berbeda, menggunakan ritme dan mekanisme yang fungsional, serta motivasi gerak yang diilhami oleh kehidupan sehari-hari, sebagai gerak penghubung atau transisi dan untuk membedakan pola gerak. dalam karakter tari gagah gaya Surakarta.