cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ornamen@isi-ska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Ornamen Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya
ISSN : 16937724     EISSN : 2685614X     DOI : 10.33153
Core Subject : Humanities, Art,
Art craft journal contains scientific articles on the results of research on the art of craft and the creation of craft art within the scope of Indonesian culture. The substance presented is in the form of a mission to preserve the cultural values of the archipelago as well as the development of concepts and aesthetics, along with the development of the complexity and dynamics of people's lives. The critical approach method in an interdisciplinary scientific perspective can open the widest possible opportunity for scholars, researchers, and stakeholders to work together in advancing a dignified national culture in the midst of global competition. ORNAMENTS art craft journals are published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 20 No. 1 (2023)" : 12 Documents clear
Kajian Visual Motif Batik Pada Gitar Produksi Batiksoul Febiola, Vincentia Yohanna; Prabowo, Rahayu Adi
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Latar belakang penciptaan batik pada gitar produksi Batiksoul; 2) Proses pembuatan batik pada gitar produksi Batiksoul; 3) Bentuk motif batik pada gitar produksi Batiksoul. Lokasi penelitian berada di Rumah produksi Batiksoul Jl. Guntur 19, RT 05 / RW 07, Ngenden, Banaran, Sukoharjo. Data penelitian diperoleh melalui teknik pengumpulan data yang diperoleh yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan alur pengumpulan data, reduksi data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Analisis visual motif batik pada gitar produksi Batiksoul menggunakan pendekatan estetika. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Profil dan sejarah singkat Batiksoul. 2) Faktor yang mempengaruhi penciptaaan batik pada gitar. 3) Motif batik produksi Batiksoul dan pembuatan batik pada gitar produksi Batiksoul serta strategi pemasaran. 4) Bentuk visual motif batik pada gitar berupa motif Ikan Koi, motif Merak Manis, motif Cendrawasih Banyu Biru dan motif Kupu-kupu. Bentuk visual motif pada gitar produksi Batiksoul terdiri dari motif utama dan motif pendukung serta isen-isen dengan menerapkan konsep memproduksi secara terbatas atau limited quality tiap motif. Motif batik pada gitar produksi Batiksoul merupakan gubahan atau kombinasi dari motif tradisi dan motif kreasi baru yang memiliki nilai estetik. Motif batik pada gitar produksi Batiksoul secara keseluruhan mengandung tiga aspek keindahan mendasar yaitu wujud atau rupa suatu karya, bobot atau isi yang ingin disampaikan dan penampilan atau penyajian yang ditampilkan dalam karya.
Perancangan Motif Batik Tulis Dengan Inspirasi Visual Biota Laut Penyu Paramita, Amanda Ayu; Dartono, Felix Ari
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4987

Abstract

Latar belakang perancangan motif dengan inspirasi visual biota laut penyu berdasarkan dari rusaknya habitat penyu yang berakibat terancamnya populasi penyu di Indonesia dengan teknik batik tulis dan teknik pewarnaan kelengan. Metode pendekatan yang digunakan yaitu penciptaan S.P Gustami bahwasannya proses penciptaan suatu karya seni terdapat tiga tahapan yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan yang kemudian dikembangkan dengan beberapa pertimbangan dari berbagai aspek meliputi aspek material, aspek teknik, aspek estetika, dan diteruskan dalam bentuk 6 sketsa alternatif) dan tahap perwujudan (mewujudkan 3 sketsa alternatif ke dalam bentuk karya). Hasil perancangan desain ini dilakukan dengan mengolah visual penyu menjadi sebuah motif dengan berbagai karakter. Penggambaran visual desain berbeda-beda berdasarkan habitat penyu yang berada di dua alam. Desain dibuat dengan pola panel dan tetap memperlihatkan garis besar habitat penyu. Teknik perancangan ini menggunakan batik tulis serta teknik pewarnaan kelengan yang hanya menggunakan satu warna saja sehingga desain yang ditampilkan lebih menonjol.
Nilai Estetis Adi Busana Macan Cacah Karya Perancang Akademisi Kharisma Yogi Hajja, Syarifah Nur; Rizqino, Quintanova
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.5105

Abstract

Haute couture atau Adi Busana adalah busana yang diciptakan hanya satu kali dan tidak untuk produksi masal. Sehingga penggunanya merasa istimewa terhadap busana tersebut ketika memakainya. Rancangan busana Macan Cacah ini terinspirasi dari ikon atau ciri khas yang ada di kota tempat tinggal Kharisma Yogi sebagai perancang. Kepala harimau atau yang sering kita kenal dengan Reog Ponorogo. Bentuk baju yang diambil menerapkan teknik sustainable atau ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, penulis meyakini bahwa metode penelitian ini bisa berguna untuk membantu penulis untuk membedah nilai estetis pada karya Adi Busana Macan Cacah. Peracangan karya Adi Busana Macan Cacah ini menghasilkan sebuah busana yang mengandung nilai-nilai estetis. Nilai estetis tersebut dihasilkan dari penafsiran atas simbol-simbol keindahan yang ada di dalam busana Macan Cacah.
Kajian Batik Wayang Beber Lakon Sultan Ageng Tirtayasa Di Batik Mahkota Laweyan Saputro, Andi Dwi; Handayani, Sarah Rum
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4981

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya dengan berbagai hal, mulai dari sumber daya alam, budaya, hingga sejarah pembentukannya, salah satu budaya yang menjadi ciri khas bangsa adalah batik. Batik sudah ada sejak lama di Indonesia dan di Indonesia juga memiliki wayang beber yang menjadi warisan budaya yang sama lamanya dengan batik. Namun perkembangan keduanya kini lama kelamaan sudah mulai digerus zaman. Berdasarkan itulah, Batik Mahkota Laweyan mulai melakukan aktivitas dengan tujuan konservasi budaya dan sejarah dengan melalui aspek kesenian kriya tekstil, yaitu batik wayang beber lakon Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang pembuatan batik wayang beber, prinsip estetika wayang beber yang diterapkan pada batik, dan dampak batik wayang beber terhadap masyarakat sekitar Laweyan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pedekatan naturalistik untuk mencari dan menemukan pengertian atau pemahaman tentang fenomena dalam suatu latar yang berkonteks khusus. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan beberapa hal: (1) Latar belakang pembuatan batik wayang beber lakon Sultan Ageng Tirtayasa; (2) Prinsip estetika wayang beber yang diterapkan dalam pembuatan batik; (3) Dampak batik wayang beber di Batik Mahkota Laweyan dapat dibagi dalam tiga jenis, yaitu daya penyadar, daya pembelajar, dan daya pesona.
Estetika Ergonomi Seni Perabot Keris Gagrak Yogyakarta Setiadi, Amos; Kusumatatwa, Ismara
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4986

Abstract

Produk perabot keris dari segi tampilan, warna, purnarupa (finishing), model (style), dan bahan (material) yang digunakan menentukan segi kenyamanan (comfort), estetika (aesthetic), kekuatan (structure) dan ukuran (standard). Standar ukuran perabot keris berpengaruh secara langsung terhadap kenyamanan pemakai. Studi ini menggunakan metode kuantitatif. Data ukuran perabot keris Jawa dibahas berdasar standar ukuran tangan orang dewasa. Hasil studi sebagai masukan bagi praktisi mranggi (perajin warangka keris). Kesimpulannya yaitu desain perabot keris yang standar membutuhkan berbagai variabel berdasarkan tingkat kenyamanan bagi pemakai. Desain perabot keris yang tidak memenuhi standar ukuran dan dimensi antropometri pemakai dapat dikatakan kurang berhasil dari aspek desain ergonomi. Akibatnya adalah akan menimbulkan ketidaknyamanan secara fisik bagi pengguna.  
Kajian Kostum Solo Batik Carnival (SBC) 2019 Dengan Pendekatan Antropologi Seni Setiyono, Nurul Fajar; ., Setyawan
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4980

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana pementasan Solo Batik Carnival ditinjau dari segi antropologis untuk refleksi para pihak yang terlibat dalam pertunjukan seni tersebut baik dari segi design yang terkandung dalam busana batik, bahan yang dipakai, dan mendeskripsikan performa yang dipakai dalam busana batik. Penelitian ini dilakukan di Kota Surakarta. Khususnya pada persiapan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan Batik Solo Carnival (SBC) tahun 2019. Metode pengambilan data menggunakan metode observasi, In Depth Interview, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pagelaran Temuan dari penelitian ini adalah (1) Desain yang dilandasi semangat mengeksplorasi ide, gagas, bahan, dan teknik, dapat menghasilkan rasa estetis yang  mengekspresikan dan memberikan kesan kemegahan, mewah, glamour, dan kemeriahan. (2) Bahan batik merupakan pusaka warisan leluhur yang telah mengalami percanggihan yang luar biasa khususnya batik Jawa memiliki corak ragam hias paling kaya, teknik pewarnaan paling berkembang, dan teknis pembuatan paling sempurna dibandingkan batik dari daerah lainSebagai (3) Performa Solo Batik Carnival 2019 bukan hanya ajang kemeriahan karnaval tetapi juga sebagai alat dalam mengenalkan kebudayaan dari masing-masing negara ASEAN.
Kajian Visual Motif Batik Pada Gitar Produksi Batiksoul Febiola, Vincentia Yohanna; Prabowo, Rahayu Adi
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Latar belakang penciptaan batik pada gitar produksi Batiksoul; 2) Proses pembuatan batik pada gitar produksi Batiksoul; 3) Bentuk motif batik pada gitar produksi Batiksoul. Lokasi penelitian berada di Rumah produksi Batiksoul Jl. Guntur 19, RT 05 / RW 07, Ngenden, Banaran, Sukoharjo. Data penelitian diperoleh melalui teknik pengumpulan data yang diperoleh yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan alur pengumpulan data, reduksi data, analisis data dan penarikan kesimpulan. Analisis visual motif batik pada gitar produksi Batiksoul menggunakan pendekatan estetika. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Profil dan sejarah singkat Batiksoul. 2) Faktor yang mempengaruhi penciptaaan batik pada gitar. 3) Motif batik produksi Batiksoul dan pembuatan batik pada gitar produksi Batiksoul serta strategi pemasaran. 4) Bentuk visual motif batik pada gitar berupa motif Ikan Koi, motif Merak Manis, motif Cendrawasih Banyu Biru dan motif Kupu-kupu. Bentuk visual motif pada gitar produksi Batiksoul terdiri dari motif utama dan motif pendukung serta isen-isen dengan menerapkan konsep memproduksi secara terbatas atau limited quality tiap motif. Motif batik pada gitar produksi Batiksoul merupakan gubahan atau kombinasi dari motif tradisi dan motif kreasi baru yang memiliki nilai estetik. Motif batik pada gitar produksi Batiksoul secara keseluruhan mengandung tiga aspek keindahan mendasar yaitu wujud atau rupa suatu karya, bobot atau isi yang ingin disampaikan dan penampilan atau penyajian yang ditampilkan dalam karya.
Kajian Kostum Solo Batik Carnival (SBC) 2019 Dengan Pendekatan Antropologi Seni Setiyono, Nurul Fajar; ., Setyawan
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4980

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana pementasan Solo Batik Carnival ditinjau dari segi antropologis untuk refleksi para pihak yang terlibat dalam pertunjukan seni tersebut baik dari segi design yang terkandung dalam busana batik, bahan yang dipakai, dan mendeskripsikan performa yang dipakai dalam busana batik. Penelitian ini dilakukan di Kota Surakarta. Khususnya pada persiapan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan Batik Solo Carnival (SBC) tahun 2019. Metode pengambilan data menggunakan metode observasi, In Depth Interview, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pagelaran Temuan dari penelitian ini adalah (1) Desain yang dilandasi semangat mengeksplorasi ide, gagas, bahan, dan teknik, dapat menghasilkan rasa estetis yang  mengekspresikan dan memberikan kesan kemegahan, mewah, glamour, dan kemeriahan. (2) Bahan batik merupakan pusaka warisan leluhur yang telah mengalami percanggihan yang luar biasa khususnya batik Jawa memiliki corak ragam hias paling kaya, teknik pewarnaan paling berkembang, dan teknis pembuatan paling sempurna dibandingkan batik dari daerah lainSebagai (3) Performa Solo Batik Carnival 2019 bukan hanya ajang kemeriahan karnaval tetapi juga sebagai alat dalam mengenalkan kebudayaan dari masing-masing negara ASEAN.
Kajian Batik Wayang Beber Lakon Sultan Ageng Tirtayasa Di Batik Mahkota Laweyan Saputro, Andi Dwi; Handayani, Sarah Rum
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4981

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya dengan berbagai hal, mulai dari sumber daya alam, budaya, hingga sejarah pembentukannya, salah satu budaya yang menjadi ciri khas bangsa adalah batik. Batik sudah ada sejak lama di Indonesia dan di Indonesia juga memiliki wayang beber yang menjadi warisan budaya yang sama lamanya dengan batik. Namun perkembangan keduanya kini lama kelamaan sudah mulai digerus zaman. Berdasarkan itulah, Batik Mahkota Laweyan mulai melakukan aktivitas dengan tujuan konservasi budaya dan sejarah dengan melalui aspek kesenian kriya tekstil, yaitu batik wayang beber lakon Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang pembuatan batik wayang beber, prinsip estetika wayang beber yang diterapkan pada batik, dan dampak batik wayang beber terhadap masyarakat sekitar Laweyan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pedekatan naturalistik untuk mencari dan menemukan pengertian atau pemahaman tentang fenomena dalam suatu latar yang berkonteks khusus. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan beberapa hal: (1) Latar belakang pembuatan batik wayang beber lakon Sultan Ageng Tirtayasa; (2) Prinsip estetika wayang beber yang diterapkan dalam pembuatan batik; (3) Dampak batik wayang beber di Batik Mahkota Laweyan dapat dibagi dalam tiga jenis, yaitu daya penyadar, daya pembelajar, dan daya pesona.
Estetika Ergonomi Seni Perabot Keris Gagrak Yogyakarta Setiadi, Amos; Kusumatatwa, Ismara
Ornamen Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v20i1.4986

Abstract

Produk perabot keris dari segi tampilan, warna, purnarupa (finishing), model (style), dan bahan (material) yang digunakan menentukan segi kenyamanan (comfort), estetika (aesthetic), kekuatan (structure) dan ukuran (standard). Standar ukuran perabot keris berpengaruh secara langsung terhadap kenyamanan pemakai. Studi ini menggunakan metode kuantitatif. Data ukuran perabot keris Jawa dibahas berdasar standar ukuran tangan orang dewasa. Hasil studi sebagai masukan bagi praktisi mranggi (perajin warangka keris). Kesimpulannya yaitu desain perabot keris yang standar membutuhkan berbagai variabel berdasarkan tingkat kenyamanan bagi pemakai. Desain perabot keris yang tidak memenuhi standar ukuran dan dimensi antropometri pemakai dapat dikatakan kurang berhasil dari aspek desain ergonomi. Akibatnya adalah akan menimbulkan ketidaknyamanan secara fisik bagi pengguna.  

Page 1 of 2 | Total Record : 12