Ornamen Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya
Art craft journal contains scientific articles on the results of research on the art of craft and the creation of craft art within the scope of Indonesian culture. The substance presented is in the form of a mission to preserve the cultural values of the archipelago as well as the development of concepts and aesthetics, along with the development of the complexity and dynamics of people's lives. The critical approach method in an interdisciplinary scientific perspective can open the widest possible opportunity for scholars, researchers, and stakeholders to work together in advancing a dignified national culture in the midst of global competition. ORNAMENTS art craft journals are published twice a year.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 20 No. 2 (2023)"
:
14 Documents
clear
Motif Kangkung Setingkes Di Godho Batik Banyuwangi
Apsari, Agastia Kartika;
Kusmadi, Kusmadi
Ornamen Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/ornamen.v20i2.5277
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sejarah batik Banyuwangi, latar belakang munculnya motif Kangkung Setingkes, dan estetika motif Kangkung Setingkes di Godho Batik Banyuwangi. Penelitan ini merupakan penelitian deskriptif dengan data kualitatif. Data diperoleh dari metode observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, penulis dapat mengambil kesimpulan: Motif Kangkung Setingkes di Godho Batik secara keseluruhan memiliki karakteristik yang kuat, baik dari tema, warna, dan bentuk dilihat dari aspek estetika kesatuan, kerumitan, dan kesungguhan. Ada enam jenis motif Kangkung Setingkes yang diproduksi oleh Godho Batik yaitu (1) Motif Kangkung Setingkes Latar Totogan. (2) Motif Kangkung Setingkes latar Moto Pitik. (3) Motif Kangkung Setingkes latar Galaran. (4) Motif Kangkung Setingkes latar Padas Gempal. (5) Motif Kangkung Setingkes latar Beras Kutah. (6) Motif Kangkung Setingkes latar Gedegan.
Perancangan Makrame Pada Objek Rak Display
Purnamasari, Siti Wahyu;
Affanti, Tiwi Bina
Ornamen Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/ornamen.v20i2.5424
Perancangan ini membahas tentang rak display yang menggunakan teknik makrame sebagai elemen utamanya. Makrame adalah seni merajut atau mengikat tali yang telah lama ada dan dikenal di berbagai budaya di seluruh dunia. Teknik makrame diterapkan dalam konteks desain rak display yang fungsional dan estetis. Rak display digunakan sebagai tempat penyimpanan berbagai barang seperti buku, barang dekoratif, atau koleksi pribadi lainnya. Desain ini juga menawarkan estetika yang menarik dan memberikan sentuhan unik pada ruangan. Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode penciptaan oleh Gustami, di mana proses penciptaan secara metodologis terbagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu eksplorasi (perancangan ide, konsep, dan landasan), perancangan (rancangan desain karya), dan perwujudan (pembuatan karya). Perancangan ini memberikan kontribusi dalam menggabungkan seni tradisional seperti teknik makrame dengan desain modern yang fungsional. Dessain rak display dengan teknik makrame ini diharapkan dapat memperkaya ruang hidup pengguna dengan elemen dekoratif yang menarik dan dapat digunakan secara praktis.
Pemanfaatan Celana Jeans Bekas Sebagai Material Utama Perancangan Blazer Teknik Ikat Celup
Herawati, Putri Siswi;
Santoso, Ratna Endah
Ornamen Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/ornamen.v20i2.5425
Perancangan ini berdasarkan dari peminat jeans di Indonesia yang terbilang cukup banyak menyebabkan produksi jeans di Indonesia meningkat dan menghasilkan celana jeans bekas menumpuk, menurut survei GT-NEXUS Indonesia menyumbang konsumsi celana jeans sebesar 31% di dunia, bertujuan untuk memanfaatkan celana jeans bekas dengan kondisi berbeda-beda diubah menjadi outerwear wanita yang fungsional berupa blazer dikombinasikan dengan teknik ikat celup jelujur sehingga dapat mengurangi penumpukan celana jeans bekas tidak terpakai serta memperpanjang masa kain. Metode pendekatan perancangan ini menggunakan metode penciptaan karya seni menurut SP. Gustami, yang mengemukakan 3 tahap 6 langkah dalam proses berkarya. Ketiga tahap tersebut adalah tahap eksplorasi (pengumpulan data perancangan ide dan landasan penciptaan), perancangan (pembuatan desain karya), terakhir perwujudan (pembuatan karya). Desain blazer pada perancangan ini dibuat dengan bentuk asimetri dikombinasikan dengan teknik ikat celup yang diletakkan pada bagian depan, lengan dan belakang blazer dengan bentuk motif, warna dan potongan berbeda.
Perancangan Batik Tulis Inspirasi Keindahan Hutan Rimba Kalimantan Untuk Tekstil Pakaian
Aisyi, Dalal Hibatul;
Santoso, Ratna Endah
Ornamen Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/ornamen.v20i2.5460
Batik dikenal sebagai salah satu warisan budaya yang melambangkan kekayaan tradisi Indonesia, khususnya di pulau Jawa. Batik merujuk pada kerajinan tangan sebagai hasil pewarnaan, secara perintangan menggunakan lilin batik panas sebagai perintang warna, dengan alat utama pelekat lilin batik berupa canting tulis dan atau canting cap untuk membentuk motif tertentu. Pada perancangan ini, penulis ingin merancang motif batik dengan inspirasi Hutan Kalimantan. Hutan merupakan paru-paru dunia, banyak flora yang harus banyak dikenal serta dilestarikan, karena banyak pohon menjadi salah satu sumber oksigen. Kerusakan yang terjadi pada hutan kita adalah berkurangnya luasan area hutan karena kerusakan ekosistem ditambah juga penggundulan dan alih fungsi lahan. Melestarikan hutan berarti kita melestarikan lingkungan hidup, karena dengan menyelamatkan hutan kita juga menyelamatkan semua komponen kehidupan. Batik tulis dengan corak Hutan Kalimantan adalah perancangan baru yang akan berbeda dari jenis motif yang ada dipasaran. Batik tulis dipilih dalam pembuatan karya ini karena memiliki nilai seni tinggi dengan tujuan agar tetap dapat melestarika budaya Indonesia. sesuai dengan pendekatan desain teori Gustami mengenai penciptaan karya ini mempertimbangkan dengan baik aspek nilai seni berupa material, keamanan, estetik, dan proses yang di visualisasikan di atas kain sutra viscose.
Melati Sebagai Sumber Ide Penciptaan Motif Batik Pada Kain Panjang
Utami, Nanda Putri;
Prabowo, Rahayu Adi
Ornamen Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/ornamen.v20i2.5486
Melati Sebagai Sumber Ide Penciptaan Motif Batik Pada Kain Panjang, merupakan sebuah karya yang terinspirasi dari bunga melati sebagai motif pada kain panjang dengan teknik batik. Tujuan dari kekaryaan ini yaitu, menciptakan motif melati pada kain panjang menggunakan teknik batik. Penciptaan karya ini dilakukan menggunakan teori SP Gustami yaitu metode “tiga tahap enam langkah penciptaan karya seni kriya”. Proses penciptaan karya dimulai dari tahap eksplorasi yaitu dengan melakukan pengamatan pada bunga melati, dilanjutkan pada tahap perancangan alternatif desain untuk dipilih sebagai motif hias yang diaplikasikan pada kain panjang. Berikutnya merupakan teknik perwujudan dalam penciptaan karya ini menggunakan teknik batik. Proses perwujudan karya diawali dengan proses nyorek (memindahkan motif pada kain), proses mencanting, proses pewarnaan, dan proses melorod (menghilangkan malam). Karya ini menghasilkan lima karya kain panjang dengan judul; Ranti, Lituhayu, Padma, Menur, dan Rukmasara. Penciptaan karya ini menghasilkan karya kain panjang dengan motif bunga melati. Dengan terciptanya karya kain panjang yang mengangkat keindahan batik motif bunga melati diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat mengenai penggunaan bahan alami pada pembuatan sebuah karya dapat juga menjadi sebuah karya yang menarik.
Motif Wayang Beber Gaya Pacitan Pada Tas Wanita Berbahan Kulit Dan Tapestry
Sabina, Nisma Inas;
Ahmadi, Agus
Ornamen Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/ornamen.v20i2.5487
Motif Wayang Beber Gaya Pacitan Pada Tas Wanita Berbahan Kulit dan Tapestry, merupakan sebuah karya yang terispirasi dari motif Wayang Beber pada karya Wayang Beber dan pertunjukannya. Tujuan dari kekaryaan ini yaitu mensosialisasikan visual Wayang Beber Pacitan dengan cara menerapkan motif Wayang Beber Pacitan ke dalam karya tas. Landasan penciptaan karya ini mengacu pada 3 unsur estetika modern milik Monroe Beardsley yaitu; kesatuan, kerumitan, dan kesungguhan. Penciptaan karya ini dilakukan menggunakan teori SP Gustami yaitu metode “tiga tahap enam langkah penciptaan karya seni kriya”. Proses penciptaan karya dimulai dari tahap eksplorasi yaitu dengan melakukan pengamatan pada Wayang Beber, dilanjutkan tahap perancangan alternatif desain untuk dipilih sebagai motif hias yang diaplikasikan pada tas wanita dengan tapestry. Berikutnya merupakan teknik perwujudan penciptaan karya ini menggunakan teknik tatah sungging. Proses perwujudan karya diawali dengan proses pembuatan pola tas, pemotongan bahan, pemindahan motif hias pada pola tas, memahat kulit sesuai dengan motif, penyunggingan, proses pembuatan tapestry, menipiskan kulit, merakit pola tas, menjahit pola, pewarnaan tas, dan finishing. Penciptaan karya ini menghasilkan 2 tas wanita dengan judul; Sekartaji dan Naladerma. Dengan terciptanya karya tas wanita yang mengangkat Wayang Beber diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat mengenai Wayang Beber pada sebuah karya dapat juga diaplikasikan menjadi sebuah karya fungsional yang menarik.
Paduan Teknik Batik dan Tie Dye Untuk Motif Pada Busana Wanita
Rahmawati, Dwi;
Sarwono, Sarwono
Ornamen Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/ornamen.v20i2.5606
Perancangan motif pada busana wanita dengan memadukan teknik batik dan tie dye dilatarbelakangi dari hasil observasi yang dilakukan oleh penulis di Pasar Klewer, Solo. Observasi juga dilakukan melalui media sosial dan marketplace dan belum ada produk busana wanita dengan motif teknik batik dan tie dye. Perancangan produk fesyen ini menerapkan metode pendekatan perancangan seni menurut SP. Gustami yang mengemukakan 3 tahap 6 langkah dalam proses berkarya. Ketiga tahap tersebut adalah tahap eksplorasi (perancangan ide, konsep, dan landasan penciptaan), perancangan (rancangan desain karya), dan perwujudan (pembuatan karya). Hasil akhir dari artikel ini adalah dua buah busana wanita dengan motif yang menggabungkan teknik batik dan tie dye. Busana wanita tersebut untuk acara formal pada wanita umur 20 - 30 tahun. Perancangan ini sebagai salah satu partisipasi penulis dalam melestarikan batik yakni dengan mengembangkan ide dari motif klasik.
Motif Kangkung Setingkes Di Godho Batik Banyuwangi
Apsari, Agastia Kartika;
Kusmadi, Kusmadi
Ornamen Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/ornamen.v20i2.5277
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sejarah batik Banyuwangi, latar belakang munculnya motif Kangkung Setingkes, dan estetika motif Kangkung Setingkes di Godho Batik Banyuwangi. Penelitan ini merupakan penelitian deskriptif dengan data kualitatif. Data diperoleh dari metode observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, penulis dapat mengambil kesimpulan: Motif Kangkung Setingkes di Godho Batik secara keseluruhan memiliki karakteristik yang kuat, baik dari tema, warna, dan bentuk dilihat dari aspek estetika kesatuan, kerumitan, dan kesungguhan. Ada enam jenis motif Kangkung Setingkes yang diproduksi oleh Godho Batik yaitu (1) Motif Kangkung Setingkes Latar Totogan. (2) Motif Kangkung Setingkes latar Moto Pitik. (3) Motif Kangkung Setingkes latar Galaran. (4) Motif Kangkung Setingkes latar Padas Gempal. (5) Motif Kangkung Setingkes latar Beras Kutah. (6) Motif Kangkung Setingkes latar Gedegan.
Perancangan Makrame Pada Objek Rak Display
Purnamasari, Siti Wahyu;
Affanti, Tiwi Bina
Ornamen Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/ornamen.v20i2.5424
Perancangan ini membahas tentang rak display yang menggunakan teknik makrame sebagai elemen utamanya. Makrame adalah seni merajut atau mengikat tali yang telah lama ada dan dikenal di berbagai budaya di seluruh dunia. Teknik makrame diterapkan dalam konteks desain rak display yang fungsional dan estetis. Rak display digunakan sebagai tempat penyimpanan berbagai barang seperti buku, barang dekoratif, atau koleksi pribadi lainnya. Desain ini juga menawarkan estetika yang menarik dan memberikan sentuhan unik pada ruangan. Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode penciptaan oleh Gustami, di mana proses penciptaan secara metodologis terbagi menjadi tiga tahapan utama, yaitu eksplorasi (perancangan ide, konsep, dan landasan), perancangan (rancangan desain karya), dan perwujudan (pembuatan karya). Perancangan ini memberikan kontribusi dalam menggabungkan seni tradisional seperti teknik makrame dengan desain modern yang fungsional. Dessain rak display dengan teknik makrame ini diharapkan dapat memperkaya ruang hidup pengguna dengan elemen dekoratif yang menarik dan dapat digunakan secara praktis.
Pemanfaatan Celana Jeans Bekas Sebagai Material Utama Perancangan Blazer Teknik Ikat Celup
Herawati, Putri Siswi;
Santoso, Ratna Endah
Ornamen Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33153/ornamen.v20i2.5425
Perancangan ini berdasarkan dari peminat jeans di Indonesia yang terbilang cukup banyak menyebabkan produksi jeans di Indonesia meningkat dan menghasilkan celana jeans bekas menumpuk, menurut survei GT-NEXUS Indonesia menyumbang konsumsi celana jeans sebesar 31% di dunia, bertujuan untuk memanfaatkan celana jeans bekas dengan kondisi berbeda-beda diubah menjadi outerwear wanita yang fungsional berupa blazer dikombinasikan dengan teknik ikat celup jelujur sehingga dapat mengurangi penumpukan celana jeans bekas tidak terpakai serta memperpanjang masa kain. Metode pendekatan perancangan ini menggunakan metode penciptaan karya seni menurut SP. Gustami, yang mengemukakan 3 tahap 6 langkah dalam proses berkarya. Ketiga tahap tersebut adalah tahap eksplorasi (pengumpulan data perancangan ide dan landasan penciptaan), perancangan (pembuatan desain karya), terakhir perwujudan (pembuatan karya). Desain blazer pada perancangan ini dibuat dengan bentuk asimetri dikombinasikan dengan teknik ikat celup yang diletakkan pada bagian depan, lengan dan belakang blazer dengan bentuk motif, warna dan potongan berbeda.