cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ornamen@isi-ska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Ornamen Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya
ISSN : 16937724     EISSN : 2685614X     DOI : 10.33153
Core Subject : Humanities, Art,
Art craft journal contains scientific articles on the results of research on the art of craft and the creation of craft art within the scope of Indonesian culture. The substance presented is in the form of a mission to preserve the cultural values of the archipelago as well as the development of concepts and aesthetics, along with the development of the complexity and dynamics of people's lives. The critical approach method in an interdisciplinary scientific perspective can open the widest possible opportunity for scholars, researchers, and stakeholders to work together in advancing a dignified national culture in the midst of global competition. ORNAMENTS art craft journals are published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
PERANCANGAN MOTIF BATIK CAP UNTUK KAIN SERAGAM TEA HOUSE BALE BRANTI Nur Aini Lailia
Ornamen Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1761.481 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i1.2477

Abstract

ABSTRAKSeragam merupakan identitas dan motif pada Seragam juga merupakan suatu cerminan / identitas sebuah perusahaan, identitas yang berarti memiliki sebuah ciri khas dan juga karakter serta dapat menyampaikan tujuan dari sebuah instansi sehingga busana tersebut dapat memberi kesan sebuah instansi terhadap pihak luar. teknik cap adalah teknik yang digunakan dalam pembuatan kain yang bersifat masal yang menghasilkan visual dengan ragam hias logo yang bersifat paten dan tidak terlalu memakan waktu lama. Selain menggunakan teknik batik yang ikut melestarikan wastra nusantara pesan visual juga dapat tersampaikan. Permasalahan yang dibahas dalam perancangan ini adalah Bagaimana merancang motif batik untuk kain seragam Tea House Bale Branti dengan teknik batik cap? Tujuan dari perancangan ini adalah menciptakan suatu motif batik cap untuk kain seragam Tea House Bale Branti yang dapat menunjukkan karakter dari resto sehingga dapat menjadi suatu identitas resto dan dapat menyampaikan pesan atas visi dan misi resto terhadap pengunjung.Kata kunci : motif, batik cap, seragamABSTRACTUniform is the identity and motif on the uniform is also a reflection / identity of a company, an identity that means having a characteristic and also the character and can convey the purpose of an agency so that the clothing can give the impression of an agency against outsiders. stamp technique is a technique used in the manufacture of mass fabrics that produce visuals with a variety of ornamental logos that are patent and not too time consuming. In addition to using batik techniques that follow preserving the wusra archipelago visual messages can also be conveyed. Problems discussed in this design is How to design batik motifs for Tea House Bale Branti uniforms with batik cap technique? The purpose of this design is to create a batik motif for uniform fabrics Tea House Bale Branti that can show the character of the restaurant so that it can become a restaurant identity and can convey a message on the vision and mission of the restaurant to visitors.Keywords: motif, batik cap, uniform
GAGASAN ALUSAN DALAM PENCIPTAAN KERAJINAN EMBAN DI KABUPATEN JEPARA Mohammad Ubaidul Izza
Ornamen Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.257 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i1.2473

Abstract

ABSTRAKSubtansi tulisan ini membahas gagasan alusan dalam produk kerajinan emban di kabupaten Jepara. Predikat alusan digunakan oleh para perajin dalam menjustifikasi kualitas produk emban yang prima atau “sempurna”. Hadirnya alusan sebagai fenomena artistik, mengisyaratkan adanya persoalan gagasan yang mendorong penciptaannya. Sehubungan dengan persoalan itu, digunakan konsep ‘kesadaran kolektif’ dalam paradigma Ethnoart guna menggali kesadaran atau cara pandang para perajin emban perihal penciptaan emban alusan. Adapun operasionalnya memanfaatkan metode etnografi ala James Spardley, yang berfokus pada observasi dan teknik wawancara dengan para narasumber. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui terdapat tiga aspek yang membentuk cara pandang perajin emban di Jepara, yaitu: aspek ketersediaan bahan, aspek ketrampilan, dan aspek perwujudan emban. Analisis terhadap ketiga aspek ini menunjukan bahwa terdapat tiga gagasan yang melatarbelakangi perajin menciptakan emban secara alusan, yakni: gagasan pemberdayaan bidang keahlian, gagasan memenuhi kepuasan konsumen, dan gagasan kepentingan komersial.Kata kunci : Gagasan, Alusan, Kerajinan Emban, CincinABSTRACTSubstance this writing is an idea alusan, in emban crafts of Jepara Regency. Term alusan was used by craftsmen in order to justify super fine and perfect product quality. The existence alusan as artistic phenomena, signs there is an idea problem that supporting creation. Regarding this, the using concept “collective awareness” in ethnoart paradigm to dig awareness or perspective of craftsmen about emban alusan creation. The operational utilizes ethnography method by James Spardley, which focuses on observation and technical interview to interviewees. Based on research that has done, it is known that there are three aspects shape perspective emban’s artist in Jepara. There are availability of material, skill, and emban’s embodiment. Analysis toward three aspects shown that there are three ideas behinds craftsmen creates emban by alusan. There are idea empowerment expertise’s, the idea meets customer satisfaction, and commercial interest. Key words : Idea, Alusan, Emban Craft, Ring
VISUAL STREET PHOTOGRAPHY SEBAGAI MOTIF PADA PAKAIAN KASUAL REMAJA WANITA Rahasto Alimarauf
Ornamen Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1452.085 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i1.2478

Abstract

ABSTRAKPerancangan ini mengembangkan motif street photography sebagai dasar pembuatan motif tekstil dan difungsikan pada busana remaja wanita masa kini. Merupakan penggambaran dunia digital, sekaligus menawarkan visual yang unik, menarik, dan dinamis. Tujuan proyek perancangan ini adalah mengembangkan desain motif fotografi dengan pengolahan visual street photography dengan pertimbangan fungsi busana remaja wanita masa kini. Metode yang dipakai yaitu metode desain. Metode ini melewati 3 tahap yakni metode perancangan, konsep perancangan dan visualisasi. Metode perancangan melewati tahap Analisis permasalahan, Strategi pemecahan masalah, Pengumpulan data, Uji coba, dan menentukan Gagasan awal perancangan. Konsep perancangan meliputi landasan pemikiran untuk perancangan desain tugas akhir. Visualisasi yakni tahap memvisualkan konsep rencana perancangan yang sudah ditulis dalam proses perancangan. Hasil perancangan tugas akhir ini sebagai berikut: (1) Visual street photography sebagai motif pada pakaian remaja wanita berhasil membuat 7 desain motif (desain panel). (2) Pengaplikasian desain motif street photography yang merupakan desain utuh dari pengolahan foto ke busana anak remaja menghasilkan busana kasual yang berkesan menarik, ceria, dan nyaman. Proses produksinya menggunakan teknik digital printing menjadi pilihan dengan alasan tanpa adanya batasan warna pada hasil keluaran desain pada tekstil.Kata Kunci: street photography, desain motif, desain tekstil, fesyen kasual, digital printing. ABSTRACT This project developing a visual from street photography as a textille motif design for teenage girl casual clothing. The design is imagining about digital world, offering a unique visual, eye catching, and dynamic. Goal of this project is developing motif design from street photography visual, and considering a function of teenage girl clothing. This project using method over three step that is, design method, design concept and visualization. The design method passing a steps, problem analyze, strategy of problem explaining, data gathering, experiment, and choosing design from first idea. Design concept is base from thinking for this project design. Visualization is a step to visualizing the design plan concept in design process. This final project is: (1) Visual of street photography as a motive design on teenage girl clothing was having 7 motive design (panel design). (2) The applicate of motive design is a design from a whole image of photography to teenage girl clothing, and the result is having casual clothes that eye catching, happy, and comfortable. The production process using digital print technique as a choice, because the output didn’t have a color limit on design of textile.Keywords: street photography, textile design, motif design, casual fashion, digital printing.
PENGEMBANGAN KETRAMPILAN WIRAUSAHA SISWA MELALUI PELATIHAN MEMBATIK Nunuk Nur Shokiyah; Sri Wuryani
Ornamen Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.864 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i1.2476

Abstract

ABSTRAKSMA dan SMK Muhammadiyah 2 Sayung Kabupaten Demak terletak di Kecamatan Sayung. Sayung sebagai salah satu kecamatan yang ada di Demak merupakan kawasan industri. Banyak sekali pabrik-pabrik besar yang ada di sayung, sehingga para usia produktif banyak yang bekerja di pabrik tersebut. Tak terkecuali lulusan sekolah SMA dan SMK yang belum mempunyai ketrampilan yang cukup, lulusan tersebut langsung melamar pekerjaan di pabrik setempat. Tujuan dari kegiaatan pelatihan untuk memberikan bekal ketrampilan hidup kepada siswa-siswi SMA dan SMK melaui kegiatan membatik. sehiingg mampu mengembangkan ketrampilan wirausaha siswa dengan menciptakan produk sendiri, dan menciptakan peluang kerja sendiri, disamping itu kegitan ini juga berfungsi untuk mengenalkan kepada siswa-siswi SMA dan SMK tentang budaya luhur bangsa yang diakui dunia yaitu Batik, sehingga kepercayaan diri siswa sebagi bangsa indonesia semakin terpatri dalam diri.Metode Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan tentang teknik membatik tulis. Hasilnya adalah siswa mempunyai ketrampilan membatik yang berfungsi untuk melatih ketrampilan membuat produk sendiri, Motif-motif batik hasil kreasi siswa dan kain batik hasil karya siswa, sebagai perwujudan pelatihan membatik. Kata Kunci: Ketrampilan Wirausah, Pelatihan Membatik, Batik TulisABSTRACTSMA and SMK Muhammadiyah 2 Sayung Demak District is located in District Sayung. Sayung as one of the districts in Demak is an industrial area. There are so many big factories in the market, so many productive ages work in the factory. No exception of high school and vocational high school graduates who do not have enough skills, graduates are immediately apply for work at the local factory.The purpose of the training is to provide life skills to high school and vocational school students through batik activities. sehiingg able to develop student entrepreneurial skills by creating their own products, and create their own job opportunities, besides that this activity also serves to introduce to high school students and vocational school about the nation’s noble culture that is recognized world Batik, so self-confidence as a nation imprinted inside.Methods The approach used in this activity is training and mentoring of batik writing techniques. The result is the students have batik skills that function to train the skills to make their own products, batik motifs of student creations and batik cloth students’ work, as a form of training batikKey Words: Entrepreneurship Skill, Training Batik, Batik Tulis
KAJIAN MOTIF ONDEL-ONDEL PADA BATIK BETAWI Dinda Caesar Afreeandhanie
Ornamen Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1394.139 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i2.2538

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji Estetika motif Ondel-ondel pada batik Betawi. Penelitian ini dirumuskan dalam pertanyaan: 1) Bagaimana latar belakang motif Ondel-ondel pada batik Betawi? 2) Bagaimana estetika motif Ondel-ondel pada batik Betawi? 3) Bagaimana upaya pelestarian batik Betawi melalui motif Ondel-ondel?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan estetika. Lokasi penelitian ini dilakukan di beberapa rumah produksi batik Betawi di Jakarta dan Bekasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah teknik cuplikan purposive sampling. Hasil dari penelitian adalah: 1) latar belakang dalam penciptaan motif Ondel-ondel pada batik Betawi yaitu permintaan pasar yang tinggi, serta adanya keinginan untuk menciptakan motif yang khas serta mengembangkan batik Betawi yang secara tidak langsung juga sebagai upaya pelestarian batik Betawi. 2) Estetika dari motif Ondel-ondel dibatasi oleh pengkategorian terhadap kombinasi bentuk dalam pada desain motif Ondel-ondel. Setiap desain memiliki simbol dan makna. Dalam simbol dapat dilihat aspek kesatuan (unity), kerumitan (complexity), dan kesungguhan (internsity) yang berbeda, beberapa sudah cukup memenuhi aspek tersebut meskipun belum maksimal. 3) Popularitas batik motif Ondel-ondel membangun daya cipta dan daya kreasi masyarakat yang berdampak pada pengembangan dan pelestarian batik Betawi.Kata Kunci: Batik Betawi, Motif, Ondel-ondel ABSTRACTThe purpose of this study to determine the aesthetic of Ondel-ondel motif in batik Betawi. The formulation of the problem in this study are: 1) How is the background concept of Ondel-ondel motif in batik Betawi? 2) How is the aesthetic of Ondel-ondel motif in batik Betawi? 3) How is batik Betawi preservation efforts through the Ondel-ondel motif?. The research method of this study is qualitative by using aethethical approach. This research is conducted at home industry of batik Betawi in Jakarta and Bekasi. The technique of sampling that uses in this study is purposive sampling. The result of this research shows that, 1) The background concept of Ondel-ondel motif creation is based on high demand product, desire to create motif that have characterisctic and in order to develop batik Betawi that inderectly as an effort for batik Betawi preservation. 2) The aesthetics of Ondel-ondel motif is restricted by shape of Ondel-ondel motif design categorization. Each design has simbols and meaning. The simbols contain unity, complexity, and intersity in different levels, some design has been enough to fulfill the aspect although haven’t reached its maximum. 3) The high popularity of Ondel-ondel motif build up the creativity and skills of enterpreneurs that gives impact to the preservation and development of batik Betawi.Keywords: Batik Betawi, Motif, Ondel-ondel
PERANCANGAN IKAT CELUP TRITIK DENGAN SUMBER IDE VISUAL BATU BANDED AGATE Tika Mustikasari
Ornamen Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2276.42 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i2.2543

Abstract

ABSTRAK Kurangnya inovasi dan pengembangan desain ikat celup mengakibatkan menurunnya minat dan daya jual terhadap produk fesyen ikat celup di pasaran.Desain dengan bentuk biasa tanpa inovasi dan pengembangan menciptakan kesan monoton bagi konsumen.Hal tersebut menjadi tantangan bagi para desainer untuk menciptakan produk fesyen yang berbeda dan memiliki karakter tersendiri untuk memenuhi kebutuhan konsumen.Penulis mencoba merancang sebuah koleksi fesyen pakaian dengan tema Magistic Mother Earth pada Tugas Akhir ini.Magistic Mother Earth mempunyai arti Keajaiban Ibu Bumi, dimana merupakan simbol ajaib sebagai penyokong kehidupan di bumi.Batu Banded Agate sebagai bagian dari alam yang ikut berperan dalam menjaga kestabilan bumi dari dalam tanah, dimana mengandung keajaiban dalam hal non-fisik maupun fisiknya.Perancangan ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif, yaitu studi literatur terhadap berbagai sumber dan melakukan uji coba visual, teknik dan bahan.Penelitian yang dilakukan menghasilkan empat desain unik dan menarik dengan sumber ide visual batu Banded Agate, dimana dapat dicapai dengan teknik Tritik ikat celup yang diaplikasikan dalam produk pakaian perempuan.Diharapkan dengan dilakukannya Perancangan Ikat Celup Tritik dengan Sumber Ide Visual Batu Banded Agate dengan tema MagisticMother Earth ini, dapat menambah variasi pada produk fesyen yang mempunyai karakter khas dan berbeda.Kata kunci: Ikat Celup, Magistic Mother Earth, Banded Agate, Tritik, PakaianABSTRACTThe lack of innovation and the development of tie dye design resulted in decreasing interest and selling power of tie dye fashion products in the market. Design with the usual shape without innovation and development creates a monotonous impression for consumers. It becomes a challenge for designers to create different fashion products and has its own character to meet the needs of consumers. The author tries to design a fashion clothing collection with the theme of Magistic Mother Earth in this Final Project. Magistic Mother Earth means the Miracle of Mother Earth, which is a magistic symbol as a supporter of life on earth. Batu Banded Agate as a part of nature that plays a role in maintaining the stability of the earth from the soil, which contains miracles in terms of non-physical and physical. This design is done by qualitative research methods, namely literature studies on various sources and perform visual tests, techniques and materials. The research undertaken resulted in four unique and interesting designs with the source of the Banded Agate stone visual idea, which can be achieved with the tie dye Tritik technique applied in women’s clothing products. It is hoped that by doing the Design of Tie Dye Tritik with Visual Idea Source Batu Banded Agate with Magistic Mother Earth theme, it can add variation on fashion products that have distinctive character and different.Keywords: Tie Dye, Magistic Mother Earth, Banded Agate, Tritik, Clothes
PERANCANGAN BATIK DENGAN SUMBER INSPIRASI CERITA RAKYAT DAN FLORA FAUNA INDONESIA Luluk Khoironi Maknun
Ornamen Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1988.148 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i2.2539

Abstract

ABSTRAKArtikel ini mendiskusikan enam desain yang semuanya merupakan desain motif batik yang bertema cerita rakyat dan flora fauna Indonesia. Keseluruhan desain mengolah bentuk-bentuk dari cerita rakyat, meliputi Keong Mas, Timun Mas, dan Kancil Mencuri Timun sebagai motif utama yang menggunakan karakter desain dekoratif. Teknik yang digunakan dalam perancangan ini adalah teknik batik tulis yang melalui tiga tahap metode, yaitu: metode perancangan, konsep perancangan, dan visualisasi. Teknik pewarnaan dengan dicolet menggunakan zat warna remasol. Bahan menggunakan kain primisima, karena kain tersebut memiliki sifat mudah menyerap pewarna sehingga mudah digunakan untuk membuat kain batik.Kata kunci: batik, cerita rakyat, flora fauna IndonesiaABSTRACTThis article discusses six designs in which each of the batik pattern designs themed in Indonesian folklores and flora and fauna. The whole designs process the form of folklores such as Keong Mas, Timun Mas, and Kancil Mencuri Timun as the main batik patterns applied in each folklores’ characters and decorations. Written batik is employed as the technical making process through three steps methods of method of designing, concept designing, and visualization. The coloring technique engaged by dabbing the coloring substance known as remazol. The material included is the primissima cloth since it is has highly absorbance characteristic which suits to remazol coloring.Keywords: batik, folklore, Indonesian flora and fauna
PERANCANGAN MOTIF TEKSTIL MENGGUNAKAN SERAT SANSEVIERA UNTUK MENAMBAH KERAGAMAN ECO TEXTILE Vivian Aprida Shafira; Ratna Endah Santoso; S Sarwono
Ornamen Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1267.935 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i2.2544

Abstract

ABSTRAKLatar belakang proyek ini adalah merancang inovasi motif tekstil menggunakan serat alam sanseviera. Hasil dari perancangan ini untuk menambah keragaman tekstil ramah lingkungan dan mendukung gerakan back to nature. Perancangan ini menghasilkan enam desain untuk tekstil serat sanseviera dengan motif yang terinspirasi ragam hias Toraja. Teknik yang digunakan dalam perancangan ini adalah teknik tenun timbul yang diproduksi dengan alat tenun kamba. Bahan utamanya adalah serat sanseviera dan bahan pendamping adalah benang katun. Perancangan ini tidak menggunakan bahan pewarna untuk menonjolkan sisi natural serat sanseviera.Kata kunci: sanseviera, ragam hias Toraja, tenun, kamba, eco textileABSTRACTBackground of this project is to design a inovation textile pattern using sanseviera fibers. The results of this design is expected to increase the variety of eco-friendly textiles and supports back to nature action. This project produced six design for textile made using sanseviera fibers with a pattern inspired by Toraja ornament. Design using weaving techniques with kamba tools. Main material is using sanseviera fibers, and for second material is using cotton yarn. This design doesn’t use dye to show the natural side of sanseviera fibers.Keywords: sanseviera, Toraja ornament, weaving, kamba, eco textile
EKSPLORASI ECO PRINTING UNTUK PRODUK SUSTAINABLE FASHION Maria Stevin Herlina; Felix Ari Dartono; S Setyawan
Ornamen Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.262 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i2.2540

Abstract

ABSTRAKPerancangan produk tekstil ini menggunakan prinsip yang ekologis guna memberikan alternatif produksi tekstil untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat industri tekstil. Perancangan ini berdasarkan konsep desain yang berkelanjutan (sustainable design) untuk mewujudkan produk fesyen yang ramah lingkungan. Metode yang dipakai yaitu metode desain dengan melewati tiga tahap yakni, metode perancangan, konsep dan visualisasi. Metode perancangan melewati tahap analisis permasalahan, strategi pemecahan masalah, pengumpulan data, uji coba, dan menentukan gagasan awal perancangan. Konsep meliputi landasan pemikiran untuk perancangan desain tugas akhir. Visualisasi yakni tahap memvisualisasikan konsep rencana perancangan yang sudah ditulis dalam proses perancangan. Produk yang dihasilkan adalah produk fesyen yang ramah lingkungan (sustainable fashion). Hasil perancangan tugas akhir ini menghasilkan enam desain pakaian wanita dengan tema Djati Boemi. Teknik yang digunakan dalam perancangan ini adalah eco printing. Eksplorasi teknik eco printing dengan memanfaatkan daun jati sebagai motif utama. Ekstrak dari pewarna alami kayu secang dan kulit buah jelawe yang sering digunakan dalam tekstil tradisi Indonesia digunakan sebagai warna dasar kain. Eksplorasi eco printing ini akan menghasilkan karya etis, estetis, unik, dan mempunyai nilai kebaharuan yang tinggi. Bahan yang digunakan adalah sutera lokal yang memiliki daya serap sangat baik pada pe alami. Pada masa mendatang diharapkan adanya eksplorasi-eksplorasi teknik pewarnaan teksil dengan pertimbangan desain berkesinambungan sehingga semakin banyak potensi baru pengembangan desain produk fesyen ramah lingkungan yang memiliki dampak positif bagi kekayaan khasanah pertekstilan di Indonesia. Kata Kunci: Eco printing, sustainable fashion, daun jati, pewarna alami ABSTRACTThis textile product designing was realized within the ecological principles guideline in a framework of providing an alternative for textile production in reducing the textile industry’s environmental pollutive effects. It was grounded on a sustainable design concept, aiming at bringing about environmental friendly fashion products. The method made use of here was a design method which pertains three subsequent parts, i.e. designing, conceptualising and visualisation phases. We designed through a number of phases: problems analysis, problem solving strategy, data collection, testing and fixing the initial concept of designing. The conceptualization phase included the basic thoughts for the final assignment design. In the visualisation phase we visualized the design concept which was outlined in the designing process. The products we wanted to have would be sustainable fashion products. This final assignment designing has given birth eventually to six women clothing designs within the Djati Boemi theme. The technique utilized here in the production was the eco printing one.Technical exploration of eco printing was made true by making use of teak leaves as the main motive. Natural extracts of Caesalpinia wood and Terminalia jewelica peel, which are familiar to the traditional textile production in Indonesia, were used as the basic fabric dying. The exploration was hoped to produce ethical, esthetical and unique textile works, which would have a high novelty value. The fabric was made of local natural silk threads, which were known as having excellent adsorbent quality to natural coloring agents. We are hopeful that, in the future, textile dying explorations will continuously be done so that there will be more potentials in developing eco friendly fashion products which will obviously have positive impacts to the Indonesian textile treasury.Keywords: Eco printing, sustainable fashion, teak leaves, natural dying.
KEBERADAAN MASYARAKAT KEREK SEBAGAI PENGHASIL KAIN TENUN GEDOG TUBAN Junende Rahmawati; Guntur Guntur
Ornamen Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3136.957 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i2.2564

Abstract

Masyarakat Kerek adalah penghasil tenun gedog khas Tuban. Keberadaannya merupakan kunci dari keberhasilan kebudayaan bertenun dan berswasembada sandang tradisional di Tuban. Bagaimana keberadaan masyarakat Kerek sebagai penghasil kain tenun gedog Tuban?. Melalui metode etnografi dan pendekatan antropologi akan menemukan data yang terkait dengan keberadaan masyarakat Kerek dengan analisis deskriptif. Sejarah mengungkapkan perjalanan kronologi masyarakat jaman dahulu hingga saat ini. Masyarakat sebagai pelaku akan memberikan data berdasarkan sudut pandangnya sebagai pemilik kebudayaan (emik). Lingkungan sekitar sebagai batas area atau wilayah sebagai lokasi kebudayaan masyarakat, yaitu Kecamatan Kerek. Mengungkap perjalanan sejarah, kondisi masyarakat, dan kondisi lingkungan akan mengetahui keberadaan ayarakat sebagai penghasil kain tenun gedog Tuban.Kata kunci: sejarah, masyarakat, lingkungan, keberadaan.ABSTRACTThe community of Kerek is a producer of Tuban weed gedog. Its existence is the key to the success of traditional weaving and self-sufficient culture in Tuban. How the existence of Kerek community as a producer of Tuban gedog fabric?. Through ethnographic methods and anthropological approach will find data related to the existence of Kerek society with descriptive analysis. History reveals the chronological journey of ancient society to this day. The community as the perpetrator will provide data based on his point of view as the owner of culture (emik). The surrounding environment as a boundary area or region as a cultural location of the community, namely District Kerek. Revealing the history, society conditions, and environmental conditions will know the existence of a community as a producer of Tuban gedog fabric.Keywords: history, society, environment, existence

Page 11 of 25 | Total Record : 242