cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ornamen@isi-ska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Ornamen Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya
ISSN : 16937724     EISSN : 2685614X     DOI : 10.33153
Core Subject : Humanities, Art,
Art craft journal contains scientific articles on the results of research on the art of craft and the creation of craft art within the scope of Indonesian culture. The substance presented is in the form of a mission to preserve the cultural values of the archipelago as well as the development of concepts and aesthetics, along with the development of the complexity and dynamics of people's lives. The critical approach method in an interdisciplinary scientific perspective can open the widest possible opportunity for scholars, researchers, and stakeholders to work together in advancing a dignified national culture in the midst of global competition. ORNAMENTS art craft journals are published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
PENCIPTAAN BILAH KERIS DHAPUR PASOPATI TINATAH EMAS BUNGA MELATI Kukuh Dwi Nugroho; Kuntadi Wasi Darmojo
Ornamen Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.411 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i1.2921

Abstract

Melati (jasminum) memiliki sekitar 200 jenis spesies, dari semua jenis tersebut hanya 15 spesies yang bisa dibudidayakan di kebun-kebun atau di taman-taman. Salah satu diantaranya adalah melati putih (Jasminum Sambac) keharuman jasminum sambac menjadi paling lembut diantara seluruh parfum melati. Bunga melati di Indonesia dimanfaatkan sebagai parfum (pengharum), pewangi teh, sebagai penghias dan rangkaian bunga. Bunga melati dan bagian yang lain juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional.Pemilihan bunga melati putih sebagai ide penciptaan motif dengan menggunakan teknik tinatah emas yang diterapkan pada bilah keris dhapur Pasopati diharapkan dapat memberi nilai keindahan pada setiap bilahnya. Dhapur Pasopati adalah salah satu bentuk dhapur keris lurus yang cukup popular dengan berbagai karakter pada ricikan yang terdapat pada bilahnya.   Tujuan penelitian   ini   untuk mewujudkan proses penciptaan karya bilah keris tinatah emas dhapur Pasopati dengan motif bunga melati ?Metode penciptaan yang diterapkan meliputi tahap eksplorasi, perancangan, perwujudan. Analisis penciptaan karya ini menggunakan kriteria penilaian bilah keris yang dirumuskan pada buku “Keris Jawa antara Mistik dan Nalar” yaitu kriteria lahiriah dan kriteria emosional. Penciptaan tugas akhir ini berjumlah tiga bilah  keris.  Pertama  “Keris  Dhapur  Pasopati  Tinatah  Mas  Kudhup  Melati”, Kedua “Keris Dhapur Pasopati Tinatah Mas Melati Mekar” dan ketiga “Keris Dhapur Pasopati Tinatah Mas Melati Kudhup Mekar”. Kata kunci: melati, keris, Pasopati, dan tinatah.
KAKANG KAWAH ADHI ARI-ARI DALAM KARYA BUSANA READY TO WEAR PRIA BATIK TULIS Danang Priyanto Priyanto
Ornamen Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1522.117 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i2.2924

Abstract

Artikel yang berjudul “kakang kawah adhi ari-ari dalam karya busana ready to wear batik tulis” difokuskan pada proses cipta busana ready to wear pria dengan sumber ide konsep kelahiran pada budaya Jawa yakni kakang kawah adhi ari-ari. Ketertarikan pada konsep tersebut yang sudah mulai tidak dikenal di tengah masyarakat menjadi salah satu tujuan untuk memunculkan nilai-nilai sakral dan luhur yang terdapat pada konsep kakang kawah adhi ari-ari. AdapunTujuandaripenciptaaniniadalahsebagai bentuk representasi nilai pada konsep Jawa kakang kawah adhi ari-ari sekaligus sebagai pengayaan karya batik melalui objek pengangkatan ide bersumber dari nilai yang tertuang dalam konsep kakang kawah adhi ari-ari.Analisis data yang digunakan menggunakan metode studi pustaka dan interpretasi. Langkah-langkah penciptaan meliputi memanfaatkan metode penciptaan SP Gustami yakni eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Konsep cipta dalam penciptaan karya menggunakan teori cipta Dharsono yakni reinterpretasi, ekspresi simbolik dan abstraksi simbolik. Karya yang diciptakan berupa tiga buah karya busana ready to wear pria yang terdiri dari busana kemeja panjang, kemeja pendek, dan t-shirt. Adapun karya tersebut adalah “aku” yang memanfaatkan konsep cipta reinterpretasi, “kakangku” yang memanfaatkan konsep cipta ekspresi simbolik dan “adhiku” yang memanfaatkan konsep cipta abstraksi simbolik. Kata kunci: Kakang kawah adhi ari-ari, busana ready to wear pria, batik.
“LATHAK” LIMBAH ZAT WARNA INDIGOFERA SEBAGAI PEWARNA BATIK (Studi Kasus di Rumah Produksi Batik Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah) Winda Tieneke Nugraheni; Ratna Endah Santoso; Sarah Rum Handayani
Ornamen Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.515 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i2.2929

Abstract

Limbah yang berasal dari zat warna alami tanaman indigofera disebut lathak. Untuk mengetahui zat warna yang terkandung masih layak atau tidak untuk digunakan kembali, menarik dikaji lebih dalam. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pewarnaan menggunakan lathak, serta pengaruh jumlah pencelupan dan jenis material fiksasi yang tepat terhadap uji ketahanan luntur warna.Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif eksperimen merujuk Hendri Suprapto. Uji laboratorium menyatakan bahwa lathak masih mengandung indigotin 62,58%. Dengan demikian, lathak masih berpotensi dapat digunakan kembali sebagai pewarna kain. Perancangan desain motif batik tulis yang menggambarkan proses pewarnaan alami, diterapkan pada kain berukuran 110cm x 240cm.Hasil uji ketahanan luntur gosokan dengan skala staining scale pewarnaan terbaik adalah fiksator tunjung memiliki nilai 3 (cukup) pada pencelupan 24x. Uji ketahanan pencucian dengan skala staining scale dan grey scale, hasil terbaik adalah fiksator kapur bernilai 4-5 (baik) pada pencelupan 48x. Pewarnaan menggunakan lathak dan tunjung sebagai fiksator dengan kombinasi pencelupan 24x dan 48x diterapkan dalam produksi kain jarik. Kata kunci: lathak, indigotin, fiksator.
PENCIPTAAN BILAH KERIS DHAPUR BETHOK WULUNG BERMOTIF KALPATARU TINATAH EMAS I Kadek Andika Permana Yoga Permana Yoga; Basuki Teguh Yuwono
Ornamen Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1790.197 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i1.2920

Abstract

Penciptaan karya tugas akhir ini mengangkat tema bilah keris dhapur bethok dan mitologi kalpataru. Penciptaan karya ini berdasar pada nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam bilah keris dhapur bethok dan mitologi kalpataru.Bilah keris dhapur bethok mengandung nilai falsafah hidup yaitu kesederhanaan dan daya hidup yang kuat. Mitologi kalpataru mengandung nilai falsafah hidup yaitu rasa syukur atas anugrah yang dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Diharapkan penciptaan karya ini dapat menghasilkan karya keris yang mengacu pada nilai-nilai falsafah hidup yang terkandung dalam bilah keris dhapur bethok dan mitologi kalpataru.            Metode penciptaan karya dalam tugas akhir ini melakukan tiga tahap yaitu :tahap eksplorasi yang mencakup observasi, studi pustaka dan wawancara, tahap perancangan yang meliputi sketsa dan desain, tahap perwujudan yang meliputi : tahap persiapan alat dan bahan, penempaan, pembentukan ricikan, pembentukan motif, pembuatan methuk, nyangling, ngamal, ngemasi, warangan, pembuatan prabot, dan tahap pemasangan bilah keris dan prabot keris.Penciptaan karya ini menghasilkan tiga keris berjudul : Keris Dhapur Bethok Kalpataru Tri Hita Karana, Keris Dhapur Bethok Kalpataru Panca Satya dan Keris Dhapur Bethok Kalpataru Sad Ripu.Kata kunci :keris dhapur bethok, mitologi kalpataru
PERANCANGAN MOTIF BUNGA ANGGREK HITAM DENGAN TEKNIK SULAM PADA TENUN LURIK ATBM UNTUK BUSANA CONVERTIBLE Matsna Rochima FK; Widiastuti Widiastuti Widiastuti; Ratna Endah Santoso
Ornamen Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3009.464 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i2.2926

Abstract

Selama ini tenun lurik ATBM merupakan salah satu tekstil traditional yang sangat sederhana dikarenakan motif dari tenun lurik yang hanya terdiri dari garis vertikal dan horizontal. Hal tersebut menyebabkan keberadaan tenun lurik ATBM terancam punah digantikan oleh tekstil modern. Perancangan ini bertujuan untuk mengangkat lurik sebagai salah satu alternatif mode yang akan dikembangkan menjadi sebuah kain yang lebih eksklusif. Metode yang diterapkan pada perancangan ini adalah metode perancangan desain permukaan atau surface design. Perancangan ini mengangkat ide motif bunga Anggrek Hitam sebagai motif utama pada permukaan kain yang diharapkan dapat memberikan kebaharuan pada tenun lurik ATBM. Hasil dari perancangan ini adalah busana convertible yang terbuat dari tenun lurik ATBM yang telah dikembangkan dengan teknik sulam menggunakan motif Anggrek Hitam.Kata Kunci: Anggrek Hitam, lurik, sulam, busana convertible
EKSPLORASI MARBLING UNTUK TAS WANITA DEWASA Yohana Desy Prasetyowati
Ornamen Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3782.197 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i2.2930

Abstract

Seni marbling merupakan seni kuno melukis di atas air khas Turki yang coraknya diambil pada kertas dan kini telah melalui pergeseran segi media dan bahan. Tujuan proyek ini adalah menghasilkan produk marbling yang diaplikasikan pada media tekstil dengan zat pewarna tekstil reaktif. Selain memperkenalkan hasil eksplorasi marbling, dapat menciptakan rancangan yang estetis untuk ranah produk milineris tas wanita dewasa bergaya kasual dengan tema Langit Galaksi. Hasilnya berupa delapan desain tas yang keseluruhan menggunakan warna dan motif marbling bertemakan Langit Galaksi yaitu warna warna biru, merah, ungu, dan hijau sesuai judul masing-masing desain. Desain ini diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk terus maju dan berkarya dalam bidang fesyen yang tidak hanya menjadi tas wanita saja, namun juga pengembangannya pada tekstil selanjutnya melalui karya ini. Kata Kunci : marbling, zat warna reaktif, tas wanita
KAJIAN MOTIF BATIK MANGROVE KUTAWARU Farah Lailia Khasanah; Setiawan Setiawan Setiawan; Tiwi Bina Affanty
Ornamen Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1733.456 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i1.2918

Abstract

 Batik Mangrove merupakan batik kreasi baru yang berkembang di Kelurahan Kutawaru kemudian menjadi fenomena visual yang menarik karena mempunyai tampilan motif yang berbeda dari motif batik lainnya. Selain memberikan kesan visual yang unik dan menarik, motif Batik Mangrove Kutawaru juga memberikan angin segar bagi industri batik di Indonesia dengan mengangkat semua hal yang berada di dalam ekosistem bakau yang tidak dimiliki oleh semua daerah di Indonesia. Batik Mangrove Kutawaru melalui pendekatan Yasraf Amir mendapatkan hasil 1) Munculnya Batik Mangrove di Kecamatan Kutawaru diawali oleh keingintahuan pengrajin terhadap batik dan keinginannya membuat batik khas dari daerah Kutawaru. 2) Membaca makna dan representasi visual Batik Mangrove yang kemudian menghasilkan kesimpulan bahwa Batik Mangrove menawarkan nuansa visual baru dengan menggambarkan kekayaan ekosistem bakau.
WADANA RÊNGGAN PADA MANUSKRIP SERAT SEJARAH INGKANG SAKING PANGIWA Gayuh Styono; Guntur Guntur
Ornamen Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v17i1.3239

Abstract

Manuskrip Serat Sejarah Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Paku Buwana Kaping X, Sejarah Ingkang Saking Pangiwa, memiliki muatan ragam bentuk gambar. Gambar bingkai yang terdapat dalam manuskrip kuno dinamakan Wadana Rênggan. Bentuk Wadana Rênggan dalam manuskrip Jawa memiliki ciri khas yang menunjukkan sifat kedaerahan. Struktur bentuk Wadana Rênggan  pada manuskrip memiliki karakter yang khas. Pola yang dihasilkan menunjukkan adanya tujuan tertentu. Permasalahan ragam bentuk dan pengorganisasian elemen Wadana Rênggan era PB X menjadi dimensi tersendiri yang layak dikaji dalam sudut pandang budaya rupa. Artikel ini membahas tentang, bagaimana aspek jenis dan bentuk elemen motif ragam hias Wadana Rênggan pada manuskrip Serat Sejarah Pangiwa?, bagaimana karakteristik pengorganisasian elemen motif ragam hias Wadana Rênggan pada Serat Sejarah Pangiwa? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang bertujuan mencapai pemahaman tentang struktur bentuk dan pengorganisasian elemen Wadana Rênggan. Teknik analisis data menggunakan model interaksi analisis. Interaksi analisis digunakan sebagai bagian dari upaya mendapatkan data dari emik untuk kemudian diarahkan menjadi etik. Teks berkaitan dengan sejarah keluarga Keraton Surakarta berkaitan dengan peristiwa kelahiran, pernikahan, dan kematian. Pada Wadana rênggan  ditemukan dua jenis motif yaitu motif tumbuhan dan motif artifisial. Terdapat dua struktur bidang besar yaitu bidang tunggal dan bidang ganda. Warna yang diterapkan pada Wadana rênggan  terdiri dari biru, kuning atau prada, hijau dan merah.Kata Kunci: Wadana rênggan, struktur visual, dan Sejarah Ingkang Saking Pangiwa
KAJIAN MOTIF WIJAYA KUSUMA PADA BATIK CILACAP Aina Vahrina; Theresia Widyastuti; Darwoto Darwoto
Ornamen Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v17i1.3244

Abstract

Kabupaten Cilacap memiliki motif batik khas yang menggambarkan potensi daerah, yaitu motif bunga Wijaya Kusuma. Motif ini sangat identik dengan Pulau Majeti, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap sebagai tempat yang ditumbuhi bunga wijaya kusuma. Sejak puluhan tahun, motif bunga Wijaya Kusuma masih eksis hingga saat ini. Hal tersebut menarik untuk dikaji dari segi bentuk wujud motifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji motif bunga Wijaya Kusuma dengan menjelaskan wujud atau penampakan visual menurut teori Djelantik dan teori penunjang pendekatan nilai ekonomi. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan teknik snowball sampling yang didukung oleh data dari narasumber, dokumen, tempat dan peristiwa dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan perekaman. Proses analisis data menggunakan teknik analisis data model interaktif serta pemeriksaan keabsahan data menggunakan metode trianggulasi. Hasil penelitian berupa: 1) Penampakan visual motif utama, motif pendukung dan isen-isen pada corak Tirtotejo Ceplok Wijaya Kusuma, corak Kawung Wijaya Kusuma dan corak Truntum Wijaya Kusuma; 2) nilai ekonomi pada batik tersebut sangat menguntungkan dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga maupun sebagai pembuka lapangan pekerjaan untuk warga sekitar.Kata kunci: Penampakan Visual, Wijaya Kusuma, Batik Cilacap
DESAIN MOTIF BATIK KONTEMPORER GAYA DOODLE Muhammad Affan Afriansyah; Darwoto Darwoto; Felix Ari Dartono
Ornamen Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/ornamen.v17i1.3240

Abstract

Muhammad Affan Afriansyah. C0913031. 2018. Desain Motif Batik Kontemporer Gaya Doodle. Tugas Akhir: Jurusan Kriya Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret Surakarta. Latar belakang proyek Tugas Akhir perancangan ini adalah mengembangkan motif batik kontemporer dengan tema nomophobia (no mobile phone phobia) yaitu pengaruh smartphone di masa kini, menjadi motif tekstil yang akan difungsikan menjadi busana remaja laki-laki. Alasan pemilihan nomophobia karena merupakan penggambaran ilustrasi tentang dampak positif maupun negatif mengenai smartphone dengan visual ilustrasi doodle, sekaligus menawarkan visual yang unik, menarik, dan dinamis. Tujuan proyek Tugas Akhir perancangan ini adalah mengembangkan desain motif batik kontemporer dengan pengolahan visual ilustrasi dampak positif maupun negatif dari nomophobia dengan pertimbangan fungsi busana remaja laki-laki masakini. Metode yang dipakai dalam proyek Tugas Akhir perancangan ini yaitu metode desain. Metode ini melewati 3 tahap yakni mertode perancangan, konsep perancangan dan visualisasi. Untuk metode perancangan melewati tahap Analisis permasalahan, Strategi pemecahan masalah, Pengumpulan data, Uji coba, dan menentukan Gagasan awal perancangan. Konsep perancangan meliputi landasan pemikiran untuk perancangan desain tugas akhir. Visualisasi yakni tahap memvisualkan konsep rencana perancangan yang sudah ditulis dalam proses perancangan. Hasil perancangan tugas akhir ini sebagai berikut: (1) Perancangan motif batik kontemporer dengan tema Nomophobia berhasil membuat 6 desain motif yaitu 2 desain repeat dan 4 desain panel. Keseluruhan desain motif mengolah visual ilustrasi tentang nomophobia dengan visual doodle yang menceritakan dampak dan pengaruh smartphone.. Ke 6 desain motif yang dibuat secara keseluruhan menawarkan sensasi visual yang bercita rasa modern atau kekinian dengan menampilkan bentuk visual doodle yang identik dengan kalangan remaja dengan karakternya yang luwes diolah dengan warna-warna yang cerah menjadi busana remaja masakini yang dinamis, dan mengikuti perkembangan gaya hidup modern. (2) Pengaplikasian desain motif yang full repeat dan panel ke busana anak remaja khususnya laki-laki menghasilkan busana yang berkesan catchy, playfull, dan masa kini ke arah casual. Kriteria pengaplikasian desain motif yang eksklusif untuk remaja pria, dimana remaja pria lebih suka dengan sesuatu yang eksklusif, lain daripada yang lain dan tidak ada yang menyamai dipasaran (produk terbatas). selain itu proses produksinya pun eksklusif, masih banyak pengrajin yang belum bisa membuat motif batik dengan proses sablon dan pencapan rintang malam dingin.                                                         Kata Kunci : Nomophobia, Doodle, Batik Kontemporer.