cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ornamen@isi-ska.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Ornamen Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya
ISSN : 16937724     EISSN : 2685614X     DOI : 10.33153
Core Subject : Humanities, Art,
Art craft journal contains scientific articles on the results of research on the art of craft and the creation of craft art within the scope of Indonesian culture. The substance presented is in the form of a mission to preserve the cultural values of the archipelago as well as the development of concepts and aesthetics, along with the development of the complexity and dynamics of people's lives. The critical approach method in an interdisciplinary scientific perspective can open the widest possible opportunity for scholars, researchers, and stakeholders to work together in advancing a dignified national culture in the midst of global competition. ORNAMENTS art craft journals are published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
PERCA KAOS UNTUK TAS REMAJA WANITA DENGAN TEKNIK JAHIT APLIKASI M Mutamimah
Ornamen Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2563.572 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i2.2541

Abstract

ABSTRAKPerca kaos dari hasil industri pakaian jumlahnya cukup banyak. Setiap jenis perca mempunyai warna serta karakteristik yang berbeda sehingga mempunyai keunikan tersendiri dan menarik untuk diolah menjadi produk baru. Namun perca kaos biasanya hanya dibuat menjadi peralatan rumah tangga seperti kain pel dan keset dengan teknik pembuatan yang masih sederhana. Belum banyak yang memanfaatkan perca kaos menggunakan teknik ataupun seni menghias tekstil untuk menciptakan sesuatu yang berbeda. Artikel ini berfokus pada cara memanfaatkan perca kaos menjadi produk tas remaja wanita menggunakan teknik jahit aplikasi. Jahit Aplikasi adalah seni membentuk gambar dari potongan kain yang ditempel di atas permukaan kain lain dengan menggunakan jahitan tangan ataupun mesin. Penggunaan teknik tersebut menghasilkan produk tas yang unik dan menarik.Kata Kunci: perca kaos, tas, seni tekstil.ABSTRACTThe amount of t-shirt waste from clothing industri is quite a lot. T-shirt has an unique characteristic and so many collor that pretty interesting to make a new product from them. But usualy people just make them into a duster or any household equipment. There not much who use any kind of technique or textile art to make something different. This article focuses on how to make girls bag using aplique technique. Aplique is a technique by placing a small piece of fabric into the bigger one using machine or hand sewing The result by using this technique make a unique bag that different from any other.Keywords: t-shirt waste, bag, textile art.
PENCIPTAAN KARYA RELIEF PERTARUNGAN MONSTER S Sumardi
Ornamen Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1192.515 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i2.2542

Abstract

ABSTRAKPenciptaan karya ini temanya ‘pertarungan monster ‘raksasa naga’ meniru pertarungan raksasa naga dengan dewa-dewa pencipta dunia kosmos di awal permulaan zaman, menjadi model tiruan pola hidup zaman berikutnya. Konsep penciptaan karya ini, bagai mana cara mendesain monster raksasa naga tokoh paradikmatik sebagai monster laut, ular kuno, symbol air kosmik melawan dan penghancur dunia karya dewa; dirakit menjadi karya seni relief ‘pertarungan monster’ yang indah dari logam, untuk penghias dinding rumah tinggal. Tema ini, dirubah secara hukum metamorfosis menjadi bentuk desain relief ‘pertarungan monster’sesuai kreasi pencipta. Raksasa naga adalah ular imajinatif bentuknya aneh sangar, kanibal dan sakti. diberbagai ceritera. Relief lebih umum, dimana seni ukir di antaranya, stilasi juga salah satu bentuk deformasi lazimnya untuk menamai perubahan bentuk dalam ornament. Relief ini dibentuk denga teknik “wudulan”, menghasikan ukiran relief timbul. Biawak komodo, juga dinamakan naga. Mitos menampik dan menolak kategori-kategori dasar dalam pemikiran kita. Logika mitos tidak dapat disesuaikan dengan konsepsi kita mengenai kebenaran imperis. Landasan penciptaan karya ini adalah hukum metamorfosis, yaitu perubahan bentuk atau susunan; peralihan bentuk dari ulat menjadi kupu-kupu, perubahan sesuatu mebjadi bentuk lain/baru, berbeda dari bentuk asalnya. Cara mendesain reliefnya, tema “monster raksasa naga tokoh paradikmatik sebagai monster laut, ular kuno, symbol air kosmik, melawan dan penghancur dunia karya dewa”, dibentuk secara hokum metamorphosis menjadi desain relief ‘pertarungan monster’ yang indah, baru, berbeda dengan asalnya sesuai kreasi pencipta. Perwujudan relief dikerjakan melaui, pilihan bahan/alat, teknik pengukiran dan finising secara tepat. Desain relief “pertarungan monster” dibentuk dengan teknik ukir wudulan, menggambarkan dua raksasa naga, bermata besar melotot keluar, moncong mulutnya lebar. Relief ini menggambarkan dunia kehidupan manusia srakah bertarung untuk menjadi penguasa tunggal. Bertarung dahsyat, berhasil diwujudkan sesuai keinginan pencipta. Memuat pesan, dengan pertarungan ini akan didapatkan penguasa tunggal. Setiap kekayaan dan kekuasaan jadi rebutan, mereka bertarung adu kekuatan, menghalalkan berbagai cara. Pertarungan semacam ini sering melibatkan banyak fihak, merusak tatanan hukum negara.Kata Kunci: Pertarungan Monster, Relief, MetamorfosisABSTRACTThe creation of this work of the theme ‘fight monsters’ giant dragon’ mimics a giant dragon battle with the gods creator of the world cosmos at the very beginning of time, a model of imitation lifestyle later times. The concept of the creation of this work, like where do I design a giant monster dragon figures as a sea monster, the ancient serpent, the symbol of water and a destroyer of the world against the cosmic gods into the work of relief works ‘bout monster’ beautiful metal, for decorated walls of the residence. This theme, legally changed metamorphosis into a relief design form ‘bout monster’ as like creation of creator. Giant dragon is the snake imaginative oddly shaped grim, cannibals and powerful. various stories. Relief more generally, where the sculpture of them, stilasi also one form of deformation usual to name changes in the form of ornaments. Relief was formed premises engineering “wudulan” (javanese language), generate carved reliefs. The Komodo dragon, also called dragon. Myth deny and reject the basic categories in our thinking. The logic of the myth can not be adapted to our conceptions of truth imperis. The cornerstone of the creation of this work is the law of metamorphosis, the change in form or structure; transitional form of a caterpillar into a butterfly, change something mebjadi another form / new, different from the original. How to design reliefs, the theme of “giant monster dragon figures as sea monsters, ancient serpent, symbol of water cosmic, fight and destroyer of the world the work of god”, was formed legally metamorphosis into the design of relief ‘bout monster’ beautiful, new, different from the origin in accordance creation creator. Embodiment relief worked through, the choice of materials / tools, engraving and finishing techniques appropriately. Design relief “monster battle” was formed by carving techniques “wudulan”, describe two gigantic dragon, big eyes bulging, his mouth wide snout. This relief depicts the world of human life srakah fight to become the sole ruler. Fierce fighting, successfully realized as desired creator. Loading messages, with this fight will get a single ruler. Each of wealth and power is competed, they fought a power struggle, justifies a variety of ways. The fight is that it often involves many parties, destructive to the state law.Keywords: Fight Monsters, Relief, Metamorphosis
KRITIK HOLISTIK: EKSPRESIONISME DALAM KARYA BATIK ABSTRAK PANDONO Danang Priyanto
Ornamen Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.532 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v15i1.2471

Abstract

ABSTRAK Batik abstrak merupakan pengembangan gaya pembatikan mengadopsi dari aliran seni lukis abstraksionisme yang termasuk dalam kelompok ekspresionisme-abstrak dengan menitikberatkan pada komposisi garis dan warna. Pada proses penciptaannya, hal yang menjadi menarik adalah pada teknik penciptaan serta komposisi pewarnaan.Batik abstrak diperkirakan muncul pada tahun 1970-an dan mulai diterima dan berkembang di masyarakat pada 1980-an. Adapun karya batik abstrak yang dibahas adalah batik abstrak karya Pandono. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui eksistensi karya batik abstrak dilihat dari sudut pandang sejarah, dan mengupas batik abstrak karya Pandono yang merupakan salah satu seniman batik yang aktif dalam produksi karya batik abstrak dengan menggunakan sudut pandang kritik holistik. Kemunculan industri batik abstrak pandono dimulai pada tahun 1980-an dan menjadi salah satu tokoh seniman batik abstrak yang terkenal di wilayah Surakarta. Metode yang digunakan adalah metode kritik seni holistik dengan menggunakan tiga sumber data yakni genetik, objektif, dan afektif. Hasil penelitian yang didapat adalah sejarah kemunculan seni lukis abstrak yang turut mempengaruhi keberadaan batik abstrak, latar belakang kehidupan Pandono sebagai seniman batik abstrak, karakteristik visual karya batik Pandono, dan dampak emosional dari penghayatan karya batik Pandono.Kata kunci: Batik abstrak, Pandono, kritik holistik.ABSTRACT Abstract batik is building style batik adopt from the flow of the art of painting abstraksionisme belong to the ekspresionisme-abstrak by focusing on the line and color composition.At process him, the be attractive is on the composition techniques and staining.Batik abstract estimated appeared in the 1970-an and began accepted and developed in the 1980-an . But as for the work of of batik from the palace abstract discussed during the meeting were of batik from the palace abstract the work of Pandono.Objectives of the study are well aware of the existence of the works of art of of batik from the palace abstract seen from the point of view of the history of, and strip of batik from the palace abstract the work of Pandono who was one of who worked as an artist and batik products active in the production the work of of batik from the palace abstract by the use of the point of view of opinions or suggestions because they holistic.The emergence of another in the batik industry abstract pandono began in the s 1980-an and was one of a figure by who worked as an artist abstract of batik from the palace that is well known in the region of Surakarta.The methodology that was used is the method the art of criticism holistic by using three of the source of data genetic researcher, objective , and affective.The results of the study obtained is history the emergence of the art of painting abstract who also influence the existence of batik abstract, background life Pandono as artists batik abstract, characteristic of visual work Pandono batik, and the emotional impact of batik Pandono work.Keywords: batik abstract, Pandono, criticism holistic.
PERANCANGAN BACKPACK DENGAN MOTIF IKON KOTA SURAKARTA SEBAGAI SALAH SATU SOUVENIR WISATA Rachmanita Meidyana Meidyana; Darwoto Darwoto Darwoto; Sarwono Sarwono Sarwono
Ornamen Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.729 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i2.2925

Abstract

Kebutuhan manusia akan kegiatan pariwisata semakin tinggi. Seseorang atau kelompok tertentu akan melakukan perjalanan wisata pada kota-kota yang memiliki obyek wisata. Pada obyek wisata terdapat berbagai macam industri pariwisata yang menawarkan berbagai macam produk lokal, baik itu makanan, minuman aupun kerajinan tangan sebagai souvenir untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan yang berkunjung. Hal ini menjadi latar belakang penulis untuk menciptakan suatu inovasi produk berupa souvenir backpack yang mengusung tema ikon Kota Surakarta sebagai motif pada kain poliester KTX dengan penggayaan visual posterization dan tiga dimensi dengan menggunakan teknik cetak terbaru, yaitu digital printing. Desain motif yang dibuat berjumlah 8 buah desain, dan 3 buah produk backpack yang telah direalisasikan dengan ukuran yang berbeda-beda. Produk souvenir backpack ditujukan untuk remaja laki-laki dan perempuan berusia 15 hingga 19 tahun. Perancangan souvenir backpack ini bertujuan untuk mempromosikan visual ikon-ikon Kota Surakarta kepada masyarakat lokal dan mancanegara dalam bentuk produk inovasi berupa souvenir backpack dengan teknik terbaru yaitu digital printing.   Kata Kunci: Backpack, Digital Printing, Ikon, Surakarta, 3 Dimensi.
KAJIAN ESTETIKA DODOT NGUMBAR KUNCO DALAM PERNIKAHAN BASAHAN DI SURAKARTA HADININGRAT Iin Indarwati Suko; Adji Isworo Josef; Theresia Widyastuti Widyastuti
Ornamen Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2030.606 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i1.2919

Abstract

Dodot Ngumbar Kunco adalah bentuk penerapan kain dodot yang memiliki cirri, yaitu kunco dodot dibiarkan (ngumbar) terjuntai sampai menyentuh ke tanah. Bentuk dodot ini diadaptasi dari busana Raja Kasunanan Surakarta yang kemudian dikenakan oleh pengantin pria dalam upacara panggih di Surakarta Hadiningrat dengan harapan hidupnya dipenuhi kemuliaan seperti raja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ciri khas Dodot Ngumbar Kunco sesuai pakem Keraton Surakarta. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu mengenai wujud, bobot dan penampilan  dodot Ngumbar Kunco. Metode penelitian yang digunakan ialah bentuk penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori estetika A.A.M Djelantik untuk menjabarkan wujud, bobot dan penampilan dodot Ngumbar Kunco. Kata Kunci : Wujud, Bobot, Penampilan, Dodot Ngumbar Kunco.
TUMPENG ROBYONG SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK UNTUK BUSANA PESTA WANITA Eka Yuni Rusdiana
Ornamen Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.596 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i1.2917

Abstract

Tumpeng Robyong  Sebagai Sumber Ide Penciptaan Motif Batik Untuk Busana Pesta Wanita, Deskripsi Karya Program Studi D-4 Batik, Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Surakarta.  Tugas Akhir Kekaryaan ini mengangkat tema Tumpeng Robyong Sebagai Sumber Ide Penciptaan Motif Batik Untuk Busana Pesta Wanita.Tumpeng Robyong merupakan gambaran kesuburan dan kesejahteraan.Tumpeng robyong digunakan pada acara mitoni.Tumpeng robyong, terdiri dari tumpeng putih, lombok abang, brambang, telur, kacang panjang, terong, pala kependem, mawar merah, mawar putih, dan kenanga. Tujuan dari Tugas Akhir Kekaryaan ini adalah menciptakan motif batik dengan sumber ide tumpeng robyong dan kelengkapannya untuk busana pesta wanita.Alasan pengambilan tema tumpeng robyong dan kelengkapannya dalam penciptaan motif batik untuk busana pesta wanita karena tumpengrobyong merupakan salah satu tradisi masyarakat Jawa yang memiliki nilai filosofis yang tinggi dalam kehidupan manusia.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kreasi artistik.Informasi data didapatkan dari studi pustaka dan wawancara.Penciptaan karya batik tulis menggunakan metode penciptaan seni pengumpulan data, desain, dan perwujudan karya.Hasil yang didapat adalah terciptanya motif batik dengan sumber ide tumpeng robyong dan kelengkapannya untuk busana pesta wanita. Adapun motif yang diciptakan tertuang dalam batik tulis untuk  busana pesta yang berjumlah lima karya dengan judul mikul dhuwur mendhem jero, sedulur papat kalima pancer, urip iku urup, empan papan, dan manunggaling kawula gusti.Warna batik yang dijadikan acuan dalam pembuatan Karya Tugas Akhir ini adalah warna batik klasik gaya Keraton Surakarta, yaitu biru yang cenderung cerah, coklat yang cenderung cerah, dan putih tulang. Warna bahan kombinasi yang digunakan memberikan kesan tenang, hangat, dan menarik perhatian. Busana pesta yang diciptakan di targetkan untuk wanita dewasa awal usia 25 hingga 35 tahun.  Kata Kunci: Tumpeng robyong,batik, busana pesta.
ANGGREK SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN MOTIF BATIK UNTUK BUSANA PENGANTIN Mia Helmi Eka Putri; Aries Budi Marwanto
Ornamen Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4118.657 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i2.2927

Abstract

Penciptaan karya Tugas Akhir dengan judul Anggrek Sebagai Sumber Ide Penciptaan Motif Batik Untuk Busana Pengantin bertujuan untuk mempublikasikan dua anggrek langka yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia yakni anggrek tebu dan anggrek jamrud. Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Anggrek tebu dikenal sebagai anggrek raksasa karena anggrek tersebut merupakan anggrek terbesar dari jenis anggrek lainnya. Anggrek ini disebut dengan nama tebu karena tumbuhan ini mirip dengan tebu. Anggrek jamrud dikenal dengan nama jamrud karena anggrek ini berwarna hijau pucat seperti jamrud. Jamrud adalah salah satu jenis batu berwarna hijau yang sangat berharga. Setelah itu anggrek tersebut divisualisasikan menjadi motif batik ke dalam bentuk busana pengantin. Metode yang digunakan adalah metode penciptaan meliputi pengumpulan data yang meliputi observasi dan studi pustaka, eksplorasi yang meliputi eksplorasi bentuk motif dan eksplorasi bentuk busana, perancangan yang meliputi pra desain dan desain, perwujudan, deskripsi dan presentasi. Hasil yang dicapai adalah terciptanya busana dengan motif batik anggrek  tebu dan anggrek jamrud. Karya berjumlah 4 pasang busana pengantin. Adapun nama-nama motif yang diciptakan meliputi: 1. Khaalidah, 2. Warrahma, 3. Gania, dan 4. Mauhibah. Pendeskripsian dijabarkan dalam bentuk visual dan filosofi. Penciptaan busana pengantin dengan konsep anggrek tebu dan anggrek jamrud tersebut bersifat baru. Karya disajikan dengan stilasi anggrek mengutamakan kreativitas bentuk dan komposisi warna, sehingga menghasilkan karya busana batik yang bernilai estetis.  Kata kunci : anggrek langka, batik
PERANCANGAN BATIK DENGAN INSPIRASI CENGKEH DAN PACE UNTUK SELENDANG Putri Cahya Sari; Sarah Rum Rum; Ratna Endah Endah
Ornamen Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1696.456 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i1.2922

Abstract

 Perancangan batik tulis dengan inspirasi cengkeh dan pace dalam proyek tugas akhir adalah menawarkan alternatif desain batik tulis, khususnya untuk selendang, mengingat banyaknya permintaan. Perancangan ini diharapkan mampu menambah keanekaragaman motif batik dan dapat sebagai sumbangan ide kepada pengrajin batik di Kecamatan Sudimoro untuk melihat potensi lokal yang dapat diangkat menjadi motif batik. Tujuan perancangan adalah menghasilkan alternatif desain batik tulis untuk selendang dengan mengolah visual tumbuhan cengkeh dan pace. Hasil perancangan tugas akhir ini menghasilkan enam desain batik tulis dengan teknik pewarnaan celupan menggunakan zat pewarna alam, yakni indigovera dan mahoni. Bahan menggunakan sutra baron, sutra crape, sutra silk kilau. Bahan sutra memiliki sifat mudah meyerap warna, luwes, halus, sehingga cocok untuk diaplikasikan sebagai bahan selendang. Kata Kunci: cengkeh, pace, batik tulis, selendang, sutra
WAYANG BEBER KARYA PUJIANTO KASIDI STUDI BIOGRAFI DAN ESTETIKA Yoke Satya Pratama; Sri Marwati Marwati
Ornamen Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2649.818 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i1.2923

Abstract

Penelitian ini membahas tentang biografi dan estetika wayang beber karya Pujianto Kasidi. Dalam penelitian ini menggunakan 2 pendekatan yaitu pendekatan biografi dan estetika. Biografi adalah tulisan pejalanan hidup seseorang. Estetika adalah keindahan yang  dibangun oleh wujud, isi/makna dan penampilan. Makna karya wayang beber terletak pada isi ceritanya. Untuk mendapatkan makna cerita wayang beber digunakan teori bahasa rupa.Data-data diperoleh dari hasil wawancara, observasi langsung, tinjauan pustaka. Hasil tersebut kemudian disusun menjadi laporan penelitian. Hal-hal yang penting berkaitan dengan wayang beber karya Pujianto Kasidi studi biografi dan estetika meliputi latar belakang Pujianto Kasidi, proses pembuatan karya dan warna sungging, serta estetika karya wayang beber Pujianto Kasidi.Berdasarkan penelitian maka diperoleh temuan bahwa Pujianto Kasidi merupakan putra dari seorang dalang yang sejak kecil hingga remaja tekun belajar membuat wayang kulit, ketika dewasa mengembangkan dan melestarikan wayang beber. Karya–karya hasil kembangannya mendapatkan banyak penghargaan. Pujianto Kasidi mempunyai istilah warna sendiri yaitu warna klaras. Warna klaras adalah warna daun pisang yang sudah kering. Karya wayang bebernya diwujudkan dengan pengambaran tokoh, ornamen pendukung cerita dan ornamen penghias bidang. Isi cerita jagong wayang beber dibaca berdasarkan latar dan gesture tokohnya. Karya wayang bebernya ditampilkan dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan wayang beber asli. Kata Kunci : Wayang Beber, Pujianto Kasidi, Biografi, Estetika
FIGUR PUNAKAWAN SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA TOMBAK BERPAMOR WOS WUTAH Ratih Jisika Rachmawati; Aji Wiyoko Wiyoko
Ornamen Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2938.952 KB) | DOI: 10.33153/ornamen.v16i2.2928

Abstract

Seiring dengan kemajuan zaman, senjata tradisional khususnya tombak juga mengalami perkembangan dari bentuk dan karakternya. Dari sekian jenis tombak yang ada, salah satu diantaranya adalah tombak wayang. Tombak wayang mengadopsi figur tokoh pewayangan dalam bentuk bilahnya. Dengan dipadukannya antara bentuk wayang punakawan dengan bentuk tombak diharapkan para generasi muda melihat dan tertarik untuk mempelajari dan menikmati karya tersebut. Dengan demikian akan tau tokoh punakawan dengan berbagai sifat-sifatnya. Metode penciptaan yang diterapkan meliputi: tahap eksplorasi meliputi menggali sumber ide, pengamatan lapangan, pengumpulan data dan referensi, kemudian tahap perancangan meliputi gagasan dalam bentuk sketsa dan desain terpilih, dan tahap pewujudan meliputi proses akhir dari seluruh rangkaian sebuah karya seni. Bentuk punakawan sebagai inspirasi diterapkan pada karya tosan aji berupa tombak yang sarat makna filosofis. Berdasarkan segenap proses penciptaan tombak punakawan yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa bentuk punakawan memberi kesadaran dalam membangun dan melestarikan makna yang terkandung dalam karya seni. Kata kunci: tombak, punakawan.